NEW
Font size
WorksheetsXXX#1
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang Wanita 34 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluahn bengkak dan nyeri pada kaki kiri. Pasien obese dan post partum 8 minggu. Pasien baru melakukan peralanan 6 jam dengan pesawat. Dispneu, palpitasi, syncope tidak dikeluhkan. Riwayat pemakaian obat tablet besi. Vital sign TD 110/80 mmHg, T 37 C, RR 16 x/menit, BB 98 kg, TB 170 cm. Kaki kiri bengkak, tegang dan perabaan hangat. Hofman sign postif, USG Dopler menunjukkan thrombosis vena femoralis superficial kiri. Pasien mendapat terapi enoxaparin.
Pernyataan berikut ini benar mengenai penggunaan LMWH, kecuali :
Pada pasien DVT, LMWH aman dan efektif dibandingkan IV heparin
LMWH aman digunakan pada wanita hamil, tapi factor Xa harus dimonitor untuk memastikan antikoagulan yang adekuat
Monitoring factor Xa tidak diperlukan pada pasien karena efek antikoagulan dose dependent dapat diprediksi
Terdapat penurunan resiko HIT (Heparin Induced Trombositopenia) dengan penggunaan LMWH
Pasien post partum kontraindikasi pemberian LMWH karena resiko perdarahan lebih besar bila dibandingkan dengan pemberian heparin
Seorang pria, 32 tahun, datang dengan keluhan lemas dan batuk nonproduktif persisten. Dia juga mengalami demam, penurunan nafsu makan disertai penurunan berat badan sekitar 10 kg dalam 1 bulan terakhir ini, kelemahan pada otot, pandangan kabur, nyeri-nyeri tulang dan gatal yang dirasakan pasien di seluruh tubuh. Pasien sselama ini kontrol ke poli Hematologi Onkologi dengan diagnosis Limfoma Hodgkin dan Kahexia. Pasien dan telah menjalani kemoterapi 6 siklus dan mendapat terapi simptomatik lainnya.
Berikut ini terapi yang dapat merangsang nafsu makan dan meningkatkan berat badan pada 50% pasien dengan cancer-associated anorexia-cachexia adalah:
Medroksiprogesteron asetat
Curcuma
Eritropoeitin
Metilprednisolon
Tracetat
Seorang wanita, umur 37 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan demam sejak 1 minggu terakhir, pasien sadar baik, tampak pucat, mual, tidak nafsu makan, sakit kepala, tidak mengeluhkan adanya kejang, buang air kecil warna kuning muda dengan jumlah cukup banyak, badan terasa lemas hingga tidak kuat duduk/berjalan. Riwayat sebelumnya bepergian ke Jayapura untuk urusan pekerjaan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan RDT malaria (+). Pemeriksaan preparat hapus darah tebal ditemukan schizon p.falciparum dengan jumlah 4500 parasit per 200 leukosit. Selama perawatan pasien mendapat terapi ACT dan Primakuin. Pasien kemudian dipulangkan setelah pada hari keempat perawatan dengan klinis yang baik dan tidak ditemukan parasit malaria dalam preparat hapus darah tipis dan tebal. Dalam evaluasi pengobatan selanjutnya, didapatkan pasien mengeluh demam dengan suhu 38°c pada hari ke-14, dari pemeriksaan preparat hapus darah tebal ditemukan schizon p.falciparum dengan jumlah 200 parasit per 1000 leukosit. Keadaan pasien ini disebut sebagai?
A. Early treatment failure
B. Late clinical failure
C. Late parasitological failure
D. Relaps
E. Rechute
Seorang pasien laki-laki 35 tahun datang ke poli penyakit dalam untuk memeriksakan kesehatannya dan mengkonfirmasi hasil laboratorium yang diperiksakan sendiri. Saat ini tidak ada keluhan. Tanda vital dan hemodinamik dalam batas normal. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pasien memiliki riwayat tifus 1 tahun lalu dan hanya berobat jalan. Riwayat DM, Hipertensi, Jantung tidak ada. Pasien membawa hasil laboratorium didapatkan Hb 13,5 g/dL; hematokroit 40 % ; leukosit 4.500 mL; trombosit 175.000/mL;Feces ditemukan S. typhi. USG abdomen dikatakan kolelitiasis. Tatalakasana pada kasus tersebut adalah:
a. Kolisistektomi + ampisilin 100mg/kgbb/hari + probenesid + siprofloxacin 2x750 mg
b. Ampisilin 100mg/kgbb/hari + probenesid + siprofloxacin 2x750 mg
c. Ceftriaxon 3-4 gram dalam dextrose 100 cc selama ½ jam /hari
d. Konservatif dan monitor laboratorium bulan depan
e. Kotrimoksasol 2x2 tablet + norfloxacin 2x400 mg
Seorang wanita berusia 65 tahun, datang dengan keluhan benjolan pada leher yang ikut dengan gerakan menelan. Didapatkan perubahan pada suara, penurunan berat badan, kesulitan dalam menelan. Kadar TSHS 14 miu/L, FT4 0,5 mg/dl. Pasien dianjurkan untuk dilakukan USG Tiroid. Dari data beriku tini yang bukan merupakan gambaran USG dengan karakteristik yang paling mendekati ganas adalah:
Batas irreguler
Mikrokalsifikasi
Nodul hiperechogenik
Hipervaskularisasi
Limfadenopati regional
Seorang wanita 55 tahun datang ke poliklini penyakit dalam dengan keluhan keluar cairan putih dari payudara. Riwayat operasi pengangkatan kandungan kandungan karena tumor 10 tahun yang lalu. Tidak ada riwayat pengobatan hormon. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kondisi lemah dan pergerakan yang lambat, berbicara lambat, didapatkan nipple discharge berwarna putih. Tidak ditemukan massa maupun nyeri. Kulit kering. Hasil mammografi terbaru tidak jelas. Dilakukan pemeriksaan kadar prolaktin dan CT scan. Pasien kembali untuk kontrol dan tidak didapatkan perubahan. Kadar prolaktin meningkat ringan 80 ng/mL (normal: 1,4 – 24,2 ng/mL). Dari CT scan didapatkan makroadenoma hipofise.
Langkah selanjutnya untuk penatalaksaan pasien adalah:
A. Mulai pemberian bromokriptin
B. Periksa TSH
C. Karena usia, periksa kembali kadar prolaktin dalam 6 sampai 12 bulan
D. Rujuk ke bedah saraf
E. Mencari keganasan non-pituitary
Pasien laki-laki 56 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang sejak 1 minggu, disertai demam (diukur 39°C) disertai menggigil. Pasien juga mengaku BAK kemerahan. Pasien menderita diabetes mellitus sejak 10 tahun dan saat ini dengan metformin 3x500 mg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kandung kemih kosong, nyeri ketok costovertebra (+). Pada pemeriksaan darah didapatkan Hb 11 g/dL; leukosit 8.900/uL; ureum 42 mg/dL, kreatinin 1,1 mg/dL. Pada urin lengkap ditemukan eritrosit 25-40/LPB . Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah:
A. Sindroma nefrotik
B. GNAPS
C. Nefritis interstitial akut
D. Pielonefritis akut
E. Renal tubular asidosis
Laki-laki, 25 tahun, datang dengan keluhan bengkak pada seluruh badan, keluhans esak napas tidak ada, BAK dikatakan masih ada, namun frekuensi hanya 1 kali/hari, warna seperti air cucian daging, dan berbuih, pasien memiliki riwayat infeksi kulit dan sudah selesai menjalani pengobatan 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 170/100, FN: 85x/menit, jantung dan paru dalam batas normal, edema tungkai bawah bilateral. Dari pemeriksaan lab didapatkan ureum 75, kreatinin 1,9; eGFR 47,9; ASTO (+), ANA (-), kolesterol total 170, LDL 90, HDL 55, TG 150, urinalisa didapatkan albumin +3, eritrosit banyak.
Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
a. Sindrom Nefrotik
b. Rapid Progressive Glumerulonephritis
c. Glomerulonefritis akut poststreptokokal
d. Nekrosis tubular akut
e. Nefritis lupus
Seorang wanita 79 tahun datang dengan keluhan sering mengompol. Pasien mengaku serng-sering merasa ingin buang air kecil terutama malam hari, namun kecing sering tidak bisa ditahan sebelum pasien mencapai toilet. Tidak ada nyeri BAK dan riwayat kencing manis. Obat-obatan yang sering diminum pasien saat ini: omeprazole, sertaline dan enalapril. Urinalisis dalam batas normal.
Apa penyebab inkontinensia yang paling mungkin pada pasien ini?
A. Efek samping omeprazole
B. Hiperaktifitas Detrusor
C. Efek samping sertaline
D. Efek samping enalapril
E. Disfungsi sfingter buli
Seorang wanita 72 tahun datang berobat ke poliklinik dengan BAK menjadi sulit ditahan sejak 2 bulan terakhir. Pasien merasa lelah harus bolak balik ke kamar mandi untuk berkemih, malam hari biasanya 3-4 kali, sedangkan pagi sore hari bisa 8-10 kali. Pasien juga mengeluh sudah sejak lama air seni menetes bila batuk atau bersin. Pasien menderita DM sejak 12 Tahun terakhir. Hasil GDP 123 mg/dL, GDPP 180 mg/dL, HbA1C 6,5%, Urinalis: Lekosit 2-3 /LPB, eritrosit 0-1/LPB, nitrit (-)
Diagnosis yang paling tepat pada pasien ini adalah:
Inkontinensia urin akut
Inkontinensia urin tipe stress
Inkontinensia urin tipe urgency
Inkontinensia urin tipe overflow
Inkontinensia urin tipe campuran
Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan b.a.b cair sedikit-sedikit namun sering yang dirasakan sudah 1 tahun, berbau busuk, dan feses mengambang. Pasien kadang merasakan mual atau muntah, dan nyeri perut hilang timbul. Terdapat penurunan berat badan drastis. Tidak didapatkan massa pada daerah perut. Pemeriksaan analisis feses tidak didapatkan darah samar, dan lemak feses 10 g/hari. Pada pemeriksaan USG abdomen, ada gambaran kalsifikasi pada pankreas (duktus pankreatikus melebar).
Diagnosis yang paling mungkin:
a. Kolitis non spesifik
b. Pankreatitis kronik
c. Kolitis pseudomembran
d. Celiac disease
e. Chron disease
Perempuan 22 tahun datang ke poliklinik dengan membawa hasil lab anti HCV (+) dari PMI saat pasien hendak mendonorkan darah. Setelah diulang di laboratorium Rumah sakit anti HCV tetap (+). Hasil lab lain termsuk SGOT dan SGPT dalam batas normal
Pemeriksaan lanjutan yang menjadi prioritas pada pasien adalah :
Fibroscan
IgM anti HCV
Biopsi hati
USG Abdomen
HCV RNA dan genotip
Seorang perempuan berusia 24 tahun, diketahui menderita lupus sejak 10 bulan yang lalu. Pada awal didiagnosis lupus, terdapat keluhan nyeri sendi, rambut rontok dan kaki bengkak. Selama 3 bulan terakhir, kondisi pasien membaik. Obat-obatan terakhir yang dikonsumsi pasien yaitu metilprednisolon 8 mg per hari, mycophnolate mofetil 2 x 500 mg, captopril 2 x 12,5 mg, dan suplemen vitamin D. Saat kontrol ke poliklinik, pasien mengatakan bahwa ia telah hamil 1 minggu.
Terapi yang paling tepat pada pasien ini adalah:
A. Menghentikan obat captopril dan mycophenolate mofetil
B. Menghentikan metilprednisolone dan mycophenolate mofetil, selanjutnya diganti dengan azatioprin
C. Menghentikan obat ymycophenolate mofetil dan menggantikannya dengan siklofosfamid
D. Menghentikan obat metilprednisolon dan captopril
E. Menghentikan obat captopril dan menggantikannya dengan golongan ARB
Perempuan 37 tahun datang dengan keluhan sulit menelan yang dirasakan sejak 1 tahun terakhir. Pasien juga megeluh sering nyeri pada ujung-ujung jari tangan dan kaki sejak 2 tahun,terutama pada cuaca dingin. Pasien juga sulit makan karena sulit membuka mulut. Pasien juga mengeluh kulit di jari-jari tangan dan kaki, lengan, badan, dan wajah menjadi mengeras. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tensi 160/90 mmHg, nadi 90 kali per menit, RR 20 kali per menit, temperatur axila 36,9ᴼ. Gambaran salt pepper pada kulit dan ulkus pada digiti 2 dan 3 manus dekstra, dan pursed lip.
Pemeriksaan penunjuang yang disarankan untuk menegakkan diagnosis pasien ini adalah
A. Anti sel-70
B. Anti dsDNA
C. Anti –Sm antibodi
D. Anti- Ro
E. Anti LA
Seorang pria 65 tahun mengeluh sesak dan batuk berdahak yang lama tidak sembuh. Pasien diketahui memiliki riwayat merokok 2 bungkus perhari sejak usia 21 tahun. Pemeriksaan fisik didapatkan bentuk dada tong (barrel chest) dengan frekuensi nafas 22 x/menit, dan saturasi oksigen 93%. Saat perkusi didapatkan hipersonor pada kedua lapang paru dan suara nafas vesikuler melemah. Pasien disarankan pemeriksaan spirometri. Apakah hasil pemeriksaan fungsi paru yang diharapkan?
A. FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Menurundan TLC Menurun
B. FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Menurun dan TLC Naik
C. FEV1 Menurun, FVC Menurun, Rasio FEV1/FVC Normal dan TLC menurun
D. FEV1 Menurun, FVC Normal/Menurun, Rasio FEV1/FVC Naikdan TLC Naik
E. FEV1 Menurun, FVC Menurun, Rasio FEV1/FVC Naikdan TLC Menurun
Seorang laki-laki, 27 tahun, datang berobat ke poli alergi dengan keluhan gatal-gatal berulang setelah os makan kacang-kacangan. Riwayat alergi dan asma pada keluarga (+). Os direncanakan untuk pemeriksaan tes kulit. Pernyataan berikut yang benar :
a. Tes kulit yang paling mudah dilakukan dan minimal efek samping adalah skin prick test
b. Skin prick test dapat dilakukan pada pasien dengan dermatitis kontak
c. Sebelum melakukan tes kulit harus dilakukan pemeriksaan eosinophil serum
d. Skin prick test tidak berkolerasi dengan kadar Ig E spesifik
e. Tidak ada pernyataan yang benar
Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan rasa tidak nyaman di daerah dada bagian tengah sejak sebulan yang kadang-kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan rumah sakit sebelumnya. Pemeriksaan fisik : tekanan darah 110/70 mmHg; frekuensi nadi 88x/menit; frekuensi napas 16x/menit; pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 13,5 g/dL; leukosit 9.500/μL; trombosit 375.000/μL. Pada CT scan dada didapatkan gambaran massa pada mediastinum anterior. Pemeriksaan laboratorium yang tepatdilakukan pada pasien untuk menegakkan kemungkinan diagnosis adalah:
A. Tiroglobulin, CEA, AFP, LDH
B. Cyfra 21-2, AFP, CEA, CA 15-3
C. CEA, tiroglobulin, LDH, CA 15-3
D. β HCG, CEA, AFP, LDH
E. β HCG, CA 15-3, tiroglobulin, LDH
Seorang laki-laki, berusia 72 tahun, berobat dengan keluhan batuk darah beberapa bulan terakhir yang hilang timbul. Tidak ada riwayat demam namun berat badan menurun 8 kg selama 4 bulan terakhir, disertai suara serak dan sulit menelan sejak 2 minggu. Terdapat riwayat merokok 2 bungkus per hari selama 50 tahun. Pada pemeriksaan fisik terdapat mengi di kedua lapangan paru, jari tabuh pada kaki dan tangan; tidak ada pembesaran kelenjar limfe. Hasil foto rontgen toraks didapatkan pembesaran hilus paru kiri.Usulan pemeriksaan lanjutan pada kasus ini :
A. Pemeriksaan serologi
B. Bone scanning
C. CT scan toraks dengan kontras
D. Pemeriksaan histopatologi
E. Pemeriksaan sitologi sputum
Seorang Wanita 22 tahun datang dengan rujukan dari Departemen Obstetri dan Ginekologi dengan Hamil 26 minggu dan riwayat penyakit jantung rematik sebelum kehamilan. Pasien mengeluh cepat lelah, sesak bila beraktivitas dan bengkak pada kedua tungkai yang sudah dirasakan 1 tahun sebelum kehamilan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan kardiomegali, murmur late diastolic di apeks dan pansistolik di LLSB sela iga IV, serta edema tungkai. Dari pemeriksaan echocardiography, parameter apa yang anda perlukan untuk tatalaksana dan edukasi selanjutnya?
Morfologi tricuspid dengan RA/RV/IVC size
Mean Pulmonary Arterial Pressure
LVEF dan LVESD
Mitral Valve area dan morfologi katup mitral
Morfologi Right Venticular outflowtract (RVOT)
Seorang wanita 50 tahun datang dengan kulit teraba kaku, dan keras disertai bintik-bintik putih dikulit ekstremitas, batuk berlendir dialami sejak 2 bulan. sulit menelan makanan, heart burn, nyeri uluhati dan mual, riwayat jari kaki kanan teramputasi. Pada pemeriksaan fisis ditemukan salt and pepper pigmentation, raynauld’s phenomenon. Manifestasi Kardiologi pada Pasien ini
A. Hipertrofi kardiomiopati
B. Hipertensi Pulmonal
C. Diseksi Aorta
D. Dilated kardiomiopati
E. Stenosis Mitral
Seorang laki – laki usia 56 tahun dating ke IGD dengan keluhan demam mendadak, menggigil, sesak nafas tetapi tidak mengi. Pasien bekerja sebagai buruh pabrik kayu, satu hari sebelum masuk RS pasien membersihkan sisa tumpukan batang pohon yang berserakan. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat penyakit paru. Hasil penmeriksaan X-foto thorax PA dan lateral didapatkan infiltrat bilateral pada lobus atas. Pengobatan selama serangan akut pasien ini adalah:
Kortikosteroid
Amiloride
Azathioprine
Levofloksasin
Azitromisin
Laki-laki usia 47 tahun, datang ke poliklnik penyakit dalam dengan keluhan wajah kemerahan dan nyeri. pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi: 100x/ menit, Pernafasan 20x/menit, suhu badan 37,2 0C. pada Pemeriksaan mata didapatkan Enoftalmus, terdapat Anhidrosis serta paraplegia. pada pemeriksaan penunjang CT Scan thoraks didapatkan adanya massa di mediastinum posterior, pada pemeriksaan urin didapatkan adanya Vinil Mandelic Acid (VMA). Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah
A. Germ Cell Neoplasma
B. Ganglioneuroma
C. Limfoma
D. Teratoma
E. Timoma
Perempuan usia 54 tahun didiagnosis menderita kanker payudara sejak 5 bulan yang lalu. Semenjak saat itu pasien hanya mengurung diri di kamar, tidak lagi mau aktif pada kegiatan arisan yang biasa diikutinya dan tidak memperhatikan penampilannya. Sebelumnya pasien menderita DM dan hipertensi. Tatalaksana yang diberikan pada pada pasien ini adalah :
A. Buspiron
B. Trazodon
C. Fluoksetin
D. Alprazolam
E. Amitriptilin
Laki-laki 23 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 2 jam yang lalu, disertai pernapasan cepat dan dalam. Keluhan ini disertai dengan nyeri kepala dan dada berdebar-debar, nyeri dada tidak ada. Pasien adalah seorang mahasiswa tahap akhir yang terancam drop Out karena tidak menyelesaikan skripsinya dan memiliki kebiasaan merokok 1 bungkus perhari. Pasien sudah pernah mengalami hal yang sama 1 bulan yang lalu, saat berobat dikatakan pasien hanya terlalu lelah dan hasil rekam jantung dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien compos mentis dengan tekanan darah 120/80 nadi 103x/menit dan RR 26x/menit. Hasil pemeriksaan laboratorium analisa gas darah pH 7,59, PaCO2 33, pO2 98 %, BE +2, HCO3 24. Diagnosis yang tepat pada pasien ini adalah :
a. Gangguan panik
b. Depresi
c. PTSD
d. Gangguan cemas menyeluruh
e. Sindrom hiperventilasi
Seorang Perempuan umur 90 tahun masuk ke IGD dengan kondisi gelisah dan bicara meracau.Pasien dilaporkan sering mengompol dalam 1 bulan terakhir. Pasien ada riwayat stroke sejak 2 bulan yang lalu dan hanya terbaring saja di tempat tidur dalam 2 bulan ini. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan Tekanan Darah 120/80, RR 24x, nadi 93x, dan suhu 380 C. Pemeriksaan di area bokong didapatkan luka berukuran 5 cm x 5 cm x 0.1 cm. Jaringan otot, tendon dan tulang sudah terlihat. Tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini adalah
Bersihkan luka dengan larutan NaCl fisiologis
Bersihkan luka dengan larutan NaCl fisiologis, antibiotik sistemik dan tindakan operatif
Bersihkan luka dengan larutan NaCl fisiologis, balut luka namun jangan terlalu tebal, pemberian antibiotik sistemik
Bersihkan luka dengan larutan NaCl fisiologis, balut luka namun jangan terlalu tebal, kelembaban luka tetap dijaga tetap basah
Daerah ulkus digesek dengan es dan bersihkan luka dengan larutan NaCl fisiologis
Vitamin yang berperan penting untuk terjadinya jatuh pada pasien usia lanjut adalah
A. Vitamin A
B. Vitamin B
C. Vitamin C
D. Vitamin D
E. Vitamin E
Seorang perempuan usia 50 tahun kontrol rutin ke poli penyakit dalam dengan hipertensi, membawa hasil laboratorium GDP 110 mg/dL, GD2JPP 210 mg/dL, LDL 130 mg/dl, kolesterol total 220 mg/dL, perhitungan ASCVD skor pada pasien tersebut < 7,5%.
Penatalaksanaan yang tepat untuk obat statin pada pasien tersebut di atas adalah :
A. Rosuvastatin 20 mg
B. Pravastatin 40 mg
C. Atorvastatin 40 mg
D. Lovastatin 20 mg
E. Simvastatin 10 mg
Seorang wanita usia 40 tahun mengeluh mudah mengalami memar dan muncul gurat-gurat kehitaman di sekitar perut. Akhir-akhir ini pasien juga sering mengeluhkan rasa lemah di tungkai bagian atas yang membuat pasien sulit berdiri dari posisi duduk tanpa menggunakan tangan. Keluarga pasien juga mengamati bahwa pasien dirasa semakin gemuk. Riwayat pengobatan rutin yang sedang dikonsumsi disangkal. Didapatkan hasil abnormal dari tes skrining awal. Dibawah ini adalah yang dapat dilakukan untuk pemeriksaan selanjutnya untuk menentukan etiologi:
A. pemeriksaan ACTH tengah malam
B. tes sekresi ACTH dan kortisol pada titik nadir
C. dexamethasone suppression test dosis tinggi
D. tes fungsi kalium
E. inferior petrosal sinus sampling
Seorang pasien wanita 65 tahun, datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri di pinggang bawah sejak 1 bulan. Pasien merupakan penderita SLE yang rutin pengobatan dengan Metotrexat dan kortikosteroid oral. Kadar kalsium serum 3,5 mg/dL. PTH 102 pg/ml dan laborat lain dalam batas normal. Nilai BMD T-score <-1,5.
Tatalaksana farmakologi yang paling tepat terhadap pasien di atas adalah :
A. Latihan fisik
B. Kalsium 1000 mg
C. Risedronat 5 mg perhari
D. Vitamin D 800 IU per hari
E. Sodium fluoride
Seorang laki-laki berusia 54 tahun datang dengan keluhan lemas memberat sejak 1 bulan terakhir. Pasien adalah penderita diabetes mellitus selama 15 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat. Pada pemeriksaan laboratorim didapatkan Hb 8,5, BUN 96 Creat 8,1. Albumin 2,4, Na 130, K 5,2, Cl 100, Ca 1,6.
Kelainan EKG yang dapat ditemukan pada pasien ini, untuk menunjang diagnosis, adalah
A. gelombang T yang tinggi
B. adanya gelombang U
C. perubahan segmen ST
D. pemendekan segmen QT
E. pemanjangan segmen QT
Pasien laki – laki, usia 80 tahun datang ke IGD dengan keluhan gaduh gelisah sejak 1 hari yang lalu. Dari alloanamnesis diketahui bahwa pasien juga pernah mengalami gejala yang sama dua hari yang lalu, namun hanya sebentar. Pasien mulai sukar di ajak bicara setelah itu. Pasien sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas 3 minggu yang lalu, yang menyebabkan patah pada tulang paha, sehingga pasien hanya dapat berbaring saja di tempat tidur. Luka pada bokang ada sejak 1 minggu yang lalu, luka kehitaman, ada nanah, tampak otot, dan mengeluarkan darah. Apakah kemungkinan diagnosis pasien diatas?
A. Sindroma delirium tipe hiperaktif
B. Sindroma delirium tipe hipoaktif
C. Sindroma delirium tipe campuran
D. Sindroma delirium akut
E. Sindroma delirium tipe metabolic
Seorang wanita, 65 tahun datang ke Rumah Sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat mengendarai sepeda motor pada malam hari. Pasien juga mengeluhkan sering terbentur dengan barang disekitarnya terutama pada malam hari dan semakin sering dalam 1 tahun terakhir. Pasien menyangkal menderita penyakit diabetes melitus, hipertensi dan penyakit lainnya.
Berikut merupakan penyebab penurunan penglihatan yang terjadi pada usia lanjut, kecuali:
A. Terganggunya adaptasi gelap
B. Pengeruhan pada lensa
C. Defisiensi retinol
D. Berkurangnya sensitivitas terhadap kontras
E. Berkurangnya lakrimasi
Seorang perempuan usia 26 tahun datang dengan keluhan sering mengeluhkan dada berdebar-debar kencang sejak selesai ujian semester akhir. Ia merasa tidak mampu menjawab pertanyaan dengan baik padahal ini adalah tahun terakhirnya. Pasien sering terlihat murung, sulit untuk tidur, kepala pusing dan selalu kedinginan, serta perut kembung dan tidak nafsu makan sehingga pasien merasa sangat lemas. Dari pemeriksaan didapatkan vital sign TD 100/70 mmHg, nadi 100 kali/menit, RR 20 kali/menit, dan suhu 360C. Pemeriksaan fisik leher tidak ditemukan ada benjolan di daerah leher dan hanya tremor ringan di kedua tangan.
Apakah jenis ketidakseimbangan saraf otonom vegetatif yang terjadi pada pasien ini?
Hipertoni Simpatis
Hipertoni Parasimpatis
Vagotoni
Ataksia Vegetatif
Amfotoni
Wanita 37 tahun datang dengan keluhan kram perut dan diare yang intermitten selama 3 bulan, selama 6 bulan terakhir pasien pasien diberhentikan dari pekerjaannya. Pasien sebelumnya sudah berobat tetapi tidak mengalami perbaikan terhadap keluhannya. Nyeri perut biasanya membaik dengan defekasi meskipun pasien sering merasakan kalau BAB nya berlendir. Pasien juga sudah menjalani pemeriksaan kolonoskopi dan endoskopi namun hasilnya normal, hasil kultur feses juga negatif. Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah:
A. Zinc
B. Tegaserod
C. Magnesium hidroksida
D. Loperamid
E. Antibiotika spektrum luas
Laki-laki usia 50 tahun, datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak napas, sulit menelan, sulit berbicara, lemah badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg, Nadi: 105x/ menit, Pernafasan 28x/menit, suhu badan 37,2 0C. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan penurunan gama globulin, pada hasil pemeriksaan ct scan thorax didapatkan massa berbatas tegas di mediastinum anterior. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah
A. Teratodermoid
B. Timoma
C. Kista mediastinum
D. Neurofibroma
E. Tumor paru
Seorang laki-laki 53 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam tiba-tiba, menggigil, malaise, dan sesak napas, tetapi tidak ada mengi. Pasien bekerja sebagai petani, dan satu hari sebelum masuk RS pasien membersihkan tumpukan jerami. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru. Hasil pemeriksaan X-foto thoraks PA dan lateral didapatkan infiltrat bilateral pada lobus atas. Organisme yang paling mungkin menyebabkan kondisi di atas adalah?
A. Nocardia asteriodes
B. Histoplasma capsulatum
C. Cryptococcus neoformans
D. Actinomyces
E. Aspergillus fumigate
Pada klasifikasi gagal jantung berdasarkan modifikasi konsensus ACC (American College of Cardiology)/AHA (American Heart Association) 2013, gagal jantung dengan penurunan EF (HFrEF), ditandai dengan ejeksi fraksi sebesar:
a. ≥ 50%
b. ≤ 40%
c. 41% – 49%
d. > 40%
e. 20% – 39%
Seorang laki-laki 61 tahun, datang dengan keluhan nyeri dada sejak 3 jam sebelum masuk IGD. Pasien didiagnosis dengan NSTEMI. Keesokan harinya, didapatkan TD 120/80, nadi 50x/menit, jantung dan paru dalam batas normal. Didapatkan perubahan EKG. Manakah EKG yang menjadi indikasi penggunaan pacemaker?
A. Bradikardi
B. AV blok derajat II Mobitz tipe I
C. AV blok derajat I
D. Sinus aritmia
E. AV blok derajat II Mobitz tipe II
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang keluhan rasa mengantuk yang berlebihan padavsiang hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan obesitas berat (IMT 42 kg/m2), penyempitan faring posterior dan auskultasi paru normal. Hematokrit 52%; X-ray toraks dalam batas normal; Spirometri menunjukkan gambaran restriksi ringan; AGD PO2 55 PCO2 72 dan PH 7,32. Pemberian Continuous positive airway pressure (CPAP) gagal memperbaiki hypoxemia nokturnal dan hipersomnolen pada siang hari. Apa yang mendasari temuanklinis di atas:
A. Mixed Sleep Apnea
B. Obstructive Sleep Apnea
C. Central sleep apnea
D. Restless legs syndrome
E. Pemanjangan periode laten tidur
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang dengan keluhan rasa ngantuk yang berlebihan padasiang hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dalam 1 bulan terakhir. Istrinya juga mengeluh bahwa suaminya berdengkur keras saat tidur dan terkadang nafasnya tampak terhenti. Indeks massa tubuh pasien adalah 42 kg/m2; tekanan darah 155/85. Pemeriksaan lanjutan untuk mengkonfirmasi diagnosis diatas adalah: A.
A. Pulse oximetry noktural
B. Holter Monitor dan oximetry nokturnal
C. Polisomnografi nokturnal
D. Elektroensefalografi,Elektro-okulografi
E. Elektroensefalografi, Elektromiografi
Seorang perempuan 35 tahun didiagnosis SLE dan rutin berobat, mengeluh batuk dan sesak yang berlahan lahan memberat sejak 4 minggu. Gambaran CXR menunjukkan infiltrat dibasal. Gambaran HRCT yang mungkin didadapatkan:
A. Perselubungan halus (small opacities), moderate dan besar (large opacities)
B. kalsifikasi ‘kulit telur’
C. Bronkiektasis traksi, honeycomb/ hyperattenuation.
D. Gambaran kelainan dominan di apeks
E. Garis Kerley tanpa Kardiomegali
Seorang wanita usia 49 tahun datang dengan keluhan batuk darah sejak 1 bulan terakhir, sesak nafas disangkal. Pada pemeriksaan CT scan thorax didapatkan nodul ukuran diameter 4 cm. Pemeriksaan TTB didapatkan hasil adenokarsinoma. Pemeriksaan USG abdomen tidak tampak gambaran metastasis pada hepar dan KGB paraaorta.Dalam mendiagnosa kanker paru, selain gambaran histopatologi, stadium dan usia, seorang dokter juga harus menilai :
A. Performance status
B. Jenis sitostika
C. Jenis operasi
D. Lamanya kemoterapi
E. Lamanya radioterapi
Seorang perempuan berusia 30 tahun, penderita lupus, sedang dirawat inap karena keluhan batuk sejak 7 hari. Pada saat perawatan hari ke 2, pasien mengeluhkan tiba-tiba sesak napas sejak satu jam. Selain itu suara pasien menghilang. Dua jam yang lalu penderita mendapatkan suntikan intravena ceftriaxone 1 gram, MP 62.5 mg, dan omeprazol 40 mg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 100x/m, irama teratur, isi cukup, napas 28x/m, pemeriksaan paru vesikuler, terdapat ronki di lapangan paru kanan, wheezing (+) stridor (+)
Tindakan pertama yang harus dilakukan pada pasien adalah
A Triple maneuver dan intubasi
B Injeksi adrenalin 1:1000 0.3 cc IM
C Mengganti antibiotika dengan golongan karbapenam
D Inhalasi dengan bronkodilator kerja singkat dan steroid
E Menaikan dosis MP menjadi 125 mg intravena
Seorang wanita berusia 25 tahun dengan riwayat sakit Sistemic Lupus Erymathosus (SLE) dating control kepoliklinik penyakit dalam.Pasien rutin mendapatkan pengobatan Methylprednisolon 4 mg dua kali sehari dan Siklosporin 25 mg satu kali sehari. Pasien tercatat dalam 1 tahun terakhir keluhan berat dari lupus tidak pernah muncul. Pasien bulan depan hendak menjalankan ibadah umroh ke tanah suci bersama keluarga besar.
Vaksinasi yang dapat diberikan pada pasien adalah
A. Penumokokus, meningkokus, MMR
B. Pneumokokkus, Meningokokkus, Varisella
C. Pneumokokus, Influenza, MMR
D. Tifoid, pneumokokus, Vaccinia
E. Pneumokokus, Influenza,meningokokus
Tata laksana pertama yang penting dalam kasus pasien hepatitis A adalah :
Pemberian imunoglobulin intramuskular dosis tunggal
Pemberian obat anti viral
Rehidrasi adekuat dan terapi simtomatik
Pemberian imunisasi aktif
Pemeriksaan HAV RNA
Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai abses hati piogenik adalah :
Pada abses tunggal, 75% terletak di lobus kiri dan 20 % di lobus kanan
Jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan
Abses hati piogenik merupakan salah satu komplikasi dari infeksi parasit pada sistem bilier.
Drainase perkutaneus dilakukan segera pada abses dengan ukuran < 4 cm.
Antibiotik intravena diberikan sebagai terapi selama 1 minggu.
Perempuan 32 tahun datang ke poliklinik dengan membawa hasil lab HBsAg (+) dari skrining saat melahirkan 3 bulan yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium RS didapatkan Hb 12 g/dl; leukosit 5.500/μL;trombosit 200.000/μL; HBV RNA 3 x 103 IU/mL, HbeAg negatif, SGOT 225 IU/L, SGPT 275 IU/L.
Langkah selanjutnya pada pasien adalah
a. Cek ulang SGOT dan SGPT 3 bulan ke depan
b. Langsung diberikan terapi
c. Biopsi hati
d. Pemeriksaan fibroscan
e. Cek ulang HBV DNA 6 bulan ke depan
Seorang lelaki berusia 48 tahun dirujuk ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan lemah badan. Pasien sudah diketahui HbsAg positif selama 6 bulan. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 13,5 g/dl; leukosit 4.500/μL;trombosit 249.000/μL; SGOT 35 IU/L; SGPT 25 Iu/L; bilirubin total 1.2 mg/dL; bilirubin direk 0.6 mg/dL; HBV DNA 1,5 x 103 IU/ml; hasil pemeriksaan USG abdomen dalam batas normal.
Berdasarkan data tersebut di atas, diagnosis pada pasien ini adalah:
a. Hepatitis B acute on chronic
b. Hepatitis B kronik fase immune tolerance
c. Hepatitis B kronik fase immune clearance
d. Hepatitis B kronik fase inactive carrier state
e. Hepatitis B kronik fase reaktivasi
Seorang pasien wanita berusia 65 tahun dengan riwayat DM tipe 2 sejak 15 tahun datang kepada dokter membawa hasil pemeriksaan immunofiksasi karena sebelumnya mengeluh nyeri di tulang berulang selama 12 bulan. Hasil immunofiksasi menunjukkan peningkatan kadar light chain kappa Dalam 1 tahun terakhir pasien juga mengalami penurunan fungsi ginjal dimana creatinine pasien meningkat dari 1.4 mg/dl menjadi 8 mg/dl. Dokter kemudian memutuskan melakukan biopsy. Jika ditemukan hasil berupa inflamasi interstitial dan cedera tubulus akut, apakah kelainan ginjal yang dialami oleh pasien?
a. Nefritis Interstitial dengan Giant Cell
b. Diabetic Nephropathy
c. Myeloma Cast Nephropathy
d. Myoglobinuric Acute Kidney Injury
e. Rapidly Progressive Glomerulonephritis
Seorang laki-laki 19 tahun datang dengan keluhan bengkak di sendi lutut setelah terbentur kaki meja. Perdarahan gusi, perdarahan cerna dan saluran kencing tidak dijumpai. Dari pemeriksaan laboratorium, pasien didiagnosis dengan hemofilia B. Hasil laboratorium terhadap pasien ini yang mendukung ke arah hemofilia B adalah
A. Trombosit menurun, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin terganggu
B. Trombosit normal, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin terganggu
C. Trombosit menurun, APTT memanjang, PT normal, test ristosetin normal
D. Trombosit normal, APTT memanjang, PT normal, test ristosetin normal
E. Trombosit normal, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin normal
