wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS RPL

Total questions: 35

Worksheet time: 35mins

Name
Class
Date
1.

Tanda dan gejala kebersihan diri dapat ditemukan melalui observasi adalah

a)

Rambut kotor, gigi kotor, kulit berdaki dan bau, kuku panjang dan kotor.

b)

Rambut acak-acakan, pakaian kotor dan tidak rapi, pakaian tidak sesuai

c)

Tidak mampu mengambil makan dan minum sendiri dan makan berceceran

d)

BAB dan BAK tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan baik setelah

2.

Keberhasilan pemberian asuhan keperawatan ditandai dengan peningkatan kemampuan pasien dalam perawatan diri, seperti

a)

Klien mampu melakukan mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan menggunting kuku dengan benar dan bersih

b)

Mengganti pakaian dengan pakaian bersih

c)

Membereskan pakaian kotor

d)

Benar semua

3.

Evaluasi kemampuan keluarga defisit perawatan diri berhasil apabila keluarga dapat.... kecuali

a)

Mengenal masalah yg dirasakan dalam merawat pasien

b)

Menyediakan fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan oleh pasien

c)

Mengajak pasien kesalon kecantikan

d)

Follow up ke Puskesmas, mengenal tanda kambuh dan rujukan

4.

Data subjektif pasien dengan defisit perawatan diri adalah...kecuali

a)

Pasien mengatakan tentang Malas mandi

b)

Pasien Tidak mau menyisir rambut

c)

Gigi bersih

d)

Klien mengatakan sayang kalau kuku dipotong suster

5.

Data Obyektif pasien dengan defisit perawatan diri adalah

a)

Pasien mengatakan tentang Malas mandi

b)

Pasien Tidak mau menyisir rambut

c)

Gigi bersih

d)

Klien mengatakan sayang kalau kuku dipotong suster

6.

Ny Y datang diantar oleh keluarganya karena menolak makan dan mengatakan makan yang disajikan terasa seperti muntahan, nanah dan terasa amis darah. Berdasarkan data diatas Ny Y mengalami halusinasi:

a)

Pendengaran

b)

Penglihatan

c)

Penciuman

d)

Pengecapan

e)

Perabaan

7.

Pengkajian halusinasi yang dilakukan pada terdiri dari unsur-unsur berikut: kecuali

a)

Isi halusinasi

b)

Waktu terjadinya halusinasi

c)

Frekuensi terjadinya halusinasi

d)

Situasi yang menimbulkan halusinasi

e)

Obat yang sering diminum oleh pasien

8.

Pada intervensi keperawatan, perawat melatih Ny Yuni untuk mengatakan, “Saya tidak mau dengar! Kamu tidak ada!” adalah salah satu cara mengontrol halusinasi dengan

a)

Menghardik halusinasi

b)

Bercakap-cakap dengan orang lain

c)

Melakukan aktivitas yang terarah

d)

Menggunakan obat secara teratur

e)

Meningkatkan kontak dengan realita

9.

Sejak Kecil Tn A mengatakan tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua, orang tua selalu membeda-bedakan Tn A dengan kakak dan adiknya serta selalu dikatakan bahwa Tn A anak yang membawa sial bagi keluarga. Berdasarkan data diatas, predisiposisi Tn A mengalami gangguan Jiwa karena faktor

a)

Genetik

b)

Biologis

c)

Psikologis

d)

Neurobiologis

e)

Neuro Transmiter

10.

Tindakan keperawatan yang pertama harus dilakukan oleh perawat ketika bertemu dengan Ny I dan keluarga adalah

a)

Mengajarkan aktifitas yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol halusinasi

b)

Menjelaskan tentang system pendukung yang ada di lingkungan

c)

Mengajarkan keluarga tentang halusinasi

d)

Menjelaskan tentang cara menghardik

e)

Menjelaskan tentang obat

11.

Berikut adalah salah satu tMahasiswa obyektif dari pasien dengan perilaku kekerasan….

a)

Muka memerah, suara keras dan tinggi

b)

Pasien mengatakan ingin memukul orang lain

c)

Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah

d)

Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari

e)

B. Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan

12.

Keberhasilan tindakan keperawatan pada pasien perilaku kekerasan untuk intervensi obat adalah: bila pasien mampu….

a)

Muka memerah, suara keras dan tinggi

b)

Pasien mengatakan ingin memukul orang lain

c)

Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah

d)

Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari

e)

Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan

13.

Keberhasilan tindakan keperawatan bila keluarga mampu….

a)

Muka memerah, suara keras dan tinggi

b)

Pasien mengatakan ingin memukul orang lain

c)

Keluarga mengatakan pasien baru saja merusak barang-barang dirumah

d)

Keluarga membuatkan jadwal kegiatan pasien sehari-hari

e)

Pasien mengatakan telah minum obat sesuai aturan

14.

Penyuluhan yang harus dilakukan perawat terhadap keluarga dalam merawat pasien dengan risiko perilaku kekerasan adalah kecuali….

a)

Tanda dan gejala kekambuhan pasien yang memerlukan rujukan segera ke RS atau puskesmas

b)

Pentingnya keteraturan kunjungan ke puskesmas atau RS

c)

Merawat pasien dengan risiko perilaku kekerasan

d)

Mampu berinteraksi dengan pasien

e)

Tanda dan gejala ketergantungan obat

15.

Berikut ini adalah berbagai cara untuk mengontrol perilaku kekerasan kecuali….

a)

Secara sosial/verbal: meminta, menolak, dan mengungkapkan perasaan dengan cara baik

b)

Secara fisik: tarik nafas dalam dan pukul bantal/kasur

c)

Minum obat secara teratur

d)

Secara spiritual: berdoa

e)

Pergi ke dukun

16.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun, dirawat di ruang rawat inap kls II rumah sakit jiwa. Klien dibawa oleh keluarganya karena ia sering mengamuk di rumah apabila keinginannya tidak terpenuhi. Saat ini ia sudah berada di rumah sakit jiwa selama 2 bulan dengan masalah keperawatannya saat ini adalah risiko perilaku kekerasan. Oleh tim perawat yang bertugas merawatnya, saat ini ia sudah dilakukan intervensi strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pertemuan yang ke dua.

Apakah focus intervensi berdasarkan kasus di atas?

a)

Teknis nafas dalam dan batuk efektif

b)

Mengontrol marah dengan refreshing

c)

Cara marah secara visual dan non visual

d)

Aktivitas fisik, memukul benda yang lunak

e)

Melatih klien untuk minum obat secara mandiri

17.

Seorang laki-laki berusia 20 tahundatang ke RSJ dengan muka marah, tegang, pandangan tajam, mengatupkan rahang dengan kuat, mengepalkan tangan, jalan mondar-mandir, bicara kasar, mengancam secara verbal atau fisi, pasien tampak bicara sendiri, rambut acak-acakan.

Apakah diagnosis keperawatan yang tepat untuk pasien pada kasus di atas?

a)

Defisit perawatan diri: berhias

b)

Resiko perilaku kekerasan

c)

Halusinasi pendengaran

d)

Isolasi sosial

e)

Amuk

18.

Seorang laki-laki usia 35 tahun dibawa oleh Petugas Keamanan ke RSJ karena sering mengamuk. Saat dikaji tiga hari setelah itu pasien menunjukkan tatapan mata tajam, tangan mengepal, dan sering mengancam. Hasil pengkajian satu minggu sebelum sebelum di bawa ke RSJ pasien ditinggalkan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas

Apakah masalah keperawatan utama berdasarkan kasus di atas ?

a)

Gangguan Konsep diri ;Harga Diri Rendah

b)

Gangguan sensory persepsi; Halusinasi

c)

Resiko Perilaku Kekerasan

d)

Perilaku Kekerasan

e)

Isolasi Sosial

19.

Seorang laki-laki usia 45 tahun dibawa oleh Petugas Keamanan ke RSJ karena sering mengamuk. Saat dikaji tiga hari setelah itu pasien tampak tatapan mata tajam, tangan mengepal, dan sering mengancam. dari hasil pengkajian satu minggu sebelum pasien ditinggalkan istrinya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

Apakah intervensi keperawatan pertama yang harus dilakukan berdasarkan kasus diatas?

a)

Ajak untuk berbincang-bincang

b)

Ajarkan cara mengontrol halusinasi

c)

Identifikasi penyebab Perilaku Kekerasan

d)

Identifikasi isi hallusinasi, dan perasaannya

e)

Diskusikan akibat dari isolasi yang dilakukan

20.

Seorang laki laki usia 50 tahun dirawat di Ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Barat dengan keluhan mengamuk dan meresahkan lingkungan. Pada saat dilakukan pengkajian pasien masih sering bicara dengan suara keras, dan mudah tersinggung.

Apakah latihan fisik pertama yang tepat di latih pada pasien tersebut?

a)

Latih mengungkapkan rasa marah secara verbal

b)

Latih pasien minum obat secara teratur

c)

Diskusikan masalah dalam merawat

d)

Buat jadwal latihan berdoa

e)

Tarik nafas dalam

21.

Tn. D (38 tahun) dirawat di RS jiwa sudah 21 hari. Saat dikaji dihari ke 10 Tn. D tidak mau berbicara dan tidak mempertahankan kontak mata saat interaksi. Namun setelah interaksi 8 kali interaksi dengan perawat. Tn D sudah mulai berbicara walaupun masih belum bisa mempertahankan kontak mata.

Apakah jenis terapi aktivitas kelompok (TAK) yang dapat diberikan klien tersebut?

a)

TAK sosialisasi

b)

TAK orientasi realita

c)

TAK stimulasi sensori

d)

TAK stimulasi persepsi

e)

TAK peningkatan harga diri

22.

Ny. R. 35 tahun mengalami harga diri rendah kronis, pada saat dikaji penampilan kotor, pasien menggelengkan kepala saat ditanya sudah mandi atau belum, rambut kotor dan acak – acakan, badan bau, kuku kotor, dan tercium bau pesing di kamar mandi.

Apakah intervensi yang tepat pada kasus di atas ?

a)

Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri

b)

Menjelaskan alat – alat untuk menjaga kebersihan diri

c)

Menjelaskan cara – cara melakukan kebersihan diri

d)

Melatih pasien mempraktikkan cara menjaga kebersihan diri

e)

Melatih pasien berdandan dan berhias

23.

Seorang laki-laki berumur 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, klien tampak diam saja dan pandangan mata tidak fokus. Penampilan klien tidak rapi, rambut kotor dan kuku panjang.

Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien?

a)

Defisit Perawatan diri

b)

Perilaku Kekerasan

c)

Harga Diri Rendah

d)

Halusinasi

e)

Delusi

24.

Seorang wanita berumur 45 tahun sudah 3 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena menderita Bipolar Disorder. Pasien berpenampilan tidak rapi, rambut kotor, kuku panjang dan badan bau. Pasien BAB dan BAK di sembarang tempat. Pasien mengurung diri di kamar dan tidak mau berbicara dengan orang lain.

Manakah yang bukan merupakan tugas perawat jiwa pelaksana?

a)

Membina hubungan saling percaya dengan pasien

b)

Melakukan komunikasi terapeutik dengan pasien

c)

Mencukur rambut dan membantu dalam berdandan

d)

Membantu pasien untuk mandi dan berpakaian

e)

melakukan analisis kebutuhan alat kebersihan pasien perbulan

25.

Seorang laki-laki berumur 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis Skizofrenia, pasien tampak berbicara sendiri, pandangan mata tidak fokus. Pasien mengatakan dia sedang berbicara dengan kakeknya yang sudah meninggal.

Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien?

a)

Resiko Perilaku Kekerasan

b)

Perilaku Kekerasan

c)

Halusinasi

d)

Delusi

e)

Harga Diri Rendah

26.

Seorang laki-laki berumur 22 tahun sudah 15 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, ia mengatakan sering mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk memukul seseorang. Ketika ditanya apakah pasien sedang sakit, pasien mengatakan bahwa dia sakit kepala dan sakit perut.

Manakah pernyataan yang sesuai dengan kondisi pasien?

a)

Pasien tidak menderita halusinasi

b)

Pasien belum minum obat

c)

Pasien menolak minum obat

d)

Pasien belum mengenal Halusinasi

e)

Pasien belum mampu menghardik

27.

Seorang laki-laki berumur 24 tahun sudah 4 hari dirawat di Rumah Sakit Jiwa dengan diagnosa medis skizofrenia, ia mengatakan dahulu mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk memukul seseorang. Pasien menuruti perintah suara tersebut dan membuat keributan dengan melempar batu ke kaca rumah tetangganya.

Manakah tindakan keperawatan yang dilakukan perawat pertama kali pada pasien tersebut?

a)

Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

b)

Membantu pasien mengenal halusinais

c)

Membantu pasien minum obat anti psikotik

d)

Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap

e)

Membantu pasien mengontrol halusinasi dengan beraktivitas

28.

Seorang perempuan berumur 35 tahun dirawat di RSJ sejak 2 hari yang lalu dengan alasan masuk mengamuk, merusak lingkungan dan tidak mengurus diri. Pasien mengatakan tidak mampu menjadi ibu yang baik dan tidak berdaya melakukan apapun. Pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang ingin membunuhnya. Suara-suara itu sangat menakutkan sehingga membuat pasien kesal, ingin memukul dan melempar barang-barang agar suara tersebut hilang. Dari observasi didapat data pasien tampak kotor dan acak-acakan, selalu menyendiri duduk di pojok atau tiduran di tempat tidur, kadang-kadang klien mondar mandir dan berbicara sendiri.

Apakah implementasi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

a)

Melatih pasien cara perawatan kebersihan diri, mandi dan berhias

b)

Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien

c)

Membantu pasien mengenali halusinasi dan mengontrol halusinasi

d)

Membantu pasien mengenal manfaat berhubungan dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.

e)

Membantu pasien latihan mengendalikan perilaku kekerasan dengan cara fisik, verbal, spiritual dan obat-obatan

29.

Seorang perempuan berumur 26 tahun dirawat di RSJ. Hasil pengkajian sudah 1 minggu pasien tidak mau mandi, badan kotor dan bau, makan berantakan, BAB dan BAK tidak pada tempatnya.

Apakah masalah keperawatan utama pada pasien?

a)

Harga Diri Rendah

b)

Gangguan Citra Tubuh

c)

Defisit perawatan diri

d)

Ketidakseimbangan Nutrisi

e)

Perubahan Penampilan Peran

30.

Seorang laki-laki berumur 32 tahun dibawa oleh keluarganya ke RS Jiwa dikarenakan suka keluyuran, sejak tiga hari yang lalu susah untuk tidur malam, terlihat pasien tertawa dan bicara sendiri. Ketika ditanya, pasien mengatakan ada suara-suara dari nenek moyangnya yang menyuruhnya untuk jalan-jalan.

Apakah masalah keperawatan pada pasien?

a)

Halusinasi

b)

Isolasi sosial

c)

Harga diri rendah

d)

Resiko bunuh diri

e)

Resiko Perilaku kekerasan

31.

Seorang perempuan berumur 27 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Pasien tampak berjalan mondar-mandir sambil berbicara sendiri, kadang-kadang pasien tersenyum sendiri dan menutup telinganya sambil berteriak “pergi kamu, aku nggak mau dengar, kamu suara palsu, jangan ganggu aku”.

Apakah tindakan lanjutan yang dilakukan pada pasien?

a)

Melatih pasien menghardik

b)

Mengajak pasien bercakap - cakap

c)

Mengajarkan tehnik bercakap-cakap

d)

Melatih melakukan kegiatan secara teratur

e)

Mengajarkan minum obat dengan prinsip 5B

32.

Seorang laki-laki usia 41 tahun di rawat di rumah sakit jiwa karena menurut pengakuan keluarga pasien memecahkan kaca jendela dengan di tinju dan memukul ibunya. Pada saat di lakukan pengkajian oleh perawat D di dapatkan data bahwa pasien terlihat melamun mematung, pasien terlihat bibirnya bergerak gerak saat melamun, pasien sudah bisa mengontrol halusinasinya.

Apakah rencana tindakan keperawatan selanjutnya pada kasus tersebut?

a)

Latih mengontrol halusinasinya

b)

Latih cara mengatasi prilaku kekerasan

c)

Latih cara fisik " tarik napas dalam

d)

Latih cara "pukul kasur bantal

e)

Ajarkan cara minum obat

33.

Seorang laki-laki berusia 18 tahun merasa malu karena tidak memiliki motor seperti teman sekolahnya. Klien meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan sepeda motor karena diejek sama temannya. Saat perawat mengkaji klien, didapatkan data subjektif bahwa klien berpikir teman-temannya akan terus mengejeknya. Perawat akan melakukan intervensi Manajemen Perilaku pada klien.

Apakah Tindakan Observasi pada kasus diatas ?

a)

Identifikasi harapan untuk mengendalikan perilaku

b)

Identifikasi budaya, ras, jenis kelamin, dan usia terhadap harga diri

c)

Monitor verbalisasi yang merendahkan diri sendiri

d)

Monitor tingkat harga diri setiap waktu sesuai kebutuhan

e)

Identifikasi metode penyelesaian masalah

34.

Seorang perempuan usia 25 tahun dirawat di RSJ. Dari pengkajian, klien tampak duduk dengan tatapan kosong di sudut tempat tidurnya, penampilan tidak rapi, bicara dan tersenyum sendiri, mulut komat kamit dan malas berinteraksi dengan orang lain.

Apa tindakan pertama perawat pada kasus di atas?

a)

Identifikasi penyebab menarik diri

b)

Latih berdandan

c)

Bantu mengenal halusinasi

d)

Bina hubungan saling percaya

e)

Latih berinteraksi secara bertahap

35.

Seorang laki-laki berusia 22 tahun dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena menderita skizofrenia, klien tampak diam saja pandangan mata tidak fokus. Penampilan klien kurang rapih. Rambut dan kuku panjang. Manakah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien ini

a)

Defisit Perawatan Diri

b)

Perilaku Kekerasan

c)

Halusinasi

d)

Delusi

e)

Harga Diri Rendah