NEW
Font size
WorksheetsTKMRPI
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Programme Evaluation and Review Technique (PERT) dalam analisis risiko menggunakan durasi waktu yang diperkirakan secara statistik untuk aktivitas-aktivitas secara individu berdasarkan tiga waktu estimasi yaitu:
Waktu rencana, waktu realisasi, selisih waktu rencana dan realisasi
Waktu optimis, waktu yang mendekati, waktu pesimistis
Waktu rencana, waktu realisasi, waktu rata-rata rencana dan realisasi
Waktu optimis, waktu pesimistis, dan waktu rata-rata optimis dan pesimistis
Lembaga survei ABL memiliki infrastruktur teknologi yang saat ini sedang digunakan, telah di test dan diterima secara umum sebagai standar pada lembaga survei. Berdasarkan siklus hidup infrastruktur teknologi yang diimplementasikan, infrastruktur teknologi tersebut merupakan fase:
Emerging technologies
Twilight technologies
Current technologies
Sunset technologies
Visi BPKP adalah menjadi auditor internal Pemerintah RI berkelas dunia untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan nasional. Kriteria penyusunan visi antara lain adalah:
Memiliki daya saing kualitas tindakan/produk/pelayanan untuk meyakinkan masyarakat
Memiliki sasaran tentang publik yang akan dilayani
Menjelaskan tindakan, produk, atau pelayanan yang ditawarkan
Merupakan gambaran ideal masa depan yang ingin diwujudkan
Langkah-langkah penting dalam membuat arahan strategi yaitu:
i. Mencermati lingkungan strategis,
ii. Mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan
iii. Menganalisis untuk kepentingan penyusunan strategi
iv. Mengatur penggunaan sumber daya organisasi
v. Menyesuaikan tuntutan perubahan lingkungan
Tiga langkah penting yang dimaksud adalah:
iii, iv, dan v
i, ii, dan iii
ii, iii, dan iv
i, iii, dan v
Contoh pertanyaan yang relevan dalam mereviu efektivitas pengelolaan risiko manajemen kinerja pegawai adalah:
Apakah telah dilakukan analisis beban kerja menyeluruh sebelum dilakukan perekrutan?
Apakah kompetensi spesifik dikembangkan?
Apakah kompetensi spesifik direncanakan?
Apakah kegiatan penilaian kinerja pegawai transparan?
Fungsi manajemen terdiri dari empat aktivitas yang lebih dikenal dengan istilah POAC, yaitu:
Planning, Organizing, Actuating, Controlling
Planning, Organizing, Actuating, Communicating
Planning, Organizing, Authorizing, Controlling
Planning, Organizing, Analyzing, Controlling
Proses tata kelola teknologi informasi dan komunikasi terdiri atas:
Perencanaan sistem, Pemilihan sistem, Manajemen belanja, Realisasi sistem, Pengoperasian sistem, dan pemeliharaan sistem
Usulan sistem, Perencanaan sistem, Manajemen belanja, Realisasi sistem, Pengoperasian sistem, dan Pemeliharaan/perbaikan sistem
Perencanaan sistem, Manajemen belanja, Realisasi sistem, Pengoperasian sistem, dan Pemeliharaan sistem
Perencanaan sistem, Realisasi sistem, Pengoperasian sistem, Pemeliharaan sistem, dan Pengembangan sistem
Setelah selesai melaksanakan penugasan pemantauan risiko, Pemerintah Kota Sijunjun menyusun laporan risiko sesuai dengan prinsip penyusunan laporan risiko komprehensif, yang artinya laporan manajemen risiko harus:
Mengkomunikasikan informasi secara jelas dan meyakinkan
Mencakup informasi yang berguna sesuai kebutuhan pengguna laporan
Mencakup seluruh area penting organisasi
Menetapkan jangka waktu pembuatan laporan
Teknik yang digunakan untuk memberikan informasi guna pengambilan keputusan di tingkatan operasional antara lain adalah Internal rate of return, yaitu:
Menguantitaskan keuntungan yang diperoleh dari keputusan melaksanakan suatu program dibandingkan dengan biaya pelaksanaannya
Analisis manfaat dibandingkan biaya dari pelaksanaan suatu program
Menggunakan tingkat diskonto yang sama dengan nilai tunai arus kas ditambah nilai awal investasi
Kerangka proses yang dapat digunakan suatu organisasi untuk menganalisis profil risiko operasionalnya
Secara garis besar, kerangka penilaian efektivitas bangunan manajemen risiko melalui empat tahap, yaitu:
Merencanakan reviu menetapkan area reviu melakukan reviu laporan hasil reviu
Menetapkan area reviu mendesain teknik reviu melakukan reviu laporan hasil reviu
Merencanakan reviu menetapkan area reviu mendesain teknik reviu laporan hasil reviu
Merencanakan reviu mendesain teknik reviu melakukan reviu laporan hasil reviu
Yang dimaksud Risk and Control Self-Assessment (RCSA) adalah:
Suatu kerangka proses untuk memastikan bahwa semua risiko yang ditemui organisasi diperlukan sehingga organisasi perlu mengadopsi pendekatan yang fleksibel untuk analisis risiko lintas organisasi
Suatu kerangka proses yang dapat digunakan untuk menganalisis profil risiko operasional organisasi
Suatu kerangka proses untuk memberi keyakinan bahwa prosedur dan sistem tata kelola risiko berjalan secara efektif
Suatu kerangka proses membedakan risiko secara tepat, khususnya ketika konsekuensi dan kemungkinan terjadinya ekstrim
Salah satu tujuan dasar dari pengelolaan SDM adalah:
Memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi
Membangun kapabilitas untuk memastikan bahwa organisasi memiliki karyawan yang terampil, bertanggung jawab, dan bermotivasi tinggi
Mengintegrasikan semua anggota organisasi agar terlibat dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama
Membuat ketersediaan memadai atas individu yang berkualifikasi untuk mengisi lowongan pekerjaan di organisasi
Evaluasi pelaksanaan rencana pada siklus pengelolaan keuangan dilaksanakan berdasarkan indikator dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan, yaitu:
Masukan, proses, keluaran, manfaat, dan dampak
Masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan umpan balik
Masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak
Masukan, proses, keluaran, manfaat, dan umpan balik
Reviu terhadap laporan keuangan dilakukan oleh APIP rutin setiap tahunnya. Maksud dari reviu adalah:
Proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen, obyektif, dan profesional berdasarkan standar audit
Membandingkan prestasi dengan standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan, dan menentukan faktor-faktor keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan
Penelaahan ulang bukti-bukti suatu kegiatan untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai ketentuan, standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan
Proses penilaian kemajuan suatu program atau kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan
"Auditor Internal Pemerintah Republik Indonesia berkelas dunia untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan”, merupakan contoh:
Nilai-nilai
Misi
Visi
Moto
Prinsip penyusunan laporan risiko, adalah:
Akurasi, komprehensif, relevan, frekuensi, distribusi
Akurasi, komprehensif, kejelasan dan manfaat, frekuensi, distribusi
Objektif, konstruktif, ringkas, kejelasan dan manfaat, tepat waktu
Objektif, konstruktif, relevan, tepat waktu, distribusi
Manajemen sumber daya manusia dalam konteks organisasi, terdiri atas beberapa kelompok yang saling berhubungan yaitu:
Perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen
Perencanaan sumber daya manusia, pengangkatan dan pemberhentian pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan manajemen
Perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan dan mutasi pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, hubungan karyawan dan manajemen
Perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dengan sesama karyawan, dan hubungan karyawan dengan manajemen
Aplikasi yang digunakan untuk mengelola laporan dan fasilitas analisa data multi dimensional, merupakan kategorisasi perencanaan arsitektur aplikasi, yaitu:
Pelayanan publik
Manajemen internal
Pendukung manajemen
Datawarehouse dan business intelligence
Sesuai UU No. 25 Tahun 2004 pasal 8, terdapat empat tahapan perencanaan pembangunan. Tahap ke dua adalah:
Masing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja dengan berpedoman pada rancangan rencana pembangunan yang telah disiapkan
Menyusun rancangan akhir rencana pembangunan
Menyiapkan rancangan rencana pembangunan yang bersifat teknokratik, menyeluruh dan terukur
Melibatkan masyarakat dan menyelaraskan rencana pembangunan yang dihasilkan masin-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan
Tehnik analisis risiko yang dikembangkan untuk mengatasi ketiadaan jadwal yang andal yang dihasilkan dari analisis jejaring dalam penjadwalan proyek adalah:
Analisis Monte Carlo
Fault Tree Analysis
Controlled Interval Memory
Programme Evaluation and Review Technique
Salah satu faktor yang menghalangi efektivitas manajemen risiko adalah:
Adanya penilaian oleh pihak independen atas efektivitas kerangka manajemen risiko
Berlebihan atau kurang memadainya perlakuan terhadap risiko
Dukungan pimpinan puncak untuk mewujudkan budaya mengelola risiko memadai
Penyediaan metode-metode untuk identifikasi, perlakuan, pemantauan dan reviu risiko
Dua sistem yang terkait dengan pelaksanaan anggaran pada siklus pengelolaan keuangan adalah:
Sistem penerimaan dan sistem pembayaran
Sistem pendapatan dan sistem persediaan
Sistem pendapatan dan sistem penggunaan
Sistem penerimaan dan sistem pengeluaran
Pengelolaan Barang Milik Negara adalah bagian dari pengelolaan keuangan negara. Tujuan pengelolaan keuangan negara adalah pengelolaan keuangan negara secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tujuan tersebut sesuai dengan amanat UUD 1945:
Pasal 13
Pasal 23
Pasal 29
Pasal 33
Proses analisis risiko akan berbeda antar organisasi. Namun demikian, organisasi harus memastikan bahwa semua risiko yang ditemui organisasi dinilai dengan metode yang sama di dalam organisasi. Terdapat analisis yang menggunakan uraian dalam menggambarkan besarnya potensi konsekuensi dan kemungkinan terjadinya konsekuensi yang dikenal sebagai:
Analisis Semi Kuantitatif
Analisis Semi Kualitatif
Analisis Kuantitatif
Analisis Kualitatif
Titik kritis pada proses perencanaan antara lain adalah:
Dokumen perencanaan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang dibuat dalam waktu yang tidak bersamaan
Sulit mengakomodir kebutuhan seluruh masyarakat
Jadwal penyusunan perencanaan yang ketat
Sulit menentukan prioritas anggaran dan SDM yang kurang memadai
Salah satu metode mengelola risiko adalah disesuaikan dengan kelompok risikonya. Kelompok risiko dimaksud adalah:
Kelompok risiko horizontal dan kelompok risiko vertikal
Kelompok risiko komprehensif dan kelompok risiko mandiri
Kelompok risiko strategis dan kelompok risiko operasional
Kelompok risiko analitis dan kelompok risiko aplikatif
Penyelarasan pengelolaan risiko dan governance yang berhasil, mensyaratkan empat faktor penentu keberhasilan, yaitu:
Fokus organisasi, budaya organisasi, implementasi manajemen risiko integratif, struktur organisasi
Fokus organisasi, struktur organisasi, strategi penanganan risiko, kapasitas dan kapabilitas organisasi
Fokus organisasi, arahan organisasi, struktur pengambilan keputusan, kapasitas dan kapabilitas organisasi
Fokus organisasi, peluang potensial organisasi, pernyataan selera risiko, budaya organisasi
Pernyataan yang benar terkait proses penyusunan APBD/APBN adalah:
Evaluasi atas RAPBD Kabupaten/Kota yang telah disetujui DPRD dilakukan oleh Bupati/Walikota
Tahap perencanaan pada pemerintah pusat dikoordinir oleh Kementerian Keuangan
Tahap penganggaran pemerintah pusat dipimpin oleh Bappenas
Rancangan RKP/RKPD disampaikan ke DPR/DPRD untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan
Manajemen aset adalah proses mengorganisasikan, merencanakan, merancang, dan mengendalikan pengadaan memelihara, memperbaiki, dan menghapus bukukan pemakaian aset untuk mendukung penyediaan layanan jasa. Sasaran dari manajemen aset adalah:
Memberikan gambaran risiko pengelolaan aset sesuai dengan siklus pengelolaannya
Mengoptimalkan penyediaan layanan jasa dan meminimalkan risiko dan biaya terkait layanan jasa tersebut
Mengaplikasikan prinsip utama pengadaan barang pemerintah yaitu nilai uang ditandingkan dengan siklus hidup aset
Memberikan konteks pengelolaan aset organisasi
Manajemen sumber daya manusia, dalam konteks organisasi, terdiri dari beberapa kelompok aktivitas yang saling berhubungan dengan dipengaruhi oleh lingkungan eksternal. Pengaruh lingkungan eksternal dimaksud antara lain:
Pertahanan, keamanan, teknologi
Sosial, pendidikan, kebudayaan
Hukum, politik, ekonomi
Sosial, politik, keamanan
Bagian dari kegiatan berupa penggandaan dan distribusi kuisioner kepada responden yang telah ditetapkan serta mentabulasinya, adalah kegiatan yang dilakukan untuk penilaian efektifitas bangunan manajemen risiko, yaitu pada tahap:
Penetapan area reviu
Desain teknik reviu
Pelaksanaan reviu
Penyusunan laporan hasil reviu
Teknik pengelolaan risiko operasional, berupa sebuah kerangka proses yang dapat digunakan oleh suatu organisasi untuk menganalisis profil risiko operasionalnya disebut dengan:
Net Present Value (NPV).
Internal Rate of Return (IRR)
Cost Benefit Analysis
Risk and Control Self Assessment (RCSA) .
Alur pikir pemahaman proses manajemen risiko integratif di entitas publik adalah keterkaitan antara prinsip, kerangka dan prosesnya. Dalam hal ini, kerangka manajemen risiko integratif dimulai dari:
Mandat dan komitmen
Komunikasi dan konsultansi
Membangun nilai
Penetapan konteks
Tanggung Jawab daripada “Risk Managament Champion” adalah:
Memacu tercapainya tujuan organisasi, intergrasi, kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi yang ditetapkan menajamen puncak
Memacu terwujudnya organisasi bebas risiko, integrasi, kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi manajemen risiko
Memacu terwujudnya penyadaran, integrasi, kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi menajamen risiko
Memacu terwujudnya pemetaan risiko, Kompilasi, kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi manajemen risiko
Salah satu pengamanan dari sisi infrastruktur tekhnologi, dapat di implementasikan komponen standar, yaitu :
Integrity, data tidak boleh diubah tanpa izin dari yang berhak
Hardening dari sistem operasi
Penurunan jumlah insiden yang mengakibatkan downtime
Prosentase layanan TIK yang memenuhi SLA
Risiko Pengelolaan BMN/BMD berupa “Tidak ada pegawai yang bertanggungjawab menatausahakan penggunaan aset”. Hal tersebut merupakan risiko yang terdapat pada tahap:
Penatausahaan
Penggunaan
Pemeliharaan
Pemanfaatan
Risiko manajemen teknologi informasi berupa "umur ekonomis sumber daya TIK tidak sesuai dengan kebutuhan".
Hal tersebut merupakan risiko yang terdapat pada tahap :
Realisasi sistem
Manajemen belanja/investasi
Pemeliharaan sistem
Pengoperasian sistem
Manajemen risiko integratif merupakan :
konsep manajemen risiko yang mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam proses pengendalian intern dan aktivitas keseharian organisasi.
konsep manajemen risiko yang mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam proses manajemen strategis dan aktivitas pengendalian.
konsep manajemen risiko yang mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam proses manajemen strategis dan aktivitas keseharian organisasi.
konsep manajemen risiko yang mengintegrasikan proses manajemen risiko ke dalam proses manajemen strategis dan pengendalian intern.
Penilaian risiko merupakan bagian dari proses manajemen risiko yang terdiri atas:
Penetapan konteks, identifikasi risiko dan analisis risiko
identifikasi risiko, analisis risiko dan evaluasi risiko
identifikasi risiko, analisis risiko dan penanganan risiko
Penetapan konteks, identifikasi risiko dan penanganan risiko
Tujuan adalah sesuatu yang harus dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu tertentu (biasanya antara 1-5 tahun). Agar tujuan tersebut dapat dicapai secara efektif, dapat digunakan tolak ukur untuk penilaian kinerja organisasi. Salah satu kriteria yang harus dipenuhi adalah :
Tujuan harus menantang, namun realistik dan dapat dicapai.
Tujuan menggambarkan kriteria yang ada.
Tujuan menggambarkan perilaku organisasi.
Tujuan dapat diubah sesuai kondisi yang ada.
Kepentingan pimpinan organisasi atau manajemen dalam pengelolaan risiko yang terkait dengan pengelolaan Sumber Daya Manusia, adalah;
Efektifitas biaya, tanggungjawab instansi, masalah legal dan citra instansi.
Efisiensi biaya, tanggungjawab pengelola SDM, masalah legal dan citra instansi.
Efisiensi biaya, tanggungjawab instansi, masalah kinerja SDM dan citra instansi.
Efisiensi biaya, tanggungjawab instansi, masalah legal dan citra instansi.
Faktor yang dapat menghalangi efektivitas manajemen risiko, antara lain adalah:
Dokumentasi risiko yang berlebihan dan tidak perlu.
Tidak jelasnya pemilik risiko dan tanggung jawab menilai risiko.
Berlebihan atau kurang memadainya identifikasi atas selera risiko.
Tidak jelasnya keinginan manajemen dan tanggungjawab menilai risiko.
Teknik Net Present Value (NPV) adalah salah satu model yang digunakan untuk pengelolaan risiko, yang dikelompokkan menjadi:
metode mengelola risiko strategis.
metode mengelola risiko operasional.
metode mengelola risiko internal.
metode mengelola risiko eksternal.
Risiko pengelolaan keuangan berupa "pengajuan anggaran tidak sesuai aturan yang berlaku. Hal
tersebut merupakan risiko yang terdapat pada tahap:
perencanaan.
Pelaksanaan.
Pertanggungjawaban.
Pengendalian.
Lingkup perencanaan manajemen teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencakup pendefinisian prosedur teknis dengan prioritas pada domain:
Perencanaan Sistem, Operasi Sistem, dan Pemeliharaan Sistem
Realisasi Sistem, Pengendalian Sistem, dan Pemeliharaan Sistem
Realisasi Sistem, Operasi Sistem, dan Pengendalian Sistem
Realisasi Sistem, Operasi Sistem, dan Pemeliharaan Sistem
Pernyataan berikut ini yang merupakan risiko dalam pengadaan barang dan jasa, adalah:
Belum ditetapkan rencana untuk mengatasi kegagalan pengadaan
Pemeriksaan fisik tidak membandingkan spesifikasi untuk setiap penerimaan barang
Tidak dilakukan inventarisasi secara periodik
Penilaian dilakukan oleh pihak yang tidak kompeten di bidangnya
Analisis monte carlo adalah salah satu teknik yang digunakan untuk pengelolaan risiko menurut elemen proses manajemen risiko,yaitu pada elemen :
Identifikasi risiko
Analisis Risiko
Evaluasi Risiko
Penanganan Risiko
Risiko sdm berupa "kualifikasi pegawai yg ditempatkan tdk sesuai dgn uraian tugas berdasarkan kebutuhan sub unit organisasi". Hal tsb merupakan risiko yg terdapat pada tahap :
Perencanaan dan analisa sdm
Kesetaraan kesempatan kerja
Pengangkatan karyawan
Pengembangan sdm
Indikator keberhasilan atas penyelarasan antara manajemen risiko dengan tata kelola, dikelompokkan pada:
Fokus organisasi, arahan manajemen, struktur pengambilan keputusan dan kapasitas/kapabilitas pemilik risiko
Fokus risiko, arahan penilai risiko, struktur pengambilan keputusan dan kapasitas/kapabilitas pemilik risiko
Fokus manajemen, arahan manajemen, struktur pengambilan keputusan dan kapasitas/kapabilitas organisasi
Fokus organisasi, arahan organisasi, struktur pengambilan keputusan dan kapasitas/kapabilitas organisasi
Jika dalam penerapan risk maturity model disimpulkan bahwa organisasi mampu memenuhi ekspektasi stakeholder internal dan eksternal dari sudut pandang ketaatan minimal atau dari perspektif pengendalian intern, maka organisasi tersebut dikelompokan pada level ;
Mature
Advanced
Basic
Optimised
