wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ulangan Harian Kejujuran "Teks Fiksi"

Total questions: 25

Worksheet time: 1hrs 25mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Besoknya, di sekolah, Soleh menyerahkan ponsel itu kepada petugas yang bertanggung jawab untuk menampung barang temuan. Soleh mencatat di buku yang tersedia mengenai lokasi, hari, dan jam ditemukannya ponsel itu. Petugas menyimpan ponsel tersebut di laci meja.

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Soleh dan Ari keluar dari ruang kelas. Namun, ada seorang siswi yang berdiri di dekat pintu.

“Kamu yang bernama Soleh?” siswi itu bertanya.

Soleh memandang siswi itu sejenak sebelum menjawab. “Ya, saya Soleh. Ada apa ya, Mbak?”

“Kamu yang menemukan ponsel ini?” Nia menunjukkan ponselnya.

Soleh masih mengenali ponsel yang ia temukan kemarin. Ia mengangguk.

“Terima kasih, ya. Aku sudah mencarinya ke mana-mana sejak kemarin.”

Nia kemudian merogoh tasnya, mengeluarkan benda persegi yang dibungkus kertas cokelat.

“Ini terimalah sebagai ucapan terima kasihku.”

Soleh mematung beberapa saat. “Ah, Mbak, saya tidak berharap menerima imbalan apa pun. Saya ikhlas mengembalikan benda yang memang hak milik Mbak.”


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Soleh yang Saleh” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (1): Takwa-Jujur-Toleran. Bandung: Nuansa Cendikia.


Tema penggalan cerpen tersebut adalah . . .

a)

Ketaatan kepada orang tua.

b)

Kejujuran seorang anak.

c)

Pendidikan budi pekerti.

d)

Pengalaman yang berharga.

2.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Besoknya, di sekolah, Soleh menyerahkan ponsel itu kepada petugas yang bertanggung jawab untuk menampung barang temuan. Soleh mencatat di buku yang tersedia mengenai lokasi, hari, dan jam ditemukannya ponsel itu. Petugas menyimpan ponsel tersebut di laci meja.

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Soleh dan Ari keluar dari ruang kelas. Namun, ada seorang siswi yang berdiri di dekat pintu.

“Kamu yang bernama Soleh?” siswi itu bertanya.

Soleh memandang siswi itu sejenak sebelum menjawab. “Ya, saya Soleh. Ada apa ya, Mbak?”

“Kamu yang menemukan ponsel ini?” Nia menunjukkan ponselnya.

Soleh masih mengenali ponsel yang ia temukan kemarin. Ia mengangguk.

“Terima kasih, ya. Aku sudah mencarinya ke mana-mana sejak kemarin.”

Nia kemudian merogoh tasnya, mengeluarkan benda persegi yang dibungkus kertas cokelat.

“Ini terimalah sebagai ucapan terima kasihku.”

Soleh mematung beberapa saat. “Ah, Mbak, saya tidak berharap menerima imbalan apa pun. Saya ikhlas mengembalikan benda yang memang hak milik Mbak.”


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Soleh yang Saleh” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (1): Takwa-Jujur-Toleran. Bandung: Nuansa Cendikia.


Watak tokoh Soleh dalam penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

bijaksana

b)

dermawan

c)

jujur

d)

berani

3.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Besoknya, di sekolah, Soleh menyerahkan ponsel itu kepada petugas yang bertanggung jawab untuk menampung barang temuan. Soleh mencatat di buku yang tersedia mengenai lokasi, hari, dan jam ditemukannya ponsel itu. Petugas menyimpan ponsel tersebut di laci meja.

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Soleh dan Ari keluar dari ruang kelas. Namun, ada seorang siswi yang berdiri di dekat pintu.

“Kamu yang bernama Soleh?” siswi itu bertanya.

Soleh memandang siswi itu sejenak sebelum menjawab. “Ya, saya Soleh. Ada apa ya, Mbak?”

“Kamu yang menemukan ponsel ini?” Nia menunjukkan ponselnya.

Soleh masih mengenali ponsel yang ia temukan kemarin. Ia mengangguk.

“Terima kasih, ya. Aku sudah mencarinya ke mana-mana sejak kemarin.”

Nia kemudian merogoh tasnya, mengeluarkan benda persegi yang dibungkus kertas cokelat.

“Ini terimalah sebagai ucapan terima kasihku.”

Soleh mematung beberapa saat. “Ah, Mbak, saya tidak berharap menerima imbalan apa pun. Saya ikhlas mengembalikan benda yang memang hak milik Mbak.”


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Soleh yang Saleh” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (1): Takwa-Jujur-Toleran. Bandung: Nuansa Cendikia.


Latar tempat kutipan cerpen tersebut adalah . . .

a)

Di dekat pintu ruang kelas

b)

Di depan parkiran sekolah

c)

Di jalan depan gerbang sekolah

d)

Di ruang petugas jaga sekolah

4.

Besoknya, di sekolah, Soleh menyerahkan ponsel itu kepada petugas yang bertanggung jawab untuk menampung barang temuan. Soleh mencatat di buku yang tersedia mengenai lokasi, hari, dan jam ditemukannya ponsel itu. Petugas menyimpan ponsel tersebut di laci meja.


Penggalan cerpen tersebut termasuk dalam struktur teks fiksi . . .

a)

komplikasi

b)

orientasi

c)

resolusi

d)

koda

5.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Rini memang berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi tidak berkelebihan. Ia senang menabung. Dari uang tabungan itulah, ia berniat membantu Imah. Hanya, Rini tidak mau membantu dengan langsung memberikan uang. Ia yakin Imah akan menolak pemberian itu. Rini memikirkan bagaimana cara membantu Imah.

. . .

Rini kemudian menitipkan uangnya kepada pengelola pasar tempat Nenek Imah bekerja. Rini mengusulkan supaya uang itu dianggap sebagai penghargaan atas kesetiaan Nenek Imah menjadi penyapu pasar.

Syukurlah tampaknya usaha Rini berhasil. Imah bersekolah lagi. Dengan cara itu, Rini sudah membantu Imah demi kelancaran sekolahnya. Rini tidak sanggup membayangkan kalau anak berprestasi seperti Imah berhenti bersekolah, lalu meneruskan pekerjaan neneknya sebagai penyapu pasar.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Bukti watak dermawan tokoh Rini digambarkan melalui . . .

a)

penjelasan pengarang

b)

dialog dengan tokoh lain

c)

tindakan tokoh

d)

diceritakan tokoh lain

6.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Besoknya, di sekolah, Soleh menyerahkan ponsel itu kepada petugas yang bertanggung jawab untuk menampung barang temuan. Soleh mencatat di buku yang tersedia mengenai lokasi, hari, dan jam ditemukannya ponsel itu. Petugas menyimpan ponsel tersebut di laci meja.

Ketika bel pulang sekolah berbunyi, Soleh dan Ari keluar dari ruang kelas. Namun, ada seorang siswi yang berdiri di dekat pintu.

“Kamu yang bernama Soleh?” siswi itu bertanya.

Soleh memandang siswi itu sejenak sebelum menjawab. “Ya, saya Soleh. Ada apa ya, Mbak?”

“Kamu yang menemukan ponsel ini?” Nia menunjukkan ponselnya.

Soleh masih mengenali ponsel yang ia temukan kemarin. Ia mengangguk.

“Terima kasih, ya. Aku sudah mencarinya ke mana-mana sejak kemarin.”

Nia kemudian merogoh tasnya, mengeluarkan benda persegi yang dibungkus kertas cokelat.

“Ini terimalah sebagai ucapan terima kasihku.”

Soleh mematung beberapa saat. “Ah, Mbak, saya tidak berharap menerima imbalan apa pun. Saya ikhlas mengembalikan benda yang memang hak milik Mbak.”


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Soleh yang Saleh” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (1): Takwa-Jujur-Toleran. Bandung: Nuansa Cendikia.


Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah . . .

a)

Janganlah menolong orang lain yang telah berbuat jahat.

b)

Janganlah membenci orang yang telah menolong kita.

c)

Janganlah mencari permasalahan dengan orang lain.

d)

Janganlah mengambil sesuatu yang bukan hak kita.

7.

Bacalah penggalan cerita berikut!

Rini memang berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi tidak berkelebihan. Ia senang menabung. Dari uang tabungan itulah, ia berniat membantu Imah. Hanya, Rini tidak mau membantu dengan langsung memberikan uang. Ia yakin Imah akan menolak pemberian itu. Rini memikirkan bagaimana cara membantu Imah.

. . .

Rini kemudian menitipkan uangnya kepada pengelola pasar tempat Nenek Imah bekerja. Rini mengusulkan supaya uang itu dianggap sebagai penghargaan atas kesetiaan Nenek Imah menjadi penyapu pasar.

Syukurlah tampaknya usaha Rini berhasil. Imah bersekolah lagi. Dengan cara itu, Rini sudah membantu Imah demi kelancaran sekolahnya. Rini tidak sanggup membayangkan kalau anak berprestasi seperti Imah berhenti bersekolah, lalu meneruskan pekerjaan neneknya sebagai penyapu pasar.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Latar suasana penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

bahagia

b)

bangga

c)

sedih

d)

kecewa

8.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Rini memang berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi tidak berkelebihan. Ia senang menabung. Dari uang tabungan itulah, ia berniat membantu Imah. Hanya, Rini tidak mau membantu dengan langsung memberikan uang. Ia yakin Imah akan menolak pemberian itu. Rini memikirkan bagaimana cara membantu Imah.

. . .

Rini kemudian menitipkan uangnya kepada pengelola pasar tempat Nenek Imah bekerja. Rini mengusulkan supaya uang itu dianggap sebagai penghargaan atas kesetiaan Nenek Imah menjadi penyapu pasar.

Syukurlah tampaknya usaha Rini berhasil. Imah bersekolah lagi. Dengan cara itu, Rini sudah membantu Imah demi kelancaran sekolahnya. Rini tidak sanggup membayangkan kalau anak berprestasi seperti Imah berhenti bersekolah, lalu meneruskan pekerjaan neneknya sebagai penyapu pasar.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Konflik yang dialami tokoh Rini dalam memilih cara memberikan bantuan kepada Imah termasuk dalam jenis konflik . . .

a)

fisik

b)

adegan

c)

lahir

d)

batin

9.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Rini memang berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi tidak berkelebihan. Ia senang menabung. Dari uang tabungan itulah, ia berniat membantu Imah. Hanya, Rini tidak mau membantu dengan langsung memberikan uang. Ia yakin Imah akan menolak pemberian itu. Rini memikirkan bagaimana cara membantu Imah.

. . .

Rini kemudian menitipkan uangnya kepada pengelola pasar tempat Nenek Imah bekerja. Rini mengusulkan supaya uang itu dianggap sebagai penghargaan atas kesetiaan Nenek Imah menjadi penyapu pasar.

Syukurlah tampaknya usaha Rini berhasil. Imah bersekolah lagi. Dengan cara itu, Rini sudah membantu Imah demi kelancaran sekolahnya. Rini tidak sanggup membayangkan kalau anak berprestasi seperti Imah berhenti bersekolah, lalu meneruskan pekerjaan neneknya sebagai penyapu pasar.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

sudut pandang orang pertama pelaku utama

b)

sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

c)

sudut pandang orang ketiga serbatahu

d)

sudut pandang orang kedua

10.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Rini memang berasal dari keluarga yang cukup mampu, tapi tidak berkelebihan. Ia senang menabung. Dari uang tabungan itulah, ia berniat membantu Imah. Hanya, Rini tidak mau membantu dengan langsung memberikan uang. Ia yakin Imah akan menolak pemberian itu. Rini memikirkan bagaimana cara membantu Imah.

. . .

Rini kemudian menitipkan uangnya kepada pengelola pasar tempat Nenek Imah bekerja. Rini mengusulkan supaya uang itu dianggap sebagai penghargaan atas kesetiaan Nenek Imah menjadi penyapu pasar.

Syukurlah tampaknya usaha Rini berhasil. Imah bersekolah lagi. Dengan cara itu, Rini sudah membantu Imah demi kelancaran sekolahnya. Rini tidak sanggup membayangkan kalau anak berprestasi seperti Imah berhenti bersekolah, lalu meneruskan pekerjaan neneknya sebagai penyapu pasar.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Penggalan cerita tersebut termasuk ke dalam jenis cerita fiksi . . .

a)

legenda

b)

cerpen

c)

fabel

d)

cerita rakyat

11.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Satu musim panas yang indah, Lilian si Kumbang Kecil pergi mencari temannya si Belalang. “Ratu Mawar akan segera menikah dan mengundang kita ke pesta besar! Ayo, lebih baik kita berangkat sekarang!” ujarnya penuh semangat.

Belalang, yang menjadi pemusik, segera membawa biolanya dan mengikuti si Kumbang Kecil. Mereka berdua berjalan sangat jauh menyusuri jalan menuju Tanah Mawar. Walau lelah, mereka tak menghentikan perjalanan. Namun akhirnya mereka merasa sangat lelah dan beristirahat.

Lalu Lilian memiliki ide yang cemerlang. ”Ayo kita buat sebuah kereta,” katanya. “Tapi, sayang sekali! Kita tidak punya siapapun untuk menariknya!”

Tak jauh dari mereka, ada seekor Ibu Ulat, sedang sibuk menggigiti daun. Dengan malu-malu ia berkata, “Jika kalian mau, saya bersedia menjadi kereta kalian!”

Lilian dan si Belalang melihat ke Ibu Ulat dengan gembira. Mereka mengikat pita cantik pada si ulat. Lalu mengendarainya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08676678/perjalanan-ke-tanah-mawar, 6 Mei 2020


Pernyataan yang menunjukkan tokoh Ibu Ulat memiliki sifat baik hati adalah . . .

a)

Ibu Ulat bekerja seorang diri di tengah hutan.

b)

Ibu Ulat mencari makanan untuk anak-anaknya.

c)

Ibu Ulat menawarkan bantuan untuk menjadi kereta.

d)

Ibu Ulat dapat bekerja sama dengan hewan apa pun.

12.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Satu musim panas yang indah, Lilian si Kumbang Kecil pergi mencari temannya si Belalang. “Ratu Mawar akan segera menikah dan mengundang kita ke pesta besar! Ayo, lebih baik kita berangkat sekarang!” ujarnya penuh semangat.

Belalang, yang menjadi pemusik, segera membawa biolanya dan mengikuti si Kumbang Kecil. Mereka berdua berjalan sangat jauh menyusuri jalan menuju Tanah Mawar. Walau lelah, mereka tak menghentikan perjalanan. Namun akhirnya mereka merasa sangat lelah dan beristirahat.

Lalu Lilian memiliki ide yang cemerlang. ”Ayo kita buat sebuah kereta,” katanya. “Tapi, sayang sekali! Kita tidak punya siapapun untuk menariknya!”

Tak jauh dari mereka, ada seekor Ibu Ulat, sedang sibuk menggigiti daun. Dengan malu-malu ia berkata, “Jika kalian mau, saya bersedia menjadi kereta kalian!”

Lilian dan si Belalang melihat ke Ibu Ulat dengan gembira. Mereka mengikat pita cantik pada si ulat. Lalu mengendarainya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08676678/perjalanan-ke-tanah-mawar, 6 Mei 2020


Tokoh utama kutipan cerpen tersebut adalah . . .

a)

Ibu Ulat

b)

Lilian

c)

si Belalang

d)

Lilian dan si Belalang

13.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Satu musim panas yang indah, Lilian si Kumbang Kecil pergi mencari temannya si Belalang. “Ratu Mawar akan segera menikah dan mengundang kita ke pesta besar! Ayo, lebih baik kita berangkat sekarang!” ujarnya penuh semangat.

Belalang, yang menjadi pemusik, segera membawa biolanya dan mengikuti si Kumbang Kecil. Mereka berdua berjalan sangat jauh menyusuri jalan menuju Tanah Mawar. Walau lelah, mereka tak menghentikan perjalanan. Namun akhirnya mereka merasa sangat lelah dan beristirahat.

Lalu Lilian memiliki ide yang cemerlang. ”Ayo kita buat sebuah kereta,” katanya. “Tapi, sayang sekali! Kita tidak punya siapapun untuk menariknya!”

Tak jauh dari mereka, ada seekor Ibu Ulat, sedang sibuk menggigiti daun. Dengan malu-malu ia berkata, “Jika kalian mau, saya bersedia menjadi kereta kalian!”

Lilian dan si Belalang melihat ke Ibu Ulat dengan gembira. Mereka mengikat pita cantik pada si ulat. Lalu mengendarainya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08676678/perjalanan-ke-tanah-mawar, 6 Mei 2020


Penggalan cerita tersebut merupakan jenis teks fiksi. . .

a)

cerpen

b)

legenda

c)

fabel

d)

mitos

14.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Sementara itu, seekor anak beruang tampak sedang berjalan membawa tas. Itulah Kuma. Ia ingin pergi memancing ke sungai.

“Ayah pikir aku malas,” gumamnya agak kesal. “Lihat saja nanti. Semua saudaraku sedang bermain lompat kodok. Tapi aku akan bawa ikan untuk makan malam besok.”

Kuma lalu melangkah di jalan setapak dan sampai di tepi sungai. Capung dan kupu-kupu terbang di sekitarnya mengajak bermain. Namun Kuma tidak tergoda. Matanya tetap menatap ke aliran air sungai. Tak lama kemudian, Kuma sudah berada di dalam sungai. Matanya awas melihat ke dalam air sungai.

CLEP!

Kuma mengayunkan tangannya, dan berhasil menangkap seekor ikan trout besar. Setelah itu, Kuma berhasil menangkap beberapa ekor ikan lagi. Ia lalu memasukkan ikan-ikan hasil tangkapannya ke dalam tas. Dengan girang, ia pun melangkah pulang membawa ikannya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08679443/kuma-kehilangan-ikan-?page=all, 6 Mei 2020


Watak tokoh Kuma dalam penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

bijaksana

b)

tanggung jawab

c)

suka menolong

d)

pantang menyerah

15.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Sementara itu, seekor anak beruang tampak sedang berjalan membawa tas. Itulah Kuma. Ia ingin pergi memancing ke sungai.

“Ayah pikir aku malas,” gumamnya agak kesal. “Lihat saja nanti. Semua saudaraku sedang bermain lompat kodok. Tapi aku akan bawa ikan untuk makan malam besok.”

Kuma lalu melangkah di jalan setapak dan sampai di tepi sungai. Capung dan kupu-kupu terbang di sekitarnya mengajak bermain. Namun Kuma tidak tergoda. Matanya tetap menatap ke aliran air sungai. Tak lama kemudian, Kuma sudah berada di dalam sungai. Matanya awas melihat ke dalam air sungai.

CLEP!

Kuma mengayunkan tangannya, dan berhasil menangkap seekor ikan trout besar. Setelah itu, Kuma berhasil menangkap beberapa ekor ikan lagi. Ia lalu memasukkan ikan-ikan hasil tangkapannya ke dalam tas. Dengan girang, ia pun melangkah pulang membawa ikannya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08679443/kuma-kehilangan-ikan-?page=all, 6 Mei 2020


Latar suasana dalam penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

sedih

b)

bahagia

c)

semangat

d)

khawatir

16.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Sementara itu, seekor anak beruang tampak sedang berjalan membawa tas. Itulah Kuma. Ia ingin pergi memancing ke sungai.

“Ayah pikir aku malas,” gumamnya agak kesal. “Lihat saja nanti. Semua saudaraku sedang bermain lompat kodok. Tapi aku akan bawa ikan untuk makan malam besok.”

Kuma lalu melangkah di jalan setapak dan sampai di tepi sungai. Capung dan kupu-kupu terbang di sekitarnya mengajak bermain. Namun Kuma tidak tergoda. Matanya tetap menatap ke aliran air sungai. Tak lama kemudian, Kuma sudah berada di dalam sungai. Matanya awas melihat ke dalam air sungai.

CLEP!

Kuma mengayunkan tangannya, dan berhasil menangkap seekor ikan trout besar. Setelah itu, Kuma berhasil menangkap beberapa ekor ikan lagi. Ia lalu memasukkan ikan-ikan hasil tangkapannya ke dalam tas. Dengan girang, ia pun melangkah pulang membawa ikannya.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08679443/kuma-kehilangan-ikan-?page=all, 6 Mei 2020


Amanat dalam penggalan cerita tersebut adalah . . .

a)

Berusaha sekuat tenaga untuk mencapai keinginan.

b)

Membantu teman yang kesusahan dengan senang hati.

c)

Berani bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

d)

Semua masalah dapat diselesaikan dengan bermusyawarah.

17.

“Si Pitung” dan “Si Jampang” merupakan contoh cerita rakyat tentang kepahlawanan atau petualangan yang mengagumkan. Cerita rakyat ini disebut juga . . .

a)

saga

b)

mitos

c)

fabel

d)

legenda

18.

Cerita rakyat tentang terciptanya makhluk hidup yang tokohnya adalah manusia dan para dewa disebut . . .

a)

saga

b)

mitos

c)

fabel

d)

legenda

19.

“Ken Arok dan Ken Dedes” merupakan jenis cerita rakyat . . .

a)

saga

b)

mitos

c)

fabel

d)

legenda

20.

Salah satu contoh cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur adalah . . .

a)

Calon Arang

b)

Danau Toba

c)

Malin Kundang

d)

Asal Usul Banyuwangi

21.

Bacalah kedua penggalan cerita berikut!


Teks 1

Edward terbiasa bangun siang. Dia memang tipe anak pemalas. Kadang-kadang, pukul setengah enam pagi ia baru bangun. Malah tak jarang pukul enam baru turun dari tempat tidur. Sudah begitu, ia mandi dengan santai atau menunggu air hangat. Makan juga pelan-pelan. Rumahnya memang dekat dengan sekolah, tidak lebih dari 300 meter dan bisa ditempuh dalam lima menit. Jadi, dia pikir buat apa tergesa-gesa. Dengan santai juga dia tidak pernah terlambat.

Namun, tentu saja dia terlalu terlambat melaksanakan piket. Sebab, pada hari giliran piket pun dia tetap terlambat datang. Tampaknya, dia sengaja datang terlambat arena memang malas melakukan tugas piket.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Penolong Misterius” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (4): Menghargai Prestasi, Bersahabat, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Berjiwa Sosial, dan Bertanggung Jawab. Bandung: Nuansa Cendikia.


Teks 2

Ari selalu memperhatikan setiap Waryo datang. Kadang keduanya hampir bersamaan sampai di depan gerbang sekolah. Waryo turun dari angkutan umum dibantu oleh kakaknya. Untungnya kursi roda itu bisa dilipat sehingga mudah dimasukkan ke mobil angkutan umum.

Setelah melihat sejumlah kerepotan dari depan gerbang hingga koridor di depan kelas, Ari mendapat gagasan untuk menulis surat saran dan pengaduan ke pihak sekolah. dalam surat yang ditulisnya, Ari mengusulkan supaya dibuatkan kintasan yang memudahkan siswa yang memakai kursi roda

Sesuai dengan harapan Ari, usulannya ternyata ditanggapi pihal sekolah secara cepat. Kepala sekolah langsung memerintah melaksanakan usulan tersebut.


Dikutip dari: Hermawan, Aksan. 2014. “Soleh yang Saleh” dalam Seri Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (1): Takwa-Jujur-Toleran. Bandung: Nuansa Cendikia.


Perbedaan nilai moral dalam kedua teks tersebut adalah . . .

a)

Teks 1: mengutamakan kepentingan kelompok.

Teks 2: mengutamakan kepentingan pribadi.

b)

Teks 1: peduli terhadap tugas yang diberikan

Teks 2: bertanggung jawab terhadap orang lain

c)

Teks 1: melakukan tugas dengan rajin dan ikhlas

Teks 2: membantu orang yang sedang membutuhkan

d)

Teks 1: menghindari sifat malas dan memupuk rasa tanggung jawab

Teks 2: peduli terhadap kesulitan orang lain

22.

Bacalah penggalan fabel berikut!


Dengan mudah, anak rusa itu bisa tertangkap. Singa dan Beruang langsung bertengkar memperebutkan anak rusa itu.

“Ini mangsaku! Aku menangkapnya dengan gigitanku yang kuat!” seru Singa.

Beruang tidak mau kalah. “Tidak, ini rusaku! Aku juga menangkapnya!”

Mereka terus memperebutkan anak rusa itu. Saat hari sudah sore, Singa dan Beruang akhirnya berhenti berebut. Mereka lelah dan hanya duduk tanpa bisa menggerakkan badan.


Dikutip dari: Mayari, Sina. 2015. “Akibat Tidak Mau Berbagi” dalam Wudi Story 25 Fabel Dunia: Buku 1. Jakarta: Wahyumedia.


Pola pengembangan cerita dari penggalan fabel tersebut adalah . . .

a)

diawali dengan pengenalan tokoh

b)

diawali dengan masalah

c)

menggunakan alur mundur

d)

menggunakan alur campuran

23.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Suatu hari, Munil berkata pada Pak Seguin, “Majikanku, tolong dengarkan aku. Lepaskanlah aku sekarang, karena aku bisa mati kalau terus menerus makan di halaman atau di kandangmu ini. Biarkanlah aku makan bebas di lembah yang jauh di sana .”

Pak Seguin berusaha membujuk Munil. “Kenapa kamu mau pergi? Semua kambing yang pergi dari tempat ini, berhasil dimangsa serigala di lembah itu. Termasuk Rinalda, temanmu yang terkahir dimangsa di lembah itu!”

“Saya tidak peduli pada Rinalda,” kata Munil. “Pokoknya aku ingin bebas!”

Dan begitulah. Suatu malam, Munil si kambing remaja itu pergi melarikan diri. Ia pun tiba di lembah. Munil merasa sangat bahagia ketika tiba di lembah itu. Betapa indahnya berkelana di lembah tanpa tali di sekeliling leher. Pikir Munil.

Siang pun berlalu dan senja tiba. Sejenak terpikir oleh Munil untuk kembali ke Pak Seguin, majikannya. Namun ia menjadi malas ketika memikirkan akan ada tali yang mengikat lehernya. “Lebih baik mati daripada hidup bagai tahanan di dalam penjara,” gumamnya.

Hari semakin malam. Tiba tiba, daun-daun di sekitar Munil bergerak. Munil melangkah mundur dengan bergidik takut.

“Ha ha haaaa…” Terdengar tawa serigala yang mengerikan.

Munil baru sadar, dia sudah berada dalam bahaya. Munil pun lari sekuat tenaga berusaha meninggalkan lembah itu. Ia terus berlari dan memikirkan kandang Pak Seguin yang aman. Namun…, tiba-tiba ada yang menyergapnya dari belakang.

Ketika hari sudah semakin gelap, Munil sudah menjadi santapan serigala.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08673608/kambing-kecil-pak-seguin, 6 Mei 2020


Penyebab konflik pada cerita tersebut adalah . . .

a)

Munil ingin hidup bebas di lembah

b)

Munil merasa kesepian di kandang

c)

Munil merasa bosan di kandang

d)

Munil ingin mencari rumput di lembah

24.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Suatu hari, Munil berkata pada Pak Seguin, “Majikanku, tolong dengarkan aku. Lepaskanlah aku sekarang, karena aku bisa mati kalau terus menerus makan di halaman atau di kandangmu ini. Biarkanlah aku makan bebas di lembah yang jauh di sana .”

Pak Seguin berusaha membujuk Munil. “Kenapa kamu mau pergi? Semua kambing yang pergi dari tempat ini, berhasil dimangsa serigala di lembah itu. Termasuk Rinalda, temanmu yang terkahir dimangsa di lembah itu!”

“Saya tidak peduli pada Rinalda,” kata Munil. “Pokoknya aku ingin bebas!”

Dan begitulah. Suatu malam, Munil si kambing remaja itu pergi melarikan diri. Ia pun tiba di lembah. Munil merasa sangat bahagia ketika tiba di lembah itu. Betapa indahnya berkelana di lembah tanpa tali di sekeliling leher. Pikir Munil.

Siang pun berlalu dan senja tiba. Sejenak terpikir oleh Munil untuk kembali ke Pak Seguin, majikannya. Namun ia menjadi malas ketika memikirkan akan ada tali yang mengikat lehernya. “Lebih baik mati daripada hidup bagai tahanan di dalam penjara,” gumamnya.

Hari semakin malam. Tiba tiba, daun-daun di sekitar Munil bergerak. Munil melangkah mundur dengan bergidik takut.

“Ha ha haaaa…” Terdengar tawa serigala yang mengerikan.

Munil baru sadar, dia sudah berada dalam bahaya. Munil pun lari sekuat tenaga berusaha meninggalkan lembah itu. Ia terus berlari dan memikirkan kandang Pak Seguin yang aman. Namun…, tiba-tiba ada yang menyergapnya dari belakang.

Ketika hari sudah semakin gelap, Munil sudah menjadi santapan serigala.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08673608/kambing-kecil-pak-seguin, 6 Mei 2020


Akibat konflik pada cerita tersebut adalah . . .

a)

Munil dimakan serigala karena tidak mau menurut

b)

Munil bahagia karena bebas

c)

Munil ingin kembali ke rumah Pak Seguin

d)

Munil ingin hidup mengembara

25.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Suatu hari, Munil berkata pada Pak Seguin, “Majikanku, tolong dengarkan aku. Lepaskanlah aku sekarang, karena aku bisa mati kalau terus menerus makan di halaman atau di kandangmu ini. Biarkanlah aku makan bebas di lembah yang jauh di sana .”

Pak Seguin berusaha membujuk Munil. “Kenapa kamu mau pergi? Semua kambing yang pergi dari tempat ini, berhasil dimangsa serigala di lembah itu. Termasuk Rinalda, temanmu yang terkahir dimangsa di lembah itu!”

“Saya tidak peduli pada Rinalda,” kata Munil. “Pokoknya aku ingin bebas!”

Dan begitulah. Suatu malam, Munil si kambing remaja itu pergi melarikan diri. Ia pun tiba di lembah. Munil merasa sangat bahagia ketika tiba di lembah itu. Betapa indahnya berkelana di lembah tanpa tali di sekeliling leher. Pikir Munil.

Siang pun berlalu dan senja tiba. Sejenak terpikir oleh Munil untuk kembali ke Pak Seguin, majikannya. Namun ia menjadi malas ketika memikirkan akan ada tali yang mengikat lehernya. “Lebih baik mati daripada hidup bagai tahanan di dalam penjara,” gumamnya.

Hari semakin malam. Tiba tiba, daun-daun di sekitar Munil bergerak. Munil melangkah mundur dengan bergidik takut.

“Ha ha haaaa…” Terdengar tawa serigala yang mengerikan.

Munil baru sadar, dia sudah berada dalam bahaya. Munil pun lari sekuat tenaga berusaha meninggalkan lembah itu. Ia terus berlari dan memikirkan kandang Pak Seguin yang aman. Namun…, tiba-tiba ada yang menyergapnya dari belakang.

Ketika hari sudah semakin gelap, Munil sudah menjadi santapan serigala.


Dikutip dari: https://bobo.grid.id/read/08673608/kambing-kecil-pak-seguin, 6 Mei 2020


Watak Munil pada cerita tersebut adalah . . .

a)

menurut

b)

cerdik

c)

keras kepala

d)

sombong