Font size
WorksheetsTRAINING SWAYS BOGOR II
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Yang bukan merupakan pengertian “proyek” dibawah ini adalah (pilihan majemuk):
Mempunyai sasaran dan tujuan spesifik
Kegiatannya dibatasi oleh teknologi yang ada
Menggunakan sumber daya yang tidak terbatas / tidak habis-habis
Ada persyaratan terhadap kinerja dan spesifikasi
Memiliki tiga sifat yaitu: temporer, progresif elaboratif dan unique deliverable
Komponen waktu termasuk segitiga pilar proyek , selain mutu dan biaya. Ketiga komponen menjadi hal yang membatasi (konstrain) dalam pengambilan keputusan proyek, sehingga perlu di manage dengan baik. Pelaksanaan Master Schedule proyek yang baik tentu akan menjaga keseimbangan sisi komponen waktu. Master schedule disusun berdasarkan struktur Gantt Chart, yang terdiri dari bagian-bagian dibawah ini, kecuali:
Main task (nama bagian atau departemen)
Sub task (nama jenis pekerjaan)
Kurva S
Durasi proyek
Tarikan bar chart horisontal
Summarecon mengenal “sistem paket” pada master schedule, kalimat dibawah menjelaskan pengertian sistem paket ini, kecuali (pilihan majemuk):
pengelompokkan sub task-sub task dalam 1 paket sama yang harus selesai dikerjakan dan ter-deliver sekaligus tanpa dicicil
dengan sistem paket diharapkan informasi dapat diberikan sebagian, sedikit demi sedikit dahulu, terserah kapasitas yang ada
disepakati tarikan waktu maksimal yang disebut Acuan Blok Waktu
contoh Paket yang kurang baik adalah: Item Cut & Fill tanah digabung dengan Item Rumah massal dan Finish Jalan aspal
Dari tiga ruang lingkup Alur Kerja dalam Summarecon Ways, yang tidak termasuk adalah (pilihan majemuk):
Schedule premier league
Cycle time dari kunjungan Pengawas ke unit-unit
Kurva Supply and Demand
Schedule rapat Proyek
Penekanan 18 Item pekerjaan 4D yang diambil dari item SOP P-15 Proyek
Yang tidak digunakan sebagai Form utama dan pendukung pada Alur Kerja Summarecon Ways adalah (pilihan majemuk):
SOP P-15e Proyek dan P-35e QC
Monitoring Cycle Time (berisi isian 18 item 4D)
Fom Cuti Pengawas
Monitoring Jumlah Tenaga Kerja
Bill of Quantity dari QS yang berisi bobot item pekerjaan (bukan bobot tahapan)
Setelah Kontraktor menerima surat penunjukan atau SPK, maka mereka diundang untuk Kick of Meeting membahas rencana persiapan proyek, SOP dan aturan proyek, kemanan proyek, isu-isu proyek saat ini, tanda tangan Kurva-S, tata cara penagihan & penanganan defect serta komitmen seluruh stakeholder. Yang bukan merupakan peserta undangan pada kick of meeting proyek yaitu:
PM kontraktor & supplier
Aparat TNI dan desa setempat
Tim Keamanan
Planning Design & QS
QC
Bobot item pekerjaan pada Bill of Quantity dari QS, agar dapat digunakan dalam Kurva-S, harus diterjemahkan (dikonversi) dalam bobot Tahapan pekerjaan (Tahap 1 sampai Tahap 10 sesuai SOP). Setelah Bobot Tahapan disetujui bersama pihak proyek dan QS, kemudian di bagi per minggu sesuai tarikan waktunya. Maksimum persentase bobot tahapan perminggu adalah :
2,4%
5,0%
3,5%
4,0%
0,4%
Kurva-S menunjukkan rencana kenaikan akumulasi persentase bobot tahapan pekerjaan dari minggu ke minggu sepanjang proyek berlangsung. Setelah terbentuk kurva-S rencana pada grafik, maka dalam pelaksanaan yang perlu digaris bawahi adalah:
Mencek kembali apakah ada persentase per minggu yang lebih besar dari yang ditentukan, jika ada tarikan waktu disesuaikan kembali, untuk meratakan bobot berlebih
Menghitung selisih bobot kurva-S realisasi (volume tahapan pekerjaan yang selesai saat itu) terhadap kurva-S rencana
Angka lebih kecil atau deviasi minus menunjukkan keterlambatan waktu proyek
Jika deviasi minus melebihi angka yang ditetapkan, maka diperlukan action plan, agar mengurangi minus bahkan menjadi plus
Semua jawaban diatas benar
BAST Lahan adalah salah satu kegiatan dianggap penting dalam Summarecon Ways Proyek, maka kalimat dibawah ini yang tidak mendukung pernyataan diatas adalah:
BAST Lahan ditandatangani sebelum kontraktor mendapat SPK
BAST Lahan menjadi patokan tanggal Start Proyek pada KPI On Time Schedule
Yang di serah terimakan hanya lahan yang akan dikerjakan Kontraktor saja, tidak termasuk infrastruktur jalan, saluran, panel listrik dan fasilitas lain jika ada
Kerusakan yang timbul atas kelalaian menjaga hal-hal yang diserah terimakan menjadi tanggung jawab kontraktor
Singkatan BAST adalah Berita Acara Serah Terima
Pengertian Workshop pada Summarecon Ways mencakup (pilihan majemuk):
Bedah gambar
Dilakukan baik oleh internal Summarecon maupun dengan eksternal Kontraktor dan Supplier
Jalur Otorisasi & Komunikasi Gbr dpt ditempuh, jk ada temuan gambar, spesifikasi material/metoda yg secara logis tdk dpt dilaksanakan
Workshop eksternal sebaiknya dilakukan lebih dulu sebelum internal, demi menjaga hubungan baik dengan mitra
Jk perubahan/variasi dilapangan menyebabkan Revisi Gambar maka jadi dasar pengajuan IPL/VO kontraktor, apakah kerja tambah/kerja kurang
