WorksheetsSukses UKOM Keperawatan Keluarga
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Perawat C sedang melakukan pengkajian terhadap keluarga Bapak L yang baru saja didiagnosa Tuberkulosis Paru. Manakah pertanyaan yang paling tepat diajukan kepada keluarga untuk menggali kemampuan keluarga mengambil keputusan untuk penanganan TBC?
“Apakah bapak/ibu merasakan keadaan TBC Paru pada bapak sebagai masalah ?”; Apakah bapak/ibu sudah mengetahui sifat penyakit TBC jika tidak dilakukan pengobatan dan perawatan dengan baik ?”
“Apakah bapak/ibu tahu apa itu penyakit TBC Paru ?”; “Apakah bapak/ibu tahu penyebab TBC ?”; Apakah bapak dan ibu tahu tanda dan gejala penyakit TBC?”
“Apakah bapak/ibu sudah berupaya membuat rumah menjadi terang tersinari oleh matahari?”; Apakah ada anggota keluarga lain yang menderita TBC Paru?”
“Apakah bapak tahu bahwa pengobatan TBC harus 6 bulan ?” Bagaimana langkah langkah mencegah penularan TBC Paru ?”
“Apakah bapak/ ibu tahu di mana saja pengobatan TBC dapat dilakukan?”; “Apakah bapak dan ibu sudah tahu bagaimana cara minum obat anti TBC?”
Perawat A mengunjungi rumah keluarga Bapak B di RT 01 RW 09. Ibu B terdiagnosa menderita penyakit Diabetes Melitus sejak 2 bulan yang lalu dengan kadar gula darah 250 mg/dl pada pemeriksaan laboratorium terakhir 1 minggu yang lalu. Keluhannya saat ini adalah kaki sering kesemutan dan terasa kebas/ baal, sering kencing terutama malam hari. Klien terbiasa tidak pakai alas kaki saat beraktifitas sehari-hari. Apakah prioritas masalah dignosa keperawatan yang dapat dirumuskan oleh perawat A pada kasus diatas?
Kurang pengetahuan
Gangguan rasa nyaman
Risiko terjadi injury
Ketidakstabilan kadar glukosa darah
Perfusi perifer tidak efektif
Perawat melakukan kunjungan rumah Ibu V dengan Diabetes Melitus. Ibu V menceritakan bahwa 2 hari yang lalu dia pingsan dipagi hari setelah dari kamar mandi. Sebelum pingsan dia merasa pusing, lemas, tiba2 penglihatan gelap dan jatuh pingsan. Keluarga panik kemudian membawa Ibu V ke Puskesmas dan dinyatakan mengalami hipoglikemia. Apakah tindakan yang tepat diajarkan jika kejadian tersebut berulang?
berikan teh manis hangat segera ketika merasa lemas, pusing dan penglihatan mulai berkunang kunang.
baringkan di tempat terbuka yang sirkulasinya baik agar kebutuhan oksigen terpenuhi
berikan makanan tinggi karbohidrat sebelum tidur malam agar tidak kekurangan zat gula dipagi hari
berikan makanan yang mengandung kalori tinggi ketika merasa penglihatan nya gelap dan kepala pusing
dudukkan ibu V, berikan air putih hangat dan berikan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi.
Seorang laki-laki berusia 60 tahun, tinggal bersama keluarga. Hasil pengkajian ditemukan nyeri dan bengkak pada daerah persendian, cepat lelah, senang makan kacang kacangan. Hasil pemeriksaan fisik TD:130/80 mmHg, BB 65kg, TB 160 cm, asam urat 10 mg%. klien menolak untuk dilakukan tindakan keperawatan pemberian kompres hangat. Apakah prinsip etik yang harus perawat terapkan terhadap kasus diatas?
justice
veracity
otonomy
beneficience
Non maleficence
Seorang Laki-laki berusia 69 tahun, tinggal bersama istri. Hasil pengkajian didapatkan data tidak dapat menahan BAK, sering ngompol sebelum sampai kekamar mandi terutama pada malam hari, merasa dirinya sudah tidak berguna lagi karena sering dimarahi istri. Hasil pemeriksaan: TD:130/80 mmHg, BB 65kg, TB 165 cm. Apakah masalah utama pada kasus tersebut ?
Cemas
Isolasi social
Koping tidak efektif
Gangguan pola eliminasi
Gangguan gambaran diri
Seorang perempuan berusia 60 tahun, tinggal bersama keluarga.Hasil pengkajian didapatkan keluhan pusing, tengkuk sakit, kelemahan pada tangan, dan kaki kanan, sulit berjalan, BB 45 kg, TB 150 cm. Manakah data di atas yang perlu dilengkapi untuk menegakkan masalah keperawatan kasus diatas ?
Suhu akral
Tekanan darah
Integritas kulit
Kemampuan aktifitas
Perubahan struktur tubuh
Seorang perempuan, berusia 60 tahun, tinggal di rumah bersama dengan adiknya yang tidak menikah. Hasil pengkajian didapatkan data: keluhan pusing, nyeri tengkuk, ekspresi wajah tegang. TD: 170/90mmHg Nadi 90 x/menit suhu: 37C, pernafasan 20 x/mnt, tampak pasien mengurut tengkuk. Manakah tindakan keperawatan mandiri utama yang dilakukan perawat pada kasus diatas?
Melakukan tehnik relaksasi
Memberikan kompres hangat
Memberikan tehnik pengalihan
Mengukur tekanan darah tiap 2 jam
Memonitor irama dan denyut jantung
Seorang laki-laki berusia 63 tahun, Hasil pengkajian didapatkan data mudah lelah, sering kencing, banyak makan dan makanan ringan, klien sering haus. penglihatan kabur TD:140/80 mmHg, BB 70kg, TB 160 cm, GDS 210 mg/dl. Masalah keperawatan Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Apakah rencana tindakan keperawatan yang prioritas akan di buat untuk mengatasi masalah tersebut diatas?
Anjurkan olah raga
Berikan diet diabetes
Batasi kebiasaan makan
Berikan pendidikan kesehatan
Anjurkan pemeriksaan kesehatan
Seorang kepala keluarga, umur 60 tahun, tinggal bersama cucunya yang berusia 5 tahun. Klien mengeluh batuk, berkeringat pada malam hari, nafsu makan berkurang dan sesak. Klien memeriksakan diri ke puskesmas dan didiagnosa menderita penyakit TB. Hasil pengkajian diketahui klien pernah tidak mengkonsumsi obat yang diberikan selama 1 minggu, BB 50 kg, TB 170 cm. Frekuensi pernafasan: 24 x/menit, suhu: 37,50C
Apakah masalah keperawatan yang tepat?
Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Ketidakpatuhan minum obat
Risiko penyebaran infeksi
Defisit pengetahuan
Keletihan
Perawat puskesmas melakukan kunjungan rumah dan ditemukan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun menderita demam tinggi selama 3 hari dan buang air besar sebanyak 3 kali setiap harinya, konsistensi feses cair. Pada saat perawat tiba di rumah klien, diketahui TD: 100/80 mmHg, N: 80x/menit, P: 32x/menit dan suhu badan anak 390C. Rumah klien bersebelahan dengan sungai yang menjadi sumber air bersih bagi keluarga klien.
Apakah masalah keperawatan risiko yang dialami keluarga klien?
Diare
Hipertermi
Risiko penyebaran penyakit
Risiko gangguan perfusi serebral
Risiko kekurangan volume cairan
