wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAP Klinik Refraksi

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Pada pasien yang tidak dapat melihat huruf Snellen terbesar (6/60), maka dilakukan pemeriksaan tajam penglihatan dengan finger counting.


Berapakah jarak dimulainya pemeriksaan tersebut?

a)

0,5 meter

b)

1 meter

c)

1,5 meter

d)

2 meter

e)

2,5 meter

2.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap pasien berusia 50 tahun, dengan riwayat pernah melakukan operasi katarak pada mata kanannya, hasil pemeriksaan didapatkan ukuran

OD S - 1.25 6/6, OS S - 1.50 6/6.


Berapakah ukuran kacamata baca pasien tersebut ?

a)

OD S +1.75, OS S +1.50

b)

OD S +0.75, OS S +0.50

c)

OD S +1.75, OS S +0.50

d)

OD S +2.00, OS S +2.00

e)

OD S +3.00, OS S +3.00

3.

Seorang klien berusia 53 tahun pada pemeriksaan refraksi subyektif, didapatkan pemeriksaan OD S-1.00 6/7,5 dilakukan uji pin hole, visus membaik. Saat diberi lensa fogging S + 0.50, pasien mengatakan garis vertikal paling jelas. Setelah ditambahkan lensa cylinder visus menjadi 6/6


Berapakah ukuran cylinder yang anda berikan terhadap pasien tersebut ?

a)

C - 0. 50 x 90

b)

C - 0.50 x 180

c)

C + 0.50 x 90

d)

C + 0.50 x 180

e)

C + 0.50 x 45

4.

Seseorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi subyektif terhadap seorang pasien berusaha 40 tahun, pada pemeriksaan visus dasar, pasien hanya bisa melihat lambaian tangan kita pada jarak 1 meter.


Berapakah visus dasar pasien tersebut ?

a)

1/60

b)

1/200

c)

1/300

d)

1/500

e)

1/ tak terhingga

5.

Pada saat pemeriksaan refraksi subyektif, klien tersebut hanya dapat mengenali adanya sumber cahaya senter, atau mampu menyatakan arah dari mana sinar itu datang


Berapakah visus pasien pada kasus di atas ?

a)

0

b)

1/60

c)

1/300

d)

1 / Tak terhingga proyeksi negative

e)

1 / Tak terhingga proyeksi positive

6.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 50 tahun, dengan hasil anamnesa penglihatan jauh kabur penglihatan dekat juga kabur.


Apakah prediksi ststus refraksi pasien tersebut ?

a)

Myopia

b)

Astigmatismus

c)

Presbyopia

d)

Hypermetropia

e)

Emmetropia

7.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 50 tahun, dengan hasil anamnesa penglihatan jauh kabur penglihatan dekat jelas.


Apakah prediksi ststus refraksi pasien tersebut ?

a)

Hypermetropia

b)

Presbyopia

c)

Myopia

d)

Astigmatismus

e)

Antimetropia

8.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 50 tahun, dengan hasil inspeksi observasi didapatkan hasil COA tergenang darah, terdapat benjolan yang terasa nyeri pada palpebra.


Apakah yang terjadi pada COA pasien tersebut ?

a)

Hypopion

b)

Hiphema

c)

Calazion

d)

Hordeolum

e)

Trikhiasis

9.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 50 tahun, dengan hasil inspeksi observasi didapatkan hasil COA tergenang darah, terdapat benjolan yang terasa nyeri pada palpebra.


Apakah yang terjadi pada palpebra pasien tersebut ?

a)

Hyphema

b)

Hypopion

c)

Calazion

d)

Hordeolum

e)

Trikhiasis

10.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 25 tahun, dengan hasil uji bikromatic test, didapatkan hasil

OD lebih jelas obyek pada warna merah.

OS lebih jelas obyek pada warna hijau.


Apakah presdiksi status refraksi mata kanan pasien tersebut ?

a)

Hypermetropia

b)

Myopia

c)

Presbyopia

d)

Emmetropia

e)

Ambliopia

11.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 25 tahun, dengan hasil uji bikromatic test, didapatkan hasil

OD lebih jelas obyek pada warna merah.

OS lebih jelas obyek pada warna hijau.


Apakah presdiksi status refraksi mata kiri pasien tersebut ?

a)

Myopia

b)

Hypermetropia

c)

Astigmatismus

d)

Emmetropia

e)

Low Vision

12.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan Lensometri sebagai berikut :

Gambar Pertama : - 0.50

Gambar Kedua : -1.00


Berapakah ukuran kacamata tersebut ?

a)

S - 0. 50 C - 1.00

b)

S - 0. 50 C - 0.50

c)

S-1.00 C -0.50

d)

S - 1. 00 C - 1.00

e)

S - 1. 50 C - 1.00

13.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan Lensometri sebagai berikut :

Gambar Pertama : - 1.50

Gambar Kedua : -1.00


Berapakah ukuran kacamata tersebut

a)

S - 1.50 C - 1.50

b)

S - 1.50 C - 0.50

c)

S - 1.50 C + 0.50

d)

S - 1.00 C + 0.50

e)

S - 1.00 C + 1.00

14.

Seorang Refraksionist Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif, dengan hasil OD S -1.00, OS S + 1.00, dengan visus setelah koreksi 6/6.


Apakah jenis kelainan refraksi klien tersebut ?

a)

Amblyopia

b)

Hypermetropia

c)

Myopia

d)

Antimetropia

e)

Anisokonia

15.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sbb: VOD 6/15 S - 1.00 = 6/6 dan VOS 6/20 S - 1.25 = 6/6. Kemudian dilakukan Alternating Cover Test hasilnya : Penderita menyatakan bahwa ketajaman penglihatan mata kanan lebih baik dibandingkan mata kiri

a)

OS ditambah S -0.25

b)

OS ditambah S +0.25

c)

OD ditambah S -0.25

d)

OD ditambah S + 0.25

e)

ODS ditambah S + 0.25

16.

Dari hasil koreksi visus monokuler terbaik didapatkan data sbb: VOD 6/15 S + 2.00 = 6/6 dan VOS 6/20 S + 2.25 = 6/6. Kemudian dilakukan Uji Tutup Bergantian (Alternating Cover Test) dan hasilnya : Penderita menyatakan bahwa ketajaman penglihatan mata kanan lebih baik dibandingkan mata kiri

a)

OS ditambah S -0.25

b)

OS ditambah S +0.25

c)

OD ditambah S -0.25

d)

OD ditambah S + 0.25

e)

ODS ditambah S + 0.25

17.

Seorang RO melakukan uji bikromatik pada penderita presbyopia dengan status refraksi emmetropia Kemudian penderita diminta untuk mengamati obyek yang ada dalam bikromatik unit tersebut. pasien mengatakan obyek pada warna hijau lebih terang


Apakah kelainan yang dialami pasien tersebut jika lemah terhadap warna merah ?

a)

Deutranomalia

b)

Deutranopsia

c)

Protanomalia

d)

Protanopsia

e)

Trinanopsia

18.

Seorang RO melakukan uji bikromatik pada penderita presbyopia dengan status refraksi emmetropia Kemudian penderita diminta untuk mengamati obyek yang ada dalam bikromatik unit tersebut. pasien mengatakan obyek pada warna hijau lebih terang


Apakah kelainan yang dialami pasien tersebut jika Buta terhadap warna merah ?

a)

Tritanomalia

b)

Protanomalia

c)

Protanopsia

d)

Deutranomalia

e)

Deutranopsia

19.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 50 tahun, dengan hasil anamnesa terdapat bayangan benda seperti melayang


Apakah yang terjadi pada pasien tersebut ?

a)

Halophobia

b)

Floaters

c)

Katarak

d)

Diabetes

e)

Trikhiasis

20.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap klien berusia 48 tahun, dengan hasil anamnesa terdapat bayangan benda seperti ganda


Apakah yang terjadi pada pasien tersebut ?

a)

Floaters

b)

Diplopia

c)

Distorsia

d)

Anisometropia

e)

Low vision

21.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap pasien berusia 30 tahun, dengan dengan hasil pemeriksaan didapatkan ukuran

OD S - 1.25 C - 1.50


Apakah status refraksi pasien tersebut ?

a)

Astigmatismus Hypermetropicus Compositus

b)

Astigmatismus Hypermetropicus Symplex

c)

Astigmatismus Myopicus Compositus

d)

Astigmatismus Myopicus Symplex

e)

Astigmatismus Myxtus

22.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap pasien berusia 30 tahun, dengan dengan hasil pemeriksaan didapatkan ukuran

OD C + 1.00


Apakah status refraksi pasien tersebut ?

a)

Astigmatismus Hypermetropicus Compositus

b)

Astigmatismus Hypermetropicus Symplex

c)

Astigmatismus Myopicus Compositus

d)

Astigmatismus Myopicus Symplex

e)

Astigmatismus Mixtus

23.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap pasien berusia 47 tahun, dengan dengan hasil pemeriksaan didapatkan ukuran

OD S - 2.25 C + 1.50


Apakah status refraksi pasien tersebut ?

a)

Astigmatismus Hypermetropicus Compositus

b)

Astigmatismus Hypermetropicus Symplex

c)

Astigmatismus Myopicus Compositus

d)

Astigmatismus Myopicus Symplex

e)

Astigmatismus Mixtus

24.

Seorang RO Melakukan pemeriksaan refraksi terhadap pasien dengan mengukur bagian belakang permukaan lensa sampai bagian puncak kornea pasien


Apakah yang diukur RO Tersebut?

a)

DV

b)

VD

c)

PD

d)

DP

e)

PP

25.

Seorang Refraksionis Optisien melakukan pemeriksaan refraksi secara subyektif terhadap pasien berusia 30 tahun, dengan dengan hasil pemeriksaan didapatkan ukuran

OD S + 1.25 C + 1.50 x 180


Apakah status refraksi pasien tersebut ?

a)

Astigmatismus Hypermetropicus Compositus Againts The Rule

b)

Astigmatismus Hypermetropicus Compositus With The Rule

c)

Astigmatismus Hypermetropicus Symplex Againts The Rule

d)

Astigmatismus Hypermetropicus Symplex With The Rule

e)

Astigmatismus Mixtus Oblique

26.

Dari hasil anamnesis didapatkan data sebagai berikut: Penderita menyatakan kedua matanya untuk melihat jauh kabur dan melihat dekat terang.


Berdasarkan keluhan utama yang disampaikannya, dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita adalah …

a)

Emetropia

b)

Hypermetropia

c)

Myopia

d)

Presbyopia

27.

Ketika dilakukan anamnesa, penderita menyatakan untuk melihat nampak ganda. Kemudian pemeriksa langsung bertanya ”Hal itu terjadi pada saat melihat dengan satu mata apa dua mata ?”.


Bila penderita menyatakan melihat ganda saat melihat dengan dua mata, maka kemungkinan factor penyebabnya adalah…

a)

Astigmatismus

b)

Heterophoria

c)

Heterotropia

d)

Katarak imatura yang belum merata

28.

Ketika melakukan anamnesa, pemeriksa tidak hanya sekedar ingin mengetahui keluhan utama penderita, tetapi juga latar belakang masalah kesehatan umum lainnya.


Jika penderita menyatakan bahwa dia penderita diabitika, maka kemungkinan status refraksinya akan cenderung berubah menjadi …

a)

Hypermetropia

b)

Myopia

c)

Astigmatismus

d)

Presbyopia

29.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan nyeri tekan.


Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

30.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana pada palpebra penderita nampak adanya suatu benjolan dan hasil palpasi menunjukan tidak nyeri tekan.


Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Hordeolum

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

31.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat membuka dengan sempurna.


Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagopthalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

32.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana palpebra penderita tidak dapat menutup dengan sempurna.


Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Lagoptalmus

b)

Vaskularesasi

c)

Chalazion

d)

Ptosis

33.

Dalam keadaan normal, kornea akan nampak bening/trasparan dan avaskuler.


Bila hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan, dimana terdapat pembuluh darah yang masuk ke kornea, maka keadaan itu akan didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai...

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

34.

Masuknya pembuluh darah ke kornea biasanya disebabkan karena pemakaian lensa kontak yang terlalu ketat, sehingga kornea akan kekurangan oksigin.


Kornea yang kekurangan oksigin itu, dalam istilah medik dikenal sebagai…

a)

Stapiloma Kornea

b)

Ulkus Kornea

c)

Sikatrik Kornea

d)

Hypoxia Kornea

35.

Dalam keadaan normal, pola lengkung permukaan kornea akan nampak menyerupai parabola.


Tetapi, bila dalam inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana lengkung permukaan kornea penderita menyerupai bentuk kerucut, maka dalam kartu catatan medik biasanya didokumentasikan sebagai …

a)

Vaskularesasi

b)

Keratoconus

c)

Kornea Plana

d)

Sikatrik Kornea

36.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 100 x 90° dan segmen dekatnya ODS C + 1.00 x 180°.


Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

37.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan data sebagai berikut : Untuk segmen jauhnya ODS S – 1.00 ^ C – 0.50 x 150° dan segmen dekatnya ODS C + 0.50 x 60°.


Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa adesi dari lensa kacamata penderita adalah …

a)

S + 1.00

b)

S + 1.50

c)

S + 2.00

d)

S + 2.50

38.

Dari hasil pengukuran kacamata lama penderita dengan lensometer didapatkan gambaran sebagai berikut : Ketika mires terjelas pertama didapatkan, power indicator menunjukkan – 2.00.


Pada saat mires terjelas kedua didapatkan, power indicator menunjukkan + 1.00. Bila konfugurasi mires terjelas pertama adalah 90°, maka berapa ukuran lensa tersebut…

a)

S – 2.00 ^ C + 1.00 x 90°

b)

S – 2.00 ^ C + 1.00 x 180°

c)

S – 2.00 ^ C + 3.00 x 90°

d)

S – 2.00 ^ C + 3.00 x 180°

39.

COA (Camera Oculi Anterior) adalah ruangan yang ada didalam bolamata, bagian depan dibatasi oleh kornea dan bagian belakang dibatasi oleh iris. Dalam keadaan normal, posisi iris akan berdiri tegak.


Bila dalam pengamatan iris nampak condong kearah kornea, maka dapat diartikan bahwa COA dangkal. Jika memang terjadi demikian, apa prediksi saudara tentang penyakit yang memberikan tanda adanya COA yang dangkal…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Keratitis

d)

Konjunctivitis

40.

Dari hasil inspeksi/observasi didapatkan suatu keadaan dimana pada COA nampak adanya endapan nanah/pus/exudat.


Keadaan semacam itu biasanya didokumentasikan dalam kartu catatan medik sebagai …

a)

Ablasio Retina

b)

Glaukoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

41.

Lensa kristalin merupakan salah satu komponen system optis bolamata yang bening/transparan dan avaskuler. Karena latar belakangnya yang gelap, maka ketika diamati akan nampak berwarna hitam.


Tetapi, bila dalam pengamatan saudara lensa kristalin tidak nampak berwarna hitam melainkan putih keabu-abuan, maka keadaan itu akan dokumentasikan sebagai…

a)

Katarak

b)

Glaucoma

c)

Hypema

d)

Hypopion

42.

Dalam keadaan normal, pupil akan mengecil ketika mendapatkan rangsangan cahaya kuat dari cahaya flashlight.


Aktifitas pupil mengecil itu sebenarnya merupakan gerak reflex akibat kontrasinya otot…

a)

Muskulus Siliaris

b)

Muskulus Splincter Pupilae

c)

Muskulus Dilitator Pupilae

d)

Muskulus Rektus Superior

43.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria.


Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari temporal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esophoria

44.

Uji Tutup (Cover Test) adalah metode uji untuk mengetahui status kedudukan bolamata penderita, apakah dalam katagori ortophoria ataukah heterophoria.


Bila saudara melakukan cover test dan dalam pengamatan saudara nampak adanya duksi dari Nazal kearah sentral, maka dapat diartikan bahwa klasifikasi status kedudukan bolamata penderita adalah…

a)

Hyperphoria

b)

Hypophoria

c)

Exophoria

d)

Esophoria

45.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter.


Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar merah lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmatismus

46.

Seseorang melakukan uji bikromatik terhadap seorang penderita refraksi anomaly secara monokuler. Jarak antara bikromatik unit dengan penderita 6 meter.


Kemudian pemeriksa bertanya pada penderita ”Coba bandingkan, mana lebih jelas, obyek dengan warna dasar merah, atau obyek dengan warna dasar hijau?” Bila penderita menyatakan obyek dengan warna dasar hijau lebih jelas, maka dapat diprediksi bahwa status refraksi mata penderita yang sedang di uji adalah…

a)

Presbyopia

b)

Myopia

c)

Hypermetropia

d)

Astigmatismus

47.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S - 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk.


Bila terjadi over koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

48.

Uji bikromatik juga dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya under/over koreksi. Dengan lensa koreksi terpasang (OS S + 1.00 = 6/6 dan OS Okluder) pemeriksa melakukan uji bikromatk.


Bila terjadi under koreksi, maka penderita akan menyatakan bahwa obyek dengan warna dasar…..

a)

Merah dan hijau nampak sama terang

b)

Merah dan hijau nampak sama kabur

c)

Merah nampak lebih terang

d)

Hijau nampak lebih terang

49.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 6/30. Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi imperial,


maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/100

b)

OD 20/30

c)

OD 0.50

d)

OD 0.20

50.

Seseorang melakukan uji visus secara monokuler dan didapatkan data sebagai berikut: OD 20/40.


Bila hasil uji visus itu ingin didokumentasikan dalam notasi Amerika, maka yang harus dituliskan dalam kartu catatan medik adalah…

a)

OD 20/40

b)

OD 20/20

c)

OD 0.50

d)

OD 0.40