NEW
Font size
WorksheetsBABAK PENYISIHAN LOMBA CERDAS CERMAT HARI AIDS SEDUNIA 2021
Total questions: 15
Worksheet time: 10mins
Target layanan HIV yang termasuk dalam three zero adalah?
A. Jumlah kasus infeksi baru HIV pad bayi baru lahir < 50 kasus anak terinfeksi per 100.000 kelahiran hidup
90% pasien HIV meminum ARV secara rutin
Pasien HIV tidak terjangkit infeksi oportunistik
Wanita usia reproduktif tidak tertular HIV dari pasangannya
Tidak ada diskriminasi pada ODHA
Berikut adalah skrining triple eliminasi pada ibu hamil, yaitu:
Sifilis, toxoplasma, rubella
Hepatitis C, hepatitis B, HIV
HIV, hepatitis B, Raja singa
Hepatitis B, Gonorrhea, Sifilis
Rubella, Toxoplasma, Herpes
Target layanan HIV berdasarkan UNAIDS adalah
Tidak ada infeksi baru HIV
Tidak ada kematian yang berkaitan dengan AIDS
Jumlah kasus infeksi baru HIV pad bayi baru lahir < 50 kasus anak terinfeksi per 100.000 kelahiran hidup
90% pasien yang meminum ARV dapat tersupresi viral load
Wanita hamil dengan HIV tidak menularkan ke bayinya
Berikut adalah pengobatan lini pertama pada HIV, kecuali
Tenovofir – Lamivudin – Efaviren
Stavudin-Lamivudin-Efavirenz
Tenovoir – Lamivudin – Dolutegravir
Zidovudin- Emtricitabin – Nevirapin
Tenovofir-Emtricitabin-Rilpivirin
Kapan dimulai pemberian ARV pada ODHA?
Jika CD4 kurang dari 350 sel/uL
Setelah 2 minggu penggunaan co-trimoxazole
Jika terdapat infeksi oportunistik hepatitis B
Saat terdiagnosis HIV
Jika terdapat infeksi oportunistik tuberkulosis
Apa saja yang harus dilakukan setelah seseorang terdiagnosis HIV ?
Pemeriksaan CD4, Skrining tuberkulosis, notifikasi pasangan, terapi oportunistik jika ada
Pemeriksaan Viral Load, Terapi pencegahan dengan INH, profilaksis kotrimoksazole
Pemeriksaan HBsAg, Viral Load, PCR HIV
Pemeriksaan sifilis, notifikasi pasangan, profilaksis kotrimoksazole
Bukan salah satu di atas
Berikut ini adalah populasi kunci pada HIV-AIDS
Pengguna narkoba, pasangan serodiskordan, multipartner seks
Lesbian, pekerja seks, multipartner seks
Waria, LSL, pengguna narkoba suntik
Pasangan serodiskordan, lesbian, LSL
Waria, bayi dengan ibu HIV, pasangan serodiskorda
Panduan pemberian ODHA pada Ibu hamil adalah sebagai berikut:
Efavirenz tidak boleh diberikan pada ibu hamil sebab mengakibatkan efek teratogenik
Dolutegravir tidak boleh diberikan pada ibu hamil trimester pertama
Pengobatan ARV ditunda sampai melahirkan
Pengobatan ARV diberikan jika ibu hamil memiliki CD4 kurang dari 500 sel/uL
Zidovudin tidak boleh diberikan pada ibu hamil
Bayi lahir dari ibu terinfeksi HIV dalam program PPIA, klinis baik. Imunisasi dibawah ini yang TIDAK boleh diberikan sebelum status HIVnya diketahui adalah
BCG
IPV
Campak
MMR
DPT
Pengobatan HIV pada pasien dengan infeksi oportunistik tuberkulosis adalah seperti di bawah ini:
Regimen yang disarankan mengandung nevirapin
ARV dimulai bersamaan dengan pemberian OAT (oral anti tuberculosis)
ARV dimulai setelah pengobatan tuberkulosis selesai
Tidak ada perbedaan dosis jika menggunakan regimen dolutegravir
Dimulai minimal 14 hari setelah pemberian OAT (oral anti tuberculosis)
Pernyataan berikut benar mengenai penularan HIV
Dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk
Dapat ditularkan melalui alat makan
Dapat ditularkan melalui transfusi darah
Narkoba suntik adalah jalur penularan paling sering
Semua diatas benar
Pemberian terapi pencegahan kotrimoksazol adalah sebagai berikut
Diberikan kepada semua penderita HIV
Diberikan kepada ibu hamil
Diberikan kepada bayi baru lahir sampai usia 2 tahun
Diberikan pada penderita HIV dengan CD4 kurang dari 200 sel/uL
Diberikan kepada pasien HIV dengan infeksi oportunistik toksoplasma
Pernyataan mengenai INH Profilaksis berikut ini adalah benar, kecuali
Diberikan kepada pasien HIV yang menderita tuberkulosis
Dapat melindungi dari infeksi tuberkulosis berat selama 2 tahun
INH dosis 300 mg diberikan selama 6 bulan
Pada penderita HIV-TB diberikan OAT KDT sesuai kategori penyakit
Semua penderita HIV yang baru terdiagnosis dilakukan skrining untuk tuberkulosis
Prinsip terapi ARV untuk HIV/AIDS adalah :
Pemberian ARV adalah keadaan yang emergensi / segera diberikan kepada pasien HIV yang sudah tegak diagnosisnya.
Jika ada infeksi oportunistik (IO), maka terapi I.O bersamaan dengan pemberian ARV
Terapi terlebih dahulu Infeksi Opportunistik, setelah itu baru diberikan ARV.
Untuk Infeksi Oportunistik khususnya TBC, maka OAT akan diberikan sampai selesai, setelah itu baru terapi ARV
Sedangkan I.O khususnya CMV, maka ARV dapat diberikan setelah 2 minggu terapi CMV.
Salah satu dari tatalaksana Bayi Lahir dari Ibu terinfeksi HIV adalah :
Pemeriksaan untuk diagnosis HIV segera setelah lahir yaitu PCR HIV DNA
Imunisasi bisa diberikan sejak lahir Hepatitis B dan BCG saat umur 1 bulan
Pilihan nutrisi untuk bayi yang terbaik adalah Breast Feeding
Berikan ARV profilaksi sejak lahir sampai dengan 6 minggu
Kotrimoksasol diberikan sejak lahir bersamaan ARV Profilaksi.
