wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

H11 SEJARAH OR INDONESIA

Total questions: 35

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan Undang-Undang N0 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah :

a)

Peningkatan kesehatan dan kebugaran, peningkatan prestasi, dan manajemen keolahragaan

b)

Mengembangkan kemampuan jasmani, rohani, dan sosial serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat

c)

Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa

d)

Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa.

2.

Fungsi dari adanya Undang-Undang N0 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah :

a)

Peningkatan kesehatan dan kebugaran, peningkatan prestasi, dan manajemen keolahragaan

b)

Mengembangkan kemampuan jasmani, rohani, dan sosial serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat

c)

Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa

d)

Memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa.

3.

Pemikiran dasar dari terbitnya Undang-Undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional secara luas adalah :

a)

Peningkatan kesehatan dan kebugaran, peningkatan prestasi, dan manajemen keolahragaan

b)

Peningkatan kesehatan dan kebugaran, peningkatan prestasi, peningkatan derajad kesehatan manusia dan manajemen keolahragaan

c)

Meningkatkan Kualitas Hidup manusia

d)

Peningkatan kesehatan dan kebugaran, peningkatan kualitas hidup, peningkatan prestasi, dan manajemen keolahragaan

4.

Perbedaan antara zaman orde Baru dan Orde reformasi dalam Jabatan Pengurus Komite Olahraga Nasional, Provinsi dan Kabupaten/kota adalah :

a)

Pada era Reformasi dengan berdasarkan Undang-undang no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, jabatan bersifat Mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

b)

Pada era Reformasi dengan berdasarkan Undang-undang no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, jabatan bersifat Mandiri dan terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

c)

Pada era Reformasi dengan berdasarkan Undang-undang no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, jabatan bersifat Mandiri dan tidak terikat dengan pemerintah dan pemerintah daerah.

d)

Pada era Reformasi dengan berdasarkan Undang-undang no 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, jabatan bersifat Mandiri dan terikat dengan pemerintah dan pemerintah daerah.

5.

Perbedaan Penanggung jawab terhadap Pengelolaan keolahragaan antara era Orde baru dengan Era Reformasi adalah :

a)

Pada Era reformasi Penanggung jawab pengelolaan Pemerintah dan Pemerintah Daerah

b)

Pada Era Orde Baru penanggung jawab pengelolaan ada pada Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pemuda dan keolahragaan

c)

Pada Era reformasi Penanggung jawab pengelolaan Presiden

d)

Pada Era reformasi Penanggung jawab pengelolaan Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang keolahragaan

6.

Sejarah Keolahragaan Indonesia dapat dibedakan ke berbagai masa, yaitu :

a)

Masa Pra Sejarah, Kerajaan, Penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang dan Kermerdekaan

b)

Masa Pra Sejarah, Penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang dan Kermerdekaan

c)

Masa Kerajaan-kerajaan, Penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang dan Kermerdekaan

d)

Masa Pra Sejarah, Kerajaan, Penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang dan Kermerdekaan serta Pasca Kemerdekaan

7.

Pada masa kemerdekaan, sejarah keolahragaan dapat dibedakan menjadi :

a)

Pengelolaan Keolahragaan Masa Orde lama dan Orde Baru

b)

Pengelolaan Keolahragaan Masa Orde lama dan Orde Baru serta Orde reformasi

c)

Pengelolaan Keolahragaan Masa Orde lama, Orde Baru dan Orde reformasi serta pasca reformasi

d)

Pengelolaan Keolahragaan Orde Baru dan Orde Reformasi serta Orde pasca reformasi

8.

Pada masa pra sejarah, pengembangan Pendidikan jasmani dan olahraga ditekankan pada :

a)

Pembinaan fisik untuk lebih efisien untuk menghadapi tantangan dan untuk menciptakan kekuatan dan pengembangan berkelompok

b)

Pembinaan fisik dan non fisik untuk lebih efisien untuk menghadapi tantangan dan untuk menciptakan kekuatan dan pengembangan berkelompok

c)

Pembinaan fisik dan non fisik untuk lebih efisien untuk menghadapi tantangan dan untuk menciptakan kekuatan dan pengembangan pribadi dan berkelompok

d)

Pembinaan fisik dan mental untuk lebih efisien untuk menghadapi tantangan dan untuk menciptakan kekuatan dan pengembangan berkelompok

9.

Pada masa Kerajaan berbasis agama Hindu tujuan Pendidikan Jasmani dan Latihan Jasmani (olahraga) adalah :

a)

Penguasaan sikap badan dan ketahanan tubuh dari kekurangan untuk membebaskan jiwa dari jasmani serta membebaskan rohani atau jiwa dari ketergantungan dari Jasmani

b)

Penguasaan sikap ketahanan tubuh dari kekurangan untuk membebaskan jasmani serta membebaskan rohani atau jiwa dari ketergantungan dari Jasmani

c)

Penguasaan sikap badan dan ketahanan tubuh dari kekurangan untuk membebaskan jasmani serta membebaskan jiwa dari ketergantungan dari Jasmani

d)

Penguasaan sikap badan dan ketahanan tubuh dari kekurangan untuk membebaskan jiwa serta membebaskan rohani dari ketergantungan dari Jasmani

10.

Pada masa kerajaan-Kerajaan berbasis pada Agama Islam Tujuan Pendidikan adalah :

a)

Kesempurnaan hidup dunia dan akherat, pembinaan manusia sabar, taat beragama dan pemerintah serta melakukan olahraga yang terdiri dari beladiri, menunggang kuda, memainkan senjata, kekebalan tubuh dan perang. Pencaksilat

b)

Kesempurnaan hidup dan pembinaan manusia sabar, taat beragama dan pemerintah serta melakukan olahraga yang terdiri dari beladiri, menunggang kuda, memainkan senjata, kekebalan tubuh dan perang. Pencaksilat

c)

Kesempurnaan hidup dunia dan akherat, pembinaan manusia yang taat beragama dan pemerintah serta melakukan olahraga yang terdiri dari beladiri, menunggang kuda, memainkan senjata, kekebalan tubuh dan perang. Pencaksilat

d)

Kesempurnaan hidup dunia dan akherat, pembinaan manusia sabar, taat beragama serta melakukan olahraga yang terdiri dari beladiri, menunggang kuda, memainkan senjata, kekebalan tubuh dan perang. Pencaksilat

11.

Pada masa Penjajahan Belanda, Pendidikan Jasmani dan Olahraga sangat ditekankan disekolah-sekolah diantaranya adalah :

a)

Pendidikan Jasmani pada Senam menggunakan Sistem Spiez-Maul

b)

Pendidikan Jasmani pada Senam menggunakan Sistem Maul

c)

Pendidikan Jasmani pada Senam menggunakan Sistem Spiez-Maul-Niels Buks

d)

Pendidikan Jasmani pada Senam menggunakan Sistem Spiez-Niels Buks

12.

Keolahragaan pada Zaman Penjajahan Belanda dibilang sangat maju, karena Belanda membawa kebudayaan sistem keolahragaan di Eropa. Banyak organisasi olahraga didirikan untuk mendorong kemajuan keolahragaan, diantara induk organisasi itu adalah :

a)

Pada tahun 1930 berdiri PSSI di Yogyakarta dan 1936 PELTI di Semarang.

b)

Pada tahun 1930 berdiri PSSI di Yogyakarta dan 1936 PELTI di Semarang.serta pada tahun 1938 : ISI (Ikatan Sport Indonesia) di Jakarta

c)

Pada tahun 1930 berdiri PSSI di Yogyakarta,1936 PELTI di Semarang.dan pada tahun 1938 : ISI (Ikatan Sport Indonesia) di Jakarta serta pada tahun 1940 berdiri PBKSI Jakarta

d)

Pada tahun 1930 berdiri PSSI di Yogyakarta,1936 PELTI di Semarang.dan pada tahun 1938 : ISI (Ikatan Sport Indonesia) di Jakarta serta pada tahun 1940 berdiri PBVSI Jakarta

13.

Pada masa penjajahan Jepang tujuan Pendidikan Jasmani dan Latihan Jasmani (olahraga) adalah :

a)

Membentuk manusia yang setia kepada jepang dan memiliki kemampuan perang.

b)

Membentuk manusia yang setia kepada jepang dan memiliki kemampuan perang serta memiliki kebugaran jasmani yang baik.

c)

Membentuk manusia yang unggul jasmani, setia kepada jepang dan memiliki kemampuan perang serta memiliki kebugaran jasmani yang baik.

d)

Penguasaan sikap badan dan ketahanan tubuh dari kekurangan untuk membebaskan jiwa serta membebaskan rohani dari ketergantungan dari Jasmani

14.

Latihan-latihan olahraga yang ditekankan pada masa penjajah Jepang, diantaranya adalah :

a)

Kyoreng (latihan baris berbaris), Kendo (beladiri khas Jepang), Taiso (senam), dan Keterampilan menggunakan bayonet (senapan yang pada ujungnya dipasang belati),

b)

Kyoreng (latihan baris berbaris), Kendo (beladiri khas Jepang), dan Keterampilan menggunakan bayonet (senapan yang pada ujungnya dipasang belati),

c)

Kyoreng (latihan baris berbaris), Kendo (beladiri khas Jepang), Taiso (senam), dan Keterampilan menggunakan bayonet (senapan yang pada ujungnya dipasang belati), serta latihan perang

d)

Kyoreng (latihan baris berbaris), Kendo (beladiri khas Jepang), Taiso (senam), dan Keterampilan menggunakan bayonet (senapan yang pada ujungnya dipasang belati), serta atletik

15.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1945-1950, Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, mengadakan suatu gerakan olahraga dikalangan :

a)

Sekolah dan Masyarakat

b)

Sekolah karena profesi dan Masyarakat atas dasar pengabdian, serta dikalangan militer

c)

Sekolah dan Masyarakat serta pegawai pemerintahan

d)

Profesi, Masyarakat, dan pegawai pemerintah serta dari kalangan militer

16.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1945-1950, Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, mengadakan suatu program ....... dikalangan pemuda.

a)

Menyelenggarakan latihan-latihan fisik serta mengusahakan rehabilitasi fisik dan mental

b)

Menyelenggarakan latihan-latihan fisik serta mengusahakan rehabilitasi mental

c)

Menyelenggarakan latihan-latihan fisik serta mengusahakan rehabilitasi fisik.

d)

Menyelenggarakan latihan-latihan fisik serta mengusahakan rehabilitasi pemuda

17.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1945-1950, terbentuk suatu organisasi atau Komite Keolahragaan nasional yaitu :.

a)

PORI atau Persatuan Olahraga Republik Indonesia, yang bertugas melakukan hubungan dengan badan-badan olahraga luar negeri, khususnya dengan IOC

b)

KORI atau Komite Olahraga Republik Indonesia, yang bertugas melakukan hubungan dengan badan-badan olahraga luar negeri, khususnya dengan IOC

c)

KOI atau Komite Olympiade Indonesia, yang bertugas melakukan hubungan dengan badan-badan olahraga luar negeri, khususnya dengan IOC

d)

KONI atau Komite Olahraga Nasional Indonesia dan KOI atau Komite Olympiade Indonesia, yang bertugas melakukan hubungan dengan badan-badan olahraga luar negeri, khususnya dengan IOC

18.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1945-1950, Komite Olahraga bisa menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional I (PON), dengan tujuan utama adalah :

a)

Menggalang persatuan dan kesatuan masyarakat di seluruh Indonesia melalui kegiatan olahraga sesudah lepas dari Penjajah Belanda dan Jepang

b)

Menggalang persatuan dan kesatuan serta prestasi masyarakat di seluruh Indonesia melalui prestasi olahraga sesudah lepas dari Penjajah Belanda dan Jepang

c)

Menggalang persatuan dan kesatuan serta prestasi masyarakat di seluruh Indonesia dengan pertandingan dan perlombaan kegiatan olahraga sesudah lepas dari Penjajah Belanda dan Jepang

d)

Menggalang persatuan dan prestasi olahraga masyarakat di seluruh Indonesia melalui kegiatan olahraga sesudah lepas dari Penjajah Belanda dan Jepang

19.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1951-1951, pembinaan Cabang olahraga Atletik yang merupakan induk dari kegiatan olahraga sangat diperhatikan, hal ini terlihat pada tahun 1952 dan 1953 diselenggarakan :

a)

Panca Lomba Atletik pelajar SLTP dan SLTA secara nasional

b)

Panca Lomba olahraga pelajar SLTP dan SLTA secara nasional

c)

Panca Lomba Atletik pelajar SD, SLTP dan SLTA secara nasional

d)

Panca Lomba olahraga pelajar SD, SLTP dan SLTA secara nasional

20.

Pada masa awal-awal kemerdekaan dari tahun 1951-1956, dimulai penataan sekolah dan akademi olahraga sebagai tempat untuk mencetak ahli dan akademisi olahraga yaitu :

a)

APD atau Akademi Pendidikan Jasmani di Yogyakarta, SGPD atau Sekolah Guru Pendidikan Jasmani di Bandung dan Yogyakarta dan Jurusan Pendidikan Jasmani – FKIP Bandung

b)

APD atau Akademi Pendidikan Jasmani di Yogyakarta, SGPD atau Sekolah Guru Pendidikan Jasmani di Bandung

c)

APD atau Akademi Pendidikan Jasmani di Yogyakarta, SGPD atau Sekolah Guru Pendidikan Jasmani di Surabaya

d)

APD atau Akademi Pendidikan Jasmani di Yogyakarta dan Jurusan Pendidikan Jasmani – FKIP Bandung

21.

Pendidikan Jasmani merupakan pendidikan untuk pembentukan jiwa Nasionalis atau "National Building", ini di kemukakan oleh Presiden Ir. Soekarno, untuk itu perlu dilakukan suatu gerakan yang mendasar di sekolah-sekolah dengan upayanya adalah :

a)

Menyelidiki dan merencanakan pendidikan jasmani dilaksanakan di sekolah dari tingkat dasar sampai atas dan masyarakat, serta Merencanakan dan mengawasi pendidikan bidang Pendidikan Jasmani, dihubungankan dengan organisasi bidang olahraga

b)

Menyelidiki dan merencanakan pendidikan jasmani dilaksanakan di sekolah dari tingkat dasar sampai atas dan masyarakat, serta Mengawasi pendidikan bidang Pendidikan Jasmani, dihubungankan dengan organisasi bidang olahraga

c)

Menyelidiki dan merencanakan pendidikan jasmani dilaksanakan di sekolah dari tingkat dasar sampai atas dan masyarakat.

d)

Merencanakan dan mengawasi pendidikan bidang Pendidikan Jasmani, dihubungankan dengan organisasi bidang olahraga

22.

Pada tahun 1961, Presiden Ir.Soekarno memberikan amanat tentang pentingnya olahraga dalam rangka keikutsertaan Indonesia di Asean Games, yaitu :

a)

Olahragawan berfungsi membangun manusia Indonesia dan harus dedikasi mempersembahkan hidup untuk Indonesia, serta membangun “national building“ manusia Indonesia

b)

Olahragawan berfungsi membentuk manusia Indonesia dan harus dedikasi untuk Indonesia, serta membangun “national building“ manusia Indonesia

c)

Olahragawan dapat membangun manusia Indonesia dan harus dedikasi mempersembahkan hidup untuk Indonesia, serta membangun “national building“ manusia Indonesia

d)

Olahragawan adalah manusia Indonesia dan harus di dedikasikan hidup untuk Indonesia, serta membangun “national building“ manusia Indonesia

23.

Pada tahun 1963 Indonesia mengadakan suatu pesta olahraga Ganefo (Games of the New Emerging Forces), diikuti oleh negara-negara benua Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin. Apa yang melatar belakangi diadakan Ganefo :

a)

Dikeluarkannya Indonesia sebagai anggota IOC (International Olympiade Committe), karena pada saat menyelenggarakan Asean Games ke IV, tidak mengikut sertakan Israel dan Taiwan.

b)

Dikeluarkannya Indonesia sebagai anggota IOC (International Olympiade Committe), karena pada saat menyelenggarakan Asean Games ke V, tidak mengikut sertakan Israel dan Taiwan.

c)

Dikeluarkannya Indonesia sebagai anggota IOC (International Olympiade Committe), dan ingin menjadikan olahraga bukan sebagai bagian urusan politik.

d)

Dikeluarkannya Indonesia sebagai anggota IOC (International Olympiade Committe), karena Indonesia menolak Imperalisme di bidang olahraga.

24.

Pada tahun 1962 Indonesia berhasil menyelenggarakan Asean Games, akan tetapi karena tekanan dari Negara-negara Arab dan Republik Rakyat Tiongkok, panitia tidak memberikan visa untuk negara Israel dan Taiwan, mengapa demikian ??

a)

Negara-negara Arab memprotes berdirinya negara Israel tanpa berdirinya negara Palestina, serta RRT memprotes Taiwan diakui sebagai Negara oleh PBB.

b)

Negara-negara Arab memprotes berdirinya negara Israel, serta RRT memprotesTaiwan diakui sebagai Negara oleh PBB.

c)

Negara-negara Arab memprotes karena Panitia tidak mengundang Palestina untuk mengikuti Asean Games, serta RRT memprotes Taiwan diakui sebagai Negara oleh PBB.

d)

Negara-negara Arab memprotes karena Panitia tidak mengundang Palestina tetapi justru mengundang Israel untuk mengikuti Asean Games, serta RRT memprotes Taiwan diakui sebagai Negara oleh PBB.

25.

Rencana Besar program Olahraga Emas pada Zaman Orde Lama yang disebut sebagai Rencana Dasar 10 Tahun Olahraga yaitu berisi tentang :

a)

Mempertinggi potensi fisik nasional dengan gerakan massal olahraga, Memperluas dan mengintensifkan gerakan olahraga di lingkungan pemuda/ pelajar, Membina olahragawan yang potensial dan berbakat untuk mencapai prestasi, Menyediakan kelengkapan material dan spiritual untuk penyelenggaraan program program olahraga serta Pengkonsolidasian hasil Ganefo I dan penggeloraan gerakan Ganefo

b)

Mempertinggi potensi fisik nasional dengan gerakan massal olahraga, Memperluas dan mengintensifkan gerakan olahraga di lingkungan masyarakat, Membina olahragawan yang untuk mencapai prestasi, Menyediakan kelengkapan material dan spiritual untuk penyelenggaraan program program olahraga serta Pengkonsolidasian hasil Ganefo I dan penggeloraan gerakan Ganefo

c)

Mempertinggi potensi fisik nasional dengan gerakan massal olahraga, Memperluas dan mengintensifkan gerakan olahraga di lingkungan masyarakat, Membina olahragawan yang potensial dan berbakat untuk mencapai prestasi, Menyediakan kelengkapan material dan spiritual untuk penyelenggaraan program program olahraga.

d)

Mempertinggi potensi fisik nasional dengan gerakan massal olahraga, Memperluas dan mengintensifkan gerakan olahraga di lingkungan pemuda/ pelajar, Membina olahragawan yang potensial dan berbakat untuk mencapai prestasi, Menyediakan kelengkapan material dan spiritual untuk penyelenggaraan program program olahraga.

26.

Pada era awal Orde Baru Pendidikan Jasmani dijadikan pelajaran Kurikuler 3 jam seminggu, dengan tujuan :

a)

Mengembangkan fisik manusia yang harmonis dan Menumbuhkan jiwa persatuan yang sebaik- baiknya

b)

Mengembangkan kebugaran jasmani manusia yang harmonis dan Menumbuhkan jiwa kebangsaan yang sebaik- baiknya

c)

Mengembangkan fisik manusia yang harmonis dan Menumbuhkan jiwa perjuangan nilai-nilai kemerdekaan yang sebaik- baiknya

d)

Mengembangkan fisik dan kebugaran jasmani anak-anak sekolah yang harmonis dan Menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan yang sebaik- baiknya

27.

Pada era Orde Baru Komite olahraga nasional (KONI) mengalami perubahan dalam fungsi, yaitu mempunyai ciri-ciri :

a)

Milik masyarakat pembina olahraga, Kekuasaan tertinggi pada Musornas, Tugas dan wewenang: membantu pemerintah (Dirjen Olahraga), Keanggotaan KONI adalah organisasi olahraga.

b)

Milik masyarakat pembina olahraga, Kekuasaan tertinggi pada Musornas, Tugas dan wewenang: membantu pemerintah Keanggotaan KONI adalah organisasi serta dalam pengarahan pemerintah

c)

Milik masyarakat olahraga, Kekuasaan tertinggi pada Musornas, Tugas dan wewenang: membantu pemerintah Keanggotaan KONI adalah organisasi serta dalam pengarahan pemerintah

d)

Milik masyarakat pembina olahraga, Kekuasaan tertinggi pada Musornas, Tugas membantu pemerintah, Keanggotaan KONI adalah organisasi serta dibawah pengarahan pemerintah

28.

Pada tahun 1966-1969 pengelolaan olahraga nasional berada dibawah Dirjen olahraga yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang mempunyai tugas pokok adalah :

a)

Mengolahragakan seluruh rakyat, Pembibitan pada para pelajar/mahasiswa, Peningkatan prestasi serta membantu pertumbuhan dan perkembangan anak lewat olahraga

b)

Mengolahragakan seluruh rakyat, Pembibitan pada para pelajar/mahasiswa, serta Peningkatan prestasi.

c)

Mengolahragakan seluruh rakyat, Pembibitan pada para pelajar/mahasiswa, Peningkatan prestasi, Pemasalan olahraga di masyarakat serta membantu pertumbuhan dan perkembangan anak lewat olahraga

d)

Mengolahragakan seluruh rakyat, Pembibitan pada para pelajar/mahasiswa, Peningkatan prestasi, Pemasalan olahraga di masyarakat serta membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja lewat olahraga

29.

Pada tahun 1966-1969 pengelolaan olahraga nasional berada dibawah Dirjen olahraga yang berada di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang mempunyai tugas pokok ke luar negeri adalah :

a)

Meninggalkan politik isolasi dengan organisasi olahraga internasional, dan menormalisasi hubungan dengan organisasi olahraga internasional

b)

Meninggalkan politik dengan bekerjasama dengan organisasi olahraga internasional, dan menormalisasi hubungan dengan organisasi olahraga internasional

c)

Meningkatkan kerjasama dengan organisasi olahraga internasional, dan menormalisasi hubungan dengan organisasi olahraga internasional

d)

Meningkatkan kerjasama dengan organisasi olahraga internasional, dan menormalisasi hubungan dengan organisasi olahraga internasional serta berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan olahraga inernasional.

30.

Perbedaan mendasar apa yang ada di Era Orde Lama, Baru dan Reformasi di dalam pengelolaan keolahragaan nasional :

a)

Pada masa Orde Lama dan Orde Baru Pemerintah sangat mewarnai kegiatan olahraga, sedang pada era reformasi Pemerintah harus berpedoman pada Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional

b)

Pada masa Orde Lama Presiden sangat mewarnai kegiatan olahraga, demikian juga pada Orde Baru Pemerintah, sedang pada era reformasi Pemerintah harus berpedoman pada Undang-undang Sistem Keolahragaan Nasional

c)

Pada masa Orde Lama dan Orde Baru Pemerintah sangat mewarnai kegiatan olahraga, sedang pada era reformasi Pemerintah tidak mewarnai tetapi KONI sebagai ujung tombak pengelolaan keolahragaan Nasional

d)

Pada masa Orde Lama Presiden sangat mewarnai kegiatan olahraga, demikian juga pada Orde Baru Pemerintah, sedang pada era reformasi Pemerintah tidak mewarnai tetapi KONI sebagai ujung tombak pengelolaan keolahragaan Nasional

31.

Peran dari Pemerintah menurut Undang-undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah :

a)

Menentukan kebijakan nasional, standar keolahragaan nasional, serta koordinasi dan pengawasan terhadap pengelolaan keolahragaan nasional serta bertanggung jawab terhadap berjalannya olahraga nasional

b)

Menentukan kebijakan nasional, standar keolahragaan nasional, dan pengawasan terhadap pengelolaan keolahragaan nasional serta bertanggung jawab terhadap berjalannya olahraga nasional

c)

Menentukan kebijakan nasional, standar keolahragaan nasional, dan pengawasan terhadap pengelolaan keolahragaan nasional.

d)

Menentukan kebijakan nasional, standar keolahragaan nasional, serta koordinasi dan pengawasan terhadap pengelolaan keolahragaan nasional.

32.

Tugas dari Komite Olahraga Nasional menurut Undang-undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah :

a)

Membantu Pemerintah dalam membuat kebijakan nasional dalam bidang pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi pada tingkat nasional

b)

Mengoordinasikan induk organisasi cabang olahraga, organisasi olahraga fungsional, serta komite olahraga.

c)

Melaksanakan pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi.

d)

Melaksanakan dan mengoordinasikan kegiatan kejuaraan olahraga tingkat nasional

33.

Pendanaan kegiatan olahraga melalui Komite Olahraga Nasional, Provinsi dan Kabupaten/kota menurut Undang-undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan nasional adalah diambilkan dari :

a)

APBN untuk nasional dan APBD untuk provinsi, Kabupaten/Kota

b)

Karena sifatnya mandiri maka harus dari sumbangan masyarakat

c)

Sumbangan masyarakat dan bantuan pemerintah

d)

Sumbangan masyarakat dan industri serta bantuan pemerintah

34.

Salah satu perbedaan antara Era Orla, Orba dan Reformasi adalah pada Tugas Komite Olahraga Nasioanal. Pada era reformasi Tugas dari Komite Olahraga Nasional tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota menurut Undang-undang No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah :

a)

Membantu Pemerintah dalam membuat kebijakan nasional dalam bidang pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi pada tingkat nasional

b)

Membantu pemerintah daerah dalam membuat kebijakan daerah di bidang pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan olahraga prestasi

c)

Mengoordinasikan induk organisasi cabang olahraga

d)

Melaksanakan dan mengoordinasikan kegiatan kejuaraan olahraga tingkat daerah

35.

Apa arti dua Sayap warna kuning dan 3 Lingkaran yang menghubungkan 2 sayap pada lambang Komite Olahraga Nasional Indonesia ini :

a)

Sayap Garuda melambangkan kekuatan bangsa Indonesia. warna kuning emas dengan perototan merah mempunyai arti memberikan sendi kemurnian dan keluhuran serta dinamika dari kekuatan, Tiga lingkaran yang menghubungkan kedua sayap menyatakan bahwa kekuatan itu akan tetap kokoh dan abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, Indonesia.

b)

Sayap Garuda melambangkan kekuatan bangsa Indonesia, Tiga lingkaran yang menghubungkan kedua sayap menyatakan bahwa kekuatan itu akan tetap kokoh dan abadi bila didasari 3 prinsip berkebangsaan, yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945

c)

Sayap Garuda melambangkan kekuatan bangsa Indonesia. warna kuning emas dengan perototan merah mempunyai arti memberikan sendi keluhuran serta dinamika dari kekuatan, Tiga lingkaran yang menghubungkan kedua sayap menyatakan bahwa kekuatan itu akan tetap kokoh dan abadi bila didasari prinsip yang berkebangsaan satu, berbahasa satu dan bertanah air satu, Indonesia.

d)

Sayap Garuda melambangkan kekuatan bangsa Indonesia. warna kuning emas dengan perototan merah mempunyai arti memberikan sendi kemurnian dan keluhuran serta dinamika dari kekuatan, Tiga lingkaran yang menghubungkan kedua sayap menyatakan bahwa kekuatan itu akan tetap kokoh dan abadi bila didasari 3 prinsip, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945