NEW
Font size
WorksheetsUJI COBA SKI XII IPS 3
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
Sebelum kedatangan Islam, masyarakat Indonesia sudah menganut agama dan kepercayaan yang berbeda-beda dalam kehidupannya. Agama yang berkembang saat itu adalah agama yang berpusat pada kepercayaan adanya dewa-dewa. Dalam melaksanakan pemujaan terhadap dewa-dewa dibuat artefak keagamaan berupa bangunan atau relik. Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup adalah . . . .
A. Animisme
Dinamisme
Raelisme
Jedisme
Totemisme
Penyebaran agama Islam di Indonesia pada umumnya berlangsung melalui dua proses. Pertama, penduduk pribumi berhubungan dengan agama Islam kemudian menganutnya. Kedua, orang-orang Asing Asia, seperti Arab, India, dan Cina yang telah beragama Islam bertempat tinggal secara permanen di satu wilayah Indonesia melakukan perkawinan campuran dan mengikuti gaya hidup local. Teori yang dikemukan oleh Pijnappel, Moquette dan Fatimi pada abad ke -13 adalah . . . .
Teori Arab
Teori Persia
Teori India
Teori Cina
Teori Belanda
Teori Persia lebih menitik beratkan tinjauannya pada aspek persamaan kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia. Bukti persamannya adalah . . . .
Adanya kesamaan konsep ajaran sufisme yang dianut Syaikh Siti Jenar dengan Al-Hallaj
Ditemukannya batu nisan makam Raja Malik Al-Saleh yang merupakan raja kerajaan Samudera Pasai Aceh
Adanya batu nisan yang terdapat di makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang memiliki persamaan bentuk dengan batu nisan yang terdapat di Persia
Ditemukannya makam Fatimah Binti Maimun di Leran Jawa Timur
Adanya sebuah naskah Tiongkok yang dicatat oleh pendeta Budha I-Tsing dan menemukan sekelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatera (Barus).
Ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah di Leran Jawa Timur yang merupakan seorang perempuan beragama Islam yang wafat pada hari Jumat, 7 Rajab 475 Hijriyah (2 Desember 1082 M) merupakan menurut Teori . . . .
India
Persia
Arab
Cina
Belanda
Teori ini beranggapan bahwa agama dan kebudayaan Islam dibawa oleh para pedagang dari daerah Gujarat, India yang berlayar melewati selat Malaka. Teori ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam ke Nusantara sekitar abad ke 13, melalui kontak para pedagang dan kerajaan Samudera Pasai yang menguasai selat Malaka pada saat itu. Teori ini juga diperkuat dengan penemuan makam Sultan Samudera Pasai, Malik As-Saleh pada tahun 1297 yang bercorak Gujarat. Teori ini dikemukakan oleh .....
S. Hurgronje dan J. Pijnapel.
Husin djayadiningrat
Slamet Mulyana
Van de bosch
Buya Hamka
Umar Amir Husen dan Hoesein Djadjadiningrat berpendapat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui para pedagang yang berasal dari Persia, bukan dari Gujarat. Persia adalah sebuah kerajaan yang saat ini kemungkinan besar berada di Iran. Bukti tersebut atas alasan ....
Peringatan 10 Muharam Islam-Persia yang serupa dengan upacara peringatan bernama Tabuik/Tabut.
Adanya makam Maulanan Malik Ibrahim
Makam Tralaya di Pusat Majapahit
Nisan Siti Fatimah binti Maimun di Gresik
Gelar Malik yang identik dengan Mekah
Agama Islam tersebar di seluruh wilayah Indonesia secara periodik, bertahap dan dengan strategi dakwah yang damai, menyesuaikan diri terhadap adat istiadat penduduk tanpa paksaan dan kekerasan. Penggunaan wayang dan gamelan oleh Walisango dalam mengembangkan ajaran Islam Cara seperti ini banyak ditemui di Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan lain-lain. Cara seperti ini termasuk dalam startegi dakwah di bidang . . . .
Perdagangan
Perkawinan
Politik
Pendidikan
Kesenian
Dalam buku sejarah peradaban Islam sebagaimana ditulis oleh Siti Maemunah bahwa ada tiga tahap proses Islamisasi di Indonesia menurut Hasan Muarif Ambary. Salah satu dari fase tersebut adalah….
Tahap terbentuknya perkampungan Islam
Tahap akulturasi kebudayaan
Tahap terbentuknya kerajaan Islam
Tahap lahirnya buku-buku keislaman
Tahap terjadinya pertukaran budaya melalui perkawinan
Berikut yang merupakan dasar argument pendukung terori Persia adalah…
Kesamaan mahzab di Indonesia dengan Gujarat, yaitu Mahzab Syafi’
.
Kesamaan batu nisan di Sultan Malik al-Saleh (Sultan Samudera Pasai) dengan nisan-nisan di Benggali
Banyaknya sultan-sultan di Indonesia yang menggunakan gelar-gelar sultan Arab, seperti Syarif, Said, Muhammad, al-Malik, atau Maulana
Adanya peringatan Hari Asyura di Pariaman, Sumatera Barat (Upacara Tabuk/Tabuik)
Kesamaan batu nisan di Samudera Pasai dan Syeh Maulana Malik Ibrahim dengan nisan-nisan di Gujarat
Perhatikan sumber-sumber sejarah mengenai masuknya Islam ke Indonesia berikut!
1) Berita Arab
2) Berita Eropa
3) Batu nisan Fatimah binti Maimun
4) Makam Sultan Malik as-Saleh
5) Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim
Sumber sejarah mengenai masuknya agama Islam ke Indonesia dari sumber internal ditunjukkan pada nomor …..
1),2), dan 3)
1),3), dan 5)
2),3), dan 4)
2),4), dan 5)
3),4), dan 5)
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Salah satu faktornya adalah . . . .
Islam masuk melalui politik.
Ditaklukannya beberapa kerajaan Hindu-Buddha
Penyebaran Islam melalui cara damai
Perayaan dalam islam dilakukan dengan mewah dan menarik
Adanya pemberian hadiah bagi yang memeluk Islam
Interaksi antara penduduk pribumi dan pedagang muslim yang intens tidak jarang diteruskan dengan adanya perkawinan antara kaum pribumi dengan para pedagang muslim. Selanjutnya dalam prosesi perkawinan pihak pribumi harus mengucapkan kalimat syahadat sehingga perkawinan ini menjadi media yang efektif dalam penyebaran agama Islam. Salah satu contohnya adalah . . . .
Perkawinan antara sunan Ampel dengan Nyai Manila
Perkawinan antara sunan Ampel dengan Putri Kawungaten
Perkawinan antara Raja Brawijaya dengan Nyai Manila
Perkawinan antara sunan Ampel dengan Putri Campa
Perkawinan antara Raja Brawijaya dengan Putri Kawungaten
Pesantren menjadi media yang efektif dalam proses Islamisasi di Indonesia. Peryataan diatas merupakan strategi dakwah Islam di Indonesia ialah…
Perdagangan
Perkawian
Politik
Pendidikan
Tasawuf
Jalur pernikahan merupakan cara penyebaran agama Islam di Nusantara yang paling efektif dan menguntungkan. Banyak para Saudagar muslim yang singgah di Nusantara memiliki putrid-putri raja. Alasan yang tepat putri-putri raja mau menikah dengan para saudagar muslim tersebut adalah ….
Untuk memperbaiki keturunan
Adanya paksaan dari raja
Memiliki status sosial yang tinggi
Memiliki paras yang rupawan
Saling mencintai
Pada fase terbentuknya kerajaan Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya pusat-pusat kerajaan Islam. Kerajaan Islam pertama adalah . . . .
Kerajaan Demak
Kerajaan Samudra Pasai
Kerajaan Ternate
Kerajaan Gowa
Kerajaan Banten
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama ditanah Jawa yang didirikan oleh...
Raden Fatah
Sultan Trenggono
Pati Unus
Sunan Ampel
Sunan Bonang
Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono Islam bisa dikembangkan sampai wilayah pulau...
Kalimantan Barat
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Pendiri kerajaan Samudera pasai yang juga menjadi raja pertama adalah...
Maharaja Mahmud Syah
Malik Az-Zahir
Malik As-Saleh
Nazimuddin Al- Kamil
Maharaja Nuruddin Syah
Salah satu kesultanan yang menjadi pecahan dari kerajaan Mataram Islam adalah...
Kesultanan Demak
Kesultanan Cirebon
Kesultanan banten
Kesultanan Pajang
Kesultanan Banten
Kerajaan ternate dan Tidore berada di Pulau...
Papua
Maluku
Jawa
Sulawesi
Sumatera
Putra Sunan Gunung Jati yang menjadi raja di Kesultanan Banten adalah...
Hasanuddin
Pangeran Arya
Arifudin
Hamiduddin
Sultanuddin
Penyebaran Islam ke Sulawesi, ditandai dengan masuk Islamnya Raja Tallo yang menjadi mangkubumi di Kerajaan Gowa yang bernama I Mallingkaeng Daeng Njonri Karaeng Katangka hingga bergelar Sultan Abdulah Awalul Islam. Tanggal masuk Islamnya Raja Tallo adalah . . . .
22 September 1605 M
23 September 1605 M
21 September 1605 M
22 September 1650 M
24 September 1605 M
Kata Sunan atau Susuhunan berasal dari kata suhun-kasuhun-sinuhun berarti yang dijunjung tinggi/ dijunjung di atas kepala juga bermakna paduka yang mulia. Gelar atau sebutan Sunan digunakan oleh para raja Mataram Islam sampai kerajaan Surakarta dewasa ini. Nama walisango yang benar dan sesuai adalah . . . .
Sunan Gresik atau Raden Rahmatullah
Sunan Ampel atau Raden Mas Syahid
Sunan Bonang atau Maulana Malik Ibrahim
Sunan Drajat atau Raden Qasim
Sunan Kudus atau Raden Umar Said
Syaikh Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ahli tata negara yang menjadi penasehat raja, guru para pangeran dan juga dermawan terhadap fakir miskin. Menurut Babading Gresik beliau datang bersama kawan-kawan dekatnya dan berlabuh di Gresik pada tahun . . . .
1293/1371 M
1293/1370 M
1294/1371 M
1293/1471 M
1393/1371 M
Syaikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik bermukim di Gresik untuk menyiarkan ajaran Islam hingga akhir hayatnya pada tanggal . . . .
12 Rabiul awwal 822 H
14 Rabiul awwal 822 H
15 Rabiul awwal 822 H
16 Rabiul awwal 822 H
12 Rabiul awwal 824 H
Raden Rahmat adalah putra cucu Raja Champa, ayahnya bernama Ibrahim As- Samarkandi yang menikah dengan Puteri Raja Champa yang bernama . . . .
Dewi Sekar
Dwi Sekarwati
Dewi Candra Wulan
Sri Candra Wulan
Dewi Wulandari
Raden Rahmat ke tanah Jawa langsung ke Majapahit, karena bibinya Dewi Dwara Wati diperistri Raja Brawijaya. Raden Rahmat berhenti di Tuban dan ditempat itu beliau berkenalan dengan dua tokoh masyarakat yang memudahkan usaha Sunan Ampel dalam mendekati masyarakat dan melakukan dakwah Islam hingga mengajarkan Ketauhidan dan Ibadah yaitu . . .
Ki Wiryo Sarojo dan Putri Campa
Ki Wiryo Sarojo dan Ki Bang Kuning
Raja Champa dan Ki Wiryo Sarojo
Ki Wiryo Sarojo dan Dewi Candrawati
Maulana Makhdum dan Ki Bang Kuning
Dalam menjalankan kegiatan dakwahnya Maulana Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) mempunyai keunikan dengan cara mengubah nama-nama dewa dengan nama-nama malaikat sebagaimana yang dikenal dalam Islam. Tujuan dilakukannya hal ini adalah . . . .
Sebagai upaya persuasif terhadap penganut ajaran Hindu dan Budha yang telah lama dipeluk sebelumnya
Untuk memperkenalkan nama-nama malaikat kepada penganut ajaran Hindu
Memaksa penganut agama Buddha untuk meninggalkan kepercayaan yang telah lama dipeluk sebelumnya
Sebagai upaya untuk mengambil alih kekuasaan kerajaan Hindu dan Budha
Agar penganut agama Hindu dan Buddha menganggap ajaran agamanya sama dengan Islam
Sunan Bonang dikenal sebagai ahli Ilmu Kalam dan Ilmu Tauhid. Maulana Makhdum Ibrahim banyak belajar di Pasai, kemudian sekembalinya dari Pasai, Maulana Makhdum Ibrahim mendirikan pesantren di daerah Tuban dan wafat pada tahun . . . .
1525 dan dimakamkan di Gresik
1525 dan dimakamkan di Solo
1530 dan dimakamkan di Tuban
1525 dan dimakamkan di Tuban
1525 dan dimakamkan di Bantul
Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil Raden Sahid, beliau juga dijuluki Syekh Malaya. Ayahnya bernama . . . .
Raden Sahur Tumenggung Wilwatikta
Raden Sahur Wirakartika
Tumenggung Wirabuana
Raden Wilwatikta
Tumenggung Ranggalawe
Sunan Kalijaga merupakan salah satu wali yang asli orang Jawa. Sebutan Kalijaga menurut sebagian riwayat berasal dari rangkaian bahasa Arab qadi zaka yang artinya . . . .
Penguasa dan pelindung
Pelaksana dan membersihkan
Pemandu
Pengatur
Petunjuk dan Penasehat
Raden ‘Ainul Yaqin (Raden Paku) adalah putra dari Syekh Maulana Ishaq (murid Sunan Ampel). Raden ‘Ainul Yaqin dan dikenal dengan sebutan Sunan Giri. Sunan Giri merupakan saudara ipar dari Raden Fatah, di karenakan istri mereka bersaudara. Raden ‘Ainul Yaqin kecil di bawah asuhan seorang wanita kaya raya yang bernama . . . .
Dewi Nawangrum atau Nyai Ageng Tandes
Nyai Maloka Tandes
Nyai Agung Tandes
Gede Agung Pitaloka
Nyai Gede Maloka atau Nyai Ageng Tandes
Ketika hendak melaksanakan ibadah haji bersama Sunan Bonang, keduanya menyempatkan singgah di Pasai untuk memperdalam ilmu keimanan dan tasawuf. Pada sebuah kisah diceritakan bahwa Raden Paku bisa mencapai tingkatan ilmu laduni. Dengan prestasi yang dicapainya inilah, Raden Paku juga terkenal dengan panggilan . . . .
Amirul Mukminin
Raden ‘Ainul Yaqin
Raden Fatah
Raden Ajeng
Raden Syarif Hidayatullah
Sunan Drajad berdakwah di daerah Drajad kecamatan Paciran Lamongan. Masyarakat juga menyebutnya sebagai Sunan Sedayu, Raden Syarifudin, Maulana Hasyim, Sunan Mayang Madu. Nama Asli sunan Drajad adalah . . . .
Ja’far Sadiq
Raden Undung
Raden Qasim
Raden Amir Haji
Raden Usman Haji
Sunan Kudus dipercaya sebagai panglima perang Kesultanan Demak. Ia mendapat kepercayaan untuk mengendalikan pemerintahan di daerah Kudus, sehingga ia menjadi pemimpin pemerintahan (Bupati) sekaligus pemimpin agama. Tahun wafatnya Sunan Kudus adalah . . . .
Tahun 1550
Tahun 1450
Tahun 1555
Tahun 1560
Tahun 1570
Sunan Kudus sangat menguasai ilmu-ilmu agama, terutama tafsir, fikih, usul fikih, tauhid, hadits, serta logika. Oleh karena itu Sunan Kudus juga dikenal dengan julukan….
Waliyullah
Auliya
Khalifah
Wali al-ilmi
Wali al-kubra
Sunan Muria adalah putera Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya adalah Raden Umar Said, semasa kecil ia biasa dipanggil Raden Prawoto. Asal mula nama Sunan Muria adalah . . . .
Karena tujuan dakwahnya sangat mulia
Karena pusat dakwah dan bermukim beliau di Bukit Muria
Karena memiliki hubungan kekerabatan dengan walisango
Karena menyebarkan ajaran Islam bersama Raden Umar Said
Dalam dakwah, beliau seperti ayahnya. Ibarat mengambil ikan “tidak sampai keruh airnya”
Sunan Gunung Jati adalah salah seorang dari Walisango yang banyak memberikan kontribusi dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, khususnya di daerah Jawa Barat. Kesultanan yang berhasil didirikannya adalah . . .
Kesultanan Demak
Kesultanan Ternate
Kesultanan Cirebon
Kesultanan Cirebon dan Banten
Kesultanan Brunei dan Demak
Dari membaca sejarah Walisongo dalam menyebarkan agama Islam, ada yang patut kita teladani oleh generasi muda saat ini, yaiitu ….
Para walisongo banyak menguasai ilmu hitam
Kecerdasan dan kecerdikan Walisongo dalam menyampaikan dakwahnya
Ketegasan para wali dalam berdakwah tanpa kompromi
Walisongo sealalu mengikuti kemauan masyarakat
Semua wali membekali dengan kanuragan
Dibawah ini nama walisongo dan tempat berdakwah walisongo yang tepat adalah ….
Maulana Malik Ibrahim di sunan Ampel
Raden Rahmat di Gresik
Maulana Makdum Ibrahim di Tuban
Raden Qasim di Kudus
Raden paku di Demak
