NEW
Font size
WorksheetsDivisi Pulmo Oktober - Desember 2020
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Seorang perempuan 27 tahun, hamil 32 minggu, penderita asma, diantar ke IGD karena sesak progresif dan batuk kering 1 minggu terakhir. Pasien mengaku berhenti obat inhaler salbutamol 100 mcg sejak diketahui hamil. Enam jam sebelum MRS, sudah 3 kali memakai inhaler namun sesak napas makin berat. Pasien tampak gelisah, laju napas 40x/menit, frekuensi nadi 124x/menit dan SpO2 89% di suhu ruang. Apakah tatalaksana awal yang sebaiknya diberikan pada pasien ini?
Terapi O2 target saturasi 95-99%, inhalasi SABA-SAMA dan steroid oral
Terapi O2 target saturasi 93-95%, inhalasi SABA-SAMA dan steroid dosis tinggi
Terapi O2 target saturasi 94-98%, inhalasi SABA-steroid, steroid intravena
Terapi O2 target saturasi 92-95%, inhalasi formoterol-steroid, steroid intravena
Terapi O2 target saturasi 90-95%, inhalasi SABA-steroid, magnesium intravena
Seorang perempuan 19 tahun, diantar ke IGD mengeluh sesak terus-menerus sejak 4 jam lalu. Sesak hilang timbul sudah berlangsung 1 minggu terakhir, membaik jika memakai budesonide-formoterol inhaler. Satu hari sebelumnya, pasien batuk dan demam. Pasien menderita asma ceja kecil. Pasien tampak gelisah, tekanan darah 100/60, denyut nadi 112x/menit, laju napas 30x/menit, SpO2 86%, suhu 37,1°C. Auskultasi paru terdengar wheezing difus dan ekspirasi memanjang. Bagaimana patofisiologi keluhan utama pada pasien ini?
Inflamasi saluran napas tidak disertai infiltrasi sel-sel radang
Penyempitan saluran napas tidak merata di seluruh bagian paru
Hiperreaktivitas saluran napas tanpa peningkatan respons parasimpatis
Obstruksi saluran napas memberat selama fase inspirasi
Untuk mengatasi kekurangan oksigen, tubuh melakukan hipoventilasi
Seorang laki-laki 69 tahun, ke poliklinik mengeluh sesak, dialami sejak 6 bulan terakhir. Batuk sejak 2 tahun terakhir seringkali berdahak. Riwayat merokok sejak muda 2 bungkus/hari. Inspeksi toraks simetris, sela iga melebar dan mendatar, palpasi fremitus taktil sama kiri dan kanan, perkusi hipersonor, auskultasi suara napas bronkial disertai wheezing. Hasil tes faal paru terlampir. Apakah diagnosis yang paling mungkin pasien di atas?
Asma-PPOK overlap
Bronkiektasis
Asma bronkial
Emfisema pulmonum
Penyakit paru obstruktif kronis
Seorang laki-laki 42 tahun ke IRD mengeluh sesak 3 minggu terakhir. Sesak berbunyi mengi disertai batuk darah, namun tidak demam. Pasien ada riwayat asma sejak kecil dan alergi obat metampiron. Auskultasi paru terdengar wheezing kedua lapangan paru, jantung dalam batas normal, dan didapatkan purpura pada kedua tungkai. Foto toraks tidak ada kelainan. Hasil biopsi kulit didapatkan vaskulitis. Lab Hb 11,2 g/dL, leukosit 7.000/mm3, trombosit 350.000/mm3. Hitung jenis eosinofil 12%, dengan antibodi anti-GBM positif. Apakah patogenesis yang mendasari kondisi pada pasien ini?
Arteritis granulomatus pembuluh darah besar
Poliangiitis disertai granulomatosis
Deposit IgA pada dinding pembuluh darah
Kriogobulin pada dinding pembuluh darah
Vaskulitis dimediasi kompleks imun primer
Seorang laki-laki 73 tahun, pensiunan insinyur teknik, datang ke poliklinik mengeluh sesak progresif 6 bulan. Pasien merokok lebih dari 40 tahun dan riwayat bekerja dengan asbestos selama 2 tahun, 35 tahun lalu. Pasien juga menderita artritis rheumatoid seronegatif. Auskultasi paru terdengan ronki basal bilateral, dan ada jari tabuh. Foto toraks tampak bayangan retikulonodular di bagian bawah kedua paru. Apakah edukasi paling tepat bagi pasien ini?
Anggota keluarga perlu imunisasi BCG dan influenza
Terapi oksigen meningkatkan risiko komplikasi hipoksemia
Pilihan olahraga rutin termasuk lari dan bersepeda
Transplantasi paru memperbaiki kualitas hidup tanpa risiko infeksi
Pemberian kolkisin bertujuan menghambat fibrosis paru
Seorang laki-laki 54 tahun, datang ke poliklinik mengeluh nyeri dada kanan sudah berlangsung 2 bulan, disertai sesak napas. Pasien merokok lebih dari 30 tahun dan bekerja di galangan kapal. Laju napas 28 kali/menit, ada jari tabuh. Auskultasi paru terdengar ronki bilateral. Pada foto toraks tampak ground-glass terutama di basal bilateral, plak kalsifikasi, dan penebalan pleura. Bagaimana mekanisme terjadinya penyakit yang diderita pasien?
Penyakit autoimun
Penyakit paru yang diturunkan
Perdarahan alveolar difus idiopatik
Inhalasi serat/debu/asap inorganik
ketidakseimbangan oksidan-antioksidan
Seorang laki-laki 58 tahun ke poliklinik mengeluh sesak napas sejak 2 hari lalu yang makin memberat disertai batuk berdahak. Pasien riwayat merokok >30 tahun, 2 bungkus/hari. Pasien composmentis, suhu aksiler 37,6oC, TD 130/85 mmHg, denyut nadi 110x/menit dan tampak napas cepat dan dangkal. Foto toraks tampak infiltrat di parakardial dekstra. Bagaimana tatalaksana tepat pasien ini?
LABA/LAMA inhalasi ditambah steroid oral
Steroid inhalasi dan intravena
Steroid intravena dan antibiotik
LABA+LAMA+ICS dan antibiotik
SABA+SAMA+ICS, NIV, antibiotik
Seorang laki-laki 58 tahun, datang ke IGD mengeluh sesak terus-menerus 2 hari. Keluhan sesak hilang timbul 1 tahun terakhir dan pernah 5x rawat inap di RS. Sebelumnya sudah menggunakan inhalasi budesonid/formoterol jika sesak tetapi diakui hanya membaik sebentar. Pasien merokok 1 bungkus per hari sudah 40 tahun. Tes oksimeter SpO2 87%, toraks tampak barrel chest dan foto toraks kesan hiperinflasi paru dan diafragma datar. Berapakah target saturasi O2 arteri yang ingin dicapai dengan pemberian terapi osigen?
>88%
>90%
>92%
>95%
>97%
Seorang laki-laki 59 tahun pasien CKD on HD dibawa keluarga ke IGD akibat sesak yang memberat sejak 6 jam lalu. Keluhan lain demam tinggi disertai batuk kering sejak 2 hari yang lalu. Saat skrining rutin HD 4 hari sebelumnya, hasil tes PCR SARS-CoV-2 positif. Pasien tampak sakit berat, composmentis, TD 160/90 mmHg, denyut nadi 118x/menit, laju napas 36x/menit, suhu 38,2oC. Analisis gas darah PaO2 68 mmHg (dengan oksigen nasal kanul 6 liter/menit). Apakah diagnosis tepat pada pasien ini?
Pneumonia terkonfirmasi Covid-19, syok septik, CKD on HD
Pneumonia terkonfirmasi Covid-19 sakit kritis, CKD on HD
Pneumonia probable Covid-19 dengan komorbid CKD
Pneumonia probable Covid-19, ARDS, CKD on HD
Pneumonia Covid-19 moderat, dengan komorbid CKD
Seorang laki-laki 45 tahun ke poliklinik mengeluh sesak yang dirasakan saat bekerja menambang di pertambangan batu bara. Pasien sudah bekerja di tambang batu bara sekitar 15 tahun, dan ada riwayat artritis rematoid. TD 110/70, laju napas 28 x/mnt, nadi 100 x/mnt, ada nyeri persendian di tangan. Hasil TCM sampel dahak tidak terdeteksi M. tuberculosis. Foto toraks tampak multinodular dengan kavitas kecil di paru kanan atas. Apakah tatalaksana tepat diberikan untuk pasien ini?
OAT kategori 1, steroid oral
DMARDs diberikan setelah tuntas OAT
Terapi profilaksis INH 6-9 bulan, DMARDs
Metotreksat, natrium diklofenak
OAT kategori 2, DMARDs
Seorang laki laki 70 tahun, perokok berat >50 tahun ke poliklinik IPD mengeluh sesak dan batuk berdahak yang makin memberat. Pasien mengaku, tiotropium bromida inhaler sudah tidak mempan untuk meringankan keluhannya. Tanda vital stabil, SpO2 96%, dada bentuk barrel chest, ekspirasi memanjang, tidak ada kardiomegali dan edema tungkai. Foto toraks: emfisematous, tidak tampak infiltrat. Spirometri: prebronkodilator FVC 3.29 L, FEV1 1.3 L dan pascabronkodilator FVC 3.34 L, FEV1 1.35 L. Apakah terapi farmakologi lanjutan yang bisa ditambahkan untuk pasien ini?
Fenoterol/ipratropium
Indacaterol/glycopyrronium
Roflumilast, Erdsteine
Salmeterol/fluticasone
Beclometasone/formoterol/glycopyrronium
Laki-laki berusia 52 tahun ke IRD dengan keluhan sesak napas dan didapatkan efusi pleura pada pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan torakosintesis, didapatkan empiema. Manakah yang menjadi representasi hasil analisa cairan pleura pada pasien ini?
pH cairan pleura >7,30
Kadar glukosa >60 mg/dL
Hematokrit efusi/serum >0,5
Kadar LDH >1000 IU/L
Hitung limfosit 90-95%
Seorang laki-laki 73 tahun, pensiunan insinyur teknik, datang ke poliklinik mengeluh sesak progresif 6 bulan. Pasien merokok lebih dari 40 tahun dan riwayat bekerja dengan asbestos selama 2 tahun, 35 tahun lalu. Pasien juga menderita artritis rheumatoid seronegatif. Auskultasi paru terdengan ronki basal bilateral, dan ada jari tabuh. Foto toraks tampak bayangan retikulonodular di bagian bawah kedua paru. Apakah edukasi paling tepat bagi pasien ini?
Transplantasi paru meningkatkan kualitas hidup tanpa risiko infeksi dan penolakan organ
Pilihan olahraga rutin termasuk lari marathon dan bersepeda
Terapi oksigen meningkatkan risiko komplikasi hipoksemia
Pemberian kolkisin bertujuan menghambat fibrosis paru
Anggota keluarga perlu imunisasi BCG dan influenza
Seorang laki-laki 48 tahun, sedang dirawat di ICU dan menggunakan ventilator selama 3 hari. Pada hari keempat, timbul demam, suhu 38,8oC, terdengar ronki difus kedua lapang paru dan hasil lab WBC 28000 sel/mmk. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
Pneumonia aspirasi
Pneumonia komunitas
Pneumonia nosokomial
Pneumonia atipikal
Pneumonia ventiltator
Seorang laki laki 39 tahun ke poliklinik untuk kontrol akhir bulan kedua pengobatan TB paru, bakteriologis, kasus baru. Saat ini pasien mengeluhkan pandangan kabur juga kesulitan mengenali warna kuning dan hijau, bahkan tidak dapat membedakan warna jungu dan biru. Apakah obat yang mungkin menyebabkan keluhan pasien ini?
Isoniazid
Rifampisin
Etambutol
Streptomisin
Pirazinamid
Seorang laki-laki 75 tahun, bekas perokok, dengan PPOK GOLD grade 2, telah menggunakan LABA, mengeluh sesak napas, produksi sputum semakin banyak dan demam 5 hari. Pasien tampak sedikit bingung, HR 115 x/menit, laju napas 36 x/menit, TD 100/65 mmHg, suhu 38.6oC. Auskultasi paru terdengar ronki terutama di hemitoraks kanan dan wheezing difus. Apakah pilihan tatalaksana terbaik pada pasien ini?
Rawat inap, antibiotik dan steroid iv
Amoksisilin-asam klavulanat dan SABA
Levofloxacin dan steroid iv
Ciprofloxacin dan steroid inhalasi
Naikkan dosis LABA ditambah Clarithromycin
Seorang laki-laki 65 tahun, datang ke poliklinik untuk kontrol setelah rawat inap 5 hari akibat PPOK eksaserbasi akut. Hasil spirometri: FVC 2.52 L (72% pred), FEV1 1.53 L (54% pred), FEV1/FVC 61%. Tidak ada keluhan saat ini dan pasien belum pernah imunisasi. Apakah terapi preventif pneumonia paling tepat pada kasus ini?
Vaksin Pseudomonas
Vaksin Pneumococcal
Vaksin Haemophilus influenza tipe B
Vaksin meningitis
Vaksin BCG
Seorang laki-laki berusia 55 tahun ke poliklinik mengeluh sesak napas, sulit menelan, sulit bicara, dan lemah badan. Pemeriksan fisik didapatkan ptosis ipsilateral. Laboratorium didapatkan penurunan gammaglobulin. CT-scan didapatkan massa berbatas tegas di mediastinum anterior. Apakah diagnosis yang paling mungkin diderita pasien ini?
Kista mediastinum
Teratodermoid
Neurofibroma
Karsinoma tiroid
Timoma
Seorang laki-laki 67 tahun, ke poliklinik mengeluh batuk lama semakin memberat, dan penurunan berat badan. RIwayat pernah didiagnosis tumor saat periksa di poliklinik paru, namun menolak rencana pemeriksaan lanjutan. Tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 102 x/menit regular, laju napas 30 x/menit, suhu 36,3oC. Pemeriksaan wajah didapatkan ptosis, miosis, enoftalmus dan anhidrosis hemifasial. Di manakah perkiraan lokasi tumor yang diderita pasien ini?
Mediastinum anterior
Mediastinum posterior
Mediastinum superior
Apeks paru kanan
Lobus bawah paru kiri
Seorang perempuan 37 tahun ke poliklinik mengeluh batuk darah sejak 2 minggu lalu. Ada riwayat batuk 2 bulan, disertai penurunan nafsu makan. Dua tahun lalu menjalani pengobatan TB yang direncanakan selama 6 bulan, tetapi pasien berhenti sendiri berobat setelah 2 bulan. Hasil tes cepat molekuler dahak MTB detected moderate, Rifampicin resistance detected. Apakah diagnosis pasien ini?
TB resistan rifampisin
TB monoresistan
TB poliresistan
TB resistan obat
Extensive drug resistance TB
Seorang laki-laki 34 tahun, penyandang TB paru dengan foto toraks tampak infiltrat disertai kavitas diameter 3 cm di lobus kiri atas. Pasien mengeluh hematuria dan pyuria 4 minggu, dan pyelogram intravena menunjukkan deformitas collecting structures di pole atas ginjal kiri. Kultur sputum dan urin positif terdeteksi M. tuberculosis. Tes HIV serum negatif. Apakah pilihan terapi paling tepat pada pasien ini?
HR 9 bulan
HR 12 bulan
HRE 9 bulan
2HRS/10HR
2HRZE/4HR
Seorang laki-laki 31 tahun bekerja sebagai tenaga kesehatan yang berdomisili Makassar diantar ke IGD RS karena sesak 3 hari disertai demam tinggi dan batuk kering. Tidak ada riwayat sesak atau penyakit berat lain dan tidak pernah traveling. Saat awal kesadaran delirium, laju napas 40 x/menit, suhu 39oC, nadi 120 x/menit, tekanan darah 80/60 mmHg, ronki di basal paru bilateral. Lab: WBC 4.100/mm3, Neutrofil 3.497/mm3 Limfosit 303/mm3, NLR 11.5, ureum 40 mg/dl, kreatinin 0.78 mg/dl, PaO2 50 mmHg, rasio PaO2/FiO2 <200. Low dose CT-scan toraks menunjukkan multifocal groundglass opacity perifer dan basal bilateral sesuai CO-RADS 4. Apakah diagnosis paling tepat pada pasien ini?
Pneumonia probable Covid-19 sakit kritis
Pneumonia komunitas CURB-65 skor 4
Pneumonia suspect Covid-19 dengan syok sepsis
Pneumonia probable Covid-19 dengan komplikasi
Pneumonia komunitas dengan syok sepsis dan gagal napas
Seorang laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan batuk 2 bulan dan dikatakan hilang timbul. Batuk disertai dahak yang banyak terutama di pagi hari ketika bangun tidur. Terkadang dahak bercampur bercak darah. Demam juga dirasakan sejak 2 minggu terakhir namun berkurang dengan obat penurun panas. Tidak merokok dan tidak ada riwayat asma. Pada pemeriksaan fisik didapatkan jari tabuh, retraksi dinding dada, pada pemeriksaan paru didapatkan ronki basah pada basal paru kiri. Foto toraks didapat gambaran honey comb appearance. Apakah pernyataan paling tepat untuk drainase sekret bronkus dan menjaga higienitas bronkus?
Pemberian oksigen 1 liter/menit
Meninggikan posisi kepala 30o
Pemberian beta-2 agonis inhalasi
Drainase postural 10-20 menit, 2-4 kali setiap hari
Mencairkan sputum yang kental dengan ekspektoran
Seorang perempuan berusia 30 tahun, G1P0A0 usia kehamilan16 minggu, dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas memberat sejak 48 jam sebelum masuk rumah sakit. Ada riwayat asma sejak usia 10 tahun. TB 158 cm, BB 80 kg, IMT 32 kg/m2, TD 110/75 mmHg, denyut nadi 130 x/menit, laju napas 32 x/menit, suhu 36.8oC. Auskultasi paru vesikuler, tidak ada ronki dan wheezing. Terdapat edema pada tungkai kiri. Lab D-dimer 3000 μg/L, AGD pH 7.46; PCO2 22 mmHg, PO2 88 mmHg, HCO3 24 mEq/L; SaO2 94%. Apakah tatalaksana tepat diberikan pada pasien ini?
Intubasi dan pemasangan ventilasi mekanik
Urokinase 4400 IU/kg per 12 jam
Warfarin 10-15 mg/kgBB selama 3 bulan
Enoxaparin 80 mg per 12 jam
Perkutaneus filter vena kava inferior
Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD mengeluh sesak napas, sudah sering dirasakan sejak 3 tahun lalu,bertambah sering 5 bulan terakhir terutama saat aktivitas, dan sering cepat lelah. Menurut istrinya, pasien tidur mengorok dan mudah mengantuk saat siang hari. Pasien juga merokok sejak usia muda. Kesadaran komposmentis,TD 140/80 mmHg, nadi 100 x/menit, laju napas 24 x/menit, berat badan 92 kg, tinggi badan 168 cm, distensi vena sentral R+3 cmH2O. Suara jantung P2 mengeras, ada hepatomegali dan edema tungkai. Foto toraks tampak pelebaran hilus dan pembesaran jantung ke kanan, EKG: deviasi aksis ke kanan dan P pulmonal di lead II. Apakah salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada pasien ini?
Cor pulmonale
Stroke hemoragik
Gagal jantung kiri
Penyakit Jantung hipertensi
Penyakit paru obstruktif menahun
Seorang laki-laki 59 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD karena sesak napas yang memberat sejak 1 jam lalu. Pasien tampak gelisah dan sulit diajak komunikasi. Akral pucat dan dingin, SpO286%, napas 30 x/menit. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat tapi belum berespons optimal. EKG tampak deviasi aksis ke kanan, P pulmonal, dan foto toraks tampak gambaran Hampton's hump. Pasien dicurigai mengalami emboli paru. Manakah pernyataan paling tepat untuk kasus ini?
Terjadi refleks bronkodilatasi di area paru yang mengalami emboli
Peningkatan produksi surfaktan oleh alveolus area paru yang terkena
Terjadi vasokonstriksi cabang-cabang arteri pulmonalis
Terjadi emboli di vena pulmonalis
Terjadi hiperkapnia arterial
Seorang laki-laki berusia 70 tahun, dibawa ke UGD oleh keluarganya mengeluh sesak saat aktivitas ringan, dan bengkak tungkai kanan 10 hari terakhir. Pasien mengalami pingsan 2 kali saat pagi, tekanan darah 85/55 mmHg, denyut nadi 130x/menit, regular. CT-scan angiografi didapatkan emboli masif arteri pulmonalis. Bagaimana mekanisme nekrosis jaringan parenkim paru pada pada pasien ini?
Embolus udara menyumbat suplai arteri bronkialis
Embolus lemak menyumbat suplai arteri pulmonalis
Metastasis sel kanker ke arteri dan vena pulmonal menyebabkan obstruksi
Penyumbatan arteri pulmonalis dan bronkialis oleh trombus dari vena tungkai
Embolus septik akibat infeksi mikroorganisme menyebabkan nekrosis inflamasi
Seorang laki-laki, berusia 46 tahun, sudah dirawat selama 6 hadi dengan anemia aplastik dan demam. Dua hari terakhir perawatan mengeluh batuk berdahak dan sesak, demam juga semakin tinggi. Auskultasi paru terdengar ronki mediobasal bilateral. Lab diperoleh Hb 7,2 g/dl, WBC 18.450/mmk, dengan hitung jenis 2/2/90/2/4 dan PLT 91.000/mmk. Foto toraks kontrol kesan progresif infiltrat tersebar di kedua lapangan paru banian tengah dan bawah dibandingkan foto toraks sebelumnya. Saat ini pasien sudah diberi Ceftazidime 2 gram/8 jam/intravena. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat bagi pasien ini?
Kultur darah dan sputum, mengganti antibiotik menjadi ampisilin-sulbaktam plus ertapenem
Melanjutkan ceftazidime, ditambah moksifloksasin dan mengambil kultur sputum juga darah
Mengganti antibiotik menjadi cefpirome ditambah mikafungin dan mengambil kultur darah juga sputum
Menambah antibiotik yaitu meropenem dan mengambil kultur darah juga sputum
Kultur sputum dan darah, mengganti antibiotik menjadi piperasilin-tazobaktam plus cefepime
Seorang perempuan berusia 34 tahun, mengeluh nyeri dada kanan sejak 1 minggu sebelum masuk RS, kadang disertai sesak napas. Ada riwayat terdiagnosis neoplasma ovarium kistik dan telah dilakukan kemoradiasi 1 tahun lalu. Pemeriksaan fisik perkusi paru pekak di hemitoraks kanan setinggi sela iga keempat. Apakah tindakah berikut yang paling tepat dilakukan?
Foto toraks PA dan USG toraks
Foto toraks PA dan lateral kanan
Foto toraks PA dan torasentesis
Foto toraks lateral kanan dan USG toraks
Foto toraks lateral kanan dan torasentesis
Seorang laki-laki 48 tahun, menderita DM dirawat inap akibat luka di telapak kaki kiri dengan pus berbau dan sepsis. Pada hari kedua, pasien mengeluh sesak napas. Laju napas 40 kali/menit, SpO2 87%, menggunakan otot bantu napas, dan terdengar ronki bilateral. Foto toraks tampak infiltrat bilateral tanpa kardiomegali. Analisis gas darah kesan hipoksemia berat. Bagaimana patogisiologi kondisi yang dialami pasien ini adalah?
Inhalasi debu/bahan organik
Jejas dan edema alveolar
Peningkatan tekanan onkotik
Peningkatan tekanan hidrostatik
Obstruksi saluran napas keil
Seorang laki-laki berusia 19 tahun dalam perawatan mengeluh sesak napas tiba-tiba 2 jam setelah tindakan torasentesis evakuasi cairan sebanyak 1200 cc. Kesadaran composmentis, TD 110/70 mmHg, SpO2 83% dengan terapi oksigen nasal kanul 4 lpm. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?
Acute respiratory distress syndrome
Edema paru kardiogenik
Tension pneumothorax
Atelektasis paru akut
Edema paru reekspansi
Seorang laki-laki berusia 21 tahun terdiagnosis TB paru dan telah menjalani terapi OAT-KDT kategori 1 fase intensif selama 5 minggu. Pasien kontrol ke poliklinik penyakit dalam mengeluh mual dan muntah. Lab SGPT 1771 u/L, Bilirubin total 1.81 mg/dL, alkali fosfatase 186 u/L. Apakah tindakan berikut yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini?
Terapi OAT dihentikan, berikan hepatoprotektor
Mengganti OAT lini pertama dengan lini kedua
Pemberian OAT tanpa obat hepatotoksik
Melanjutkan OAT dengan regimen 6-9RZE
OAT stop, desensitisasi saat enzim hati normal
Seorang perempuan 32 tahun, hamil 20 minggu, ke poliklinik mengeluh batuk berdahak kuning sejak 1 bulan lalu. Keluhan lain ada demam dan keringat malam. Laju napas 24 x/menit, auskultasi paru vesikuler, terdengar ronki basah di hemitoraks kiri atas dan medial. Hasil tes cepat molekuler sampel dahak terdeteksi M. tuberculosis, tidak terdeteksi resistan rifampisin. Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien?
2(RHZE)S/4(RH)3 diberikan diiringi piridoksin
2(RHZE)/4(RH)3 diberikan setelah melahirkan
4-6Km-Mfx-Eto-Cfz-Z-Hdosis tinggi-E/5Mfx-Eto-Cfz-Z-E
4-6Bdq(6 bln)-Lfx-Cfz-E-Hdosis tinggi-Eto/5Lfx-Cfz-Z-E
2(RHZE)/4(RH)3 diberikan diiringi piridoksin
Seorang perempuan 28 tahun bekerja sebagai buruh pabrik tekstil 8 tahun terakhir. Pasien berobat ke poliklinik mengeluh batuk dan sesak disertai napas berbunyi sejak 3 bulan terakhir. Batuk kering, dada terasa tertekan, namun tidak demam. Pasien sebelumnya telah berobat ke dokter praktek, mendapat obat batuk, antibiotik dan vitamin, tetapi keluhan batuk tidak berkurang. Riwayat merokok disangkal, riwayat pernah berobat TB 6 bulan dan telah dinyatakan sembuh. Keluarga tidak ada riwayat menderita penyakit alergi. Berat badan 80 kg, TB 160 cm. Auskultasi paru ekspirasi memanjang dan wheezing kedua lapang paru. Laboratorium kimia klinik dan foto toraks dalam batas normal. Apakah diagnosis kerja paling mungkin pasien ini?
Berryliosis
Byssinosis
Bagassosis
Sindrom obstruksi pasca TB
PPOK
Seorang wanita 35 tahun, riwayat TB paru pengobatan lengkap dan dinyatakan sembuh secara bakteriologis juga radiologis, ke poliklinik karena sesak yang memberat 2 minggu terakhir, 1-2 episode mengi/hari dan sering batuk malam hari. Pasien ada riwayat alergi dingin dan debu. Terapi sebelumnya dengan obat inhaler telah dapat terkendali. Variasi diurnal arus puncak ekspirasi pasien ini >20%. Apakah diagnosis paling mungkin pasien di atas?
PPOK
Asthma COPD overlap
Bronkitis kronik
Sindrom obstruksi pasca TB
Asma bronkial
Seorang laki-laki 55 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 4 jam sebelum MRS. Sesak makin memberat dan tidak membaik dengan perubahan posisi. Keluhan lain batuk berdahak putih. Pasien riwayat merokok berat selama 30 tahun namun sudah berhenti sejak didiagnosis PPOK. Pemeriksaan fisik tampak sakit berat, composmentis, suhu aksiler 38oC, nadi 110x/menit dan tampak napas cepat dan dangkal. Foto toraks tampak infiltrat di parakardial sinistra. Bagaimana tatalaksana tepat pasien ini?
LABA atau LABA inhalasi ditambah steroid oral
Steroid inhalasi dan intravena
Steroid intravena dan pemberian antibiotik segera
LABA+LAMA, steroid inhalasi dan antibiotik
SABA+SAMA+ICS, antibiotik dan NIV
Seorang laki-laki 55 tahun, datang ke poliklinik mengeluh sesak makin memburuk dalam 1 tahun terakhir. Pasien juga mengeluh batuk tidak berdahak dan mampu berjalan sejauh 400-500 m dalam 10 menit kemudian istirahat karena sesak napas. Sesak memburuk saat musim hujan. Tidak ada riwayat alergi dan riwayat penyakit paru dalam keluarga. Pasien merokok 2 bungkus per hari sudah 40 tahun. Sebelumnya telah mendapatkan salbutamol 400 mcg jika sesak dan diakui hanya membaik sebentar. Pemeriksaan fisik tidak ada kelainan. Darah rutin dan foto toraks normal. Hasil spirometri tercantum. Apakah diagnosis pasien yang paling mungkin?
Histiositosis sel Langerhans
Asma bronkial
PPOK
Bronkiolitis obliteratif
Allergic bronchopulmonary aspergillosis
Laki-laki berusia 26 tahun datang ke IRD dengan keluhan sesak napas, muka dan leher membengkak, suara serak, nyeri kepala dan nyeri dada. Pemeriksaan fisik didapatkan bengkak pada wajah, ptosis unilateral, serta venaktasi area leher dan dada. CT-scan tampak massa mediastinum anterior. Pasien direncanakan dilakukan tindakan biopsi. Apakah tatalaksana paling tepat bagi pasien saat ini?
Radioterapi 1x8 Gy
Inhalasi kortikosteroid
Intubasi dan ventilasi mekanik
Inhalasi SABA 3x dalam 60 menit
Inhalasi albuterol+ipratropium bromida
Seorang laki-laki 45 tahun ke poliklinik mengeluh sesak yang dirasakan saat bekerja menambang di pertambangan batu bara. Pasien sudah bekerja di tambang batu bara sekitar 15 tahun, dan ada riwayat artritis rematoid. TD 110/70, laju napas 28 x/mnt, nadi 100 x/mnt, ada nyeri persendian di tangan. Foto toraks tampak multinodular dengan kavitas di paru kanan. Apakah diagnosis paling mungkin pasien tersebut?
Berryliosis
Silicosis
Asbestosis
Black Lung
Sindrom Caplan
Seorang laki laki 70 tahun, perokok 12 batang/hari sejak usia 30 tahun ke poliklinik IPD mengeluh sesak dan batuk berdahak yang makin memberat. Salmeterol inhaler yang biasanya mampu mengontrol keluhan, saat ini hanya sebentar meringankan keluhannya. Tiga hari terakhir pasien sulit tidur karena batuk terus-menerus. Demam dan batuk darah disangkal. Pasien baru mendapat imunisasi influenza 3 bulan lalu setelah pulang dari perawatan di RS karena sesak kumat. TD 130/80 mmHg, HR 100 x/mnt reguler, nadi 26 x/mnt, suhu 36.7oC, SpO2 96%, dada bentuk barrel chest, ekspirasi memanjang, tidak ada kardiomegali dan edema tungkai. Lab Hb 14,8 mg/dL, leukosit 8700/mmk, platelet 260.000/mmk. Foto toraks: emfisematous, tidak tampak infiltrat. Spirometri: prebronkodilator FVC 3.29 L, FEV1 1.3 L dan pascabronkodilator FVC 3.34 L, FEV1 1.35 L. Apakah terapi farmakologi lanjutan yang bisa ditambahkan untuk pasien ini?
SABA
Teofilin
Antibiotika
Tiotropium inhalasi
Phosphodiesterase inhibitor
Seorang laki laki 39 tahun ke poliklinik mengeluh demam, batuk berdahak, kadang disertai sesak napas. Pasien sudah 12 tahun bekerja sehari-hari sebagai pemotong batu dan granit. Pasien tidak merokok namun saat bekerja kadang tidak menggunakan masker dengan alasan bertambah sesak. Tekanan darah 120/70 mmHg; nadi 98 x/menit reguler; laju napas 28 x/menit; suhu 37,7oC. Hasil foto toraks AP terlampir. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Silikosis
Asbestosis
Berryliosis
Byssinosis
Black lung
Seorang laki-laki 69 tahun, guru SMA, dikonsul karena keluhan mengantuk siang hari sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Pasien mengeluh 1 tahun lalu pernah hampir kecelakaan karena kurang konsentrasi saat mengendarai motor. Riwayat 1 minggu lalu menabrak mobil saat parkir karena jatuh tertidur. Pasien mengaku sulit mulai saat tidur malam dan sering terbangun sehingga lelah saat bangun tidur. Istri melaporkan bahwa pasien sering mendengkur dan gelisah saat tidur malam. Dokter sebelumnya telah melakukan tes oksimeter nokturnal dengan hasil 13 kali desaturasi >2% per jam, 1% diantaranya SpO2 <90% dengan denyut jantung ireguler. Manakah pernyataan berikut yang benar untuk kasus ini?
polisomnografi nokturnal memberi informasi penting untuk diagnosis
Tes oksimeter bisa untuk diagnosis gangguan napas saat tidur
Tes oksimeter menyingkirkan sleep apnea syndrome
Tes latensi tidur multipel bisa untuk diagnosis
EKG 24 jam bisa menentukan penyebab gejala
Seorang laki-laki berusia 29 tahun, dengan riwayat hemikolektomi akibat adenocarcinoma colon 1 tahun sebelumnya, datang ke IGD mengeluh sesak dan batuk sejak 1 bulan lalu memberat 3 hari terakhir. Tampak sakit sedang, SpO2 95%, DVS R-2 cmH2O, tidak ada venaektasi daerah dada. MSCT-scan toraks ditemukan massa paru kanan sentral disertai multipel limfadenopati subkarina dan paratrakeal bilateral dengan ukuran terbesar 2 cm. Apakah tindakan diagnostik paling tepat untuk pasien ini?
Bronkoskopi dan trans thoracal needle aspiration
Bronkoskopi dan bronchoalveloral lavage
Bronkoskopi dan forcep biopsy
Bronkoskopi dan EBUS TBNA
Bronkoskopi dan transbronchial lung biopsy
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke IGD mengeluh sesak napas yang memberat sejak 2 hari sebelumnya. Tampak tato di lengan atas dan dada kiri, disertai needle track di kedua lengan. Laju napas 36 x/menit, SpO2 68% dalam suhu ruang, suara napas vesikuler, tidak jelas terdengar ronki dan wheezing. Foto toraks dari klinik sebelumya tidak jelas terlihat infiltrat. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan diagnosis pasien ini?
MSCT-scan toraks dengan kontras
MSCT-scan toraks dan LDH
Foto toraks lateral dan top lordotik
Foto toraks top lordotik dan AGD
AGD dan spirometri
Seorang perempuan 55 tahun ke poliklinik dengan rencana pemberian methotrexate atas indikasi artritis rematoid. Saat ini pasien tidak ada keluhan batuk atau sesak, dan tidak ada riwayat OAT. Satu tahun lalu tes tuberculin indurasi 4 mm, sekarang indurasinya 6 mm dalam waktu 48 jam. Pemeriksaan fisik paru tidak ada kelainan. Foto toraks menunjukkan fibrokalsifikasi di apeks kiri. Apakah tatalaksana paling tepat pada pasien ini?
Rifampisin 450 mg/hari selama 6 bulan
Isoniazid 300 mg/hari selama 6-9 bulan
Tidak perlu diberikan OAT
2(RHZE)S/4(RH)3
2(HRZE)/4(RH)3
Seorang perempuan 45 tahun, sehat, tidak merokok, HIV negatif, asal Eropa, tanpa riwayat kontak penderita TB aktif, menjalani medical check-up rutin dengan hasil uji tuberkulin indurasi 16 mm. Foto toraks normal. Apakah rejimen paling tepat pada kondisi tersebut?
Tidak perlu OAT
RZE 4 bulan
Isoniazid 3 bulan
Isoniazid dan rifampisin 6 bulan
2(HRZE)/4(HR)3
Seorang laki-laki 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas disertai dahak kuning kehijauan, dan demam sejak 2 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat infeksi paru berulang dalam 2 tahun terakhir, pernah mendapat OAT selama 6 bulan 4 tahun lalu,dan merokok sudah 30 tahun 1 bungkus/hari. Tekanan darah 120/80 mmHg; nadi 100 x/menit; laju napas 30 x/menit, suhu 39oC; terdengar ronki basah kasar nyaring mediobasal kedua paru. Lab: Hb 10.5 g/dL; WBC 14.000/µL;PLT 148.000/µL. Foto toraks seperti gambar terlampir. Apakah patogenesis awal penyakit yang paling tepat pada kasus ini?
Destruksi dinding bronkus
Inflamasi pada interstisial
Kolaps dinding bronkus
Fibrosis pada bronkus
Obstruksi bronkus
Seorang laki-laki 40 tahun ke poliklinik mengeluh batuk sejak 2 bulan lalu, kadang disertai dahak bercampur darah. Badan semakin kurus dan demam hilang timbul. Setahun lalu pasien telah menjalani pengobatan TB paru 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Pasien tampak sakit sedang, komposmentis, TD 100/60 mmHg, nadi 96 x/mnt, laju napas 22 x/mnt, suhu 37,4oC. Perkusi paru redup, ronki basah kasar nyaring di apeks kanan. Laboratorium LED 80 mm/jam; WBC 10.200/mm3; Hb 10,6 g/dl; trombosit 165.000 mm3. Tes BTA sputum sewaktu dan pagi hasilnya positif. Foto toraks tampak kavitas dan fibroinfiltrat di kedua apeks paru. Apakah masalah pasien saat ini?
TB paru kasus baru
TB paru kambuh
TB paru putus berobat
TB paru gagal pengobatan
TB paru riwayat pengobatan tidak diketahui
Seorang perempuan 23 tahun, bekerja sebagai perawat rumah sakit di bangsal khusus pasien TB, menjalani pemeriksaan skrining TB. Satu tahun lalu hasil tes mantoux indurasi 4 mm, saat ini hasilnya indurasi 7 mm dalam 48 jam. Tidak ada riwayat pengobatan TB sebelumnya. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat?
Foto toraks
Pengukuran tes fungsi hati awal
Isoniazid 300 mg /hari selama 6-9 bulan
Rifampisin 450 mg/hari selama 3-4 bulan
Mengulang uji tuberkulin 2 bulan kemudian
Seorang laki-laki 40 tahun penyandang HIV positif mengeluh nyeri dada 2 minggu, keringat malam dan batuk. Suhu aksiler 37.7oC, tanda vital lain normal, perkusi redup dengan suara napas menurun di dada kanan bawah. Foto toraks seperti di bawah. CRP 119 mg/ml (normal <5 mg/ml) WBC 6570 sel/mm3, CD4 437 per uL 5 bulan lalu. Apakah langkah berikut yang paling tepat pada kasus ini?
tes tuberkulin
torakosentesis
tes IGRA
CT-scan toraks
bronkoskopi
