NEW
Font size
WorksheetsSoal Post Test Basic Course CMHN 2021
Total questions: 35
Worksheet time: 18mins
Sebelum bertemu dengan pasien, perawat perlu mengevaluasi diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Dalam komunikasi terapeutik kegiatan evaluasi diri ini termasuk dalam tahap
Terminasi
Orientasi
Perkenalan
Pra-Interaksi
Kerja
“Sesuai dengan kesepakatan kita, kita akan bicara tentang cara mengurangi suara-suara yang ibu dengar, berapa lama kita akan bicara? Di mana?” Komunikasi di atas dilakukan pada fase orientasi, pada bagian:
Rencana tindak lanjut
Kontrak interaksi
Evaluasi subyektif
Evaluasi/validasi
Salam terapeutik
3.“Coba bapak ulangi kembali cara mengurangi rasa marah dengan tarik nafas dalam?”Komunikasi di atas dilakukan pada fase terminasi, pada bagian:
Evaluasi/validasi
Kontrak yang akan datang
Evaluasi subyektif
Evaluasi objektif
Rencana tindak lanjut
“Bagaimana kalau T masukkan latihan bercakap-cakap tadi dalam jadual kegiatan?” Komunikasi di atas dilakukan pada fase terminasi, khususnya pada bagian:
Rencana tindak lanjut (perawat)
Evaluasi/validasi
Rencana tindak lanjut (pasien)
Evaluasi subjektif
Evaluasi objektif
“Coba K lihat suster, begini caranya memukul kasur/bantal kalau sedang marah….” Komunikasi di atas dilakukan pada fase:
Kerja
Pra-interaksi
Orientasi
Perkenalan
Terminasi
Apabila saudara menemukan kasus gangguan jiwa di masyarakat dan membutuhkan rujukan, maka pasien akan dirujuk pertama kali ke pelayanan kesehatan berikut :
Rumah sakit jiwa
Praktik dokter
Rumah sakit umum
Tim kesehatan jiwa tingkat Kabupaten
Puskesmas
7. Ny Ani (24 tahun) dikunjungi perawat Puskesmas di rumahnya. Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan data pasien sering bicara dan senyum-senyum sendiri, mengurung diri di kamar, menolak berinteraksi, merasa tidak berguna, dan penampilan diri tidak rapi. Menurut keluarga, pasien jarang mandi dan merawat diri. Data untuk diagnosis keperawatan harga diri rendah Ny Ani dari yang berikut adalah:
Bicara sendiri
Merasa tidak berguna
Penampilan tidak rapi
Menolak berinteraksi
Mengurung diri di kamar
Ny Bubu (25 tahun) sering mengeluh dan mengatakan bahwa hidupnya tidak berarti dan tidak ada gunanya. Ia merasa malu karena tidak bekerja sehingga menjadi beban keluarga. Perawat Puskesmas melakukan kunjungan rumah untuk yang pertama kalinya. Setelah membina hubungan saling percaya, tindakan yang tepat dilakukan adalah:
Menyusun jadual kegiatan
Menilai kemampuan yang masih dapat digunakan
Mengidentifikasi aspek positif diri
Melibatkan keluarga dalam perawatan pasien
Menetapkan tujuan hidup
9. Ny. Sahrini (40 tahun) datang berobat ke Puskesmas; ia mengatakan bahwa sejak diceraikan oleh suaminya ia merasa hidupnya tidak berarti, merasa sebagai isteri yang gagal dan tidak berguna. Ny. Sahrini juga mengatakan bahwa ia tidak punya keinginan lagi seperti dulu untuk melakukan hobinya. Saat berinteraksi, Ny. Sahrini tidak berani menatap lawan bicara. Diagnosis keperawatan Ny. Sahrini adalah:
Gangguan sensori persepsi: halusinasi
Harga diri rendah kronis
Risiko perilaku kekerasan
Menarik diri
Isolasi sosial
Tn. Daniel (34 tahun) dikunjungi perawat jiwa masyarakat karena malas mandi, tidak keramas sejak 1 bulan yang lalu, jenggot panjang dan tidak dicukur, tidak menggunakan alas kaki, makan di sembarang tempat, BAB di sembarang tempat, kulit berdaki dan kotor. Ia hanya berdiam diri di kamar dan menolak berinteraksi. Data objektif yang sesuai untuk Defisit Perawatan Diri: kebersihan diri pada Tn. Daniel adalah:
Tidak menggunakan alas kaki/sandal
Kulit berdaki dan kotor
Jenggot panjang dan tidak dicukur
Makan di sembarang tempat
BAB di sembarang tempat
Ny.V (40 tahun) dirawat oleh perawat jiwa masyarakat. Saat pengkajian didapatkan data rambut kotor, acak-acakan, tidak disisir, gigi kotor, kulit berdaki dan bau, kuku hitam, panjang dan kotor. Evaluasi kemampuan pasien yang sesuai adalah
Pasien mengenal tanda kekambuhan dan rujukan
Pasien dapat menyediakan fasilitas kebersihan diri yang dibutuhkan
Pasien mengenal masalah (pengertian, tanda dan gejala, dan proses terjadinya defisit perawatan diri )
Pasien kontrol teratur ke Puskesmas
Pasien mandi, mencuci rambut, menggosok gigi dan menggunting kuku dengan benar dan bersih
12. Nn. Ica (21 tahun) dirawat perawat jiwa masyarakat sejak 1 minggu yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian, didapatkan data sering bicara dan tertawa sendiri, menggerak-gerakkan mulut seperti sedang bercakap-cakap, melirikkan mata ke kanan dan ke kiri, ekspresi wajah tegang dan berjalan mondar-mandir. Diagnosis keperawatan utama untuk Nn. Ica adalah:
Perilaku kekerasan
Defisit perawatan diri
Isolasi sosial
Gangguan sensori persepsi: halusinasi
Risiko perilaku kekerasan
13. Perawat C mendapat informasi adanya ODGJ di wilayah kerja Puskesmas tempatnya bekerja dengan keluhan sering mengeluh tentang hidupnya yang tak berarti. Setelah melakukan pengkajian terhadap pasien, perawat merumuskan diagnosisnya adalah harga diri rendah kronis.Kemampuan yang direncanakan akan dilatihkan terhadap pasien untuk mengatasi masalahnya, adalah:
Latihan berpikir positif tentang keluarga
Latihan berpikir positif tentang lingkungan
Latihan dua kegiatan rumah tangga
Latihan satu kegiatan rumah tangga
Latihan berpikir positif tentang diri
Tn. Parto (40 tahun), dilaporkan oleh Kader Kesehatan Desa Siaga Sehat Jiwa Teratai, sudah tiga minggu yang lalu bicara seperlunya, lebih banyak berada di kamar, hal ini terjadi setelah pasien ditinggalkan oleh istrinya. Saat dikunjungi oleh perawat kesehatan jiwa masyarakat kondisi pasien: ekspresi datar, kontak mata terbatas dan mengatakan malas bercakap-cakap dengan perawat. Diagnosis keperawatan pasien tersebut adalah
Harga Diri Rendah Kronis
Ansietas
Isolasi sosial
Gangguan sensori persepsi: halusinasi
Risiko perilaku kekerasan
Ny. D, usia 34 tahun, berkunjung ke Puskesmas berdasarkan anjuran perawat saat melakukan kunjungan rumah. Ny. D mengeluh sakit lambungnya tidak sembuh-sembuh walau telah meminum obat yang diberikan dokter dan makan secara teratur. Terhadap Ny. D dilakukan pemeriksaan USG dan menurut dokter tidak ditemukan kelainan. Ny. D tampak khawatir, ia bertanya berulang-ulang tentang penyakitnya. Hasil pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Ny. D masih dapat mendengarkan penjelasan dan arahan walau kadang sesaat mengalami bloking.Berdasarkan data tersebut di atas Ny. D mengalami ansietas tingkat:
Panik
Ringan
Sedang
Awal
Berat
Tn. Amir (34 tahun) dikunjungi oleh perawat kesehatan jiwa masyarakat karena mengurung diri di kamar sejak sebulan yang lalu. Data yang diperoleh saat kunjungan adalah kontak mata tidak ada, hanya mengangguk dan menggelangkan kepala saat ditanya, penampilan tidak rapi dan kotor. Tujuan tindakan keperawatan yang sesuai untuk Tn. Amir, adalah:
Pasien menunjukan perilaku meningkatnya harga diri
Pasien mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya
Pasien mampu berorientasi pada realita
Pasien tidak melukai dirinya sendiri
Pasien mampu mengontrol halusinasinya
Nn. Iin (18 tahun) dibawa ke Puskesmas karena sudah dua bulan menolak keluar rumah, tidak mau sekolah, dan menolak dikunjungi oleh teman sekolahnya. Saat pengkajian pasien mengatakan malas bergaul dengan orang lain. Tindakan keperawatan yang harus dilakukan perawat kesehatan jiwa masyarakat agar pasien menyadari masalahnya adalah:
Bantu mengenal siapa dirinya
Bantu pasien mengidentifikasi keuntungan berinteraksi dan kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain
Bantu mengatasi pikiran negatifnya
Tanyakan apa kemampuan positif yang dimiliki dirinya dan keluarganya
Bantu mengenal halusinasinya
Tn. Jamal (45 tahun) merupakan suami dari seorang wanita berusia 39 tahun. Tn. Jamal merasa bingung dengan perilaku istrinya yang tidak mau berbicara dengan orang lain dan mengurung diri di kamar selama dua minggu. Tindakan keperawatan yang dapat diberikan perawat kesehatan jiwa masyarakat pada Tn. Jamal pada pertemuan pertama adalah:
Menjelaskan kondisi isterinya yang perlu dirujuk ke Puskesmas
Mengajarkan Tn. Jamal pengertian, tanda dan gejala serta akibat dari masalah harga diri rendah yang dialami isterinya
Memberikan obat untuk mengatasi rasa depresi isterinya
Memberikan edukasi pada Tn. Jamal tentang cara merawat isterinya yang mengalami isolasi sosial
Menjelaskan kondisi isterinya yang perlu dirujuk ke RS Jiwa
Melatih pasien untuk mampu meminta dengan cara baik, menolak dengan cara baik, dan mengungkapkan perasaan dengan cara baik, diberikan pada pasien dengan diagnosis keperawatan:
Risiko Perilaku Kekerasan
Gangguan Sensori Persepsi: Halusinasi
Isolasi sosial
Defisit Perawatan Diri
Harga Diri Rendah
Tn. Agil (18 tahun) dikunjungi oleh perawat jiwa masyarakat dengan keluhan marah-marah, membanting piring, ekspresi wajah tegang, tangan tampak mengepal, saat bicara suara keras. Pasien mengatakan kesal karena orang tuanya tidak juga membelikan motor, menurutnya orang tuanya berjanji membelikan motor sejak 6 bulan yang lalu. Diagnosis keperawatan utama pada pasien tersebut adalah:
Defisit perawatan diri
Isolasi sosial
Risiko perilaku kekerasan
Perilaku kekerasan
Gangguan sensori persepsi: halusinasi
Tn. Amir (25 tahun) mengatakan marahnya sudah berkurang dengan latihan tarik nafas dalam dan pukul kasur bantal serta melakukan cara spiritual mengontrol marah yang diajarkan perawat saat kunjungan rumah. Saat ini pasien berkunjung ke Puskesmas untuk bertemu dokter dan perawat.Tindakan keperawatan pada pertemuan kedua ini, adalah
latihan mengungkapkan hal positif diri
latihan melakukan kegiatan fisik
latihan cara bicara yang baik dan cerita pada orang lain atau menulis, serta patuh obat
latihan bersosialisasi
latihan berkenalan
Saat melatih pasien dengan diagnosis keperawatan perilaku kekerasan, maka perawat melatih pasien untuk mampu:
Melatih kemampuan (kelebihan yang dimiliki)
Mengidentifikasi aspek positif pasien
Melakukan kegiatan secara terjadual
Melatih berkenalan dengan orang lain
Melakukan tehnik relaksasi (nafas dalam)
Nn. Tuti (32 tahun), sejak 1 minggu yang lalu marah-marah dan membanting barang. Saat kunjungan rumah oleh perawat diperoleh data kadang-kadang Nn. Tuti terlihat bicara sendiri dengan nada suara tinggi dan mata melotot. Nn. Tuti mengatakan mendengar suara-suara yang mengejeknya. Hasil validasi diketahui bahwa Nn. Tuti tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalahnya.Tindakan keperawatan yang harus dilakukan pada pertemuan pertama dengan pasien adalah:
Memberikan aktivitas fisik
Melatih pasien cara spiritual
Memberi kesempatan pasien mengungkapkan perasaan marahnya
Mengurangi stimulus untuk marah
Melatih pasien menghardik dan bercakap-cakap dengan orang lain
Saat melakukan kunjungan rumah, perawat bertemu dengan Ny. A, 42 tahun. Saat dilakukan pengkajian, ditemukan data klien sering merasa jantung berdebar-debar, sulit untuk memulai tidur, berkeringat dingin, merasa takut mati. Ny. A sering memikirkan dan merasa khawatir terhadap kondisi penyakit lambungnya yang tidak sembuh-sembuh. Ny. A menyatakan bahwa keluhannya dirasakan terutama saat ia berpikir tentang penyakitnya. Diagnosis keperawatan pada kasus Ny. A adalah:
Risiko Bunuh Diri
Harga Diri Rendah Kronik
Ansietas
Khawatir
Panik
Perawat Puskesmas A melakukan kunjungan rumah dan menemukan Ny. Z dengan masalah ansietas karena selalu mengkhawatirkan kebutuhan ekonomi keluarga. Setelah melatih cara mengontrol ansietas, perawat menganjurkan Ny. Z untuk datang ke Puskesmas untuk tindakan keperawatan selanjutnya dan untuk bertemu dengan dokter. Perawat melaporkan kepada dokter tentang Ny. Z dengan menggunakan standar dalam melakukan komunikasi dan hubungan terapeutik dengan tim kesehatan yaitu ISBAR. Laporan perawat pada dokter tentang kondisi Ny. Z terkait usia pasien, jenis kelamin, hal yang telah dilakukan dan status mental klien adalah bagian dari:
Recommendation/Rekomendasi
Introduction/Introduksi
Assessment/Pengkajian
Background/Latar belakang
Situation/Situasi
Aktivitas yang termasuk dalam pencegahan primer adalah
Program rehabilitasi
Penanganan kasus bunuh diri
Penemuan kasus gangguan jiwa secara dini
Program pendidikan kesehatan
Melakukan skrining kasus gangguan jiwa
Fokus pelayanan pada pencegahan tersier adalah
Deteksi dini masalah psikososial dan gangguan jiwa
Peningkatan fungsi dan sosialisasi serta pencegahan kekambuhan
Rujukan kasus dan penanganan pasien dengan segera
Menurunkan angka kejadian gangguan jiwa
Peningkatan kesehatan dan pencegahan terjadinya gangguan jiwa
Tindakan keperawatan kesehatan jiwa dapat diberikan pada tingkat individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat. Tindakan yang diberikan pada tingkat individu difokuskan kepada
Kegiatan kelompok dalam rangka sosialisasi dan adaptasi dengan lingkungan
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam mendeteksi kasus gangguan jiwa
Peningkatan kemampuan ADL, sosialisasi, keterampilan koping adaptif
Peningkatan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa dan pemanfaatan sumber-sumber yang tersedia
Pemberdayaan keluarga dalam mendeteksi masalah dan melakukan rujukan kasus
Seorang wanita, 32 th tinggal di Parung bersama suami dan 2 orang anaknya. Menurut suaminya ia sakit sejak 1 tahun yang lalu setelah orang tuanya menjadi korban kecelakaan pesawat dan jenazahnya tidak ditemukan. Sering bicara atau tertawa-tawa sendiri di kamarnya, menyendiri, curiga, pembicaraan inkoheren, tidak mau mandi dan berdandan. Bila diingatkan oleh suaminya, ia marah. Apakah kemungkinan diagnosis medik wanita tersebut yang perlu didiskusikan dengan dokter?
Gangguan Ansietas
Gangguan Psikotik Akut
Gangguan Depresi
Skizofrenia
Gangguan penyesuaian
Seorang wanita (22 tahun), datang ke Puskesmas Sindang Barang dengan keluhan badan kaku dan sakit, jalan seperti robot, air liur keluar terus, mata melihat ke atas dan tangan tremor saat sedang diam. Wanita tersebut 2 hari yang lalu baru berobat ke puskesmas karena tidak bisa tidur, bicara dan tertawa sendiri, perasaan dimata-matai FBI dan mendapatkan obat CPZ 1 x 100 mg, Haloperidol 3 x 5 mg, Trihexilpenydil 3 x 2 mg sehari. Vital sign: suhu 36,8 C, Nadi 80x/menit, RR 18 x/m, TD 120/80 mmhg. Apakah efek samping yang sedang dialami oleh Nn. Susi?
Distonia
Parkinsonisme
Sindrom Neurouleptik Malignan
Hipotensi orthostatic
Akatisia
Berikut ini yang bukan cara untuk meningkatkan imunitas fisik adalah?
Makan makanan bergizi
Minum air putih cukup
Olahraga teratur
Olahraga teratur
Memakai masker
Berikut ini cara menjaga fisik rileks adalah?
Tarik napas dalam dan berfokus 5 jari
Tarik napas dalam dan relaksasi otot progresif
Relaksasi otot progesif dan penghentian pikiran negatif
Tarik napas dalam dan penghentian pikiran negatif
Relaksasi otot progesif dan berfokus 5 jari
Berikut ini yang bukan termasuk cara dalam meningkatkan ketahanan Kesehatan jiwa dan psikososial?
Fisik rilek
Emosi positif
Pikiran positif
Relaksasi positif
Spiritual positif
Dalam mencegah masalah Kesehatan jiwa individu, kita perlu memastikan informasi yang didapat valid dari sumber terpercaya. Hal tersebut merupakan bentuk dari sikap responsive?
Breathe
Assess
Action
Reflect
Confirm
Berikut ini manakah yang termasuk kedalam pencegahan masalah Kesehatan jiwa dan psikososial pada keluarga?
5M + 5B
7M
MaMiOBi
3M Plus
Gotong royong
