WorksheetsUTS Caring
Total questions: 30
Worksheet time: 26mins
Caring secara umum bertujuan untuk:
Meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat
Memperbaiki hubungan antara pasien dan perawat
Menyingkirkan penyebab penyakit dan penanganannya
Meningkatkan kualitas dan kondisi kehidupan seseorang
Meningkatkan kepedulian dan melatih perasaan cinta sesama
Caring adalah tindakan yang menunjukkan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan, memberikan lingkungan bersih, ventilasi yang baik & tenang kepada pasien. Pengertian caring ini dikemukakan oleh:
Jean Watson
Carol A. Miller
Katie Eriksson
Madeline Leininger
Florence Nightingale
Suatu proses hubungan yang kompleks, transkultural didasarkan pada konteks spiritual-ethical. Proses hubungan yang terjadi seperti hubungan antara sikap charity dengan tindakan benar. Caring terjadi dalam suatu budaya, termasuk budaya personal, budaya organisasi rumah sakit, ataupun budaya masyarakat dan global. Pengertian caring ini merupakan bagian dari:
Theory of transpersonal caring
Theory of bureaucratic caring
Theory of caritative caring
Philosophy of caring
Theory of caring
Caring bukan hanya bentuk nilai yang mendasari keperawatan, tetapi juga prasyarat yang mendasari hidup. Keputusan atau tindakan yang ditetapkan melibatkan emosional, pengalaman dan kemampuan menganalisis situasi agar dapat mengkaji atau mempertimbangkan alternatif sebelum berbicara atau bertindak. Pernyataan ini dikemukakan oleh:
Anne Boykin dan Schoenhofer
Kristen M. Swanson
Marilyn Anne Ray
Karl Martinsen
Potter & Perry
Caring sebagai dasar dalam kesatuan nilai–nilai kemanusiaan yang universal (kebaikan, kepedulian, dan cinta terhadap diri sendiri dan orang lain. Praktik caring sebagai pusat keperawatan. Konsep ini dikemukakan oleh:
Jean Watson
Carol A. Miller
Katie Eriksson
Madeline Leininger
Marilyn Anne Ray
Tidak akan ada cure tanpa caring, tetapi dapat ada caring tanpa curing, dikemukakan oleh:
Jean Watson
Carol A. Miller
Katie Eriksson
Madeline Leininger
Florence Nightingale
Caring dalam keperawatan adalah suatu altruistik, ungkapan aktif dari cinta, yang berdasarkan niat/keinginan dan realisasi nilai-nilai yang diakui serta hubungannya satu sama lain. Pernyataan ini dikemukakan oleh:
Anne Boykin dan Schoenhofer
Kristen M. Swanson
Marilyn Anne Ray
Karl Martinsen
Potter & Perry
Pernyataan yang benar tentang caring jika dibedakan dengan curing:
Dilakukan sebanyak 1/4 dalam pelayanan kesehatan pada pasien
Integrasi pengetahuan biofisik dan perilaku manusia
Bertujuan mengungkapkan penyakit yang diderita
Promosi kesehatan dan penentu pengobatan
Merupakan tugas sekunder perawat
Seorang mahasiswa keperawatan melaksanakan tugas secara konsekuen dan berkualitas, melakukan perbaikan sesuai yang diharapkan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh dosen maupun pembimbing ruangan. Komponen caring yang dimiliki mahasiswa tersebut adalah:
Competence
Commitment
Compassion
Courage
Care
Seorang mahasiswa keperawatan ingin terus menerus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya agar dapat memberikan pelayanan kepada pasien. Komponen caring yang dimiliki mahasiswa tersebut adalah:
Commitment
Competence
Compassion
Confidence
Courage
Salah satu komponen caring ini dilakukan seorang mahasiswa keperawatan dengan mendengarkan keluhan pasien dan menyampaikan keluhan pasien pada perawat ruangan. Komponen caring tersebut adalah:
Communication
Commitment
Competence
Compassion
Conscience
Menurut Leininger, karakteristik perawat yang memiliki perilaku caring adalah:
Innovative, responsibility, compassion
Supportive, protective, accountability
Professional, scientific, humanistic
Empathy, respect, communicative
Helping relationship and trusting
Jean Watson mengemukakan tujuh asumsi tentang science of caring. Pernyataan yang benar tentang ketujuh asumsi tersebut adalah:
Curing lebih healthogenic daripada caring
Inti keperawatan adalah pelaksana praktik curing
Respon caring memperkirakan kondisi yang akan terjadi
Caring yang tidak efektif akan membuat pasien tidak mandiri
Caring dapat dipraktikkan secara efektif hanya secara interpersonal
Teori caring as health mengemukakan konsep dasar bahwa manusia adalah:
Individu atau kelompok yang mengalami ketidakharmonisan pikiran, jiwa, raga
Makhluk unik yang ingin dimiliki dan merasa memiliki lingkungan sekitarnya
Seseorang yang tergantung pada faith, hope and love selama hidupnya
Seseorang memiliki mind, body, and soul secara terintegrasi
Keseluruhan tubuh, jiwa, dan spirit
Substansi caring dalam teori caring as healing adalah:
Compassion, care, hope
Motive, charity, etics
Mind, body, soul
Body, soul, spirit
Faith, hope, love
Melaksanakan tugas didasari konsistensi tindakan, nilai–nilai profesi, secara jujur dan tanggung jawab dengan sepenuh hati demi kepentingan organisasi merupakan definisi operasional dari nilai:
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Segala upaya, sikap dan tindakan untuk menjamin sebuah kualitas pelayanan yang dapat membangun kepercayaan dan kenyamanan pelanggan (pasien, keluarga pasien, rekan kerja, dll) dalam bentuk informasi atau solusi terhadap permasalahan yang dihadapi merupakan definisi operasional dari nilai:
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Memahami dan merasakan secara mendalam penderitaan orang lain, serta berani melibatkan diri demi keselamatan sesama merupakan definisi operasional dari nilai:
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Menghormati dan menghargai martabat orang lain tanpa melihat perbedaan (status sosial, ekonomi, agama, ras, ide, gagasan, pendapat, aturan, dan sistem yang telah ditetapkan) dalam rangka menjalankan tugas serta pelayanan kepada pasien, keluarga pasien, dan rekan kerja merupakan definisi operasional dari nilai:
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Keinginan dan kemampuan untuk bekerja secara kreatif melampaui standar prestasi, serta membuat ide baru untuk perubahan yang konstruktif merupakan definisi operasional dari nilai:
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai GPCB organisasi yang semakin maju, maka dirumuskan the caring brand untuk memperkuat branding organisasi. Adapun simbol branding yang telah disepakati dalam I CARE adalah:
Love never ending
The power of love
Love that renews
Love me tender
Beloved and lover of our heart
Seorang mahasiswa yang baru pertama kali praktik di rumah sakit berusaha memandikan pasien sesuai prosedur dan memperhatikan etika profesi di dalam berkomunikasi dan bertindak, sehingga pasien merasa nyaman dan mahasiswa tersebut dapat diandalkan. Perilaku ini merupakan contoh nilai …… dari I CARE.
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Mahasiswa datang tepat waktu ke ruangan tempat melaksanakan Praktik Klinik Keperawatan dan mahasiswa menjaga kerahasiaan data dari pasien yang menjadi kelolaan kasusnya. Perilaku ini merupakan contoh nilai …… dari I CARE.
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Saat berdiskusi di kelas, kelompok yang mempresentasikan materi memberikan kesempatan mahasiswa lain untuk mengajukan pendapat dan menerima masukan dari mahasiswa lain. Perilaku ini merupakan contoh nilai …… dari I CARE.
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Seorang mahasiswa menyampaikan ide dan cara-cara baru untuk meningkatkan kerja organisasi BEM di sebuah institusi pendidikan. Perilaku ini merupakan contoh nilai …… dari I CARE.
Integrity
Compassion
Assurance
Respect
Embrace innovation
Seorang perawat memanggil nama pasien dengan nama yang paling disukai, menghargai dan menghormati pendapat atau keputusan dan sistem nilai pasien merupakan manifestasi perilaku caring faktor karatif:
Menanamkan keyakinan dan harapan
Membentuk sistem nilai humanistik-altruistik
Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain
Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
Seorang perempuan berusia 50 tahun dirawat dengan CHF dan sudah berulang kali dirawat dengan penyakit yang sama.. Perawat mengamati bahwa pasien tampak tidak bersemangat dan pandangannya kosong. Perawat mencoba berbicara dengan menggali perasaan pasien, memberi motivasi pada pasien untuk terus berusaha dan berdoa demi kesembuhannya. Perilaku perawat tersebut menunjukkan faktor karatif:
Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
Mengembangkan faktor kekuatan eksistensial fenomenologis
Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
Menanamkan keyakinan dan harapan
Perawat memberi kesempatan pada pasien dan keluarganya untuk berdoa sesuai agama atau keyakinannya serta menyiapkan pasien dan keluarga menghadapi fase berduka terkait kondisi penyakit terminal yang diderita pasien. Perilaku perawat ini menunjukkan faktor karatif:
Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain
Mengembangkan faktor kekuatan eksistensial fenomenologis
Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
Seorang perawat mendengarkan keluhan pasien yang tidak nafsu makan karena nyeri uluhati. Pasien mengungkapkan bahwa ia memikirkan anak laki-lakinya yang sedang mengalami masalah dengan pekerjaannya. Perilaku perawat tersebut dapat menunjukkan faktor karatif:
Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain
Mengembangkan faktor kekuatan eksistensial fenomenologis
Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
Membantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia
Perawat menggunakan proses keperawatan dalam penyelesaian masalah pasien, melibatkan pasien dalam rencana keperawatan, tindakan dan evaluasi tindakan, hal ini merupakan faktor karatif:
Meningkatkan proses belajar mengajar interpersonal
Membina hubungan saling percaya dan saling membantu
Mengembangkan sensitivitas untuk diri sendiri dan orang lain
Meningkatkan dan menerima ekspresi perasaan positif dan negatif
Menggunakan metode pemecahan masalah yang sistematis dalam pengambilan keputusan
