Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

K.klinik faeses (UAS)

Total questions: 50

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

Pemeriksaan sampel faeses pada pemeriksaan makroskopik dengan warna putih susu, konsistensi cair, bau khas dan hasil pemeriksaan mikroskopik ditemukan telur Ascaris lumbrichoides (+), darah samar (-) dan lemak (++) Pertanyaannya larutan apa yang digunakan untuk mendeteksi adanya lemak pada faeses ...

a)

A. Eosin 1-2%

b)

B. NaCl

c)

C. Sudan III

d)

D. Lugol

e)

E. Asam Asetat 10%

2.

Suatu ketika datang seorang pasien dengan membawa pengantar untuk pemeriksaan Rotavirus. Kebetulan pasien tinggal berdekatan dengan Analis tersebut. Hasil tes ditemukan tinja berlendir, cair, bau khas, berdarah, pasien mengalami demam, mual dan warna tinja kuning. Pada saat hasil amplop diberikan, pasien menanyakan kepada Analis tentang hasil tes tersebut.

Pertanyaan: Apakah tindakan yang dilakukan seorang Analis tersebut?

a)

A. Menyarankan pasien membeli obat diare ke toko obat terdekat

b)

B. Mengambil amplop hasil tes laboratorium tersebut, lalu menyatakan pasien menderita diare

c)

C. Menganjurkan pasien membawa amplop hasil tersebut ke dokter supaya mendapat penjelasan dan penanganan yang tepat

d)

D. Tanpa membuka amplop, langsung memberi tahu hasil laboratorium tidak normal

e)

E. Membuka amplop, menjelaskan hasil tes dan menyuruh untuk pulang

3.

Seorang a-TLM bekerja di sebuah laboratorium menerima sampel feses dengan indikasi bahwa pasien tersebut memiliki jumlah eusinofil yang meningkat, gejala pada pasien nafsu makan menurun, mudah lelah, pucat. Dokter meminta anda untuk melakukan pemeriksaan tidak langsung.

Bagaimana cara melakukan metoda tersebut?

a)

A. Sentrifugasi, flokulasi

b)

B. Homogenisasi

c)

C. Filtrasi

d)

D. Suspensi

e)

E. Defisiensi

4.

Seorang wanita berumur 30 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mual muntah, demam, nyeri perut, feses mengandung darah dan berlendir. Kemudian dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan makroskopis feses. Dalam kasus tersebut parameter apa yang digunakan dalam pemeriksaan makroskopis feses?

a)

A. Warna, bau, konsistensi, jumlah, lendir, parasit makro, darah tampak

b)

B. warna nya saja

c)

C. warna dan lendir

d)

D. tidak melakukan pemeriksaan

e)

E. pulang saja

5.

Seorang wanita sedang sakit perutnya dan ingin melakukan pemeriksaan makroskopis feses di laboratorium.setelah diperiksa didapatkan hasil feses berwarna hijau.warna hijau pada feses dipengaruhi oleh?

a)

A. Sayuran yang mengandung klorofil

b)

B. Urobilinogen dalam saluran pencernaan

c)

C. Perdarahan segar dibagian distal

d)

D. Makanan,misal coklat dan kopi

e)

E. Minuman bersoda

6.

Dari kasus pada soal di atas bagaimanakah cara mengambil sampel feses pada pasien?

a)

A. Mengambil feses langsung tanpa hansqun

b)

B. Mengambil feses yang yang sudah tercampur dengan air

c)

C. Mengambil feses yang tidak tercampur dengan zat lain

d)

D. Mengambil feses yang tidak bercampur dengan zat lain ke dalam pot feses

e)

E. Menyimpan feses pada lemari pendingin

7.

Seorang pasien rawat jalan yang terdiagnosa adanya perdarahan kecil bagian usus dan sudah diberi obat, dan tidak ada perubahan dan hasil pemeriksaan feses rutin dinyatakan normal maka pemeriksaan apalagi yang harus dikerjakan :

a)

A. Melakukan Pemeriksaan Kimia Feses dengan pemeriksaan terhadap darah samar

b)

B. Melakukan Pemeriksaan Kimia Feses dengan Pemeriksaan terhadap urobilin

c)

C. Melakukan Pemeriksaan Kimia Feses dengan Pemeriksaan terhadap urobilinogen

d)

D. Melakukan Pemeriksaan Kimia Feses dengan Pemeriksaan terhadap bilirubin

e)

E. Melakukan pemeriksaan lemak

8.

Dalam kasus di atas tersebut metode apakah yang paling tepat untuk pemeriksaan darah samar pada kasus tersebut?

a)

A. Menggunakan Metode Rapid Chromatographic Immunoassay dengan syarat Substansi tersebut di atas harus dihentikan paling tidak 48 jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

b)

B. Menggunakan Metode benzidine basa tanpa syarat apapun

c)

C. Menggunakan Metode Guaiac dan dengan syarat pasien harus melakukan diet

d)

D. Menggunakan Metode benzidine basa dan dengan syarat tidak diperlukan pembatasan diet

e)

E. Metode bertelot

9.

Lalat yang hinggap di atas tinja atau feses yang mengandung kuman-kuman dapat menularkan kuman-kuman itu lewat makanan yang dihinggapinya, dan manusia lalu memakan makanan tersebut sehingga berakibat sakit. Beberapa penyakit yang dapat disebarkan akibat tinja manusia antara lain...

a)

A. Demam

b)

B. Disentri

c)

C. Muntah

d)

D. Influenza

e)

E. Sakit

10.

Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan...

a)

A. Konstipasi

b)

B. Diare

c)

C. Mencret

d)

D. Kekurangan cairan

e)

E. Kurang vitamin

11.

Analisis tinja untuk mendiagnosis, kecuali :

a)

A. untuk membantu mendiagnosis infeksi (seperti infeksi parasit, virus, atau bakteri)

b)

B. penyerapan nutrisi yang buruk

c)

C. adanya kanker

d)

D. adanya batu dalam feses

e)

E. adanya infeksi di usus besar

12.

Pra analitik persiapan sampel tinja untuk analisis tinja:

a)

A.Dikumpulkan dalam wadah steril

b)

B. Tinja dikumpulkan dari mangkuk toilet

c)

C. Tinja boleh tercampur urin

d)

D. Bagian yang nampak patologis seperti darah dan lender harus diambil

e)

E. Dikumpulkan segera

13.

Pemeriksaan makroskopis tinja meliputi:

a)

A. warna, konsistensi, jumlah, bentuk, bau, dan adanya lendir.

b)

B. warna, konsistensi, jumlah, bentuk, leukosit, bau, dan adanya lendir.

c)

C. warna, konsistensi, jumlah, bentuk, eritrosit, bau, dan adanya lendir

d)

D. warna, konsistensi, jumlah, bentuk, parasit, bau, dan adanya lendir.

e)

E. Warna, bentuk dan parasite

14.

Pemeriksaan kimia yang dilakukan pada analisi tinja adalah:

a)

A. tes darah samar

b)

B. konsistensi

c)

C. parasit

d)

D. sayuran

e)

E. warna

15.

Analisis tinja dilakukan pada, kecuali:

a)

A. Membantu mengidentifikasi penyakit pada saluran pencernaan

b)

B. Hati

c)

C. Pankreas

d)

D. Ginjal

e)

E. Kanker usus

16.

Untuk membantu melihat kelainan pancreas diperlukan pemeriksaan

a)

A. Enzin tripsin

b)

B. Lemak

c)

C. Karbohidrat

d)

D. Jamur

e)

E. Kultur

17.

Analisis tinja dilakukan untuk mengetahui kecuali:

a)

A. diare berkepanjangan

b)

B. diare berdarah

c)

C. batu ginjal

d)

D. mual, muntah

e)

E. diare berlendir

18.

parasit yang dapat ditemukan dalam tinja:

a)

A. jamur

b)

B. virus

c)

C. lemak

d)

D. Giardia

e)

E. Oxyuris sp

19.

Mencari penyebab infeksi dari tinja adalah:

a)

A. Bakteri patogen,

b)

B. jamur

c)

C. virus.

d)

D. A, b dan c

e)

E. Semua salah

20.

Persiapan sebelum analisis tinja, obat yang harus dihentikan, kecuali :

a)

A. obat-obatan seperti antasida

b)

B. obat anti diare

c)

C. obat-obatan antiparasit

d)

D. minum air putih

e)

E. obat pencahar

21.

Menguji adanya darah dalam tinja, tidak sedang mengalami:

a)

A. wasir

b)

B. menstruasi

c)

C. BAB sukar dan keras

d)

D. Diare

e)

E. Makan yang mengandung daging

22.

Wadah tinja dilabel dengan

a)

A. Nama lengkap, nama dokter , alamat, dan tanggal tinja dikumpulkan.

b)

B. Nama lengkap, nama dokter , dan tanggal tinja dikumpulkan.

c)

C. Nama lengkap, nama dokter , nomer kamar, dan tanggal tinja dikumpulkan.

d)

D. Nama lengkap, nama dokter , nama analis, dan tanggal tinja dikumpulkan.

e)

E. Nama lengkap dan alamat

23.

Tinja normal, kecuali

a)

A. Berbentuk tabung

b)

B. PH tinja 7.0-7.5.

c)

C. Tinja mengandung kurang dari 0,25 g / dL [kurang dari 13,9 mmol / L karbohidrat,

d)

D. 8 gram lemak per 24 jam (g / 24 h)

e)

E. Konsistensi lunak

24.

Tinja normal mengandung :

a)

A. darah

b)

B. lendir sedikit

c)

C. bakteri berbahaya

d)

D. telur cacing

e)

D. parasite

25.

Tingginya kadar lemak dalam feces dapat disebabkan oleh penyakit, kecuali:

a)

A. Pankreatitis

b)

B. penyakit celiac

c)

C. cystic fibrosis

d)

D. alergi amilum

e)

E. hati

26.

Feses dengan pH yang tinggi dapat berarti

a)

A. peradangan pada usus (kolitis),

b)

B. kanker

c)

C. penggunaan antibiotic

d)

D. a,b dan c benar

e)

E. a,b dan c salah

27.

Eritrosit dalam tinja dapat disebabkan oleh:

a)

A. peradangan pada usus

b)

B. kolitis ulserativa

c)

C. tinja yang keras/skibala

d)

D. atau infeksi bakteri.

e)

E. parasit

28.

Banyaknya tinja dipengaruhi oleh serat makanan, kecuali :

a)

A. Sayuran

b)

B. Agar agar

c)

C. Buah buahan

d)

D. Roti

e)

E. Susu

29.

Gas yang dihasilkan pada tinja:

a)

A. Dihasilkan oleh karbohidrat

b)

B. Berbau busuk

c)

C. Diakibatkan oleh lemak

d)

D. Diakibatkan karena makanan asam

e)

E. Akibat fermentasi

30.

Tinja berwarna tua karena adanya:

a)

A. Urobilin

b)

B. Makanan

c)

C. Obat

d)

D. A, b dan c benar

e)

E. A,b dan c salah

31.

Warna kuning pada tinja disebabkan oleh, kecuali

a)

A.Jagung

b)

B. Susu

c)

C. karbohidrat

d)

D. santonin

e)

E. bilirubin

32.

Warna hijau tinja diakibatkan oleh

a)

A. klorofil dari sayuran

b)

B. biliverdin

c)

C. obstruksi ikterus

d)

D. porfirin

e)

E. urobilin

33.

Warna kelabu krn tidak ada urobilinogen:

a)

A. krn obstruksi ikterus (akholis),

b)

B. steatorrhoe krn defisiensi enzim pancreas

c)

C. a dan b yang benar

d)

D. a dan b salah

e)

E. makan sayuran

34.

Warna merah dipengaruh warna makanan spt, kecuali:

a)

A. bit

b)

B. tomat

c)

C. perdarahan saluran cerna bagian bawah

d)

D. perdarahan saluran cerna atas

e)

E. buah naga

35.

Warna cokelat tinja disebabkan oleh, kecuali :

a)

A. karena coklat

b)

B. kopi

c)

C. perdarahan distal saluran cerna

d)

D. perdarahan proksimal saluran cerna

e)

E. semua salah

36.

Warna hitam tinja disebabkan adanya

a)

A. Fe+

b)

B. Darah dari distal saluran cerna

c)

C. Darah dari wasir

d)

D. Menstruasi

e)

E. Darah dalam usus

37.

Pemeriksaan mikroskopis tinja, kecuali:

a)

A. Protozoa

b)

B. telur cacing

c)

C. sel darah

d)

D. warna tinja

e)

E. giardia lamblia

38.

Temuan tersering protozoa pada analisa tinja

a)

A. kista

b)

B. rofozoit dari amuba

c)

C. a dan b

d)

D. b saja

e)

E. semua salah

39.

Leukosit dalam tinja:

a)

A. Jumlah sedikit masih normal

b)

B. dalam keadaan banyak akan didapatkan pada: disentri basiler, kolitis,

c)

C. a dan b benar

d)

D. a dan C salah

e)

E. semua salah

40.

Darah samar dicek dengan tablet, pemeriksaan ini dipengaruhi oleh, kecuali;

a)

A. Daging

b)

B. ikan sarden

c)

C. zat besi yg mengandung ferrofumarat dan ferro carbonat,

d)

D. tahu dan tempe

e)

E. zat Fe

41.

indikasi kultur tinja, kecuali:

a)

A. untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab penyakit (patogen)

b)

B. membantu mendiagnosa infeksi pada sistem pencernaan (gastrointestinal)

c)

C. membantu diagnosis infeksi pada saluran pencernaan.

d)

D. Mendeteksi adanya E. Coli

e)

E. Semua benar

42.

Yang benar mengenai pemeriksaan darah samar atau fecal occult blood test (FOBT) adalah kecuali:

a)

A. Pemeriksaan diperlukan jika darah pada pemeriksaan makroskopis tidak nampak

b)

B. Merupakan pemeriksaan yang sederhana

c)

C. Pemeriksaan yang murah

d)

D. Walaupun darah nyata tampak jelas masih diperlukan pemeriksaan FOBT

e)

E. Semua benar

43.

Wadah specimen feses yang sesuai dengan SOP yaitu

a)

A. Wadah kateter nasbar

b)

B. Terbuat dari kaca tidak memiliki tutup

c)

C. Wadah bermulut lebar tidak berlabel

d)

D. Wadah bertutup kecil memiliki tutup

e)

E. Wadah bermulut lebar memiliki label dan tertutup

44.

Seorang pasien pria beberapa hari yang lalu datang kerumah sakit dengan keluhan nyeri perut, badan lemas dan mengalami BAB yang sering. Dokter curiga pasien tersebut mengalami pendarahan, tetapi saat pemeriksaan feses dengan cara makroskopis dan mikroskopis tidak ditemukan adanya darah dan parasit dalam feses.

Pemeriksaan apa yang tepat untuk mengetahui diagnosa pada pasien tersebut

a)

A. Pemeriksaan darah samar

b)

B. Pemeriksaan kultur feses

c)

C. Pemeriksaan protein feses

d)

D. Pemeriksaan kalsium feses

e)

E. Pemeriksaan bilirubin

45.

Pemeriksaan secara mikroskopis sampel yang digunakan untuk perhitungan jumlah telur cacing parasit adalah metode

a)

A. Metode sediaan apus darah tebal

b)

B. Metode sediaan apus darah tipis

c)

C. Sediaan basah berupa metode apung

d)

D. Metode tinta Cina

e)

E. Metode hitung jumlah sel

46.

Pra analitik persiapan sampel tinja untuk analisis tinja

a)

A. Dikumpulkan dalam wadah steril

b)

B. Tinja dikumpulkan dari mangkuk toilet

c)

C. Tinja boleh tercampur urin

d)

D. Bagian yang nampak patologis seperti darah dan lendir harus diambil

e)

E. Tinja yang steril

47.

Analisis tinja dilakukan pada, kecuali:

a)

A. Membantu mengidentifikasi penyakit pada saluran pencernaan

b)

B. Hati

c)

C. Pankreas

d)

D. Ginjal

e)

E. Empedu

48.

Parasit yang dapat ditemukan dalam tinja

a)

A. Jamur

b)

B. Virus

c)

C. Lemak

d)

D. Giardia

e)

E. Bakteri

49.

Mencari penyebab infeksi dari tinja adalah:

a)

A. Bakteri patogen,

b)

B. Jamur

c)

C. Virus.

d)

D. A, b dan c

e)

E. A,b dan c salah

50.

Seorang pasien mengeluh karna ada masalah dalam sistem pencernaannya sehingga pada saat buang air besar, ditemukan tinja yang bercampur dengan darah. Dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan apa yang harus dilakukan oleh teknisi laboratorium

a)

A. Pemeriksaan mikroskopis

b)

B. Pemeriksaan makroskopis

c)

C. Pemeriksaan kimia

d)

D. Pemeriksaan glukosa

e)

E. Pemeriksaan makroskopis, mikroskopis dan darah samar