wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS TEORI PENGELOLAAN B3 DAN LIMBAH B3

Total questions: 50

Worksheet time: 1hrs 23mins

Name
Class
Date
1.

Dasar hukum pengelolaan B3 dan Limbah B3 adalah, kecuali

a)

Undang undang nomor 32 tahun 2009

b)

Peraturan Pemerintah nomor 101 tahun 2016

c)

PerMen LHK Nomor : P.55/Setjen.MenLHK/2015

d)

SK MenLHK Nomor : SK.695/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2016

2.

Limbah B3 berdasarkan sumbernya, kecuali

a)

Limbah B3 dari sumber tidak spesifik

b)

Limbah B3 dari B3 kadaluwarsa, tumpahan B3, B3 yg tidak memenuhi spesifikasi produk yang akan dibuang, dan bekas kemasan B3

c)

Limbah B3 dari sumber spesifik

d)

Limbah B3 campuran

3.

Kode limbah A101a menunjukkan bahwa

a)

A adalah kategori bahaya

b)

1 adalah petunjuk tabel 1

c)

01 adalah urutan limbah B3 dan a adalah petunjuk pelarut terhalogenasi

d)

Jawaban benar semuanya

4.

Uji toksikologi dapat dilakukan dengan, kecuali

a)

Uji LD50

b)

Uji LC50

c)

Uji Infeksius

d)

Uji TCLP

5.

Jika suatu limbah cair kandungan alkoholnya lebih dari 24% maka

a)

Limbah tersebut sudah pasti B3

b)

Limbah tersebut harus diuji dahulu

c)

Limbah tersebut belum tentu B3

d)

Limbah tersebut non B3

6.

Jika suatu limbah ada dalam tabel 1,2,3,4 Lampiran I PP 101 tahun 2014 maka

a)

Limbah tersebut sudah pasti limbah B3

b)

Limbah tersebut belum tentu limbah B3 karena harus diuji dahulu

c)

Limbah tersebut adalah limbah B3 kategori I

d)

Limbah tersebut harus ditentukan karakteristiknya dahulu untuk memastikan B3 atau bukan

7.

Diantara parameter yang dapat dijadikan indikasi awal karakteristik limbah B3 adalah

a)

LC50

b)

LD50

c)

pH

d)

TCLP

8.

Sebuah pabrik sudah mempunyai izin penyimpanan sementara limbah b3, pengumpul limbah b3 dan pemanfaat yang dikerjakan bukan sebagai kegiatan utama serta izin pengolah limbah b3, jika pabrik tersebut membangun incinerator baru untuk mengolah limbah b3 maka

a)

Pabrik tersebut tidak perlu mengurus izin lagi karena izinnya sudah lengkap

b)

Pabrik tersebut harus mengurus izin lagi untuk incinerator yang baru

c)

Pabrik tersebut cukup melaporkan kegiatan inceneratornya karena sudah punya izin pengolahan

d)

Jawaban salah semuanya.

9.

Yang mempunyai kewenangan perizinan untuk pengolahan limbah B3 adalah

a)

Pusat

b)

Provinsi

c)

Kabupaten/Kota

d)

Jawaban benar semuanya

10.

Yang mempunyai kewenangan pengawasan untuk pemanfaatan limbah B3 adalah

a)

Pusat

b)

Provinsi

c)

Kabupaten/Kota

d)

Jawaban benar semuanya

11.

Diantara persyaratan umum pengolahan limbah B3 adalah

a)

Pemenuhan kelengkapan administrasi dan teknis perizinan

b)

Prinsip aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan

c)

Perlakuan limbah B3 sebelum diolah

d)

Jawaban benar semuanya

12.

Kriteria pengujian hasil solidifikasi adalah, kecuali

a)

Uji TCLP

b)

Uji AAS

c)

Uji Compressive Strength

d)

Uji Paint Filter

13.

Dalam pengelolaan Limbah B3 ada istilah from cradle to grave, pengertiannya adalah

a)

Limbah B3 selalu diawasi mulai saat dihasilkan sampai dengan tujuan akhir pengelolaannya

b)

Setiap Limbah B3 harus mempunyai tujuan akhir pengelolaan

c)

Setiap pelaku pengelolaan Limbah B3 harus memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku

d)

Semua pernyataan di atas benar

14.

Berikut ini adalah peraturan yang mengatur tentang tentang tata cara uji karakteristik limbah bahan berbahaya dan beracun, yaitu

a)

a. PP No 74 tahun 2001

b)

PERMENLHK NOMOR P.55/Menlhk-Setjen/2015

c)

PP No. 101 tahun 2014

d)

PERMENLHK NOMOR P.56/Menlhk-Setjen/2015

15.

Berikut ini adalah peraturan yang mengatur tentang tata cara dan persyaratan teknis pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dari fasilitas pelayanan Kesehatan

a)

a. PP No 74 tahun 2001

b)

PERMENLHK NOMOR P.55/Menlhk-Setjen/2015

c)

PP No. 101 tahun 2014

d)

PERMENLHK NOMOR P.56/Menlhk-Setjen/2015

16.

Peraturan tentang Tata Cara Pemberian Simbol dan Label B3 tertulis dalam

a)

PP No 74 tahun 2001

b)

PerMENLH No 3 tahun 2008

c)

PP No. 101 tahun 2014

d)

PerMENLH No. 14 Tahun 2013

17.

Peraturan tentang cara pengelolaan B3 tertulis dalam

a)

PP No 74 tahun 2001

b)

PerMENLH No 3 tahun 2008

c)

PP No. 101 tahun 2014

d)

PerMENLH No. 14 Tahun 2013

18.

Peraturan tentang pengelolaan limbah B3 tertulis dalam

a)

PP No 74 tahun 2001

b)

PerMENLH No 3 tahun 2008

c)

PP No. 101 tahun 2014

d)

PerMENLH No. 14 Tahun 2013

19.

Salah satu sifat B3 yang korosif adalah apabila bahan tersebut mempunyai pH

a)

pH > 10 dan pH< 4

b)

pH > 12 dan pH< 4

c)

pH > 11,5 dan pH< 2

d)

pH ≥ 12,5 dan pH≤ 2,0

20.

Bahan yang apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas yang beracun adalah bahan B3 yang bersifat

a)

beracun

b)

mudah terbakar

c)

reaktif

d)

mudah meledak

21.

Limbah yang berupa padatan pada keadaan STP mempunyai titik nyala kurang dari 40oC disebut limbah yang bersifat

a)

beracun

b)

mudah terbakar

c)

reaktif

d)

mudah meledak

22.

Limbah yang pada suhu dan tekanan standard dapat mengalami reaksi kimia dan fisika yang menghasilkan gas yang bertekanan tinggi dan merusak lingkungan disebut

a)

beracun

b)

mudah terbakar

c)

reaktif

d)

mudah meledak

23.

Untuk meminimalkan resiko, maka pada pengolahan limbah B3 hendaknya

a)

Menggunakan sarung tangan

b)

Sedekat mungkin dengan penghasil limbah

c)

Mengurangi jumlah bahan B3

d)

Ditimbun untuk sementara dahulu

24.

Pengelolaan limbah B3 terdiri dari pelaku kegiatan di bawah ini, kecuali

a)

Penghasil limbah B3

b)

Pengangkut limbah B3

c)

Pengolah limbah B3

d)

Penyalur limbah B3

25.

Sumber limbah B3 dapat berasal dari, kecuali

a)

Limbah B3 dari sumber spesifik

b)

Limbah B3 dari spesifik umum

c)

Limbah B3 dari spesifik tertentu

d)

Limbah B3 dari B3 kadaluarsa

26.

Termasuk sumber limbah B3 spesifik umum dari pabrik Pupuk adalah

a)

Ceceran pupuk

b)

Sisa kantong pupuk

c)

Katalis bebas

d)

Sisa bahan baku

27.

Sludge IPAL dari beberapa industri dikategorikan sebagai sumber limbah B3 spesifik umum dan khusus karena

a)

Sludge berbahaya bagi lingkungan

b)

Sludge tidak bisa diduga hasil analisisnya

c)

Sludge merupakan akhir perjalanan limbah industri

d)

Sludge tidak bisa di olah lebih lanjut

28.

Limbah B3 infeksius dapat diolah dengan cara

a)

Ditimbun

b)

Dibungkus yang kedap

c)

Diinsenerasi

d)

Dicuci dengan sabun

29.

Hasil uji TCLP limbah padat B3 menunjukkan bahwa

a)

Limbah tersebut beracun

b)

Limbah tersebut berbahaya

c)

Belum bisa dikatakan bahaya jika belum dibandingkan standar

d)

Limbah tersebut beracun dan berbahaya karena TCLP sudah menunjukkan hasil angka racun

30.

Diantara bahan dengan LD50 di bawah ini, mana yang paling beracun

a)

LD 50 : 015 mg/kg

b)

LD 50 : 0,005 mg/kg

c)

LD 50 : 0,05 mg/kg

d)

LD 50 : 0,50 mg/kg

31.

Limbah B3 kategori 1, adalah

a)

Limbah yang berdampak akut

b)

Berdampak langsung terhadap manusia

c)

Dapat dipastikan berdampak negatif terhadap lingkungan

d)

Ketiganya a,b, dan c benar

32.

Limbah B3 kategori 2, adalah

a)

Memiliki efek tunda

b)

Berdampak langsung terhadap manusia dan lingkungan

c)

Kurang memiliki toksisitas sub-kronis atau kronis

d)

Ketiganya a,b,c benar

33.

Limbah B3 yang dihasilkan kurang dari 50 kg/hari untuk Limbah B3 Kategori 1 dapat disimpan maksimum

a)

90 Hari

b)

180 Hari

c)

365 Hari

d)

Tidak Dibatasi

34.

Fasilitas penyimpanan Limbah B3 yang hanya dapat digunakan untuk Limbah B3 Kategori 2 Sumber Spesifik Khusus adalah

a)

Bangunan

b)

Silo

c)

Tangki

d)

Waste Pile

35.

Jarak minimum antara lokasi Tempat Penyimpanan Sementara Limbah B3 dengan fasilitas umum adalah

a)

5 Meter

b)

50 Meter

c)

500 Meter

d)

15 Meter

36.

Persyaratan TPS Limbah B3 berupa bangunan adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Lantai tidak bergelombang

b)

Atap berplafon

c)

Lantai Kedap minyak

d)

Memiliki Sistem Ventilasi Udara

37.

Jarak minimum antar blok untuk penyimpanan kemasan drum di atas palet adalah

a)

40 cm

b)

50 cm

c)

60 cm

d)

70 cm

38.

TPS Limbah B3 berbentuk kontainer harus memenuhi persyaratan sebagai berikut

a)

Dibangun tanggul di sekitar kontainer tanpa saluran pembuangan

b)

Hanya digunakan untuk menyimpan Limbah B3 fase cair

c)

Lantai bergelombang dan retak

d)

Tidak diperlukan pemasangan Simbol Limbah B3

39.

Permeabilitas tanah lokasi penyimpanan paling besar untuk waste pile adalah

a)

10-5 cm/detik

b)

105 cm/detik

c)

10-7 cm/detik

d)

107 cm/detik

40.

Pihak pengumpul limbah B3 wajib melakukan inventarisasi dengan membuat catatan tentang

a)

Karakteristik dihasilkannya Limbah B3

b)

Waktu penyerahan Limbah B3 kepada pemanfaat

c)

Jenis Limbah B3 yang dihasilkannya

d)

Waktu dihasilkannya Limbah B3

41.

Pemulihan lahan terkontaminasi terdiri dari kegiatan di bawah ini, kecuali

a)

Pemantauan

b)

Pengelolaan

c)

Perencanaan

d)

Evaluasi

42.

Catatan keluar masuknya limbah B3 dari dan ke TPS Limbah B3 disebut

a)

Logbook Limbah B3

b)

Neraca Limbah B3

c)

Manifest Limbah B3

d)

Formulir Limbah B3

43.

Data kuantitas limbah B3 dari usaha dan/atau kegiatan yang menunjukan kinerja pengelolaan limbah B3 pada satuan waktu penaatannya disebut

a)

Logbook Limbah B3

b)

Neraca Limbah B3

c)

Manifest Limbah B3

d)

Formulir Limbah B3

44.

Dokumen untuk menjamin pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan sampai ke pengelolaan akhir disebut

a)

Logbook Limbah B3

b)

Neraca Limbah B3

c)

Manifest Limbah B3

d)

Formulir Limbah B3

45.

Bagian dari manifest Limbah B3 yang diisi oleh pengangkut dan disahkan oleh penghasil adalah

a)

Bagian 1

b)

Bagian 2

c)

Bagian 3

d)

Bagian 4

46.

Bagian dari manifest Limbah B3 yang diisi oleh sistem dan dapat diterima ataupun ditolak oleh penerima limbah B3 adalah

a)

Bagian 1

b)

Bagian 2

c)

Bagian 3

d)

Bagian 4

47.

Petunjuk Pengisian Neraca Limbah B3 tercantum dalam

a)

PerMenLH No. 2 tahun 2008

b)

PP No. 101 Tahun 2014

c)

PermLH No. 14 Tahun 2013

d)

PP No. 74 Tahun 2001

48.

Jika tanggal masuk Limbah B3 Kategori 1 dengan jumlah 30 Kg ke TPS Limbah B3 adalah pada 18 November 2020, maka Limbah tersebut maksimal disimpan sampai dengan tanggal

a)

16 Februari 2021

b)

17 Mei 2021

c)

18 November 2021

d)

Tidak Dibatasi

49.

Yang wajib memiliki fasilitas sumur pantau di bagian hulu dan hilirnya adalah fasilitas TPS Limbah B3 dengan bentuk

a)

Silo

b)

Bangunan

c)

Waste Pile

d)

Waste Impoundment

50.

Kolam Limbah harus memiliki bendung dengan freeboard sekurang-kurangnya

a)

60 cm

b)

1 m

c)

2 m

d)

Semua Jawaban Salah