NEW
Font size
WorksheetsUAS RPL
Total questions: 35
Worksheet time: 35mins
Tanda dan gejala kebersihan diri dapat ditemukan melalui observasi adalah
Rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki dan bau, kuku panjang dan kotor.
Rambut acak-acakan, pakaian kotor dan tidak rapi, pakaian tidak sesuai
Tidak mampu mengambil makan dan minum sendiri dan makan berceceran
BAB dan BAK tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan baik setelah
Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan ditandai dengan peningkatan kemampuan pasien dalam perawatan diri, seperti
Klien mampu melakukan mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan menggunting kuku dengan benar dan bersih
Mengganti pakaian dengan pakaian bersih
Membereskan pakaian kotor
Benar semua
Evaluasi kemampuan keluarga defisit perawatan diri berhasil apabila keluarga dapat.... kecuali
Mengenal masalah yg dirasakan dalam merawat pasien
Menyediakan fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan oleh pasien
Mengajak pasien kesalon kecantikan
Follow up ke Puskesmas, mengenal tanda kambuh dan rujukan
Data subjektif pasien dengan defisit perawatan diri adalah...kecuali
Pasien mengatakan tentang Malas mandi
Pasien Tidak mau menyisir rambut
Gigi bersih
Klien mengatakan sayang kalau kuku dipotong suster
Data Obyektif pasien dengan defisit perawatan diri adalah
Pasien mengatakan tentang Malas mandi
Pasien Tidak mau menyisir rambut
Gigi bersih
Klien mengatakan sayang kalau kuku dipotong suster
Ny Y datang diantar oleh keluarganya karena menolak makan dan mengatakan makan yang disajikan terasa seperti muntahan, nanah dan terasa amis darah. Berdasarkan data diatas Ny Y mengalami halusinasi:
Pendengaran
Penglihatan
Penciuman
Pengecapan
Perabaan
Pengkajian halusinasi yang dilakukan pada terdiri dari unsur-unsur berikut: kecuali
Isi halusinasi
Waktu terjadinya halusinasi
Frekuensi terjadinya halusinasi
Situasi yang menimbulkan halusinasi
Obat yang sering diminum oleh pasien
Pada intervensi keperawatan, perawat melatih Ny Yuni untuk mengatakan, “Saya tidak mau dengar! Kamu tidak ada!” adalah salah satu cara mengontrol halusinasi dengan
Menghardik halusinasi
Bercakap-cakap dengan orang lain
Melakukan aktivitas yang terarah
Menggunakan obat secara teratur
Meningkatkan kontak dengan realita
Sejak Kecil Tn A mengatakan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua, orang tua selalu membeda-bedakan Tn A dengan kakak dan adiknya serta selalu dikatakan bahwa Tn A anak yang membawa sial bagi keluarga. Berdasarkan data diatas, predisiposisi Tn A mengalami gangguan Jiwa karena faktor
Genetik
Biologis
Psikologis
Neurobiologis
Neuro Transmiter
Tindakan keperawatan yang pertama harus dilakukan oleh perawat ketika bertemu dengan Ny I dan keluarga adalah
Mengajarkan aktifitas yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol halusinasi
Menjelaskan tentang system pendukung yang ada di lingkungan
Mengajarkan keluarga tentang halusinasi
Menjelaskan tentang cara menghardik
Menjelaskan tentang obat
Berikut adalah salah satu tMahasiswa obyektif dari pasien dengan perilaku kekerasan….
Muka memerah, suara keras dan tinggi
Pasien mengatakan ingin memukul orang lain
Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah
Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari
B. Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan
Keberhasilan tindakan keperawatan pada pasien perilaku kekerasan untuk intervensi obat adalah: bila pasien mampu….
Muka memerah, suara keras dan tinggi
Pasien mengatakan ingin memukul orang lain
Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah
Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari
Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan
Keberhasilan tindakan keperawatan bila keluarga mampu….
Muka memerah, suara keras dan tinggi
Pasien mengatakan ingin memukul orang lain
Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah
Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari
Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan
Penyuluhan yang harus dilakukan perawat terhadap keluarga dalam merawat pasien dengan risiko perilaku kekerasan adalah kecuali….
Tanda dan gejala kekambuhan pasien yang memerlukan rujukan segera ke RS atau puskesmas
Pentingnya keteraturan kunjungan ke puskesmas atau RS
Merawat pasien dengan risiko perilaku kekerasan
Mampu berinteraksi dengan pasien
Tanda dan gejala ketergantungan obat
Berikut ini adalah berbagai cara untuk mengontrol perilaku kekerasan kecuali….
Secara sosial/verbal: meminta, menolak, dan mengungkapkan perasaan dengan cara baik
Secara fisik: tarik nafas dalam dan pukul bantal/kasur
Minum obat secara teratur
Secara spiritual: berdoa
Pergi ke dukun
Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di ruang rawat inap kls II rumah sakit jiwa. Klien dibawa oleh keluarganya karena ia sering mengamuk di rumah apabila keinginannya tidak terpenuhi. Saat ini ia sudah berada di rumah sakit jiwa selama 2 bulan dengan masalah keperawatannya saat ini adalah risiko perilaku kekerasan. Oleh tim perawat yang bertugas merawatnya, saat ini ia sudah dilakukan intervensi strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pertemuan yang ke dua.
Apakah focus intervensi berdasarkan kasus di atas?
Teknis nafas dalam dan batuk efektif
Mengontrol marah dengan refreshing
Cara marah secara visual dan non visual
Aktivitas fisik, memukul benda yang lunak
Melatih klien untuk minum obat secara mandiri
Seorang laki-laki berusia 20 tahundatang ke RSJ dengan muka marah, tegang, pandangan tajam, mengatupkan rahang dengan kuat, mengepalkan tangan, jalan mondar-mandir, bicara kasar, mengancam secara verbal atau fisi, pasien tampak bicara sendiri, rambut acak-acakan.
Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk pasien pada kasus di atas?
Defisit perawatan diri: berhias
Resiko perilaku kekerasan
Halusinasi pendengaran
Isolasi sosial
Amuk
Seorang laki-laki usia 35 tahun dibawa oleh Petugas Keamanan ke RSJ karena sering mengamuk. Saat dikaji tiga hari setelah itu pasien menunjukkan tatapan mata tajam, tangan mengepal, dan sering mengancam. Hasil pengkajian satu minggu sebelum sebelum di bawa ke RSJ pasien ditinggalkan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas
Apakah masalah keperawatan utama berdasarkan kasus di atas ?
Gangguan Konsep diri ;Harga Diri Rendah
Gangguan sensory persepsi; Halusinasi
Resiko Perilaku Kekerasan
Perilaku Kekerasan
Isolasi Sosial
Seorang laki-laki usia 45 tahun dibawa oleh Petugas Keamanan ke RSJ karena sering mengamuk. Saat dikaji tiga hari setelah itu pasien tampak tatapan mata tajam, tangan mengepal, dan sering mengancam. dari hasil pengkajian satu minggu sebelum pasien ditinggalkan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Apakah intervensi keperawatan pertama yang harus dilakukan berdasarkan kasus diatas?
Ajak untuk berbincang-bincang
Ajarkan cara mengontrol halusinasi
Identifikasi penyebab Perilaku Kekerasan
Identifikasi isi hallusinasi, dan perasaannya
Diskusikan akibat dari isolasi yang dilakukan
Seorang laki laki usia 50 tahun dirawat di Ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Barat dengan keluhan mengamuk dan meresahkan lingkungan. Pada saat dilakukan pengkajian pasien masih sering bicara dengan suara keras, dan mudah tersinggung.
Apakah latihan fisik pertama yang tepat di latih pada pasien tersebut?
Latih mengungkapkan rasa marah secara verbal
Latih pasien minum obat secara teratur
Diskusikan masalah dalam merawat
Buat jadwal latihan berdoa
Tarik nafas dalam
Tn. D (38 tahun) dirawat di RS jiwa sudah 21 hari. Saat dikaji dihari ke 10 Tn. D tidak mau berbicara dan tidak mempertahankan kontak mata saat interaksi. Namun setelah interaksi 8 kali interaksi dengan perawat. Tn D sudah mulai berbicara walaupun masih belum bisa mempertahankan kontak mata.
Apakah jenis terapi aktivitas kelompok (TAK) yang dapat diberikan klien tersebut?
TAK sosialisasi
TAK orientasi realita
TAK stimulasi sensori
TAK stimulasi persepsi
TAK peningkatan harga diri
Ny. R. 35 tahun mengalami harga diri rendah kronis, pada saat dikaji penampilan kotor, pasien menggelengkan kepala saat ditanya sudah mandi atau belum, rambut kotor dan acak – acakan, badan bau, kuku kotor, dan tercium bau pesing di kamar mandi.
Apakah intervensi yang tepat pada kasus di atas ?
Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
Menjelaskan alat – alat untuk menjaga kebersihan diri
Menjelaskan cara – cara melakukan kebersihan diri
Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri
Melatih pasien berdandan dan berhias
Seorang laki-laki berumur 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, klien tampak diam saja dan pandangan mata tidak fokus. Penampilan klien tidak rapi, rambut kotor dan kuku panjang.
Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien?
Defisit Perawatan diri
Perilaku Kekerasan
Harga Diri Rendah
Halusinasi
Delusi
Seorang wanita berumur 45 tahun sudah 3 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena menderita Bipolar Disorder. Pasien berpenampilan tidak rapi, rambut kotor, kuku panjang dan badan bau. Pasien BAB dan BAK di sembarang tempat. Pasien mengurung diri di kamar dan tidak mau berbicara dengan orang lain.
Manakah yang bukan merupakan tugas perawat jiwa pelaksana?
Membina hubungan saling percaya dengan pasien
Melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien
Mencukur rambut dan membantu dalam berdandan
Membantu pasien untuk mandi dan berpakaian
melakukan analisis kebutuhan alat kebersihan pasien perbulan
Seorang laki-laki berumur 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis Skizofrenia, pasien tampak berbicara sendiri, pandangan mata tidak fokus. Pasien mengatakan dia sedang berbicara dengan kakeknya yang sudah meninggal.
Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien?
Resiko Perilaku Kekerasan
Perilaku Kekerasan
Halusinasi
Delusi
Harga Diri Rendah
Seorang laki-laki berumur 22 tahun sudah 15 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, ia mengatakan sering mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk memukul seseorang. Ketika ditanya apakah pasien sedang sakit, pasien mengatakan bahwa dia sakit kepala dan sakit perut.
Manakah pernyataan yang sesuai dengan kondisi pasien?
Pasien tidak menderita halusinasi
Pasien belum minum obat
Pasien menolak minum obat
Pasien belum mengenal Halusinasi
Pasien belum mampu menghardik
Seorang laki-laki berumur 24 tahun sudah 4 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, ia mengatakan dahulu mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk memukul seseorang. Pasien menuruti perintah suara tersebut dan membuat keributan dengan melempar batu ke kaca rumah tetangganya.
Manakah tindakan keperawatan yang dilakukan perawat pertama kali pada pasien tersebut?
Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
Membantu pasien mengenal halusinais
Membantu pasien minum obat anti psikotik
Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap
Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan beraktivitas
Seorang perempuan berumur 35 tahun dirawat di RSJ sejak 2 hari yang lalu dengan alasan masuk mengamuk, merusak lingkungan dan tidak mengurus diri. Pasien mengatakan tidak mampu menjadi ibu yang baik dan tidak berdaya melakukan apapun. Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang ingin membunuhnya. Suara-suara itu sangat menakutkan sehingga membuat pasien kesal, ingin memukul dan melempar barang-barang agar suara tersebut hilang. Dari observasi didapat data pasien tampak kotor dan acak-acakan, selalu menyendiri duduk di pojok atau tiduran di tempat tidur, kadang-kadang klien mondar mandir dan berbicara sendiri.
Apakah implementasi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri, mandi dan berhias
Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien
Membantu pasien mengenali halusinasi dan mengontrol halusinasi
Membantu pasien mengenal manfaat berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.
Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik, verbal, spiritual dan obat-obatan
Seorang perempuan berumur 26 tahun dirawat di RSJ. Hasil pengkajian sudah 1 minggu pasien tidak mau mandi, badan kotor dan bau, makan berantakan, BAB dan BAK tidak pada tempatnya.
Apakah masalah keperawatan utama pada pasien?
Harga Diri Rendah
Gangguan Citra Tubuh
Defisit perawatan diri
Ketidakseimbangan Nutrisi
Perubahan Penampilan Peran
Seorang laki-laki berumur 32 tahun dibawa oleh keluarganya ke RS Jiwa dikarenakan suka keluyuran, sejak tiga hari yang lalu susah untuk tidur malam, terlihat pasien tertawa dan bicara sendiri. Ketika ditanya, pasien mengatakan ada suara-suara dari nenek moyangnya yang menyuruhnya untuk jalan-jalan.
Apakah masalah keperawatan pada pasien?
Halusinasi
Isolasi sosial
Harga diri rendah
Resiko bunuh diri
Resiko Perilaku kekerasan
Seorang perempuan berumur 27 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Pasien tampak berjalan mondar-mandir sambil berbicara sendiri, kadang-kadang pasien tersenyum sendiri dan menutup telinganya sambil berteriak “pergi kamu, aku nggak mau dengar, kamu suara palsu, jangan ganggu aku”.
Apakah tindakan lanjutan yang dilakukan pada pasien?
Melatih pasien menghardik
Mengajak pasien bercakap - cakap
Mengajarkan tehnik bercakap-cakap
Melatih melakukan kegiatan secara teratur
Mengajarkan minum obat dengan prinsip 5B
Seorang laki-laki usia 41 tahun di rawat di rumah sakit jiwa karena menurut pengakuan keluarga pasien memecahkan kaca jendela dengan di tinju dan memukul ibunya. Pada saat di lakukan pengkajian oleh perawat D di dapatkan data bahwa pasien terlihat melamun mematung, pasien terlihat bibirnya bergerak gerak saat melamun, pasien sudah bisa mengontrol halusinasinya.
Apakah rencana tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?
Latih mengontrol halusinasinya
Latih cara mengatasi prilaku kekerasan
Latih cara fisik " tarik napas dalam
Latih cara "pukul kasur bantal
Ajarkan cara minum obat
Seorang laki-laki berusia 18 tahun merasa malu karena tidak memiliki motor seperti teman sekolahnya. Klien meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan sepeda motor karena diejek sama temannya. Saat perawat mengkaji klien, didapatkan data subjektif bahwa klien berpikir teman-temannya akan terus mengejeknya. Perawat akan melakukan intervensi Manajemen Perilaku pada klien.
Apakah Tindakan Observasi pada kasus diatas ?
Identifikasi harapan untuk mengendalikan perilaku
Identifikasi budaya, ras, jenis kelamin, dan usia terhadap harga diri
Monitor verbalisasi yang merendahkan diri sendiri
Monitor tingkat harga diri setiap waktu sesuai kebutuhan
Identifikasi metode penyelesaian masalah
Seorang perempuan usia 25 tahun dirawat di RSJ. Dari pengkajian, klien tampak duduk dengan tatapan kosong di sudut tempat tidurnya, penampilan tidak rapi, bicara dan tersenyum sendiri, mulut komat kamit dan malas berinteraksi dengan orang lain.
Apa tindakan pertama perawat pada kasus di atas?
Identifikasi penyebab menarik diri
Latih berdandan
Bantu mengenal halusinasi
Bina hubungan saling percaya
Latih berinteraksi secara bertahap
Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena menderita skizofrenia, klien tampak diam saja pandangan mata tidak fokus. Penampilan klien kurang rapih. Rambut dan kuku panjang. Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien ini
Defisit Perawatan Diri
Perilaku Kekerasan
Halusinasi
Delusi
Harga Diri Rendah
