WorksheetsPKA Manajemen Risiko
Total questions: 12
Worksheet time: 24mins
Penerapan praktik good governance merupakan salah satu upaya yang efektif dan salah satu langkah kunci untuk mencegah:
tindakan korupsi;
ASN lemah;
membandingkan jabatan;
titik fokus pada masyarakat.
Salah satu hal potensial yang dapat memngaruhi tata kelola organisasi, adalah:
tidak adanya perubahan yang masif dan cepat dalam sektor ekonomi;
tidak adanya perubahan stakeholder dalam sebuah organisasi;
adanya hubungan komunikasi yang baik antara pimpinan;
tidak adanya sistema pengendalian internal.
Pola perilaku semua personal/ pegawai dalam berinteraksi dan persepsi untuk mempertimbangkan risiko dalam proses pengambilan keputusan, adalah:
pengembangan budaya risiko;
konsep pengertian budaya risiko;
strategi budaya peduli risiko;
strategi pengembangan budaya risiko
Hal yang tidak termasuk pengembangan risiko yang dapat dijadikan panduan, adalah:
menerapkan sanksi bagi pelaksana atau pengambil risiko;
merekrut pegawai uang bersikap baik untuk pemberian pelayanan;
membuat file kebijaka risiko dan prosedur ke seluruh jenjang organisasi;
menjadikan ruang risiko sebagai syarat menduduki posisi jabatan.
Salah satu yang tidak termasuk manajemen risiko sektor adalah:
pengorganisasian tidak membangun arah dan mekanisme secara sustainable;
pijakan dalam pengambilan keputusan sehingga para pemimpin lebih berhati-hati dalam menegakkan ukuran keputusan;
memungkinkan pengorganisasian memperoleh risiko kerugian yang minimum;
memberi arah bagi pengorganisasian dalam melihat pengaruh yang mungkin timbul.
Urutan proses manajemen risiko yang lengkap, dimulai dari:
identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, penanganann, dan penetapan konteks;
penetapan konteks, analisis risiko, penanganan risiko, dan identifikasi risiko, dan evaluasi risiko;
penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko;
identifikasi risiko, penetapan konteks, analisis risiko, evaluasi risiko, dan penanganan risiko.
Kerangka kerja manajemen risiko meliputi hal sebagai berikut:
manajemen risiko harus transparan dan ekslusif;
harus menemukenali kapabilitas organisasi, persepsi, dan tujuan masing-masing individu;
harus berdasarkan informasi yang terbaik yang sudah disediakan;
harus melibatkan pemangku kepentingan dan pengambil keputusan di setiap tingkatan organisasi.
Hal yang tidak termasuk dalam tata kelola manajemen risiko, adalah aspek:
struktural;
informasional;
operasional;
edukasional.
Pemahaman dalam konteks organisasi meliputi konteks internal dan konteks eksternal. Adapun yang tergolong dalam kontek eksternal, yaitu:
lingkungan budaya, politik, hukum, ekonomi, teknologi, geografis, dan kondisi alam;
kapabilitas organisasi dalam pengertian sumber daya pengetahuan dan skill;
sistem informasi, arus informasi, dan proses pengambilan keputusan;
persepsi, nilai-nilai, norma-norma, dan budaya organisasi.
Hal-hal yang tidak tercakup dalam kebijakan manajemen risiko, adalah:
alasan penerapan manajemen risiko;
keterbatasan sumber daya yang bertanggung jawab menegelola risiko;
akuntabilitas dan tanggung jawab manajemen risiko;
proses, metode, dan teknik yang digunakan untuk mengelola risiko.
Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai utk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui :
kegiatan yg efektif dan efisien;
keandalan pelaporan keuangan;
pengamanan aset negara;
Semua jawaban benar
Batasan Sistem pengendalian internal pemerintah (SPIP) adalah, kecuali:
sistem pengendalian yang diselenggarakan secara individu pegawai
proses perancangan dan pelaksanaan kebijakan;
proses perencanaan penganggaran; pelaksanaan anggaran
proses pelaksanaan anggaran.
