NEW
Font size
WorksheetsMR Level 1 (Day 1) #a
Total questions: 30
Worksheet time: 23mins
Pemberian pembiayaan yang dilakukan dengan cara Asset Conversion Lending, Asset Protection Lending, Cash flow Lending termasuk jenis pembiayaan berdasarkan :
Jenis aktiva
Tujuan pembiayaan
Jenis dana yang diberikan
Jenis valuta pembiayaan
Pembiayaan yang diberikan berdasarkan tujuan pembiayaan yaitu :
Asset Conversion Lending, Asset Protection Lending, Cash flow Lending
Pembiayaan investasi dan modal kerja
Pembiayaan produktif dan pembiayaan konsumtif
Pembiayaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang
Contoh dari jenis pembiayaan yang tidak langsung ditarik dalam bentuk tunai tetapi didalamnya telah terkandung adanya suatu kesanggupan untuk melakukan pembayaran di kemudian hari adalah sebagai berikut, kecuali :
Fasilitas kafalah-bank garansi
Fasilitas wakalah-pembukaan Letter of Credit
Fasilitas SKBDN
Fasilitas wakalah Bank Garansi
Risiko kredit dapat mencakup hal dibawah ini kecuali:
akibat kegagalan pembayaran debitur
akibat kegagalan pihak lawan (counterparty credit risk)
akibat kegagalan proses pembayaran (settlement risk)
Akibat Pemberitaan di Media Masa
Risiko akibat Bank ikut menanggung kerugian usaha nasabah yang dibiayai dalam pembiayaan berbasis bagi hasil baik yang menggunakan metode net revenue sharing maupun yang menggunakan metode profit and loss sharing disebut :
Risiko kredit
Risiko bagi hasil
Risiko investasi
Risiko sahibul mal
Suatu alat untuk memeringkat creditworthiness (kelayakan kredit) calon nasabah disebut :
financial rating
customer rating
default rating
credit/financing rating
Kebutuhan modal untuk menutup risiko kredit dapat ditentukan berdasarkan ketentuan regulator yang disebut :
Economic capital
Regulatory capital
Base capital
Paid up capital
Kebutuhan modal untuk menutup risiko kredit dapat ditentukan berdasarkan model yang dibuat bank disebut :
Economic capital
Regulatory capital
Base capital
paid up capital
Pengukuran regulatory capital untuk risiko kredit menggunakan metoda yaitu :
Standardized Approach
Advanced Measurement approach
Basic Indicator Approach
Internal approach
Perubahan faktor-faktor pasar yang menyebabkan terjadinya risiko pasar pada Bank adalah perubahan pada:
Suku bunga, nilai tukar, harga sukuk dan harga pasar jaminan
Pasar uang, pasar modal dan pasar derivatif
Suku bunga, nilai tukar, nilai saham dan nilai komoditas
Harga bahan baku dan harga property
Yang dimaksud dengan banking book adalah:
Aktivitas yang dilaksanakan bank dalam mendapatkan keuntungan dari selisih harga instrumen keuangan dalam jangka pendek
Aktivitas yang dilaksanakan bank dalam menjalankan fungsi intermediari keuangan, seperti penghimpunan dana dan penyaluran dana
Aktivitas pembelian sukuk dengan tujuan akan dijual kembali dalam jangka pendek
Aktivitas pembelian mata uang asing dengan tujuan mendapatkan keuntungan jangka pendek
Bank akan memperoleh laba apabila nilai tukar valas naik. Pernyataan tersebut dianggap benar apabila bank berada pada posisi
Short
Long
Square
Short dan Long
Risiko benchmark suku bunga pada banking book adalah :
Potensi penurunan net imbalan (net interest income) akibat perubahan suku bunga pasar
Potensi penurunan pendapatan bank dari transaksi valuta asing
Potensi kerugian pendapatan bank akibat transaksi trading book
Potensi kerugian pendapatan bank akibat penurunan rating surat berharga
Tujuan pengukuran risiko pasar adalah :
a. Untuk mengetahui profil risiko pasar bank
b. Untuk menetapkan kecukupan modal minimum
c. Untuk memantau eksposur risiko pasar bank
Jawaban a,b,c BENAR semua
Risiko imbal hasil merupakan risiko unik dan spesifik Bank Syariah yang disebabkan oleh:
Akad jual beli yang digunakan Bank Syariah
Prinsip bagi hasil yang diterapkan Bank Syariah
Akad wadiah yang diterapkan pada produk pendanaan
Akad murabahah yang diterapkan pada produk pembiayaan
Perubahan tingkat imbal hasil dapat mempengaruhi perilaku nasabah dana pihak ketiga bank dalam hal :
Ketika realisasi tingkat bagi hasil dibawah ekspektasi tingkat bagi hasil
Ketika realisasi tingkat bagi hasil diatas ekspektasi tingkat bagi hasil
Ketika Bank Syariah memiliki portofolio pembiayaan dengan akad murabahah
Ketika Bank Syariah tidak dapat memberi kepastian atas imbal hasil yang akan diberikan
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko imbal hasil pada Bank Syariah diantaranya adalah :
Besarnya margin yang ditetapkan pada penyaluran dana
Tingkat risiko operasional Bank Syariah
Fluktuasi tingkat pendapatan Bank dari penyaluran dana
Jenis industri yang dimasuki bank pada penyaluran dana
Tingkat pendapatan Bank Syariah dapat berfluktuasi dalam kondisi :
Bank memiliki eksposur pembiayaan yang besar dengan akad jual beli
Bank memiliki eksposur pembiayaan yang besar dengan akad bagi hasil
Bank memiliki eksposur pembiayaan yang besar pada segmen korporasi
Bank memiliki eksposur pendanaan dengan akad bagi hasil
Bank syariah dapat terekspose displace commercial risk, yang antara lain disebabkan oleh :
Bank tidak memberikan imbal hasil sesuai diperjanjikan
Bank dalam tekanan untuk memberikan imbal hasil yang lebih tinggi
Turunnya tingkat kepercayaan nasabah kepada bank
Bank tidak memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah
Dalam melakukan identifikasi risiko likuiditas , bank wajib mengidentifikasi :
Seluruh eksposur risiko likuiditas saat ini dan tahun-tahun sebelumnya
Seluruh eksposur risiko likuiditas saat ini
Seluruh eksposur risiko risiko likuiditas saat ini dan potensi di masa mendatang
Seluruh eksposur risiko likuiditas saat ini dan seminggu ke depan
Sumber risiko likuiditas yang dapat mempengaruhi cash flow bank terdapat pada posisi :
Aset dan kewajiban
Kewajiban, asset, dan laba rugi
Aset, kewajiban, laba rugi, dan rekening administratif
Kewajiban, aset, dan rekening administratif
Aset likuid yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas secara segera yaitu :
Sukuk, kas, penempatan pada BI, kelebihan giro wajib minimum
Kas, penempatan pada BI, giro wajib minimum, penempatan pada bank lain
Sukuk, penempatan pada bank lain, kas, kelebihan giro wajib minimum
Kas, sukuk, penempatan pada BI, giro wajib minimum
Identifikasi risiko likuiditas pasar dilakukan dengan mengidentifikasi parameter :
Ketersediaan instrument keuangan di pasar uang antar bank
Ketersediaan dana atas instrument yang dipasarkan
Ketersediaan dana di pasar uang antar bank
Ketersediaan dana dan instrument yang dipasarkan
Memantau risiko likuiditas atas struktur pendanaan bank adalah sebagai berikut, kecuali :
Komposisi dana masyarakat
Komposisi simpanan berjangka
Komposisi modal bank
Perkembangan DPK bank
Akibat dari perkembangan transaksi perbankan yang semakin kompleks dan proses globalisasi serta penggunaan e-commerce yang semakin intens, maka perbankan akan menghadapi :
Risiko pasar yang baru
Risiko likuditas yang baru
Risiko operasional yang semakin variatif
Risiko kredit yang semakin variatif
Kesalahan dalam melakukan verifikasi identitas calon nasabah pada saat pembukaan rekening, adalah salah satu contoh :
Kegagalan proses internal
Kegagalan proses rekruitmen
Kegagalan system
Akibat kejadian eksternal
Dalam setiap langkah proses internal selalu muncul potensi terjadi risiko operasional. Terlebih dengan dampak persaingan usaha sehingga muncul beberapa kompromi terhadap penyimpangan persyaratan dll. Hal tersebut dapat dicegah dengan :
Urut-urutan kerja dengan tahapan proses yang jelas
Mematuhi ketentuan internal dan eksternal
Penerapan dual control
Semua benar
Pada akhirnya manusia adalah faktor utama penyebab terjadinya kerugian operasional bank. Pada kondisi dimana masih adanya keterbatasan pemahaman dari manusia terhadap operasional bank, maka prioritas yang harus dilakukan adalah :
Kontrol yang ketat
Perubahan struktur organisasi
Perbaikan kualitas pelatihan
Perbaikan remunerasi
Ketergantungan bank terhadap teknologi informasi adalah salah satu sumber utama risiko operasional. Saat ini hampir semua transaksi perbankan tidak terlepas dari teknologi. Dibawah ini adalah contoh kejadian yang berhubungan dengan teknologi, kecuali :
Off line yang cukup lama
Kesalahan bayar
Pemeliharaan system
Permasalah jaringan telepon
Pembiayaan bank berdasarkan jenisnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut,kecuali :
Jenis aktiva
Tujuan pembiayaan
Jenis jaminan
Jenis akad
