Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AKM Literasi Membaca 2

Total questions: 30

Worksheet time: 52mins

Name
Class
Date
1.

Apa fungsi dari Penguatan Pendidikan

Karakter yang diusung KEMDIKBUD?

a)

Sebagai sarana memperkuat keimanan dan kesabaran.

b)

Memberikan pemahaman mendalam terkait kepribadian.

c)

Sebagai bagian dari penguatan revolusi mental bagi seluruh warga sekolah.

d)

Meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

e)

TARIK SIS....SEMONGKO!

2.

Sebutkan 5 nilai utama PPK!

(a)  

3.

Berapa selisih pertumbuhan implementasi

PPK pada tahun 2017 dan 2018?

a)

Kurang dari 50 persen

b)

Lebih dari 50 persen

c)

Sama dengan 50 persen

d)

Tidak lebih dari 50 persen

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

4.

Waspada Pandemi Influenza,

Kemenkes Simulasi Siaga


Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati, namun ditelisik sebagai pusat pandemi atau terpaparkasus pandemi impor dari luar negeri.


Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 untuk meningkatkan kapasitas negara dalam melakukan deteksi, verifikasi, pelaporan dan tanggapan terhadap Keadaan Kesehatan Masyarakat Kepedulian Internasional (PHEIC) yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemitraan negara untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.


“Simulasi ini dilakukan untuk menguji kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi. Dalam kondisi pandemi, kita semua harus siap siaga,” terang Menkes RI Prof Nila Moeloek di tengah simulasi yang dilaksanakan di aerea Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-20 September 2017 ini, diakuinya membutuhkan intergritas sektoral, mulai dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan berbagai unsur publik yang sangat penting. Seperti badan kesehatan dunia WHO, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, dan TNI.


Simulasi episenter pandemi influenza terutama untuk mengatasi beberapa jenis virus seperti H5N1 dan H7N9 layak dilakukan karena peta situasi flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis di sebagian besar pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. Sebelumnya, simulasi serupa dilakukan pada tahun 2008 di Jembrana, Bali dan berlanjut pada tahun 2009 di Makasar,

Selawesi Selatan.


Pilihan simulasi pandemi ketiga ini dipilih di Tangsel, Banten karena kepadatan distribusi unggas di Jawa Barat dan Banten juga merembet ke DKI Jakarta yang rentan terhadap kasus potensial pandemi impor internasional karena menerima lebih dari 3 juta unggas/bulan dari berbagai sumber.


Fakta Flu Burung dan Simulasi Pandemi Surveilans AI (Avian Influenza) baru-baru ini pada unggas di Indonesia mendeteksi dua klade Avian Influenza A (H5N1) yang beredar pada unggas (klade 2.3.2.1 dan klade 2.1.3). Hingga saat ini, 199 kasus manusia dengan 84% CFR telah dilaporkan dari 15 provinsi se-Indonesia.


Simulasi kali ini fokus pada pemantauan potensi AH7N9 yang harus diantisipasi. Dalam simulasi, Wali Kota Tengerang Selatan Airin Rachmi Diany menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam terkait terdeteksinya beberapa kasus tambahan yang positif Influenza A H7N9, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Tangsel menetapkan kondisi kejadian luar biasa (KLB) Influenza A H7N9 sebagai Darurat Bencana (Siaga Darurat) untuk masa 2 minggu (2 kali masa inkubasi).


Berdasarkan analisis risiko penyakit didapatkan sinyal epidemologi bahwa virus Influenza A H7N9 menular antarmanusia di Kelurahan Setu. Hal ini didasarkan atas temuan satu kasus cluster positif H7N9 dan kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas. Kasus kluster ata nama A (L. 45 tahun), B (L, 11 tahun), dan T (P, 9 tahun), sementara dua kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas, atas nama A (L, 40 tahun) dan B (L, 36 tahun). Seluruhnya saat ini mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Satu pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan sesuai SOP.


Hasil evaluasi tim gerak cepat (TGC) Tangsel membuat pihak terkait mengaktifkan Sistem Komando Penanggulangan Darurat Bencana (SKPDB) untuk melakukan penanggulangan seperlunya yang meliputi isolasi kasus, survelians aktif, pelacakan kasus, karantina rumah, pendirian posko penanggulangan tanggap darurat.


Berita ini disiarkan oleh

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,

Kementerian Kesehatan RI.

Untuk informasi

lebih lanjut dapat menghubungi

Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567,

SMS 081281562620, faksmili (021)

5223002, 52921669, dan email kontak

@kemenkes.go.id.

*Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat*

drg.Oscar Primadi, MPH.


Informasi manakah yang tidak terdapat pada wacana tersebut?

a)

Lokasi diadakannya simulasi pandemi.

b)

Tujuan diadakannya simulasi pandemi.

c)

Biaya diadakannya simulasi pandemi.

d)

Waktu diadakannya simulasi pandemi.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

5.

Waspada Pandemi Influenza,

Kemenkes Simulasi Siaga


Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati, namun ditelisik sebagai pusat pandemi atau terpaparkasus pandemi impor dari luar negeri.


Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 untuk meningkatkan kapasitas negara dalam melakukan deteksi, verifikasi, pelaporan dan tanggapan terhadap Keadaan Kesehatan Masyarakat Kepedulian Internasional (PHEIC) yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemitraan negara untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.


“Simulasi ini dilakukan untuk menguji kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi. Dalam kondisi pandemi, kita semua harus siap siaga,” terang Menkes RI Prof Nila Moeloek di tengah simulasi yang dilaksanakan di aerea Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-20 September 2017 ini, diakuinya membutuhkan intergritas sektoral, mulai dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan berbagai unsur publik yang sangat penting. Seperti badan kesehatan dunia WHO, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, dan TNI.


Simulasi episenter pandemi influenza terutama untuk mengatasi beberapa jenis virus seperti H5N1 dan H7N9 layak dilakukan karena peta situasi flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis di sebagian besar pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. Sebelumnya, simulasi serupa dilakukan pada tahun 2008 di Jembrana, Bali dan berlanjut pada tahun 2009 di Makasar,

Selawesi Selatan.


Pilihan simulasi pandemi ketiga ini dipilih di Tangsel, Banten karena kepadatan distribusi unggas di Jawa Barat dan Banten juga merembet ke DKI Jakarta yang rentan terhadap kasus potensial pandemi impor internasional karena menerima lebih dari 3 juta unggas/bulan dari berbagai sumber.


Fakta Flu Burung dan Simulasi Pandemi Surveilans AI (Avian Influenza) baru-baru ini pada unggas di Indonesia mendeteksi dua klade Avian Influenza A (H5N1) yang beredar pada unggas (klade 2.3.2.1 dan klade 2.1.3). Hingga saat ini, 199 kasus manusia dengan 84% CFR telah dilaporkan dari 15 provinsi se-Indonesia.


Simulasi kali ini fokus pada pemantauan potensi AH7N9 yang harus diantisipasi. Dalam simulasi, Wali Kota Tengerang Selatan Airin Rachmi Diany menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam terkait terdeteksinya beberapa kasus tambahan yang positif Influenza A H7N9, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Tangsel menetapkan kondisi kejadian luar biasa (KLB) Influenza A H7N9 sebagai Darurat Bencana (Siaga Darurat) untuk masa 2 minggu (2 kali masa inkubasi).


Berdasarkan analisis risiko penyakit didapatkan sinyal epidemologi bahwa virus Influenza A H7N9 menular antarmanusia di Kelurahan Setu. Hal ini didasarkan atas temuan satu kasus cluster positif H7N9 dan kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas. Kasus kluster ata nama A (L. 45 tahun), B (L, 11 tahun), dan T (P, 9 tahun), sementara dua kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas, atas nama A (L, 40 tahun) dan B (L, 36 tahun). Seluruhnya saat ini mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Satu pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan sesuai SOP.


Hasil evaluasi tim gerak cepat (TGC) Tangsel membuat pihak terkait mengaktifkan Sistem Komando Penanggulangan Darurat Bencana (SKPDB) untuk melakukan penanggulangan seperlunya yang meliputi isolasi kasus, survelians aktif, pelacakan kasus, karantina rumah, pendirian posko penanggulangan tanggap darurat.


Berita ini disiarkan oleh

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,

Kementerian Kesehatan RI.

Untuk informasi

lebih lanjut dapat menghubungi

Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567,

SMS 081281562620, faksmili (021)

5223002, 52921669, dan email kontak

@kemenkes.go.id.

*Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat*

drg.Oscar Primadi, MPH.


Menurut teks tersebut, dapatkah penyakit flu burung menular tanpa ada kontak dengan unggas? Jika ya, sebutkan di paragraf berapa!

(a)  

6.

Waspada Pandemi Influenza,

Kemenkes Simulasi Siaga


Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati, namun ditelisik sebagai pusat pandemi atau terpaparkasus pandemi impor dari luar negeri.


Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 untuk meningkatkan kapasitas negara dalam melakukan deteksi, verifikasi, pelaporan dan tanggapan terhadap Keadaan Kesehatan Masyarakat Kepedulian Internasional (PHEIC) yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemitraan negara untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza.


“Simulasi ini dilakukan untuk menguji kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi. Dalam kondisi pandemi, kita semua harus siap siaga,” terang Menkes RI Prof Nila Moeloek di tengah simulasi yang dilaksanakan di aerea Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-20 September 2017 ini, diakuinya membutuhkan intergritas sektoral, mulai dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan berbagai unsur publik yang sangat penting. Seperti badan kesehatan dunia WHO, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, dan TNI.


Simulasi episenter pandemi influenza terutama untuk mengatasi beberapa jenis virus seperti H5N1 dan H7N9 layak dilakukan karena peta situasi flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis di sebagian besar pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. Sebelumnya, simulasi serupa dilakukan pada tahun 2008 di Jembrana, Bali dan berlanjut pada tahun 2009 di Makasar,

Selawesi Selatan.


Pilihan simulasi pandemi ketiga ini dipilih di Tangsel, Banten karena kepadatan distribusi unggas di Jawa Barat dan Banten juga merembet ke DKI Jakarta yang rentan terhadap kasus potensial pandemi impor internasional karena menerima lebih dari 3 juta unggas/bulan dari berbagai sumber.


Fakta Flu Burung dan Simulasi Pandemi Surveilans AI (Avian Influenza) baru-baru ini pada unggas di Indonesia mendeteksi dua klade Avian Influenza A (H5N1) yang beredar pada unggas (klade 2.3.2.1 dan klade 2.1.3). Hingga saat ini, 199 kasus manusia dengan 84% CFR telah dilaporkan dari 15 provinsi se-Indonesia.


Simulasi kali ini fokus pada pemantauan potensi AH7N9 yang harus diantisipasi. Dalam simulasi, Wali Kota Tengerang Selatan Airin Rachmi Diany menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam terkait terdeteksinya beberapa kasus tambahan yang positif Influenza A H7N9, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Tangsel menetapkan kondisi kejadian luar biasa (KLB) Influenza A H7N9 sebagai Darurat Bencana (Siaga Darurat) untuk masa 2 minggu (2 kali masa inkubasi).


Berdasarkan analisis risiko penyakit didapatkan sinyal epidemologi bahwa virus Influenza A H7N9 menular antarmanusia di Kelurahan Setu. Hal ini didasarkan atas temuan satu kasus cluster positif H7N9 dan kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas. Kasus kluster ata nama A (L. 45 tahun), B (L, 11 tahun), dan T (P, 9 tahun), sementara dua kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas, atas nama A (L, 40 tahun) dan B (L, 36 tahun). Seluruhnya saat ini mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Satu pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan sesuai SOP.


Hasil evaluasi tim gerak cepat (TGC) Tangsel membuat pihak terkait mengaktifkan Sistem Komando Penanggulangan Darurat Bencana (SKPDB) untuk melakukan penanggulangan seperlunya yang meliputi isolasi kasus, survelians aktif, pelacakan kasus, karantina rumah, pendirian posko penanggulangan tanggap darurat.


Berita ini disiarkan oleh

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,

Kementerian Kesehatan RI.

Untuk informasi

lebih lanjut dapat menghubungi

Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567,

SMS 081281562620, faksmili (021)

5223002, 52921669, dan email kontak

@kemenkes.go.id.

*Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat*

drg.Oscar Primadi, MPH.


Beri tanda centang pada pernyataan yang benar!

a)

Flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis.

b)

Airin Rachmi Diani adalah mentri kesehatan Indonesia tahun 2017.

c)

Pasien yang meninggal akibat pandemi ini harus dimakamkan sesuai SOP.

d)

Simulasi pandemi di Tangerang Selatan simulasi lain dilakukan di kota lainnya.

e)

15 provinsi telah melaporkan adanya suspect pandemi di provinsi mereka.

7.

Apa yang harus dipersiapkan oleh Ratna, siswa kelas 8 yang ingin mengikuti acara yang tertulis dalam pengumuman tersebut?

a)

Menentukan tema foto, riset, konsep pengambilan gambar, editing.

b)

Membeli kamera baru, riset, cek lokasi, editing.

c)

Mempersiapkan model, narasi cerita, uang untuk keperluan lainnya.

d)

Menetukan tema foto, editing, ruang untuk menyimpan piala.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

8.

Apa yang harus dilakukan peserta pada tanggal 15 Mei 2015?

a)

Menyerahkan hasil esai foto pada panitia.

b)

Mengubah pelaksanaan lomba esai foto.

c)

Melakukan pendaftaran pada guru kesenian sekolah.

d)

Mengikuti pertemuan teknis dengan peserta lainnya.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

9.

Apakah semua siswa di sekolah tersebut bisa mengikuti lomba esai foto? Jelaskan jawabanmu!

(a)  

10.

Manakah yang bukan penyebab utama menurunnya pendapatan nelayan tradisional?

a)

Rusaknya habitat coral dan mangrove.

b)

Proses pengolahan berkualitas rendah.

c)

Metode pengambilan ikan yang tidak sesuai.

d)

Rendahnya daya beli masyarakat.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

11.

Apa akibat yang ditimbulkan oleh sulitnya akses menuju pasar ikan?

a)

Berkurangnya pasokan ikan.

b)

Turunnya daya beli masyarakat.

c)

Tingginya angka konsumsi ikan.

d)

Rendahnya harga ikan yang dijual.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO

12.

Mengapa permasalahan tersebut digambarkan melalui diagram pohon?

a)

Untuk memudahkan pembaca dalam memahami setiap bagian dari permasalahan.

b)

Untuk mempermudah pembaca dalam mengerjakan soal.

c)

Untuk menghemat tempat.

d)

Untuk meringkas permasalahan.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO

13.

Jika Dwi dan Rika baru pulang bekerja pada pukul 18.00, dan perjalanan menuju bioskop membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Film apakah yang masih mungkin ditonton oleh mereka berdua jika pada pukul 22.00 mereka harus sudah ada di rumah?

a)

Transformers: Age of Extinction dan

Transformers: Age of Extinction 3D.

b)

Tidak ada satupun film yang bisa ditonton.

c)

Brick Mansions dan Transformers: Age of

Extinction.

d)

Brick Mansions saja.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

14.

Apa fungsi dari tulisan R dan D pada bagian informasi pada film? Jelaskan jawabanmu!

(a)  

15.

Berapakah selisih jika Dita dan Dara ingin menonton Transformers Age of Exinction di hari Rabu dan Sabtu?

a)

Kurang dari Rp 30.000.

b)

Rp 30.000

c)

Lebih dari Rp 30.000.

d)

Lebih dari Rp 35.000.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

16.

Kelelawar Pengecut


Disebuh padang rumput ada seekor singan sedang menyantap daging. Tiba-tiba, burung elang menyambarnya. Singa pun marah dan menyatakan perang terhadap bagsa burung.


Segala jenis burung akan menjadi musuhnya. Pada malam hari kelompok yang dipimpin singa melakukan serangan. Bangsa burung kalah. Melihat kondisi itu, kelelawar merasa cemas.


Ia pun segera menemui raja hutan. Kelelawar mengatakan bahwa dirinya termasuk bangsa tikus meskipun mempunyai sayap. Karena itu, dia ingin bergabung. Singa pun mengizinkannya.


Pada keesokan harinya ketika kelompok singa sedang istirahat, kelompok burung menyerang balik. Kelelawar pun merasa cemas sehingga dia berpikir untuk bergabung dengan bangsa burung.


Kelelawar menemui elang. Elang pun menerima dengan senang hati. Selama pertempuran antara kelompok elang dengan kelompok singa, kelelawar bolak-balik berpihak kepada kelompok yang menang.


Latar tempat dari penggalan cerita tersebut adalah ...

a)

Hutan

b)

Kebun binatang

c)

Padang rumput

d)

Padang pasir

e)

TARIK SIS...SEMONGKO

17.

Kelelawar Pengecut


Disebuh padang rumput ada seekor singan sedang menyantap daging. Tiba-tiba, burung elang menyambarnya. Singa pun marah dan menyatakan perang terhadap bagsa burung.


Segala jenis burung akan menjadi musuhnya. Pada malam hari kelompok yang dipimpin singa melakukan serangan. Bangsa burung kalah. Melihat kondisi itu, kelelawar merasa cemas.


Ia pun segera menemui raja hutan. Kelelawar mengatakan bahwa dirinya termasuk bangsa tikus meskipun mempunyai sayap. Karena itu, dia ingin bergabung. Singa pun mengizinkannya.


Pada keesokan harinya ketika kelompok singa sedang istirahat, kelompok burung menyerang balik. Kelelawar pun merasa cemas sehingga dia berpikir untuk bergabung dengan bangsa burung.


Kelelawar menemui elang. Elang pun menerima dengan senang hati. Selama pertempuran antara kelompok elang dengan kelompok singa, kelelawar bolak-balik berpihak kepada kelompok yang menang.


Watak yang dimiliki oleh kelelawar adalah ...

a)

Pembohong

b)

Senang menipu

c)

Suka mengadu domba

d)

Tidak punya pendirian

e)

TARIK SIS...SEMONGKO

18.

Kelelawar Pengecut


Disebuh padang rumput ada seekor singan sedang menyantap daging. Tiba-tiba, burung elang menyambarnya. Singa pun marah dan menyatakan perang terhadap bagsa burung.


Segala jenis burung akan menjadi musuhnya. Pada malam hari kelompok yang dipimpin singa melakukan serangan. Bangsa burung kalah. Melihat kondisi itu, kelelawar merasa cemas.


Ia pun segera menemui raja hutan. Kelelawar mengatakan bahwa dirinya termasuk bangsa tikus meskipun mempunyai sayap. Karena itu, dia ingin bergabung. Singa pun mengizinkannya.


Pada keesokan harinya ketika kelompok singa sedang istirahat, kelompok burung menyerang balik. Kelelawar pun merasa cemas sehingga dia berpikir untuk bergabung dengan bangsa burung.


Kelelawar menemui elang. Elang pun menerima dengan senang hati. Selama pertempuran antara kelompok elang dengan kelompok singa, kelelawar bolak-balik berpihak kepada kelompok yang menang.


Amanat yang dapat diteladani dari cerita tersebut adalah ...

a)

Jangan merebut sesuatu yang menjadi hak orang lain.

b)

Bergabung dengan kelompok yang mendapatkan kemenangan.

c)

Jangan menjadi seorang pengecut karena tidak akan memunyai teman.

d)

Selalu membalas dendam dengan orang yang berbuat jahat kepada kita.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

19.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang. Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam

menghadapku.


Dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan bahwa pria tersebut kemungkinan besar ...

a)

Meninggal dunia

b)

Pingsan

c)

Sekarat

d)

Sehat

e)

TARIK SIS....SEMONGKO!

20.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang. Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Peristiwa tersebut terjadi di ...

a)

UKS di sekolah

b)

UGD rumah sakit

c)

UGD di dokter praktik

d)

UGD di klinik umum

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

21.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang. Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah...

a)

Ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan lalu lintas di rumah sakit.

b)

Ketakutan tokoh aku di rawat di rumah sakit.

c)

Tokoh aku sedang menahan sakit perut.

d)

Korban pembunuhan di rumah sakit.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

22.

Sahabatku,

Gelora Ambara Putri

Jl. Gajah Mada No. 75

Lampung


Salam persahabatan,

Hai, apa kabar Put? Bagaimana keadaanmu sekarang? Sehat dan bahagia bukan? Apa kabar bunga mawar yang di depan rumah kamu? Apa kamu masih merawatnya?


Put, aku ingin sekali loh bertemu sama kamu. Kamu pasti tambah imut deh sekarang, ya kan? Atau mungkin tambah tinggi aja ya badan kamu? Putri, sahabatku yang baik. Sejak kita berpisah waktu itu, banyak hal yang terjadi di sini. Kota kita memang berkembang sangat pesat Put. Kamu masih ingat dengan gedung yang dulunya menjadi tempat pentas dan latihan drama kita? Gedung itu sekarang sudah rata dengan tanah Put. Kini sudah muncul bangunan-bangunan baru yang super mewah dan menjulang ke langit, tapi sayang tempat itu hanya sebgai tempat belanja! Rasanya sudah tidak mungkin untuk menjadi tempat kesenian, apalagi untuk pentas drama.


Put, sekian dulu ya. Jangan lupa balas ya surat aku ini. Kutunggu kabarmu loh! Sampaikan salamku untuk Ibu dan Bapak, Juga Mas. Sampaikan ke Mas Burhan. Terima kasih

Put… Sampai jumpa di liburan panjang yang akan datang.

Sampai jumpa.


Sahabatmu,


Intan Permatasari


Dari surat tersebut dapat disimpulkan bahwa....

a)

Intan tidak mengenal keluarga Putri dengan baik.

b)

Intan masih satu kota dengan Putri namun tidak satu sekolah.

c)

Putri suka menari dan merawat bunga mawar.

d)

Gedung yang biasa untuk pentas dan latihan drama sekrang menjadi mewah.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

23.

Sahabatku,

Gelora Ambara Putri

Jl. Gajah Mada No. 75

Lampung


Salam persahabatan,

Hai, apa kabar Put? Bagaimana keadaanmu sekarang? Sehat dan bahagia bukan? Apa kabar bunga mawar yang di depan rumah kamu? Apa kamu masih merawatnya?


Put, aku ingin sekali loh bertemu sama kamu. Kamu pasti tambah imut deh sekarang, ya kan? Atau mungkin tambah tinggi aja ya badan kamu? Putri, sahabatku yang baik. Sejak kita berpisah waktu itu, banyak hal yang terjadi di sini. Kota kita memang berkembang sangat pesat Put. Kamu masih ingat dengan gedung yang dulunya menjadi tempat pentas dan latihan drama kita? Gedung itu sekarang sudah rata dengan tanah Put. Kini sudah muncul bangunan-bangunan baru yang super mewah dan menjulang ke langit, tapi sayang tempat itu hanya sebgai tempat belanja! Rasanya sudah tidak mungkin untuk menjadi tempat kesenian, apalagi untuk pentas drama.


Put, sekian dulu ya. Jangan lupa balas ya surat aku ini. Kutunggu kabarmu loh! Sampaikan salamku untuk Ibu dan Bapak, Juga Mas. Sampaikan ke Mas Burhan. Terima kasih

Put… Sampai jumpa di liburan panjang yang akan datang.

Sampai jumpa.


Sahabatmu,


Intan Permatasari


Seandainya kamu menjadi Putri, apa yang akan kamu lakukan kepada Intan?

(a)  

24.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah

SMP Negeri 7 Bandung


Selamat atas terpilihnya Bapak Lukman sebagai kepala sekolah kami yang baru. Jujur, dua bulan setelah kepemimpinan bapak ada perubahan yang dirasakan anak-anak kami.


Saya sangat senang ketika bapak menetapkan peraturan baru yaitu adanya kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama tiap pagi selama 15 menit dan diharuskannya semua murid yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Selain itu ada pula peraturan yang mewajibkan siswa minimal seminggu sekali untuk membaca di perpustakaan.


Tiga peraturan baru ini memberi dampak yang positif bagi anak-anak kami, sehingga mereka tidak hanya mengejar ilmu dunia namun juga ibadah untuk di akhirat kelak.


Semoga program ini dapat berlangsung terus, dan bapak bisa menetapkan kebijakan-kebijakan baru lainnya yang inovatif dan baik.


Sekian surat dari kami, sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga bapak sehat selalu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hormat Kami,

Ketua Ikatan Orang Tua Murid Angkatan 2019 –2020,


Asep Sudarwan


https://www.suratresmi.id/contoh-surat-pembaca-

tentang-lingkungan-sekolah/#contoh-surat-

pembaca-tentang-lingkungan-sekolah


Peraturan baru yang dikeluarkan oleh kepala sekolah adalah ...

(a)  

25.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah

SMP Negeri 7 Bandung


Selamat atas terpilihnya Bapak Lukman sebagai kepala sekolah kami yang baru. Jujur, dua bulan setelah kepemimpinan bapak ada perubahan yang dirasakan anak-anak kami.


Saya sangat senang ketika bapak menetapkan peraturan baru yaitu adanya kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama tiap pagi selama 15 menit dan diharuskannya semua murid yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Selain itu ada pula peraturan yang mewajibkan siswa minimal seminggu sekali untuk membaca di perpustakaan.


Tiga peraturan baru ini memberi dampak yang positif bagi anak-anak kami, sehingga mereka tidak hanya mengejar ilmu dunia namun juga ibadah untuk di akhirat kelak.


Semoga program ini dapat berlangsung terus, dan bapak bisa menetapkan kebijakan-kebijakan baru lainnya yang inovatif dan baik.


Sekian surat dari kami, sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga bapak sehat selalu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hormat Kami,

Ketua Ikatan Orang Tua Murid Angkatan 2019 –2020,


Asep Sudarwan


https://www.suratresmi.id/contoh-surat-pembaca-

tentang-lingkungan-sekolah/#contoh-surat-

pembaca-tentang-lingkungan-sekolah


Alasan ikatan orang tua murid menyampaikan surat tersebut adalah...

a)

Mereka tidak ingin adanya penambahan peraturan yang baru.

b)

Penambahan peraturan baru sebaiknya dimusyawarahkan dulu dengan komite sekolah.

c)

Peraturan baru tersebut baik untuk siswa, tetapi perlu dikaji ulang kembali.

d)

Peraturan baru tersebut tidak hanya mengejar ilmu dunia, tetapi juga ibadah untuk di akhirat kelak.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

26.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah

SMP Negeri 7 Bandung


Selamat atas terpilihnya Bapak Lukman sebagai kepala sekolah kami yang baru. Jujur, dua bulan setelah kepemimpinan bapak ada perubahan yang dirasakan anak-anak kami.


Saya sangat senang ketika bapak menetapkan peraturan baru yaitu adanya kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama tiap pagi selama 15 menit dan diharuskannya semua murid yang beragama Islam untuk melaksanakan Sholat Dhuha. Selain itu ada pula peraturan yang mewajibkan siswa minimal seminggu sekali untuk membaca di perpustakaan.


Tiga peraturan baru ini memberi dampak yang positif bagi anak-anak kami, sehingga mereka tidak hanya mengejar ilmu dunia namun juga ibadah untuk di akhirat kelak.


Semoga program ini dapat berlangsung terus, dan bapak bisa menetapkan kebijakan-kebijakan baru lainnya yang inovatif dan baik.


Sekian surat dari kami, sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga bapak sehat selalu.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Hormat Kami,

Ketua Ikatan Orang Tua Murid Angkatan 2019 –2020,


Asep Sudarwan


https://www.suratresmi.id/contoh-surat-pembaca-

tentang-lingkungan-sekolah/#contoh-surat-

pembaca-tentang-lingkungan-sekolah


Apa yang akan Anda lakukan terhadap peraturan baru tersebut seandainya kamu adalah siswa SMPN 7 Bandung?

(a)  

27.

Kemacetan dan Masa Depan Kota

Oleh: Novi Ermawati


Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.


Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.


Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.


Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.


https://www.gurupendidikan.co.id/teks-eksposisi/


Pesan yang ingin disampaikan oleh penulis adalah ...

a)

Kota Yogyakarta semakin hari semakin ramai dihuni oleh penduduk pendatang.

b)

Meminta kepada pihak yang berwenang untuk memikirkan perkembangan Kota Yogyakarta di masa yang akan datang.

c)

Hampir semua jalan di Yogyakarta macet oleh kendaraan.

d)

Perlu adanya penambahan alat transportasi yang memadai.

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

28.

Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan kemacetan parah akan terjadi pada jalan- jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan, dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.


Pernyataan tersebut merupakan ...

a)

Tesis

b)

Argumen

c)

Opini

d)

Solusi

e)

TARIK SIS...SEMONGKO!

29.

Kemacetan dan Masa Depan Kota

Oleh: Novi Ermawati


Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.


Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.


Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.


Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.


https://www.gurupendidikan.co.id/teks-eksposisi/


Solusi yang diberikan penulis berupa (a)  

30.

Kemacetan dan Masa Depan Kota

Oleh: Novi Ermawati


Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock, 1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.


Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.


Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro, Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan Parangtritis.


Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola berkegiatan yang sistematis.


https://www.gurupendidikan.co.id/teks-eksposisi/


Point utama penyebab kemacetan di Kota Yogyakarta adalah ...

(a)