wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ch-5 Accounting Comparative

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.
Perbedaan utama antara IFRS dan GAAP Cina meliputi:
a)
Standar dan praktik akuntansi di Cina tidak memiliki konservatisme.<br />
b)
Tidak ada interpretasi yang koheren dari persyaratan yang relevan.<br /> <br />
c)
Di beberapa wilayah yang dicakup oleh IFRS tidak ada aturan khusus di China, termasuk kombinasi bisnis, penurunan nilai aset, dan definisi sewa operasi dan keuangan.<br />
d)
China memiliki nilai budaya berorientasi kolektif dan relatif memiliki profesionalisme rendah. Alhasil, kebijakan akuntansi seragam dan dibuat pada level nasional.
e)
Sebagian besar kantor akuntan domestik China “terhubung” dengan badan yang disponsori pemerintah, meskipun pemerintah telah mendorong independensi.
2.
Berikut informasi yang berkaitan dengan Profesi Akuntansi di China :
a)
Profesi akuntansi kurang bergengsi dibandingkan dengan akuntansi di negara US atau UK.
b)
Akuntansi dan audit berkembang secara terpisah
c)
Akuntansi dan audit di Cina telah mengambil jalur yang berbeda dalam proses pengembangan
d)
China memiliki nilai budaya berorientasi kolektif dan relatif memiliki profesionalisme rendah. Alhasil, kebijakan akuntansi seragam dan dibuat pada level nasional.
e)
Sebagian besar kantor akuntan domestik China “terhubung” dengan badan yang disponsori pemerintah, meskipun pemerintah telah mendorong independensi.
3.
Berikut informasi yang berkaitan dengan Peraturan Akuntansi di China :
a)
Pemerintah bertindak sebagai regulator akuntansi. Kementerian Keuangan menetapkan standar dan peraturan akuntansi.
b)
Kegiatan terbaru difokuskan paa menyelaraskan berbagai sistem dalam negeri yang bervariasi berdasarkan industri.<br />
c)
Berkomitmen untuk konvergensi dengan IFRS, didorong oleh keinginan bergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)<br />
d)
Audit laporan keuangan sangat diperlukan.<br />
e)
<br />Kasus penipuan akuntansi dapat dikenakan hukuman mati.<br />
4.
Berikut informasi yang berkaitan dengan Kebijakan dan Praktik Akuntansi di China :
a)
Pemerintah merupakan pengguna informasi akuntansi utama, sehingga kegunaan utama laporan keuangan yaitu untuk perhitungan penghasilan kena pajak.<br />
b)
Konservatisme dikritik sebagai metode maksimalisasi pendapatan dengan eksploitasi pekerja, oleh karena itu dilarang sejak 1949.<br />
c)
Kurangnya infrastruktur akuntansi berkontribusi terhadap kesenjangan antara prinsip dan praktik akuntansi, terutama dalam upaya harmonisasi<br />
d)
Standar dan praktik akuntansi di Cina tidak memiliki konservatisme.<br />
e)
Tidak ada interpretasi yang koheren dari persyaratan yang relevan.<br /> <br />
5.
Perbedaan Standar Akuntansi China dengan IFRS
a)
Pengukuran properti, pabrik, dan peralatan menggunakan metode biaya perolehan, sedangkan IFRS memperbolehkan metode nilai wajar atau biaya perolehan
b)
Biaya pra operasi ditangguhkan, kemudian dibebankan saat operasi dimulai, sedangkan, di bawah IAS 38, biaya segera dibebankan saat terjadi,dan Revaluasi dilarang.<br />
c)
Aset tidak berwujud diamortisasi berdasarkan masa manfaat kurang dari 10 tahun atau umur kontrak perjanjian atau hukum. IAS 38 memperbolehkan amortisasi selama masa manfaat kurang lebih 20 tahun.<br />
d)
Kombinasi bisnis tidak memiliki aturan khusus, sedangkan IAS 22 membahas akuntansi untuk kombinasi bisnis secara khusus.<br />
e)
<br />Penurunan nilai aset tidak berlaku, sedangkan IAS 36 mengharuskan uji penurunan nilai dan pengakuan kerugian.<br />
6.
Berikut informasi mengenai Profesi Akuntansi di Jerman :
a)
Profesi akuntansi secara tradisional kurang berpengaruh dibandingkan di negara US atau UK.<br />
b)
Audit adalah bagian dominan dari profesi dan gelar auditor bersertifikat dari Wirtschaftsprüfer (WP) dibuat pada tahun 1931. Untuk memperoleh gelar WP sangat ketat.<br />
c)
Wirtschaftsprüferkammer (WPK) adalah grup yang disponsori negara yang mengawasi profesi audit.<br />
d)
Institut der Wirtschaftsprüfer mirip dengan AICPA dan Tidak seperti di AS, akuntansi kemitraan diatur di Jerman.<br /><br />
e)
Kode Komersial mengandung sebagian besar prinsip pelaporan keuangan Jerman, dan sanksi untuk ketidakpatuhan dan Prinsip kehati-hatian (konservatisme) didirikan di dalam hukum;
7.
Berikut Perbedaan Standar Akuntansi Jerman dengan IFRS
a)
Goodwill dikurangkan langsung terhadap ekuitas, sedangkan di bawah IFRS 3, dicatat sebagai aset tak berwujud seumur hidup dan diuji penurunan nilai setiap tahun.
b)
Aset tidak berwujud yang dihasilkan secara internal tidak diakui, sedangkan di bawah IAS 38, diakui sebagai aset dalam beberapa kondisi.
c)
Sewa guna akuntansi menggunakan aturan pajak dan kapitalisasi yang jarang, sedangkan IAS 17 menghasilkan kapitalisasi yang lebih sering.Sewa guna jarang diakui sebagai sewa guna keuangan.
d)
Anak perusahaan tertentu dengan kegiatan yang berbeda dari perusahaan induk harus dikeluarkan dari<br /> <br />konsolidasi, sedangkan IAS 27 mengharuskan konsolidasi perusahaan anak yang berbeda.<br />
e)
Profesi akuntansi secara tradisional kurang berpengaruh dibandingkan di negara US atau UK.<br />
8.
Berikut Peraturan Akuntansi di Negara Jepang :
a)
Pemerintah mempengaruhi akuntansi melalui Kode Komersial, Hukum Pajak Penghasilan Perusahaan dan Hukum Bursa Efek (Securities and Exchange Law/ SEL).
b)
Mirip dengan Jerman, orientasi kreditor kuat dan aturan akuntansi terkait erat dengan aturan pajak.
c)
Reformasi keuangan Big Bang mengarah pada harmonisasi dengan standar internasional. Reformasi ini mencakup persyaratan untuk konsolidasi dan akuntansi nilai wajar untuk sekuritas yang dapat diperdagangkan.
d)
Memperoleh gelar CPA sangat ketat, seperti di Jerman.
e)
Kolektivisme menyebabkan kurangnya kepercayaan auditor.
9.
Perbedaan Standar Akuntansi Jepang dengan IFRS
a)
Secara umum, perusahaan tidak berada di bawah tekanan dari penyedia utama keuangan mereka untuk mengungkapkan informasi secara publik, dan perusahaan Jepang enggan memberikan informasi secara sukarela.
b)
Tidak ada aturan khusus di beberapa area yang dicakup oleh IFRS, seperti penurunan nilai aset, operasi dalam penghentian dan pelaporan segmen.
c)
Ada inkonsistensi antara GAAP Jepang dan IFRS; misalnya, persediaan dapat dinilai dengan biaya berdasarkan GAAP Jepang daripada di bawah biaya dan nilai realisasi bersih seperti yang dipersyaratkan oleh IFRS.<br /> <br />
d)
Revaluasi tanah diizinkan, tetapi pembaruan tidak diperlukan, sedangkan, di bawah IAS 16, revaluasi memerlukan pembaruan rutin dan Biaya pra operasi dapat dikapitalisasi, sedangkan, di bawah IAS 38, segera dibebankan.
e)
Kontrak konstruksi boleh menerapkan metode kontrak selesai, sedangkan IAS 11 menggunakan persentase penyelesaian dan Provisi boleh dimunculkan berdasarkan keputusan direktur sebelum adanya obligasi, sedangkan IAS 37 memperbolehkan provisi hanya setelah perusahaan memiliki obligasi.
10.
Berikut adalah Kebijakan dan Praktik Akuntansi di Negara Mexico :
a)
GAAP Meksiko sangat dipengaruhi oleh GAAP AS karena NAFTA, kedekatan geografis, dan kelengkapan GAAP AS.
b)
Meskipun ada pengaruh internasional, Buletin B-10 Meksiko tentang akuntansi inflasi menunjukkan bagaimana harmonisasi akuntansi mungkin tidak sesuai untuk semua keadaan.
c)
Buletin B-10, Pengakuan Dampak Inflasi, mencerminkan perbedaan besar terhadap GAAP AS dan Aset serta kewajiban non moneter disajikan kembali sesuai perubahan daya beli peso.
d)
Persediaan dapat disajikan kembali dengan menggunakan biaya penggantian saat ini.<br /> dan Pengakuan dalam pendapatan (umumnya) dari keuntungan atau kerugian dari posisi moneter bersih, aset atau kewajiban<br />
e)
Sejalan dengan IAS 29, Meksiko tidak menerapkan akuntansi inflasi baru-baru ini, karena tingkat inflasi yang rendah. Namun, apabila tingkat inflasi tiga tahun terakhir melebihi 26%, pengakuan dampak inflasi diungkap dalam laporan keuangan<br />