WorksheetsUji Tengah Post Basic
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Seorang pasien perempuan, 58 tahun , datang kerumah sakit dengan keluhan nyeri dada dialami terutama bila beraktifitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 170/100 mmhg, Kolesterol total 260 g/dl,. Echo: LVH (Left Ventricle Hyperthrophy). Hasil perekaman EKG 12 lead terdapat peningkatan gelombang di V5 dan V6 > 27 mm. Diduga akibat hipertensi tidak terkontrol. Pertanyaan: jika pasien tersebut mengalami LVH , dalam kondisi mana pernyataan dibawah ini yang benar?
Lapisan endokardium atrium kanan lebih tipis dari atrium kiri
Lapisan endokardium ventrikel kiri lebih tebal dari miokardium
Lapisan miokardium ventrikel kanan lebih tebal dari ventrikel kiri
Lapisan miokardium ventrikel kiri lebih tebal dari ventrikel kanan
Seorang wanita, 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan sakit punggung tembus ke dada yang dirasakan seperti tertarik atau tersayat sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan ini dirasakan sejak 2 mg yang lalu. Riwayat hipertensi lama yang tak terkontrol. Pada pemeriksaan fisik: TD 170/100 mmHg. HR 101/menit, pernapasan 28/menit. Suhu 370C, EKG menunjukkan irama Sinus Takikardi.. Pertanyaan: keluhan penderita di atas disebabkan oleh adanya kelainan pada?
Perikarditis
Diseksi Aorta
Iskemia Miokardium
Kelaian katup jantung
Seorang pasien laki laki berumur 50 tahun datang ke IGD dengan diagnose Perikarditis dengan keluhan nyeri dada yang dirasakan seperti tersayat dan menetap tidak ada perubahan. Riwayat faktor risiko hipertensi, diabetes dan merokok di sangkal. Pada pemeriksaan fisik: TD 140/100 mmHg. HR 110/menit, pernapasan 28/menit. Suhu 38 0C. Pada pemeriksaan auskultasi pasien perikarditis terdenganr bunyi
Friction Rub
Murmur sistolik
Murmur diastolic
Bunyi jantung IV
4. Seorang atlet perenang Sulawesi Selatan melakukan renang rutin setiap hari dengan jarak tempuh 2 mil. Hasil pemeriksaan kesehatan rutin selalu menunjukkan hasil normal dan sehat. Kontraksi serat otot myocardium pada atlet tersebut terjadi bilamana ion calsium dalam sitoplasma berikatan dengan?
Miosin
Troponin I
Troponin T
Troponin C
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun datang ke IGD dengan keluhan tampak kesakitan hebat , nyeri ulu hati, disertai keringat dingin mual dan muntah, dirasakan sejak 1,5 jam Sebelum Masuk Rumah Sakit dengan hasil pemeriksaan BP 130 / 75 mmHg, HR 90 X/ menit, Hasil pemeriksaan laboratorium enzim jantung melebihi nilai normal. Gambaran EKG ditemui gel Q dengan ST Elevasi di sandapan prekordial. Kemungkinan pasien diatas diagnosis dengan
STEMI
NSTEMI
Angina Pektoris Stabi
Angina Pektoris Tidak Stabil (APTS)
Seorang anak umur 10 tahun datang ke IGD diantar orang tuanya dengan keluhan sesak berat, tampak sianotik dan lemas, riwayat kejang (+), pada pemeriksaan SaO2 35 % -45%, akral dingin, orang tua mengatakan anaknya sering jongkok setelah bermain. Sebagai perawat saat pasien terjadi serangan kejang, maka tindakan pertama adalah kneechest position, dengan alasan
Menurunkan SVR dan menurunkan preload
Menurunkan SVR dan meningkatkan preload
Meningkatkan SVR sehingga menurunkan aliran darah ke paru
Meningkatkan SVR sehingga meningkatkan aliran darah ke paru
Seorang pasien perempuan umur 62 tahun di rawat di unit CVC dengan Diagnosa STEMI anterior. Kemudian klien mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini menyebabkan akumulasi produk CO2, maka hasil analisa gas darah PH dalam tubuh mengalami 1)...... atau disebut juga 2)...... jika hal tersebut tidak segera membaik maka organ tubuh (ginjal) akan melakukan kompensasi dengan 3)...... sehingga kadar HCO3 dalam tubuh akan 4)......
1) Penurunan PH, 2) Asidosis, 3) Eksresi HCO3 dan 4) Menurun
1) Kenaikan PH, 2) Asidosis, 3) Reabsorbsi HCO3 dan 4) Meningkat
1) Kenaikan PH, 2) Alkalosis, 3) Reabsorbsi HCO3 dan 4) Meningkat
1) Penurunan PH, 2) Asidosis, 3) Reabsorbsi HCO3 dan 4) Meningkat
Pasien laki - laki umur 40 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan nyeri dan kaki kiri kebas dan dingin tetapi masih bisa digerakkan. Pasien mempunyai riwayat gangguan irama jantung Atrial Fibrilasi (AF). Setelah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik, dokter merujuk pasien untuk melakukan pemeriksaan vaskular. Dugaan penyakit pasien tersebut adalah
Akut Limb Iskemi
Cronic Limb Ischemi
Deep Vein Thrombosis
Cronic Venous Isufficiency
Seorang pasien perempuan umur 50 tahun dirawat di unit Rawat Inap Dewasa dengan keluhan kaki kanan tidak nyaman. Saat dilakukan pemeriksaan vascular hasil diagnose Deep Vein Thrombosis ( DVT ). Saat dilakukan pengkajiaan yang bukan merupakan tanda dan gejala DVT adalah
Pulselessnes
Nyeri (Calf Pain)
Kemerahan (Redness)
Nadi perifer teraba kuat
Seorang pasien perempuan umur 50 tahun dirawat di unit Rawat Inap Dewasa dengan keluhan sesak dan riwayat klien pernah dirawat 1 bulan yang lalu dengan diagnosa Deep Vein Thrombosis ( DVT ). Komplikasi yang kemungkinan terjadi pada pasien diatas adalah
Emboli Paru.
Gagal jantung
Akut Limb Iskemi
Pulmonal hipertensi
Seorang pasien anak umur 2 hari rujukan dari rumah sakit lain, masuk ke unit IGD dengan keadaan umum lemah, sianotik, Satuan Oxymetri 50 – 60 % , Sesak. Hasil pemeriksaan Echokardiografi : TGA, PDA dan IVS. Intervensi pemberian oksigen pada pasien tersebut diatas
NRM 10 L/menit
Nasal 3 – 5 L/menit
Nasal ½ - 1 L/menit
Head Box 10 – 12 L/menit
Seorang pasien laki-laki umur 65 tahun dengan post CABG 4 graft, dirawat di ruang ICU hari ke 2 . Saat ini pasien dengan support inotropik Dobutamin 7,5 µg/Kg/menit dan IABP 1:1 Augmentasi maksimal terpasang kateter di arteri femoralis kanan. Saat dilakukan observasi pemeriksaan arteri ekstremitas ditemukan pulsasi kaki kanan lemah, dingin dan pucat dibandingkan kaki kiri dan tekanan darah 80/60 mmHg, HR 87x/menit, CVP 11 mmHg, PAP 20 mmHg, Haluaran urine output 1 cc/Kg BB/jam. Kemungkinan komplikasi yang terjadi pada pasien paska operasi tersebut adalah
Bleeding
Diseksi Aorta
Akut Limb Iskemi
Akut Kidney Injuri
Seorang pasien perempuan berumur 45 tahun paska operasi CABG hari 0. Status hemodinamik saat ini dalam batas normal dengan support mesin IABP dengan augmentasi 1 : 1 dan inotropik Dopamine 7 µg/Kg/menit. Pengkajian perawat terhadap pemantauan pasien yang terpasang mesin IABP adalah melihat gelombang yang muncul di bedside monitor yaitu gelombang AL. Pertanyaan gambaran dicrotic notch pada gelombang AL adalah menggambarkan tentang
Penutupan katup Mitral
Penutupan katup Aorta
Penutupan katup Trikuspid
Penutupan katup Pulmonal
Pasien laki - laki usia 40 tahun, datang ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan nyeri dada hebat , keringat dingin dan muka pucat serta tegang. Saat dilakukan pemeriksaan EKG dan pemeriksaan enzim jantung hasilnya ST Elevasi I, aVL serta resiprokal di V1 dan V2. Setelah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik, dokter merujuk pasien untuk melakukan Intervensi pemasangan TPM . Dugaan pembuluh darah koroner pasien serangan jantung diatas adalah
RCA
LAD
PDA
LCX
Sel alveolar tipe II berfungsi
Memproduksi sel-sel darah merah
Menghasilkan hormon angiotensin
Tempat terjadinya proses pertukaran gas
Mensekresi cairan alveolar dan surfaktran
Salah satu masalah keperawatan yang dapat terjadi pada pasien gagal jantung adalah penurunan kardiak output, maka kompensasi neoro terhadap penurunanan kardiak out output adalah
Pernapasan cepat
Pernapasan lambat
Heart rate menurun
Heart rate meningkat
Fungsi ginjal yang erat kaitannya dengan usaha tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh adalah
Mengekskresikan zat-zat racun
Mengadakan filtrasi dan reabsorbsi
Mempertahankan keseimbangan asam dan basa
Mengekskresikan zat-zat yang membahayakan tubuh
Oksigen akan berdifusi masuk ke alveolus. Reaksi yang terjadi pada darah kapilar paru-paru
HbO2 → HB + O2
Hb + O2 → HbO2
Hb + O2 → HbCO2
CO2 + H2O → H2CO
Seorang pasien perempuan berumur 45 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada hebat sedang melakukan treadmill. Hasil pemeriksaan fisik TD 150/95 mmHg, muka pucat, kulit dingin dan berkeringat. EKG menunjukkan Elevasi di Lead V1 sd V5. . Apa yang menyebabkan penderita mengeluh seperti diatas
Penderita terlalu lelah
Penurunan aktivitas fisik
Produksi asam laktat meningkat
Penurunan aliran darah ke koroner
Seorang pasien perempuan berumur 45 tahun terjadi serangan syncope .Riwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini tekanan darah 110/95 mmHg Terapi saat ini adalah ACE Inhibitor, Betabloker dan Atrostatin serta Aldactone. Hasil pemeriksaan penunjang dalam batas normal, Saat dilakukan auskulatsi terdengar systolic ejection murmur . Pertanyaan : Auskulatsi S2 terdengar pada area
ICS ke 2 kiri
ICS ke 5 kiri
ICS ke 5 kanan
ISC ke 2 kanan
Seorang laki-laki umur 28 tahun datang ke poli klinik dengan Mitral Stenosis dan Mitral Regurgitasi, PH. Dan klien selalu melakukan pemeriksaan fisik rutin. riwayat keluarga klien saat balita sering menderita ISPA dan menderita penyakit jantung disangkal. Pada pemeriksaaan fisik terdengar adanya bising sistolik terdengar paling jelas di ICS ke 5 mid klavikularis bawah. Pertanyaan : penyebab dari bising yang ditemukan pada pasien ini
Flow murmur
Aortic regurgitation
Mitral regurgitation
Tricuspid regurgitation
Pasien laki-laki umur 65 tahun yang dirawat di unit GP II akan dilakukan tindakan elektif PTCA dengan diagnose medis pre PTCA pada CAD , CHF fc II. Klien dipuasa untuk intervensi PTCA. Pemeriksaan yang sudah dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium dengan hasil creatinin meningkat. Kemungkinan risiko pada klien diatas adalah
Acut Lung Edema
Cardiogenic Shock
Anapilaktik Shock
Contras Injust Neprotik (CIN)
Seorang pasein perempuan umur 35 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan palpitasi. Klien mengeluh napas pendek dan batuk batuk. Saat dilakukan pemeriksaan Tekanan darah : 110/75 mmHg, HR : 110 x/menit dengan denyut nadi irregular, RR 28x/menit dan temperature 370 C. Saat dilakukan pemeriksaan auskultasi terdengar presystolic murmur di LSB IV dan V. Pemeriksaan EKG Atrial Fibrillation dengan Rapid Ventricular response. Kemungkinan komplikasi pasien mudah terjadi ischemic stroke. Diagnosa pasien di atas adalah
Mitral stenosis
Aortic stenosis
Pulmonic stenosis
Tricuspid stenosis
Seorang wanita 48 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan nyeri dada saat naik tangga, berkurang saat istirahat. Menderita hipertensi selama 10 tahun dengan terapi saat ini ACE Inhibitor 2 x 25 mg/hr. Aldactone 1 x 50 mg dan Beta bloker 1 x 5 mg. Saat dilakukan pengkajian klien mengeluh kadang nyeri dada sejak 5 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan EKG ditemukan gelombang R di V5 dan V6 > 27 mm.. Apa pemeriksaan lain untuk diagnostic lain untuk mengetahui adanya disfungsi diastolic ?
Holter
Angiografi
Ekokardiogram
Uji Latih Beban Jantung
Seorang pasien laki laki berumur 50 tahun datang ke unit IGD dengan keluhan cepat capek setelah serangan penyakit jantung 1 bulan lalu. Hasil pemeriksaan Tekanan darah 145/90 mmhg, Nadi 115x/menit, Frekwensi napas 32x/menit. Pemeriksaan fisik tampak JVP meningkat dan hasil auskultasi terdengar rales 1/3 kedua lapangan paru. Pada EKG ditemukan gambaran gelombang Q patologis di sadapan V1-V6. Masalah keperawatan utama pasien tersebut adalah
Gangguan difusi
Gangguan ventilasi
Gangguan pola napas
Gangguan irama jantung
Seorang pasien perempuan berumur 60 tahun masuk IGD dengan keluhan sesak napas sejak 6 bulan yang lalu dan sulit tidur. Sesak napasnya bertambah berat pada waktu malam. Saat tidur pasien menggunakan 2 atau 3 bantal. Pemeriksaan fisik, tekanan darah 90/60 mmHg, denyut jantung 120x/menit, pernapasan 32x/menit, Gambaran EKG irama AF Rapid Ventrikel Respon. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan kardiomegali dan hasil Ekhokardiografi EF 30 %. Apa diagnosis yang mungkin diderita pasien ini ?
Right heart failure
Congestive heart failure
Acute pulmonary edema
Hypertensive heart failure
Seorang pasien laki laki 55 tahun datang ke IGD diagnose CHF dengan keluhan sesak napas dan cepat Lelah. Tanda edema ekstremitas bawah (+), hasil pemeriksaan fisik tekanan darah 110/70 mmHg, denyut jantung 110x/menit, frekwensi napas 30x/menit, irama EKG AF RVR. Hasil pemeriksaan foto toraks : kardiomegali dan hasil Ekokardiogram gerakannya hipokinetik di bagian apek jantung. Terapi saat ini digoxin 1 tab/hari dengan simarc 1 x 2 mg. Rasional nya pemberian Digoxin pada klien ini adalah
Untuk meningkatkan heart rate dan menurunkan kontraksi jantung
Untuk menurunkan heart rate dan menurunkan kontraksi jantung
Untuk menurunkan heart rate dan meningkatkan kontraksi jantung
Untuk meningkatkan heart rate dan meningkatkan kontraksi jantung
Seorang anak perempuan umur 5 tahun dirawat di unit Rawat Anak dengan diagnose VSD, klien tampak cape saat melakukan aktivitas. Status hemodinamik dalam batas normal. Hemodinamik stabil. Hasil pemeriksaan auskulatsi terdengar suara murmur. Suara yang terdengar pada pasien VSD tersebut adalah murmur
Sistolik
Diastolik
Mid Sistolik
Mid Diastolik
Seorang pasien laki-laki berumur 50 tahun dirawat di unit ICU Dewasa paska bedah CABG hari ke 0, Saat ini klien terpasang double Inotropik dan Nitrat drip 0,2 µg/Kg/menit. Terpasang ventilasi mekanik dengan modus Pressure Controle. Saat dilakukan pengkajian tampak gambaran CVP 12 mmHg, PCWP 20 mmHg, Tekanan darah 75/68 mmHg, HR 115 x/menit, irama Sinus Takikardi dengan VES. Haluarn urine < 0,5 cc/Kg/jam. Kemungkinan tanda /data diatas adalah
Aritmia
Pleura Effusi
Acut Lung Edema
Tamponade jantung
Seorang pasien laki-laki umur 50 tahun dirawat di CVC tiba-tiba gambaran di monitor EKG: ST kemudian tiba-tiba berubah VT. Kesadaran compos mentis dan tampak pasien pucat dan keringat dingin, Tekanan Darah 80/60 mmHg dan pulsasi arteri teraba lemah. SaO2 88 %. Intervensi medis diberikan obat amiodaron bolus 150 mg . Saat ini pasien di support dengan Amiodaron drip 60 mg/jam. Monitoring yang harus dilakukan pada klien dengan terapi Amiodaron pada pasien diatas adalah
Pola napas
QT interval
Tekanan darah
Haluaran urine output
Seorang pasien laki-laki berumur 45 tahun dirawat di Intermediate dewasa dengan paska operasi CABG hari ke 3 terpasang ”Water Seal Drainase (WSD)”. Pada pemeriksaan fisik Tekanan Darah 125/85 mmHg, denyut nadi 78x/menit, frekuensi pernapasan 20x/menit, suhu 36,6 0 C. Keluhan nyeri di sekitar luka operasi. Pernyataan yang benar tentang tujuan WSD adalah
Harus menggunakan dua botol
Harus selalu dihubungkan dengan alat penghisap
Dapat mengembangkan kembali paru yang kolaps
Dapat mengeluarkan cairan dan udara dari rongga pleura
Seorang pasien perempuan umur 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan kaki kiri bengkak & nyeri . Sebelumnya pasien telah melakukan perjalanan jauh dengan naik pesawat terbang selama 9 jam . Pasien dirujuk ke bagian vaskular untuk menegakan diagnose penyakit tersebut. Jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan pada pasien tersebut diatas adalah
Laser Fluximetri
Trans Cranial Doppler
Doppler Arteri Carotis
Doppler Arteri dan Vena tungkai
Seorang pasien laki-laki umur 78 tahun datang ke IGD keluhan sesak napas yang berat dan rasa dada tertekan, wajah tampak pucat dan keringat dingin, riwayat penyakit dahulu diagnose gagal jantung. Pemeriksaan fisik ditemukan suara asuskultasi paru sepi dan foto toraks didapat oligemi. Status hemodinamik masih dalam batas normal. Penyakit yang diserita klien tersebut di atas berdasarkan gambaran foto toraks tersebut kemungkinan penyakit
AS
PS
TS
MS
Seorang laki-laki umur 36 tahun datang dengan keluhan utama sesak napas. Tidak ada riwayat sakit gagal jantung, Hipertensi dan DM sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/40 mmHg, Nadi 100 x/menit, pada auskultasi diperoleh bising diastol di basis jantung. Pemeriksaan foto toraks kardiomegali. Diagnosis yang tepat adalah
Regurgitasi Aorta
Regurgitasi Pulmonal
Regurgitasi Trikuspidalis
Stenosis + Regurgitasi Aorta
Seorang pria umur 35 tahun datang ke praktek dokter spesialis dengan nyeri dada kiri yg menjalar ke lengan kiri. Timbul baru prtama kali, nyeri 1-2 menit, tidak ada riwayat trauma dada. EKG menunjukkan elevasi segmen ST di sadapan V1-V4. Di beri Nitrat I tablet sublingual dan 5 menit kemudian nyeri hilang. Dilakukan EKG ulang dan hasil normal. Hasil pemeriksaan enzim jantung CK MB 10 u/l dan troponin T (-). Apa diagnosa pasien diatas
Angina stabil
Prizmetal angina
Infark Myocard subendokard
Infark Myocard Anterior lama
Seorang pasien laki-laki berusia 36 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan utama sesak napas. Tidak ada riwayat sesak, hipertensi dan DM sebelumnya. Pada pemeriksaan fisis didapatkan sakit sedang, Tekanan Darah 130/40, Nadi 100 x/menit, Saat dilakukan auskultasi diperoleh bising diastolic di basis jantung. Pemeriksaan foto toraks Kardiomegali. Diagnosis yang tepat pasien diatas adalah
Regurgitasi Aorta
Regurgitasi Pulmonal
Regurgitasi Trikuspidalis
Stenosis + Regurgitasi Aorta
Seorang pasien Laki-laki umur 35 tahun dirawat di unit rawat inap dewasa dengan riwayat mengalami cedera pada punggung setelah mengalami kecelakaan, kemudian pergi ke dukun, dan dilakukan pemijatan pada daerah ke dua kaki serta tangan , punggung dan perut. Setelah 3 hari, penderita mengeluh kaki kanan bengkak, dan makin membesar disertai rasa nyeri. Kulit kaki agak kecoklatan. Diagnosa pasien di atas adalah
Aorta stenosis
Pulmonal emboli
Acute limb iskemia
Deep Vein Trombosis
Seorang pasien laki-laki umur 62 tahun dirawat di unit rawat inap dewasa dengan diagnosa Gagal Jantung Kongesti fc.III dengan keluhan sesak napas. pada pemeriksaan auskultasi terdengar rales 1/3 di kedua lapangan paru, terdengar bunyi jantung S3 Gallop, pada pemeriksaan foto toraks didapat gambaran edema paru bilateral.Tekanan darah 100/70 mmHg, HR 112 x/menit, RR 30 x/menit, gambaran EKG ST dan SaO2 87 %. Gangguan yang terjadi pada kasus tersebut di atas adalah masalah
Prelaoad
Afterload
Kontraktilitas
Kerja jantung meningkat
Seorang pasien perempuan umur 60 tahun mengeluh sesak napas, hal ini sudah lama dialami dan sudah berobat. Hasil pemeriksaan Tekanan darah 180/100 mmHg , Nadi 120x/mnit, RR 28 x/menit dan tampak edema tungkai bawah bilateral, hasil pemeriksaan foto torak : kardiomegali. Dari data di atas yang menyebabkan pasien sesak akibat kompensasi adalah
Rales paru
Kardiomiopati
Edema tungkai bawah
Denyut jantung 120 x/menit
Laki-laki 65 tahun, post CABG 4 graft , dirawat di ruang ICU sejak 1 hari yang lalu. Tekanan darah 80/60mmHg,HR 87x/menit, CVP 11 mmHg, PAP 20 mmHg, dengan support inotropik Dobutamin 7,5 µg/KgBB/mt dan IABP 1:1 Augmentasi maksimal. Balon IABP terpasang pada arteri femoralis kiri, Saat ini urine haluaran < 1 cc/Kg/jam. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah kateter IABP menutup arteri renalis, yang dapat menyebabkan
ALI
Bleeding
Diseksi Aorta
Penurunan aliran darah ke Ginjal
Seorang pasien laki-laki umur 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada hebat, tampak pucat dan keringat dingin . pemeriksaan EKG tampak gambaran TAVB serta hasil enzim jantung Toponin T (+). Kemudian pasien di pindahkan ke unit DI & INB untuk dilakukan intervensi pemasangan TPM dan dilakukan PPCI Pasien dipindahkan ke unit CVC dan hasil gambaran dimonitor EKG ini menunjukan
Oversensing
Undersensing
Lost capture
Syncronise pacing
Pasien anak usia 10 tahun datang ke IGD diantar orang tuanya dengan keluhan sesak, bertambah biru dan lemas, riwayat kejang. Pada pemeriksaan SaO2 35 – 45 %, akral dingin, orang tua mengatakan sering jongkok setelah bermain. Di IGD dilakukan pemeriksaan foto toraks, gambaran yang mungkin terlihat pada hasil thoraks foto adalah
CTR normal
Pletora kedua lapangan paru
Oligemi kedua lapangan paru
Ke dua kostro prenikus paru tumpul
Seorang pasien wanita 13 tahun mengeluh sesak napas saat ini dirawat di unit IWA dengan diagnose Mitral Stenosis. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan hasil MVA 1,5 cm. Saat ini Hemodinamik masih dalam batas normal. Rencana akan dijadwalkan operasi mitral valve repairment, tetapi pasien menolak. Dokter memberi warfarin 2 mg/ hari. Tujuan pemberian obat diatas adalah ?
Mencegah aritmia
Mengurangi Stenosi Mitral
Mengurangi gagal jantung
Mencegah risiko pembekuan adarah
Seorang pasien perempuan umur 65 tahun masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada hebat dan keringat dingin. . Riwayat klien perokok berat sehari 3 bungkus. Diagnosa medis adalah Acute Inferior Myocardial Infarction. Saat dilakukan pengkajiaan tiba tiba klien terjadi hipotensi dan sinkope. Intervensi yang tepat pada pasien diatas adalah
TPM
PPM
Ablasi
Ventilasi mekanik
Seorang perempuan umur 25 tahun, datang ke IGD karena adanya keluhan nyeri dada seperti tertusuk, keringat dingin. Keadaan umum lemah dan tampak pucat. TD 120/80 mmHg, Nadi 100 kali/menit, RR 24 kali/menit. Pemeriksaan auskultasi terdengan murmur sistolik dan gambaran EKG 12 lead menunjukkan irama sinus dengan tanda-tanda ST Elevasi di V1 s/d V4. Komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien tersebut adalah
MR
TOF
ASD
VSD
Seorang anak laki-laki usia 8 tahun dibawa ke IGD RS karena mengalami sesak napas. Pasien sering sesak napas dan biru sejak lahir terutama bila menangis. Pasien sering berjongkok bila merasa sesak. Dari pemeriksaan tampak anak sakit berat, sesak, sianosis pada ujung ekstremitas dan bibir, tampak jari tabuh, nadi 130 x/menit, respirasi 40 x/menit. Pemeriksaan foto toraks tampak oligemi di kedua lapngan paru. Pemeriksaan EKG tampak gambaran EKG : RVH. Diagnosis yang dapat ditegakkan dengan data tersebut di atas adalah
Tetralogy of Fallot
Atrial Septal Defect
Ventrikel Septal Defect
Duktus arteriosus persisten
Seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun mengeluh lemas serta demam dan sesak selama beberapa minggu. Hasil anamnesa klien sering mengalami sakit tenggorokan dan tidak pernah berobat. Satu tahun lalu klien telah menjalani operasi jantung dengan menggunakan vulvular protesis. Terapi paska operasi diberikan obat antikoagulan. Saat dilakukan pemeriksaan menunjukkan ptiechae dada dan perut. Bakteri penyebab kelainan di atas adalah
Streptococcus aureus
Streptococcus agalactial
Streptococcus pneumonia
Staphylococcus saphrophyticus
Seorang laki-laki berumur 56 tahun mengeluh sesak sejak 2 minggu. Sesak timbul saat
melakukan aktivitas dan istirahat minimal. Klien mempunyai riwayat sering terbangun pada malam hari karena sesak. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 90/60 mmHg, HR 102 x/menit dan RR : 30 x/menit, Pemeriksaan auskultasi rales 1/3 di kedua lapangan paru dan terdapat pitting edema pada ekstremitas bawah. Kemungkinan diagnos yang dapat ditegakkan adalah
Kardiomiopati
Gagal jantung kiri
Gagal jantung kanan
Gagal jantung kongestif
Seorang pasien lai-laki berusia 75 tahun di dirawat di unit CVC dengan diagnose Respiratory Failure ec. ADHF Wet and Cold, CHF fc III : STEMI anterior. Saat ini terpasang ventilasi mekanik dengan ASV FiO2 50 % hari ke 5. Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan ada krepitasi dikulit area permukaan dada. Pemeriksaan fisik Tekanan darah 90/70 mmHg, frekuensi denyut jantung 150 x/menit. Irama jantung ST. Diagnosa pasien terkait tanda krepitasi di permukaan dada adalah
Empyema
Emboli paru
Empisema sub kutis
Hipertensi pulmonal
Seorang pasien laki-laki umur 60 tahun datang dengan IGD keluhan sesak napas. sesak sejak 2 bulan ini dan makin berat sesak napasnya sejak 2 hari ini sampai tidur dengan bantal tinggi. Pasien mempunyai riwayat Hipertensi 5 tahun dan pengobatan terakhir 1 bulan ini tidak minum obat sama sekali. pemeriksaan fisik Tekanan darah 160/100 mmHg, HR 108 x/menit RR 32 x/menit dangkal.Pemeriksaan auskultasi terdengar gallop S4 (+). Pada pemeriksaan EKG didapatkan LVH (Hipertrofi Ventrikel Kiri dan tanda strain). foto toraks tampak jantung membesar seperti sepatu boot dan tampak bendungan paru. Diagnosis untuk kasus di atas adalah
Decompensatio cordis kiri NYHA klas I
Decompensatio cordis kiri NYHA klas II
Decompensatio cordis kiri NYHA klas III
Decompensatio cordis kiri NYHA klas IV
