wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post test Divisi Pulmo Periode Januari - Maret 2021

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki, 28 tabun ke poliklinik mengeluh batik darah 3 hari yang lalu. Satu bulan sebelumnya sudah batuk-batuk disertai penurunan nafsu makan. Riwayat 1 tahun lalu mengkonsumsi OAT hanya 4 bulan dan dihentikan sendiri karena merasa baikan. Pemeriksaan tanda vital normal. Foto toraks saat ini tampak gambaran kavitas dan fibrosis di paru kanan atas. Hasil tes GenXpert TB/RIF yaitu MTB detected dan Rifampicin resistant detected. Apakah tatalaksana tepat pada kasus ini?

a)

2(HRZE)S / (HRZE) / 5(HR)3E3

b)

2(HRZE)S / (HRZE) / 5(HR)E

c)

4-6Km - Mfx - Eto(Pto) - HDT - Cfz - E - Z / 5Mfx - Cfz - E - Z

d)

4-6Bdq(6 bulan) - Lfx - Cfz - HDT - Z - E / 5Lfx - Cfz - Z - E

e)

Km- Eto - Lfx - Cs - Z - (E) / Eto - Lfx - Cs - Z - (E) minimal 24 bulan pengobatan

2.

Seorang laki-laki, 42 tahun masuk IGD karena sesak napas sejak 5 hari lalu. Sebelumnya ada batuk 3 minggu disertai nanah berbau busuk. Demam terus-menerus sejak 2 minggu lalu, tanpa keringat malam. Auskultasi toraks terdengar ronki di kiri bawah. Dari lab darah didapatkan WBC 16.300 sel/mmk, BTA SP negatif. Foto toraks ada gambaran kavitas berdinding tebal disertai air fluid level di parakardial kanan. Apakah diagnosis paling tepat untuk kasus ini?

a)

Aspergilloma

b)

Abses paru

c)

Tumor paru

d)

Pneumonia komunitas

e)

Hidropneumotoraks

3.

Seorang laki-laki, 59 tahun mengeluh sesak napas sejak 1 hari lalu. Tiga hari sebelumya mengeluh batuk dengan dan dahak yang sulit dikeluarkan. Demam tidak ada. Riwayat perawatan di RS 1 minggu sebelumnya lalu dengan kelemahan separuh badan akibat strok. Pemeriksaan fisik didapatkan trakea bergeser ke kanan, inspeksi dada tampak asimetris yang kanan tertinggal saat bernapas, vokal fremitus di dada kanan menurun, perkusi paru redup di kanan dan sonor di kiri, auskultasi tidak terdengar ronki dan wheezing. Dari laboratorium WBC 7.510 sel/mmk. Foto toraks PA terdapat gambaran atelektasis total paru kanan. Apakah penyebab penyakit untuk kasus tersebut?

a)

infeksi oleh bakteri aerob

b)

obstruksi bronkus skibat retensi dahak

c)

bronkokonstriksi causa inflamasi

d)

inflamasi bronkus kronis

e)

imunosupresi obat terhadap jalan napas

4.

Seorang laki-laki, 52 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 10 jam lalu setelah pasien batuk-batuk keras. Sesak napas semakin memberat sejak 1 jam sebelum masuk RS. Pasien ada riwayat pengobatan TB di puskesmas dan telah dinyatakan sembuh. Tanda vital tekanan darah 90/60 mmHg, laju napas 36 x/menit, nadi 126 x/menit, suhu aksiler 37oC, SpO2 89%. Ada deviasi trakea ke kanan, dada kanan tampak cembung, perkusi hipersonor dan suara napas menurun. Foto toraks didapatkan gambaran hiperlusen dan collaps line di kanan. Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan untuk kasus ini?

a)

nebulisasi salbutamol

b)

pemberian antibiotik iv

c)

torakosentesis

d)

kontraventil

e)

ventilasi mekanik

5.

Seorang laki-laki, 62 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas yang dialami sejak 6 bulan terakhir. Batuk sejak 1 tahun lalu kadang disertai dahak putih. Riwayat merokok sejak muda +1 bungkus perhari dan baru berhenti 2 tahun lalu. Inspeksi dada simetris, sela iga melebar dan mendatar, palpasi vocal fremitus sama kiri dan kanan, perkusi hipersonor, auskultasi suara napas bronkial disertai wheezing. Pada pemeriksaan faal paru FEV1 2,4 L/menit dan pasca bronkodilator FEV1 2,5 L/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus ini?

a)

Asma bronkial terkontrol sebagian

b)

Penyakit paru obstruktif kronik

c)

Bronkiektasis

d)

Bronkitis kronik

e)

Atelektasis paru

6.

Seorang laki-laki 27 tahun baru terdiagnosis TB paru dan sejak 3 minggu sebelumnya menjalani pengobatan KDT kategori 1 fase intensif. Pasien kontrol ke poliklinik penyakit dalam mengeluh mual dan muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan fungsi hati, SGPT 1771 u/L, Bilirubin total 1.81 mg/dL, alkali fosfatase 186 u/L. Apakah tindakan berikut yang sebaiknya dilakukan pada pasien ini?

a)

Pemberian OAT tanpa obat hepatotoksik

b)

Melanjutkan OAT dengan regimen 6-9RZE

c)

Mengganti OAT lini pertama dengan lini kedua

d)

Terapi OAT dihentikan, berikan hepatoprotektor

e)

OAT stop, desensitisasi saat laboratorium normal

7.

Seorang perempuan 23 tahun, bekerja sebagai perawat rumah sakit di bangsal khusus pasien TB, menjalani pemeriksaan skrining TB. Satu tahun lalu hasil tes tuberkulin indurasi 3 mm, saat ini hasilnya indurasi 6 mm dalam 48 jam. Tidak ada riwayat pengobatan TB sebelumnya. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Foto toraks

b)

Pengukuran tes fungsi hati awal

c)

Isoniazid 300 mg /hari selama 6 bulan

d)

Rifampisin 450 mg/hari selama 6 bulan

e)

Mengulang tes tuberkulin 2 bulan kemudian

8.

Seorang laki-laki usia 39 tahun bekerja sebagai supir angkutan umum datang ke poliklinik mengeluh sesak sejak 2 hari lalu, disertai batuk tanpa dahak dan demam yang dirasakan terus-menerus tetapi tidak terlalu tinggi. Riwayat DM terdiagnosis sejak 3 bulan lalu. Pemeriksaan fisik toraks redup di hemitoraks kanan bawah, fremitus taktil meningkat, suara napas bronkial dengan ronki basah nyaring. Laboratorium WBC 17.400/µL; LED 18 mm/jam. Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Tumor paru kanan

b)

Efusi pleura kanan

c)

Pneumotoraks kanan

d)

Pneumonia lobaris kanan

e)

Atelektasis paru kanan

9.

Seorang laki-laki 40 tahun ke IGD dengan keluhan demam dan batuk berdahak kuning sejak 7 hari sebelum MRS. Laju napas 24 x/menit dan suhu 39oC. Pada paru kanan fremitus taktil meningkat, perkusi redup, suara napas bronkial dan ada ronki basah nyaring. Lab lekosit 20.400/uL. Apakah patogenesis awal terjadinya kelainan paru pada pasien ini?

a)

Adanya bronkokonstriksi

b)

Adanya edema pada alveoli

c)

Adanya cairan pada rongga pleura

d)

Infiltrasi sel-sel radang pada alveoli

e)

Adanya hipertrofi dan hipersekresi mukus

10.

Seorang perempuan berusia 60 tahun ke poliklinik mengeluh sesak memberat dalam 5 bulan, nyeri tenggorokan, dan batuk berdahak putih. Berat badan turun 5 kg, dan ada riwayat asma berobat teofilin dan inhalasi Ventolin®. Pemeriksaan fisik ada limfadenopati KGB supraklavikula kanan tidak nyeri tekan. CT-scan toraks menunjukkan massa diameter 7 cm di lobus bawah paru kanan bawah dan limfadenopati KGB paratrakea kanan dan subkarina. Apakah yang paling mungkin ditemukan pada hasil sitologi setelah biopsi transtorakal terhadap massa paru?

a)

Karsinoma sel skuamos

b)

Adenokarsinoma metastasis dari payudara

c)

Multiple endocrine neoplasia

d)

Mesotelioma

e)

Limfoma sel B

11.

Seorang wanita 56 tahun ke UGD mengeluh sesak dan mudah lelah. Penderita ada riwayat artritis rematoid dan 2 tahun terakhir menjalani terapi Methotrexate. Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90 x/menit, laju napas 26 x/menit, tidak demam, didapatkan distensi vena leher, suara jantung P2 mengeras, tampak sternal lift, shifting dullness positif, dan edema tungkai bawah. Foto toraks tampak pelebaran hilus dan kardiomegali, EKG: RAD dan P pulmonal di sadapan II. Apakah penyakit paru yang mungkin menyebabkan kelainan jantung pada pasien ini?

a)

Penyakit paru obstruktif kronik

b)

Penyakit paru interstisial

c)

Obstructive sleep apnea

d)

Asthma COPD overlap

e)

Bronkiektasis

12.

Laki-laki berusia 52 tahun ke IRD dengan keluhan sesak napas dan didapatkan efusi pleura pada pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan torakosintesis, didapatkan empiema. Manakah yang menjadi representasi hasil analisa cairan pleura pada pasien ini?

a)

pH cairan pleura >7,30

b)

Kadar glukosa >60 mg/dL

c)

Hematokrit efusi/serum >0,5

d)

Kadar LDH >1000 IU/L

e)

Hitung limfosit 90-95%

13.

Seorang laki-laki 65 tahun, datang ke poliklinik untuk kontrol setelah rawat inap 5 hari akibat PPOK eksaserbasi akut. Hasil spirometri: FVC 2.52 L (72% pred), FEV1 1.53 L (54% pred), FEV1/FVC 61%. Tidak ada keluhan saat ini dan pasien belum pernah imunisasi. Apakah terapi preventif pneumonia paling tepat pada kasus ini?

a)

Vaksin Pseudomonas

b)

Vaksin Pneumococcal

c)

Vaksin Haemophilus influenza tipe B

d)

Vaksin influenza

e)

Vaksin BCG

14.

Seorang perempuan 31 tahun, ibu rumah tangga domisili Makassar diantar ke UGD RS karena tampak bingung dan gelisah. Pasien sesak 3 hari disertai demam tinggi dan batuk kering. Tidak ada riwayat sesak atau penyakit berat lain dan tidak pernah traveling. Laju napas 36 x/menit, suhu 39oC, nadi 110 x/menit, tekanan darah 100/70 mmHg, ronki di basal paru bilateral. Lab: WBC 4.100/mm3, Neutrofil 3.497/mm3 Limfosit 303/mm3, NLR 11.5, ureum 60 mg/dl, kreatinin 2.02 mg/dl, PaO2 50 mmHg, PCO2 30 mmHg. CT-scan toraks menunjukkan multifocal groundglass opacity perifer dan basal bilateral sesuai CO-RADS 5. Apakah diagnosis paling tepat pasien ini?

a)

Pneumonia komunitas CURB-65 skor 4

b)

Pneumonia probable Covid-19 berat

c)

Pneumonia berat bakterial dengan syok sepsis

d)

Pneumonia probable Covid-19 berat dengan komplikasi

e)

Pneumonia komunitas dengan syok sepsis dan gagal napas

15.

Seorang perempuan 19 tahun, diantar ke IGD mengeluh sesak terus-menerus sejak 4 jam lalu. Sesak hilang timbul sudah berlangsung 1 minggu terakhir, membaik jika memakai budesonide-formoterol inhaler. Satu hari sebelumnya, pasien batuk dan demam. Pasien menderita asma ceja kecil. Pasien tampak gelisah, tekanan darah 100/60, denyut nadi 112x/menit, laju napas 30x/menit, SpO2 86%, suhu 37,1°C. Auskultasi paru terdengar wheezing difus dan ekspirasi memanjang. Bagaimana patofisiologi keluhan utama pada pasien ini?

a)

Inflamasi saluran napas tidak disertai infiltrasi sel-sel radang

b)

Penyempitan saluran napas tidak merata di seluruh bagian paru

c)

Hiperreaktivitas saluran napas tanpa peningkatan respons parasimpatis

d)

Obstruksi saluran napas memberat selama fase inspirasi

e)

Untuk mengatasi kekurangan oksigen, tubuh melakukan hipoventilasi

16.

Seorang laki-laki 54 tahun, datang ke poliklinik mengeluh nyeri dada kanan sudah berlangsung 2 bulan, disertai sesak napas. Pasien merokok lebih dari 30 tahun dan bekerja di galangan kapal. Laju napas 28 kali/menit, ada jari tabuh. Auskultasi paru terdengar ronki bilateral. Pada foto toraks tampak ground-glass terutama di basal bilateral, plak kalsifikasi, dan penebalan pleura. Bagaimana mekanisme terjadinya penyakit yang diderita pasien?

a)

Penyakit autoimun

b)

Penyakit paru yang diturunkan

c)

Perdarahan alveolar difus idiopatik

d)

Inhalasi serat/debu/asap inorganik

e)

ketidakseimbangan oksidan-antioksidan

17.

Seorang laki-laki 59 tahun pasien CKD on HD dibawa keluarga ke IGD akibat sesak yang memberat sejak 6 jam lalu. Keluhan lain demam tinggi disertai batuk kering sejak 2 hari yang lalu. Saat skrining rutin HD 4 hari sebelumnya, hasil tes PCR SARS-CoV-2 positif. Pasien tampak sakit berat, composmentis, TD 160/90 mmHg, denyut nadi 118x/menit, laju napas 36x/menit, suhu 38,2oC. Analisis gas darah PaO2 68 mmHg (dengan oksigen nasal kanul 6 liter/menit). Apakah diagnosis tepat pada pasien ini?

a)

Pneumonia terkonfirmasi Covid-19, syok septik, CKD on HD

b)

Pneumonia terkonfirmasi Covid-19 sakit kritis, CKD on HD

c)

Pneumonia probable Covid-19 dengan komorbid CKD

d)

Pneumonia probable Covid-19, ARDS, CKD on HD

e)

Pneumonia Covid-19 moderat, dengan komorbid CKD

18.

Seorang laki-laki 48 tahun, sedang dirawat di ICU dan menggunakan ventilator selama 3 hari. Pada hari keempat, timbul demam, suhu 38,8oC, terdengar ronki difus kedua lapang paru dan hasil lab WBC 28.000 sel/mmk. Apakah kemungkinan diagnosis pada pasien ini?

a)

Pneumonia aspirasi

b)

Pneumonia komunitas

c)

Pneumonia nosokomial

d)

Pneumonia atipikal

e)

Pneumonia ventiltator

19.

Seorang laki laki 39 tahun ke poliklinik untuk kontrol akhir bulan kedua pengobatan TB paru, bakteriologis, kasus baru. Saat ini pasien mengeluhkan pandangan kabur juga kesulitan mengenali warna kuning dan hijau, bahkan tidak dapat membedakan warna ungu dan biru. Apakah obat yang mungkin menyebabkan keluhan pasien ini?

a)

Isoniazid

b)

Rifampisin

c)

Etambutol

d)

Streptomisin

e)

Pirazinamid

20.

Seorang laki-laki 40 tahun penyandang HIV positif mengeluh nyeri dada 2 minggu, keringat malam dan batuk. Suhu aksiler 37.7oC, tanda vital lain normal, perkusi redup dengan suara napas menurun di dada kanan bawah. Foto toraks terlampir. CRP 119 mg/ml (normal <5 mg/ml) WBC 6.570 sel/mm3, CD4 437 /uL 5 bulan lalu. Apakah langkah berikut yang paling tepat pada kasus ini?

a)

tes tuberkulin

b)

torakosentesis

c)

tes IGRA

d)

CT-scan toraks

e)

bronkoskopi