WorksheetsKATA KIASAN
Total questions: 82
Worksheet time: 14hrs 40mins
Santi sangat sedih karena dia gagal dalam meraih emas di Kejuaraan Badminton. Antonim dari kata gagal adalah.....
tidak berhasil
hampir lolos
berhasil
berupaya
Jalan itu tertutup untuk umum.
Antonim kata yang digaris bawahi adalah ....
terkunci
terhalang
terbaik
terbuka
Saya suka bermain bola.
Sinonim kata yang digaris bawahi adalah..
benci
gembira
senang
sedih
Kelinci adalah hewan jinak, sedangkan buaya adalah hewan ... karena tidak boleh dipelihara di rumah.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....
liar
buas
brutal
berontak
Mereka kompak dan harmonis mementaskan dua tari tradisional di atas panggung.
Antonim kata tradisional adalah …
kuno
klasik
canggih
modern
Jenis tanaman obat banyak sekali.
Sinonim kata jenis adalah ....
beda
ukuran
nama
macam
Antonim atau lawan kata bening adalah . . .
jernih
transparan
keruh
bersih
Makanan sudah siap disajikan.
Sinonim kata disajikan adalah ....
Disiapkan
diberikan
dimakan
dihidangkan
Rita dan kawan-kawannya sedang mengerjakan tugas dengan sepenuh ketelitian. Dengan harapan hasil yang dicapai akan memuaskan.
Antonim kata memuaskan adalah …
menyebalkan
mengharukan
melelahkan
mengecewakan
Pemburu binatang itu memasuki hutan yang lebat. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh suara auman harimau. Pemburu itu mendekati arah suara.
Antonim kata mendekati adalah …
mendatangi
menjauhi
mendahului
mengacuhkan
Reno sedang menunggu Bimo di bawah pohon, mereka akan belajar kelompok ke rumah Anita.
Sinonim kata menunggu adalah …
mengajak
meninggalkan
menaati
mengharapkan
Berdasarkan hasil survei masih banyak warga di pedalaman mengalami kekurangan pangan terutama di daerah yang terdalam dari kota.
Antonim yang tepat untuk kata banyak adalah …
sedikit
luar biasa
berjibun
langka
Bromelain sendiri berfungsi untuk meringankan gangguan pernapasan akibat alergi.
Antonim kata meringankan adalah …
memudahkan
melonggarkan
melegakan
memberatkan
Kegiatan berkebun bermanfaat untuk kesehatan tubuh, menghasilkan lingkungan yang sehat dan indah.
Sinonim kata bermanfaat adalah …
berkhasiat
beruntung
berhasil
berlaba
Dengan mengevaluasi gaya hidup kita dan kita dapat melihat hal yang tepat untuk dikurangi konsumsinya, dan digunakan kembali.
Sinonim kata digunakan adalah …
menggunakan
dimanfaatkan
memanfaatkan
berfaedah
Mereka kompak dan harmonis mementaskan dua tari tradisional di atas panggung.
Sinonim kata kompak adalah …
aksi
utuh
kuat
padu
Pastikan juga memasak telur sampai matang untuk menghindari bakteri Salmonella.
Antonim kata matang adalah …
mengkal
mentah
masak
masif
Mereka memungut sampah di tepi pantai.
Antonim kata memungut adalah …
menaruh
membuang
menimbun
mengumpulkan
Pencegahan yang dilakukan tidak perlu besar-besaran, selama kebiasaan itu dilakukan secara rutin.
Sinonim kata rutin adalah …
tersendat-sendat
terputus-putus
berulang-ulang
berubah-ubah
Campuran tersebut dipanaskan pada suhu 1.426 derajat Celcius.
Antonim kata dipanaskan adalah …
dicairkan
dibekukan
dileburkan
didinginkan
Pemerintah daerah setempat terpaksa meliburkan sekolah-sekolah di wilayahnya.
Antonim kata terpaksa adalah …
rela
mau
setia
desak
Perkataan antonim bagi sempit ialah ___________.
busuk
kecil
luas
kotor
Keunggulan tim sepakbola lawan dalam melakukan penyerangan menyebabkan tim sepakbola sekolahku kalah dengan skor 2 - 0. Sinonim kata yang dicetak miring adalah ....
kekurangan
kelebihan
kemenangan
kekuatan
Mematikan lampu jika tidak digunakan adalah bentuk penghematan. Kalimat yang menggunakan sinonim kata yang digarisbawahi adalah ....
Kita harus irit saat menggunakan bahan bakar
Jika diberi uang saku, kita tidak boleh boros membelanjakannya
Mobil itu dibeli dengan cara kredit
Ayah membeli motor ini secara tunai
Dampak dari penebangan hutan liar sangat membahayakan bagi kehidupan manusia. Sinonim kata yang dicetak miring adalah ....
masalah
pelanggaran
akibat
solusi
Azhar sangat tekun dalam belajar. Sinonim kata yang dicetak miring adalah ....
malas
rajin
sering
jarang
Kalimat berikut ini yang menggunakan sinonim kata cermat adalah ....
Ia sangat teliti saat mengerjakan soal
Fatma anak yang rajin membantu orang tua
Azhar sangat tangkas dalam bermain bola
Kita harus giat belajar agar menjadi pintar
Tenaga surya dapat menjadi salah satu energi alternatif untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Sinonim kata yang bergaris bawah adalah ....
air
panas bumi
angin
matahari
Keuntungan perusahan itu menurun semenjak ada pandemi virus corona. Sinonim kata yang dicetak miring adalah ....
kerugian
laba
omzet
penghasilan
Jaguar sering menyeret mangsanya ke pohon agar aman saat menyantapnya, Antonim kata bergaris bawah adalah ....
takut
resiko
bahaya
bebas
Listrik memudahkan pekerjaan manusia. Antonim kata bergaris bawah adalah ....
menyulitkan
memanfaatkan
menggunakan
merepotkan
Kalimat berikut ini yang menggunakan antonim kata membuang adalah ....
Aku harus segera mengembalikan buku yang aku pinjam
Aku selalu menyimpan barang-barangku dengan rapi
Aku meletakkan buku di atas meja itu
Aku mengambil pensil yang terjatuh
Kita harus memadamkan lampu jika sudah tidak dipakai. Antonim kata yang yeng bergaris bawah adalah ....
menyalakan
mematikan
menghemat
menggunakan
Hutan gundul itu sangat tandus. Antonim kata yang bergaris bawah adalah ....
kering
subur
gersang
rimbun
Pasangan kata berikut ini yang merupakan antonim, kecuali ...
mengambil X meletakkan
meminjam X mengembalikan
membuang X menyimpan
memakai X mengenakan
Pasangan kata berikut ini yang merupakan antonim adalah ...
susah X sulit
teliti X cermat
tunai X kredit
tekun X rajin
Ia seringkali ceroboh dalam menjawab soal. Lawan kata ceroboh adalah ....
teliti
rajin
malas
pintar
Ia sering berbohong sehingga banyak orang yang tidak percaya dengan perkataannya. Antonim kata bergaris bawah adalah ....
ceroboh
lalai
jujur
rajin
Halaman rumah Pak Sholeh sangat luas. Antonim kata yang bergaris bawah adalah ....
kecil
sempit
besar
mungil
"Burung Gagak melihat sebuah kendi dan setengah bagian kendi berisi air. Burung Gagak mencari cara agar dapat meminum air dalam kendi. Dia mengambil kerikil dan memasukkannya ke dalam kendi. Kendi terisi dengan kerikil sehingga air di kendi pun naik. "
Pesan pada penggalan dongeng diatas adalah ....
jangan sombong
jangan mudah menyerah
jangan memilih-milih teman
Terjadinya Selat Bali
Manik Angkeran adalah putra Sidhimantra, seorang Brahmana. Manik Angkeran dan ayahnya tinggal di Kerajaan Daha, Bali saat Pulau Bali belum terpisah dengan Pulau Jawa. Manik Angkeran suka sekali menghambur-hamburkan harta orang tuanya.
Berulang kali Sidhimantra menasihati anaknya. Namun, Manik Angkeran tidak mau mendengarkan nasihat ayahnya. Harta orang tuanya pun dihabiskan. Bahkan, dia berani berutang kepada orang lain. Pada akhirnya Manik dikejar-kejar penagih utang. Sidhimantra tidak tega. Hartanya sudah habis, tapi Sidhimantra tidak mau anaknya celaka.
Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Terjadinya Selat Bali” yaitu ....
Naga Besukih dan Manik Angkeran
Naga Besukih dan Sidhimantra
Manik Angkeran dan Sidhimantra
Manik Angkeran dan Ki Sapa Wira
Setelah belajar Hani selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Hani tidak suka berlama-lama. Dia menggunakan air secukupnya.
Tema dari cerita di atas adalah ….
Pemborosan
hidup sederhana
hidup hemat
pendidikan
Bacalah teks berikut!
(1) Suatu hari di sebuah lembah, Monyet bertemu dengan Burung Pipit yang sedang mencari biji-bijian. “Hai Burung Pipit, kau sedang mencari biji-bijian lagi, ya? Pantas saja kau tidak bertambah besar, yang kau makan bijinya, bukan buahnya“, ejek Monyet. Burung Pipit hanya diam dan terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang oleh Monyet.
(2) Suatu hari, hujan turun dengan deras selama berhari-hari. Lembah itu pun tertutup oleh air. Semua hewan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di atas bukit. Mereka kedinginan dan kelaparan. Ketika hujan berhenti, mereka turun kembali ke lembah untuk mencari makanan. Tetapi, semua pohon telah tumbang tersapu air hujan. Tidak ada lagi buah-buahan untuk dimakan.
(3) Saat berjalan menyusuri lembah untuk mencari makan, Monyet bertemu lagi dengan Burung Pipit. Burung Pipit iba dengan kondisi Monyet. Burung Pipit mengajak Monyet ke atas bukit. Betapa terkejutnya Monyet, melihat bukit yang penuh buah-buahan. Ternyata, Burung Pipitlah yang menanam pohon buahbuahan itu. Itulah sebabnya kenapa Burung Pipit selalu mengumpulkan biji buah-buahan yang dibuang.
Mengapa Burung Pipit mengumpulkan biji-bijian?
Burung Pipit tahu akan turun hujan deras dan banjir yang menumbangkan pepohonan.
Monyet kehabisan makanan karena pepohonan di lembah tersapu banjir.
Burung Pipit menanam biji-bijian tersebut di atas bukit.
Burung Pipit adalah burung pemakan biji-bijian.
"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan melawan kepada orang tua.
Kita harus menuruti nasihat orang tua.
Janganlah memetik mangga sembarangan.
Janganlah makan mangga yang masih kecil.
Pada suatu ketika di musim panas, ada gerombolan semut yang berjalan dan membawa makanan di atas kepala meeka. Mereka terlihat sangatlah kompak. Pemimpin mereka memberkan aba-aba ketika harus melangkah dan berbelok. Semut tersebut selalu mengikuti petunjuk sang pemimpin hingga tibalah mereka di sarangnya.
Sesudah meletakkan hasil bawaan, mereka berpisah untuk menjalankan tugas lain. Ada salah satu semut yang masih muda. Ia penasaran dengan dunia yang ada di luar sarangnya. Ia pun akhirnya izin kepada pemimpin untuk pergi dan melihat-lihat dunia luar.
Watak tokoh semut muda yaitu ....
pembangkang
penakut
pemberani
peragu
Penggalan cerita fantasi berikut untuk no 6-7!
Anika menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning di kamar ibunya. Kata ibunya jika ada tiga sahabat yang menyukai warna seperti pada kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu. Tapi waktu yang diberikan untuk berpetualang hanya satu jam. Anika menyukai warna ungu. Tamika, teman dekat Anika, menyukai warna biru. Dan Chika menyukai warna kuning.
“Saya ingin mencoba petualangan indah itu Bu. Saya punya sahabat yang menyukai warna itu,” Anika meyakinkan ibunya.Dengan kesepakatan ketiga sahabat itu berkumpul di rumah Anika. Minggu pukul 6 mereka semua masuk ke kamar Anika yang serba Biru. Di kamar Anika serasa ada di langit.
Latar waktu pada kutipan cerita fantasi di atas terjadi pada...
Pagi hari
Sore hari
Siang hari
Malam hari
5. Bacalah paragraf pendek dibawah ini:
Dengan tertatih-tatih seorang nenek tua berjalan menelusuri danau yang kekeringan. Dilihatnya ikan-ikan menggelepar-gelepar kekurangan air. Kemudian nenek itu mengambil ikan dan membawanya ke tempat yang terdapat air. Tak disangka, ikan itu berkata, “Nenek yang baik, kau telah menolongku dengan ikhlas. Sekarang ambillah emas ini untuk hidupmu sehari-hari." Nenek itu terperanjat penuh gembira.
Latar dari cerita tersebut adalah ….
A. sebuah danau yang melimpah airnya
B. sebuah danau yang kering
C. sebuah hutan belantara
D. tepi sungai
Di sebuah desa di Payakumbuh, Sumatra barat, hiduplah seorang laki-laki yang bernama Mak Isun. Dia bekerja sebagai kusir bendi milik majikannya.
Setiap hari ia mendapat upah dari hasil menarik bendi. Ia rajin merawat bendi dan kudanya agar selalu terlihat bersih dan kudanya selalu sehat. Ia juga rajin menabung.
Yang bukan termasuk sifat tokoh dalam cerita tersebut adalah
Rajin membersihkan kuda
Rajin bekerja
Suka menolong
Suka menabung
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Amanat yang terkandung dalam fabel tersebut adalah . . . .
Jadilah orang yang cerdik dalam menghadapi masalah.
Berhati-hatilah dalam memilih teman.
Jangan suka membohongi orang lain dan jangan terlalu percaya terhadap orang lain.
jadilah orang yang penurut.
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok.
Makna kata tabiat pada kutipan fabel tersebut adalah
tingkah laku
Cara makan
Cara berjalan
Cara berbusana
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
Pendendam
Pemaaf
Penyayang
Pemarah
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema yang tepat untuk kutipan teks fabel di atas adalah
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (3) dan (4)
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”
Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.
“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”
“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”
Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.
B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.
C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.
D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
Mata Beningnya berkaca-kaca, diakhiri dengan kemunculan cahaya yang terang keperakan di kamar Beningnya dan cahaya tersebut menjadi penanda sebagai kedatangan mama Beningnya ke hadapan anaknya. Ironisnya Beningnya belum mengetahui tentang kematian ibunya. Arwah Ren datang menemui Beningnya.
Latar suasana pada kutipan cerpen "Kartu Pos dari Surga" yaitu....
A. sedih
B. gembira
C. sepi
D. ketakutan
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
“Huek, pahit, Nek. Dinda nggak suka. Nggak mau kopi ah!”
Nenek Aida tetap tersenyum. Ia teruskan kegiatannya membuat kopi. Setelah dua cangkir kopi itu jadi, dengan enggan kubantu nenek membawa salah satu cangkir kopi itu ke ruang tamu.
“Dinda nggak mau kopinya, Nek... pahit... kopi Dinda buat Nenek aja deh....”
“Dalam kehidupan ini mungkin kita mengalami berbagai kejadian. Tahukah Dinda, semua kepedihan dan kebahagiaan itu menjadikan hidup lebih istimewa. Mengerti?”
Pesan dalam kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. Dalam kehidupan ini kita akan mengalami berbagai kejadian yang menyenangkan.
B. Hidup yang istimewa adalah hidup yang dapat menerima kepedihan.
C. Kita harus menerima kenyataan bahwa dalam hidup ada peristiwa membahagiakan dan menyedihkan.
D. Dalam hidup dengarkanlah nasehat orang tua yang sudah berpengalaman dalam hidup.
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
rajin berusaha
sombong
mudah terpengaruh
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di perkampungan.
di hutan rimba.
di rumah singgah.
di bawah pohon rindang.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
religius
bijaksana
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Dua minggu sudah kau pergi. Meninggalkan jejak-jejak abadi di hidupku. Warnanya mulai kusam, sayang. Bukan mungkin lagi, karena usia kita sudah tua. Aku tak pernah menyangka bahwa minggu lalu adalah hari terakhir kita berkumpul bersama anak-anak yang kita cinta. Yang sudah kita besarkan dengan kasih sayang. Dari dekapan seorang ayah sepertimu. Itu sangat membuat kami tenang.
Seyuman Terindah Darimu
Tema dari kutipan cerpen tersebut adalah….
kehilangan
kerinduan
kesepian
kesendirian
Aji : "Maafkan salahku, Mir!"
Amir : "Tidak!"
Aji : "AKu memang salah telah mengambil dia darimu."
Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."
Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....
egois
keras kepala
pemaaf
Pemarah
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari. Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu. Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
pemberani
baik
sombong
egois
Pada zaman dahulu, di kerajan Daha, ada seorang raja bernama Kerta Marta. Sang raja mempunyai dua orang putri. Namanya adalah Dewi Galuh Ajeng dan Candra Kirana. Kedua putri ini mempunyai sifat yang bertolak belakang satu sama lain. Putri Dewi Galuh berperangai kurang menyenangkan karena selalu iri dengan orang lain dan ingin menang sendiri. Sebaliknya, Putri Candra Kirana selain berparas cantik juga mempunyai sifat rajin, suka menolong dan baik hati.
Sifat atau watak dari Putri Candra Kirana adalah ....
suka menabung, pekerja keras, rendah hati
sombong, iri, dan ingin menang sendiri
cantik, rajin, suka menolong dan baik hati
keras, pandai, licik
Lalang adalah seekor burung elang yang tinggal di sebuah hutan. Suatu hari, Lalang baru saja menempuh perjalanan jauh. Ketika tiba kembali di hutan, ia sangat terkejut karena melihat banyak pohon yang tumbang. Lalang bergegas mencari pohon tempat tinggalnya. Ia pun bertanya kepada Loreng, si Harimau, “Di mana pohon tempat tinggalku ?” Loreng menjawab dengan sedih, “Banyak manusia datang ke hutan dan menebang pohon-pohon di hutan. Mereka menebang habis pohon-pohon yang ada di sini.” Lalang sangat sedih karena kehilangan tempat tinggalnya.
Tokoh utama di dalam cerita tersebut adalah ....
Lalang
Loreng
Lirung
Lorong
Lalang adalah seekor burung elang yang tinggal di sebuah hutan. Suatu hari, Lalang baru saja menempuh perjalanan jauh. Ketika tiba kembali di hutan, ia sangat terkejut karena melihat banyak pohon yang tumbang. Lalang bergegas mencari pohon tempat tinggalnya. Ia pun bertanya kepada Loreng, si Harimau, “Di mana pohon tempat tinggalku ?” Loreng menjawab dengan sedih, “Banyak manusia datang ke hutan dan menebang pohon-pohon di hutan. Mereka menebang habis pohon-pohon yang ada di sini.” Lalang sangat sedih karena kehilangan tempat tinggalnya.
Tokoh pembantu atau pendukung di dalam cerita tersebut adalah ....
Lalang
Loreng
Lirung
Lorong
Anto dan adiknya sedang berjalan-jalan di taman. Mereka menemukan dompet yang terjatuh. Di dalam dompet tersebut terdapat tanda pengenal. Ternyata, dompet tersebut milik Pak Budi, tetangga mereka. Anto dan adiknya segera mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya.
Sifat Anto pada cerita tersebut adalah ....
Jujur
Sombong
Iri hati
Suka berbohong
Di sebuah hutan, ada seekor kelinci yang terkenal mampu berlari sangat cepat. Namun, sayang, kemampuannya itu membuat dia menjadi sombong. Pada suatu hari, kura-kura, keong dan bekicot sedang bercakap-cakap. Tiba-tiba, kelinci datang menghampiri mereka dengan berlari sangat cepat. Debu yang beterbangan membuat tiga hewan tersebut batuk-batuk.
Latar tempat dari penggalan cerita di atas adalah ....
di dalam rumah
di sekolah
di sungai
di hutan
Di sebuah hutan, terdapat seekor serigala yang sedang lapar. Saat mencari makan, ia menemukan sarang burung puyuh. Di dalamnya terdapat 3 butir telur. "Hmm, telur ini sungguh lezat. Aku akan memakannya!" Gumam serigala. Setelah selesai, serigala itu pun pergi. Tak lama kemudian, burung puyuh kembali ke sarangnya dan kaget bahwa telurnya menghilang. Burung puyuh pun menangis sedih. Setelah itu, burung puyuh menceritakan kejadian tersebut kepada kancil.
Dari penggalan cerita diatas, yang termasuk tokoh antagonis adalah ....
serigala
burung puyuh
telur puyuh
kancil
Di sebuah hutan, terdapat seekor serigala yang sedang lapar. Saat mencari makan, ia menemukan sarang burung puyuh. Di dalamnya terdapat 3 butir telur. "Hmm, telur ini sungguh lezat. Aku akan memakannya!" Gumam serigala. Setelah selesai, serigala itu pun pergi. Tak lama kemudian, burung puyuh kembali ke sarangnya dan kaget bahwa telurnya menghilang. Burung puyuh pun menangis sedih. Setelah itu, burung puyuh menceritakan kejadian tersebut kepada kancil.
Dari penggalan cerita diatas, yang termasuk tokoh protagonis adalah ....
burung puyuh
telur puyuh
kancil
serigala
Di sebuah hutan, ada seekor kelinci yang terkenal mampu berlari sangat cepat. Namun, sayang, kemampuannya itu membuat dia menjadi sombong. Pada suatu hari, kura-kura, keong dan bekicot sedang bercakap-cakap. Tiba-tiba, kelinci datang menghampiri mereka dengan berlari sangat cepat. Debu yang beterbangan membuat tiga hewan tersebut batuk-batuk. " Hai kelinci ! bisakah kamu menghargai teman-temanmu ?" teriak kura-kura dengan kesal.
Tokoh pembantu atau figuran dari penggalan cerita diatas adalah ....
kelinci
kura-kura
kancil
keong dan bekicot
"kuk,kuk,kuk ..." terdengar dengungan burung hantu di malam yang gelap itu. Tak jauh di sana terlihat sesosok orang yang berjalan terseok-seok sambil merintih kesakitan.Terlihat beberapa titik percikan darah di tubuhnya. Sunyi dan senyap di sepanjang jalan itu, tak ada seorang pun yang berani keluar dari rumahnya. Sungguh mencekam pemandangan desa itu.
Latar suasana dari penggalan cerita tersebut adalah ....
menyenangkan
menggembirakan
menyedihkan
mencekam
Pada suatu ketika di musim panas, ada gerombolan semut yang berjalan dan membawa makanan di atas kepala meeka. Mereka terlihat sangatlah kompak. Pemimpin mereka memberkan aba-aba ketika harus melangkah dan berbelok. Semut tersebut selalu mengikuti petunjuk sang pemimpin hingga tibalah mereka di sarangnya.
Sesudah meletakkan hasil bawaan, mereka berpisah untuk menjalankan tugas lain. Ada salah satu semut yang masih muda. Ia penasaran dengan dunia yang ada di luar sarangnya. Ia pun akhirnya izin kepada pemimpin untuk pergi dan melihat-lihat dunia luar.
Watak tokoh semut muda yaitu ....
pembangkang
penakut
pemberani
peragu
