Font size
Worksheetsmenimati novel
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Cermati kutipan novel berikut!
Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.
Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.
”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”
Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).
Amanat kutipan novel tersebut adalah ...
Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.
Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.
Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.
Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.
Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.
Bacalah teks novel berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
Bacalah kutipan teks novel berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang kriminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
Jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
Ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya
Ketakutan melihat orang jahat
Ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
Bacalah kutipan teks novel berikut!
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu.
Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa.
Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B. Kori’un).
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....
antithesis
metonimia
hiperbola
personifikasi
metafora
Cermati penggalan novel berikut ini!
Ibu semakin jarang berada di rumah. Tinggal aku dan ayah yang mengurus sawah. Terkadang ibu baru pulang setelah beberapa hari. Tetapi kami tidak rindu lagi, apalagi dengan adiku yang terkecil. Kami sudah biasa. Kami pun jarang bertanya di mana ibu dan kapan ibu pulang. Setiap hari ibu pergi, dari rumah dibawanya segulungan goni-goni dan siangnya goni itu sudah penuh berisi beras yang dicegatnya dari orang kampung yang lewat. Besoknya barang tersebut dibawanya ke pasar dan jika tidak laku dibawanya ke luar kampung. Orang-orang kampung memang lebih suka pakaian-pakaian yang sudah jadi, yang tebal-tebal. Ibu memang tahu kesukaan orang sekampung.
Isi tersirat dalam kutipan cerpen tersebut jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari adalah ....
Pakaian dibeli dengan beras
Ibu rajin ke pasar dan ayah rajin ke sawah
Ibu berjualan dari kampung satu ke kampung yang lain
Keuletan sorang ibu dalam mencari nafkah untuk keluarganya
Dari pasar ibu membawa buntalan berisi berbagai pakaian atau barang lain
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah….
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Manakah di bawah ini yang merupakan ciri - ciri dari novel ..
Ceritanya imajinatif
Bersifat fiksi
ditulis dengan ilmiah
mengutamakan kebenran data
Rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan sebab - akibat dalam sebuah cerita disebut ...
Gaya bahasa
Amanat
Alur
Latar
Cermatilah kutipan berikut !
Rasus dan warta mendapat dua buah, Darsun hanya satu. Tak ada protes. Ketiganya kemudian sibuk mengupasi bagiannya dengan gigi masing - masing, dan lalu mengunyahnya. Asinnya tanah. Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan di atas adalah...
Orang kedua
Orang ketiga
Orang pertama dan kedua
Orang pertama
Bacalah penggalan berikut !
Kemarin, Kemarin dulu. Ia masih dapat tebarkan pendangan lepas kemana ia suka. Kini hanya boleh memandangi lantai, karena ia tak tahu mana dan apa yang sebenarnya boleh dipandangnya.
Latar yang tergambar dalam kutipan di atas adalah ...
Latar suasana
Latar tempat
Latar Keadaan
Latar waktu
Novel termasuk jenis karangan ...
Non fiksi
Argumentasi
Fiksi
Deskripsi
Di bawah ini yang termasuk nilai - nilai dalam sebuah karya sastra adalah ...
Nilai sosial
Nilai hati
Nilai moral
Nilai pendidikan
Salah satu ciri kebahsaan novel adalah penggunaan kata kias ( ungkapan ) manakah dibawah ini kalimat yang menggunakan kata - kata kias tersebut ...
Bujang itu kemudian mengajarinya mengambil air wudhu.
Ia takut berjalan seorang diri menuju ke kamar mandi.
Tiba - tiba didengarnya ayam di belakang rumah pada berkokok kembali.
Keringat dingin mengucur sepagi itu menjalari tubuhnya.
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah ….
a. egois
b. ceroboh
c. lemah
d. peragu
e. penyabar
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….
a. kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
b. kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
c. kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
d. nostalgia tokoh di masa lampaunya
e. penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Nilai yang berkaitan dengan keindahan berbahasa dalam sastra disebut nilai ….
a. sosial
b. estetika
c. pendidikan
d. ketuhanan
e. psikologis
Ia pun memandang Mariamin, seraya berkata, “Semua hal ini kita serahkan kepada Tuhan, sebab Ia-lah yang tahu mana yang baik akan hamba-Nya.”
Etika yang terkandung dalam novel di atas adalah ….
a. kita harus beriman kepada Tuhan
b. kita harus bersyukur kepada Tuhan
c. kita harus bersua kepada Tuhan
d. kita harus berserah diri kepada Tuhan
e. kita harus menerima cobaan dari Tuhan
Cermati kutipan teks berikut!
Memang tidak tahu diri anak itu. Sudah disoraki penonton masih tertawa juga. Bahkan, ia tampak sangat percaya diri. Padahal penampilannya jauh dari kata menarik. Ah, benar-benar tidak punya rasa malu anak itu.
Ungkapan yang tepat menggambarkan isi paragraf tersebut adalah ....
a. bermuka keruh
b. berminyak muka
c. tebal muka
d. bermuka dua
e. bermuka licin
