NEW
Font size
WorksheetsUH SIFAT KOLIGATIF LARUTAN
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Sifat koligatif larutan adalah sifat yang bergantung pada
Jenis zat pelarut
Jenis zat terlarut
Jumlah zat pelarut
Jumlah zat terlarut
Kosentrasi larutan
Jika dalam suatu larutan yang dibuat dengan melarutkan 4,5 gram glukosa (C6H12O6) dalam 100 gram air, maka kemolalan dari larutan tersebut adalah
0,25 m
0,40 m
0,35 m
0,50 m
0,43 m
Salah satu yang akan disebabkan oleh adanya zat terlarut dalam pelarut adalah
Tekanan uap jenuh lebih tinggi dari pada tekanan uap jenuh pelarutnya
Titik beku larutan lebih tinggi daripada titik beku pelarutnya
Tekanan osmosis larutan lebih rendah dari tekanan osmosis pelarutnya
Titik didih larutan lebih tinggi daripada titik didih pelarutnya
Titik didih pelarut lebih tinggi dari zat terlarutnya
Fraksi mol suatu larutan urea dalam air adalah 0,2. Tekanan uap jenuh air murni pada suhu 29 adalah 17,5 mmHg. Maka tekanan uap jenuh larutan pada suhu tersebut adalah
17,7 mmHg
17,5 mmHg
21 mmHg
3,5 mmHg
14,0 mmHg
Zat X sebanyak 15 gram dilarutkan dalam 90 gram air. Larutan ini mempunyai tekanan uap jenuh 28,85 mmHg. Pada suhu yang sama, air murni mempunyai tekanan uap jenuh 30 mmHg. Hitunglah massa molekul relative dari zat X tersebut
30 gr/mol
60 gr/mol
150 gr/mol
90 gr/mol
75 gr/mol
Tekanan uap air pada suhu 19 adalah 30 mmHg. Pada suhu yang sama, tekanan uap larutan urea 20% dengan Mr = 60 gr/mol adalah
29 mmHg
38 mmHg
12 mmHg
29,4 mmHg
27,9 mmHg
Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku larutan bergantng pada
Jumlah partikel zat terlarut
Kosentrasi molal larutan
Jumlah partikel larutan
Massa zat terlarut
Jenis pelarut
sebanyak 1,17 gram NaCl dilarutkan dalam air hingga volumenya 500 mL. Jika NaCl terionisasi 80% titik didih larutan tersebut adalah (Ar Na = 23, Ar Cl = 35,5, kb = 0,52 /m)
100,021
100,037
100,042
100,74
100,116
Sebanyak 8 gram suatu zat X dilarutkan dalam 250 ml gram air. Hitunglah titik beku dari larutan tersebut. (diketahui kf air = 1,86 dan Mr= 40 gr/mol)
– 1,4
– 1,5
– 1,6
1,4
1,5
Pada suhu 27 glukosa sebanyak 18 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 1 liter, maka berapakah tekanan osmosis larutan tersebut (diketahui R= 0,082 L atm/mol K-1 dan Mr glukosa = 180)
1,46 atm
3,46 atm
1,23 atm
2,23 atm
2,46 atm
Dalam penurunan tekanan uap, apabila temperature semakain tinggi maka
Semakin besar tekanan uap zat cair
Sama dengan tekanan uap zat cair
Semakin rendah tekanan uap zat cair
Tekanan uap tidak berpengaruh
Tidak ada tekanan uapnya
Sebanyak 10 gram urea CO(NH2)2 (Mr = 60 gr/mol) dilarutkan dalam 27 gram air pada suhu 30 Jika tekanan uap air pada suhu tersebut adalah 30 mmHg, maka besarnya tekanan uap larutan tersebut adalah
3 mmHg
6 mmHg
27 mmHg
33 mmHg
40 mmHg
Suatu zat sebanyak 10,6 gram dilarutkan ke dalam 250 air. Larutan yang terbentuk dapat membeku pada suhu -0,576 maka tentukanlah massa molekul relatif dari zat tersebut. (diketahui kf air = 1,86)
127
137
157
173
271
Magnesium sulfat (MgSO4) sebanyak 4 gram dilarutkan ke dalam 400 gram air. Tentukanlah titik beku dari larutan tersebut. (diketahui kf air = 1,86 dan derajat iomisasi = 0,8)
– 0,155
– 0,279
– 0, 159
0,155
0,279
Suatu zat nonelektrolit yang massanya 8 gram dilarutkan dalam 200 gram air. Larutan tersebut mendidih pada suhu 100,8 . Maka massa molar dari zat tersebut adalah (kb air = 0,52)
23,97
24,97
25,97
26,97
27,97
Sukrosa sebanyak 3,42 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 1 liter. Berapakah tekanan osmosis larutan yang terbentuk pada suhu 27 (diketahui R= 0,082 L atm/mol K-1 dan Mr sukrosa = 342)
0,146 atm
0,346 atm
0,123 atm
0,246 atm
0,223 atm
Tekanan uap air dan etanol pada suhu 78 berturut-turut adalah 350 mmHg dan 760 mmHg. Tekanan uap yang paling tepat jika fraksi mol zat terlarut 0,2 adalah
400 mmHg
323 mmHg
102 mmHg
350 mmHg
432 mmHg
Kenaikan titik didih larutan 5 molal sukrosa adalah (kb = 0,5)
51
53
55
57
59
Agar 3 liter larutan CuSO4 menimbulkan tekanan osmosis 5 atm pada suhu 27, maka jumlah zat yang terlarut sebesar ( Mr CuSO4 = 160 gr/mol, R = 0,082 L atm/mol K-)
25 gram
48 gram
50 gram
80 gram
96 gram
Suatu larutan glukosa membeku pada suhu -0,18. Hitunglah berapa gram glukosa yang terlarut dalam setiap liter air. (diketahui kf air = 1,86 dan Mr glukosa = 180 gr/mol)
17,46 gram
20,46 gram
46,17 gram
64,17 gram
71,46 gram
Pada suhu 27 sukrosa (C11H22O11) sebanyak 17,1 gram dilarutkan dalam air sampai mencapai volume 500 mL. berapakah tekanan osmosis larutan tersebut ( Mr C11H22O11 = 342 dan R = 0,082 L atm/mol K-1)
0,39 atm
2,46 atm
3,90 atm
4,80 atm
30,00 atm
Dalam 250 mL suatu larutam terdapat 24 gram zat X yang bersifat non-elektrolit. Jika pada tenperatur 27 , tekanan osmosis larutan tersebut adalah 32,8 atm. Berapakah massa molekul relative zat X tersebut (R = 0,082 L atm/mol K-1)
36
48
72
96
144
Suatu larutan diperoleh dari melarutkan 6 gram urea (Mr = 60) dalam 1 liter air. Larutan yang lain dari melarutkan 18 gram glukosa (Mr = 180) dalam 1 liter air. Pada suhu yang sama berapa tekanan osmotic larutan pertama dibandingkan terhadap larutan kedua
Sepertiga larutan kedua
Tiga kali larutan kedua
Dua pertiga larutan kedua
Sama seperti larutan kedua
Tiga perdua larutan kedua
Tekanan osmosis larutan NaCl 0,2 M pada suhu 27 adalah 9,6 atm. Maka berapakah besar derajat ionisasi larutan tersebut (diketahui R= 0,082 L atm/mol K-1)
0,85
0,95
0,90
0,80
0,75
Untuk menaikkan titik didih 250 mL air ,emjadi 100,1℃, jumlah gula yang harus dilarutkan adalah (kb air = 0,5 dan Mr gula = 342 gr/mol)
17 gram
85 gram
171 gram
342 gram
684 gram
Larutan H2SO4 1 molal terionisasi 90%, berapakah titik beku dari larutan tersebut (kf air = 1,86)
– 5,208℃
– 4,208℃
– 3,208℃
4,208℃
5,208℃
Berapa banyak zat Al2(SO4)3 yang harus dilarutkan dalam 250 gram air, agar larutan tersebut dapat membeku pada suhu -3℃ adalah (Kf = 1,86℃ m-1 dan α = 0,9)
30,5 gram
45,60 gram
27,6 gram
25,5 gram
25,4 gram
Larutan elektrolit biner sebanyak 5,85 gram dalam 500 gram air membeku pada suhu – 1,24℃, jika Kf air = 1,86℃ m-1 dan α = 1 maka massa molekul relatif yang dibutuhkan sebanyak
30,5
29,5
30,1
35,1
34,1
Tekanan uap pada temperature 30 adalah 55,30 mmHg. Jika ke dalam 108 gram air dilarutkan 36 gram glukosa, maka penurunan tekanan uap dari larutan tersebut adalah (Ar C = 12, Ar H = 1, Ar O = 16)
66 mmHg
33 mmHg
45 mmHg
48 mmHg
56 mmHg
8 gram Al2(SO4)3 dalam 200 gram air, jika derajat ionisasinya adalah 0,9. Maka titik didih larutan tersebut adalah (Ar Al = 27, Ar S = 32, Ar O = 16)
100,28
100,27
100,26
100,25
100,24
Pada suhu t tekanan uap murni adalah 18 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan yang mengandung 36 gram urea (Mr = 60) dalam 108 gram air adalah
(18 x 1/10) mmHg
(18 x 9/10) mmHg
(18 x 1/11) mmHg
(18 x 10/11) mmHg
(18 x 1/9) mmHg
Sukrosa (Mr = 342) sebanyak 6,84 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 100 ml. tekanan osmosis larutan yang terbentuk jika temperaturnya adalah 27 (R = 0,082 L atm/mol K-1)
0,092 atm
0,984 atm
4,92 atm
6,15 atm
9,84 atm
Suatu larutan yang mengandung 3 gram zat non-elektrolit dalam 100 gram air membeku pada suhu -0,279 berapakah massa molekul relatif dari zat tersebut (kf air = 1,86)
95
100
175
200
300
Suatu senyawa organik mempunyai rumus empiris CH2O sebanyak 9 gram dilarutkan ke dalam 100 gram air membeku pada suhu – 0,93 . Tentukan rumus molekul senyawa tersebut (kf air = 1,86)
C2H4O2
C3H6O3
C5H10O5
C6H12O6
C12H22O11
Di negara-negara musim dingin air radiator dicampur dengan etilen glikol (C2H4(OH)2) agar tidak membeku. Jika air dan etilen glikol memiliki massa jenis yang sama, berapakah literkah etilen glikol yang harus ditambahkan pada 10 L air radiator (kf = 1,86) agar titik beku turun menjadi -15 (Ar C = 12, Ar H = 1, Ar O = 16)
2,5 liter
5,0 liter
7,5 liter
10,0 liter
12,5 liter
Berikut ini peristiwa kimi dalam kehidupan sehari-hari:
1. Penyulingan minyak bumi
2. Penggunaan obat tetes mata
Kedua contoh diatas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut
Kenaikan titik didih dan tekanan osmotik
Penurunan titik beku dan kenaikan titik didih
Kenaikan titik didih dan penurunan tekanan uap
Tekanan osmotik dan penurunan tekanan uap
Penurunan tekanan uap dan penurunan titik beku
Berikut ini periastiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari:
1. Pemakaian etilen glikol pada radiator mobil
2. Larutan infus yang masuk ke dalam darah
Kedua contoh diatas berhubungan dengan sifat koligatif larutan secara berturut-turut
Kenaikan titik didih dan tekanan osmotik
Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
Tekanan osmotik dan penurunan titik beku
Kenaikan titik didih dan penurunan tekanan uap
Penurunan titik beku dan tekanan osmotik
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1. Proses penyerapan air dalam tanah oleh akar
2. Membasmi lintah dengan garam dapur
3. Menentukan massa molekul relative
4. Pemakaian urea untuk mencairkan salju
5. Penambahan etilen glikol pada radiotaor mobil
Penerapan sifat koligatif yang berhubungan dengan tekanan osmotik adalah
3 dan 4
3 dan 5
2 dan 3
1 dan 2
1 dan 4
Beberapa sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:
1. Penggunaan cairan tetes mata
2. Penggunaan garam dapur untuk membunuh lintah
3. Penggunaan garam dapur dalam pembuatan es puter
4. Penggunaan garam dapur untuk mencairkan salju
5. Pembuatan kolam apung
Penerapan sifat koligatif larutan yang berhubungan penurunan titik beku larutan adalah
1 dan 2
1 dan 5
2 dan 4
3 dan 4
4 dan 5
4
3
1
2
5
