WorksheetsTKMRPI (0526)
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Terdapat lima unsur sistem pengendalaian intern pemerintah yang terjalin erat satu dengan lainnya. yang merupakan pondasi dari lima unsur tersebut adalah
kegiatan pengendalian
pemantauan pengendalian
lingkungan pengendalian
penilaian risiko
proses menetapkan apa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana sesuatu dapat terjadi, sehingga dapat berdampak negatif terhadap pencapaian tujuan merupakan
analisis risiko
penanganan risiko
alokasi risiko
identifikasi risiko
fokus pemantauan pengendalian intern pada organisasi dalam lingkup menyeluruh dilakukan oleh
pegawai
penyelia
manajer
pimpinan eksekutif
kepala BPKAD provinsi PQR meningkatkan kinerja organisasi untuk mencegah terjadinya ketidaktepatan dalam pencapaian target yang telah ditetapkan. tindakan tersebut merupakan salah satu keterbatasan pengendalian intern yaitu
pertimbangan yang kurang matang
gagal menerjemahkan perintah
pengabaian manajemen
kolusi
penilaian risiko terdiri atas empat sub unsur sebagai berikut
penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan, identifikasi risiko, analisis risiko
penetapan tujuan instansi, penetapan tujuan kegiatan, analisis risiko, penanganan risiko
penetapan tujuan instansi, identifikasi risiko, analisis risiko dan mitigasi risiko
penetapan tujuan instansi, identifikasi risiko, analisis risiko dan pemberian umpan balik
sub unsur dari unsur pengendalian intern ke empat adalah:
komunikator, komunikan dan sarana komunikasi
sumber komunikasi, pengkodean dan umpan balik
media komunikasi, pesan dan manajemen komunikasi
sarana komunikasi dan manajemen sistem informasi
impelementasi melalui kebijakan dan prosedur merupakan salah satu prinsip dari komponen pengendalian internal, yaitu:
lingkungan pengendalian
penilaian risiko
kegiatan pengendalian
informasi dan komunikasi
salah satu prinsip dari komponen pemantauan pengendalian internal adalah
melakukan evaluasi berkelanjutan dan atau/terpisah
menetapkan struktur, wewenang dan tanggung jawab
identifikasi dan analisis perubahan yang signifikan
menunjukkan komitmen terhadap integritas dan nilai-nilai etika
berdasarkan PP no. 60 tahun 2008, hubungan antara tata kelola, pengendalian intern dan risiko adalah sebagai berikut
pengendalian intern merupakan bagian dari risiko dan risiko merupakan bagian integral dari tata kelola
pengendalian intern merupakan bagian dari tata kelola dan tata kelola merupakan bagian integral dari risiko
risiko merupakan bagian dari sistem pengendalian intern dan sistem pengendalian intern merupakan bagian integral dari tata kelola organisasi
risiko merupakan bagian dari tata kelola organisasi dan tata kelola organisasi merupakan bagian integral dari sistem pengendalian intern
pernyataan yang benar terkait manajemen risiko menurut institute of internal auditor (IIA) adalah
manajemen risiko merupakan bagian dari pengendalian intern dan pengendalaian intern merupakan bagian dari tata kelola
manajemen risiko melingkupi seluruh aktivitas organisasi
risiko merupakan bagian dari pengendalian intern, dan pengendalian intern merupakan bagian dari tata kelola
tata kelola melingkupi seluruh aktivitas dalam organisasi
peran audit intern terkait tata kelola adalah mencakup tanggung jawab untuk mengevaluasi dan mengembangkan proses tata kelola sebagai bagian dari fungsi:
assurance
konsultasi
katalis
watchdog
peran APIP yang efektif diperlukan untuk mencapai tujuan reformasi birokrasi. salah satu wujud peran APIP yang efektif adalah
melakukan audit terhadap kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fugnsi instansi pemerintah
melakukan audit terhadap laporan keuangan dan laporan kinerja instansi pemerintah
memberikan masukan yang dapat memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
memberi masukan mengenai ketaatan, kehematan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah
terdapat enam elemen yang dinilai dalam evaluasi tata kelola menurut modeli kapabilitas pengawasan intern (IA-CM), yaitu:
peran dan layanan, pengelolaan sumber daya organisasi, praktik profesional, akuntabiitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi, struktur tata kelola
peran dan layanan, pengelolaan sumber daya manusia, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya dan hubungan organisasi, struktur tata kelola.
peran dan layanan, pengelolaan sumber daya organisasi, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya kerja dan struktur organisasi
peran dan layanan, pengelolaan sumber daya manusia, praktik profesional, akuntabilitas dan manajemen kinerja, budaya kerja dan struktur organisasi
pernyataan yang benar mengenai pemantauan adalah
pemantauan merupakan kegiatan yang terpisah dari kegiatan manajemen yang dimaksudkan untuk mengamati kegiatan manajemen secara terus menerus
pemantauan berfungsi untuk melihat dampak dengan mengisolasi efek dari suatu intervensi
pemantauan memerlukan data dan metodologi yang lebih komplek dari evaluasi
pemantauan merupakan prosedur penilaian yang secara deksriptif dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan/atau mengukur pengaruh dari kegiatan yang sedang berjalan tanpa mempertanyakan hubungan kausalitas
terdapat tiga pendekatan control self assesment (CSA) menurut larry hubbard yaitu
workshop, questionare dan analisis manajemen
workshop, survey dan analisis setiap kegiatan
workshop, survey dan analisis manajemen
workshop, questionare dan analisis setiap kegiatan
krisis multidimensi pada tahun 1997-1998 akibat salah kelola dalam penyelenggaraan tata kepemerintahan (poor governance) yang diindikasikan oleh beberapa masalah antara lain
kuatnya lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif
rendahnya kinerja aparatur termasuk dalam pelayanan publik
kurangnya daya saing SDM ditingkat global
rendahnya kualitas aparatur pelayanan publik
salah satu karateristik new public management adalah
lebih ditekankan pada pengendalian dampak
ditumbuhkannya persaingan di sektor privat
pembagian tugas ke dalam unit-unit yang dibawah
lebih menekankan pada proses
tiga pilar good governance yang penting meliputi
kesejahteraan rakyat, proses pengambilan keputusan dan tata laksana pelaksana kebijakan
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha swasta
stakeholders, strategic direction dan governance oversight
risk management, assurance dan stakeholders
salah satu prinsip good governance bahwa para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektif yang luas dan jauh ke depan atas tata pemerintahan yang baik dan pembangunan manusia serta kepekaan akan apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan perkembangan tersebut adalah
daya tanggap
orientasi pada kesepakatan
akuntabilitas
visi strategis
definisi manajemen risiko berdasarkan kata kunci effected by people adalah
manajemen risiko ditentukan oleh auditor intern
manajemen risiko ditentukan oleh pihak-pihak yang berada dilingkungan organisasi
manajemen risiko ditentukan oleh auditor ekstern
manajemen risiko ditentukan oleh manajemen dan auditor intern
risiko yang dikelola dengan tepat dan wajar akan menyediakan jaminan bahwa kegiatan dan pelayanan oleh organisasi dapat berlangsung secara optimal, merupakan penjabaran definisi manajemen risiko berdasarkan kata kunci
applied in strategy setting
applied across the enterprise
provide reasonable assurance
geared to achieve objectives
manfaat manajemen risiko yang dilaksanakan secara efektif dan wajar antara lain adalah
membantu pencapaian tujuan organisasi
mengurangi duplikasi pekerjaan
mengurangi dampak risiko organisasi
membantu mengurangi kemungkinan terjadinya risiko
prinsip-prinsip dasar agar manajemen risiko dapat terlaksana secara efektif, antara lain adalah
manajemen risiko merupakan bagian yang terpisah dalam proses normal organisasi
manajemen risiko secara implisit menangani ketidakpastian
manajemen risiko bersifat rahasia dan eksklusif
manajemen risiko mencipatkan nilai tambah
elemen dalam manajemen risiko yang bertujuan untuk mengetahui profil dan peta dari risiko-risiko yang ada diorganisasi dan akan digunakan dalam proses evaluasi dan strategi penanganan risiko adalah
identifikasi risiko
analisis risiko
evaluasi risiko
penanganan risiko
apabila dampak sangat rendah dan pengaruh terhadap capaian tujuan sangat rendah, sedangkan kemungkinan kejadian sangat jarang atau hampir tidak pernah terjadi. dalam skala 4, maka level risiko adalah
1
2
3
4
berdasarkan hasil analisis risiko, dilakukan evaluasi risiko yang bertujuan antara lain untuk
menentukan risiko yang perlu dimitigasi atau dialihkan ke pihak lain
memutuskan untuk menghentikan atau meneruskan aktivitas kegiatan
menentukan risiko mana saja yang hanya perlu dipantau dan risiko mana saja yang perlu penanganan lebih lanjut
mengidentifikasi dampak risiko, penanggung jawab risiko dan penangangan risiko
badan keuangan dan aset daerah kota ABC telah mengasuransikan seluruh kendaraan roda empat pengadaan baru tahun berjalan. opsi penanganan risiko tersebut adalah
meniadakan risiko
menerima risiko
mengurangi frekuensi risiko
membagi risiko
untuk mencegah terjadinya kebakaran, kantor XYZ melarang penjual kantin yang terletak dilantai dasar gedung perkantoran XYZ menggunakan kompor. makanan atau minuman dibawa ke kantin sudah matang atau siap saji. opsi penanganan risiko tersebut adalah
mengurangi konsekuensi risiko
menghindari risiko
mengalihkan risiko
mengurangi dampak risiko
dalam proses manajemen risiko, dokumentasi hasil pada tahap memberi tanggapan dan perlakuan atas risiko adalah
daftar rencana tindakan/mitigasi risiko
kriteria evaluasi risiko
matriks analisis risiko
daftar hasil monitoring risiko
hambatan dalam menerapkan manajemen risiko antara lain adalah daya tarik terhadap potensi untuk melakukan penyimpangan yang menjurus kepada perbuatan fraud, dianggap lebih memberikan keuntungan besar. contoh kegiatan yang mempunyai risiko terjadi kecuranga yang tinggi adalah
pengadaan barang secara penunjukan langsung
transaksi keuangan non tunai
penggunaan e-catalog
pengadaan secara lelang
