NEW
Font size
WorksheetsTry Out 4 LSPP 2
Total questions: 56
Worksheet time: 28mins
Proses penilaian Risk dan Control Self Assesment (RCSA) dilakukan dengan melakukan evaluasi tingkat risiko terhadap beberapa risiko berikut ini, mana yang menjadi cakupan dari tujuan proses RCSA
Kemungkinan (Probabilitas) dan Loss Event Database
Dampak (likelihood) dan Contingency Plan
Efektifitas control dan Key Risk Indicator
Kemungkinan dan dampak
Bank pada umumnya membuat kebijakan dan prosedur perkreditan. Sesuai ketentuan Bank Indonesia, yang harus mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris adalah :
Kebijakan perkreditan bank
Kebijakan dan prosedur perkreditan bank
Prosedur perkreditan bank
Petunjuk pelaksanaan perkreditan bank
Current Ratio adalah salah satu metode untuk menilai likuiditas calon debitur. Pernyataan yang benar tentang risiko likuiditas tersebut adalah
Current Ratio adalah menggambarkan kemampuan untuk membayar seluruh hutang
Formula Current Ratio adalah jumlah saldo kas dan bank dibagi dengan hutang yang segera jatuh tempo
Saldo surat berharga yang dimiliki tidak termasuk dalam perhitungan aktiva lancar untuk menghitung Current Ratio
Kualitas Current Ratio juga perlu dinilai dengan Cash Ratio
Parameter yang digunakan untuk mengukur besar premi risiko atau risk premium dalam penentuan besarnya suku bunga yang dibebankan kepada debitur (risk-based pricing) adalah
Expected Loss
Unexpected Loss
Loss Given default
Historical Loss Database
Kebutuhan likuiditas dari suatu bank secara umum harus dapat diidentifikasi sumbernya antara lain
Penarikan kredit dan pendapatan bunga bersih
Penarikan kredit dan penutupan asuransi oleh nasabah
Credit line yang belum terpakai dan Standby L/C yang diterbitkan
Credit line yang belum terpakai dan penitipan surat berharga dalam safe deposit box
Apabila bank memiliki surat berharga yang penerbitnya tidak termasuk kelompok pemerintah dan kualifikasi dengan sisa jangka waktu 1 (satu) tahun dengan nilai Rp 1 Miliar, berapa beban modal risiko spesifik yang harus dialokasikan bank
Rp 8.000.000
Rp 10.000.000
Rp 80.000.000
Rp 100.000.000
The Basel Committee on Banking Supervision adalah suatu forum kerjasama Negaranegara dalam hal pengawasan bank untuk meningkatkan kualitas perbankan secara internasional. Beberapa pernyataan yang terkait dengan maksud dan tujuan adanya the Basel Committee adalah sebagai berikut, kecuali
Memperkuat kerangka dasar budaya (soundness) dan stabilitas sistem perbankan internasional
Menciptakan kerangka dasar yang konsisten dan tidak memihak (fair) bagi bank-bank di berbagai Negara dengan sumber daya berbeda, yang aktif menjalankan kegiatan operasional perbankan secara internasional
Memperkuat kerangka dasar budaya (soundness) dan stabilitas sistem perbankan nasional
The Basel Committee diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengurangi kesenjangan daya saing antar bank-bank
Pernyataan berikut yang tepat dalam pemilihan metode yang akan digunakan bank dalam pengukuran risiko adalah
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode internal dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode standar
Pendekatan yang sederhana adalah dengan metode standar dan pendekatan yang lebih kompleks adalah metode internal
Pendekatan yang sederhana adalah dengan menggunakan data kuantitatif
Pendekatan yang sederhana adalah dengan menggunakan data kualitatif
Callable bond memberikan keleluasaan bagi issue untuk membel kembali surat berharga yang dikeluarkan pada harga tertentu dan periode tertentu sebelum bond tersebut jatuh tempo. Atas keleluasaan tersebut, pada umumnya harga dari callable bond dibandingkan dengan bond biasa dengan kupon, jangka waktu dan parameter lainnya adalah
Harga callable bond lebih mahal
Harga callable bond lebih murah
Perlu diteliti parameter lainnya
Tergantung tingkat bunga pasar
Rasio keuangan sangat penting untuk menilai kinerja usaha debitur. Mana dari pernyataan dibawah ini yang tidak tepat
Semakin tinggi perputaran piutang maka kondisi usaha semakin baik
Semakin tinggi perputaran persediaan maka kondisi usaha semakin baik
Semakin lambat perputaran piutang maka kondisi usaha dapat dikatakan menurun
Besarnya perputaran persediaan tidak berpengaruh terhadap kondisi debitur
Proses penentuan harga atau marked to market (MTM) dilakukan secara harian atas portofolio trading, yang dapat mengakibatkan bank memperoleh keuntungan ataupaun kerugian secara “unrealized”. Untuk mengurangi dampak kerugian atas pergerakan faktor pasar perlu ditentukan suatu aturan aktivitas trading dalam bentuk :
Penetapan berbagai limit trading
Penetapan jenis surat berharga yang dapat diperdagangkan
Penetapan jenis tenor surat berharga
Penetapan holding periode transksi trading
Dalam perkreditan, sistem rating mengklasifikasikan suatu entitas perusahaan / korporasi secara sistematis ke dalam suatu kelas risiko (grading atau peringkat). Dengan sistem rating tersebut, dapat dilakukan estimasi
Probability of Default (PD)
Exposure of Default (ED)
Loss Given Default (LGD)
Legal of Default (LD)
Dalam menjalankan aktifitasnya, bank menghadapi risiko kerugian yang dapat diperkirakan (expected loss) maupun yang tidak dapat diperkirakan (unexpected loss). Untuk mengantisipasi kerugian yang dapat diperkirakan, bank melakukan langkah sebagai berikut
Menyediakan modal sesuai ketentuan regulator
Menyediakan modal sesuai ketentuan internal
Membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)
Tidak membebankan estimasi kerugian dalam menentukan suku bunga kredit
Untuk memahami permasalahan pada laporan historis rasio keuangan nasabah, dapat digunakan analisa Dupont dimana perubahan ROA (return on asset) dijelaskan dari perubahan
Profit Margin dan Leverage
Total asset turn over dan DER
Profit margin dan Total asset turn over
Profit margin dan Liquidity ratio
Apabila bank memiliki surat utang negara (SUN) jangka sisa jangka 5 (lima) tahun dengan nilai Rp 1 Miliar, berapa beban modal risiko spesifik yang harus dialokasikan bank
Rp 2.500.000
Rp 10.000.000
Rp 16.000.000
Semua salah
Dalam liquidity gap, behavioral maturity artinya
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo yang ditetapkan atas dasar perilaku nasabah atau karakteristik produk
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar kontrak yang melandasi produk tersebut
Sisa jangka waktu sebuah produk jatuh tempo atas dasar rencana bisnis baru di masa mendatang
Analisis dengan melakukan pengamatan atas perilaku sekelompok nasabah deposan
Pernyataan yang paling benar terkait dengan penyusunan kebijakan perkreditan di bank adalah
Kebijakan prekreditan bank adalah sama persis dengan isi dari Peraturan Bank Indonesia tentang kebijakan perkreditan
Kebijakan perkreditan bank disesuaikan dengan kebutuhan bisnis bank
Kebijakan perkreditan bank mengatur secara terperinci tentang kebijakan kredit bank termasuk penetapan suku bunga kepada seorang nasabah
Kebijakan perkreditan bank biasanya digabung dengan prosedur perkreditan bank
Basel III secara formal diperkenalkan pada tahun 2010 sebagai respon atas krisis global yang terjadi di Amerika mulai tahun 2008. Pada intinya Basel III mengatur beberapa hal antara lain, kecuali
Dalam penghitungan modal, lebih mengandalkan modal equity dan membatasi quasyequity
Tambahan cadangan modal (buffer capital) sehingga kebutuhan modal minimum naik dari 8% menjadi 10,5%
Kewajiban bank menydiakan dana likuid berupa liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio
Dilarangnya transaksi derivative yang mengakibatkan bangkrutnya bank-bank investasi besar di dunia
Dalam perhitungan beban modal risiko suku bunga untuk spesifik, bank hanya dapat melakukan proses saling hapus antara posisi long dan short apabila posisi tersebut indentik. Yang dimaksud dengan identik antara lain adalah
Terdapat kesamaan penerbit
terdapat kesamaan tingkat bunga kupon
Terdapat kesammaan jatuh tempo
Semua benar
Duration gap adalah suatu metode (tool) dalam manajemen risiko untuk menganalisa
Perubahan NII (Net Interest Income) apabila suku bunga pasar berubah
Perubahan EVE (nilai ekonomis dari modal) apabila suku bunga pasar berubah
Perubahan nilai tukar mata uang
Perubahan perilaku pasar
Repricing gap adalah suatu metode (tool) dalam manajemen risiko untuk menganalisa :
Perubahan NII (Net Interest Income) apabila suku bunga pasar berubah
Perubahan EVE (nilai ekonomis dari modal) apabila suku bunga pasar berubah
Perubahan nilai tukar mata uang
Perubahan perilaku pasar
Mana dari transaksi perbankan berikut ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit
Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk
Transfer dana nasabah ke bank di luar negeri
Membeli obligasi yang diterbitkan Pemerintah (SUN)
Perhitungan beban modal dari risiko ekuitas dilakukan untuk setiap pasar modal yang meliputi risiko spesifik dan risiko umum. Untuk perhitungan risiko umum dilakukan berdasarkan persentase tertentu dari
Posisi ekuitas netto secara keseluruhan
Posisi ekuitas bruto
Posisi ekuitas netto ditambah ekuitas bruto
Posisi ekuitas netto dikurangi ekuitas bruto
Perhitungan beban modal dari risiko ekuitas dilakukan untuk setiap pasar modal yang meliputi risiko spesifik dan risiko umum. Untuk perhitungan risiko spesifik dilakukan berdasarkan persentase tertentu dari
Posisi ekuitas netto secara keseluruhan
Posisi ekuitas bruto
Posisi ekuitas netto ditambah ekuitas bruto
Posisi ekuitas netto dikurangi ekuitas bruto
Perangkat (tool) yang digunakan dalam pengelolaan risiko operasional yang dapat digunakan untuk menekan kerugian operasional adalah sebagai berikut, kecuali
Risk and Control Self Assessment (RCSA)
Loss Event Database (LED)
Inherent Risk Control
Key Risk Indicator (KRI)
Kebijakan kredit tidak terbatas hanya mengatur pemberian kredit biasa yaitu kredit bilateral namun termasuk pula kegiatan
Pembelian surat berharga lain yang diterbitkan oleh nasabah
Penjualan surat berharga lain yang diterbitkan oleh nasabah
Pembelian aktiva tetap
Penjualan Bancassurance
Perbedaan antara Current Ratio dengan Quick Ratio adalah dalam hal
Penentuan faktor pembilang dari ratio
Penentuan faktor penyebut dari ratio
Penentuan faktor pembilang dan penyebut dari ratio
Persediaan tidak masuk dalam perhitungan current ratio
Key Risk Indicator (KRI) adalah salah satu alat yang digunakan dalam manajemen risiko operasional KRI mengamati secara langsung potensi risiko operasional dengan menggunakan
Inherent risk
Kualitas control
Batas limit (Threshold)
Frekuensi dan dampak
Perhitungan capital charge dengan metode standar memililki keterbatasan dalam pengukuran kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar trading book. Beberapa keterbatasan tersebut antara lain
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang undersestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehingga menghasilkan perhitungan yang underestimate pada saat volatilitas yang rendah
Besarnya bobot risiko selalu tetap sehinga menghasilkan perhitungan yang overestimate pada saat volatilitas pasar yang tinggi
Semua benar
Analisis kredit yang perlu dilakukan atas dasar kemampuan cash flow untuk membayar kewajiban pada umumnya, diterapkan pada segmen
Kredit korporasi dan komersial
Kredit mikro dan kredit konsumen
Kredit konsumen dan kredit komersial
Kartu Kredit dan Kredit Konsumen
Dalam bisnis perkreditan bank, sejumlah pihak terlibat dalam proses pemberian kredit. Unit administrasi kredit adalah unit kerja pada segmen perkreditan yang bertugas untuk
Melakukan evaluasi risiko pemberian kredit
Memelihara relationship dengan debitur
Memastikan bahwa seluruh dokumentasi kredit telah lengkap
Melakukan restrukturisasi kredit bermasalah
Dalam perjanjian kredit, berbagai persyaratan yang bersifat mewajibkan debitur harus memenuhi persayaratan tertentu atau melakukan tertentu disebut dengan affirmative covenant. Kondisi berikut yang bukan merupakan kelompok affirmative convenant, adalah
Menyerahkan laporan keuangan dan operasi secara periodik kepada Bank
Memenuhi persyaratan rasio keuangan tertentu
Memelihara modal kerja pada level tertentu
Melakukan merger atau konsolidasi atau mengakuisisi aset dari perusahaan lain
Pada perhitungan kecukupan modal risiko kredit dengan menggunakan Internal Rating Based (IRB) Foundation, terdapat beberapa komponen yang digunakan yaitu Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD) dan Exposure At Default (EAD). Komponen yang disediakan oleh regulator dalam pendekatan tersebut adalah
PD
PD dan LGD
PD dan EAD
LGD dan EAD
Pada perhitungan kecukupan modal risiko kredit dengan menggunakan Internal Rating Based (IRB) Advanced, terdapat beberapa komponen yang digunakan yaitu Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD) dan Exposure At Default (EAD). Komponen yang disediakan oleh regulator dalam pendekatan tersebut adalah
PD
PD dan LGD
PD dan EAD
Tidak ada
Agar bisnis bank dapat dilakukan secara pruden, dilakukan pemisahan tugas (segregation of duty) antara lain fungsi untuk melaksanakan evaluasi risiko (risk assessment), dan pemantauan kualitas kredit. Unit kerja yang dimaksud adalah
Unit audit internal
Unit kepatuhan
Unit administrasi kredit
Unit risiko kredit
Mana dari transaksi perbankan di bawah ini yang dapat memicu terjadinya risiko kredit
Menerbitkan obligasi jangka panjang dengan kupon tetap
Membeli obligasi yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk
Transfer dana nasabah ke bank di luar negeri
Membeli obligasi yang diterbitkan Pemerintah (SUN)
Salah satu cara mengendalikan risiko pasar dalam trading book adalah dengan melakukan Hedging. Contoh transaksi lindung nilai (Hedging) yang dapat digunakan dalam pengendalian risiko pasar adalah sebagai berikut, kecuali
Transaksi Spot
Transaksi Forward
Transaksi Option
Transaksi Swap
Salah satu proses analisa atas kemampuan usaha calon debitur adalah menilai data kinerja keuangan hasil usahanya beberapa tahun ke belakang. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan langkah tersebut adalah sebagai berikut, kecuali
Sebagai dasar untuk penilaian kinerja debitur di masa lalu
Sebagai dasar untuk melakukan proyeksi keuangan kedepan
Sebagai dasar menentukan rating atau kualitas perusahaan debitur
Sebagai dasar untuk menilai karakter debitur
Dalam analisa pemberian kredit, watak atau karakter calon debitut penting untuk diperhatikan. Salah satu cara untuk mengetahui karakter calon debitur antara lain dengan
Melihat kinerja usaha milik debitur
Melakukan trade checking kepada rekanan bisnisnya
Melihat besar fasilitas kredit yang diterima dari bank lain
Menilai strategi usaha dari debitur
Tidak semua data yang ada di perbankan dapat dijadikan Key Risk Indicator (KRI) dalam kaitannya dengan pengelolaan risiko operasional. Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikan data menjadi KRI, yaitu
Data bersifat umum (general)
Data tersebut harus terukur (measurable)
Data yang harus diperoleh dari sumber eksternal (external source)
Data yang bersumber dari regulator
Kebutuhan likuiditas dari suatu bank secara umum harus dapat diidentifikasi dari sumbernya antara lain dari
Penarikan Kredit dan pendapatan bunga bersih (NII)
Penarikan kredit dan penutupan asuransi oleh nasabah
Credit line yang belum terpakai dan standby L/C yang diterbitkan
Credit line yang belum terpakai dan penitipan surat berharga dalam safe deposit box
Seorang nasabah menjual hasil ekspor yang rencananya dibayar oleh rekan dagangnya di Amerika dengan valuta sebesar USD 1 juta, jangka waktu 6 bulan. Nilai tukar USD terhadap rupiah bias berubah dalam kurun waktu tersebut. Untuk menghindari risiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, nasbah tersebut dapat melakukan
Forward beli USD jangka waktu 6 bulan
Forward jual USD jangka waktu 6 bulan
Tidak usah melakukan apa-apa karena USD pasti akan menguat
Menjual call option USD
Dalam analisa risiko likuiditas dengan metode arus kas, poisis kredit modal kerja, karena banyak yang pada saat jatuh tempo diperpanjang, asumsi yang paling sesuai untuk posisi modal kerja adalah
Pada saat jatuh tempo pasti seluruhnya dilunasi
Pada saat jatuh tempo pasti seluruhnya diperpanjang
Ditentukan atas dasar karakteristik nasabah bank atau data historis
Disesuaikan dengan jadwal pembayaran angsuran pokok
Debt Equity Ratio menunjukan porsi hutang dibandingkan dengan equity perusahaan. Apabila debt equity ratio suatu perusahaan membaik, maka
ROE (Return on equity perusahaan) pasti meningkat
ROE (Return on equity perusahaan) pasti menurun
Apabila ROA yang diperoleh tetap, maka ROE akan menurun
Apabila ROA yang diperoleh tetap, maka ROE akan meningkat
Dalam analisa laporan keuangan, berdasarkan analisa Dupont maka ROE dipengaruhi oleh
ROA dan Leverage
ROE (Return on equity perusahaan) pasti menurun
Apabila ROA yang diperoleh tetap, maka ROE akan menurun
Apabila ROA yang diperoleh tetap, maka ROE akan meningkat
Apabila sebagian besar debitur sebuah bank kurang baik dan tidak mempunyai rating external, maka untuk pengukuran kebutuhan modal untuk mengcover risiko kredit, metode yang paling menguntungkan bank dalam jumlah modal yang dibutuhkan adalah
Standardized approach
IRB Foundation
IRB Advance
Advance Measurement Approach (AMA)
Sebuah bank mempunyai beberapa debitur yang tergolong katagori macet. Managemen Bank memutuskan beberapa debitur yang macet dikeluarkan dari neraca bank. Tindakan tersebut dinamakan
Hapus tagih
Pembebasan hutang
Hapus buku
Restrukturisasi
Dalam bisnis perkreditan, agunan perlu diikat secara sempurna. Pengikatan atas agunan yang berupa benda bergerak adalah melalui cara
Fidusia dan hipotik
Gadai dan hak tanggungan
Hak tanggungan saja
Fidusia dan gadai
Beberapa rasio likuiditas yang biasanya digunakan dalam pengukuran risiko likuiditas perbankan antara lain
Current Ratio
Quick Ratio
Debt to Equity Ratio
Loan to Deposit Ratio
Dalam analisis kredit komersial khususnya aspek pemasaran, mana dari aktifitas berikut yang merupakan faktor yang perlu dianalisa secara cermat?
Target market dan teknik produksi
Target market dan biaya produksi
Perkiraan market share dan ketergantungan pada supplier tertentu
Perkiraan market share dan strategi penjualan
Dalam menghitung kebutuhan modal untuk mencover risiko pasar diperlukan eksposur atau posisi trading book. Nilai pasar surat berharga yang digunakan dalam perhitungan risiko umum (general market risk) sesuai ketentuan Bank Indonesia menggunakan
Clean Price
Dirty Price
Closing Price
Semua benar
Apabila pada waktu dilakukan analisa kredit diketahui bahwa terjadi penurunan profit margin perusahaan debitur, maka hal ini dapat disebabkan
Kenaikan volume penjualan, sedang harga penjualan tetap
Kenaikan harga penjualan, sedang volume penjualan tetap
Kenaikan biaya langsung dan tidak langsung
Kenaikan account receivable turnover
Dalam menghadapi kredit bermasalah, dapat dilakukan berbagai cara seperti rescheduling, reconditioning, likuidasi agunan dsb. Cara terbaik menentukan tindakan yang akan dipilih adalah
Rescheduling sedemikian sesuai kemampuan cash perusahaan
Likuidasi agunan secepatnya
Memberikan bunga yang sangat rendah agar cash flow terbantu
Memilih alternatif dimana kerugian bank terkecil
Ciri khas facility rating yang tidak diperlukan oleh sistem financial rating dan customer rating adalah
Membutuhkan data laporan keuangan
Membutuhkan data kualitatif nasabah
Membutuhkan data agunan
Membutuhkan data ratio keuangan
Apabila bank memiliki surat berharga yang penerbitnya masuk kategori kualifikasi dengan sisa jangka waktu 1 (satu) tahun dengan nilai Rp 1 Miliar, berapa beban modal risiko spesifik yang harus dialokasikan bank
Rp 0,-
Rp 10.000.000
Rp 80.000.000
Rp 100.000.000
Apabila bank memiliki surat berharga yang penerbitnya adalah pemerintah dan dengan sisa jangka waktu 1 (satu) tahun dengan nilai Rp 1 Miliar, berapa beban modal risiko spesifik yang harus dialokasikan bank
Rp 0,-
Rp 10.000.000
Rp 80.000.000
Rp 100.000.000
