wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MTS D375A-6

Total questions: 91

Worksheet time: 1hrs 8mins

Name
Class
Date
1.

Adjustment code yang digunakan untuk torque converter stall.

a)

0530

b)

0007

c)

5535

d)

5035

2.

Shifting mode saat melakukan pengukuran torque converter stall speed:

a)

Automatic Mode

b)

Manual Mode

3.

Nilai decel speed lebih tinggi dari nilai low idle speed.

a)

Benar

b)

Salah

4.

Nilai rated speed pada engine yang terpasang di D375A-6 sama dengan nilai torque converter stall speed.

a)

Benar

b)

Salah

5.

Berikut kemungkinan penyebab blowby hi pada engine D375A-6, kecuali;

a)

Keausan liner

b)

Kerusakan ring piston

c)

Kerusakan seal valve steam

d)

Kerusakan air compressor

6.

Satuan yang dipakai untuk mengukur blowby pada form PPM D375A-6;

a)

mmAq

b)

mmHg

c)

kg/cm2

d)

MPa

7.

Temperature minimal engine oil saat pengukuran engine oil pressure:

a)

50 oC

b)

70 oC

c)

90 oC

d)

110 oC

8.

Terdapat perbedaan nilai yang significant saat mengukur boost pressure antara menggunakan pressure gauge dengan monitor panel.

a)

Benar

b)

Salah

9.

Kondisi pembebanan engine saat pengukuran exhaust gas temperature:

a)

Low idle

b)

Hi idle

c)

Torque converter stall

d)

Torque converter stall + hydraulic relief

10.

Jumlah exhaust temperature sensor:

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

11.

Nilai pembacaan exhaust temperature sangat dipengaruhi oleh nilai ambient temperature:

a)

Benar

b)

Salah

12.

Nilai clearance exhaust valve lebih besar dari nilai clearance intake valve.

a)

Benar

b)

Salah

13.

Posisi speed transmisi saat pengukuran T/C stall speed.

a)

F1

b)

F2

c)

F3

d)

R1

14.

Work equipment relief speed lebih rendah dari torque converter stall speed.

a)

Benar

b)

Salah

15.

Saat pengukuran blade lever stroke, maka hydraulic oil temperature harus sesuai range 45 - 55 oC.

a)

Benar

b)

Salah

16.

Tool yang digunakan untuk pengukuran pedal operating effort:

a)

Convax scale

b)

Push pull scale

c)

Dial gauge

d)

Micro meter

17.

Pengukuran fan speed 100% mode dapat dilakukan saat temperature hydraulic 30 oC.

a)

Benar

b)

Salah

18.

Nilai fan speed dapat dilihat pada monitor panel.

a)

Benar

b)

Salah

19.

Pada D375A-6, jika pemasangan fan terbalik maka berakibat hembusan anginnya juga berbalik arah.

a)

Benar

b)

Salah

20.

Nilai torque converter inlet pressure lebih besar daripada torque converter outlet pressure.

a)

Benar

b)

Salah

21.

Torque converter lock up clutch pressure diukur pada 2 kondisi, yaitu engine low idle & hi idle.

a)

Benar

b)

Salah

22.

Adjustemnt code saat pengukuran transmission clutch pressure:

a)

0530

b)

0007

c)

5535

d)

5035

23.

Nilai transmission clutch pressure terendah:

a)

Forward clutch

b)

Reverse clutch

c)

1st clutch

d)

2nd clutch

24.

Jumlah speed transmisi saat automatic mode lebih banyak dari manual mode.

a)

Benar

b)

Salah

25.

Saat semua control lever neutral dan engine running low idle, nilai main hydraulic oil pressure adalah 0 kg/cm2.

a)

Benar

b)

Salah

26.

Berikut adalah pengukuran hydraulic relief D375A-6, kecuali:

a)

Blade lift relief pressure

b)

Blade tilt relief pressure

c)

Ripper lift relief pressure

d)

Ripper tilt relief pressure

27.

Nilai control circuit oil pressure adalah sama antara lo & hi ilde.

a)

Benar

b)

Salah

28.

Blade pitch speed dapat diukur pada D375A-6 single tilt spesification.

a)

Benar

b)

Salah

29.

Jumlah pengukuran hydraulic drift:

a)

2 posisi

b)

3 posisi

c)

4 posisi

d)

5 posisi

30.

Pengambilan nilai pengukuran dengan kondisi torque converter stall, dilakukan saat powertrain oil temperature:

a)

75 oC

b)

90 oC

c)

100 oC

d)

118 oC

31.

Saat masuk ke adjustment mode 0530, kita bisa melihat beberapa parameter berikut, kecuali:

a)

Engine speed

b)

Coolant temperature

c)

Hydraulic oil temperature

d)

Torque Converter oil temperature

32.

gambar di atas menunjukkan port measurement:

a)

Engine oil pressure

b)

Boost pressure

c)

Fuel pressure

d)

Blowby pressure

33.

Berikut formula untuk menentukan nilai exhaust temperature:

a)

Nilai koreksi (oC) = Nilai pengukuran

b)

Nilai koreksi (oC) = Nilai pengukuran + (2 x ambient temperature)

c)

Nilai koreksi (oC) = Nilai pengukuran + 20 oC

d)

Nilai koreksi (oC) = Nilai pengukuran + 2 x (20 - ambient temperature)

34.

Jika menggunakan digital thermometer saat melakukan pengukuran exhaust temperature, maka mode yang diapakai adalah:

a)

Measuring

b)

Hold

c)

Peak

d)

Hot

35.

Posisi cranking device yang digunakan untuk memutar engine secara manual.

a)

Sebelah kiri depan engine

b)

Sebelah kanan depan engine

c)

Sebelah kiri belakang engine

d)

Sebelah kanan belakang engine

36.

Untuk melihat posisi TOP compression 1 atau TOP compression 6, bisa dilihat pada:

a)

Front damper

b)

Supply pump drive gear

c)

Water pump drive gear

d)

Flywheel gear

37.

Saat memutar engine untuk adjustment valve clearance, arah putaran engine boleh bolak-balik.

a)

Benar

b)

Salah

38.

Saat masuk menu cylinder cut out, semua injector (6 injector) bisa dimatikan bersamaan.

a)

Benar

b)

Salah

39.

Tool adapter compression gauge KIT dipasang pada lubang injector saat pengukuran compression pressure.

a)

Benar

b)

Salah

40.

Port yang ditunjuk anak panah 1

a)

Fuel pressure

b)

Engine oil pressure

c)

Engine oil temperature

d)

Coolant pressure

41.

Waktu minimal yang diijinkan untuk melepas piping fuel system setelah engine stop.

a)

30 detik

b)

1 menit

c)

5 menit

d)

15 menit

42.

Nilai pressure pada fuel system:

a)

0.5 - 1 kg/cm2

b)

1.5 - 3 kg/cm2

c)

5 - 10 kg/cm2

d)

50 - 80 kg/cm2

43.

Tujuan dipakainya mode cylinder cut out adalah:

a)

Mengetahui injector yang tidak normal

b)

Mengetahui mekanisme valve yang tidak normal

c)

Mengetahui ring piston yang tidak normal

d)

Mengetahui cylinder dengan output yang tidak normal

44.

Tujuan utama adanya mode No Injection Cranking:

a)

Test kerja starting motor

b)

Memberikan pelumasan awal pada engine setelah lama disimpan.

c)

Mengukur engine oil pressure

d)

Melakukan troubleshooting engine

45.

Pengukuran kebocoran fuel pada pressure limiter & injector dilakukan pada kondisi:

a)

Engine lo idle

b)

Engine hi idle

c)

Torque converter stall

d)

Torque converter + hydraulic relief

46.

Batas lama waktu yang diijinkan untuk cranking starting motor:

a)

10 detik

b)

20 detik

c)

30 detik

d)

1 menit

47.

Waktu jeda yang direkomendasikan shop manual untuk melakukan starting kembali setelah gagal start adalah:

a)

30 detik

b)

1 menit

c)

2 menit

d)

5 menit

48.

Color checker bisa digunakan untuk membantu menemukan kebocoran pada fuel. Adapun jenis yang dipakai adalah:

a)

Cleaner

b)

Penetran

c)

Developer

d)

Greaser

49.

Saat masuk fan 100% mode, maka nilai current pada EPC solenoid adalah:

a)

Minimal

b)

Maksimal

c)

Tidak ada perubahan

d)

Sesuai temperature coolant

50.

Pengukuran fan circuit oil pressure dilakukan pada kondisi:

a)

Engine hi idle

b)

Torque converter stall

c)

Fan 100% mode

d)

Fan 70% mode

51.

Port yang ditunjukkan gambar adalah:

a)

bleeder work equipment pump

b)

bleeder fuel

c)

bleeder powertrain pump

d)

bleeder fan pump

52.

Fuel control dial signal sebagai perintah engine speed akan masuk ke controller:

a)

Engine

b)

Powertrain

c)

Hydraulic

d)

VHMS

53.

Engine controller memilih input signal terendah sebagai perintah untuk engine speed.

a)

Benar

b)

Salah

54.

Digunakan untuk adjustment full speed

a)

Decelerator pedal 4

b)

Rod 8

c)

Stopper bolt 9

d)

Bisa semuanya

55.

Port untuk mengukur main relief transmisi

a)

1

b)

2

c)

5

d)

8

56.

Nilai torque converter inlet dan outlet bisa dilihat di monitor panel.

a)

Benar

b)

Salah

57.

Berikut adalah pengukuran yang direkomendasikan masuk ke adjustment mode 5535, kecuali:

a)

Lock up clutch pressure

b)

stator clutch pressure

c)

Forward clutch pressure

d)

3rd clutch pressure

58.

Saat posisi neutral, maka steering clutch posisi:

a)

Engage

b)

Disengage

59.

Untuk melakukan pengukuran operasi suddent stop prevention valve, maka pressure gauge kita pasang pada:

a)

Steering brake kiri

b)

Steering brake kanan

c)

Steering brake kiri & kanan

d)

Steering clutch kiri & kanan

60.

Nilai pressure gauge yang paling tepat digunakan untuk mengukur output pressure torque converter:

a)

10 kg/cm2

b)

25 kg/cm2

c)

60 kg/cm2

d)

400 kg/cm2

61.

Nama sensor pada gambar:

a)

G sensor

b)

NE sensor

c)

Transmission output speed sensor

d)

Transmission input speed sensor

62.

Berikut adjustment pada brake pedal, kecuali:

a)

adjustment travel brake pedal

b)

Adjustment panjang brake rod

c)

Adjustment brake potentiometer

d)

Adjustment limit switch

63.

Standard kekencangan track shoe D375A-6:

a)

10 - 20 mm

b)

20 - 30 mm

c)

30 - 40 mm

d)

40 - 50 mm

64.

Batas pengendoran track adjuster

a)

1/2 putaran

b)

1 putaran

c)

2 putaran

d)

5 putaran

65.

Nilai LS pressure pada hydraulic system dapat dilihat pada monitor panel.

a)

Benar

b)

Salah

66.

Pressure gauge yang direkomendasikan untuk mengukur unload pressure:

a)

10 kg/cm2

b)

25 kg/cm2

c)

60 kg/cm2

d)

400 kg/cm2

67.

Pengukuran unload pressure dan work equipment oil pressure dilakukan pada measurement port yang sama.

a)

Benar

b)

Salah

68.

Pressure gauge yang digunakan untuk mengukur LS pressure kondisi hydraulic relief:

a)

10 kg/cm2

b)

25 kg/cm2

c)

60 kg/cm2

d)

400 kg/cm2

69.

Sesuai rekomendasi shop manual, jika terdapat abnormal pada work equipment oil pressure. Maka yang dilakukan adalah:

a)

Adjust unload valve

b)

Adjust main relief valve

c)

Adjust LS relief valve

d)

Adjust safety valve

70.

Mekanisme untuk melakukan adjustment LS relief valve:

a)

Menambah/ mengurangi shim

b)

Memutar adjustment screw

c)

Memutar adjustment nut

d)

Menggeser posisi spool

71.

Saat digerakkan extend dengan memanfaatkan accumulator pressure & kecepatan drift meningkat, maka:

a)

Kebocoran terjadi pada packing cylinder

b)

Kebocoran terjadi pada control valve

c)

Kebocoran terjadi pada piston valve

d)

Kebocoran terjadi pada quick drop valve

72.

Berikut action code dengan derajat trouble paling tinggi

a)

E01

b)

E02

c)

E03

d)

E04

73.

Abnormality record pada mechanical system dapat dihapus dengan pengoperasian switch [4] + [1] > [2] > [3]

a)

Benar

b)

Salah

74.

Berikut unit pengukuran yang dapat dipilih untuk monitoring mode, kecuali:

a)

SI

b)

Metric

c)

JIS

d)

Imperial

75.

Nilai current untuk berbagai solenoid & potentio bisa dilihat pada monitor panel. Dengan satuan?

a)

nA

b)

mA

c)

A

d)

MA

76.

Ditunjuk anak panah b:

a)

Error code

b)

Failure code

c)

Abnormality code

d)

Action code

77.

Jumlah kode angka (digit) pada adjustment mode:

a)

2 angka

b)

3 angka

c)

4 angka

d)

5 angka

78.

Controller yang harus dilakukan inisialisasi saat dilakukan penggantian, kecuali:

a)

Engine controlller

b)

Powertrain controller

c)

VHMS controller

d)

Work Equipment controller

79.

Saat memasukkan adjustment ID 0530 (stall mode), maka yang terjadi adalah:

a)

Fan speed masuk ke 100% mode

b)

Ke-2 steering clutch disengage

c)

Automatic ke Power Mode

d)

Brake active

80.

Batas hydraulic temperature minimal agar fan 100% mode aktif:

a)

30 oC

b)

45 oC

c)

60 oC

d)

80 oC

81.

Letak pemasangan VHMS controller:

a)

Dipasang pada engine

b)

Di dalam cabin di belakang operator seat

c)

Di dalam cabin di sebelah kanan operator seat

d)

Di luar cabin samping kiri

82.

Jumlah fuse box yang terpasang pada left console di dalam cabin:

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

83.

Jumlah main CB yang terpasang di dalam left cover

a)

2

b)

3

c)

4

d)

5

84.

Troubleshooting diklasifikasikan menjadi 4 seperti berikut, kecuali:

a)

A-mode

b)

E-mode

c)

H-mode

d)

S-mode

85.

Di dalam troubleshooting table (display of code), kita bisa memperoleh berbagai informasi berikut, kecuali:

a)

Penjelasan mengenai kerusakan

b)

Action yang dilakukan monitor panel maupun controller

c)

Problem yang muncul pada mesin

d)

Letak connector yang berhubungan dengan kerusakan

86.

Type connector pada D375A-6, kecuali:

a)

X

b)

M

c)

N

d)

S

87.

Pada shop manual D375A-6, list & tata letak connector terdapat pada bagian:

a)

Structure & function

b)

Testing & adjusting

c)

Troubleshooting

d)

Diagram & drawing

88.

Kapasitas maksimal circuit breaker yang terpasang pada D375A-6:

a)

130 A

b)

105 A

c)

90 A

d)

75 A

89.

Standard nilai resistance untuk menentukan bahwa kondisi disconnect.

a)

Min. 1 Ohm

b)

Max 1 Hhm

c)

Min. 1 MOhm

d)

Max. 1 Mohm

90.

Standard nilai resistance untuk menentukan bahwa kondisi connect (close).

a)

Min. 1 Ohm

b)

Max. 1 Ohm

c)

Min. 1 MOhm

d)

Max. 1 MOhm

91.

Relay yang berfungsi untuk mencegah starting motor bekerja saat safety device active.

a)

ACC cut out relay

b)

Engine hold relay

c)

Back-up relay

d)

Neutral safety relay