NEW
Font size
WorksheetsGiat Soal Sastra BIN SMK
Total questions: 25
Worksheet time: 43mins
Bacalah kalimat berikut ini!
Jangan lekas percaya pada kabar angin sebelum diteliti kebenarannya apalagi informasi itu berasal dari orang yang berkepala angin.
Makna ungkapan yang dicetak miring pada kalimat di atas adalah….
kabar yang berhembus dengan cepat, suka membual
kabar yang jelas, suka bercerita
kabar yang belum pasti, suka berkata-kata
kabar yang belum pasti, bodoh
kabar yang aneh, ingin dipuji
Cermatilah ilustrasi berikut ini!
Kita seharusnya tidak mengeluh. Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam yang melimpah. Bukan hanya itu, jika kita mau berusaha, Tuhan tidak akan lupa “menghidupi” kita. Keyakinan tersebut harus kita tanamkan benar apalagi kita adalah bangsa yang beragama.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah...
Tak ada rotan akar pun jadi
Ada padang ada belalang, ada air ada pula ikannya.
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Asal ada kecil pun pada.
Bagai menumpuk jerami di waktu pagi.
Pahamilah penggalan puisi berikut ini!
...
Ku lihat bulan mulai berseri
Setelah sekian lama bermuram durja
Ditemani bintang-bintang yang gemerlapan
Seolah mencerahkan harapan baru
Harapan bagi petani yang baru saja memanen padi
...
Tema penggalan puisi di atas adalah ... .
kesedihan
kemewahan
keserasian
kebahagiaan
kesederhanaan
Cermati puisi berikut!
Senandung Pagi
Gemuruh angin memotong tirai bidadari
sinar rembulan terhapus pagi yang kusam
pinus menggigil merobek sepi
mencabik kerling-kerling langit
bertabuh nyanyian embun
bermata zikir ... ...
Puisi tersebut menggunakan majas… .
paradoks
metafora
hiperbola
metonimia
personifikasi
Bacalah cuplikan cerpen berikut!
Teto, si anak kolong yang lahir di Garnisun Magelang, dikenal sebagai anak muda yang nakal, beringas, sinis, sarkastis, tapi juga romantis. Teto orang yang kaya perasaan dan emosional. Ia geram terhadap Belanda karena kalah perang dan terpaksa kagum pada pemimpin republik yang dianggapnya kampungan.
Burung-Burung Manyar karya Y.B. Mangunwijaya
Amanat yang ingin disampaikan pengarang melalui cuplikan cerpen tersebut adalah….
Setiap anak tentara yang menjadi pejuang pasti menjadi anak nakal dan bermasalah
Berjuang hendaknya bermodal dasar keberpihakan yang jelas kepada negara
Berbagai perasaan dan emosi dimiliki oleh pelaku utama cerita
Dalam berjuang hendaknya tetap tidak melupakan sikap romantis
Lawan utama dalam perang kemerdekaan tetaplah Belanda
Perhatikan cuplikan cerpen di bawah!
Tekat Bu Kus sudah bulat. Ia harus menghadiri pernikahan anak Pak Gi. Berapapun biayanya. Jauhpun jaraknya. Ia ingin mengucapkan selamat. Ia ingin tetap menghormati Pak Gi, mantan komandannya dulu, saat perang di lereng Merapi.
Pak Gi sungguh sangat berwibawa. Ia juga dekat dengan semua, termasuk kami yang di dapur umum. Ia suka menasihati, tetapi ia juga pekerja keras. “Saya tak ingin hanya bisa ngomong, tapi juga memberikan contoh nyata,” katanya saat itu.
Watak Bu Kus pada cuplikan cerpen tersebut adalah....
berwibawa
pendendam
sopan
pandai bersyukur
lalim
Perhatikan cerita di bawah!
Layar gelas itu terus ia tatap. Dari sudut ruang tamunya yang sempit, ia tonton laporan stasiun televisi swasta itu. Jalan raya saat ini memang ibarat hutan rimba. Hukum alam berlaku di sana: siapa kuat, dia yang menang. Tidaklah mengherankan karena tindakan serobot-menyerobot terjadi. Dalam posisi tidak memungkinkan, banyak pengendara memaksakan diri untuk menyalip dan bermanuver. Lampu merah diterobos seolah buta warna. Baru sedetik berganti hijau, suara bel bersahut-sahutan memekakkan telinga dari selakang.
Latar tempat cerita di atas adalah….
jalan raya
rumah
hutan rimba
ruang tamu
dapur
Pahami cuplikan cerita berikut!
Melengking. Suara Ali memanggil, suara azan menembus atap menyayat dan berirama. Kembali lantang. Menuju lembah, sawah, menyeruak rumah-rumah, jendela-jendela. Menyapa orang-orang yang sibuk bekerja. Anak-anak riuh-ribut berkeliaran di pematang tanpa dosa. Perempuan-perempuan menenteng rantang untuk suami, ayah, buyut, dan saudara. Orang hidup harus kerja. Harus makan. Dan makan tidak datang dari langit.
Unsur ekstrinsik yang mengilhami kalimat pernyataan tersebut adalah….
suara azan biasa terdengar pada saat orang sedang bekerja
rendahnya nilai religius masyarakat berekonomi rendah
anak-anak sangat cuek dengan suara azan yang biasa terdengar
bekerja adalah kewajiban di atas segala-galanya
agama harus dpisahkan dari kehidupan perekonomian
Perhatikan puisi berikut!
….
Dengan perut lapar
dan harapan kosong
Aku menelanmu, Jakarta
….
Majas yang terdapat dalam cuplikan puisi tersebut adalah….
Personifikasi
Metafora
Ironi
Hiperbola
Simile
Perhatikan cuplikan puisi berikut!
Aku berkaca
Ini muka penuh luka
Siapa punya?
Kudengar seru menderu
dalam hatiku
apa hanya angin lalu?
Lagu lain pula
Menggelepar di tengah malam buta
Ah…!!!
Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal
Selamat tinggal
Tema puisi tersebut adalah….
Persoalan beruntun
Introspeksi diri
Permasalahan yang berat
Kecamuk permasalahan
Kelukaan hati
Bacalah penggalan cerita berikut ini!
Sepeninggal kedua orang tuanya, Endang tidak lagi peduli pada adik-adiknya. Ia hanya peduli pada dirinya sendiri. Kedua adik yang seharusnya dirawat, ternyata ia sia-siakan. Hingga suatu malam ia bermimpi bertemu dengan kedua orang tuanya. Dalam mimpi itu kedua orang tuanya marah kepada Endang. Endang mendadak bangun dari mimpinya sambil menyeka keringat dingin yang membasahi tubuhnya.
Amanat penggalan cerita di atas adalah ... .
Kepedulian kepada saudara jangan hanya ketika ada yang mengawasi.
Sebelum tidak, jangan lupa berdoa agar tidak mimpi buruk.
Orang tua yang sudah meninggal harus kita doakan.
Adik adalah saudara kita yang harus diajari mandiri.
Mimpi bertemu orang tua yang sudah meninggal adalah peringatan Tuhan.
Bacalah penggalan cerita berikut dengan saksama!
Sukri bagaikan di bakar api dalam semak-semak. Dia pandang skuter itu berlalu meninggalkan bunyi yang menusuk hati. Dia perhatikan tangan Sumarni mendekap pinggang pemuda itu…. Darahnya mendidih melihat itu. Padahal, dulu Sumarni adalah sosok yang baik. Mereka berdua biasa menghabiskan waktu di tepian sawah. Bukan hanya itu, setiap sore Sumarni selalu mengajak Sukri pergi ke surau untuk mengaji….Inikah penyebab dingin Sumarni kepadanya. Dia sudah berpaling kepada pemuda lain dan skuter….
Sudut pandang penggalan cerita tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pencerita
orang ketiga pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang ketiga antagonis
Bacalah penggalan cerita berikut ini!
Malam itu, salah seorang kakakku dan aku membersihkan meja sesudah makan. Beberapa kakak yang lain mengerjakan latihan pelajaran. Tiba-tiba dari kamar tengah terdengar suara keras perbantahan. lalu kakakku Mahadi ke luar diiringi ayah, mereka bergumul, berguling-guling di tanah. Saling memukul, dorong-mendorong hingga beranda. Tetangga yang melihat kejadian itu bergegas datang untuk melerai.
Unsur intrinsik paling dominan pada penggalan cerita tersebut adalah....
tema
penokohan
alur
amanat
sudut pandang
Cermati ilustrasi berikut!
Sebenarnya belumlah terlalu lama mereka kenal. Kira-kira baru dua bulan. Tapi pendeknya waktu ternyata sudah cukup bagi mereka untuk saling mengerti pribadi masing-masing. Kedua sahabat itu seakan tak terpisahkan. Keadaan seperti apapun selalu mereka hadapi berdua.
Peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan ilustrasi di atas adalah….
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian
Panas setahun dihapus hujan sehari
Telentang sama makan abu, telungkup sama makan tanah
Bergantung pada akar lapuk
Sehari sehelai benang, setahun selembar kain
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Pada saat itu Ratih hanya diam. Ia tidak menjawab pertanyaan wali kelasnya. Karena saat itu ia belum tahu. Atau lebih tepatnya, belum merasakan. Merasakan apa ? Sebuah ketidakadilan. Ratih tidak pernah menduga bahwa masa-masa Kartini belum usai. Zaman belenggu itu masih ada. Setamatnya dari sekolah dasar, Ratih memang masih diperbolehkan melanjutkan ke SMP. Namun tidak untuk ke SMU. Itulah awal dari pemberontakan Ratih.
Tema dari penggalan cerpen tersebut adalah....
kejujuran
emansipasi
ketidakadilan
egoisme
kesedihan
Bacalah penggalan drama berikut ini!
Ana : Din, ternyata kamu mengingkari janji yang telah kau ucapkan dulu?
Udin : Janji yang mana, Ana? Apakah aku pernah berjanji kepadamu?
Ana : Janji sewaktu kita kuliah dulu. Dulu setelah lulus kuliah kamu berjanji mau menikahi aku. Tapi kamu ingkar janji. Kamu pulang ke kampung halamanmu dan menikah dengan gadis pilihan orang tuamu.
Udin : Itu kan dulu, Ana, sekarang zaman sudah berubah, hanya realita yang bicara. Aku memlih gadis pilihan orang tuaku karena gais itu cantik.
Watak Udin pada penggalan drama di atas adalah ... .
realistis
berpikir ke depan
pemarah
egois
penghianat
Bacalah naskah drama berikut!
Bapak : Mereka datang, cepat bertindak. Dan kau anakku, ikutlah bersama bakal suamimu.
Bungsu : Bapak juga….
Bapak : Tidak! Aku tidak akan pergi! Aku akan tetap di sini. Mereka akan segera kemari. Mereka akan menjumpai jenazah abangmu. Dan aku akan bikin perhitungan dengan mereka.
Bungsu : Tidak! Bapak mesti ikut kami. (Terdengar ledakan bom-bom bergemuruh bersusul tembakan meriam).
Bapak : Cepat pergilah! Cepat!
Inti penggalan drama di atas adalah ... .
keegoisan Bapak dalam bertindak dan berbuat meskipun ia tidak mempunyai senjata.
kepedulian Bapak terhadap keselamatan keluarganya terutama anak bungsunya.
keangkuhan bungsu ingin menyelamatkan bapaknya dari serangan musuh.
keinginan Bapak untuk menyelamatkan si bungus dan membalas kematian anaknya.
Ketidakberdayaan bungsu dalam meminta bapaknya turut serta menyelamatkan diri
Ramli adalah petugas satuan pengamanan (satpam) di suatu sekolah. Sering ia menggertak anak-anak sekolah yang keluar masuk tanpa izin. Padahal hatinya baik. Ia menggertak hanya karena berusaha untuk menjalankan tugas.
Peribahasa yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah...
Anjing menggonggong kafilah berlalu
Anjing diberi nasi bilakah kenyang.
Anjing galak babi berani
Anjing menyalak tiada menggigit.
Anjing dirantai emas sekalipun, akan ke tempat najis.
Cermati penggalan puisi berikut!
Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum….
Tema penggalan puisi tersebut adalah….
jiwa muda yang takabur
pendidikan politik
lemahnya pola pendidikan di Indonesia
kegalauan hati seorang pemuda
kelemahan sang pemuda
Ishak : Rupaku akan berubah di sana. Itu akan kujaga. Tapi aku akan terus mengarang... buku tebal. Tebal sekali.
Setiawati : ....
Ishak : Bagi pengarang, bukan diterbitkan itu yang menjadi soal. Yang penting ialah, tulis, tulis apa yang keluar. (memegang kepala)
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada penggalan drama tersebut adalah...
Pengarang akan risau jika bukunya tidak diterbitkan.
Memang ada yang istimewa dari buku-bukumu itu?
Pengarang sering putus asa karena bukunya tidak menghasilkan uang.
Percuma engkau mengarang, jika tidak akan diterbitkan.
Memang engkau dapat fee berapa dari mengarang?
Cermati penggalan puisi berikut!
Malioboro bangkit, dan dengan tangan sepi,
mengusap wajahnya yang dikotori
Kemudian dipandangnya langit, rembulan dan
sejuta warna-warni
Yang menyongsongnya dengan senyuman dan sinar
mata penuh misteri
Yang tidak ia perlihatkan waktu siang hari.
Majas yang dominan dalam penggalan puisi tersebut adalah…
Personifikasi
Metafora
Asosiasi
Pleonasme
Eufimisme
Bacalah penggalan novel berikut!
Ya, kata lelaki tua itu “Aku tahu kau meninggalkanku bukan karena kau benci,”
“ Ayah yang menyuruhku meninggalkanmu. Aku masih kecil dan harus menuruti segala perintahnya,”
“itu wajar,” kata lelaki tua itu. Ia tidak begitu yakin…
Unsur ekstrinsik penggalan novel tersebut adalah…
agama
budaya
sosial
estetika
politik
Bacalah penggalan drama berikut!
Munawardi : Tolooong ada yang mau jahat kepada saya.
Orang-orang : Mana…mana orangnya?
Dudi : Ayo kita hajar biar kapok!
Kurdi : Jangan…jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri.
Watak Dudi dalam penggalan naskah drama tersebut adalah…
sombong
pemarah
pengecut
emosional
pembohong
Bacalah penggalan cerpen berikut dengan cermat!
Warga pemukiman baru di selatan kota Jakarta, Green Hill City, sepakat untuk memulai tradisi aneh: arisan tuyul. Ini gara-gara semua warga pemukiman itu memiliki tuyul sehingga makhluk kecil gundul tersebut tak punya ruang gerak lagi untuk melancarkan aksinya. Padahal mereka sudah terlanjur menyerahkan upeti istimewa kepada juragan tuyul yang bermukim di sebuah goa tua di bawah pohon munggur diselatan kampung mereka.
Nilai budaya yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas ialah ….
setiap warga mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan yang lain
tuyul layak dijadikan sebagai bahan arisan
masyarakat modern tidak terlepas dari kepercayaan bersifat klenik
juragan mesti orang yang berkuasa seperti tuyul
umumnya makhluk halus selalu tinggal di goa-goa
Bacalah penggalan novel berikut dengan saksama!
Jangan pernah pulang sebelum menjadi sarjana. Itulah pesan Ibu Muslimah. Di samping beliau, Pak Mustar mengangguk-angguk. Mereka tersenyum ketika menyalami kami erat-erat karena mereka tahu itu pertanda kami menerima tantangan itu.
Sang Pemimpi karya Andrea Hirata
Makna kalimat simbolik yang dicetak miring adalah... .
kita harus pulang setelah meraih gelar S1
pengusiran secara halus untuk kebaikan
tantangan untuk bisa meraih kesuksesan
sekolah yang rajin dan penuh semangat
tantangan untuk bisa membahagiakan orang lain
