WorksheetsKIFT PROFESI APOTEKER
Total questions: 23
Worksheet time: 46mins
Tn A 56 tahun dirawat dengan diagnosa CKD stage V on HD dan bronkopneumonia, dengan nilai LFG 25 ml/menit/1,73 m2. Pasien diberikan terapi ciprofloxacin 400 mg per 12 jam. Sesuai referensi, dosis ciprofloxacin yang direkomendasikan untuk pasien CKD yang menjalani hemodialisa adalah 200 mg – 400 mg per 24 jam. Dalam mengkomunikasikan kondisis tersebut kepada klinisi dengan metode SBAR bagian manakah yang menunjukkan Backgroud (B)?
Tn A 56 tahun dirawat dengan diagnose CKD stage V on HD dan bronkopneumonia
Pasien diberikan terapi ciprofloxacin 400 mg per 12 jam.
Pasien menggunakan dosis ciprofloksasin yang tidak tepat.
Pasien CKD dengan Hemodialisa disarankan menggunakan ciprofloxacin 200 mg-400 mg per 24 jam.
Anak DA usia 11 bulan dirawat karena mengalami diare kronis. Dokter memberikan terapi kontrimoksazol 1 cth per 12 jam, probiotik 1 sach per 24 jam dan loperamid ½ tab per 12 jam, zink syrup 10 mg. Loperamid dikontraindikasikan untuk anak di bawah 2 tahun. Dalam mengkomunikasikan kondisis tersebut kepada klinisi dengan metode SBAR bagian manakah yang menunjukkan Assesment (A)?
Anak DA usia 11 bulan dirawat karena mengalami diare kronis.
Dokter memberikan loperamid ½ tab per 12 jam.
Pemilihan loperamid untuk pasien DA tidak tepat.
Pasien DA disarankan untuk menghentikan penggunaan loperamid.
Anak AM 5 tahun dengan hepatoblastoma diprogramkan mendapat kemoterapi dengan regimen doxorubicin dan cisplatin. Kedua obat diberikan secara iv continuous. Dokter berencana memberikan obat melalui vena perifer. Menurut referensi, pemberian doxorubicin secara iv continuous harus melalui vena sentral. Bagaimana anda mengkomunikasikan terkait Background (B) kasus tersebut kepada dokter?
Anak AM 5 tahun dengan hepatoblastoma diprogramkan mendapat kemoterapi dengan regimen doxorubicin dan cisplatin
Kedua obat diberikan secara iv continuous melalui vena perifer.
Pemilihan rute pemberian kedua obat tersebut tidak tepat.
Pemilihan rute pemberian kedua obat tersebut disarankan melalui vena sentral.
Seorang pasien berusia 62 tahun dan diagnosis hipertensi. Pasien membutuhkan monoterapi untuk mengurangi resistensi perifer dengan mencegah retensi NaCl dan air. Apakah terapi yang Anda sarankan?
Kaptopril
Propanolol
Isosorbit dinitrat
Nifedipin.
Pasien laki-laki berusia 56 tahun datang ke klinik praktik dokter. Pasien didiagnosis hipertensi grade 1 dengan TD=150/90 mmHg. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit degeneratif dan tidak ada gejala dan tanda adanya abnormalitas kerja jantung. Dokter memutuskan untuk memberikan terapi kombinasi 2 obat. Apakah pilihan terapi farmakologi yang tepat bagi pasien ini?
Isosorbit Dinitrat + Thiazid
Bisoprolol + Prazosin
Hidroklortiazid + Kaptopril
Kaptopril + Irbesartan
Pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan BB=50 kg. Pasien datang ke klinik praktik dokter dengan keluhan sering sakit kepala. Hasil cek tekanan darah diperoleh TD=150/95 mmHg. Pasien memiliki riwayat penyakit asma dan menggunakan obat salbutamol. Dengan alasan usia pasien yang masih muda, maka dokter memberikan obat propranolol untuk mengatasi hipertensinya. Bagaimana menurut Anda resep obat yang diberikan oleh dokter?
Pemberian propanol sangat tepat jika dikombinasikan dengan salbutamol.
Pemberian salbutamol dihentikan.
Pemberian propanolol dihentikan dan diganti dengan atenolol
Pemberian salbutamol diganti dengan neo napacin (theophilin dan efedrin).
Pasien wanita dengan usia 27 tahun dengan BB=65 kg dan TB=160 cm. BB pasien sebelum hamil sekitar 48 kg. Pasien datang ke Puskesmas dengan keluhan kaki bengkak sejak tiga minggu yang lalu. Pasien tersebut sedang hamil anak pertama dengan usia kehamilan 25 minggu. Tekanan darah pasien diketahui TD=150/100 mmHg; GD puasa= 100 mg/dl; proteinurea= +1. Pasien didiagnosa pre eklamsia ringan. Apa rekomendasi yang dapat Anda berikan dengan mlihat kondisi pasien tersebut?
Pasien dapat mengatur kembali pola diet
Pasien dapat diberikan furosemid 4
Pasien diberikan amlodipine
Banyak minum air putih dan istirahat.
Pasien laki-laki dengan usia 30 tahun pergi ke klinik praktik dokter dan didiagnosis hipertensi dan DM. Dokter meresepkan propanolol, kaptopril, metformin, glipizid, neurobion. Setelah beberapa hari minum obat, kadar gula darah pasien tersebut mengalami peningkatan. Obat apa yang berpotensi menyebabkan kondisi pasien tersebut?
Propanolol
Kaptopril
Glipizid
Neurobion
Seorang pria berusia 65 tahun datang ke dokter spesialis kardiologi untuk menjalani pemeriksaan evaluasi terhadap keluhan kepala yang terasa ringan, nyeri dada, dan sesak napas pada saat melakukan aktivitas fisik. Dokter mendiagnosa bahwa pasien tersebut mengalami penyakit jantung koroner. Apakah obat yang dapat diresepkan oleh dokter untuk menangani sesak napas pasien tersebut?
Isosorbit dinitrat 5mg
Salbutamol 10 mg
Aspirin 80 mg
Teofilin 300 mg
Seorang perempuan berusia 45 tahun menderita hiperlipidemia. Pasien mengalami kerusakan hati setelah minum simvastatin dan jus anggur selama 2 tahun. Sebagai apoteker, nasehat apa yang dapat Anda sampaikan kepada pasien …………..
Penggunaan simvastatin dan jus anggur tidak boleh diberikan secara bersamaan.
Penggunaan simvastatin memiliki efek samping berupa rhabdomyolisis.
Jus anggur memiliki efek samping berupa rhabdomyolisis
Jus anggur dapat meningkatkan kadar simvastatin dalam darah yang dapat memicu rhabdomyolisis.
Seorang pasien laki-laki usia 65 tahun, penderita hiperlipidemia dengan kadar kolesterol 220 mg/dL dan LDL 205 mg/dL, mendapatkan pengobatan dengan Atorvastatin 40 mg. Pasien termasuk kategori :Very High Risk” . Disisi lain, pasien memilki riwayat penyakit DM tipe-2, hipertensi lebih dari 10 tahun, dan perokok aktif. Melalui pengobatan yang diberikan, berapakah target kadar LDL untuk pasien ini…..
<70 mg/dL
<100 mg/dL
<130 mg/dL
<200 mg/dL
Pasien laki-laki berusia 54 tahun, BB 75 kg dan TB=165 cm memiliki riwayat penyakit DM tipe 2. Pada suatu hari, saat akan sarapan pagi tiba-tiba pasien merasakan dadanya terhimpit, nafasnya sesak, keringat mengucur, dan wajahnya pucat, oleh istrinya dibawa ke RS. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh gula darah sewaktu 340 mg/dl, kolesterol total= 309 mg/dl; HDL= 33 mg/dl; LDL= 239 mg/dL; TG = 185 mg/dl; TD = 172/100 mmHg. Selama dirawat inap, pasien diberikan obat: Zocor 10 mg 2 x 1 tab, ceodocard 5 mg 3 x 1 tab, lasix 40 mg 2 x 1 tab, glucopage 500mg 3 x 1 tab, ascardia 80 mg 2 x 1 tab. Apa fungsi pemberian Ascardia 80 mg dalam pengobatan pasien tersebut?
Mencegah terjadinya pembekuan darah atau trombus.
Mencegah terjadinya pembentukan plak lemak.
Menurunkan tekanan darah.
Terjadi pengentalan darah.
Pasien laki-laki berusia 65 tahun pasien masuk rumah sakit dengan diagnosis penyakit dislipidemia dan DM tipe 2. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh gula darah sewaktu 340 mg/dl, kolesterol total= 309 mg/dl; HDL= 33 mg/dl; LDL= 239 mg/dL; TG = 185 mg/dl; TD = 172/100 mmHg. Setelah dilakukan prediksi risiko atherosclerosis cardiovascular disease (ASCVD) 10 tahun ke depan dengan metode SCORE diperoleh nilainya >10%. Apa statin yang tepat untuk mengatasi dislipidemia pasien tersebut?
Simvastatin 10 mg
Simvastatin 20 mg
Atorvastatin 20 mg
Atorvastatin 40 mg
Pasien laki-laki berusia 65 tahun pasien masuk rumah sakit dengan diagnosis penyakit dislipidemia dan DM tipe 2. Pasien mendapatkan atorvastatin 80 mg/dl per hari. Setelah pemakaian selama 3 hari, kadar koletserol LDL pasien masih 110 mg/dL. Untuk mengatasi kondisi tersebut obat apa yang dapat Anda rekomendasikan kepada pasien tersebut?
Simvastatin 80 mg
Azetimibe 10 mg
Inhibitor PCSK9
Resuvastatin 40 mg
Pasien laki-laki dengan usia 55 tahun datang ke apotek untuk membeli obat naproxen untuk mengatasi penyakit rematik. Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit jantung koroner dan menggunakan aspirin 80 mg. Apa informasi yang dapat Anda sampaikan kepada pasien dari pembelian obat naproxen?
Naproxen dapat menurunkan aktivitas aspirin.
Pemberian obat naproxen dapat meningkatkan interaksi mayor
Naproxen dapat memblok enzim cox-1.
Semua informasi benar.
Pasien wanita dengan usia 67 tahun memiliki riwayat jantung dibawa ke ICU dengan keluhan sulit bernapas, terdapat penumpukkan cairan pada paru-parunya. Obat apa yang disarankan untuk mengatasi kondisi pasien tersebut?
Spironolakton
Losartan
Kaptopril
Furosemid
Pasien laki-laki dengan usia 70 tahun memiliki riwayta hipertensi stage 1 sejak tahun 2010 dan DM tipe 2 (3 tahun terakhir). Pasien memiliki riwayat pengobatan levemir 10 unit malam hari. Pasien mendapatkan terapi Kaptopril 3 x 25 mg dan bisoprolol 1,25 mg – 0 - 0. Pasien mengalami aritmia. Efek tersebut muncul dari penggunaan obat…..
Levemir
Kaptopril
Bisoprolol
kombinasi kaptopril dan bisoprolol.
Pasien wanita dengan usia 55 tahun dengan diagnosis hipertensi, rematik, dan asam urat. Pasien mendapatkan Furosemide tab 40 mg – 0 – 0, Allopurinol 0 – 0 – 300 mg, dan Meloxicam 15 mg – 0 – 0. Pasien mengalami hiperkalemia disebabkan karena dari penggunaan dari obat:
Furosemide + meloxicam.
Furosemide+allopurinol.
Allopurinol.
Meloxicam.
Pasien wanita dengan usia 32 tahun dengan BB=62 kg dan TB=150 cm. MRS dengan keluhan mual, muntah, pusing, lemas. Pada pemeriksaan awal dijumpai udema anasarka, TD=210/120 mmHg dengan temperatur tubuh normal. Pengakuan keluarga sudah dua hari terakhir minum obat tidak teratur. Pasien diberikan obat yang terakhir diminum adalah Kaptopril 3 x 25 mg; Furosemid 3x40mg; Primperan 3x1 amp iv; Infus EAS 2 x1 flask, D5% 1x1 flask. Tekanan darah pasien selama tiga hari berturut-turut adalah 210/120 mmHg; 190/100 mmHg; 200/110mmHg. Apakah penggunaan primperan sudah tepat?
Sudah tepat sebagai penghilang pusing
Sudah tepat untuk mengatasi mual muntah
Tidak tepat, disarankan untuk mengganti dengan domperidon
Tidak tepat dapat meningkatkan mual muntah
Pasien wanita dengan usia 32 tahun dengan BB=62 kg dan TB=150 cm. MRS dengan keluhan mual, muntah, pusing, lemas. Pada pemeriksaan awal dijumpai udema anasarka, TD=210/120 mmHg dengan temperatur tubuh normal. Pengakuan keluarga sudah dua hari terakhir minum obat tidak teratur. Pasien diberikan obat yang terakhir diminum adalah Kaptopril 3 x 25 mg; Furosemid 3x40mg; Primperan 3x1 amp iv; Infus EAS 2 x1 flask, D5% 1x1 flask. Tekanan darah pasien selama tiga hari berturut-turut adalah 210/120 mmHg; 190/100 mmHg; 200/110mmHg. Apa obat yang dapat Anda rekomendasikan untuk mengatasi udema dan tekanan darah tinggi pasien tersebut?
Furosemid (3 x 40 mg) dan Kaptopril (3 x 25 mg)
Kaptopril (3 x 25 mg)
Furosemid (iv)
Furosemid (iv) dan kaptopril (3 x 12,5mg)
Pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke Puskesmas untuk melakukan skiring awal penyakit kardiovaskular. Pasien memiliki riwayat merokok per hari menghabiskan 10 batang rokok dan tidak minum alkohol. Tanda-tanda vital yang diperoleh TD= 138/82 mmHg; HR= 74 detak/menit. Hasil laboratorium lainnya kadar Na= 144 mEq/L; K= 4,2 mEq/L; BUN= 12 mg/dL; dan Scr 1.0 mg/dL. Kadar kolesterol total= 239 mg/dL, HDL=50 mg/dL, dan TG=140 mg/dL. Berapa kadar LDL pasien tersebut?
160 mg/dL
161 mg/dL
162 mg/dL
163 mg/dL
Pasien laki-laki usia 58 tahun,masuk UGD dengan nyeri dada dan riwayat sindrom koroner akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan merokok. Hasil pemeriksaan EKG pasien diketahui mengalami non-ST-segment elevation miocard infarction (NSTEMI). Pasien menerima nitrogliserin sublingual tablet 2 x sehari dan metoprolol 5mg iv pada saat di UGD. Apa tujuan pemberian nitrogliserin tersebut?
Untuk meningkatkan produksi nitrc oxide (NO)
Untuk memperlambat denyut nadi
untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah
Untuk menghambat penggunaan asam lemak
Seorang pria berusia 58 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri dada yang kadang-kadang terjadi ketikaa melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Pasien terlihat obese dan memiliki riwayat hipertensi serta DM. Dalam pemeriksaan fisik, pasien mengakui bahwa dirinya sering jajan makanan di restoran cepat-saji.Pasienjuga mengatakan tidak punya banyak waktu untuk berolahraga. Diagnosis apakah yang paling besar kemungkinan dibuat pada pasien ini?
Aterosklerosis
Angina pektoris yang stabil
Angina pektoris yang tidak stabil
Hipertensi
