NEW
Font size
WorksheetsSOAL INDUSTRI
Total questions: 30
Worksheet time: 36mins
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi akan menggunakan emulgator hidrofilik untuk optimasi formula krim hidrokortison 2,5%. Bahan baku emulgator yang tersedia diindustri tersebut adalah Tween 80, Span 80, paraffin cair, cera laba dan kalsium stearat. Apakah emulgator yang tepat digunakan?
tween 80
span 80
parafin cair
cera alba
kalsium stearat
Suatu indutri farmasi akan membuat sediaan gel natrium diklofenak. Bahan tambahan yang terdapat dalam formula adalah: Carbomer, trietanolamin, propilen glikol, nipagin, nipasol dan air. Apakah bahan tambahan yang berfungsi sebagai peningkat penetrasi dalam formula gel tersebut?
Trietanolamin
Propilen glikol
Carbomer
nipagin
air
Seorang apoteker di bagian R & D industri farmasi merancang formula sediaan per oral tablet asetosal. Bahan tambahan yang digunakan meliputi: Avicel PH 102, primojel, laktosa, magnesium stearat dan talk. Apakah bahan tambahan dalam formula yang berfungsi sebagai filler binder?
Avicel PH 102
Primojel
laktosa
Mg stearat
talk
Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi akan mengembangkan produk ibuprofen FDT yang dapat hancur dalam beberapa detik ketika diletakkan di atas lidah. Apakah bahan pengisi yang tepat digunakan untuk formula tablet tersebut?
amilum
aerosil
crospovidon
HPMC
Laktosa
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang merancang formula sediaan lepas lambat Ranitidin HCl dengan floating system. Floating system dapat didesain dengan menggunakan matriks-matriks hidrofilik. Bahan-bahan yang terdapat dalam formula tersebut adalah Ranitidin, HPMC, CMC-Na, NaHCO3, Mg Stearat, Talk, Asam sitrat dan Carbomer 940. Apakah bahan dalam formula sediaan obat tersebut yang berfungsi sebagai matriks hidrofilik?
Mg Stearat dan Asam Sitrat
Mg stearat dan Carbomer 940
Asam sitrat dan Talk
HPMC dan NaHCO3
HPMC dan CMC-Na
Seorang apoteker di suatu industri obat tradisonal sedang mengembangkan formulasi sediaan kapsul lunak minyak ikan. Komposisi formula tersebut terdiri dari minyak ikan, tokoferol, propilenglikol, tween 80, span 60, Na-benzoat. Apakah bahan dalam formula tersebut yang berfungsi sebagai antioksidan?
tokoferol
propilrn glikol
tween 80
span 60
Na-benzoat
Seorang apoteker bagian produksi suatu industri farmasi akan memproduksi sediaan steril injeksi dengan formula sebagai berikut:
Vitamin C 2 g
Na. Hidrogen Karbonat 0,9 g
Tiorium 0,012 g
Glukosa 0,2 g
Aqua pro injeksi ad 100 mL
Apakah fungsi glukosa pada formula tersebut?
surfaktan
pengisotonis
pelarut
cosolvent
pengatur pH
Seorang apoteker di industri farmasi melakukan evaluasi sediaan amoksisilin yang sudah diproduksi. Pada tablet tersebut terjadi kerusakan yang terlihat pada gambar a dan b.Apakah jenis kerusakan yang terjadi pada tablet tersebut?
Mottling dan bridging
Capping dan lamination
Picking dan sticking
Twinning dan retak
Double impression dan triple impression
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang melakukan optimasi formula tablet metformin 500 mg yang dibuat dengan metode graulasi basah. Hasil pengujian granul didapatkan data kadar air granul: 5% dan waktu alir granul: 7 g/detik. Pada saat dicetak, tablet mengalami sticking. Apakah penyebab masalah tersebut?
Kadar air terlalu tinggi
Kadar air terlalu rendah
Kompresibilitas rendah
Kecepatan pencetakan tablet terlalu tinggi
Ukuran granul tidak rata
Seorang apoteker di industri farmasi sedang melakukan optimasi formulasi emulsi minyak ikan yang berfungsi sebagai suplemen makanan. Emulsi yang terbentuk mengalami perubahan stabilitas, yaitu terpisah menjadi 2 bagian dan dapat kembali seperti semula Setelah digojok. Apakah jenis ketidakstablilan yang terjadi pada emulsi tersebut?
Creaming
Inversion
Flokulasi
Koalesence
Breaking
Suatu industri farmasi akan membuat tablet metilprednisolon 4 mg. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu supplier zat aktif, industri tersebut membeli metiprednisolon dari supplier yang lain, sehingga perlu dilakukan revalidasi proses produksi. Dalam pelaksanaannya, dibentuk komite validasi yang terdiri dari semua bagian yang terkait dan harus dipimpin oleh seorang apoteker. Siapakah yang berwenang menjadi ketua komite tersebut?
Kepala Bagian Gudang
Kepala Bagian Produksi
Kepala Bagian Riset and Development
Kepala Bagian Pemastian Mutu
Kepala Bagian Pengawasan Mutu
Seorang apoteker di suatu industri farmasi akan melakukan pengisian salep mata steril kloramfenikol 1% dengan teknik aseptis. Apakah kelas ruangan yang tepat digunakan untuk melakukan proses tersebut berdasarkan CPOB?
A
B
C
D
E
1. Seorang apoteker di bagian R & D industri farmasi sedang mengembangkan formula gel dengan zat aktif natrium diklofenak. Rancangan formula selanjutnya dibuat pada skala lab scaling up dan trial up. Tahap-tahap ini nantinya akan digunakan dalam penyusunan master formula. Apakah bagian di industri farmasi yang harus terlibat dalam penyusunan tersebut?
R&D
QC
QA
R&D dan QC
R&D dan QA
Seorang apoteker di Industri farmasi akan memimpin produksi sediaan tablet yang mengandung progesterone. Sarana produksi haruslah didesain secara khusus untuk memenuhi aturan CPOB. Salah satunya adalah kaskade tekanan udara di area pengemasan untuk mencegah kontaminasi, baik di ruang pengemasan primer-ruang antara-ruang pengemasan sekunder -ruang antara dan luar. Bagaimakah kaskade tekanan udara antar ruang untuk pengemasan produk tersebut?
++/+/0/++/0
0/+/0/+/0
+/0/+/+/0
++/+/0/++/0+
++/+/++/0/+
Sebuah industri farmasi akan membuat produk copy tablet glimepirid 1 mg. Sebelum dibuat dalam skala industri, apoteker bagian produksi akan melakukan scalling-up proses produksi produk tersebut dari skala laboratorium ke dalam skala pilot terlebih dahulu. Berapakah jumlah batch minimal yang tepat diproduksi dalam skala pilot tersebut?
1 batch
2 batch
3 batch
4 batch
5 batch
Seorang apoteker penanggung jawab UKOT baru saja selesai melakukan optimasi produksi Cairan Obat Dalam (COD) “Madu Mahkota Dewa”. Selanjutnya, produk tersebut siap didaftarkan dan diproduksi secara massal. Apoteker akan mendaftarkan produk tersebut untuk memperoleh ijin edar. Kemanakah permohonan ijin tersebut tepat diajukan?
Balai POM
Badan POM RI
Dinkes Kab/kota
Dinkes Prov
Kemenkes RI
Seorang apoteker di suatu industri farmasi akan melakukan kualifikasi mesin pencetak tablet. Mesin tersebut adalah mesin yang baru dibeli dan akan digunakan untuk produksi tablet nifedipin 10 mg. kualifikasi mesin tersebut dilakukan secara bertahap. Bagaimanakah urutan kualifikasi yang tepat dilakukan untuk mesin tersebut?
Kualifikasi operasional– kualifikasi instalasi – kualifikasi desain– kualifikasi performa
Kualifikasi desain – kualifikasi performa– kualifikasi instalasi– kualifikasi operasional
Kualifikasi desain – kualifikasi instalasi – kualifikasi operasional – kualifikasi performa
Kualifikasi instalasi– kualifikasi desain– kualifikasi operasional – kualifikasi performa
Kualifikasi desain – kualifikasi performa– kualifikasi operasional – kualifikasi instalasi
Seorang Apoteker pada bagian QC suatu industri kecil obat tradisional akan menentukan metode analisa untuk pengukuran kadar kadar eugenol pada produk minyak cengkeh 25 mL. Struktur kimia eugenol dapat dilihat pada gambar. Apakah metode analisis yang tepat digunakan?
KLT
Kromotografi kertas
Kromatografi kolom
Kromatografi cair kinerja tinggi
Kromatografi gas
Seorang apoteker di bagian Kontrol Kualitas suatu industri farmasi akan memeriksa kebenaran bahan rimpang jahe (Zingiber officinale) dengan menetapkan keberadaan senyawa identitasnya. Rimpang jahe tersebut akan digunakan sebagai bahan baku untuk produksi obat herbal tersandar. Apakah senyawa identitas yang tepat ditetapkan oleh apoteker tersebut?
Alisin
Antosianin
Apigenin
Quersetin
Rutin
Seorang apoteker yang bekerja di IKOT akan memproduksi kapsul antidiare dari daun jambu biji. Untuk menjamin kesesuaian bahan baku yang digunakan dengan spesifikasi yang ditentukan, maka apoteker membuat SOP proses pembuatan simplisia. Bagaimanakah urutan proses pembuatan simplisia yang tepat dicantumkan dalam SOP tersebut?
Pengumpulan-pencucian-perajangan-pengeringan-sortasi
Pengumpulan-sortasi-pencucian-perajangan-pengeringan
Sortasi-pengumpulan-pencucian-perajangan-pengeringan
Pengumpulan-pencucian-pengeringan-perajangan-sortasi
Sortasi-pencucian -pengumpulan-perajangan-pengeringan
Seorang apoteker di suatu industri farmasi sedang melakukan validasi metode analisis Asiklovir dalam sediaan krim dengan membuat larutan baku (1, 8 dan 64) µg/mL. Masing-masing sampel direplikasi sebanyak 6 kali. Rata-rata kadar asiklovir yang terukur adalah 9,54 μg/mL dengan nilai relative standard deviation (RSD) sebesar 1,40 %. Apakah parameter validasi yang sedang diuji oleh apoteker tersebut?
Akurasi
Linearitas
Presisi
Selektivitas
Spesifisitas
Bagian pengawasan mutu industri farmasi melakukan validasi metode Spektrofotometri untuk analisis ketoprofen yang dikerjakan 5 kali trial. Hasil trial manakah yang memiliki ketelitian dan ketepatan yang baik?
Trial 1
Trial 2
Trial 3
Trial 4
Trial 5
Bagian pengawasan mutu suatu industri farmasi mengembangkan metode KCKT untuk analisis Piridoksin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Rifampisin secara simultan. Hasil optimasi dpt di liat dlm tabel. Parameter manakah yang masih harus diperbaiki?
Waktu Retensi
Tailing Factor
Faktor Kapasitas
Jumlah Lempeng Teoritis
Resolusi
Seorang apoteker di industri farmasi bekerjasama dengan suatu rumah sakit sedang melakukan uji klinik fase 1 untuk kandidat obat yang diindikasikan sebagai antikonvulsan untuk penanganan status epilepticus. Obat konsentrasi 5 mg/mL diinjeksikan pada manusia. Data yang didapatkan adalah profil eliminasi obat mengikuti orde 1, dengan kecepatan eliminasi sebesar 0,09635/jam. Berapakah waktu paruh eliminasi (t½ e) obat tersebut?
5,5 jam
7.2 jam
8.5 jam
10,2 jam
15 jam
Seorang apoteker di bagian R&D suatu industri farmasi sedang melakukan uji klinik fase 1 suatu kandidat antikanker yang sedang dikembangkan dengan tujuan menetapkan parameter farmakokinetik. Laju eliminasi antikanker tersebut mengikuti orde 0. Konsentrasi antikanker dalam darah pada menit ke-0 setelah diinjeksikan secara intravena adalah 100 mg/dL dan tetapan laju eliminasi (K0) yang diperoleh adalah 4,528/jam. Berapakah waktu paruh eliminasi (t½e) antikanker tersebut?
7 jam
8 jam
9 jam
11 jam
16 jam
Suatu Industri farmasi akan membuat sediaan injeksi ranitidine dengan formula berikut:
R / Ranitidin HCl 1,5 g
Aqua pro injection ad 100 ml
Diketahui ekivalensi ranitidin HCl terhadap larutan NaCl 0,9% adalah 0,16
Berapa jumlah NaCl yang dibutuhkan agar larutan menjadi isotonis dalam satuan gram?
0,26
0,32
0,58
0,66
1,22
Seorang apoteker di industri farmasi sedang melakukan uji disolusi tablet valsartan. Hasil uji disolusi tahap 1 menghasilkan disolusi 6 buah tablet valsartan adalah 80,50%, 90,00%, 83,25%, 87,50%, 81,25% dan 91,25%. Apakah tindak lanjut yang tepat dari hasil pengujian tersebut ( Q=80%)?
Menolak hasil pengujian dan melakukan uji ulang
Menambah 3 sampel tablet valsartan untuk diuji lebih lanjut
Menerima hasil uji karena disolusi tablet memenuhi syarat
Melanjutkan pengujian dengan uji disolusi tahap 2
Apoteker harus melakukan uji disolusi tahap 2 dan 3
Seorang apoteker di industri farmasi akan menetapkan bobot jenis formula sirup ibuprofen pada suhu 25 °C dengan menggunakan piknometer. Hasil perhitungan menunjukkan kerapatan sirup DHT (ρDHT) adalah 1,755483 g/mL, sedangkan kerapatan air (ρair) adalah 0,944164 g/mL. Berapakah bobot jenis (d) sirup ibuprofen tersebut?
0,755483
0,835623
1,859299
1,883478
1,913546
Seorang apoteker di bagian QC industri farmasi sedang melakukan penetapan waktu kadaluarsa tablet aspirin melalui uji stabilitas yang dipercepat. Reaksi degradasi aspirin tersebut mengikuti kinetika pseudo-first order (orde satu semu) dengan harga tetapan kecepatan degradasi (k) sebesar 3 x 10-8 detik-1 pada suhu 25oC. Berdasarkan hasil pengujian, kapankah tablet aspirin tersebut akan kadaluarsa (t90)?
60,25 hari setelah pengujian
40,51 hari setelah pengujian
24,36 hari setelah pengujian
8,31 hari setelah pengujian
4,66 hari setelah pengujian
Seorang apoteker di bagian PPIC suatu industri farmasi sedang membuat perencanaan proses produksi tablet herbal daun sirsak 500 mg. Kapasitas mesin dalam produksi sediaan herbal tersebut tersebut adalah 175.000 tablet/jam. Proses produksi akan dilakukan selama 12 jam/hari menggunakan 2 buah set mesin produksi. Berapakah perkiraan jumlah tablet herbal daun sirsak tersebut yang akan dihasilkan dalam 1 hari?
1.500.000 tablet
2.100.000 tablet
3.600.000 tablet
4.200.000 tablet
4.800.000 tablet
