NEW
Font size
WorksheetsUAS. Kep. Bencana K6
Total questions: 35
Worksheet time: 46mins
Serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut :
a. Manajemen bencana
b. Mitigasi bencana
c. Penanganan bencana
d. Penanggulangan bencana
A
B
C
D
Dalam melakukan tindakan mitigasi bencana, langkah awal yang kita harus lakukan ialah dengan melakukan
a. Pendataan risiko bencana
b. Identifikasi risiko bencana
c. Kajian risiko bencana
d. Menghitung risiko bencana
A
B
C
D
Dalam menghitung resiko bencana sebuah daerah kita harus mengetahui hal-hal sebagai berikut, kecuali
a. Bahaya
b. Kerentanan
c. Akibat
d. Kapasitas
A
B
C
D
Rangkaian kondisi yang menentukan apakah bahaya, baik berupa bahaya alam maupun bahaya buatan yang terjadi akan dapat menimbulkan bencana (disaster) pada kejadian bencana disebut :
a. Bahaya
b. Kerentanan
c. Akibat
d. Kapasitas
A
B
C
D
Suatu kejadian yang mempunyai potensi untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan, cedera, hilangnya nyawa atau kehilangan harta benda pada saat terjadi bencana disuatu daerah disebut :
a. Bahaya
b. Kerentanan
c. Akibat
d. Kapasitas
A
B
C
D
Kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap situasi tertentu dengan sumber daya yang tersedia baik itu sumber daya fisik, sumber daya manusia, sumber daya keuangan dan lainnya dinamakan :
a. Bahaya
b. Kerentanan
c. Akibat
d. Kapasitas
A
B
C
D
Jenis-jenis kerentanan yang dapat terjadi pada saat kejadian bencana disuatu daerah baik bencana nasional atau bencana local adalah sebagai berikut, kecuali :
a. Kerentanan psikologis
b. Kerentanan mental
c. Kerentanan social
d. Kerentanan fisik
A
B
C
D
Kegiatan yang dapat dilakukan untuk menguarangi resiko bencana pada saat kejadian bencana adalah sebagai berikut, kecuali
a. Relokasi penduduk dari daerah rawan bencana, misalnya memindahkan penduduk yang berada dipinggir tebing yang mudah longsor
b. Pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi penduduk di sebuah daerah.
c. Pengkondisian rumah atau sarana umum yang tanggap bencana.
d. Menyusun kebijakan dan pedoman yang dapat digunakan pada saat terjadi bencana
A
B
C
D
Bobot bencana berdasarkan parameter kesehatan masyarakat adalah
a. Bencana besar dan kecil
b. Bencana berat dan ringan
c. Bencana nasional dan propinsi
d. Bencana nasional dan local
A
B
C
D
Langkah terbaik untuk menanggapi dan melakukan tindakan sebelum kejadian bencana terjadi adalah
a. Membuat perencanaan evakuasi
b. Menyiapkan lokasi pengungsian
c. Melakukan edukasi kepada mayarakat
d. Menyiapkan logistic
A
B
C
D
Beberapa hal yang harus ada dalam rencana tindakan darurat pada saat terjadi bencana adalah seperti dibawah ini, kecuali
a. Metode melaporkan
b. Prosedur dan kebijakan evakuasi
c. Prosedur dan rute menyelamatkan diri/evakuasi
d. Prosedur mendapatkan bantua/pertolongan
A
B
C
D
Untuk memastikan dengan cepat, tepat, dan efektif, dalam keadaan darurat dapat mengambil langkah-langkah sebagai berikut, kecuali
a. Diskusikan bahaya-bahaya khusus yang mungkin dapat ditemui di area kerja, seperti bahan-bahan yang mudah terbakar, senyawa beracun, sumber radioaktif, dan zat yang reaktif terhadap air.
b. Lakukan simulasi keadaan darurat sehingga akan lebih siap dan refleks ketika terjadi bahaya yang sebenarnya
c. Prosedur khusus bagi pegawai yang bertugas mematikan alat yang berada dalam keadaan bahaya, yang mengoperasikan pemadam api, atau pelayanan lainnya yang tidak dapat dihentikan sebelum evakuasi
d. Perencanaan tindakan darurat yang baik harus dibarengi dengan kesiapan para pegawai dalam menghadapi keadaan darurat tersebut
A
B
C
D
Problema paling mendasar pada saat terjadi bencana disuatu daerah adalah sebagai berikut, kecuali
a. Masalah kebutuhan makan, minum dan tempat tinggal
b. Masalah kesehatan
c. Masalah keuangan
d. Masalah pendidikan
A
B
C
D
Kebutuhan dasar manusia menurut Elizabeth Nicolds adalah sebagai berikut, kecuali
a. Rasa aman dan kasih sayang
b. Penerimaan
c. Kesehatan
d. Mencapai cita-cita
A
B
C
D
LP Getubig dan Sonke Schmidt mengemukakan bahwa individu dan kelompok orang atau masyarakat dapat dikatakan aman secara sosial apabila terpenuhi kebutuhan hidupnya dalam aspek seperti dibawah ini, kecuali
a. Pendapatan yang tetap dan cukup
b. Kecukupan kebutuhan kebutuhan pokok
c. Pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi
d. Makan cukup gizi, rumah tempat tinggal, penyantunan anak dan lajut usia
A
B
C
D
Laird dan Laird (dalam Sumarnonugroho, 1984: 6) mengemukakan kebutuhan dasar hidup manusia meliputi seperti hal-hal dibawah ini, kecuali
a. Hidup dan merasa aman
b. Penghargaan atas eksistensi dirinya
c. Melakukan pekerjaan yang disenangi
d. Rasa aman dan kasih sayang
A
B
C
D
Aspek kebutuhan dasar hidup manusia menurut Maslow secara berurutan adalah sebagai berikut :
a. Kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan udara untuk bernafas, Rasa aman, Menyayangi dan disayangi, Penghargaan diri, Aktualisasi diri
b. Kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan udara untuk bernafas, Menyayangi dan disayangi, Rasa aman, Penghargaan diri, Aktualisasi diri
c. Kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan udara untuk bernafas, Rasa aman, Penghargaan diri, Menyayangi dan disayangi, Aktualisasi diri
d. Kebutuhan fisik seperti makan, minum, dan udara untuk bernafas, Rasa aman, Menyayangi dan disayangi, Aktualisasi diri, Penghargaan diri
A
B
C
D
Dampak Sosial Psikologis Korban bencana yang dapat terjadi pada saat kejadian dan pasca bencana adalah sebagai berikut, kecuali
a. Kehilangan tempat tinggal untuk sementara waktu atau bisa terjadi untuk seterusnya, karena merupakan kawasan rawan bencana (termasuk dalam zona merah).
b. Kehilangan anggota keluarga karena ada yang meninggal dunia
c. Kehilangan mata pencaharian karena kerusakan lahan pertanian dan hancurnya tempat usaha.
d. Hilangnya harga diri dan kemampuan baik sebagai individu maupun sebagai keluarga
A
B
C
D
Tindakan pelayanan secara psikologis yang dapat dilakukan kepada pengungsi pada saat terjadi bencana adalah seperti hal-hal dibawah ini, kecuali
a. Memenuhi kebutuhan makan, minum dan tempat tinggal kepada pengungsi
b. Proteksi, khususnya terhadap perempuan, anak-anak dan lanjut usia.
c. Pemberian fasilitas untuk kembali ke pemukiman asal perantauan atau lokasi baru
d. Menyelesaikan akar permasalahan penyebab pengungsian agar dikemudian hari tidak terjadi masalah pengungsian yang sama.
A
B
C
D
Langkah-langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak sosial psikologis korban bencana adalah sebagai berikut, kecuali
a. Advokasi dan intervensi keluarga
b. Terapi kritis
c. Mediasi dan fasilitasi
d. Terapi psikologis
A
B
C
D
Melindungi dan mengupayakan kepastian mengenai pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi secara layak dan memadai adalah langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis dalam hal :
a. Advokasi
b. Intervensi keluarga
c. Terapi kritis
d. Mediasi
A
B
C
D
Keluarga-keluarga pengungsi yang kehilangan kepala keluarganya perlu mendapatkan pelayanan khusus karena seorang istri atau ibu harus mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala keluarga sekaligus pencari nafkah. Dalam hal ini adalah langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis adalah :
a. Advokasi
b. Intervensi keluarga
c. Terapi kritis
d. Mediasi
A
B
C
D
Tidak sedikit masyarakat yang menolak untuk direlokasi, tidak puas dan merasa tidak berdaya dengan situasi dan kondisi baru yang berbeda dengan keseharian mereka sebelumnya. Dalam hal ini langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis adalah
a. Advokasi
b. Intervensi keluarga
c. Terapi kritis
d. Mediasi
A
B
C
D
Terapi yang dilakukan adalah dengan pengungkapan perasaan-perasaan negatif yang dilanjutkan dengan pembelajaran sederhana mengenai cara membangun perasaan-perasaan yang positif dan bekerja bersama-sama dengan kelompok untuk menginventarisasi hal-hal positif yang dapat dilakukan di daerah yang baru dan menyusun rencana kegiatannya.Dalam hal ini langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis adalah
a. Advokasi
b. Terapi kritis
c. Terpai psikologis
d. Mediasi
A
B
C
D
Pengungsi perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan di barak-barak pengungsian (dapur umum, latihan keterampilan dan kegiatan lain) untuk mengalihkan perasaan-perasaan kontra produktif, dan dalam menyusun rencana recovery.Dalam hal ini langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis adalah
a. Advokasi
b. Intervensi keluarga
c. Membangun partisipasi
d. Mediasi dan fasilitasi
A
B
C
D
Memberikan penyuluhan terhadap masyarakat di daerah tujuan yang baru agar dapat menerima kehadiran para pengungsi yang direlokasi ke daerah mereka.adalah langkah langkah yang dilakukan dalam upaya penanganan dampak social psikologis dalam hal
a. Advokasi
b. Intervensi keluarga
c. Membangun partisipasi
d. Mediasi dan fasilitasi
A
B
C
D
Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah
a. PP No 21 tahun 2007
b. PP No 22 tahun 2007
c. PP No 23 tahun 2007
d. PP No 24 tahun 2007
A
B
C
D
Permasalahan kesehatan yang terjadi pada saat terjadi bencana atau pasca kejadian bencana adalah sebagai berikut, kecuali
a. Korban meninggal
b. Korban luka
c. Korban dirawat di rumah sakit
d. Rusaknya fasilitas dan sarana kesehatan
A
B
C
D
Kebijakan yang dapat dilakukan dalam upaya penaganan bencana adalah seperti dibawah ini, kecuali
a. Pemerataan kemampuan sumber daya penaggulangan krisis kesehatan
b. Penigkatan keterpaduan melalui jejaring lintas program, lintas sektor dan masyarakat
c. Peningkatan peran regional; dalam penggulangan krisis kesehatan
d. Peningkatan upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam peneggulangan krisis kesehatan
A
B
C
D
Salah satu sasaran strategis dalam penaganan bencana adalah meningkatnya kemampuan sumber daya dalam kegiatan penanggulangan krisis kesaehatan melalui hal hal dibawah ini, kecuali
a. Adanya sarana prasarana dan perbekalan kesehatan
b. Adanya petugas yang terlatih untuk peneggulangan krisis kesehatan
c. Adanya fasilitas sistem informasi penaggulangan krisis kesehatan
d. Adanya fasilitas kesehatan sebagai tempat rujukan
A
B
C
D
Strategi yang dilakukan pada penanganan bencana adalah seperti hal-hal sebagai berikut, kecuali
a. Meningkatkan upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam peneggulangan krisis kesehatan
b. Meningkatkan kapasitas sumber daya kes di daerah rawan krisis kesehatan
c. Meningkatkan kapasitas pusat penanggulangan krisis regional dan sub regional
d. Meningkatkan keterpaduan melalui jejaring lintas program, lintas sektor dan masyarakat
A
B
C
D
Kesiapan tenaga yang harus ada dan siapkan oleh pemerintah dalam penaganan bencana adalah sebagai berikut, kecuali
a. Dokter spesialis dan umum
b. Perawat mahir
c. Tenaga relawan
d. Tenaga surveilans dan kesehatan masyarakat
A
B
C
D
Undang-undang yang mengatur tentang penaggulangan bencana di Indonesia adalah
a. UU No 4 tahun 2007 tentang Penaggulangan Bencana
b. UU No 4 tahun 2008 tentang Penaggulangan Bencana
c. UU No 5 tahun 2007 tentang Penaggulangan Bencana
d. UU No 5 tahun 2008 tentang Penaggulangan Bencana
A
B
C
D
Tujuan dari kooordinasi yang dilakukan pada penaganan bencana adalah
a. Untuk meningkatkan upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam peneggulangan krisis
b. Untuk berbagi dan belajar, mengetahui perkembangan sistuasi terakhir dan menganalisanya serta untuk memobilisasi sumber daya yang ada agar bekerja secara efektif
c. Untuk lebih menitikberatkan kepada upaya sebelum terjadi krisis kes dengan tetap melaksanakan upaya saat dan pasca kriris kesehatan
d. Untuk penigkatan keterpaduan melalui jejaring lintas program, lintas sektor dan masyarakat
A
B
C
D
Pada saat terjadi bencana maka perlu menghitung Resiko bencana di suatu wilayah berdasarkan pada penilaian bahaya, kerentanan dan kapasitas di wilayah tersebut. Cara menghitung resiko bencana menggunakan persamaan sebagai berikut :
a. Risk (R) = C xV/ H
b. Risk (R) = V xH/ C
c. Risk (R) = H xV/ C
d. Risk (R) = H xC/ V
A
B
C
D
