NEW
Font size
Worksheetsppg 2019
Total questions: 66
Worksheet time: 33mins
Anak yang memiliki kecederungan unggul dan mampu dalam memanipulasi objek dan senang serta terampil dalam latihan-latihan fisik. Ini merupakan ceminan anak memiliki dominan kecerdasan
Kecerdasan tubuh-kinestetik ( bodily and kinesthetic )
Kecerdasan spasial ( visual )
Kecerdasan verbal ( linguistic)
Kecerdasan music ( musical )
Kecerdasan matematika ( logical mathematical
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan remaja adalah, kecuali
Status ekonomi keluarga
Kematangan anak
Keterampilan Gerak
Pola hidup keluarga
Tingkat pendidikan
Interaksi sosial akan dapat memudahkan perkembangan anak, sesuai dengan teori Vygotsky yang menggambarkan adanya daerah perkembangan proksimal atau Zone of Proximal Development (ZPD) yang berarti
Interaksi soial perlu direncanakan dalam pengbangan potensi anak
Anak dalam pengebangan potensinya perlu bantuan ahli atau teman yang lebih tahu
Pembelajaran yang mensyaratkan keterlibatan peserta didik
Anak sudah memiliki kemampuan yang mendasar
Anak dalam pengembangan potensi sudah dibawa sejak lahir
Peningkatan kapasitas fungsi dan kemampuan kerja organ-organ tubuh seperti kerja system peredaran darah, pernapasan dan lain sebagainya merupakan ciri khas dari
Perkembangan
Emosional
Pertumbuhan
Kematangan
Penuaan
Peningkatan ukuran tubuh seprti bertambahnya tinggi dan berat badan, sebagai hasil penyempurnaan bagian-bagian tubuh merupakan proses
Penuaan
Kematangan
Perkembangan
Emosional
Pertumbuhan
Perkembangan kemampuan fisik berkaitan dengan keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan
Koordinasi antara syaraf dan otak
Koordinasi antara mata dan tangan
Koordinasi antara pikiran dan perasaan
Koordinasi antara panca indra dan angota gerak
Koordinasi antara mata dan kaki
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian, pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas. Lebih dominan dipengaruhi oleh
Pendidikan dan Latihan di klub olahraga
Pendidikan formal (sekolah)
Pemusatan latihan olahraga
Pendidikan keluarga
Pendidikan di masyarakat
Proses pengoperasian ilmu yang normatif, proses sosialisasi anak yang terarah, akan memberikan warna kehidupan anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang, merupakan ciri yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dari faktor
Keluarga
Kematangan anak
Pendidikan
Status ekonomi keluarga
Kemampuan mental
Proses penurunan fungsi kualitas organik dari tubuh manusia yang diakibatkan karena bertambah usia merupakan proses
Kematangan
Penuaan
Pertumbuhan
Perkembangan
Emosional
Terbukanya karakteristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu selanjutnya melakukan latihan dan usaha, merupakan prinsip perkembangan
Semua individu berbeda
Mengikuti Pola Tertentu yang Dapat Diramalkan
Dasar-dasar permulaan adalah sikap kritis
Peran kematangan dan belajar
Setiap Perkembangan Mempunyai Perilaku Karateristik
Anak laki-laki dan perempuan memiliki tinggi badan sekitar 44 sampai 60 inci (111,8-152,4 cm) dan memiliki berat badan 44 sampai 90 pounds (20.0-40.8 kg) menunjukkan karakteristik perkembangan anak dari ranah
Fisik
Fisik dan Gerak
Afektif
Gerak
Kognitif.
Aspek fungsi yang lebih dominan keterlibatanya dalam proses belajar gerak adalah aspek aspek
Motorik
Kognitif
Emosi
Psikomotor
Fisik
Belajar gerak adalah suatu proses yang dilibatkan dalam melakukan gerak dan penyaringan/seleksi suatu keterampilan motoric dengan mengaitkan ilmu motor learning dan motor control sebagai
Alat perantaranya
Materi proses pelaksanaannya
Tujuan belajar gerak
Konsep keterampilan motorik
Hasil Akhir belajar gerak
Dalam kegiatan belajar gerak, seseorang telah mampu melakukan gerakan-gerakan dalam bentuk rangkaian yang tidak tersendat-sendat pelaksanaannya merupakan fase belajar
Fisik
Asosiasi
Kognitif
Afektif
Otonom
Fase perkembangan gerak menurut gallahue yang di kelompokkan dalam usia dan tugas perkembangan gerak. pemantapan/pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari merupakan tahap perkembangan motorik usia
Question 5 options:
11 tahun sampai 12 tahun
13 tahun sampai 14 tahun
14 tahun ke atas.
6 tahun sampai 7 tahun
7 tahun sampai 10 tahun
Gerakan keterampilan ada yang dengan mudah dapat diketahui bagian awal dan bagian akhir dari gerakannya, tetapi ada juga yang susah diketahui, salah satu adalah gerak kontinyu. Yang termasuk pada gerak kontinyu adalah
Meroda
Guling ke Depan
Lempar Cakram
Tenis Meja
Lompat Tinggi
Keterampilan gerak yang agal melibatkan bagian-bagian tubuh secara keseluruhan, contohnya gerakan loncat tinggi dan lempar lembing merupakan
Gerak Agal
Gerak Serial
Gerak Diskret
Gerak Kontinyu
Gerak Halus
Suatu proses pencapaian perubahan prilaku yang berlangsung secara internal dan tidak dapat dilihat secara langsung merupakan
Konsep belajar
Belajar
Tahapan belajar
Pembelajaran
Belajar Gerak
Untuk menguasai suatu keterampilan gerak, seorang harus melalui beberapa tahapan belajar gerak, secara sistematik terjadi perubahan kemampuan dalam penguasaan keterampilan gerak akibat adanya proses belajar gerak. Fit dan posner mengemukakan bahwa proses belajar terjadi melewati fase-fase
Otonom, Asositif dan kognitif
Kognitif, koopertif dan Aktif
Asosiatif, Kognitif, dan Otonom
Asosiatif, otonom,dan. kognitif
Kognitif. Asosiatif dan Otonom
Untuk meningkatkan keterlibatan didalam rentang keterampilan dan aktivitas yang luas, diperlukan pengembangan pembelajaran gerak melalui
Metode Demonstrasi
Metode Problem Solving
Metode Drill
Metode Sirkuit
Metode latihan
Dibawah ini karakteristik peserta didik laki-laki Sekolah Menengah pertama kecuali
System pencernaan membesar dan usus bertambah
Anak laki-laki menjadi lebih tinggi, lebih berat dan kuat
Testis menghasilkan sperma
Bahu melebar
Suara dalam mereka semakin tampak terdengar
Faktor situasi dapat mempengaruhi kondisi pembelajaran yaitu tertuju pada keadaan lingkungan kecuali
Tipe tugas yang diberikan
Media yang digunakan untuk proses pembelajaran
Siapa yang mengajar
Dimana proses pembelajaran berlangsung
Penggunaan peralatan untuk menimbulkan minat anak
Gerakan yang tidak memerlukan individu untuk berpindah tempat adalah keterampilan
Manipulatif
Lokomotor
Reseptif
Adaptif
Non lokomotor
Guthrie dalam Schmidt & Lee (2014, hlm 36) menyatakan keterampilan merupakan kemampuan untuk membuat hasil akhir dengan kepastian yang maksimum dan
Waktu minimum
Energi maksimum
Energi dan waktu maksimum
Waktu maksimum
Energi dan waktu minimum
Keterampilan berpindahnya individu dari suatu tempat ke tempat lain merupakan
Keterampilan adaptif
Keterampilan lokomotor
Keterampilan non lokomotor
Keterampilan propulsive
Keterampilan manipulatif
Keterampilan gerak agal (gross motor skills) merupakan salah satu klaifikasi berdasarkan
Keterampilan gerak serial
Stabilitas lingkungan
Perbedaan titik awal dan titik akhir
Keterampilan terbuka
Kecermatan gerak
Klasifikasi berdasarkan perbedaan titik awal dan titik akhir dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu
Keterampilan gerak terbuka, tertutup dan serial
Keterampilan gerak kasar, halus dan serial
Keterampilan gerak halus, diskret dan serial
Keterampilan gerak kasar, halus dan kontiniu
Keterampilan gerak diskret, kontiniu dan serial
Menurut Harsono (2000) klasifikasi karakteristik anak usia sekolah dasar terbagi menjadi
5-7 tahun, 8-10 tahun, 11-13 tahun
5-8 tahun, 9-10 tahun, 11-13 tahun
5-7 tahun, 8-11 tahun, 11-13 tahun
5-7 tahun, 8-11 tahun, 12-13 tahun
5-8 tahun, 9-11 tahun, 11-13 tahun
Terdapat 3 faktor penentu keterampilan yaitu
Faktor belajar mengajar, individu dan situasional
Faktor kelompok, belajar mengajar dan sosial
Faktor individu, kelompok dan kognitif
Faktor kelompok, kognitif dan reseptif
Faktor kelompok, sosial dan kognitif
Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian dalam pembelajaran PJOK. Adapun aspek-aspek di dalam kurikulum 2013 adalah
Pengetahuan, sosial budaya, dan psikomotor
Afektif, Kognitif dan Psikomotor
Afektif, kognitif, dan sikap
Kebugaran jasmani, pengetahuan dan sikap
Kognitif, afektif, dan kebugaran jasmani
Dalam penilaian proses dan hasil belajar mata pelajaran PJOK, ada beberapa komponen yang perlu dinilai oleh guru. Pengukuran bentuk telapak kaki yang dilakukan merupakan penilaian terhadap aspek
Fisik
Kebugaran jasmani
Antropometrik
Psikomotor
Kesehatan
Dalam proses pembelajaran peserta didik melakukan gerakan yang telah dipelajari dan member penjelasan di depan peserta didik lainnya adalah tahap
Mencoba
Mengamati
Mengasosiasi
Menanya
Mengkomunikasi
Dalam proses pembelajaran peserta didik melakukan rangkaian gerakan dan berdiskusi dalam kelompok adalah tahap
Mencoba
Mengamati
Mengasosiasi
Mengkomunikasi
Menanya
Dalam proses pembelajaran peserta didik saling menilai terkait dengan sikap dan perilaku keseharian mereka, teknik penilaian yang digunakan berupa
Penilaian antar teman
Penilaian afektif dan sosial
Penilaian proyek
Penialaian diri
Penilaian unjuk kerja
Menurut Hilgard dan Bower kontroversi mengenai pembelajaran pada hakikatnya adalah perdebatan mengenai fakta-fakta, interprestasi atas fakta-fakta, dan bukan definisi istilah pembelajaran itu sendiri. Artinya, pembelajaran tidak hanya melibatkan interpretasi berbasis fakta, tetapi juga merepresentasikan pemahaman
Konsep
Logis
Terapan
Abstrak
Murni
Pembelajaran diartikan sebagai perubahan dalam perilaku, tindakan, cara, dan performa, maka jelas kita bisa mengobservasi, bahkan menverifikasi pembelajaran itu sendiri sebagai
Predikat
Proses
Obyek
Perubahan
Subyek
Proses sistematis pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi untuk menentukan sejauh mana siswa yang mencapai tujuan instruksional marupakan
Pengertian evaluasi
Tujuan penilaian
Pengertian penilaian
Fungsi evaluasi
Pengertian pengukuran
Suatu proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar dan perubahan dalam tindakan dan prilaku seseorang merupakan
Proses belajar mengajar
Pembelajaran
Konsep belajar
Kegiatan belajar
Belajar
Suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang di desain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi merupakan
Fungsi pendidikan jasmani
Pengertian pendidikan jasmani
Sifat Pendidikan jasmani
Makna pendidikan jasmani
Tujuan pendidikan jasmani
Dalam proses pembelajaran peserta didik melakukan gerakan yang telah dipelajari dan member penjelasan di depan peserta didik lainnya adalah tahap
Mencoba
Menanya
Mengkomunikasi
Mengasosiasi
Mengamati
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan remaja adalah, kecuali
Tingkat pendidikan
Pola hidup keluarga
Keterampilan Gerak
Status ekonomi keluarga
Kematangan anak
Keterampilan manipulatif adalah
Keterampilan yang melibatkan kombinasi antara berbagai indra dengan anggota tubuh lain
Keterampilan yang memerlukan latihan yang berulang-ulang dan melalui berbagai tahapan
Keterampilan yang melibatkan seluruh anggota tubuh untuk bergerak dan menghasilkan suatu gerakan baru
Keterampilan yang melibatkan pengendalian indra untuk merangsang gerakan yang diberikan
Keterampilan yang melibatkan pengendalian atau kontrol terhadap objek tertentu, terutama dengan menggunakan tangan atau kaki
Proses pengoperasian ilmu yang normatif, proses sosialisasi anak yang terarah, akan memberikan warna kehidupan anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang, merupakan ciri yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dari faktor
Status ekonomi keluarga
Kematangan anak
Kemampuan mental
Keluarga
Pendidikan
Demikian urutan simbol olimpiade:
Biru, merah, kuning, hitam dan hijau
Hitam, hijau, biru, kuning dan merah
Kuning, hitam, hijau, merah dan biru
Biru, kuning, hitam, hijau dan merah
Merah, kuning hijau, hitam dan biru
Dengan sistem olahraga yang diberikan jepang terhadap pribumi sangat memberikan manfaat yang berharga untuk bangsa indonesia, karena olahraga dijadikan modal yang besar untuk mempertahankan diri dan melepaskan ikatan penjajahan. Ada beberapa sistem Pendidikan olahraga jaman penjajahan jepang di Indonesia antara lain kecuali
Fase diskusi
Fase Kemerdekaan
Fase mandiri
Fase perencanaan
Fase pelajaran penelitian
Disekolah telah dilakukan pembelajaran permainan beregu yang bertujuan untuk membentuk sikap sosial, kepemimpinan, kersetiaan dan kerjasama. Disamping itu juga sudah tersedia berbagai lapangan olahraga dan kolam renang. Siatuasi ini belaku pada masa:
Abad Pertengahan
Abd 17
Abad 18
Inggris
Zaman Renaisance dan humanisme
Istilah olimpiade muncul didasarkan pada kata olimpus yang berarti:
Nama Kota
Nama Gurun
Nama Pantai
Nama Gunung
Nama Dewa
Olimpiade kuno berhenti tahun 426 M sampai akhir abad 19 sedangkan olimpiade modern muncul tahu 1894 yang ditandai dengan olimpiade di athena Yunani tahun 1896. Adapun alasan mengapa olimpiade diberhentikan disebabkabn karena:
Tidak adanya manfaat olimpiade kuno dimata negara-negara didunia
Jumlah peserta olimpiade sangat sedikit
Perang yang tidak berkesudahan
Runtuhnya Yunani ketangan Romawi
Terjadi pertikaian antar negara dikarenakan adanya komplik pada pertandingan olahraga di olimpiade kuno terakhir
Pada Masa ini tidak ditemukan lembaga pendidikan pemerintah menangani pendidikan karena lebih difokuskan pada bela negara atau militer. Kekuatan fisik menjadi tujuan utama sebagai alat bela negara. Pendidikan dilakukan hanya dalam keluarga hingga baca tulis. Masa ini terjadi pada
Zaman Romawai
Yunani Kuno
Primitif
Masa Cina Kuno
Mesir Kuno
Pada tahun 1948 dilaksanakan Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Sukarakta. Adpaun maksud dilaksanakan PON tersebut adalah:
Menjalin rasa sebangsa dan setanah air
Mencari juara umum PON
Menunjukkan bahwa Indonesia negara merdeka dan berdaulat
Mengetahui Prestasi olahraga berdasarkan provinsi
Melihat hasil latihan yang telah dilakukan sebelumnya
Pada Yunani kuno telah dikenal pertandingan olahraga antar bangsa yang disebut olimpiade kuno. Pada masa itu sering terjadi peperangan dan olahraga telah menjadi alat perdamaian dan alat pemersatu bangsa. Sebagai salah satu dampak olahraga terhadap perdamaian dunia kala itu terlihat, kecuali:
Pertukaran prajurit
Negosiasi para petinggi negara tentang politik
Perang diberhentikan sementara
Mendamaikan negara yang bertikai
Menjali kerjasama diberbagai bidang
Pendidikan Jasmani dilakukan pada Akademi Pendidikan Jasmani dengan ciri olahraga yang dilakukan adalah atletik dan senam. Sedangkan ekstrakurikuler adalah cabang renang, sepakbola dan sebagainya. Pelaksanaan pendidikan jasmani seperti ini terjadi pada zaman:
Penjajahan Belanda
Merdeka
Modern
Penjajahan Jepang
Primitif
Situasi dimana manusia berusaha melebihi manusia lainnya dengan usaha menaklukan orang lain melalui ilmu kanuragan seperti kebal terhadap benda tajam dan menggunakan mantra-mantar merupakan perilaku manusia Indonesia pada masa:
Penjajahan Belanda
Kerajaan
Penjajahan Jepang
Primitif
Perjuangan kemerdekaan
Berikut pernyataan yang bukan pada Agenda Berlin diuraikan bahwa Pendidikan Jasmani
Mempersaiapkan anak untuk tidak dapat mengatasi kompetisi kompetisi, kemenangan atau kekalahan, kooperasi dan kolaborasi
Semua benar
Membantu anak untuk mengembangkan respek terhadap badannya, baik yang dimilikinya maupun milik orang lain
Memberikan sumbangan bagi perkembangan kepercayaan diri dan self esteem pada anak
Satu-satunya mata pelajaran disekolah yang fokusnya adalah pada badan, aktivitas jasmani dan perkembangan fisik
Dalam istilah olahraga dikenal istilah talet scouting (pemanduan bakat), sedangkan pemanduan bakat pada Penjas berfungsi sebagai:
Tidak dikenal istilah pemanduan bakat
Menemukan cocoknya atlet dilatih dicabang tertentu
Identifikasi potensi pengembangan pada cabang olahraga tertentu
Mementukan bakat seseorang
Masukan awal
Ilmu keolahragaan menjadi disiplin ilmu mandiri di Indonesia tahun 1998 diidasarkan pada Konsorsium Disiplim Ilmu di Surabaya. Landasan mendasar mengapa ilmu keolahragaan menjadi disiplin ilmu mandiri adalah objek materi yang dikaji tidak dikaji oleh ilmu lain. Yang menjadi kajian ilmu keolahragaan yaitu;
Health
Human movement
Pshycal movement
Human Body
Pshycal fitness
Lingkup ilmu keolahragaan mengacu pada 3 konsep yaitu play, games dan sport. Ciri dan kakteristik play kecuali:
Besifat sontanitas
Aktivitas sukarela
Menggunakan aturan tidak baku
Aktivas yang dirganisir
Aktifitas tidak terikat dengan aturan tertentu
Lingkup olahraga berdasarkan UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mengelompokkan ilmu keolahragaan menjadi 3 bagian yaitu, olahraga pendidikan, olahraga prestasi dan olahraga rekreasi. Yang bukan menjadi bagian dari kelompok olahraga rekreasi adalah:
Menari
Bermain gobak sodor
Memancing
Bermain voli pantai saat berlibur
Bermain catur
Olahraga akan kehilangan makna dikarenakan aktivitas jasmani berubah menjadi bentuk permainan dan rekreasi saja. Nilai olahraga akan hilang jika 1 ursur penting tidak ada. Adapun unsur penting dalam olahraga;
Aktivitas permainan
Kompetitif
Peraturan
Organisasi
Sarana dan prasarana
Pada hakikatnya bahwa Pendidikan jasmani lebih menekankan pada perkembangan kepribadian secara menyeluruh, sedangkan olahraga kompetitif?
Memerlukan partisipasi wajib bagi seluruh peserta didik
Menekakan proses daripada hasil
Berorientasi pada pengembangan organik, neoromuskular, sosial emosional.
Mengutamakan penguasaan keterampilan olahraga
Lebih bermanfaat dalam mengembangkan kepribadian
Pada ruang lingkup tari (dance) seorang peserta didik diharapkan kadap menampilkan gerakan kombinasi fisik yang terkoordinasi dengan baik guna mendapatkan hasil:
Kelenturan
Etika
Kognitif
Vasriasi
Estetika
Perbedaan pendidikan jasmani dan pendidikan olahraga ditandai dengan berbagai faktor sehingga memiliki tingkat perbedaan yang cukup jelas. Pada pendidikan jasmani pesertadidik diberlakukan sebagai chil center atau disesuaikan dengan kebutuhan anad sedangkan di pendidikann olahraga berpusat pada materi yang akan di lakukan. Perbedaan ini merupakan kategori komponen:
Materi
Tingkat partisipasi
Hakikat
Tujuan
Pemanduan bakat
Secara ontologi, manakah yang tidak termasik pada kajian ilmu keolahragaan:
Dance (tari)
Kebugaran jasmani
Play (bermain)
Games (permainan)
Pshycal education (pendidikan jasmani)
Ketika guru akan memberikan materi ajar PJOK maka manakah pilihan berikut yang merupakan implementasi dari pembelajaran PJOK?
Materi Melempar dapat dilakukan dengan beberapa teknik; lempar bola, lempar sasaran, dan beberpa teknik lempar lainnya
Mater lompat jauh dilakukan dalam upaya mendapatkan hasil lompatan sejauh-jauhnya dengan gaya jongkok
Materi lari dilakukan dengan lomba lari jarak pendek dengan orientasi paling cepat yang terbaik
Materi sepak bola dilakukan dalang rangka penguasaan teknik passing dengan kaki bagian dalam
Tujuan pendidikan jasmani adalah, kecuali
Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal.
Mengembangkan sikap kemandirian, disiplin, kerjasama dan bertanggungjawab
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial.
Mengembangkan nilai-nilai leluhur untuk dibudayakan baik secara kelompok maupun perorangan.
Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar.
Usaha yang diberikan berupa bimbingan atau tuntunan kepada seseorang atau anak didik tentang kesehatan yang meliputi aspek pribadi agar dapat berubah dan berkembang secara harmonis merupakan pengertian
Question 10 options:
Kesegaran Jasmani
Pendidikan Kesehatan
Pendidikan Kesehatan Sekolah
Kebugaran Jasmani
(
FORMATIF M2 KB 3 NOMOR 10
A
