wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Unsur Intrinsik Cerpen

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Pelaku dalam sebuah cerita biasanya dikenal sebagai

a)

Penokohan

b)

tokoh

c)

artis

d)

figuran

2.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!


Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.


Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …

a)

sudut pandang orang pertama

b)

sudut pandnag orang kedua

c)

sudut pandang orang jamak

d)

sudut pandang orang tunggal

3.

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah

a)

kereta api

b)

jalan raya

c)

bus

d)

kapal laut

4.

Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”


amanat kutipan cerita di atas adalah ...

a)

jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir

b)

Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup

c)

orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya

d)

sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua

5.

Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.


sudut pandang kutipan cerita di atas adalah

a)

Orang pertama pelaku utama

b)

Orang pertama pelaku sampingan

c)

Orang ketiga sebagai pengamat

d)

Orang ketiga sebagai pelaku serba tahu

6.

Kemudian, ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan. Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh. Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan. Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika merebutnya atau menerimanya dari orang lain. Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya. Dan kenyataan adalah di mana berada. Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan. Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiannya. (Hujan, Yeni Puspita)


Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan cerita di atas adalah

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelasku sampingan

c)

orang ketiga sebagai pengamat

d)

orang ketiga serba tahu

7.

”Pak, pohon pepaya di pekaranganku telah dirobohkan dengan tak semena-mena. Tidaklah sepatutnya hal itu kulaporkan?”

”Itu benar, tapi jangan melebih-lebihkan. Ingat, yang harus diutamakan ialah kerukunan kampung. Soal kecil yang dibesar-besarkan bisa mengakibatkan kericuhan dalam kampung. Setiap soal mesti diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh main seruduk. Masih ingatkah kau pada peristiwa Dullah dan Bidin tempo hari? Hanya karena soal dua kilo beras, seorang kehilangan nyawa dan yang lain meringkuk di penjara.”

(Gerhana, Muhammad Ali)


Unsur intrinsik yang paling dominan dalam cerita di atas adalah

a)

latar

b)

tokoh

c)

alur

d)

amanat

8.

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.


Gaya bahasa (majas) yang terdapat pada kutipan cerita pendek di atas adalah ....

a)

hiperbola

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

ironi

9.

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.


Gaya bahasa (majas) dalam kutipan cerita di atas adalah ....

a)

personifikasi

b)

metafora

c)

hiperbola

d)

litotes

10.

Poin- poin di bawah merupakan bagian dari pengertian cerita pendek, kecuali...

a)

Menggunakan tidak lebih dari 10.000 kata dalam cerita

b)

Kesan dominan dan hanya memusatkan pada satu tokoh

c)

Menggunakan 10.000 kata lebih dalam cerita

d)

Cerita relatif pendek

11.

Tiga jenis latar atau setting terdapat dalam pilihan di bawah, kecuali...

a)

suasana

b)

sosial

c)

waktu

d)

tempat

12.

Ibu duduk termenung dan merasa sedih dengan kepergian Temon ke medan perang.

Latar apa yang ditunjukkan pada kalimat tersebut?

a)

tempat

b)

waktu

c)

suasana

d)

peristiwa

13.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari berpendar

b)

Ketika kerumunan tidak bersama

c)

Mentari bersinar

d)

Mentari di sebelah barat

14.

Menyaksikan guyuran dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat lain kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, bertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.

Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerita di atas adalah...

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang ketiga

c)

orang ketiga pengamat

d)

orang pertama bukan pelaku utama

15.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cantik. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).


Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor...

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

16.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cantik. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).


Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor...

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

17.

Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.

Seyuman Terindah Darimu


Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kehilangan

b)

kerinduan

c)

kesepian

d)

kesendirian

18.

Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek

a)

tema

b)

tokoh

c)

amanat

d)

latar budaya pengarang

19.

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila). Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

1 dan 2

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

20.

(1) Betapa gembiranya Ardi. (2) saat pulang sekolah ia mendapat tawaran dari pamannya Abdurrahman untuk sekolah di Jakarta. (3) bagaimanapun di Jakarta harus berjuang . (4) Jakarta adalah kota besar, yang selama ini ia impikan untuk bisa melihat dan tinggal di jakarta.

Bukti bahwa latar waktu kutiban tersebut pada siang hari ditunjukan pada nomor. ….

a)

4

b)

2

c)

3

d)

1

21.

Di sebuah desa tak jauh dari Gunung Bromo, hiduplah seorang gadis jelita. Roro Anteng namanya. Konon, ketika dilahirkan, gadis tersebut tidak menangis seperti bayi pada umumnya.


Latar cerita rakyat di atas adalah ….

a)

Danau

b)

Gunung

c)

Laut

d)

Sungai

22.

Aji : "Maafkan salahku, Mir!"

Amir : "Tidak!"

Aji : "AKu memang salah telah mengambil dia darimu."

Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."


Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....

a)

egois

b)

keras kepala

c)

pemaaf

d)

Pemarah

23.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…

a)

Mentari meredup

b)

Mentari di sebelah barat

c)

Ketika kerumunan tidak bersama

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu

24.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

25.

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu. Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …

a)

pemberani

b)

baik

c)

sombong

d)

egois