wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz BF UMN 16 Nov 2021

Total questions: 50

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Seorang apoteker menghitung konstanta volume distribusi obat X. Diketahui konsentrasi obat pada waktu nol (Co) setelah penyuntikan IV obat sebanyak 25 mg. adalah 30 mcg/mL, setelah 7 jam konsentrasi obat 3 mcg/mL Berapakah volume distribusi obat tersebut?

a)

0,533 L

b)

0,633 L

c)

0,733 L

d)

0,833 L

e)

0,933 L

2.

Seorang apoteker menghitung konstanta kecepatan eliminasi obat X. Diketahui konsentrasi obat pada waktu nol (Co) setelah penyuntikan IV obat sebanyak 25 mg. adalah 30 mcg/mL, setelah 7 jam konsentrasi obat 3 mcg/mL Berapakah konstanta kecepatan eliminasi (Ke) obat tersebut?

a)

0,303/jam

b)

1,303/jam

c)

2,303/jam

d)

3,303/jam

e)

4,303/jam

3.

Seorang apoteker menghitung t1/2 eliminasi obat X. Diketahui konsentrasi obat pada waktu nol (Co) setelah penyuntikan IV obat sebanyak 25 mg. adalah 30 mcg/mL, setelah 7 jam konsentrasi obat 3 mcg/mL Berapakah T1/2 eliminasi obat tersebut?

a)

0,1 jam

b)

0,2 jam

c)

0,3 jam

d)

0,4 jam

e)

0,5 jam

4.

Seorang apoteker menghitung klirens obat X. Diketahui konsentrasi obat pada waktu nol (Co) setelah penyuntikan IV obat sebanyak 25 mg. adalah 30 mcg/mL, setelah 7 jam konsentrasi obat 3 mcg/mL Berapakah klirens obat tersebut?

a)

0,09 L/jam

b)

0,9 L jam

c)

1,9 L /jam

d)

2,9 L/jam

5.

Seorang apoteker menghitung lama kerja obat X. Diketahui konsentrasi obat pada waktu nol (Co) setelah penyuntikan IV obat sebanyak 25 mg. adalah 30 mcg/mL, setelah 7 jam konsentrasi obat 3 mcg/mL Berapa lamakah obat tersebut memberikan efek terapi?

a)

0,001 jam

b)

0,01 jam

c)

0,1 jam

d)

1 jam

e)

10 jam

6.

Suatu obat disuntikkan secara intra vena sebanyak 25 mg. Kadar obat setelah 2 jam adalah 1 mcg/mL. 4jam kemudian kadar obat adalah 0,25 mcg/mL. Berapakah k

Ke obat tersebut?

a)

0,05/jam

b)

0,15/jam

c)

0,25/jam

d)

0,35/jam

e)

0,45/jam

7.

Seorang apoteker ingin meningkatkan kelarutan Codein, agar mudah dan cepat diserap. Untuk maksud tersebut Codein dibuat menjadi turunannya. Apakah turunan Codein tersebut?

a)

Ester Codein HCl

b)

Ester Codein Plamitat

c)

Garam Codein HCl

d)

Garam Codein Palmitat

e)

Ester Codein Stearat

8.

Apakah contoh obat-obat yang perlu diperhatikan distribusi ukuran partikelnya? Jawaban: 1. Griseofulvin, 2. Nitrofurantoin, 3. Kortikosteroid, 4. Ephedrin HCl.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

9.

Magnesium stearate dapat menurunkan ketersediaan hayati asiklovir SEBAB Mg stearate bersifat hidrofob yang dapat menghalangi disolusi obat dimaksud.

a)

Pernyataan 1 benar, 2 benar dan berhubungan.

b)

Pernyataan 1 benar, 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, pernyataan 2 salah

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

10.

Pemberian ISDN secara sub lingual sangat penting dalam pengobatan serangan jantung SEBAB Obat cepat diserap, segera memberikan efek, dan obat mengalami metabolisme lintas pertama.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar berhubungan

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar tetapi tidak berhubungan

c)

Pernyataan 1 benar, 2 salah

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan salah

11.

Pemberian ISDN secara sub lingual sangat penting dalam pengobatan serangan jantung SEBAB Obat cepat diserap, segera memberikan efek, dan obat mengalami metabolisme lintas pertama.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar berhubungan

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar tetapi tidak berhubungan

c)

Pernyataan 1 benar, 2 salah

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan salah

12.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada perancangan larutan obat mata adalah. 1. Sterilitas dan isotonisitas, 2. Iritasi lokal pada kornea, 3. pH, 4. Pengusasan obat oleh cairan/ air mata.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar.

c)

Pernytaan 2,4 benar

d)

Pernytaan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

13.

Biopharmaceutical Classification System membagi obat berdasarkan: 1. Obat mudah larut air, dan permiablitas bagus. 2. Obat larut air, dan permiablitas buruk, 3. Obat tidak larut air, dan permiabilitas bagus. 4. Obat tidak larut air dan permiabilitas rendah.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar.

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernytaan 2,4 benar.

d)

Pernyataan 4 benar.

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar

14.

Pada tahap manakah penentu absorpsi obat untuk obat sukar larut air?

a)

Desintegrasi

b)

Deagregasi

c)

Disolusi

d)

Absoprsi

e)

Aplikasi

15.

Pada tahap manakah penentu absorpsi obat untuk obat mudah larut air?

a)

Aplikasi

b)

Desintegrasi

c)

Deagregasi

d)

Disolusi

e)

Absorpsi

16.

Bagaimanakah mekanisme absorpsi obat ke dalam sirkulasi sistemik? 1. Difusi pasif, 2. Transport aktif, 3. Difusi dipermudah, 4. Difusi aktif.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar.

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

17.

Obat yang bersifat asam lemah akan mudah diserap di dalam usus SEBAB Obat asam lemah dalam cairan usus yang basa akan banyak dalam bentuk molekul.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

18.

Obat asam lemah dalam usus banyak dalam bentuk molekul SEBAB Obat asam lemah akan membentuk garam dengan cairan usus yang basa.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar dan berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar.

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

19.

Obat asam lemah mudah diserap dalam lambung SEBAB Obat asam lemah akan benyak berbentuk molekul dalam cairan lambung yang asam.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar.

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

20.

Suatu obat dengan pKa 7 berada dalam cairan usus yang pH nya 7. Bagaimanakah perbandingan obat dalam bentuk molekul ion dan bentuk molekul?

a)

1 : 10

b)

1 : 2

c)

1 : 1

d)

2 : 1

e)

10 : 1

21.

Penggunaan Mg Stearate sebagai pelincir pada tablet Griseofulvin dapat menurunkan disolusi obat SEBAB Mg stearat bersifat polar yang dapat menghambat penetrasi air ke dalam tablet.

a)

Penyataan 1, dan 2 benar, serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1, dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar.

e)

Pernyataan 1, dan 2 salah.

22.

Suatu obat asam lemah dengan pKa 3,5 berada dalam usus yang pH nya 7,5. Bagaimanakah perbandingan obat dalam bentuk ion dan bentuk molekul?

a)

10 : 1

b)

100 : 1

c)

1000 : 1

d)

10000 : 1

e)

1 : 10000

23.

Berdasarkan persamaan Noyes Whitney makin tebal lapisan difusi disolusi obat makin cepat SEBAB molekul air dengan mudah akan menabrak partikel.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar.

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

24.

Berdasarkan persamaan Noyes Whitney makin kecil ukuran partikel (dalam jumlah yang sama) maka makin cepat disolusi SEBAB makin banyak molekul air akan menabrak partikel.

a)

Pernyataan 1 benar, 2 benar, dan berhubungan.

b)

Pernyataan 1 benar, 2 benar, tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar.

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

25.

Kadar obat pada waktu nol setelah pemberian injeksi intra vena adalah 2,5 mcg/mL. Dosis IV yang diberikan adalah 100 mg. Berapakah volume distribusi obat tersebut?

a)

10 L

b)

20 L

c)

30 L

d)

40 L

e)

50 L

26.

Obat X diberikan secara injeksi intra vena sebanyak 25 mg. Kadar obat pada waktu nol adalah 500 ng/mL. Berapakah Volume distribusi obat tersebut?

a)

10 L

b)

20 L

c)

30 L

d)

40 L

e)

50 L

27.

Bagaimanakah profile kadar obat dalam plasma yang mengikuti model 3 kompartemen terbuka setelah pemberian injeksi intra vena?

a)

Satu garis: fase eliminasi.

b)

Dua garis: fase distribusi dan fase eliminasi.

c)

Tiga garis: fase distribusi cepat, distribusi lambat, dan fase eliminasi.

d)

Dua garis: fase distribusi cepat dan distribusi lambat.

e)

Tiga garis: fase distribusi cepat, eliminasi cepat, dan eliminasi lambat.

28.

Tablet apakah yang digunakan untuk kalibrasi alat uji disolusi untuk proses hancurnya tablet secara desintegrasi?

a)

Tablet asam asetil salisilat

b)

Tablet asam salisilat

c)

Tablet prednisolon

d)

Tablet prednison

e)

Tablet metil prednisolon.

29.

Tablet apakah yang digunakan untuk kalibrasi alat uji disolusi untuk proses hancurnya tablet secara non-desintegrasi?

a)

Tablet asam asetil salisilat

b)

Tablet asam salisilat

c)

Tablet Prednison

d)

Tablet Prednisolon

e)

Tablet Metil Prednisolon

30.

Untuk sediaan padat manakah yang lebih cocok digunakan metoda dayung dalam uji disolusi?

a)

Kapsul

b)

Kapsul lunak

c)

Kapsul keras

d)

Tablet

e)

Suspensi

31.

Apakah yang dimaksud dengan Minimum Effective Concentration?

a)

Kadar obat yang dapat memberikan efek farmakologi.

b)

Kadar obat yang paling rendah yang memberikan efek farmakologi

c)

Kadar obat paling rendah yang memberikan efek terapi

d)

Kadar obat paling rendah yang dapat menimbulkan gejala keracunan

e)

Kadar obat paling rendah yang dapat menimbulkan gejala efek samping.

32.

Cara pemberian obat yang bagaimakah yang termasuk ekstra vaskular? 1. Oral, 2. Topikal, 3. Sub lingual, 4. Injeksi intra muskular.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

33.

Apa sajakah faktor farmasetika yang dapat memengaruhi ketersediaan hayati (BA)? 1. Bentuk sediaan, 2. Sifat eksipien, 3. Sifat fisiko kimia bahan obat, 4. Cara pemberian.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1, 3 benar

c)

Pernyataan 2, 4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

34.

Apakah bahan tambahan yang dapat ditambahkan untuk mempercepat pecahnya tablet dalam lambung.

a)

Filler

b)

Lubricant

c)

Glidant

d)

Desintegran

e)

Binder

35.

Polimorfisme adalah kemampuan senyawa obat untuk membentuk berbagai bentuk kristal.

a)

Betul

b)

Salah

36.

Senyawa obat dalam bentuk kristal lebih mudah larut diban dingkan bentuk amorf.

a)

Betul

b)

Salah

37.

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan pelarut membentuk solvat.

a)

B etul

b)

Salah

38.

Beberapa obat dapat berinteraksi dengan molekul air membentuk kristal yang disebut hidrat.

a)

Betul

b)

Salah

39.

Apakah bahan tambahan yang bisa digunakan sebagai pengikat? 1. Talk, 2. PVK-30, 3. Mg Stearat, 4. HPMC.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2, 4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar

40.

Tablet asetosal yang sudah berbau asam cuka tidak dapat digunakan lagi SEBAB tanda asetosal sudah terurai menjadi asam salisilat dan asam asetat.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar, serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan

c)

Pernyataan 1 benar, 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, 2 benar.

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

41.

Apakah ahan tambahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyalut tablet salut enterik?

a)

Natrium lauril sulfat.

b)

Mg stearat

c)

CAP (Cellulose Acetate Phthalat)

d)

Talk

e)

Asam stearat

42.

Apa sajakah tujuan penambahan bahan tambahan dalam suatu formula sediaan obat? 1. Meningkatkan kompresibilitas, 2. Meningkatkan kestabilan obat, 3. Mengurangi iritasi lambung, 4. Meningkatkan ketersediaan hayati.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar

43.

Aakah tujuan pengobatan yang cocok sediaan transdermal?

a)

Untuk obat anti jamur pada kulit.

b)

Untuk obat anti bakteri pada kulit.

c)

Untuk obat yang masuk ke dalam kulit.

d)

Untuk obat yang masuk ke dalam darah.

e)

Untuk obat yang masuk di bawah kulit

44.

Salah satu keuntungan sediaan transdermal adalah ketersediaan hayati obat tertentu rendah di dalam darah SEBAB Obat pada pemberian transdermal tidak mengalami first pass effect.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1 dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

45.

Beberapa keterbatasan dalam pembuatan/penggunaan sedian transdermal antara lain adalah: 1. Bobot molekul, 2. Dosis, 3. Iritasi kulit, 4. Tempat aplikasi.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

46.

Lokasi penempalan patch transdermal harus diubah-ubah SEBAB jika tidak, akan terjadi pengrusakan molekul obat.

a)

Pernyataan 1, dan 2 benar, serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1, dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar.

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar

47.

Pasien harus berkumur sesudah menggunakan inhaler SEBAB penggunaan inhaler dapat menimbulkan pharyngitis.

a)

Pernyataan 1 dan 2 benar serta berhubungan.

b)

Pernyataan 1, dan 2 benar, tetapi tidak berhubungan.

c)

Pernyataan 1 benar, dan 2 salah.

d)

Pernyataan 1 salah, dan 2 benar

e)

Pernyataan 1 dan 2 salah.

48.

Apakah obat yang dapat dibuat sediaan inhaler? 1. Salbutamo, 2. Metaproterenol sulfat, 3. beclometason dipropionat, 4. Fenoterol hidrobromid.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar.

b)

Pernyataan 1,3 benar.

c)

Pernyataan 2,4 benar.

d)

Pernyataan 4 benar.

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar.

49.

Di antara kesalahan yang sering terjadi pada pemakaian sediaan inhaler adalah: 1. Terlalu cepat inspirasi, 2.

Tidak berhenti sesaat, 3. Tidak mengocok kanister

4. Tidak berkumur.

a)

Pernyataan 1,2,3 benar

b)

Pernyataan 1,3 benar

c)

Pernyataan 2,4 benar

d)

Pernyataan 4 benar

e)

Pernyataan 1,2,3,4 benar

50.

Berapakah dosis loratadin untuk pasien dewasa?

a)

1 x sehari 5 mg

b)

1 x sehari 7,5 mg

c)

1 x sehari 10 mg

d)

2 x sehari 5 mg

e)

3 x sehari 10 mg