WorksheetsAudit 2= Pengujian Substantive Aktiva Tidak Berwujud
Total questions: 13
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Prosedur Audit Awal-Program Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Usut saldo aktiva tidak berwujud yang tercantum di neraca ke saldo akun aktiva tidak berwujud yang bersangkutan di buku besar
b)
Hitung kembali saldo akun aktiva tidak berwujud dibuku besar
c)
Lakukan review terhadap mutasi luat biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun .aktiva tidak berwujud dan akumulasi amortisasi
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
2.
Prosedur Analitik-Pengujian Substantif Terhadap Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio laba bersih dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
d)
Usut saldo awal akun aktiva tidak berwujud ke kertas kerja tahun yang lalu
e)
Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tidak bewujud ke dalam jurnal yang bersangkutan
3.
Pengujian terhadap Transaksi Rinci atas Aktiva Tidak Berwujud
a)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
b)
Periksa dokumen yng mendukung pemerolehan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Periksa dokumen yang mendukung transaksi amortisasi aktiva tidak berwujud
e)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
4.
Pengujian terhadap Akun Rinci Aktiva Tidak Berwujud
a)
Pelajari notulen rapat direksi,perjanjian , surat izin dari pemerintah, dan dokumen lain yang membuktikan eksitensi aktiva tidak berwujud
b)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
c)
Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva berwujud bagi klien di masa yang akan datang
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
e)
Lakukan inspeksi danpemeriksa terhadap surat perjanjian,surat izin dari pemerintah,dokumen yang menunjukan hak pemilikan klien atas aktuva tidak berwujud.
5.
Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan Aktiva Tidak Berwujud
a)
Bandingan penyajian aktiva tidak berwujud dengan prinsip akuntansi berterima umum.
b)
Periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat ekonomisnya.
c)
Mintalah informasi dari klien atau sumber lain mengenai manfaat aktiva berwujud bagi klien di masa yang akan datang
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
e)
Periksa pengungkapan yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud
6.
Tujuan Pengujian Substantif Terhadap Aktifa Tidak Berwujud
a)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan aktifa tidak berwujud
b)
Membuktikan keberadaan aktiva tidak berwujud dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan aktiva berwujud yang dicantumkan di neraca
c)
Membuktikan hak kepemilikan klien atas aktiva tidak berwujud yang dicantumkan di neraca
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
7.
Prinsip Akuntansi Berterima Umum Dalam Penyajian Aktiva Tidak Berwujud Di Dalam Neraca
a)
Aktiva tidak berwujud harus disajikan secara terpisah dalam neraca
b)
Jika mungkin,aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus disajikanterpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas
c)
Dasar penilaian tidak berwujud harus disebutkan dan metode amortisasinya harus dijelaskan dalam laporan kauangan
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
8.
Aktiva tidak berwujud dapat digolongkan menjadi dua kelompok :
a)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensinya dibatasi oleh hukum,peraturan,perjanjian atau karena sifat aaktiva tidak berwujud itu sendiri.
b)
Jika mungkin,aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis yang terbatas harus disajikanterpisah dari aktiva tidak berwujud yang mempunyai umur ekonomis tidak terbatas
c)
Aktiva tidak berwujud yang eksitensi tidak terbatas, yang saat pemerolehanya tidak menunjukkan adanya keterbatsan eksitensinya.
d)
Membuktikan kewajaran penilaian aktiva tidakberwujud yang dicantumkan di neraca
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
9.
Pengujian substantif terhadap aktiva tidak berwujud diarahkan untuk
a)
Mencapai salah satu tujuan membuktikan apakah unsur aktiva tidak berwujud telah disajikan dan diungkapkan oleh klien dineracanya sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum
b)
Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatn akuntansi yang bersangkutan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Menghitung rasio Tingkat perputaran aktiva tidak berwujud
d)
Menghitung rasio aktiva tidak berwujud dengan total aktiva
10.
Dalam prosedur analitik, auditor menghitung aneka macam ratio, Pembandingan ini membantu auditor untuk mengungkapkan:
a)
Peristiwa atau transaksi yang tidak biasa
b)
Perubahan akuntansi
c)
Perubahan usaha
d)
Fluktuasi acak
e)
Salah Saji
11.
Untuk membuktikan hak kepemilkan klien atas aktiva tidak berwujud di neraca , auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
b)
Periksa klasifikasi aktiva tidak berwujud berdasarkan manfaat ekonomisnya.
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujudc. Pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
d)
Fluktuasi acak
e)
Membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca
12.
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akumulasi amortisasi aktiva tidak berwujud yang di cantumkan di nerca,auditor melakukan pengujian substantif berikut ini:
a)
Prosedur audit awal dan Pengujian Anlitik
b)
Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tidak berwujud
c)
Inspeksi terhadap aktiva tidak berwujud
d)
Pemeriksaan terhadap hak milik dan kontrak
e)
Review terhadap pembuktian akumulasi amortisasi
13.
membandingkan penyajiaan pengungkapan aktiva tidak berwujud di neraca yang di audit dengan prinsip akuntasi berterima umum adalah
a)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva tidak berwujud
b)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan aktiva berwujud
c)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Piutang
d)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Hutang
e)
pengujian substantif untuk membuktikan asersi dan pengungkapan saldo Persediaan
100 %
