NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Akhir Semester Genap Bahasa Indonesia Kelas 7
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Perhatikan kutipan fable berikut!
Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Kutipan tersebut merupakan struktur isi yaitu …
bagian pembuka sebuah fabel.
bagian pemunculan masalah sebuah fabel.
bagian pertentangan sebuah fabel.
bagian penutup sebuah fabel.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya.
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat.
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil.
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun.
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati.
Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah …
kalimat pertama
kalimat kedua
kalimat ketiga
kalimat keempat
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah ...
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
Kalimat berikut yang mengandung kata sifat adalah …
Sudah dua hari Imah tidak masuk sekolah.
Dia anak yang rajin dan sebelumnya tak pernah begini.
Kami bertiga sepakat untuk berangkat bersama-sama.
Aku, Ana, dan Afga berencana mengunjunginya usai pulang sekolah.
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Gembiara hati tiada tara
Nira diolah untuk sedekah
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(2) Senyum saja sudah ibadah
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(2) Untuk menambah sanak saudara
1).Mendapat kawan senang rasanya
2).Bila dimasak dan dimakan
3).Tentu boleh kita berkenalan
4).Ikan laut enak rasanya
Larik pantun tersebut akan menjadi pantun yang baik bila disusun dengan urutan . . .
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
1).Pohon jati pohon bambu
2).Tumbuh rimbun menjadi pagar
3).Menangis adik di depan . . . .
4).Melihat ibu pergi ke pasar.
Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .
. . .
. . .
Bolehlah kita berjumpa lagi
Kalimat yang tepat untuk melengkapi larik kedua dan ketiga pantun di atas adalah ….
Kalau sedang bermain di ladang
Kalau ada umurku panjang
kalau ada uang banyak
Kalau kita mempunyai umur yang panjang
Wahai pemuda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal dirimu
Tema syair di atas adalah . . . .
dapat mengubah nasib sengsara
karena Tuhan Maha Pemurah
selalu mendengar doa dan pinta
Bait puisi di atas disebut syair dengan alasan berikut, kecuali . . .
(2) Terdiri atas 4 baris tiap bait
(3) Bait pertama dan kedua merupakan sampiran
(4) Tiap baris terdiri dari 8 sampai 8 suku kata
Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor . . . .
Berikut adalah contoh gurindam yang tepat ...
buah salak buah kedongdong
rasanya asam sebelum matang
buah manggis
buah nangka
Barang siapa mencari ilmu
Maka carilah ke para guru
buah nangka manis rasanya
anak baik tak boleh menangis baik budinya
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Setelah datang keesokan hari
Baginda berangkat diiringkan menteri
Setelah sampai di istana sendiri
Langsung masuk mendapatkan putri
Berdasarkan isi dan pola rimanya, puisi itu digolongkan ke dalam ....
pantun
syair
gurindam
bidal
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Puisi di atas menjelaskan ....
kehidupan petani
cara memelihara puyuh
kehidupan seseorang
pentingnya taat kepada Tuhan
Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Kata lalai bermakna ....
lengah
santai
malas
lemah
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan
Rima akhir puisi di atas berpola ....
a - b - a - b
a - a - a - a
b - b - b - b
a - b - c - d
Aduh-aduh si bunga 1 [...]
Daunnya lebat seperti 2 [...]
Aku sering mendengar 3 [...]
Abang punya sahabat 4 [...]
Kata yang tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
(1) melati, (2) duri, (3) cerita, (4) hati
(1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4) baru
(1) mawar, (2) sapu, (3) suara, (4) pujaan
(1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu, (4) dayang
Dari Jakarta, menuju Semarang
Jangan lupa beli sutra
Engkau senang, aku senang
Karena kita memang Saudara
Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah ....
Buah lengkung enak rasanya
Beli murah di Temanggung
Kita memang bersaudara
Susah senang kita tanggung
Makan gulai di atas batu
Kerasnya batu tak terasakan
Jika boleh aku bertamu
Datang bertamu sambil berjalan
Jika kenyang karena makan
Janganlah lupa akan minumnya
Jika datang dengan ancaman
Akan kuterima dengan gembira
Jika engkau pergi ke Pati
Belikan aku sekilo duku
Jika engkau berbaik hati
Bantulah aku bawakan buku
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukkan
Ditinjau dari jenis kalimat yang digunakan, maka pernyataan yang benar adalah ….
baris pertama menggunakan kalimat ajakan
baris kedua menggunakan kalimat larangan
baris ketiga merupakan kalimat majemuk
baris keempat menggunakan pola hubungan cara
Bunga kenanga di atas kabur,
pucuk sari pandan jawa.
Apa guna sombong dan takabur,
rusak hati badan binasa.
Teks pantun tersebut termasuk jenis pantun . . . .
Jenaka
Agama
Adat
Anak-anak
Sungguh indah pulau Pinang,
banyak kolam juga taman.
Tempat yang pas untuk berenang,
melihat bunga yang tumbuh di taman.
Perbaikan atas kesalahan yang terdapat dalam kutipan pantun tersebut adalah ....
baris pertama dan kedua seharusnya menjadi sampiran
baris ketiga dan keempat seharusnya berupa isi pantun
rima akhir pantun tersebut seharusnya bersajak silang
nama kota di baris pertama seharusnya huruf kecil
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!
Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....
fabel alami
fabel dengan koda
fabel tanpa koda
fabel adaptasi
Bacalah kutipan fabel berikut!
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Bacalah kutipan cerita fabel berikut!
Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”
Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”
Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”
Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....
pada, di, dan dari
dari, pada, dan di
di, dari, dan pada
di, dari, dan dari
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, fabel dibedakan menjadi....
Fabel alami dan fabel adaptasi.
Fabel alami dan fabel tidak alami.
Fabel koda dan tanpa koda.
Fabel adaptasi dan fabel koda.
Sebutkan ukuran struktur dari fabel yang benar. ...
Orientasi, komplikasi, resolusi, koda
Komplikasi, koda, resolusi, orientasi
Orientasi, komplikasi, koda, resolusi
Koda, resolusi, komplikasi, Orientasi
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Di sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya. Raja hutan tersebut dikenal sangat mengerikan, tidak mengenal rasa takut dan dia merasa harus dihormati oleh semua makhluk yang ada di hutan.
Penggalan cerita tersebut termasuk jenis cerita ….
legenda
fabel
mite
sage
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1) Karena kebiasaan itu majikannya memasang kalung lonceng di lehernya sebagai penanda jika anjing ini akan mendekat.
2) Anjing itu sangat bangga dan sengaja membunyikannya di setiap sudut pasar.
3) Dahulu kala ada seekor anjing yang punya kebiasaan mendekati tumit orang.
4) Si anjing menganggap bahwa lonceng tersebut sebagi ciri khasnya.
5) Tidak jarang pula anjing itu mengigit tumit dari orang yang ditemuinya.
Susunan yang tepat dari kalimat-kalimat tersebut agar menjadi teks fabel adalah ....
3, 5, 1, 4, 2
3, 5, 4, 1, 2
3, 2, 1, 4, 5
3, 1, 5, 4, 2
Yang bukan termasuk Ciri ciri fabel kecuali....
Tokoh manusia menyerupai hewan
Tokoh hewan menyerupai manusia
Tidak memiliki dialog
Ceritanya berdasarkan sejarah
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel adalah....
Pemaaf
Pendendam
Sombong
Pembangkang
Perhatikan penggalan fabel berikut!
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam. Ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubangh pohon tua. Sekarang dia berseru, “ Hooo hooo hooo!” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga. Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira tetapi sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela. “Pergi dari sini, Tuan!” katanya kepada Belalalng tersebut.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam fabel tersebut adalah ....
Pada malam hari
Pada pagi hari
Pada siang hari
pada sore hari
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, induk domba berhasiol menyelamatklan anaak-anaknya dari cengkeraman serigala jahat. Serigala itu teaws karena kerakusanya
Pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap....
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
