wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MR-1 pemantapan (50)

Total questions: 50

Worksheet time: 49mins

Name
Class
Date
1.

Berikut ini adalah pernyataan yang tepat terkait pembiayaan dengan akad mudharabah kecuali :

a)

Pada pembiayaan bagi hasil apabila usaha nasabah mengalami kebangkrutan, maka jumlah pokok pembiayaan yang diberikan Bank kepada nasabah tidak akan diperoleh kembali kecuali disebabkan oleh kelalaian nasabah

b)

Kerugian finansial yang dialami bank sesuai dengan porsi pembiayaan

c)

Jaminan pada pembiayaan mudharabahhanya dapat dicairkan apabila mudharib terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad

d)

Pada pembiayaan mudharabah, Bank diperbolehkan menerima jaminan

2.

Berikut ini karakteristik pembiayaan retail :

a)

Bersifat massal dan sedikit kompleks

b)

Proses pembiayaan sederhana dan dapat menggunakan perangkat scoring untuk membantu pengambilan keputusan yang cepat

c)

Kredit atas dasar agunan yang berarti limit pembiayaan cukup dihitung berdasarkan persentase tertentu dari agunan

d)

Agunan utama adalah rumah

3.

Potensi risiko pada pembiayaan berdasarkan akad Istishna’ adalah :

a)

Risiko yang timbul karena penjual tidak menepati janji kepada bank untuk menyelesaikan proyek sesuai yang telah diperjanjikan bersama di mana kontrak dapat dibatalkan secara sepihak

b)

Performance risk di mana penjual gagal menyelesaikan kewajiban seperti yang telah diperjanjikan bersama

c)

Risiko rusaknya barang yang dibeli oleh nasabah

d)

Risiko bank tidak dapat menjual kembali barang yang sudah dipesan

4.

Risiko yang unik yang terdapat dalam pembiayaan berdasarkan akad Salam adalah :

a)

Risiko kemungkinan bisnis penjual mengalami kegagalan

b)

Risiko kemungkinan nasabah dalam hal ini sebagai penjual, gagal dalam membayar cicilan pokok pembiayaan dan margin yang telah ditetapkan di awal

c)

Risiko kemungkinan nasabah dalam hal ini sebagai penjual, gagal menyerahkan barang yang sudah dipesan sesuai yang telah diperjanjikan bersama

d)

Risiko kemungkinan penjual tidak menepati janji kepada bank untuk menyelesaikan proyek sesuai yang telah diperjanjikan bersama

5.

Pembiayaan dalam bentuk pinjaman dana kepada nasabah dengan ketentuan bahwa nasabah wajib mengembalikan dana yang diterimanya pada waktu yang telah disepakati disebut :

a)

Sarf

b)

Rahn

c)

Qard

d)

Hawalah

6.

Sesuai ketentuan OJK,  penilaian kualitas Pembiayaan ditetapkan berdasarkan faktor-faktor :

a)

prospek usaha,  kinerja (performance) nasabah,  kemampuan membayar

b)

Prospek vendor, kinerja (performance ) nasabah, kemampuan mencicil

c)

Prospek usaha, kinerja vendor, kemampuan mencicil

d)

Prospek cerah, kinerja vendor, kemampuab membayar

7.

Dibawah ini adalah upaya bank menyelamatkan pembiayaan yang bermasalah melalui :

a)

Restrukturisasi, likuidasi agunan, litigasi, asset disposal

b)

Restrukturisasi, likuidasi agunan

c)

Restrukturisasi, rescheduling, reconditioning

d)

a.       Restrukturisasi, litigasi, dan asset disposal

8.

Dalam setiap akad pembiayaan ada yg berkaitan dengan equity investment risk dimana bank ikut menanggung kerugian usaha nasabah yg dibiayai dalam pembiayaan berbasis profit and loss sharing, sebutkan akad yang merupakan kategori equity investment risk :

a)

Murabahah dan Musyarakah

b)

Salam dan Istishna

c)

Ijarah dan IMBT

d)

Mudharabah dan Musyarakah

9.

Perbedaan mendasar antara akad salam dan istisna adalah BAHWA AKAD SALAM :

a)

Pembayaran pembiayaan dilaksanakan di akhir pada saat barang jadi

b)

Pembayaran pembiayaan dilaksanakan secara bertahap pada saat barang diproduksi

c)

Pembayaran pembiayaan dilaksanakan 100% dimuka sebelum barang jadi

d)

Pembayaran pembiayaan dengan jaminan 100% cash collateral

10.

Risiko benchmark suku bunga pada banking book adalah :

a)

Potensi penurunan net imbalan (net interest income) akibat perubahan suku bunga pasar

b)

Potensi penurunan pendapatan bank dari transaksi valuta asing

c)

Potensi kerugian pendapatan bank akibat transaksi trading book

d)

Potensi kerugian pendapatan bank akibat penurunan rating surat berharga

11.

Bank membeli sukuk jangka waktu 10 tahun dengan margin 12%, sementara funding adalah deposito jangka pendek.  Pada saat suku bunga naik maka :

a)

Bank berpotensi untung dari perubahan harga sukuk

b)

Bank berpotensi merugi dari perubahan harga sukuk

c)

Harga sukuk tidak mengalami perubahan

d)

Nilai tukar tidak mengalami perubahan

12.

Dalam penyaluran pembiayaan menggunakan akad jual beli Salam, potensi risiko pasar yang terdapat pada Bank diantaranya adalah pada saat :

a)

Nasabah mengakhiri sewa sebelum selesai kontrak sewa berakhir

b)

Barang yang diperjualbelikan masih ada pada buku bank dan terkena risiko komoditas

c)

Terdapat kenakan bahan baku pada barang pesanan sehingga supplier mengalami kerugian

d)

Nasabah tidak dapat membayar pokok dan margin

13.

Seluruh posisi instrumen keuangan dalam neraca (on balance sheet) dan atau rekening administratif (off balance sheet) serta transaksi derivatif merupakan definisi dari :

a)

Trading account

b)

Trading book

c)

Banking book

d)

Market to market

14.

Bank terekspose risiko nilai tukar pada kondisi Bank memiliki FX gap atau posisi terbuka. Yang dimaksud dengan FX gap atau posisi FX adalah :

a)

Selisih FX antara aset dan liability

b)

Selisih suku bunga antara aset dan liability

c)

Nilai FX pada aset lebih tinggi daripada nilai FX pada liability

d)

Nilai FX pada aset lebih rendah daripada nilai FX pada liability

15.

Salah satu mitigasi risiko imbal hasil yang dapat dilakukan Bank Syariah :

a)

Tidak menerapkan akad bagi hasil pada produk-produk pembiayaan

b)

Tidak menerapkan akad bagi hasil pada produk-produk pendanaan

c)

Mengelola gap antara realisasi dan ekspektasi bagi hasil nasabah

d)

Menerima hanya nasabah nasabah pendanaan yang kecil agar stabil

16.

Nasabah yang sensitive terhadap pricing atau yang disebut dengan Non Core Deposit (Non Deposan Inti)  pada umumnya adalah:

a)

Nasabah besar dengan nilai saldo diatas Rp 2 milyar

b)

Nasabah kecil dengan nilai saldo dibawah Rp 2 milyar

c)

Nasabah – nasabah korporasi

d)

Nasabah – nasabah retail

17.

Kenaikan benchmark imbal hasil/ bunga yang diberikan oleh Bank lain/ Bank Syariah lain dapat menimbulkan :

a)

Displaced Commercial Risk

b)

Transparency Risk

c)

Withdrawal Risk

d)

Rate of Return Risk

18.

Bank syariah dapat terekspose displace commercial risk, yang antara lain disebabkan oleh :

a)

Bank tidak memberikan imbal hasil sesuai diperjanjikan

b)

Bank dalam tekanan untuk memberikan imbal hasil yang lebih tinggi

c)

Turunnya tingkat kepercayaan nasabah kepada bank

d)

Bank tidak memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah

19.

Dalam mengidentifikasi risiko imbal hasil, Bank harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

a)

Tingkat pendapatan bank dan tingkat risiko operasional Bank tersebut

b)

Tingkat pendapatan bank  dan akad yang digunakan

c)

Sensitifitas nasabah pembiayaan terhadap pricing dan tingkat risiko pasar

d)

Sensitifitas nasabah DPK terhadap pricing dan tingkat pendapatan bank

20.

Menurut regulator, definisi risiko likuiditas adalah :

a)

Risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi kewajibannya dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank

b)

Risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi sebagian besar kewajibannya yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank

c)

Risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank

d)

Risiko akibat ketidakmampuan bank untuk memenuhi kewajibannya yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan tata kelola bank

21.

Sumber risiko likuiditas yang dapat mempengaruhi cash flow bank terdapat pada posisi :

a)

Aset dan kewajiban

b)

Kewajiban, asset, dan laba rugi

c)

Aset, kewajiban, laba rugi, dan rekening administratif

d)

Kewajiban, aset, dan rekening administratif

22.

Untuk mendukung pengelolaan giro wajib minimum, perlu dilakukan identifikasi atas :

1)      Posisi saldo giro rupiah di Bank Indonesia

2)      Posisi saldo nostro yang dimiliki bank

3)      Laporan penarikan dan penyetoran uang tunai dari cabang

Transaksi tresury

Manakah dari hal tersebut di atas yang benar:

a)

1) dan  2)

b)

1) dan 3)

c)

2)  dan 3)

d)

2) dan 4)

23.

Mana dari penjelasan di bawah ini yang benar mengenai kebutuhan likuiditas:

a)

Kebutuhan likuiditas pada masa krisis akan berbeda dengan kebutuhan likuiditas pada operasional harian, namun sama dalam hal sumber yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas

b)

Kebutuhan likuiditas pada masa krisis tidak berbeda dengan kebutuhan likuiditas pada operasional harian, namun berbeda dalam hal berbagai sumber yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas

c)

Kebutuhan likuiditas pada masa krisis akan berbeda dengan kebutuhan likuiditas pada operasional bulanan, dan berbeda dalam hal berbagai sumber yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas

d)

Kebutuhan likuiditas pada masa krisis akan berbeda dengan kebutuhan likuiditas pada operasional harian, dan berbeda dalam hal berbagai sumber yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas

24.

Memantau risiko likuiditas atas struktur pendanaan bank adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Komposisi dana masyarakat

b)

Komposisi simpanan berjangka

c)

Komposisi modal bank

d)

Perkembangan DPK bank

25.

Dari beberapa kasus kasus atau peristiwa (event) di bawah ini, mana yang dapat dikategorikan sebagai akibat dari kejadian risiko operasional?

a)

Bank menderita kerugian dari sebagai akibat penurunan nilai tukar

b)

Bank melaporkan kerugian karena meningkatnya cadangan kerugian yang harus dibentuk disebabkan banyaknya pembiayaan bermasalah akibat perubahan kondisi eksternal

c)

Bank menghadapi kesulitan  pendanaan dari pasar disebabkan resesi ekonomi

d)

Bank dituntut oleh nasabah karena tuduhan bahwa bank menjalankan praktek kegiatan/bisnis yang tidak patut atau tidak sesuai syariah

26.

Dalam risiko operasional, pemahaman terhadap penyebab (cause) diperlukan agar :

a)

Bank lebih mudah untuk melakukan mitigasi dalam upaya mengurangi potensi kerugian akibat risiko operasional

b)

Bank lebih mudah untuk menentukan  kategori risiko operasional

c)

Bank lebih mudah menetapkan capital charge untuk menutup kerugian operasional

d)

Bank lebih mudah untuk menentukan langkah berikutnya (action plan)

27.

Berkenaan dengan risiko operasional untuk memenuhi kecukupan permodalan minimum, yang bukan metode pengukuran risiko operasional adalah :

a)

Basic Indicator Approach (BIA)

b)

Standardized Approach (SA)

c)

Value at Risk (VAR)

d)

Advanced Measurement Approaches (AMA)

28.

Bencana alam  gempa bumi yang diikuti tsunami sehingga melumpuhkan  kegiatan operasi bank dapat dikategorikan sebagai kejadian operasional ...

a)

Catastrophic

b)

High Frequency / Low Impact

c)

Low Frequency / Low Impact

d)

Low Frequency / High Impact

29.

Proses manajemen risiko operasional untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko operasional yang bersifat kualitatif, dengan menggunakan dimensi dampak (impact) dan kemungkinan kejadian (likelihood)adalah :

a)

Risk & Control Self Assessment

b)

Key Risk Indicator

c)

Loss Event Databaase

d)

Risk Event Database

30.

Dalam penerapan Manajemen risiko hukum, satuan kerja atau fungsi yang membawahkan bidang hukum bertanggung jawab untuk ?

a)

Menilai dan memantau secara berkelanjutan implementasi Manajemen Risiko untuk Risiko Hukum

b)

Memastikan terdapat consistency di setiap kegiatan bank

c)

Memastikan adanya legal completeness

d)

Menerapkan legal  governance

31.

Prinsip penerapan manajemen risiko hukum meliputi, kecuali :

a)

Prinsip penerapan manajemen risiko hukum meliputi, kecuali :

b)

Kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta penetapan limit risiko

c)

Proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta system informasi manajemen

d)

Sistem pengendalian intern menyeluruh

32.

Teller Bank Syariah melakukan kesalahan kelebihan input margin untuk nasabah. Kesalahan tersebut disadari Bank dua bulan setelahnya. Ketika Teller Bank meminta Nasabah untuk mengembalikannya, nasabah sangat kecewa dan marah, dan melakukan tuntutan hukum kepada Bank.   Risiko yang terdapat pada Bank adalah:

a)

Risiko operation dan risiko hukum

b)

Risiko operation dan risiko kepatuhan

c)

Risiko operation dan risiko investasi

d)

Risiko operation dan risiko reputasi

33.

Direksi harus memastikan bahwa pada setiap kegiatan usaha Bank ada keselarasan antara kegiatan atau aktivitas usaha yang dilakukan dengan ketentuan, dan tidak menimbulkan suatu ambiguitas dalam suatu perjanjian yang dibuat oleh Bank. Hal ini disebut :

a)

Legal standing

b)

legal governance

c)

legal completeness

d)

legal consistency

34.

Risiko hukum dapat berdampak kehilangan kepercayaan terhadap bank yang juga berpotensi menyebabkan nasabah penabung akan menarik dananya dari Bank.  Jenis risiko-risiko lain dampak dari risiko hukum tersebut adalah :

a)

risiko kepatuhan dan risiko likuiditas

b)

risiko reputasi dan risiko likuiditas

c)

risiko risiko reputasi dan risiko kepatuhan

d)

risiko reputasi dan risiko kredit

35.

Selain mengukur kekuatan dan kelemahan bank atas segala aspek, dalam penyusunan strategi manajemen risiko. bank paling sedikit perlu juga:

a)

Menganalisa alternatif strategi yang signifikan setelah mempertimbangkan tujuan stratejik serta toleransi Risiko Bank

b)

Menganalisa alternatif strategi utama yang tersedia setelah mempertimbangkan tujuan stratejik serta toleransi Risiko Bank

c)

Menganalisa seluruh alternatif strategi yang tersedia setelah mempertimbangkan tujuan stratejik serta toleransi Risiko Bank

d)

Menganalisa seluruh alternatif strategi yang tersedia setelah mempertimbangkan sumber dan faktor stratejik serta toleransi Risiko Bank

36.

Identifikasi risiko stratejik bersifat :

a)

General, mencakup seluruh aktivitas bisnis Bank dan dilakukan dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya

b)

Pasif dan aktif, mencakup seluruh aktivitas bisnis Bank dan dilakukan dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya

c)

Proaktif mencakup seluruh aktivitas bisnis Bank dan dilakukan dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya

d)

Dinamik, mencakup seluruh aktivitas bisnis Bank dan dilakukan dalam rangka menganalisa sumber dan kemungkinan timbulnya risiko serta dampaknya.

37.

Mana yang bukan merupakan contoh dari risiko stratejik :

a)

Bank memutuskan melakukan bisnis tertentu yang ternyata kemudian mendatangkan kerugian besar pada bank

b)

Bank memutuskan pengurangan pegawai di tahun ini untuk meningkatkan efisiensi bank

c)

Bank mengikuti arus mengembangkan bisnis mikro, padahal bank tersebut belum berpengalaman dalam bidang tersebut, sehingga bank mengalami banyak permasalahan

d)

Bank memutuskan bersaing dengan bank asing dengan meluncurkan bisnis produk terstruktur yang kompleks, padahal bank belum memiliki infrastruktur yang memadai sehingga bank mengalami kerugian

38.

Risiko strategik timbul karena kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis, yaitu mencakup :

a)

Perubahan risk culture

b)

Perubahan kondisi ekonomi makro

c)

Perubahan annual report

d)

Perubahan kondisi ekonomi mikro

39.

Jawaban yang paling tepat terkait pendekatan yang dapat digunakan pada  proses pengukuran risiko strategik adalah :

a)

pendekatan Kualitatif

b)

pendekatan Kuantitatif

c)

Kombinasi Kualitatif dan Kuantitatif

d)

Semua Salah

40.

Menurut regulator, definisi risiko Reputasi adalah :

a)

Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan shareholders yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank

b)

Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank

c)

Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan stakeholder yang bersumber dari persepsi terhadap Bank

d)

Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan shareholders yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank

41.

Risiko reputasi dapat timbul akibat faktor internal maupun eksternal bank, dan atau terjadinya krisis keuangan (un-controllable oleh bank) yang merupakan area regulator.  Selain itu risiko reputasi dapat timbul dari :

a)

Kompleksitas dan produk dan kerjasama bisnis Bank

b)

Frekuensi pemberitaan Bank

c)

Kinerja industri perbankan secara umum

d)

Frekuensi dan materialitas pemberitaan

42.

Bank segera mengatasi adanya keluhan nasabah dan gugatan hukum yg dapat meningkatkan eksposure risiko reputasi antara lain dengan cara:

a)

Melakukan komunikasi dengan nasabah atau counterparty secara berkesinambungan, dan melakukan perundingan bilateral dengan nasabah untuk menghindari litigasi dan tuntutan hukum

b)

Meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yg berlaku dalam rangka mengendalikan risiko reputasi

c)

Melakukan konsolidasi dengan nasabah atau counterparty secara berkala, dan melakukan perundingan bilateral dengan nasabah untuk menghindari litigasi dan tuntutan hukum

d)

Melakukan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan sistem informasi manajemen risiko reputasi

43.

Proses identifikasi, pengukuran,  pemantauan & sistem manajemen risiko reputasi antara lain

a)

Bank melakukan identifikasi risiko reputasi  yg melekat pada aktifitas fungsional

b)

Bank melakukan pencatatan & penatausahaan setiap kejadian yg terkait dg risiko reputasi

c)

bank memantau risiko reputasi secara berkala sesuai pengalaman kerugian masa lalu

d)

semua benar

44.

Hal-hal yang berpengaruh  terhadap risiko reputasi adalah

a)

Manajemen,  pemegang saham,  pelayanan yg disediakan,  penerapan prinsip-prinsip syariah,  SDM

b)

Manajemen,  pemegang saham,  pelayanan yg disediakan,  penerapan prinsip-prinsip syariah,  publikasi

c)

Manajemen,  pemegang saham,  pelayanan yg disediakan,  penerapan prinsip-prinsip syariah,  investasi

d)

Manajemen,  pemegang saham,  pelayanan yg disediakan,  penerapan prinsip-prinsip syariah,  regulasi

45.

Di bawah ini yang BUKAN merupakan sanksi OJK atas pelanggaran ketentuan perbankan syariah yaitu

a)

Denda

b)

Teguran tertulis

c)

pencabutan izin usaha

d)

Pencabutan izin cabang tertentu

46.

Wewenang dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas Syariah mencakup:

a)

Membuat laporan tahunan kepada OJK

b)

Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko yang terkait dengan pemenuhan Prinsip Syariah

c)

Meminta pertanggung jawaban Direktur / Kepala UUS

d)

Memberikan opini bila diminta

47.

Pernyataan di bawah ini yang BENAR terkait dengan Risiko Kepatuhan yaitu :

a)

Risiko akibat Bank mematuhi dan /atau melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, serta Prinsip Syariah

b)

Risiko akibat Bank tidak mematuhi dan /atau tidak melaksanakan Prinsip Syariah

c)

Risiko akibat Bank tidak mematuhi dan /atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, serta Prinsip Syariah

d)

Risiko akibat Bank tidak mematuhi dan /atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku

48.

Bank A dikenakan denda BI dikarenakan kesalahan input data pada pelaporan. Risiko yang terdapat pada insiden ini adalah :

a)

Risiko Operasional dan Risiko Reputasi

b)

Risiko Kepatuhan dan Risiko Operasional

c)

Risiko Reputasi dan Risiko Operasional

d)

Risiko SDM dan Risiko Kepatuhan

49.

Risiko kepatuhan melekat pada risiko bank yang terkait pada peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Risiko kepatuhan yang  terkait dengan ketentuan risiko pasar yaitu

a)

Kewajiban pemenuhan modal minimum

b)

Posisi devisa neto

c)

Kualitas aktiva produktif

d)

Ketentuan rencana kerja anggaran tahunan

50.

Kegagalan dalam suatu transaksi pemberian pembiayaan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya :

a)

Business risk, character risk, operational risk

b)

Supply risk, demand risk, market risk

c)

Country risk, sovereign risk, default risk

d)

Manufacture risk, interest risk, exchange risk