NEW
Font size
WorksheetsAkreditasi12
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Kepanjangan PAB
PELAYANAN ANAK DAN BEDAH
PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH
PELAYANAN AKUPUNTUR DAN BEDAH
PELAYANAN ASUHAN BEDAH
Teknik pembiusan dengan dengan penyuntikan obat yang dapat menyebabkan pasien mengantuk, tetapi masih memiliki respon terhadap rangsangan verbal, dapat diikuti atau tidak diikuti oleh rangsangan tekan yang ringan dan pasien masih dapat menjaga nafasnya sendiri, disebut
Sedasi Dalam
Sedasi Moderat
Anestesi Lokal
Anastesi Badan
Maksud dan Tujuan PAB 2 : Lihat SNARS 1
Tanggung jawab pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam meliputi:.....kecuali
Mengembangkan, menerapkan, dan menjaga regulasi
Melakukan pengawasan administratif
Melakukan penilaian pemeriksaan fisik
Menjalankan program pengendalian mutu yang dibutuhkan
Maksud dan Tujuan PAB 2.1 : Lihat SNARS 1
Pelayanan anestesi, sedasi moderat dan dalam merupakan suatu tindakan yang berisiko, karena itu
perencanaannya dan pelaksanaannya membutuhkan tingkat kehati-hatian dan akurasi tinggi. Sehubungan
dengan hal itu RS menetapkan program mutu dan keselamatan pasien pada pelayanan anestesi, sedasi moderatdan dalam yang merupakan bagian dari program mutu dan keselamatan pasien meliputi antara lain tapi tidak terbatas pada:.......kecuali
Pelaksanaan asesmen pra sedasi dan pra anestesi
Proses monitoring proses pemulihan anestesi dan sedasi dalam
Evaluasi ulang bila terjadi konversi tindakan dari lokal/regional ke general
Proses monitoring status fisiologis selama rawat inap
Maksud dan Tujuan PAB 3 : Lihat SNARS 1
Pelayanan sedasi yang seragam meliputi :........kecuali
Kualifikasi staf yang memberikan sedasi
Anggaran yang digunakan
Bahan yang dipakai
Cara pemonitoran di RS
Maksud dan Tujuan PAB 3.1 : Lihat SNARS 1
Kualifikasi dokter, dokter gigi, atau atau petugas lain yang bertanggung jawab terhadap pasien yang menerima
tindakan sedasi sangat penting.
Pemahaman berbagai cara memberikan sedasi terkait pasien dan jenis tindakan yang diberikan, akan
menaikkan toleransi pasien terhadap rasa tidak nyaman, rasa sakit dan atau risiko komplikasi.
Komplikasi terkait pemberian sedasi terutama gangguan jantung dan paru. Sertifikasi dalam bantuan hidup
lanjut sangat penting.
Sbg tambahan, pengetahuan tentang farmakologi zat sedasi yang digunakan, termasuk zat reversal, mengurangi
risiko terjadi kejadian yang tidak diharapkan
Karena itu staf yang bertanggung jawab memberikan sedasi harus kompeten dan berwenang dalam hal:...........kecuali
Teknik dan berbagai macam cara sedasi
Farmakologi obat sedasi dan penggunaaan zat reversal (antidote-nya)
Memonitor pasien
Catatan Asuhan Pasien Terintegrasi
Kepanjangan PPA
Penerima Pemberi Asuhan
Profesional Pemberi Asuhan
Profesi Pemberi Asuhan
Peningkatan Pemberian Asuhan
Pengurangan iritabilitas atau agitasi dengan pemberian obat penenang, umumnya untuk memfasilitasi prosedur atau prosedur diagnostik disebut
Operatif
Akupuntur
Sedasi
ORIF
Standar PAB 3.2
PPA yang kompeten dan berwenang melakukan asesmen pra sedasi sbb :........ kecuali
Mengidentifikasi setiap masalah saluran pernapasan yang dapat mempengaruhi jenis sedasi
Evaluasi pasien terhadap risiko tindakan keperawatan.
Merencanakan jenis sedasi dan tingkat kedalaman sedasi yang diperlukan pasien berdasar sedasi yang
diterapkan
Evaluasi dan menyimpulkan temuan dari monitor selama dan sesudah sedasi
Standar PAB 4
Asesmen pra anestesi, berbasis IAR (Informasi, Analisis, Rencana) juga memberikan informasi yang diperlukan
untuk:....... kecuali
Mengetahui masalah saluran pernapasan
Memilih ruang perawatan dan rencana asuhan
Memberikan anestesi yang aman berdasarkan asesmen pasien, risiko yang diketemukan, dan jenis tindakan
Menafsirkan temuan pada waktu monitoring selama anestesi dan pemulihan
Maksud dan Tujuan PAB 6.1 : Lihat SNARS 1
Pemonitoran selama periode anestesi menjadi acuan untuk pemonitoran pada periode pasca anestesi.
Pengumpulan data status pasien terus menerus secara sistematik menjadi dasar memindahkan pasien ke
ruangan intensif atau ke unit rawat inap. Catatan pemonitoran menjadi acuan untuk menyudahi pemonitoran diruang pemulihan atau sebagai acuan untuk pindah dari ruang pemulihan.
Jika pasien dipindah langsung dari kamar operasi ke ruang intensif, pemonitoran dan pendokumentasian
diperlakukan sama dengan pemonitoran di ruang pulih.
Keluar dari ruang pemulihan pasca anestesi atau menghentikan pemonitoran pada periode pemulihan dilakukan dengan mengacu ke salah satu alternatif dibawah ini:....... kecuali
Pasien dipindahkan ke unit yang mampu memberikan asuhan pasca anestesi atau pasca sedasi pasien tertentu, seperti ICCU atau ICU.
Skrining pasien selama proses sedasi
Pasien dipindahkan (atau pemonitoran pemulihan dihentikan) oleh dokter anestesi.
Pasien dipindahkan (atau pemonitoran pemulihan dihentikan) oleh penata anestesi sesuai kriteria yang ditetapkan rumah sakit, dan rekam medis pasien membuktikan bahwa kriteria yang dipakai dipenuhi
Standar PAB 7
Pasien, keluarga dan mereka yang memutuskan menerima cukup penjelasan untuk berpartisipasi dalam keputusan asuhan pasien dan memberikan persetujuan yang dibutuhkan seperti di HPK.5.2. Untuk memenuhi
kebutuhan pasien, penjelasan tsb diberikan secara terintegrasi oleh para profesional pemberi asuhan (PPA)
terkait, dibantu manajer pelayanan pasien (MPP.)
Informasi memuat:
Manfaat dari rencana tindakan operasi
Pilihan operasi atau opsi non operasi (alternatif) yang tersedia untuk menangani pasien
Pilihan alternatif rumah sakit atau dokter pengganti
Risiko dari rencana tindakan operasi
Asuhan pasien pasca operasi tergantung dari temuan dalam operasi. Hal yang terpenting adalah semua
tindakan dan hasilnya dicatat di rekam medis pasien.
Laporan ini dapat dibuat dalam bentuk format template atau dalam bentuk laporan operasi tertulis, sesuai
regulasi RS.
Untuk mendukung kesinambungan asuhan pasien pasca operasi, laporan operasi dicatat segera setelah operasi
selesai, sebelum pasien dipindah dari daerah operasi atau dari area pemulihan pasca anestesi.
Laporan yang tercatat tentang operasi memuat paling sedikit:...........kecuali
Prosedur operasi yang laklukan dan rincian temuan
Diagnosa masuk dan Diagnosis pre operatif
Jumlah darah yang hilang dan jumlah yang masuk lewat transfusi
Tanggal, waktu, tanda tangan dokter yang bertanggung jawab
Kegunaan formulir Surgical Safety Cheklist.........kecuali
sebagai tool untuk meningkatkan keamanan operasi
sebagai tool untuk mengurangi kematian dan komplikasi
sebagai tool untuk rekam medik rumah sakit
untuk memastikan ketersediaan implan di kamar operasi dan penandaan lokasi operasi
Desain tata ruang operasi harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan untuk mengurangi risiko infeksi........kecuali
Ruangan memiliki AC dan APD lengkap
Koridor steril dipisahkan / tidak boleh bersilangan alurnya dengan koridor kotor
Desain tata ruang operasi harus memenuhi ketentuan zona berdasarkan tingkat sterilitas ruangan
Alur masuk barang2 steril harus terpisah dari alur keluar barang dan pakaian kotor
