NEW
Font size
WorksheetsPerngolahan serealia
Total questions: 28
Worksheet time: 14mins
Pasta dibuat dari gandum (milet) yang memiliki rasa agak manis, berserat tinggi mengandung vitamin, mineral, dan protein.pasta merupaka. Makanan olahahan orang italia yang dibuat dari
Campuran tepung gandum, air, telur dan garam
Campuran tepung terigu, air, telur dan gula
Campuran tepung terigu, air, telur, garam dan gula
Campuran tepung terigu, air, telur dan garam
Pasta dimasakn dengan cara direbus, lalu dicampur bumbu/saos, di indonesia jenis pasta yang populer kecuali
Spagheti
Lasagna
Milet
Makaroni
Tepung yang terbuat dari seluruh bagian biji gandum yang dhaluskan, mulai dari kulit ari hingga bagian dalam biji sehingga tepung gandum berwrna kecoklatan, atau dikenal dgn istilah
Whole wheat flour
Mile
Bran
Tepung terigu
Tepung terigu terbuat berwarna putih susu terbuat dari
Bagian kulit (bran) gandum yang dihaluskan
Bagian germ gandum yang dihaluskan
Bagian endosperm gandum yang dihaluskan
Bagian terdalam biji gandum yang dihaluskan
Yang bukan merupakan bentuk pasta
Lidi
Spiral
Bulat
Kerang
Pipih
Yang bukan termasuk makanan olahan dari gandum
Pasta
Mie
Kerupuk
Sourdoug
Tepung jagung instan berbentuk
Milet
Granulat
Bran
Germ
Tepung ubi jalar dapat digunakan untuk mensubsitusi tepung beras sampai dengan 20% dalam pembuatan bihun, tepung ini terbuat dari
Sawut atau chip kering dengan cara diayak
chip kering dengan cara digiling dan diayak
Sawut dengan cara digiling
Sawut atau chip kering dengan cara digiling dan diayak
Yang bukan merupakan produk pengolahan singkong setengah jadi
Kerupuk gendar, regginang tepung sagu
Gaplek dan tiwul instan, tepung singkong
Kerupuk tette, keripik singkong, tepung mokaf
Beras singkong, tepung tapioka/pati
Dibuat dari ampas ubi kayu yang pahit sisa pembuatan tepung kanji, ampas tersebut dikeringkan lalu digiling menjadi
Tiwul
Rasi
Mocaf
Tette
Tepung singkong yang dibuat dengan difermentasi adalah
Tette
Mocaf
Rasi
Opak
Kerupuk yang melalui proses pengukusan dan perebusan sebagai panganan camilan tradisional selain opak dari jawa tengah juga ada
Mocaf dari jawa timur
Tette dari madura
Mocaf dari manado
Gaplek dari yogyakarta
Yang tidak termasuk produk olahan dari tepung talas
Whipped topping, sosis, chiffon
Desert, brownies, angel cake
Cookies, mie dan sponge cake
Bridge cake, chippers, granula
Tepung yang memiliki kapasitas absorpsi air yang tinggi dan granula patinya tahan panas sehingga dapat digunakan sebagai pengental untuk sup ataupun produk olahan lainnya ialah
Tepung kentang
Tepung gandum
Tepung talas
Tepung sorgum
Untuk menginaktifkan enzim alami yang terdapat pada kentang dan mengurangi kontaminasi mikroorganisme pada permukaan bahan, sebelum pembekuan kentang perlu di
Blanching
Steril
Sanitasi
Drying
Proses pembuatan tepung sangat beragam yang dibedakan berdasarkan sifat dan komponen kimianya, bahan pangan yang tidak mudah menjadi cokelat apabila dikupas termasuk
Kelompok serealia
Kelompok buah-buahan
Kelompok umbi-umbian
Kelompok kacang-kacangan
Bahan pangan yang mudah menjadi cokelat berdasarkan sifat dan komponen kimianya ialah
Umbi-umbian
Serealia
Kacang-kacangan
Sayur-sayuran
Proses untuk menghilangkan kulit biji dikenal dengan istilah
Pengupasan
Penyosohan
Grilled
Pemipilan
Menurut prosesnya teknik pengawetan pangan dapat dibagi menjadi tiga
Pengawetan fisik, biologis dan kimia
Pengawetan alami, biologis dan kimia
Pengawetan pendinginan, biologis dan kimia
Pengawetan pemanasan, pengawetan alami dan kimia
Pengawetan dengan suhu rendah merupakan termasuk pengawetan fisik yang dikenal dgn istilah cooling, freezing dan quick feering yang membedakan antar ketiganyanya
Cooling -2C s/d +10C,freezing -12C s/d -24C, quick freezing -25C s/d -40C
Cooling -2C s/d +20C,freezing -12C s/d -24C, quick freezing -24C s/d -40C
Cooling -2C s/d +10C,freezing -12C s/d -24C, quick freezing -24C s/d -40C
Cooling -2C s/d +10C,freezing -12C s/d -24C, quick freezing -24C s/d -50C
Faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan suhu tinggi, kecuali
Jumlah panas yang diberikan harus cukup untuk mematikan mikroba pembusuk dan mikroba patogen
Jumlah panas yang digunakan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan cita rasa makanan
Jumlah panas yang diberikan dalam proses pengolahan pangan tidak boleh lebih dari jumlah minimal panas yang dibutuhkan untuk membunuh mikroba
Jumlah panas yang diberikan harus dapat menghindari chilling injury
Berdasarkan penggunaan suhu, waktu dan tujuan pemanasan dapat di bagi 2 yaitu
Sterilisasi dan sanitasi
Sterilisasi dan pasteurisasi
Higienisasi dan pasteurisasi
Higienisasi dan sanitasi
Sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi misalnya
121C (250F), selama 15 menit
120C (250F), selama 15 menit
121C (250F), selama 20 menit
121C (150F), selama 15 menit
Proses pemanasan bahan pangan pada suhu dibawah titik didih air dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk adalah
Sterilisasi
Pasteurisasi
Blanching
Sanitasi
Bermanfaat untuk mempermudah proses pengupasan kulit pada buah atau kacang-kacangan dan untuk menunjang tampilan warna dari beberapa sayuran (terutama hijau) sehingga klorofilnya tidak hilang atau tetap segar ialah
Blanching
Sterilisasi
Pasteurisasi
Sanitasi
Tujuan utam proses pemanasan hanyalah untuk membunuh mikroorganisme patogen penyebab penyakit misalnya susu atau inaktivasi enzim-enzim yang dapat merusak mutu, ialah
Blanching
Dipasteurisasi
Sterilisasi
Sanitasi
Mencelupkan bahan pangan nabati di dalam air mendidih selama 3 menit sampai 5 menit atau mengukusnya selama 3 sampai 5 menit, kemudian segera dilanjutkab pendinginan dengan cara dibenamkan ke dalam air es selama beberap waktu, ialah
Blanching
Sterilisasi
Dpasteurisasi
Sanitasi
Untuk meminimalkan kehilangan komponen larut (lisis) ke dalam air pendingin maka proses pendinginan dapat dilakukan dengan
Menggunakan freezer sebagai media pendinginnya
Menggunakan air es sebagai media pendinginnya
Menggunakan udara sebagai media pendinginnya
Menggunakan udara dingin sebagai media pendinginnya
