WorksheetsTUGAS ONLINE 1
Total questions: 50
Worksheet time: 4hrs 10mins
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....
“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.
“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."
(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.
Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....
4-2-3-1
4-1-3-2
4-1-2-3
4-3-2-1
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Bacalah kutipan fabel berikut!
Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....
dihutan, di saat, di ajak
di hutan, di tubuhnya, disaat
di hutan, di tubuhnya, di saat
dihutan, disaat, di ajak
Bacalah kutipan fabel berikut!
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Simak kutipan teks cerita fabel berikut!
1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....
4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6
4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5
4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6
4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehidupan manusia disebut
dongeng
legenda
fabel
foklor
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah
Ibu Domba melirik jam dinding. Ia gelisah anaknya Doug belum pulang.
Jam alarm Bear berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Kelinci membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Burung Penyanyi merasa iba. Ia segera mencari cara untuk menghibur sahabatnya itu. "Teman, bagaimana kalau kau membuat gelembung - gelembung air dan aku bersenandung. kita lakukan bersamaan. suara yang dihasilkan pasti enak didengar."
sifat burung Penyanyi dalam cerita di atas adalah ....
baik hati
pemarah
rajin
pemalas
Di zamah dahulu di satu hutan yang lebat, seekor kerbau bersahabat baik dengan Gajah mulai dari mencari makan sampai bermain di padang rumput, mereka selalu bersama-sama. Suatu hari, ketika mereka sedang bermain di padang rumput, tiba-tiba Raja Raksasa datang.
Latar tempat cerita di atas adalah ....
hutan
rumah
pasar
lapangan
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
Tokoh
Alur
Tema
Latar
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
Pendendam
Pemaaf
Penyayang
Pemarah
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Semua binatang-binatang yang beradadi hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk .
Perbaikan yang tepat terhadap kalimat tidak efektif tersebut adalah
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang-binatang yang berada di hutan rimba itu terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut sekali ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
Semua binatang yang berada di hutan rimba itu sangat terkejut ketika menyaksikan Sang Harimau mengamuk.
"Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah
”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”
”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”
”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”
(1) Agar burung penyanyi masuk lagi ke dalam mulutnya, (2) buaya selalu memberitahu dulu sebelum membuka mulutnya. (3) “Wow, rukun ya mereka...!”
Bagian cerita yang menggunakan kosakata percakapan ditandai dengan nomor....
(1)
(2)
(3)
(1) dan (3)
Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.
Waktu terjadinya cerita itu adalah....
pagi
siang
sore
malam
“Mengapa pagi ini waktu sangat kacau?” ucap induk gagak. Ia lalu segera mencari anaknya. Namun, ia tidak menemukannya. Ia pun kembali ke sarang. Cemas dan rasa sedih menjadi satu.
Cerita tersebut bertema....
kasih sayang
persahabatan
petualangan
konflik keluarga
Tetapi buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada biri-biri itu. Dia naik ke titian itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang buaya dengan kukunya. Kena mata buaya. Dia kesakitan. Lalu, ditanduknya perut buaya itu hingga berdarah. Buaya menjerit kesakitan dan menjatuhkan dirinya ke air.
Cuplikan cerita tersebut merupakan bagian dari fabel karena....
ceritanya tidak masuk akal
tokohnya kambing dan buaya
terjadi pada masa lalu
latarnya di air
Tetapi buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada biri-biri itu. Dia naik ke titian itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang buaya dengan kukunya. Kena mata buaya. Dia kesakitan. Lalu, ditanduknya perut buaya itu hingga berdarah. Buaya menjerit kesakitan dan menjatuhkan dirinya ke air.
Yang dimaksud kata sandang dalam cuplikan tersebut adalah....
pada
si
oleh
agak
Pola rima pantun adalah . . . .
a a a a
a b a b
a b b a
a a b b
Ikut upacara pagi hari
Baris berbaris dengan teratur
Suka keluar malam hari
. . . .
Larik yang sesuai unuk melengkapi pantun teka-teki rumpang di atas adalah . . . .
Hidup sehat dan mujur
Siang hari malah tidur?
Agar kita hidup teratur
Biar badan sehat makmur
Burung nuri burung dara
terbang kesisi alam kayangan
Coba cari wahai saudara
makin diisi makin ringan?
pantun di atas termasuk jenis pantun?
pantun jenaka
pantun remaja
pantun nasihat
pantun teka-teki
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Sari kelapa buah nira
Ibu datang bawa hadiah
Nira diolah untuk sedekah
Ibu datang bawa hadiah
Nira diolah untuk sedekah
Gembiara hati tiada tara
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
dibawa ke pasar naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
Ayo kita belanja ke pasar Selasa 1)
untuk membeli ikan dan beras 2)
Ayo kita belajar bersama-sama 3)
menghadapi ulangan kenaikan kelas 4)
Struktur isi teks pantun tersebut terdapat pada nomor ....
1) dan 2)
1) dan 3)
2) dan 3)
3) dan 4)
Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri pantun adalah ….
Bersajak a-b-a-b
Setiap baris terdiri atas empat bait
Baris ketiga dan keempat sebagai isi
Baris pertama dan kedua berupa sampiran
Perhatikan pantun berikut!
Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal di ubun
Turutlah ilmu insan nan mati
Makna isi pantun tersebut adalah ….
setiap manusia pintar yang mati akan meninggal seperti nabi
ketika kita sekarat ilmu yang kita punya akan ikut mati bersama kita
tidak ada satupun manusia yang pandai seperti nabi
ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diterapkan dan diamalkan
Aduh-aduh si bunga 1 [...]
Daunnya lebat seperti 2 [...]
Aku sering mendengar 3 [...]
Abang punya sahabat 4 [...]
Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(1) melati, (2) duri, (3) cerita, (4) hati
(1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4) baru
(1) mawar, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan
(1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu, (4) dayang
Perhatikan gurindam berikut!
Jika kau buat kebaikan dan keburukan,
maka balasan berdasar dari yang dilakukan
Makna gurindam tersebut adalah ….
orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan hukuman yang setimpal
orang yang berbuat baik akan dibalas dengan pahala berlipat
setiap perilaku yang kita perbuat, baik dan buruk, akan dibalas setimpal
janganlah berbuat keburukan kepada sesama karena akan dapat balasan
Apabila kelakuan baik berbudi
Hidup menjadi indah tak akan merugi
Makna hubungan antarbaris yang terdapat pada gurindam tersebut adalah ….
Hubungan syarat
Hubungan tujuan
Hubungan sebab akibat
Hubungan soal-jawab
Jika kamu terus menunda
Hilanglah sudah kesempatan berharga
Teks di atas tergolong ...
Gurindam
Syair
Pantun kilat
Mantra
Bila terkena penyakit kikir
....
Isi yang tepat untuk mengisi bagian gurindam yang rumpang di atas adalah ....
Tuan muda hidup kembali
Sanak saudara lari menyingkir
Mulia namanya sepanjang masa
Tentu dirimu kelak tersesat
Berikut ini manakah yang termasuk gurindam . . . .
Buah duku buah durian
Hanya kau kesayangan
Buah duku buah durian
Durian matang lezat sekali
Jika ingin jadi anak pintar
Setiap dikala harus belajar
Jika ingin menjadi mulia
Ingatlah selalu menjadi baik
Jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa
jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Puisi rakyat di atas di sebut sebagai..
Pantun
Gurindam
Puisi
Syair
1).Pohon jati pohon bambu
2).Tumbuh rimbun menjadi pagar
3).Menangis adik di depan . . . .
4).Melihat ibu pergi ke pasar.
Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringkan menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....
pantun
syair
gurindam
bidal
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Makna hubungan baris ketiga dan keempat pada kutipan syair tersebut adalah ….
Syarat
Tujuan
Sebab akibat
Perbandingan
Usaha yang selalu ada
Dapat mengubah nasib sengsara
Karena Tuhan Maha Pemurah
Selalu mendengar doa dan pinta
Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . . .
baitnya terdiri atas empat baris
terdiri dari 8-14 suku kata
terdiri dari sampiran dan isi
rima akhir berpola a-a-a-a
Di sekolah kamu mendapat ilmu
Pancangkan tekad dan niatmu
Belajarlah dengan semangat dan tekun selalu
Agar bahagia masa depanmu
Isi teks tersebut berkaitan dengan ...
Semangat berkompetisi
Semangat belajar
Semangat mengejar cita-cita
Semangat mengejar masa depan
Jalan-jalan ke pinggir pantai
Lihat bulan sedang purnama
............................................
.............................................
Baris yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah . . . .
Siapa dia yang tinggi semampai
Rajin belajar wajib hukumnya
Bisa-bisa sakit perutmu
Minum teh bersama ayah dan bunda
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Yang bukan merupakan jenis puisi rakyat adalah ...
pantun
gurindam
syair
puisi populer
(1) Dalam setiap bait terdiri dari 4 baris.
(2) Bersajak a-b-a-b
(3) Dalam setiap baris terdiri dari 8-14 suku kata.
(4) Syair bersajak a-a-a-a.
(5) Dalam setiap baris adalah isi.
(6) terdiri dari sampiran dan isi
Yang merupakan ciri pantun adalah ...
1 dan 5
2 dan 3
2 dan 6
2 dan 4
