Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ulangan harian materi teks anekdot

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Pokok-pokok isi anekdot yang tepat, sesuai dengan teks anekdot tersebut adalah ....

a)

Para pejabat negara banyak yang melakukan korupsi sehingga dianggap merampok uang rakyat.

b)

Teks anekdot ini menyindir fenomena begitu banyak pejabat yang melakukan korupsi.

c)

Para perampok justru makin tidak bernyali karena ternyata korbannya para pejabat.

d)

Para perampok makin bernyali saat mengetahui yang dirampok adalah pejabat negara, karena menganggap bahwa para pejabat itu yang merampok uang rakyat (uang mereka).

2.

Makna tersirat dalam teks anekdot tersebut adalah….

a)

Para pejabat negara banyak yang melakukan korupsi sehingga dianggap merampok uang rakyat.

b)

Para pejabat negara tidak takut dengan perampok karena merekalah perampok sesungguhnya.

c)

Pejabat negara selalu menggunakan barang mewah dan mengendarai mobil mewah.

d)

Sebaiknya para pejabat negara lebih berhati-hati ketika melewati jalan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga

3.

Perhatikan struktur anekdot berikut!

1) Koda

2) Krisis

3) Abstraksi

4) Reaksi

5) Orientasi

Urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah….

a)

3-5-4-2-1

b)

3-5-2-4-1

c)

3-4-5-2-1

d)

3-2-4-5-1

4.

Orientasi pada teks anekdot tersebut adalah kalimat….

a)

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberi kuliah hukum pidana.

b)

Seorang mahasiswa bernama Ali mengajukan pertanyaan saat tiba sesi tanya jawab

c)

KUHP diplesetkan menjadi “Kasih Uang Habis Perkara”

d)

Gelak tawa mereda. Kelas kembali berlangsung normal.

5.

Bagian krisis pada teks anekdot tersebut adalah.…

a)

Seorang dosen memberikan kuliah hukum pidana

b)

Suasana kelas biasa-biasa saja

c)

KUHP diplesetkan menjadi “Kasih Uang Habis Perkara”

d)

Mahasiswa tercengang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelangkan kepala

6.

Unsur kebahasaan penggunaan kalimat perintah dalam teks tersebut adalah….

a)

“Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,”

b)

Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”

c)

Semua mahasiswa di kelas itu tercengang. Mereka berpandang-pandangan. Lalu, mereka tertawa terbahak-bahak.

d)

Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad.

7.

Apa pengertian dari teks anekdot?

a)

Teks yang berupa karangan tidak nyata atau fiksi, biasanya menceritakan kisah yang sudah memiliki alur dan tahapan waktu berdasarkan keinginan sang penulis.

b)

Teks yang berisi cerita singkat dan lucu, dengan tujuan menyampaikan kritik atau sindiran halus kepada tokoh publik atau orang terkenal.

c)

Teks yang berisi tentang informasi atau laporan secara umum suatu objek berdasarkan pengamatan.

d)

Teks yang berbentuk karangan yang bersifat memaparkan kejadian atau informasi dan pengetahuan secara singkat, padat dan akurat.

8.

Unsur kebahasaan teks anekdot adalah ....

a)

Kata kerja aksi, kalimat retorika, kalimat seru

b)

Kalimat seru, kata adjektiva, penggunaan konjungsi

c)

Kata kerja, kata nomina, kata adjektiva

d)

Kalimat perintah, kalimat peristiwa, kalimat tanya

9.

Bagian cara penulis atau tokoh cerita menyelesaikan masalah pada bagian krisis dalam struktur teks anekdot disebut….

a)

Orientasi

b)

Reaksi

c)

Koda

d)

Abstraksi

10.

Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk….

a)

Memperbanyak masalah

b)

Mempertahankan bangsa agar berpegang teguh terhadap pancasila

c)

Memperoleh ilmu pengetahuan

d)

Menyampaikan kritik terhadap persoalan yang sedang di hadapi melalui sindiran

11.

kalimat retoris adalah

a)

kalimat yang tidak memerlukan jawaban

b)

kalimat yang tidak mengandung unsur perintah

c)

kalimat yang hanya menggunakan konjungsi

d)

kalimat yang perlu menggunakan jawaban

e)

kalimat yang mengandung unsur tanya

12.

Berikut yang termasuk struktur teks anekdot adalah ...

a)

Abstrak, orientasi, krisis, reaksi dan koda

b)

Abstrak, orientasi, aksi, krisis dan koda

c)

Abstrak, orientasi, reaksi, krisis dan kode

d)

Abstrak, orientasi, aksi, krisis dan koda

e)

Abstrak, organisasi, aksi, krisis, dan koda

13.

Perbedaan anekdot dengan cerpen terletak pada ...

a)

kelucuannya

b)

pelakunya

c)

alurnya

d)

bentuknya

e)

temanya

14.

Salah satu kaidah dalam cerita anekdot adalah penggunaan waktu lampau. berikut yang termasuk penggunaan waktu lampau adalah ...

a)

Pada suatu waktu ada seorang raja bermimpi

b)

Sekaranglah saatnya belajar membuat anekdot

c)

Besok ramai-ramai mereka berdemo

d)

Mengapa semua terjadi?

e)

Anekdot memang perlu dibaca agar memberi nilai tambah

15.

Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...

a)

Kelucuan dan nilai didiknya

b)

Pelaku dan alurnya

c)

Panjang cerita dan bagusnya

d)

Gaya bercerita

e)

Model tulisannya

16.

Bacalah kalimat berikut!


Seorang pengusaha kaya berkunjung ke rumah temannya, sesama bisnisman sukses. Alangkah terkejutnya saat dia mendapatkan sang kawan sedang ngepel lantai rumahnya.


Konjungsi yang terdapat dalam kalimat tersebut adalah ...

a)

Pengusaha

b)

Berkunjung

c)

Alangkah

d)

Mendapatkan

e)

Sedang

17.

Bacalah kalimat berikut!


Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.


Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...

a)

Suatu hari

b)

Asyik

c)

Mengobrol

d)

Warung kopi

e)

Berkendara

18.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.

Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.

Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)

Sopir : "Itu jelas salahmu!"

Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)

Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"


Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah ...

a)

Budi

b)

Sopir

c)

Seseorang

d)

Mobil

e)

Orang sial

19.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.

Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.

Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)

Sopir : "Itu jelas salahmu!"

Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)

Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"


Bagian dari cerita tersebut yang merupakan latar adalah ...

a)

Garasi

b)

Mobil

c)

Tempat parkir umum

d)

Jalan raya

e)

Rumah seseorang

20.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.

Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.

Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)

Sopir : "Itu jelas salahmu!"

Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)

Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"


Nilai didik pada kutipan anekdot tersebut adalah ...

a)

Emosi harus terkendali saat menghadapi persoalan

b)

Jangan lekas marah kepada orang lain jika belum tahu persoalan yang sebenarnya

c)

Semua orang tidak boleh marah

d)

Seorang sopir yang marah

e)

Budi seorang pemarah

21.

Odah : "Mas Onyod! Hati-hati, jangan kebut-kebutan ah! sering-sering direm, Mas! Aku takut nih, Mas ngebut banget!"


Dalam penggalan teks anekdot tersebut, terdapat kaidah kebahasaan yaitu ...

a)

Menggunakan waktu lampau

b)

Menggunakan pertanyaan retorik

c)

Menggunakan kata kerja pasif

d)

Menggunakan kata kerja aktif

e)

Menggunakan kalimat perintah

22.

Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.

"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"

tanya Andi kepada petugas.

"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.

"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.


Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...

a)

Andi kehilangan sepeda motor

b)

Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian

c)

Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan

d)

Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi

e)

Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati

23.

Suatu hari Jarwo dan Jono tengah asyik mengobrol di warung kopi. Mereka berdua mengobrol tentang perilaku berkendara motor di Indonesia.


Kata yang termasuk kata kerja aksi adalah ...

a)

Suatu hari

b)

Asyik

c)

Mengobrol

d)

Warung kopi

e)

Berkendara

24.

Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.

"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"

tanya Andi kepada petugas.

"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.

"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.


Sindiran yang terdapat dalam anekdot tersebut adalah ...

a)

Tempat parkir menjadi pusat pencurian sepeda motor

b)

Hendaknya menjaga keamanan barangnya sendiri-sendiri

c)

Petugas kepolisian seharusnya tidak melakukan pungutan liar dalam melayani masyarakat

d)

Ucapan terimakasih sangat berarti bagi petugas

e)

Kehilangan motor merupakan pengalaman yang berharga

25.

Tikus berekor panjang memang ganas, ... lebih ganas tikus berdasi.


Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kalimat tersebut adalah ...

a)

Sedangkan

b)

Lalu

c)

Tetapi

d)

Dan

e)

Kemudian

26.

Bacalah teks anekdot berikut ini

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Pada anekdot tersebut, kalimat yang menunjukkan koda adalah …

a)

Tiba-tiba seorang anak berkomentar.

b)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi

27.

Bacalah susunan teks anekdot berikut ini dengan saksama!

(1) “Kita sudah memenuhi permintaanmu.” kata editor itu memberitahu si pengarang.

(2) Artikel itu disertai dengan sepucuk surat dari pengarangnya : “Atur saja pemberian tanda bacanya dengan benar dan terbitkan seluruh ceritanya.”

(3) “Tapi di waktu yang akan datang, silakan kirimkan saja pemberian tanda bacanya. Lalu kita terkenal karena menulis artikel kita sendiri.”

(4) Gondolin, seorang penerbit dan editor yang terkenal dari harian Italia IL Mesagero, menerima sebuah artikel yang agak buruk dari seorang temannya yang sekaligus seorang politikus.

Susunlah kalimat-kalimat di atas menjadi teks anekdot yang padu....

a)

(4)-(1)-(2)-(3)

b)

(4)-(3)-(1)-(2)

c)

(4)-(2)-(3)-(1)

d)

(4)-(2)-(1)-(3)

e)

(4)-(3)-(2)-(1)

28.

1. Bacalah teks berikut!

Cuma Takut Tiga Roda

(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara.

(2) Pembicaraan bertopik isu terhangat.

(3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.

(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

(5)“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.

(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini.

(7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”

Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor

a)

(1) dan (2)

b)

(1) dan (3)

c)

(2) dan (3)

d)

(3) dan (4)

e)

(4) dan (5)

29.

Bacalah kutipan teks anekdot tersebut!

Malik : “Tuan Abdul, saya sudah cari kemana-mana tetapi saya tidak menemukan kambing yang punya taduk sejengkal manusia.”

Abdul : “Bagaimana kalau kita membuat sayembara, cepat buat pengumuman keseluruh negeri bahwa kita membutuhkan seekor kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia untuk disembelih.

Abstraksi yang tepat untuk kutipan teks anekdot di atas adalah…

a)

Pada suatu hari Tuan Malik mencari kambing yang sudah seminggu menghilang.

b)

Tuan Abdul membuat sayembara perihal pencarian kambing.

c)

Akhirnya kambing itu ditemukan.

d)

Tuan malik tidak mencari kambing yang punya tanduk sejangkal manusia.

e)

Kemudian Tuan malik dan tuan Abdul bersepakat membuat sayembara untuk mencari kambing yang memiliki tanduk sejengkal manusia.

30.

Bacalah kutipan paragraf berikut!

Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak ...!”

Kutipan paragraf diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....

a)

abstraksi

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda

31.

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana.

Kutipan kalimat diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....

a)

koda

b)

krisis

c)

reaksi

d)

orientasi

e)

abstraksi

32.

Bacalah kutipan paragraf berikut!

Saat sesi tanya jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen. “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak ...!”

Kutipan paragraf diatas merupakan salah satu bagian dari struktur teks anekdot, yaitu....

a)

abstraksi

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda

33.

Pada kalimat, “mahasiswa tercenggang dan tertawa, sedangkan dosen menggeleng-gelengkan kepala”,

kalimat di atas termasuk struktur teks bagian....

a)

abstraksi

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda

34.

Perhatikan teks anekdot berikut!

Seorang tua tengah menggembalakan keledainya dipadang rumput, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan beberapa tentara musuh. “Cepat larinya,” teriak si Tua itu si keledai, “Jangan sampai mereka menangkap kita.” Tetapi si keledai tetap kalem berjalan. “Katakan,” ujar si keledai, “Jika jatuh ke tangan musuh apa aku harus membawa beban dobel?” “Kukira tidak,” jawab si Tua. “Lalu apa peduliku dengan siapa yang akan ku layani? Toh bebanku sama saja.” Si Tua pun berlari meninggalkan keledai.

Konjungsi yang digunakan pada teks tersebut adalah….

a)

Tetapi dan sedangkan

b)

Sedangkan dan tiba-tiba

c)

Tetapi dan namun

d)

Tiba-tiba dan meskipun

e)

lalu dan meskipun

35.

1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!

…

Suatu ketika si Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kanannya. Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas.


Abstraksi yang tepat untuk teks di atas adalah...

a)

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih.

b)

“Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?” “Tidak tahu.

c)

Diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi.

d)

Pada suatu hari Zuki sedang berlibur.

e)

Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.

36.

Bacalah penggalan teks anekdot berikut!

Pada suatu hari, Onyod si Tukang Becak berniat membeli makan siangnya selepas mengayuh becaknya selama setengah hari. Tibalah ia disebuah rumah makan sederhana milik Odah.

Kalimat ke dua pada penggalan anekdot di atas tergolong ke dalam bagian…

a)

abstraksi

b)

orientasi

c)

koda

d)

krisis

e)

reaksi

37.

1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!

(1) “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok”, tegas petugas itu. (2) Dengan sigap Azam menjawab, “Oh…, maaf terjatuh.” (3) Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. (4)Petugas itu hanya terbelalak keheranan. (5)Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.

Koda yang terdapat pada paragraf di atas adalah...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

38.

1. Bacalah teks berikut!

(1) Suatu hari, saat Abdurahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI, ada pembicaraan serius yang dilakukan seusai menghadiri sebuah rapat di istana Negara. (2) Pembicaraan bertopik isu terhangat. (3) Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu sedang melanda kota Jakarta.

(4) Gusdur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

(5) “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta, Pak?” tanya seorang menterinya.

(6) “Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. (7) Padahal kan, nyamuk sini cuma takut sama tiga roda.”

Krisis yang terdapat pada teks anekdot ditunjukan dengan nomor…

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

e)

7

39.

Bacalah teks anekdot tersebut!

Kisah Pemulung

Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.

Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”

Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”

Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”

Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”

Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”

Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”

Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.

Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...

a)

Masih banyak orang miskin di sekitar kita!

b)

Pemulung dilarang masuk!

c)

Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.

d)

Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.

e)

Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.

40.

1. Bacalah penggalan teks anekdot berikut!

Rokok

Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin menunggu bus. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu bus kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai percakapan.

“Haduh... tebal dan jorok sekali asap bus Mayasari Bakti.”

Lalu buruh pabrik itu merespon pernyataan Andi, “Iya nih.. Asap kopaja juga tebal.” Lalu Andi membalas.

“Bagaimana tanggapan Anda jika melihat orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu?”

Abstraksi yang tepat untuk teks anekdot di atas adalah...

a)

Suatu hari banyak sekali penumpang menunggu bus di halte.

b)

Suatu hari, Andi sedang menunggu bus di terminal.

c)

Ketika itu, Andi sedang menunggu seorang buruh pabrik di stasiun.

d)

Andi pergi meninggalkan buruk pabrik itu di halte.

e)

“Haduh tebal sekali asap kopaja itu!”

41.

Perhatikan kalimat berikut!

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur.

Kalimat tersebut termasuk struktur teks anekdot bagian….

a)

abstraksi

b)

orientasi

c)

krisis

d)

reaksi

e)

koda

42.

1. Bacalah teks di bawah ini dengan cermat!

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai. “Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”.Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam. Kapalnya selamat setelah dia membuang semua muatannya dengan bersusah payah .kejadiaan tersebut mengingatkan padanya kalau dia seorang ‘pelaut ulung’. Badailah yang membuatnya ulung. Pikirannya kembali kepada keluarganya.“Bagaimana kalau istri dan anakku yang kubuang? Apakah saya akan memperoleh ketenangan dan merasakan kebahagiaan?” ujar si pelaut. Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

Kalimat yang menunjukkan abstraksi adalah…

a)

Seorang pelaut berdiri di atas kapal melihat keindahan laut yang tenang dan damai

b)

“Seandainya keadaan keluargaku seperti ini pasti kebahagiaan yang ada”

c)

Tetapi kemudian badai ganas menghadang hingga kapalnya oleng hampir tenggelam.

d)

Badailah yang membuatnya ulung

e)

Si pelaut tersenyum-senyum memikirkan istri dan anaknya.

43.

1. Bacalah teks berikut ini!

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Kalimat yang menunjukkan krisis adalah…

a)

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas.

b)

“Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya.

c)

Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto.

d)

”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”

e)

Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

44.

Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya!

1. Bu guru pun tersenyum

2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.

a)

1-2-3-4-5-6

b)

1-2-4-5-3-6

c)

2-4-5-3-6-1

d)

2-4-3-5-1-6

e)

3-2-1-4-5-6

45.

Bacalah teks di bawah ini!

Seorang ayah mengajari anaknya berenang.

“Aku tidak mau, Aku malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak. “Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak”, jawab ayahnya. Sang anak gembira. Setelah beberapa hari latihan renang itu, sang ayah tampak bersedih sementara sang anak tampak gembira. “Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?” tanyanya. “Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak!”

Kalimat manakah yang menunjukkan orientasi?

a)

Seorang ayah mengajari anaknya berenang

b)

Aku tidak mau, Aku malu karena tidak bisa berenang ayah”, kata sang anak.

c)

Ayah akan ajari dari gaya tersulit sampai termudah Nak

d)

Terimakasih yah, akhirnya ayah dapat mengajari gaya berenang yang paling aku kuasai, tapi kenapa ayah bersedih?

e)

Yang kamu kuasai itu gaya batu, Nak

46.

Berikut ini , yang termasuk teks anekdot adalah….

a)

Harimau (Panthera tigris) digolongkan ke dalam mamalia, yaitu binatang yang menyusui. “Kucing besar”itu adalah hewan pemangsa dan pemakan daging. Harimau dapat mencapai tinggi 1,5 meter, panjang 3,3 meter, dan berat 300 kilogram. Bulunya berwarna putih dan cokelat keemasan-emasan dengan belang atau loreng berwarna hitam

b)

Saudara-saudara yang saya hormati, Beberapa hari yang lalu, masyarakat sedang merayakan pesta demokrasi—memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.Saya berharap, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden, kita harus berlapang dada untuk menerima segala kebijakannya.

c)

Pernahkah Anda membuat SIM, misalnya SIM C? Mengurus SIM tentu memerlukan waktu dan biaya. Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengurus SIM C dengan jalan yang benar.

d)

Perdagangan bebas yang diusung oleh sebuah negara dipastikan dapat menguntungkan atau merugikan negara yang bersangkutan. Dampak negatif kebijakan politik negara di sektor ekonomi ini mudah kita temukan di Indonesia.

e)

Ibu-ibu sedang kerja bakti membersihkan jalan desa pada pagi hari. Suasana terkesan ramai, obrolan seputar harga, gosip, dan anak. “Wah, bulan ini banyak pangeluaran. Anak saya masuk kuliah dan adiknya masuk SMA,” kata Bu Tini “Semua ternak saya, saya sekolahkan Bu biar pintar” sambung Bu Tini “He..he..he” tawa Bu Romlah renyah Mereka pun melanjutkan membersihkan rumput di kanan dan kiri

47.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut!

Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.

Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”

Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”

Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.


Teks anekdot di atas mengandung sindiran yang ditujukan kepada….

a)

generasi muda saat ini

b)

hukum di Indonesia

c)

rakyat Indonesia

d)

para pencuri

e)

penjara di Indonesia

48.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut!

Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.

Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”

Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”

Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.


Peristiwa yang terjadi pada teks anekdot di atas adalah….

a)

Seorang pemuda menghukum seorang koruptor

b)

Seorang hakim memberi hukuman pada pemuda yang korupsi

c)

Seorang pemuda memberikan saran pada hakim untuk menghukum para koruptor

d)

Seorang hakim memutuskan hukuman pada seorang pemuda yang mencuri sandal

e)

Seorang koruptor dapat menyuap hakim agar kasusnya dimudahkan

49.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut!

Hari persidangan telah tiba, Arya duduk di kursi tersangka dengan wajah tertunduk.

Hakim berkata, “Baiklah, Arya, umur 24 tahun, telah terbukti telah mencuri sandal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini anda dihukum selama 5 tahun penjara.”

Arya kaget mendengar keputusan hakim, “Lho, Pak, ini tidak adil, mengapa hukuman saya jauh lebih berat dibandingkan dengan para koruptor?”

Kemudian hakim memberikan penjelasan kepada Arya, bahwa ia mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah, sedangkan para koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia. Jika dihitung, koruptor hanya merugikan 10 rupiah saja setiap orang. Jadi kerugian akibat tindakan yang dilakukan oleh Arya lebih besar daripada tindakan yang dilakukan oleh para koruptor.


Sindiran yang terdapat pada teks anekdot di atas adalah….

a)

Seoranng pencuri harus bersikap sopan pada hakim

b)

Seorang hakim pandai membuat alasan logis yang dapat meringankan hukuman koruptor

c)

Seorang koruptor tidak pernah dihukum atas kesalahan yang diperbuatnya

d)

Pencuri sandal memang perlu dihukum lebih berat dari koruptor

e)

Hukum di Indonesia banyak diwarnai oleh kasus pencurian dan korupsi

50.

Bacalah kutipan teks anekdot berikut!

Menyadari kekonyolan pertanyaan itu, muka mahasiswa tersebut berubah menjadi merah. Mesin SPBU menunjukkan angka 20.000. Si mahasiswa segera membayar dan pergi dengan perasaan malu.

Orientasi yang tepat untuk cuplikan teks anekdot di atas adalah….

a)

Seorang mahasiswa yang membeli bensin ikut mengantre dan berada di urutan belakang.

b)

Muka mahasiswa itu berubah merah.

c)

SPBU di siang hari sangat ramai dan membuat antrean panjang.

d)

Si mahasiswa segera membayar dan pergi dari SPBU.

e)

Suatu hari seorang mahasiswa sedang berlatih mengemudi.