Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UH 3 DANISH DAN CROISSANT

Total questions: 15

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Digunakan untuk membentuk produk berlapis-lapis seperti crackers, puff biscuit serta croissant dan danish pastry. Dari segi mekanikal alat ini untuk mereduksi ketebalan adonan yaitu …

a)

Lengan pengaduk

b)

Alat pembagi adonan (dough divider)

c)

Mesin penggulung adonan (dough moulder)

d)

Mesin pemipih adonan (dough sheeter)

e)

Oven pemanggangan

2.

Margarin khusus untuk menghasilkan adonan yang bisa dilipat, seperti puff pastry dan danish pastry yaitu ….

a)

Korsvet (pastry margarine)

b)

Mentega putih (shortening/compound fat)

c)

Mentega (butter)

d)

Margarin

e)

Lemak nabati

3.

Tepung ini dibuat dari gandum lunak dengan kandungan protein gluten 8% - 9%. Sifatnya, memiliki daya serap air yang rendah sehingga akan menghasilkan adonan yang sukar diuleni hard flour (tepung terigu protein tinggi) yaitu ….

a)

Soft flour

b)

Self raising flour

c)

Enriched flour

d)

Whole meal flour

e)

Hard flour

4.

Jenis tepung terigu yang sudah ditambahkan bahan pengembang dan garam. Penambahan ini menjadikan sifat tepung lebih stabil dan tidak perlu menambahkan pengembang lagi ke dalam adonan yaitu ….

a)

Hard flour

b)

Soft flour

c)

Self raising flour

d)

Enriched flour

e)

Whole meal flour

5.

Ciri-ciri dari ragi yang kondisinya kurang baik adalah sebagai berikut, kecuali ….

a)

Berwarna cerah

b)

Kering

c)

Kalau diraba tidak terasa hangat

d)

Berbau tidak enak

e)

Beremah

6.

Ciri-ciri ragi yang sudah rusak adalah sebagai berikut, kecuali ….

a)

Warnanya cokelat gelas (tua)

b)

Butir-butirnya lembek

c)

Agak sedikit lengket

d)

Berbau tidak enak

e)

Asam

7.

Seperti halnya danish pastry, adonan croissant juga menggunakan ragi, dan aerasi yang terjadi dalam adonan croissant sama dengan danish, yaitu ….

a)

Short pastry / shortcrust pastry / pate brisee

b)

Puff pastry / pate feuilletee / hojaldre

c)

Filo (phyllo) yufka

d)

Choux pastry / hot-water pastry / pate a choux

e)

Gunanya untuk mengaduk adonan mentega

8.

Karakteristik danish yang baik adalah ….

a)

Kulit berwarna hitam

b)

Lapisan tidak jelas

c)

Setiap lapisan teraerasi

d)

Kulit lapisan fondat dan terpisah

e)

Semua jawaban benar

9.

Adonan danish dapat dibentuk beraneka ragam, seperti ….

a)

batu bata

b)

meja

c)

kincir

d)

buku

e)

kursi

10.

Penyebab kegagalan pembuatan danish pastry, jika kulit berpori dari warna cokelat tidak seragam adalah ….

a)

Lapisan lemak terlalu tebal

b)

Overproofing pada suhu yang tinggi

c)

Adonan tidak mempunyai cukup lapisan

d)

Adonan dikembangkan pada kelembaban yang tinggi

e)

Lemak roll in proporsinya terlalu kecil atau lipatan terlalu banyak

11.

Penyebab kegagalan dalam pembuatan danish pastry, jika pastry tidak ada lapisan atau lapisan tidak jelas adalah …

a)

Lapisan lemak terlalu tebal

b)

Overproofing pada suhu yang tinggi

c)

Adonan tidak mempunyai cukup lapisan

d)

Adonan dikembangkan pada kelembaban yang tinggi

e)

Lemak roll-in proporsinya terlalu kecil atau lipatan terlalu banyak

12.

Pada pembuatan danish dan croissant saat proofing, maka suhu final proofing dalam dalam proofer berkisar ….

a)

18⁰C – 22⁰C

b)

22⁰C – 28 ⁰C

c)

28⁰C – 32⁰C

d)

48⁰C - 50⁰C

e)

32⁰C – 48 ⁰C

13.

Aerasi yang terjadi pada adonan danish adalah aerasi secara biologi (biological aeration) yaitu ….

a)

Pengembangan oleh ragi selama fermentasi

b)

Pengembangan dengan uap saat pemanganggan

c)

Pengembangan dengan suhu yang tinggi

d)

Pengembangan dengan kelembaban yang tinggi

e)

Overproofing pada suhu yang tinggi

14.

Aerasi yang terjadi pada adonan danish adalah aerasi secara fisika (physical aeration) yaitu ….

a)

Pengembangan oleh ragi selama fermentasi

b)

Pengembangan dengan uap saat pemanganggan

c)

Pengembangan dengan suhu yang tinggi

d)

Pengembangan dengan kelembaban yang tinggi

e)

Overproofing pada suhu yang tinggi

15.

Kualitas aerasi pada lapisan tidak tergantung pada ….

a)

Kelompok, kondisi dan suhu adonan dasar

b)

Kualitas lemak roll in

c)

Rasio kandungan lemak dalam lapisan

d)

Keseragaman lapisan

e)

Ragi selama fermentasi