NEW
Font size
WorksheetsSOAL UTS KMB.II ( SMT 4 ) DOSEN : ROSA DELIMA & TIM
Total questions: 70
Worksheet time: 2hrs 20mins
Pasien perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik bedah dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, palpasi teraba benjolan – benjolan. Diagnosa medis struma non toxic.
Apakah penyebab struma yang dialami pasien tersebut?
Kelebihan hormon tiroid
Kekurangan hormon tiroid
Kekurangan yodium
Infeksi pada kelenjar tiroid
Kanker pada kelenjar tiroid
Pasien perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik bedah dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terpalpasi dan terlihat saat leher ekstensi penuh.
Berapakah derajad struma yang dialami pasien tersebut?
O- A
O- B
I
II
III
Pasien perempuan berusia 50 tahun post operasi tiroidektomi hari ke 2.
Untuk mengetahui ada tidaknya gangguan saraf laringeal maka perlu mengkaji …
kadar kalsium serum
kualitas suara
refleks menelan
GAG refleks
gerakan pernafasan
Pasien perempuan berusia 50 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, pasien merasa sakit saat menelan, palpasi teraba benjolan – benjolan, TB = 160 cm, BB = 45 Kg, nafsu makan meningkat, keluar keringat yang berlebihan.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Defisit Nutrisi
Gangguan citra tubuh
Gangguan rasa nyaman
Bersihan jalan nafas tidak efektif
Resiko ketidakseimbangan cairan
Pasien perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik bedah dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, palpasi teraba halus tidak ada benjolan.
Apakah jenis pemeriksaan laboratorium yang sesuai untuk pasien tersebut?
Gula darah sewaktu
Kimia darah
Urine rutin
T3 dan T4 darah
Hb dan gol.Darah
Pasien perempuan berusia 50 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, palpasi leher halus tidak teraba benjolan – benjolan, TB = 160 cm, BB = 45 Kg, nafsu makan meningkat, keluar keringat yang berlebihan, selalu merasa kepanasan.
Apakah penyebab kondisi pasien tersebut?
Hipermetabolik
Kekurangan yodium
Kekurangan cairan
Udara lingkungan terlalu panas
Kekurangan hormon tiroid
Pasien perempuan berusia 50 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, palpasi leher halus tidak teraba benjolan – benjolan, TB = 160 cm, BB = 45 Kg. Diagnosa medis gondok endemik.
Apakah data yang perlu dikaji pada pasien tersebut?
umur
jenis kelamin
tempat tinggal
tingkat pendidikan
Pekerjaan
Pasien perempuan berusia 50 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan adanya pembesaran di leher. Pada pengkajian diperoleh data : pembesaran leher terlihat saat kondisi kepala biasa, palpasi leher halus tidak teraba benjolan – benjolan, TB = 160 cm, BB = 45 Kg, nafsu makan meningkat, keluar keringat yang berlebihan, selalu merasa kepanasan.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
pola nafas tidak efektif
perubahan nutrisi kurang
gangguan konsep diri : citra tubuh
gangguan rasa nyaman
bersihan jalan nafas tidak efektif
Pasien perempuan berusia 56 tahun dirawat di ruang bedah dengan post operasi strumektomi 6 jam yang lalu. Pada pengkajian diperoleh data : terdapat balutan di leher berwarna pink, nadi 90x/mnt lemah, tekanan darah 90/60 mmHg, pernafasan 26x/mnt, suhu 37,5 o C, pasien merasa ada penekanan pada daerah leher.
Apakah komplikasi yang dialami pasien tersebut?
Distres pernafasan
Kerusakan saraf laryngeal
Tetani hipokalsemia
Perdarahan
Krisis tiroid
Pasien laki - laki berusia 59 tahun dirawat di ruang bedah dengan post operasi strumektomi hari ke 3. Pada pengkajian diperoleh data : terdapat balutan di leher, nadi 90x/mnt , tekanan darah 120/80 mmHg, pernafasan 24x/mnt, suhu 37,2 o C, suara parau, merasa kesemutan disekitar bibir dan jari – jari.
Apakah komplikasi yang dialami pasien tersebut?
Distres pernafasan
Kerusakan saraf laryngeal
Perdarahan
Tetani hipokalsemia
Krisis tiroid
Pasien laki – laki berusia 50 tahun datang ke IGD diantar keluarganya dengan keluhan sesak nafas, dada berdebar - debar. Pada pengkajian diperoleh data : ada pembesaran leher ,Nadi : 105x/mnt, pernafasan 30x/menit, keluar keringat yang berlebihan, selalu merasa kepanasan, EKG : sinus takhikardia, pemendekan interval PR
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?
Penurunan curah jantung
Pola nafas tidak efektif
Resiko bersihan jalan nafas tidak efektif
Resiko defisit volume cairan
Gangguan rasa nyaman
Pasien perempuan berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien adalah penderita DM sudah tiga tahun ini dan mendapat suntikan insulin pagi dan sore. Hasil pemeriksaan kadar gula darah 50 mg/dL. Diagnosa medis hipoglikemia
Apakah kemungkinan penyebab hipoglikemia pada pasien tersebut?
menambah diit dari diit yang diberikan
mengurangi dosis insulin
menolak injeksi insulin
diit yang diberikan sering tidak habis
alergi terhadap insulin
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%. Program terapi diit DM 1900 kkal, Metformin 500 mg 1 kali sehari.
Bagaimanakah kerja OAD (Metformin) pada pasien DM?
menggantikan fungsi dari insulin
menstimulasi pankreas untuk mengeluarkan insulin
menurunkan kadar gula darah
menghambat kerja glukagon
membantu glikogenesis
Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh: pasien sulit kencing, terdapat oedema pada kaki, penglihatan kabur, kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 %. Sekarang ini pasien akan menjalani haemodialisa karena gagal ginjal.
Apakah penyebab gagal ginjal yang dialami pasien tersebut?
Neurophati
Nephrophati
Mikroangiopati
Makroangiopati
Hiperglikemia
Seorang laki – laki berusia 47 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 150 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III, kondisi luka basah,warna luka hitam dan kuning terdapat pus dan jaringan nekrotik.
Apakah cairan yang sesuai untuk mencuci luka pasien?
H2O2 (perhidrol)
Bethadin 10%
NaCl 0,9%
Rivanol
Savlon
Pasien perempuan berusia 50 tahun periksa di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh data kadar gula darah puasa 200 mg/dL, terdapat bekas luka ulkus DM pada jari kaki kanan, terlihat perubahan warna kulit pada jari kaki. Untuk mencegah terjadinya ulkus kembali perawat akan memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga.
Kondisi kaki pasien
Pendidikan terakhir pasien dan keluarga
Tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan kaki
Kegiatan pasien sehari– hari di rumah dan atau di tempat kerja
Kegiatan olah raga yang biasa dilakukan pasien
Pasien laki – laki dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan berat badan dalam sebulan terakhir turun 3 Kg, makan banyak, mudah merasa lapar, minum lebih banyak dari sebelumnya, sering kencing. Untuk memastikan apakah pasien menderita DM dokter memprogramkan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam PP.
Berapakah nilai kadar gula darah puasa yang menegakan kondisi klien?
≥ 60 mg/dL
≥ 80 mg/dL
≥ 90 mg/dL
≥ 100 mg/dL
≥ 200 mg/dL
Pasien laki – laki berusia 50 tahun di bawa ke IGD dengan keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarga pasien tidur dan dibangunkan selama 15 menit tidak mau bangun bahkan tidak berespon. Pasien adalah penderita DM selama dua tahun ini dan mendapatkan suntikan setiap insulin pagi dan sore
Apakah kondisi yang sedang dialami pada pasien tersebut?
Coma
HONK
Hipoglikemia
Hiperglikemia
Ketoasidosis Diabetikum
Pasien laki – laki berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Program terapi yang diberikan pada pasien tersebut adalah diet DM 1700 kalori/hari, reguler insulin 3 x 12 iu. Perawat memberikan insulin 12 iu sebelum makan pagi
Apakah saran perawat yang diberikan pada pasien tersebut?
Makan setelah tiga puluh menit disuntik
Makansetelah satu jam disuntik
Makan setelah dua jam disuntik
Makan setelah tiga jam disuntik
Segera makan dan dihabiskan
Pasien perempuan berusia 58 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh kadar gula darah puasa 200 mg/dL, HbA1c 8,5 % terdapat ulkus diabetikum di kaki kiri grade III.
Apakah yang mengakibatkan ulkus diabetikum pada pasien tersebut?
Neurophati
Nephrophati
Hiperglikemia
Mikroangiopati
Makroangiopati
Pasien laki – laki berusia 58 tahun datang di poliklinik penyakit dalam dengan diagnosis medis DM tipe II. Hasil pengkajian diperoleh : pasien sudah menderita DM selama dua tahun, kontrol gula darah jika ingat, tidak ada pengaturan makan, mendapatkan obat OAD namun jarang diminum, kadar gula darah sewaktu 250 mg/dL, HbA1c 8%.
Apakah masalah keperawatan utama yang terjadi pada pasien tersebut?
Defisit nutrisi
Ketidakpatuhan
Ketidakberdayaan
Koping individu inefektif
Manajemen kesehatan tidak efektif
Seorang perempuan, usia 45 tahun dirawat di ruamh sakit dengan keluhan telinga nyeri, keluar cairan berbau busuk. Akan dilakukan pemeriksaan timpanometri, pemeriksaan tersebut berguna untuk mengetahui fungsi :
Otot stapedius
Koklea
Membrane timpani dan telinga tengah
N. akustikus
Organ corti
Seorang laki-laki berusia 29 tahun dirawat di RS dengan fraktur terbuka femur dekstra. Pasien mengeluh nyeri, bertambah nyeri jika digerakkan dan skala 5. Pemeriksaan fisik didapatkan data: luka fraktur terbalut kassa, balutan basah berlumuran darah, kemerahan dan bengkak pada luka, daerah distal fraktur pucat dan dingin, pengisian kapiler > 3 detik, TD 100/80 mmHg, frekuesi nadi 100 x/mnt. Perawat menegakkan masalah keperawatan perfusi jaringan perifer tidak adekuat. Manakah data yang berhubungan masalah keperawatan pasien?
Daerah distal fraktur pucat dan dingin
Balutan basah berlumuran darah
Tekanan darah 100/80 mmHg
Kemerahan sekitar luka
Nadi 100 kali permenit
Seorang laki-laki berusia 29 tahun dirawat di RS dengan diagnosis fraktur terbuka femur dekstra sejak dua hari lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan data: luka fraktur terbalut kassa, kemerahan dan bengkak pada luka, daerah distal fraktur pucat dan dingin. Manakah tahap penyembuhan tulang pasien ?
Inflamasi
Kalsifikasi
Remodeling
Proliferasi sel
Pembentukankallus
Seorang laki-laki berusia 17 tahun, dirawat di RS dengan fraktur femur terbuka dekstra mengeluh nyeri di daerah fraktur, bertambah jika digerakkan, skala 7. Pemeriksaan fisik didapatkan luka fraktur terbalut kassa, balutan basah berlumuran darah, kemerahan dan bengkak pada luka, daerah distal fraktur pucat, TD 100/80 mmHg, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 38 °C, frekuensi napas 20 x/menit. Pasien berteriak-teriak kesakitan. Apakah masalah keperawatan prioritas pada pasien?
Ganggun perfusi jaringan perifer
Kerusakanmobilitasfisik
Resiko infeksi
Hipertermi
Nyeri akut
Seorang laki-laki berusia 17 tahun, dirawat di ruang bedah dengan fraktur tibia dekstra sejak dua hari lalu. Hasil pemeriksaan fisik diperoleh data pasien terpasang gips, jari-jari bengkak, dingin dan pucat, pengisian kapiler > 3 detik, kebas (baal) pada jari-jari yang terpasang gips. Apakah tindakan prioritas pada pasien?
Memberikan kompres hangat pada telapak tangan
Memotonggipssesuaigaristangan
Meninggikan tangan pasien
Memberikan massase
Melepas gips
seorang laki-laki berusia 48 tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis katarak. Pasien mengeluh penglihatan kabur, seperti melihat asap dan kabut sejak 4 bulan yang lalu. Pasien juga engeluh silau dan mata perih saat terkena cahaya. Pasien telah dilakukan tindakan ekstraksi katarak. Perawat akan melakukan penyuluhan perawatan paska ekstraksi katarak kepada pasien. Apakah informasi yang harus disampaikan pada pasien?
Sudah boleh mengangkat beban berat hari kedua paska operasi
Menggunakan obat tetes mata setiap merasa sakit.
Sudah boleh membungkuk terlalu dalam
Hanya boleh berbaring terlentang
Berbaring ke sisi mata yang sehat
Seorang laki-laki berusia 68 tahun dirawat di RS dengan diagnosa katarak bilateral akan dijadwalkan untuk ekstraksi katarak ekstrakapsuler dengan pemasangan lensa pada satu sisi mata. Apakah perawatan perioperatif yang harus dilakukan perawat?
Mengkaji ketajaman penglihatan pasien pada mata yang tidak dioperasi
Memberikan informasi pada pasien bahwa mata yang dioperasi akan dipasang pelindung selama 3-4 hari
Yakinkan pasien bahwa penglihatan mata yang dioperasi akan membaik pada hari pertama setelah operasi
Ajarkan pasien untuk batuk dan napas dalam secara rutin untuk dilakukan setelah operasi mencegah komplikasi paru
Mengkaji lapang pandang pasien pada mata yang tidak dioperasi
Seorang perempuan berusia 43 tahun dirawat di ruang THT dengan keluhan nyeri pada telinga, seperti terdapat tekanan dari dalam telinga. Hasil pengkajian menunjukkan data terdapat merahan, bengkak dan pengelupasan pada dinding liang telinga. Diduga pasien mengalami otitis sterna. pakah tindakan perawat yang sesuai dengan kasus diatas?
Ajari pasien memberikan obat tetes telinga antibiotik ke lubang telinga sebelum berenang
Irigasi liang telinga dengan normal saline beberapa jam setelah memberikan tetes telinga
Memberikan obat tetes telinga tanpa menyentuh ujung botol pada aurikel
Ajarkan pasien cara membersihkan telinga dengan aman
Membersihkan telinga bagian luar
Seorang perempuan berusia 59 tahun dengan diagnosa glaukoma. Perawat akan melakukan anamnesis ulang pada pasien. Apakah pengkajian yang menjadi prioritas utama perawat terkait dengan kasus tersebut?
Mengeluh penglihatan ganda
Mengeluh seperti melihat kabut
Tekanan intra okuler 15 mmHg
Bola mata teraba lembut
Terasa nyeri saat melihat cahaya terang
Seorang laki-laki usia 45 tahun dirawat dengan osteosarkoma. Pasien mengeluh kaki terasa nyeri. Hasil pengkajian tampak bengkak dan hangat daerah tulang femur kanan, skala nyeri 6. Pasien mengatakan cemas karena akan dilakukan amputasi. Apakah masalah keperawatan prioritas?
Nyeri akut
Kecemasan
Resiko Jatuh
Resiko cedera
Hambatan mobilitas fisik
Seorang perempuan usia 40 tahun dirawat dengan fraktur cruris kanan. Pasien mengeluh nyeri pa daerah fraktur, bertambah nyeri bila melakukan alih posisi. Pada pengkajian ditemukan bengkak diarea fraktur. Perawat menegakkan masalah nyeri akut. Apakah intervensi keperawatan yang tepat?
Beri kompres dingin
Lakukan teknik distraksi
Imobilisasikan area fraktur
Monitor karakteristik nyeri
Lakukan managemen praoperatif
Seorang laki-laki berusia 33 tahun datang ke poli dan didiagnosis konjungtivitis. Klien mengeluh mata berair dan lengket, gatal, penglihatan kabur, lapang pandang menyempit. Hasil pengkajian didapatkan mata tampak merah, kotor, terdapat purulen. Pasien tampak sering mengusap matanya. Apakah masalah keperawatan prioritas?
Nyeri akut
Resiko Jatuh
Resiko Cedera
Kurang pengetahuan
Gangguan persepsi sensori
Seorang wanita berusia 54 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan terdapat benjolan di leher sebesar bola pingpong diduga kanker nasofaring, terasa nyeri skala 2. BB pasien saat ini 40 kg, TB 155 cm. Berat badan turun 9 kg selama 3 bulan. Pasien mengalami kesulitan menelan dan tidak nafsu makan dan badannya lemas. Apakah masalah keperawatan prioritas?
Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Nyeri kronik
Nyeri akut
Keletihan
Seorang laki-laki usia 30 tahun dengan post operasi fraktur femur lima hari yang lalu. Pasien direncanakan untuk dilakukan latihan berjalan menggunakan alat bantu berjalan. Pasien nampak takut untuk mencoba alat yang diujicobakan. Apakah perkataan perawat yang tepat untuk kondisi diatas ?
”Bapak harus berani, hal ini sangat biasa terjadi”
”Bapak tidak akan jatuh, karena alatnya pasti aman”
”Bapak jangan takut, karena tidak akan menyelesaikan masalah ini”
”Rasa takut adalah hal yang alamiah, tapi Bapak harus tetap mencobanya”
”Kalau Bapak masih takut, latihannya kita tunda besok saja sampai Bapak berani”
Seorang pasien wanita usia 60 tahun mengalami osteoporosis sejak 5 tahun yang lalu. Pasien mengeluh nyeri pada punggung dan tulang belakang, sehingga pasien sangat membatasi aktivitasnya. Apakah intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi nyeri pasien?
berikan kompres hangat
pasang korset lumbosakral
ajarkan relaksasi nafas dalam
jelaskan pentingnya diet yang tepat
anjurkan bedrest di tempat tidur
Seorang pasien wanita usia 45 tahun dirawat dengan keluhan nyeri pada tulang, terasa panas, berdenyut dan semakin nyeri bila digerakkan. Pada inspeksi ditemukan bengkak pada sendi, memerah dan kemerahan. Pasien mengeluh tidak bisa tidur karena nyerinya tersebut. Diagnosa media osteomielitis. Apakah diagnosis keperawatan utama pasien diatas ?
nyeri akut
kecemasan
gangguan istirahat tidur
kerusakan mobilitas fisik
gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
Seorang laki-laki berusia 70 tahun dirawat di ruang bedah dengan diagnosa ostemielitis. Pasien post operasi ORIF karena femur sinistra 3 hari yang lalu. Kaki membengkak, terasa hangat, nyeri, dan luka operasi kemerahan. Saat ini pasien terbaring lemah, TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 100 x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt, suhu 38,5oC. Masalah keperawatan apa yang muncul pada kasus di atas?
Kerusakan integritas kulit
Intoleransi aktivitas
Risiko infeksi
Hipertermi
Nyeri akut
Seorang perempuan berusia 78 tahun dirawat di panti sejak 8 bulan yang lalu dengan diagnosa osteoartritis. Hasil pengkajian klien megeluh kawatir dengan kondisinya karena semakin hari semakin memburuk. Klien murung dan takut. Klien Berharap bisa segera kembali berkumpul dengan anaknya dan bisa pulang kerumahnya. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?
Ansietas
Harga diri rendah
Gangguan gambaran diri
Koping individu tidak afektif
Ketidakefektifan koping keluarga
Seorang laki-laki usia 20 tahun di rawat di ruang penyakit dalam dengan osteomyelitis dan terpasang illiazarof hari ke 7. Pasien mengeluh nyeri skala 3 pada kaki kiri bawah terutama saat digerakkan karena riwayat kecelakaan 2 bulan lalu dan sempat di bawa ke sangkal putung beberapa kali. Area luka kotor dan berbau. Pasien malu bertemu teman-temanya. Suhu tubuh pasien 38,2 °C. Hasil pemeriksaan Leukosit 13.200/mm3. Apakah masalah keperawatan utama yang muncul pasien?
Ketidakefektifan manajemen kesehatan
Gangguan mobilitas fisik
Gangguan citra tubuh
Resiko infeksi
Nyeri
Seorang laki-laki usia 45 tahun saat ini sedang dirawat ruang penyakit dalam. Keluhan saat ini ekstremitas atas sebelah kanan susah untuk digerakkan karena strain. Hasil pemeriksaan menunjukkan pasien dapat menggerakan sendi, tetapi otot bisa melawan gravitasi dan tidak kuat terhadap tahanan yang diberikan oleh pemeriksa. Berapakah derajat kekuatan otot pada pasien di atas?
Derajat 0
Derajat 1
Derajat 2
Derajat 3
Derajat 4
Seorang laki-laki usia 17 tahun, dirawat di bangsal bedah dengan kondisi fraktur femur terbuka dekstra. Klien mengeluh nyeri di daerah fraktur, bertambah jika digerakkan, skala 7. Pemeriksaan fisik: luka terlihat rembes darah, kemerahan dan bengkak, daerah distal fraktur pucat, CRT > 2 detik. Hasil tanda vital tensi 100/80 mmHg, frekuensi nadi 100 kali permenit, suhu 38 °C, frekuensi nafas 20 kali permenit. Apakah masalah keperawatan utama pada pasien diatas ?
Penurunan perfusi jaringan perifer
Hambatan mobilitas fisik
Resikoinfeksi
Hipertermi
Nyeri akut
Seorang laki-laki usia 17 tahun, dirawat di bangsal penyakit bedah dengan kondisi patah tulang tibia kanan. Hasil pemeriksaan fisik klien terpasang gips, jari-jari bengkak dan pucat, CRT > 2 detik, terjadi penurunan sensasi. Apakah tindakan utama yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah pasien diatas?
Memberikan kompres hangat pada telapak tangan
Memotong gips sesuai garis tangan
Meninggikan tangan klien
Memberikan massase
Melepas gips
Seorang perempuan usia 23 tahun di rawat dibangsal bedah dengan post operasi pemasangan plate dan screw pada cruris 1/3 distal hari ke–6. Hasil pengkajian didapatkan pada daerah luka mengeluarkan nanah dan darah, lapisan luka operasi terbuka sebagian. Apakah tindakan keperawatan mandiri yang paling tepat dilakukan pada luka klien?
Ganti balut steril kompres NaCl
Monitor tanda-tanda infeksi
Monitor tanda-tanda vital
Anjurkan diet TKTP
Monitor skala nyeri
Seorang pasien akan dipasang gips pada tulang fibula dextra, sebelumnya sudah dilakukan reposisi dan dipasang bidai sementara. Setelah di atur pada kesejajaran anatomis, perban dibuka dan bidai dilepas. Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukakn perawat?
Mengukur panjang dua sendi proksimal dan distal
Melapisi kulit yang akan dipasang gips dengan kassa
Mengecek nadi dan pergerakkan di bagian distal
Memberikan posisi lebih tinggi dari jantung
Memasang gips
Seorang laki-laki usia 24 tahun dirawat di ruang bedah dengan keluhan patah tulang klavikula sejak 10 hari yang lalu, sebelumnya klien dibawa oleh keluarganya ke sangkal putung, tetapi sekarang mengalami nyeri hebat. Apakah langkah awal yang bisa dilakukan perawat?
Melakukan kolaborasi pemberian anti nyeri
Melakukan pengkajian nyeri
Memberikan alat bantu gerak
Merujuk ke fisioterapi
Melatih ROM
Seorang perempuan usia 18 tahun datang ke Ruang Poli THT dengan keluhan nyeri dan bindeng pada telinga kiri. Saat dilakukan pemeriksaan pada telinga kiri dengan menggunakan speculum telinga, terdapat massa dan penumpukan pada cairan pada telinga dalam. Apakah tindakan awal yang perlu dilakukan?
Melakukan irigasi telinga
Melakukan tes pendengaran
Kolaborasi :pemberian analgetik
Melakukan suction pada telinga kiri
Melakukan pemeriksaan dengan lampu atau senter
Seorang perempuan berusia 25 tahun dilakukan tindakan irigasi pada mata kanan. Kepala Pasien diatur posisi miring pada arah mata yang sakit, bengkok sudah terletak pada mata kanan disertai darah mengalir ke bengkok. Apakah tindakan yang selanjutnya dilakukan ?
Mengusap mata dengan kassa steril
Memasang balutan steril
Membantu klien dalam posisi yang nyaman
Menyiapakan peralatan steril
Mengalirkan cairan irigasi
Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke Poliklinik Mata dengan keluhan mata kanan terasa kabur.Pasien akan menjalani pengujian visus. Pasien sudah diposisikan berdiri menghadap kartu Snellen. Apakah tindakan yang selanjutnya dilakukan?
Menutup salah satu mata
Mengatur cahaya ruangan
Mengatur jarak dengan kartu snelen
Meminta menyebutkan hal yang dilihat
Menunjuk huruf terbesar kemudian ke kecil
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD. Advis dokter : program Operasi Katarak, Sudah dilakukan pemasangan infuse RL 20 tpm, Apa tindakan yang akan anda lakukan selanjutnya ?
Melakukan kolaborasi dengan dokter Spesialis Mata
Memberikan prosedur pelaksanaan operasi
Mengatur program puasa perioperatif
Melakukan terapi distraksi relaksasi
Mempersiapkan inform consent
Seorang laki-laki usia 28 tahun dirawat dengan fraktur tibia 1/3 bagian atas sinistra post pemasangan gips. Saat ini pasien mengeluh kakinya seperti mati rasa dan kesemutan. Perawat merumuskan diagnosa keperawatan perubahan perfusi jaringan perifer. Apakah tindakan yang tepat pada pasien?
Meninggikan kaki yang fraktur
Melepas gips yang terpasang pada kaki
Mengkaji tingkat mobilisasi kaki yang fraktur
Melakukan mobilisasi pada bagian yang mengalami fraktur
Memeriksa nadi, sensasi, dan fungsi motorik kaki yang fraktur
Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke RS dengan keluhan nyeri pergelangan tangan kanan akibat menahan mesin saat ia terjatuh di tempat kerja. Pergelangan tangan terlihat bengkak. Hasil foto rontgen, pergelangan tangan pasien mengalami patah tulang. Apakah tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat?
Menganjurkan pasien untuk dirawat
Menganjurkan pasien untuk operasi
Mengkaji skala nyeri
Memberi analgetik
Memasangspalk
Seorang laki-laki berusia 26 tahun dengan diagnosis fraktur tibia dekstra telah dilakukan OREF dua hari yang lalu. Pasien saat ini berada di ruang perawatan bedah dan perawat. Hasil pengkajian didapatkan data pasien merasa nyeri dengan skala 5 (1-10), pin terpasang dengan baik, dan tidak ada kemerahan pada area pemasangan pin. Apakah yang harus dimonitor selanjutnya pada kasus?
Bengkak pada area fraktur
Jumlah drainase yang keluar
Kekuatan otot ekstremitas bawah
Kemampuan sensorik pada area fraktur
Rentang gerak sendi ekstremitas bawah
Seorang laki-laki usia 36 tahun dirawat di ruang bedah dengan diagnosis fraktur tibia sinistra post OREF empat hari yang lalu. Pasien mengeluh nyeri pada kaki kanan, nyeri skala 8. Ekspresi wajah tegang. TD=130/90 mmHg, frekuensi nadi=88 x/menit, frekuensi napas 23 x/menit, suhu=37o terpasang infus di tangan kiri, akral hangat, terdapat luka pada kaki kiri 10 cm, bengkak, kekuatan otot : 1. Hasil pemeriksaan laboratorim leukosit 17,7x103/uL. Apakah masalah keperawatan yang tepat pada pasien tersebut?
Nyeri akut
Resiko infeksi
Gangguanmobilitasfisik
Ketidakefektifan pola nafas
Gangguan integritas jaringan
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dengan diagnosis fraktur tibia 1/3 distal sinistra. Perawat sedang mengkaji area pedis sinistra, pasien mengeluh nyeri skala 5 terutama saat bergerak, keterbatasan dalam dorsofleksi, bengkak, warna kulit normal, dan kesemutan. Apakah yang harus dikaji selanjutnya pada area pedis sinistra pasien?
Kekuatan otot
Denyut nadi tibialis
Reflek tendon achiles
Sensasi terhadap tajam dan tumpul
Rentang gerak sendi pada jari-jari kaki
Karakteristik stratum korneum pada lapisan epidermis kulit.
Memiliki pembuluh darah besar
Tempat terjadinya proses keratinisasi
Terdapat sel melanosit
Terdapatsel Langer hans
Ketebalan 5-10 cm
Sekresinya dipengaruhi oleh hormon estrogen.
Ekrin
Apokrin
Sebum
Sudorifera
Meisnerri
Bertanggungjawab pada proses termoregulasi.
Kelenjarsudorifera
KelenjarSebasea
Paccini
Meissneri
Vaskularisasi
Sdr T, 25 tahunmengeluhadanyanyeri pada leher, kemerahan dan muncullesiberair, terasapanasdisertaigejalaseperti influenza. Setelah diperiksakankePuskesmasdidiganosa herpes simplek. Jawablahpertanyaandibawahiniberdasarkasusdiatas.
Herpes simplekdisebabkan oleh
Virus Herpes Simplek tipe 1 dan 2
Bakteri
Parasit
Virus Varicella Zoster
Kelemahan daya tahan tubuh
Sdr T, 25 tahunmengeluhadanyanyeri pada leher, kemerahan dan muncullesiberair, terasapanasdisertaigejalaseperti influenza. Setelah diperiksakankePuskesmasdidiganosa herpes simplek. Jawablahpertanyaandibawahiniberdasarkasusdiatas.
Lesi primer yang muncul pada pasien herpes simplekadalah
Papula
Vesikula
Makula
Krusta
Nodula
Sdr T, 25 tahunmengeluhadanyanyeri pada leher, kemerahan dan muncullesiberair, terasapanasdisertaigejalaseperti influenza. Setelah diperiksakankePuskesmasdidiganosa herpes simplek. Jawablahpertanyaandibawahiniberdasarkasusdiatas.
Diagnosakeperawatan yang muncul pada pasien herpes simplekadalah
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan fisik
Hiperpireksia berhubungan dengan proses infeksi
Nyeri akut berhubungan dengan lesi herpes
Gangguan rasa nyaman :gatal
Regimen terapi tidak efektif berhubungan dengan polakoping
Sdr T, 25 tahunmengeluhadanyanyeri pada leher, kemerahan dan muncullesiberair, terasapanasdisertaigejalaseperti influenza. Setelah diperiksakankePuskesmasdidiganosa herpes simplek. Jawablahpertanyaandibawahiniberdasarkasusdiatas
Tindakankeperawatan yang dilakukanuntukpasien herpes adalah
Lakukan kompres basah pada lesi dengan Na Cl
Berikan obat anti virus
Elakkan dari sengatan sinar matahari
Taburkan talk pada lesi untuk mencegah pecah
Perbanyak minum air putih
Ahmad, mengeluhsela-selajarikakinyagatal, merah, keluar air dan berbau
Apakahpenyakit yang dialami oleh Ahmad ?
Tiena pedis
Tinea Kruris
Tinea Kapitis
Ring worm
Impetigo
Ahmad, mengeluhsela-selajarikakinyagatal, merah, keluar air dan berbau.
Penyebab utama dari masalah yang dialami oleh Ahmad adalah
Alergi makanan
Kebersihan yang kurang dan lembab
Alergi sabun
Jarang ganti kaos kaki
Jarang ganti sepatu
Ahmad, mengeluhsela-selajarikakinyagatal, merah, keluar air dan berbau.
Pendidikan kesehatan yang sebaiknya diberikan untuk Ahmad adalah
Tidak memakai sepatu selama masih sakit
Menjaga kaki agar selalu dalam keadaan kering
Mengganti kaus kaki setiaphari
Menggunakan lotion pada kaki
Membeli obat bebas anti gatal untuk mengurangi gatal
Adik Ipang diperiksakan ke Puskesmas karena gatal-gatal pada kedua tangan sampai sela – selajarinya. Adik Ipang punya riwayat mandi disungai sehabis sekolah.
AdikIpangmengalamisakit ..
Impetigo
Skabies
Eksim
Urticaria
Tinea versicolor
Adik Ipang diperiksakan ke Puskesmas karena gatal-gatal pada kedua tangan sampai sela – selajarinya. Adik Ipang punya riwayat mandi disungai sehabis sekolah.
ApakahpenyebabsakitAdikIpang ?
Bakteri Staphylococcus
Jamu rKulit
Kantarides
Sarcopes Scabei
Cacing kulit
Adik Ipang diperiksakan ke Puskesmas karena gatal-gatal pada kedua tangan sampai sela – selajarinya. Adik Ipang punya riwayat mandi disungai sehabis sekolah.
Terapi untuk adikI pang adalah
Talk Salycil
Betadin 10 %
salep Benzyl Benzoat
Acyclovir
Deksametazon 2.5 %
Adik Ipang diperiksakan ke Puskesmas karena gatal-gatal pada kedua tangan sampai sela – selajarinya. Adik Ipang punya riwayat mandi disungai sehabis sekolah.
Pendidikan kesehatan pada keluarga Adik Ipang adalah ..
Adik Ipang harus diisolasi ketat karena akan menularkan kepada keluarga yang lain
Hindarkan bertukar handuk, selimut , baju dan sprei dengan adik Ipang
Semua anggota keluarga harus mendapat obat antibiotic
Untuk sementara waktu adik ipang tidak boleh mandi
Hindarkan makan telur supaya tidak merangsang gatal
Adik Ipang diperiksakan ke Puskesmas karena gatal-gatal pada kedua tangan sampai sela – selajarinya. Adik Ipang punya riwayat mandi disungai sehabis sekolah.
Obat topical “Cream” mempunyai karakteristik
Bermintaktan pakan dungan air
Pekat dan Padat
Ada kandungan powder
Mudah dioleskan dan dibersihkan
Apabila disapu di kulit menjadi encer
