NEW
Font size
WorksheetsETIKA & YURISPRUDENSI UAS TA.2020/2021
Total questions: 60
Worksheet time: 3600secs
Perilaku yang terjadi berdasarkan teori “S-O-R” atau Stimulus - Organisme – Respons merupakan definisi perilaku manusia menurut....
Sunaryo
KBBI
Robert Kwik
Skinner
Carlk
Perilaku manusia adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang dapat diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak dari luar menurut ...
Sunaryo
KBBI
Robert Kwik
Skinner
Carlk
Perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari merupakan definisi peilaku manusia menurut ...
Sunaryo
KBBI
Robert Kwik
Skinner
Carlk
Perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit disebut ...
Perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan,
Perilaku Kesehatan Lingkungan
Perilaku Berobat
Perilaku pengguna asuransi
Perilaku ini menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita penyakit dan atau kecelakaan disebut ...
Perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan
Perilaku Kesehatan Lingkungan
Perilaku Berobat
Perilaku pengguna asuransi
Respon individu terhadap penyakit yang diderita, respon tersebut dapat berupa mendatangi Rumah Sakit, Puskesmas,praktek dokter, atau tempat-tempat lain disebut...
Perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan,
Perilaku Kesehatan Lingkungan
Perilaku Berobat
Perilaku pengguna asuransi
Perilaku ini terjadi apabila seseorang merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya, dan sebagainya disebut ...
Perilaku pemeliharaan kesehatan
Perilaku penggunaan sistem atau fasilitas kesehatan
Perilaku Kesehatan Lingkungan
Perilaku Berobat
Perilaku pengguna asuransi
STRA dan STRTTK Berlaku selama...
3 Tahun
4 Tahun
5 Tahun
6 Tahun
7 Tahun
Apotek merupakan sarana yang digunakan untuk menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di antara fasilitas–fasilitas lainnya seperti instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, klinik, toko obat, atau praktek bersama, berdasarkan ...
pasal 1 poin 09 dan poin 13 PP 51/2009
pasal 1 poin 11 dan poin 13 PP 51/2009
pasal 1 poin 09 dan poin 14 PP 51/2009
pasal 1 poin 11 dan poin 14 PP 51/2009
Semua jawaban salah
Tenaga teknis kefarmasian adalah tenaga yang membantu apoteker dalam menjalani pekerjaan kefarmasian yang terdiri dari sarjana farmasi, ahli madya farmasi, analis farmasi dan tenaga menengah farmasi atau asisten apoteker. Menurut peraturan pemerintah ...
R I no.50 tahun 2009
R I no.51 tahun 2008
R I no.51 tahun 2009
R I no.50 tahun 2007
R I no.50 tahun 2009
Bukti tertulis yang diberikan oleh konsil tenaga kefarmasian kepada apoteker yang telah diregistrasi disebut ..
SIPA
SIA
STRA
STRTTK
SERKOM
Bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Apoteker sebagai izin untuk menyelenggarakan Apotek...
SIPA
SIA
STRA
STRTTK
SERKOM
Bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada Apoteker sebagai pemberian kewenangan untuk menjalankan praktik kefarmasian...
SIPA
SIA
STRA
STRTTK
SERKOM
Peraturan yang mengenai papa nama apoteker tertera pada pasal ...
Pasal 11
Pasal 13
Pasal 16
Pasal 18
Pasal 21
Peraturan perundang-undangan tentang Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian wajib memiliki surat izin praktik sesuai dengan ketentuan pada pasal ...
Pasal 11
Pasal 13
Pasal 16
Pasal 18
Pasal 21
Peraturan perundang-undangan tentang Apoteker pemegang SIA dalam menyelenggarakan Apotek dapatdibantu oleh Apoteker lain, Tenaga Teknis Kefarmasian dan/atau tenaga administrasi pada pasal ...
Pasal 11
Pasal 13
Pasal 16
Pasal 18
Pasal 21
Apabila Apoteker menganggap penulisan Resep terdapat kekeliruan atau tidak tepat, Apoteker harus memberitahukan kepada dokter penulis Resep merupakan pasal ...
Pasal 11
Pasal 13
Pasal 16
Pasal 18
Pasal 21
Apabila dokter penulis Resep tetap pada pendiriannya, maka Apoteker tetap memberikan pelayanan sesuai dengan Resep dengan memberikan catatan dalam Resep bahwa dokter sesuai dengan pendiriannya merupakan pasal ...
Pasal 11
Pasal 13
Pasal 16
Pasal 18
Pasal 21
Permintaantertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untukmenyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai peraturan yang berlakutentang standar pelayanan kefarmasian di apotek menurut ..
Permenkes RI Nomor 70 TAHUN 2016
Permenkes RI Nomor 71 TAHUN 2016
Permenkes RI Nomor 72 TAHUN 2016
Permenkes RI Nomor 73 TAHUN 2016
Permenkes RI Nomor 74 TAHUN 2016
Apoteker yang menjalankan pekerjaan kefarmasian di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian dapat diberikan untuk paling banyak ...
1 (satu) SIPA
2 (dua) SIPA
3 (tiga) SIPA
4 (empat) SIPA
Semua jawaban benar
Apoteker yang menjalankan pekerjaan kefarmasian di Pemerintah/TNI/POLRI dapat memiliki paling banyak ...
1 (satu) SIPA
2 (dua) SIPA
3 (tiga) SIPA
4 (empat) SIPA
Semua jawaban benar
Apoteker yang menjalankan pekerjaan kefarmasian di industri dapat memiliki paling banyak ...
1 (satu) SIPA
2 (dua) SIPA
3 (tiga) SIPA
4 (empat) SIPA
Semua jawaban benar
Apoteker yang telah memiliki SIA, maka pada fasilitas pelayanan kefarmasian lainapoteker yang bersangkutan hanya dapat memiliki ...
1 (satu) SIPA
2 (dua) SIPA
3 (tiga) SIPA
4 (empat) SIPA
Semua jawaban benar
Pada fasilitas pelayanan kefarmasian Apoteker hanya boleh mempunyai ...
1 (satu) SIA
2 (dua) SIA
3 (tiga) SIA
4 (empat) SIA
Semua jawaban benar
Kewajiban berdasarkan Kode Etik Tenaga Teknis Kefarmasian ...
Kewajiban terhadap profesi
Kewajiban ahli farmasi terhadap teman sejawat
Kewajiban terhadap pasien
Kewajiban terhadap masyarakat
Semua jawaban benar
IFRS dipimpin oleh ...
Apoteker
Dokter
TTK
AA
Semua jawban benar
beban kerja apoteker pada faskes rumah sakit adalah ...
1 apoteker untuk 30 tempat tidur
1 apoteker untuk 25 tempat tidur
1 apoteker untuk 20 tempat tidur
1 apoteker untuk 15 tempat tidur
1 apoteker untuk 10 tempat tidur
1) Berjalan
2) Bernyanyi
3) Tertawa
4) Ibadah
Dalam kehidupan dimasyarakat yang termasuk aktivitas manusia yang dapat diamati oleh orang lain adalah ...
A
B
C
D
E
1) Berpikir
2) Berfantasi
3) Bersikap
4) Bernyanyi
Termasuk aktivitas yang tidak dapat diamati oleh orang lain adalah ...
A
B
C
D
E
Dibawah ini menjelaskan arti etika menurut KBBI
1) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)
2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan/masyarakat.
4) Nilai nilai etika harus diletakkan sebagai landasan atau dasar pertimbangan dalam setiap tingkah laku manusia termasuk kegiatan dibidang keilmuan.
A
B
C
D
E
Perilaku manusia tidak lepas dari proses pematangan organ-organ tubuh:
1) Bahwa seorang bayi belum dapat duduk atau berjalan apabila organ-organ tubuhnya belum cukup kuat menopang tubuh.
2) Perlu pematangan tulang belakang terutama tulang leher, punggung, pinggang, serta tulang kaki.
3) Seorang bayi tidak akan dapat berjalan terlebih dahulu sebelum tengkurap dan sebagainya
4) Seorang cidera patah tulang perlu bantuan untuk berjalan
A
B
C
D
E
Indikator yang termasuk pada etika adalah ...
1) Menyangkut pada perbuatan manusia
2) Tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan
3) Hanya berlaku untuk pergaulan.
4) bersifatabsolut atau Perintah
A
B
C
D
E
Indikator yang termasuk pada moral adalah ...
1) Menyangkut pada perbuatan manusia
2) Tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan
3) Hanya berlaku untuk pergaulan.
4) bersifatabsolut atau Perintah
A
B
C
D
E
Tujuan Kode Etik
1) Melindungi anggota organisasi untuk menghadapi persaingan pekerjaan profesi yang tidak jujur dan untuk mengembangkan tugas profesi sesuai dengan kepentingan masyarakat.
2) Menjalin hubungan bagi anggota profesi satu sama lain dan menjaga nama baik profesi kualifikasi
3) Merangsang pengembangan profesi pendidikan yang memadai
4) Mencerminkan hubungan antara pekerjaan profesi dengan pelayanan masyarakat dan kesejahteraan social
A
B
C
D
E
Persyaratan untuk memperoleh strttk & tenaga teknis kefarmasian
1) Memiliki ijazah sesuai dengan pendidikannya
2) Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki surat izin praktik
3) Memiliki rekomendasi tentang kemampuan
4) Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan etik kefarmasian
A
B
C
D
E
Persyaratan untuk memperoleh STRA
1) Memiliki sertifikat kompetensi
2) Memiliki surat pernyataan telah mengucapkan sumpah
3) Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental dari dokter yang memiliki surat izin praktik
4) Memiliki rekomendasi tentang kemampuan dari apoteker yang telah memiliki stra, atau pimpinan institusi pendidikan lulusan, atau organisasi
A
B
C
D
E
Pada Pasal 25 Ayat 1 PP 51/2009 menyatakan ...
1) Apoteker Sebagai Pelaku Usaha
2) Apoteker hanya boleh memiliki 3 SIPA
3) Apoteker Dapat Mendirikan Apotek Dengan Modal Sendiri
4) Apoteker memiliki STRA
A
B
C
D
E
Pelayanan kefarmasian di apotek meliputi kegiatan, yaitu:
1) Kegiatan yang bersifat manajerial
2) Melakukan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai
3) Pelayanan farmasi klinik
4) Peracikan obat
A
B
C
D
E
Apotek wajib memasang papan nama apoteker yang meliputi
1) Memuat informasi mengenai nama Apotek, nomor SIA, dan alamat
2) Papan nama praktik Apoteker, memuat informasi mengenai nama Apoteker, nomor SIPA
3) Memuat informasi mengenai jadwal praktik Apoteker.
4) Papan nama harus dipasang di dinding bagian depan bangunan atau dipancangkan di tepi jalan, secara jelas dan mudah terbaca
A
B
C
D
E
PP RI Nomor51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian pada pasal 4 menyatakan
1) Memberikan perlindungan kepada pasien
2) pengembangan obat,bahan obat dan obat tradisional.
3) Memberikan kepastian hukum bagi pasien, masyarakat dan Tenaga Kefarmasian
4) Pekerjaan Kefarmasian harus dilakukan oleh tenaga kesehatan
A
B
C
D
E
Pengawasan sediaan farmasi dalam pengelolaan sediaan farmasi dilakukan oleh ...
1) Dinas kesehatan Kabupaten
2) Dinas kesehatan provinsi
3) kemenkes
4) BPOM
A
B
C
D
E
Ciri – ciri orang profesional
1) Disiplin kerja yang tinggi yang muncul dari dalam dirinya sendiri
2) Integritas pribadi yang tinggi dan mendalam.
3) Tahu menjaga nama baiknya.
4) Komitmen moralnya.
A
B
C
D
E
Merupakan kewajiban terhadap profesi
1) Seorang Asisten Apoteker harus menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
2) Seorang Asisten Apoteker berkewajiban untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan sesuai dengan perkembangan teknologi.
3) Seorang tenaga teknis kefarmasian senantiasa harus melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar operasional prosedur, standar profesi yang berlaku dan kode etik profesi
4) Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa meningkatkan kerjasama dan memupuk keutuhan martabat jabatan kefarmasian,mempertebal rasa saling percaya didalam menunaikan tugas
A
B
C
D
E
Merupakan kewajiban terhadap teman sejawat
1) Seorang Asisten Apoteker harus menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
2) Seorang Asisten Apoteker berkewajiban untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan sesuai dengan perkembangan teknologi.
3) Seorang tenaga teknis kefarmasian senantiasa harus melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar operasional prosedur, standar profesi yang berlaku dan kode etik profesi
4) Seorang Ahli Farmasi Indonesia senantiasa meningkatkan kerjasama dan memupuk keutuhan martabat jabatan kefarmasian, mempertebal rasa saling percaya didalam menunaikan tugas
A
B
C
D
E
Merupakan kewajiban terhadap pemakai jasa
1) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus bertanggungjawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien/pemakai jasa secara professional
2) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus menjaga rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak
3) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus berkonsultasi/merujuk kepada teman sejawat atau teman sejawat profesi lain untuk mendapatkan hasil yang akurat atau baik.
4) Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu melibatkan diri dalam usaha – usaha pembangunan nasional khususnya dibidang kesehatan
A
B
C
D
E
Merupakan kewajiban terhadap masyarakat
1) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus bertanggungjawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien/pemakai jasa secara professional
2) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus menjaga rahasia kedokteran dan rahasia kefarmasian, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak
3) Seorang tenaga teknis kefarmasian harus berkonsultasi/merujuk kepada teman sejawat atau teman sejawat profesi lain untuk mendapatkan hasil yang akurat atau baik.
4) Seorang ahli Farmasi Indonesia harus selalu melibatkan diri dalam usaha – usaha pembangunan nasional khususnya dibidang kesehatan. Seorang ahli Farmasi harus mampu sebagai pusat informasi sesuai bidang profesinya kepada masyarakat dalam pelayanan kesehatan
A
B
C
D
E
Berdasarkan premenkes no 58 thun 2014 tentang standar pelayanan kefarmasian dirumah sakit meliputi
1) Pengelolaan Sediaan Farmasi,
2) Alat Kesehatan
3) Bahan Medis Habis Pakai; dan
4) Pelayanan farmasi klinik
A
B
C
D
E
Tugas Tim farmasi dan terapi (TFT)
1) Mengidentifikasi permasalahan dalam penggunaan obat
2) Mengembangkan kebijakan tentang penggunaan obat di rs
3) Melakukan seleksi dan evaluasi obat yang akan masuk dalam formularium rs
4) Mengembangkan standar terapi
A
B
C
D
E
Pelayanan farmasi klinik dirumah sakit meliputi
1) Visite
2) Pemantauan kadar obat dalam darah (PKOD)
3) Dispensing sediaan steril
4) Dispensing
A
B
C
D
E
Pelayanan farmasi klinik di apotek meliputi
1) Visite
2) Pemantauan kadar obat dalam darah (PKOD)
3) Dispensing sediaan steril
4) Dispensing
A
B
C
D
E
Tujuan Akreditasi bagi pelayanan Rumah Sakit
1) Meningkatkan keselamatan pasien Rumah Sakit
2) Meningkatkan perlindungan bagi pasien,
3) Meningkatkan kepercayaan masyarakat, terhadap standar mutu pelayanan
4) Sebagai institusi mendukung program Pemerintah di bidang kesehatan
A
B
C
D
E
Manfaat akreditasi bagi rumah sakit
1) Self Assessment
2) Peningkatan Pelayanan terhadap Masyarakat
3) Standar yang kurang Usulan Anggaran
4) Masyarakat Dapat memilih dengan tepat
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik di apotek yang terdiri dari bagian dispensing adalah ...
1) Mengkaji kesesuaian farmasetik
2) Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan resep
3) Mempertimbangkan klinis
4) Melakukan peracikan obat bila diperlukan
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik di apotek yang terdiri dari bagian pengkajian resep adalah ...
1) Mengkaji kesesuaian farmasetik
2) Menyiapkan obat sesuai dengan permintaan resep
3) Mempertimbangkan klinis
4) Melakukan peracikan obat bila diperlukan
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari bagian pelayanan informasi obat adalah ...
1) Memberikan informasi dan edukasi dengan menyebarkan leaflet
2) Memberikan informasi kepada pasien dengan kondisi khusus
3) Memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan lainnya
4) Pasien dengan menggunakan obat indeks terapi sempit
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari bagian konseling adalah ...
1) Memberikan informasi dan edukasi dengan menyebarkan leaflet
2) Memberikan informasi kepada pasien dengan kondisi khusus
3) Memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan lainnya
4) Pasien dengan menggunakan obat indeks terapi sempit
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari bagian pemantauan terapi obat adalah ...
1) Melihat riwayat pengobatan pasien
2) Mengidentifikasi obat dan pasien yang memiliki resiko tinggi efek samping
3) Melihat riwayat alergi pasien
4) Pasien dengan menggunakan obat indeks terapi sempit
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari bagian MESO adalah ...
1) Melihat riwayat pengobatan pasien
2) Mengidentifikasi obat dan pasien yang memiliki resiko tinggi efek samping
3) Melihat riwayat alergi pasien
4) Pasien dengan menggunakan obat indeks terapi sempit
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari tahapan Pemantauan Kadar obat dalam Darah adalah ...
1) Melakukan penilaian kebutuhan pasien
2) Mengidentifikasi obat dan pasien yang memiliki resiko tinggi efek samping
3) Menganalisis hasil pemeriksaan kadar obat
4) Pencampuran sediaan intravena kedalam cairan infus
A
B
C
D
E
Pada pelayanan farmasi klinik yang terdiri dari tahapan Pemantauan Kadar obat dalam Darah adalah ...
1) Melakukan penilaian kebutuhan pasien
2) Mengidentifikasi obat dan pasien yang memiliki resiko tinggi efek samping
3) Menganalisis hasil pemeriksaan kadar obat
4) Pencampuran sediaan intravena kedalam cairan infus
A
B
C
D
E
