Font size
WorksheetsTes Akademik Penerimaan SP2 KIC
Total questions: 50
Worksheet time: 38mins
Dari monitoring hemodinamik dengan menggunakan ultrasonografi didapatkan ivc collapsibility index 40%.Apakah ini merupakan nilai normal atau abnormal
Normal
Abnormal
Jika ditemukan nilai abnormal pada pemeriksaan ivc collapsibility index dengan bantuan usg,tindakan apa yang akan anda lakukan selanjutnya?
Berikan agen vasopressor
Berikan agen inotropik
Berikan cairan
Konfirmasi window lain
Konsultasi pada sonografer karena bukan merupakan area kompetensi intensivist
Gambar berikut ini kurva disosiasi oksigen, hal yang dapat menyebabkan right shift adalah :
Penurunan CO2
Penurunan pH
Penurunan Suhu
Penurunan Difosfogliserat (DFG)
Faktor berikut yang tidak mempengaruhi terhadap ventilasi paru :
Complians dan recoil paru
Jalan nafas pasien
Jumlah eritrosit/ Hemoglobin
Tekanan O2 atmosfir
Faktor berikut yang tidak mempengaruhi terhadap ventilasi paru :
Complians dan recoil paru
Jalan nafas pasien
Jumlah eritrosit/ Hemoglobin
Tekanan O2 atmosfir
Berikut ini merupakan kegunaan kateter arteri pulmoner
menilai tekanan arteri pulmoner
menilai SvO2
menilai ScvO2
menilai cardiac output
Dibawah ini termasuk penyebab terjadinya imbalan cairan pada sepsis:
Vasoplegi otonom.
Peningkatan permeabilitas pembuluh darah.
Kerusakan glikokaliks
Overload cairan
Peningkatan IL-6
Apa yang saudara ketahui tentang sepsis ?
Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat disregulasi respons tubuh terhadap infeksi.
Angka kematian akibat sepsis dan syok sepsis 61%
Skor SOFA digunakan untuk mengetahui secara dini terjadinya Sepsis
Kelemahan dari skor SOFA adalah tidak dilakukannya pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnose.
Pernyataan diatas benar semua
Kondisi dimana tidak terdapat ventilasi tapi terdapat perfusi ( V/Q = 0 ) disebut :
Shunt unit
Normal Unit
Dead Space Unit
Interface Unit
Gambar berikut ini menunjukkan kondisi :
Normal
Atelektasis
Interstitial Edema
Pulmonary Edema
Melihat gambar berikut ini, nilai normal dari V/Q adalah :
1,4
0,8
1,2
0,6
A middle-aged female patient has been admitted to the ICU with an acute exacerbation of asthma. On admission she was hypoxic, hypercarbic and tachycardic with a reduced level of consciousness. She was therefore sedated and ventilated manually initially in order to improve her oxygenation. Over a period of a few minutes she became hypotensive and more tachycardic and hypoxic. The most likely cause for her deterioration following ventilation was:
Pneumonia
Tension pneumothorax
Sepsis
Hypovolaemia
Myocardial infarction
Termasuk dalam Resusitasi awal cairan pada pasien syok sepsis adalah :
Pemberian krisraloid 30 cc/kgbb dalam 3 jam pertama
MAP tercapai lebih dari 65 mmHg
Tekanan darah sisitolik > 90 mmHg, diastolic > 50 mmHg
Pemberian Vasopresin lebih dini bertujuan untuk mengurangi dosis NE
Penurunan kadar asam laktat dapat dipakai sebagai indicator keberhasilan resusitasi pada syok septik.
Faktor independent yang memengaruhi keseimbangan asam basa menurut pendekatan asam basa stewart adalah:
PCO2
SID
Anion Gap
weak acid
HCO3
Pernyataan yang benar tentang fisiologi Natrium di dalam tubuh adalah:
Na adalah elektrolit yang utama di kompartemen ekstra selular ( ECF) Kebutuhannya pada orang dewasa adalah 1.5 mEq /kgBB/hari
volume intraselular akan berkurang pada hypernatremia
Volume intraselular akan bertambah pada hyponatremia
Konsentrasi Na plasma dapat merefleksikan Volume intra selular
sangat berpengaruh terhadap osmolalitas intra selular
sangat berpengaruh terhadap osmolalitas extraselular
Pernyataan yang benar mengenai kebutuhan nutrisi pada pasien sakit kritis :
Formula Parkland digunakan untuk menentukan jumlah kebutuhan kalori per hari
Perkiraan kebutuhan kalori adalah sekitar 25-30 kkal/kgbb/hari
Kebutuhan sodium per hari adalah 0.7-1 mmol/kgbb/hari
Kebutuhan karbohidrat perhari adalah 3-4 g/kgbb/hari dimana 60% harus berupa glukosa
Kebutuhan kalsium per hari adalah 0.4 mmol/kgbb/hari
Perhitungan kebutuhan kalori per hari untuk pasien sakit kritis yang paling akurat adalah menggunakan :
Kalorimetri Direk
Kalorimetri Indirek
Rule of thumb 25 kkal/kgBB
Berat badan ideal pasien
Rumus Harris Benedict
Yang dimaksud dengan de-eskalasi antibiotic adalah :
Pemberian antibiotik spektrum luas bila perlu kombinasi dua antibiotik secara dini
De-eskalasi antibiotic didasarkan kepada kecurigaan bahwa kuman multidrug resistance (MDR) sebagai penyebab sepsis/syok sepsis.
Eradikasi kuman sedini mungkin karena semakin dini semakin kecil terjadinya mutasi resisten.
Menghindari toksisitas dengan menggunakan antibiotik spektrum sempit dengan jangka waktu pendek.
Pernyataan diatas benar semua.
Metode yang termasuk RRT:
SLEDD
IHD
CVVHDF
PD
TPE
Hal yang benar mengenai Thromboembolic Prophylaxis adalah:
Pemberian thromboembolic prophylaxis bertujuan untuk mencagah terjadinya DVT
Heparin merupakan drug of choice
Perlu monitor PT, aPTT dua hari sekali
Semua pasien harus mendapatkan thromboembolic Prophylaxis
Pasien head injury tidak memerlukan thromboembolic prophylaxis
Seorang pasien umur 47th dengan diagnosa: postoperasi Laparatomi Ai appendix perforasi + sepsis + pneumonia. Pasien CM, terintubasi dengan mode PS, hemodinamik stabil. Assessment penilaian nyeri yang paling tepat untuk digunakan pada pasien ini adalah:
Behavioral Pain Scale
CC POT
Visual Analog Scale
Numeric Rating Scale
Wong Baker Face Scale
Dibawah ini termasuk indikasi dilakukannya RRT:
Severe hiperkalemia
Azotemia disertai penurunan kesadaran
Severe asidosis
Fluid overload yang tidak respon terhadap furosemide (diuretika).
Rhabdomyolisis.
Faktor yang paling berperan dalam patofisiologi syok adalah:
Hypovolemia
Kardiogenik
Obstruksi
Distributive
Semua faktor di atas
Karakteristik penurunan curah jantung akan dijumpai pada kondisi berikut :
Syok spinal
Syok septic
Syok anafilatik
Syok kardiogenik
Semua benar
Fase manajemen syok, meliputi :
Resusitasi-stabilisasi-optimalisasi-De-Escalation
Stabilisasi-Resusitasi- De-Escalation-Optimalisasi
Resusitasi-Optimalisasi-Stabilisasi-De-Escalation
Resusitasi-De-Escalation-stabilisasi-optimalisasi
Stabilisasi-Resusitasi-De-escaltion-optimalisasi
Dibawah ini merupakan tujuan (goal) dari monitoring hemodinamik di ICU
Mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat
Identifikasi instabilitas hemodinamik pasien sesegera mungkin
Identifikasi penyebab instabilitas hemodinamik pasien
Untuk monitoring keberhasilan terapi
Untuk mendapatkan informasi fisiologis hemodinamik yang lebih detil
Berikut ini merupakan parameter dinamis monitoring hemodinamik
LVEDD LVEDA
passive leg raising
IVC distensibility/collapsibility index
CVP
Kissing papilary sign
Adanya metabolisme oksigen intraseluler yang abnormal pada kondisi syok dapat dilihat dari gambaran:
Urin output < 0,5 mL/KgBB
Hiperlaktatemia
Capillary Refill Time > 2 detik
SvO2 < 65%
pH < 7.4
A 67 y.o man without any previous medical problem was admitted with CAP. His condition rapidly worsened over a few hours and he required mechanical ventilation. The most common causative agent likely to produce his CAP is :
Streptococcus pneumoniae
Staphylococcus aureus
Haemophilus influenzae
Legionella pneumophilia
Mycoplasma pneumoniae
Kelainan EKG yang dapat terlihat pada keadaan hipokalemia adalah :
slight T wave flattening
prominent U waves
ST depressions
T wave inversions
Semua salah
Peranan nutrisi enteral dalam proteksi terhadap kejadian infeksi :
Keberadaan makanan di dalam lumen usus akan mempertahankan integritas struktur mukosa usus
Mencegah terjadinya translokasi bakteri
Menyebabkan terjadinya atrofi mukosa saluran cerna
Mempertahankan sistem imun pada saluran cerna dengan memproduksi imunoglobulin A oleh monosit pada dinding saluran cerna yang akan mencegah perlekatan patogen dengan mukosa usus
Dipengaruhi oleh pelepasan gastrin dan kolesistokinin sebagai respon dari distensi gaster
Berikut ini adalah hal2 yang perlu dimonitor setiap hari di ICU :
Nutrisi
Sedasi
Elevasi kepala
Elektrolit
Pemberian heparin
Menurut KDIGO, AKI didiagnosis berdasarkan :
Nilai kreatinin meningkat 1,5 x dari baseline.
Nilai kreatinin meningkat ≥ 0.3 mg/dl.
Urine output 0,5-1 ml/kg/jam > 6 jam
Urine output < 0.3 ml/kg/ jam dalam 24 jam.
Penurunan GFR ≥ 25%.
Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya asidosis adalah :
Penurunan kadar Na+
Peningkatan SID
Peningkatan Unmeasured Anion
Peningkatan kadar albumin
Peningkatan kadar phosfat
Tanda2 terjadinya hipoperfusi akibat sepsis adalah :
Penurunan kesadaran
Peningkatan frekwensi napas lebih dari 22 kali/menit
Peningkatan asam laktat
Produksi urine kurang dari 1 cc/kgbb/24 jam
CVP kurang dari 5 cmH2O
Hal yang perlu diperhatikan mengenai sedasi d ICU adalah :
Tingkat sedasi dinilai dengan menggunakan Richmond Agitation and Sedation Scale
Pemberian secara titrasi dan individual
Sedation vacation perlu dilakukan
Pemberian sedasi sebaiknya dilakukan lebih dulu sebelum pasien diberikan analgetik
Tingkat sedasi pasien harus dievaluasi setiap 2 hari sekali
Bila ada indikasi penggunaan vasopressor untuk terapi pada syok, maka sebagai pilihan pertama adalah :
Adrenalin
Nor-adrenalin
Dopamin
Dobutamin
Fenilefrin
A 25 y.o male has multiple injuries and is admitted to the ICU afyer initial surgical stabilisation. On day 2 he deteriorates and requires intubation and ventilation for evolving ARDS. Later he requires haemofiltration due to ARF and also requires initropic support. Which of the following scoring systems will most accurately reflect the severity of his current clinical state and probability of mortality?
Multiple Organ Dysfunction Score (MODS)
Acute Physiology and Chronic Health Evaluation (APACHE) II score
APACHE III score
Simplified Acute Physiology Score (SAPS)
Injury Severity Score (ISS)
Faktor dependent yang memengaruhi keseimbangan asam basa menurut pendekatan asam basa stewart adalah :
CO3-
Phosfat
HCO3-
OH-
Albumin
Pernyataan yg benar :
Pain management on critical care;
It is estimated that 45% of critical care patients remember experiencing pain during their stay
The Behaviourial Pain Scale (BPS) is composed of four observational areas and is scored from 0-8
The Critical-care Pain Observation Tool (CPOT) is not suitable for intubated patients
Controlled pain has been linked to adverse patient consequences
For non-neuropathic pain, intravenous opioids are considered for first-line management
Hal yang benar mengenai Stress Ulcer Prevention (SUP) :
Hanya diberikan pada pasien yang beresiko tinggi perdarahan gastrointestinal
Ranitidine lebih signifikan dibanding sucralfat untuk mencegah perdarahan gastrointestinal
Pemberian PPI termasuk dalam stres ulcer prevention
Tujuan SUP adlah untuk mencegah terjadinya pneumonia
Pemberian PPI harus diberikan pada setiap pasien di ICU
Ratio V/Q pada kondisi normal akan terjadi :
Peningkatan pada apex paru, Penurunan pada basal paru
Penurunan pada apex paru, Peningkatan pada basal paru
Peningkatan pada apex dan basal paru
Penurunan pada apex dan basal paru
Dibawah ini termasuk penyebab terjadinya akumulasi cairan pada sepsis :
Resusitasi cairan 30 ml/ kg pada saat syok sepsis.
Penurunan protein plasma akibat peningkatan proses katabolisme protein.
Terjadinya AKI.
Sulitnya mempertahankan volume sirkulasi akibat kebocoran kapiler.
Peningkatan katekolamin plasma.
Hal di bawah ini yang benar mengenai nutrisi pada pasien sakit kritis :
Pemberian nutrisi enteral dalam 24 jam pertama setelah masuk ruang rawat intensif berhubungan secara signifikan dengan penurunan angka mortalitas
Pemberian Trophic feeding dibandingkan dengan full feeding pada satu minggu pertama perawatan di unit rawat intensif berhubungan dengan outcome yang lebih buruk pada pasien dengan acute lung injury
Pada fase awal sakit kritis, dianjurkan pemberian protein sebanyak 0.5/kgbb/hari
Pemberian suplementasi selenium tidak memberikan keuntungan pada pasien sepsis
Waktu terbaik kapan dimulainya nutrisi parenteral masih belum jelas
Pemberian Antibiotik pada pasien yg didiagnosa sepsis/syok sepsis :
Pemberian dilakukan secara dini, berdasarkan pola kuman di rumah sakit setempat.
Keterlambatan pemberian antibiotic setiap jam akan meningkatkan angka kematian sekitar 7%.
Diberikan Ab setelah pengambilan sediaan untuk pemeriksaan mikrobiologi.
Sebaiknya diberikan berdasarkan kemungkinan lokasi sumber infeksi.
Benar semua
Pernyataan yang benar mengenai Assist Control Ventilation :
Ventilator yang memulai ( nafas kendali)
Pasien yang memulai (nafas dibantu)
Frekuensi minimal diatur dan ditetapkan
Karakteristik dari setiap inspirasi tidak sama
Sangat terpengaruh oleh apakah nafas kendali atau nafas dibantu.
Keuntungan Pressure Control Ventilation:
Relatif simple
Tidak tersinkronisasi
Terhindar dari tekanan inspirasi yang tinggi.
Sering memerlukan sedasi
Memperbaiki oksigenasi
Yang benar tentang ventilasi:
Memperpanjang waktu ekspirasi akan meningkatkan mean airway pressure.
Meningkatkan PEEP dapat meningkatkan PaO2
Menurunkan waktu inspirasi dapat menyebabkan gas trapping akibat meningkatnya waktu ekspirasi
Morbid obesitas dapat meningkatkan compliance dinding dada.
Auto PEEP dapat terjadi saat ventilasi dikontrol.
Weaning dari ventilasi mekanik:
Weaning adalah suatu proses penyapihan dari mechanical ventilation.
Delay pada weaning dapat memperpanjang waktu perawatan di ICU, meningkatkan biaya dan disertai angka mortalitas yang tinggi.
Hanya menggunakan SIMV saja merupakan strategi weaning yang buruk.
Penggunaan inotropik merupakan kontraindikasi dilakukan weaning.
Tidak ada konsensus yang universal dalam hal weaning.
PEEP ( Positive End Expiratory Pressure) :
Pada ARDS berat, PEEP > 15 cmH2O dapat meningkatkan mortalitas.
PEEP dapat meningkatkan Functional Residual Capacity,
PEEP yang tinggi dapat meningkatkan aliran darah ke hepar dan ginjal.
Penggunaan PEEP meningkatkan tekanan intrathoracic dan menurunkan venous return ke jantung kanan.
Peningkatan lung compliance dapat dilakukan dengan alveolar recruitment.
