NEW
Font size
WorksheetsAnalisis Fisikokimia
Total questions: 60
Worksheet time: 3600secs
Pemisahan campuran yang didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen campuran diantara fase diam dan fase gerak adalah
Spektrofotometri
Filtrasi
Kromatografi
Destilasi
Fungsi kolom pada kromatografi gas adalah
membawa solut ke kolom
tempat terjadinya proses pemisahan
menghitung kadar sampel
mencetak hasil analisis
Kromatografi gas didefinisikan sebagai
Proses pemisahan berdasarkan campuran berwarna
Proses pemisahan berdasarkan absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi
proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya dengan menggunakan gas sebagai fase bergerak yang melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang diam
proses pemisahan komponen menggunakan fasa diam berupa plat dengan lapisan bahan adsorben inert
Komponen-komponen yang mempunyai affinitas lebih rendah terhadap fasa diam akan keluar
Lebih lambat keluar dari kolom
Lebih dahulu dari kolom
Normal
Tidak lebih lambat dan cepat dari kolom
Distribusi komponen diantara kedua fasa ditentukan oleh kesetimbangan K, yaitu perbandingan antara banyaknya suatu komponen
di dalam fasa diam dan di dalam fasa gerak
di luar fasa diam dan di dalam fasa gerak
di luar fasa gerak dan di dalam fasa diam
di dalam fasa diam
Dalam kromatografi dikenal istilah waktu retensi (tr ) yaitu lamanya waktu
komponen sampel tertahan di dalam fase gerak
komponen sampel tertahan di dalam tempat injektor
komponen sampel tertahan di dalam detektor
komponen sampel tertahan di dalam kolom
Fungsi gas pembawa adalah
Mengangkut cuplikan dalam kolom ke tempat injeksi
Mengangkut cuplikan dalam kolom ke rekorder
Mengangkut cuplikan dalam kolom ke detektor
Mengangkut cuplikan dalam kolom ke kolom lain
Rekorder berfungsi sebagai
pengubah sinyal dari detektor yang diperkuat melalui elektrometer menjadi bentuk kromatogram
mengatur aliran tekanan
pengubah data menjadi grafik
menjaga kesetimbangan
Syarat cuplikan pada kromatografi gas, kecuali
harus memiliki keatsirian yang cukup (volatil)
stabil terhadap panas
±10~20% senyawa dapat dianalisis dengan kromatografi gas.
mudah rusak oleh panas
1. Fungsi injektor adalah
Tempat masuknya sampel dan kemudian sampel dapat didistribusikan masuk ke kolom
Untuk memisahkan ion ion-ion yang ada dalam sempel
Untuk mendorong eluent dan sampel tersebut masuk ke dalam kolom
Untuk merekam dan mengolah data yang masuk
1. Kromatografi yang merupakan bentuk khusus dari kromatografi fase terikat dengan fase gerak lebih polar dari pada fase diamnya adalah kromatografi
Kromatografi cair-cair
Kromatografi cair-padat
Kromatografi fase normal
Kromatografi fase tebalik
Gel yang digunakan untuk memisahkan protein atau asam nukleat berukuran kecil (DNA, RNA, atau oligonukleotida)
Gelatin
Gel agarosa
Gel poliakrilamida
Selulosa
Kromatografi gas–cair merupakan suatu metoda kromatografi dengan memanfaatkan
Kelarutan dari senyawa campuran yang akan dianalisis
Volatilitas dari senyawa campuran yang akan dianalisis
Sifat fisik dari senyawa yang akan dianalisis
Jenis senyawa dari senyawa campuran yang akan dianalisis
Ukuran efisiensi kolom adalah
jumlah lempeng (plate number, N) yang didasarkan pada konsep lempeng teoritis pada distilasi
jumlah number (plate lempeng, N) yang didasarkan pada konsep lempeng teoritis pada distilasi
jumlah lempeng (plate number, N) yang didasarkan pada konsep lempeng teoritis pada adsorbansi
jumlah number (plate lempeng, N) yang didasarkan pada konsep lempeng teoritis pada adsorbansi
Merupakan”jantung” kromatografi gas dimana terjadi pemisahan komponen-komponen cuplikan adalah fungsi dari
injektor
detektor
rekorder
kolom
Fase gerak yang digunakan pada kromatografi gas, kecuali
Nitrogen
Natrium
Helium
Hidrogen
Persyaratan gas pembawa pada kromatografi gas, kecuali
Murni dan mudah diperoleh
Tidak inert
Murah harganya
Cocok untuk detektor yang digunakan
Analisis semi kuantitatif secara KLT didasarkan atas
Intensitas warna bercak
Ratio of Front
Tinggi bercak
Jarak rambat
Analisis kualitatif pada kromatografi gas-cair adalah dengan cara
Memperluas waktu retensi sampel dengan standar
Mengurangi waktu retensi sampel dengan standar
Menambah waktu retensi sampel dengan standar
Membandingkan waktu retensi sampel dengan standar
Prinsip yang digunakan dalam kromatografi gas padat adalah
partisi
adsorpsi
elusi
absorpsi
Berikut ini merupakan sampel yang dapat dianalisis dengan GC, kecuali
Asam-asam amino
Polusi Udara
Kemurnian Pelarut
Alkohol
Uji kualitatif senyawa pada KLT dilakukan dengan
Membandingkan diameter bercak sampel dengan bercak baku pembanding
Membandingkan intensitas fluoresensi sampel dengan baku pembanding
Membandingkan nilai Rf sampel dengan pustaka
Membandingkan nilai Rf sampel dengan baku pembanding
Campuran dua zat yang berbeda ukuran partikelnya sangat tepat dipisahkan dengan metode
filtrasi
distilasi
kromatografi
sublimasi
Pemurnian garam dapur dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu
filtrasi-melarutkan-kristalisasi
melarutkan-filtrasi-kristalisasi
melarutkan-kristalisasi-filtrasi
filtrasi-kristalisasi-melarutkan
Filtrasi (penyaringan) adalah cara pemisahan berdasarkan
perbedaan titik didih komponennya
perbedaan ukuran partikel komponennya
perbedaan kelarutan komponennya
perbedaan massa jenis komponennya
Bila gula dan garam tercampur dan kita ingin memisahkannya, maka langkahnya adalah
penyaringan, kemudian penguapan dan distilasi
pelarutan, kemudian penyaringan dan penguapan
pelarutan, distilasi kemudian penguapan
penguapan, kemudian distilasi dan penyaringan
Campuran air dan alkohol dapat dipisahkan secara distilasi
Biasa/sederhana
Bertingkat
fraksinasi
Vakum
Aplikasi distilasi fraksional adalah pada pemisahan
Volatile oil dari dalam simplisianya
Komponen – komponen minyak bumi
Air dengan aseton
Air dengan alkohol
Pada distilasi fraksinasi, pemisahan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya hampir sama / tidak begitu berbeda terjadi pada
Labu Kjeldahl
Kondensor Liebig
erlenmeyer
kolom
Zat yang terdekomposisi pada titik didihnya dipisahkan secara distilasi
Biasa / sederhana
bertingkat
fraksinasi uap
Vakum
Yang dimaksud dengan evaporasi adalah
memindahkan pelarut sebagai uap dari cairan
memindahkan pelarut sebagai cairan dari uap
memindahkan pelarut sebagai uap dari embun
memindahkan pelarut sebagai embun dari cairan
Fungsi dari Labu Didih adalah
sebagai wadah sampel
menyeimbangkan panas suatu sampel bahan ke dalamnya
menyalurkan air ke dalam kondensor
sebagai penyalur uap / gas yang akan masuk ke
pendingin
Berdasarkan bentuk campuran yang diekstraksi,
ekstraksi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu
Ekstraksi berkesinambungan dan Ekstraksi bertahap
Ekstraksi padat-cair dan Ekstraksi cair-cair
Ekstraksi soxhlet dan Ekstraksi solven
Ekstraksi padat dan Ekstraksi cair
Yang tidak termasuk komponen distilasi adalah
Termometer
Kondensor
Batu didih
Pipet volume
Pada destilasi uap, yang berfungsi / bertugas langsung memanaskan campuran zat yang akan dipisahkan adalah
Kondensor
Labu Kjedahl
air panas
bejana penangas
Prinsip pemisahan secara distilasi adalah berdasarkan perbedaan
Titik lebur
Titik didih
Jenis zat berkhasiat
Tekanan
Pendinginan uap panas pada proses distilasi terjadi pada alat yang disebut
Kolom
Kondensor Liebig
Labu Kjeldahl
Pompa vakum
Sumber radiasi pada spektrofotometri UV adalah
Lampu tungsten
Lampu wolfram
Lampu deuteurium
Lampu katoda berongga
Daerah panjang gelombang pengukuran untuk visibel
100nm – 400nm
200nm – 400nm
200nm – 800nm
400nm – 800nm
Parameter kualitatif yang paling tepat pada spektrometri UV-Visibel adalah
Absorban
Absortivitas molar
Panjang gelombang maksimum
Konsentrasi
Pada spektrum UV atau visibel, sumbu X dan Y berturut-turut menunjukkan
Absorban dan panjang gelombang
Absorban dan bilangan gelombang
Panjang gelombang dan absorban
Panjang gelombang dan intensitas radiasi
Pada rumus Lambert-Beer, notasi b menunjukan
Koefisien ekstingsi
Faktor koreksi
Panjang jalan sinar yang melalui sampel
Konsentrasi
Pada rumus Lambert-Beer, notasi a menunjukan
Absorban
Absortivitas molar
Tebal kuvet
Konsentrasi
Pada spektrometri UV-Visibel, elektron yang menyerap radiasi akan mengalami
eksitasi
emisi
vibrasi
perubahan panjang gelombang
Hubungan antara Absorban dengan Transmitan adalah
A = log 1/T
A = log T
T = log A
T = log 1/A
Bagian alat spektrofotometri UV-Visibel yang berfungsi menyeleksi berkas sinar adalah
Kuvet
Detektor
Chopper
Monokromator
Jenis senyawa yang dapat langsung dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Visibel adalah senyawa yang memiliki gugus
Farmakofor
Ausokrom
Kromofor
Ikatan logam
Pada spektrofotometri UV-visibel, Jika kadar yang akan ditentukan terlalu kecil, maka dapat dilakukan dengan menggunakan metode
Menggunakan metode standar adisi
Menggunakan metode standar internal
Analisis multikomponen
Metode derivatif
Berdasarkan ketentuan Lambert-Beer, agar hasil analisis kuantitatif masih pada batas kesalahan yang disyaratkan, maka nilai Absorban terukur idealnya harus berada pada rentang
0,1 – 1,5
0,1 – 0,6
0,2 – 0,8
0,2 – 1,0
Urutan perjalanan berkas radiasi pada spektrofotometri UV-Visibel adalah
Sumber radiasi–monokromator–kuvet–detektor
Sumber radiasi–kuvet–monokromator–detektor
Monokromator - sumber radiasi – kuvet – – detektor
Monokromator – medan magnet – kuvet - detektor
Pada spektrofotometri UV-visibel, jika suatu senyawa tidak memiliki gugus kromofor, maka
Tidak bisa dianalisis dengan spektrometri UV-visibel
Bisa dianalisis jika memiliki lambda maksimal
Bisa dianalisis jika direaksikan dulu dengan logam
Bisa dianalisis jika direaksikan dulu dengan senyawa yang memiliki gugus kromofor
Beberapa aplikasi yang dapat dilakukan menggunakan spektrometri UV-visibel kecuali
Penetapan kadar
Analisis kualitatif
Penetapan kinetika reaksi biokimia
Penetapan gugus fungsi senyawa organik
Prinsip perhitungan kuantitatif dari 2 campuran senyawa yang memiliki spektrum UV-visibel yang bertumpang tindih adalah dengan cara
menghitung serapan pada lambda paling tinggi
menghitung serapan pada lambda maksimal masing masing
metode standar adisi
analisis derivatif
Jika pada penentuan kuantitatif didapatkan nilai absorban 1,6; maka yang kemudian dilakukan adalah
Kadar dapat ditentukan langsung dengan memasukkan pada persamaan Lambert-Beer
Kadar dapat ditentukan langsung dengan memasukkan pada persamaan kurva baku
Larutan diencerkan dulu sampai didapatkan absorban antara 0,2 – 0,8
Perlu dilakukan metode standar adisi
Air bersih dari PDAM diperoleh dengan proses
kristalisasi
Sublimasi
penyaringan
penyulingan
Proses pemisahan substansi dari campurannya atau zat
penganggunya, dengan menggunakan pelarut yang sesuai disebut dengan
distilasi
ekstraksi
proteksi
filtrasi
Ekstraksi cair-cair dikenal dengan sebutan
Ekstraksi solven
Ekstraksi solution
Ekstraksi organik
Ekstraksi anorganik
Teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik adalah
Spekroskopi
Kromatografi
Ekstraksi
Elektroforesis
Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi analisis senyawa menggunakan elektroforesis, kecuali
Konsentrasi gel
Ukuran molekul
Voltage
Suhu
Prinsip dari kromatografi afinitas adalah
pengikatan spesifik enzim dengan protein
pengikatan spesifik enzim dengan reseptor
pengikatan spesifik ligan dengan reseptor
pengikatan spesifik ligan dengan protein
