WorksheetsUAS ASKEB II
Total questions: 80
Worksheet time: 3hrs 40mins
Pengertian Asfiksia adalah :
Suatu keadaan dimana bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir
Suatu keadaan dimana bayi tidak menangis keras dan jelas segera setelah lahir
Suatu keadaan dimana bayi tidak bernafas dan menangis setelah lahir
Suatu keadaan dimana bayi sesak dalam bernafas dikarenakan kekurangan oksigen
Suatu keadaan dimana bayi mengalami kekurangan Oksigen
Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan Ibu adalah :
Air ketuban bercampur mekonium
Kehamilan Pre matur
Pre Eklampsia/ Eklampsia
Lilitan tali pusat
Kelainan Kongenital
Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan Bayi adalah :
Air ketuban bercampur mekonium
Kehamilan Post matur
Pre Eklampsia/ Eklampsia
Lilitan tali pusat
Partus Lama
Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan Tali Pusat adalah :
Air ketuban bercampur mekonium
Kehamilan Pre matur
Pre Eklampsia/ Eklampsia
Lilitan Tali Pusat
Kelainan Kongenital
Penilaian yang dilakukan segera setelah bayi lahir (ketuban jernih) :
Apakah bayi kedinginan?
Apakah bayi menangis atau bernapas?
Apakah bayi gerakannya aktif?
Apakah bayi postmatur?
Apakah bayi prematur?
Berapa suhu stabil untuk bayi normal :
< 36 derajat Celcius
36,0 derajat C – 37,0 derajat Celcius
36,5 derajat C – 37,5 derajat Celcius
36,5 derajat C – 37,0 derajat Celcius
37,0 derajat C – 38,0 derajat Celcius
Yang termasuk katagori berat badan bayi lahir normal adalah :
< 2000 gram
Menyesuaikan dengan usia kehamilan
2000 – 2500 gram
Tergantung siapa penolong nya
2500 – 4000 gram
Apabila menimbang bayi langsung pada timbangan dgn tidak dilapisi kain, dgn kata lain kontak langsung dgn benda dingin, ini merupakan mekanisme kehilangan panas secara :
Evaporasi
Konduksi
Konveksi
Radiasi
Infeksi
. Apabila bayi baru lahir tidak dikeringkan dengan benar atau bayi kencing tidak segera di ganti popoknya, ini merupakan mekanisme kehilangan panas secara :
Evaporasi
Konduksi
Konveksi
Radiasi
Infeksi
Bayi baru lahir diberikan injeksi vitamin K1 secara intamuskuler dengan dosis :
1 mg pada paha Sebelah Kiri
1 mg pada paha Sebelah Kanan
10 mg pada Lengan Sebelah Kiri
10 mg pada Lengan Sebelah Kanan
1 gr pada Bokong Bayi
Reaksi ketika janin tidak memperoleh Oksigen yang cukup adalah pengertian tentang :
Asfiksia
Gawat Janin
Aspirasi
Ispa
Pneumonia
Frekuensi Denyut Jantung Janin Normal pada bayi baru lahir :
40 - 60 X per menit
60 - 80 X per menit
80 - 100 X per menit
100 - 120 X per menit
120 - 160 X per menit
Keuntungan kontak kulit dengan kulit bagi Bayi dalam IMD, diantaranya :
a. Meningkatkan hubungan bathin
b. Menstabilkan suhu/ panas tubuh
c. Merangsang kontraksi uterus
d. a dan b benar
e. a, b dan c benar
Gerakan janin yang Normal pada Kehamilan adalah :
< 10 X per menit
≥ 10 X per menit
10 – 20 X per menit
< 10 X per hari
≥ 10 X per hari
Salah satu upaya bidan mencegah terjadinya gawat Janin pada ibu hamil, diantaranya :
Perhatikan asupan makanan ibu hamil
Berikan cukup gizi dengan tinggi protein untuk janin
Ibu hamil cukup istirahat
Dalam periksa kehamilan selalu di lakukan USG
Gunakan Partograf untuk memantau persalinan
Dalam mengidentifikasi gawat Janin dalam persalinan diantaranya :
a. Periksa frekuensi DJJ setiap 60 menit pada kala I dan setiap 30 menit setelah Kala II
b. Periksa ada/ tidak adanya air ketuban bercampur mekonium
c. Periksa frekuensi DJJ setiap 30 menit pada kala I dan setiap 15 menit setelah pembukaan lengkap
d. a dan b benar
e. b dan c benar
Jika dalam pemeriksaan di atas, bidan menemukan tanda gawat janin, maka tingkatkan oksigen pada janin dengan cara :
Mintalah ibu untuk merubah posisi tidurnya
Berikan cairan kepada ibu secara per oral atau IV
Berikan Oksigen
Periksa kembali DJJ 10-15 setelah tindakan penanganan, jika frekuensi masih tidak normal lakukan Rujukan
Semua tindakan benar
Dalam Resusitasi pada BBL dengan Asfiksia, bidan membutuhkan kain/ handuk dalam penanganannya sebanyak :
1 Buah
2 Buah
3 Buah
4 Buah
5 Buah
Keringkan bayi dan rangsang taktil. Ganti kain yang basah dengan kain bersih dan kering. Selimuti bayi dengan kain kering. Biarkan muka dan dada terbuka, termasuk pada :
Langkah Awal
Ventilasi
Penilaian Bayi
Perawatan Bayi
Perawatan Paska Resusitasi
Upaya untuk mencegah kehilangan panas pada BBL :
a. Keringkan bayi secara seksama
b. Selimuti bayi dengan selimuti
c. Tutup kepala bayi
d. a dan b benar
e. a , b dan c benar
Apabila Ventilasi sudah dilakukan sampai 1-2 menit pada BBL dengan Asfiksia dan belum berhasil, maka tindakan yang harus dilakukan selanjutnya adalah ;
Lanjutkan Ventilasi
Merujuk ke Fasilitas Kesehatan yang lebih lengkap/ RS
Perawatan Paska Resusitasi
Tambahkan 10 menit, setiap 30 detik di bayi dinilai
Pertimbangkan tindakan untuk dihentikan
Bayi Baru Lahir Normal adalah Bayi yang lahir dengan usia kehamilan :
20- 28 minggu
28- 30 minggu
28- 37 minggu
37- 42 minggu
> 42 minggu
Dalam Manajemen Asfiksia, yang dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam penyelamatan bayi baru lahir ( Masa Emas ) adalah :
Penilaian
Tindakan
Keadaan bayi baru lahir
Gerakan bayi baru lahir
Usia kehamilan pada saat bayi dilahirkan
Pemberian tetes mata sebagai propilaksis pada bayi baru lahir, segera harus dilakukan dalam :
1 Menit pertama setelah kelahiran
15 Menit pertama setelah kelahiran
30 Menit pertama setelah kelahiran
1 Jam pertama setelah kelahiran
2 Jam pertama setelah kelahiran
Manfaat Pemberiann ASI secara dini :
a. Merangsang produksi ASI
b. Memperkuat refleksi isapan bayi
c. Membantu Involusi uteri
d. a dan b benar
e. a , b dan c benar
Perawatan Tali pusat pada bayi baru lahir, diantaranya :
Tidak membungkus tali pusat melainkan menutup dengan kassa kering
Selalu memakai alkohol 70 % untuk mencegah infeksi lokal
Pakai talk agar tidak lengket
Mengobati luka dengan memberikan antibiotika
Tidak boleh terkena air pada saat dimandikan
Manakah dibawah ini rekomendasi untuk memandikan BBL :
a. Mandikan dalam ruangan yang hangat
b. Tunggu ( minimal) 6 jam sebelum memandikan bayi
c. Apabila banyak vernix casiosa atau darah mandikan sedini mungkin
d.
d. a dan b benar
e. b dan c benar
Pencegahan infeksi untuk bayi, salah satu tindakan diantaranya :
Memberikan bayi obat untuk meningkatkan kekebalan
. Memandikan bayi sesudah kontak dengan pengunjung
Cuci tangan sebelum / sesudah kontak dengan bayi
Dilarang ditengok dan didekati keluarganya
Tidak boleh di gendong oleh kedua orang tua nya
Konseling IMD dilakukan, sebaiknya :
Triwulan III kehamilan ( ANC)
Kala I fase laten persalinan
Kala I fase aktif pesalinan
Pembukaan servik lengkap
Kala II Persalinan
Posisi perlekatan yang benar dalam menyusui, diantaranya
a. Mulut bayi terbuka lebar
b. Bagian bawah areola ibu tidak terlihat
c. Dagu bayi menyentuh payudara ibu
d. a dan b benar
e. a, b dan c benar
Beberapa teori menjelaskan bahwa persalinan 96 % berlangsung dengan presntasi kepala, salah satu teori tersebut menjelaskan Kepala relative besar dan berat maka akan memposisikan di bagian terendah dari janin , teori tersebut dinamakan:
Teori Presentasi
Teori Gravitasi
Teori Akomodasi
Teori malposisi
Teori Inisiasi
Batasan kala dua persalinan adalah dari mulai pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi, tanda gejala pasti kala 2 adalah :
Ibu ingin meneran terus menerus
Ibu merintih kesakitan
Portio tidak teraba di bagian depan
Kepala Nampak di introitus vagina
Frekueunsi his semakin sering
Mekanisme persalinan adalah gerakan-gerakan janin untuk menyesuaikan dengan jalan lahir, sehingga janin dapat melewati bidang-bidang panggul dan dapat dilahirkan , gerakan rotasi internal adalah :
Masuknya kepala melewati Pintu Atas Panggul
Kepala merunduk sehingga dagu mendekat kedada
Sutura sagitalis mendekat pada promontorium
Kepala berputar kedepan kebawah simfisis
Kepala berputar menghilangkan torsi pada leher
Penyebab turunnya kepala janin pada proses persalinan adalah
a. Tekanan intra uterin
b. Melurusnya punggung ibu
c. Dorongan meneran ibu
d. A dan B benar
e. A dan C benar
Salah satu gerakan janin pada saat mekanisme persalinan yang menyebabkan kepala memasuki rongga panggul dalam ukuran yang lebih kecil dari suboksiput- prontalis 11 cm menjadi suboksiput -bregmatika 9,5 cm adalah :
Turunnya kepala
Fleksi
Putaran paksi dalam
Depleksi
Putaran paksi luar
Pada saat asuhan persalinan normal, Bidan melakukan bimbingan meneran pada ibu, bimbingan yang benar pada pernyataan dibawah ini, adalah :
Bidan membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihan ibu
Ibu menutup mulutnya/ tidak bersuara pada saat meneran
Ibu dibimbing meneran setiap kali his muncul
Ibu dilarang tidur pada saat proses persalinan berlangsung
Berikan ibu cukup asupan nutrisi makan dan minum
Batasan kala IV yang benar pada pernyataan dibawah ini adalah:
2 Jam setelah lahirnya bayi
2 Jam setelah lahirnya plasenta*
24 Jam setelah lahirnya bayi
24 Jam setelah lahirnya plasenta
2 jam pasca pembukaan lengkap
Jika uterus berada ditengah-tengah uteri dengan tinggi fundus uteri diatas umbilical, itu menandakan keadaan yang fatologis dan harus segera dilakukan tindakan agar Tinggi Fundus Uteri kembali keposisi yang normal , tindakan tersebut adalah :
Mengosongkan kandung kemih
Melakukan massage uteri
Mengeluarkan gumpalan darah yang ada dalam cavum uteri
Memberikan suntikan oksitosin
Semua tindakan benar
Berikut data obyektif yang menggambarkan keadaan fisiologi pada ibu post partum :
a. Ny A, PP 2 jam ,Suhu tubuh meningkat dari 36,5 ⁰C menjadi 37,5⁰C
b. Tekanan darah kembali pada pada TD sebelum persalinan
c. Gemetar/tremor, dengan suhu 38 ⁰C
d. Jawaban A dan B benar
e. Jawaban A dan C benar
Setelah seluruh tubuh bayi lahir/ekspulsi, maka tindakan bidan selanjutmya pada LANGKAH asuhan persalinan normal adalah :
Keringkan seluruh tubuh bayi dengan handuk kering
Isap lendir
Menyuntikan oksitoksin
Melakukan penilaian selintas pada bayi
IMD
Setelah memotong tali pusat bayi, maka langkah berikutnya sesuai APN adalah :
Memindahkan klem tali pusat hingga berjarak 5-10 cm
IMD kan bayi
Melahirkan plasenta
Menyuntikan oksitoksin
Massage uterus
Ibu Ani hamil anak pertama, usia ibu 21 tahun, usia kehamilan 38 minggu, ibu Ani mengatakan sejak 2 hari terakhir, sering merasa mules dan sakit pada perutnya dan telah keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, pergerakan janin masih dirasakan, Bidan Selvi segera melakukan pemeriksaan:
KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protin urinen (-), Pemeriksaa obstetric: TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar, keras mudah digoyang sudah masuk PAP, L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit
Pemeriksaan Dalam:
Vulva/vagina : Tidak ada kelainan, Nampak ada lender –darah, tidak teraba adanya
Massa, varices, dan IMS
Portio : lunak tebal
Pembukaan : 5 cm
Ketuban : Positif
Prentasi anak : Belakang Kepala
Penurunan : H.III
Pada kasus diatas apa Diagnosa kebidanan untuk ibu dan bayinyan?
Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase aktif , janin tunggal hidup, intra uteri, Penurunan H III. Presentasi belakang kepala.
Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase laten, janin tunggal hidup, intra uteri, presentasi belakang kepala.
Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase aktif , janin tunggal hidup, ekstra uteri, presentasi belakang kepala.
Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase laten , janin tunggal hidup, intra uteri, Penurunan H III, presentasi belakang kepala.
Benar Semua
Ibu Ani hamil anak pertama, usia ibu 21 tahun, usia kehamilan 38 minggu, ibu Ani mengatakan sejak 2 hari terakhir, sering merasa mules dan sakit pada perutnya dan telah keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, pergerakan janin masih dirasakan, Bidan Selvi segera melakukan pemeriksaan:
KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protin urinen (-), Pemeriksaa obstetric: TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar, keras mudah digoyang sudah masuk PAP, L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit
Pemeriksaan Dalam:
Vulva/vagina : Tidak ada kelainan, Nampak ada lender –darah, tidak teraba adanya
Massa, varices, dan IMS
Portio : lunak tebal
Pembukaan : 5 cm
Ketuban : Positif
Prentasi anak : Belakang Kepala
Penurunan : H.III
Tanda gejala pasti kala 2 persalinan pada ibu Ani, adalah :
Sering merasa mules dan keluar lendir- darah
KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protein urinen (-)
TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar
L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit
Portio : lunak tebal, Pembukaan : 5 cm, Ketuban: Positif, Prentasi anak :Belakang Kepala, Penurunan: H.III
Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum ibu Ana mengalami penurunan Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.
Pada kasus ibu Ana , terjadi laserasi spontan yaitu dari comisura posterior sampai ke perineum, berdasarkan kondisi laserasi tersebut maka masuk kedalam derajat luka :
Derjat I
Derajat II
Derajat III
Derajat III
Derajat V
Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum ibu Ana mengalami penurunan Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.
Berdasarkan derajat luka tersebut, bidan melalukan penjahitan, dengan teknik penjahitan :
Vagina dengan teknik Jelujur dimana simpul pertama 1 cm diatas luka
Perineum dijahit dengan teknik jelujur dibagian dalam dan teknik teknik jahitan subkutiskuler
Bagian jaringan yang dijahit meliputi, jaringan kulit dan jaringan otot perineum dan anus
Jawaban Adan B benar
Jawaban Adan C salah
Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum ibu Ana mengalami penurunan Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.
Ibu Ana mengalami perdarahan dari jalan lahir/ cavum uteri sehingga mengalami penurunan keadaan umum, penyebab adalah :
Terlalu lelah
BB bayi mencapai 4000 gram
Kandung kemih penuh yang menurunkan kontraksi uterus
Robekan pada perineum
Persalian yang ke dua
Perawatan yang benar untuk jahitan perineum adalah :
Kompres betadin
Vulva hygiene, sering berganti pembalut*
Minum anti biotika
Kompres ramuan herbal seperti daun sirih
Minum analgetik
Untuk menghindari ruftur spontan pada persalinan dengan bayi besar sebaiknya bidan melakukan tindakan :
Menahan perineum sekuat mungkin
Meminpin persalinan pada saat pembukaan lengkap
Mengatur depleksi agar tidak depleksi maksimal
Melakukan episiotomy
Rujukan untuk SC
Setiap melakukan persiapan untuk menolong persalinan, selain menyiapkan alat-alat , bidan juga harus menyiapkan tempat dan alat-alat untuk penanganan asfiksia ,supaya bayi tidak terlabat mendapat penanganan bilamana mengalami asfiksia, persiapan tersebut untuk tindakan :
Resusitasi
Rehidrasi
Inisiasi
Antisipasi
Kapan waktu yang tepat bagi bidan untuk memulai melakukan pimpinan persalianan pada persalinan normal:
Setiap ibu ada dorongan meneran
Setelah kontraksi teratur dan ibu menunujuk an ingin meneran
Setelah pecah selaput ketuban
Setelah pembukaan lengkap dan ada dorongan meneran
Setelah presentasi anak Nampak di vulva
Seorang perempuan G4P2A1 umur 35 tahun, hamil 36 minggu, datang ke PMB R ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin mendapatkan penjelasan tentang water birth. TD 110/70 mmHg, R 22 x/mnt, S 36,5 C, tinggi badan 140 cm. Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak ditemukan kelainan.
Dilihat dari hasil pemeriksaan, tindakan yang tepat dilakukan Bd R adalah ...
Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang water birth tetapi memberikan penjelasan bahwa tidak bisa melakukan metode water birth
Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang water birth serta memberikan penjelasan bahwa bisa melakukan metode water birth
Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang keingin tahuannya tentang water birth serta merekomendasikan melakukan metode water birth
Memberikan penjelasan tentang water birth dan memberitahu tidak bisa melakukan metode water birth
Memberikan penjelasan tentang water birth dan membujuk melakukan metode water birth
Seorang perempuan G4P2A1 umur 35 tahun, hamil 36 minggu, datang ke PMB R ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin mendapatkan penjelasan tentang water birth. TD 110/70 mmHg, R 22 x/mnt, S 36,5 C, tinggi badan 140 cm. Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak ditemukan kelainan.
Apa yang menjadi dasar pemeriksaan sehingga tidak bisa melakukan metode water birth ...
Tekanan Darah
Laboratorium
Umur
Tinggi badan
Riwayat kehamilan
Bayi J lahir 6 jam yang lalu dengan keadaan badan kemerahan, gerakan aktif, berat badan lahir 3200 gr, panjang badan lahir 50 cm, suhu 36,5 C. Setelah dimandikan tangan dan kaki Bayi J teraba dingin dikarenakan terlalu lama menggunakan handuk yang basah
Dilihat dari keadaan tersebut, bayi J mengalami ...
Hipotermia
Aspiksia
Tetanus nonatorum
Prematur
Hiperbilirubin
Bayi J lahir 6 jam yang lalu dengan keadaan badan kemerahan, gerakan aktif, berat badan lahir 3200 gr, panjang badan lahir 50 cm, suhu 36,5 C. Setelah dimandikan tangan dan kaki Bayi J teraba dingin dikarenakan terlalu lama menggunakan handuk yang basah
Dapat disimpulkan penyebab penurunan suhu tubuh bayi J melalui mekanisme ...
Konveksi
Evaporasi
Radiasi
Konduksi
Kondensasi
Seorang perempuan baru saja melahirkan di PMB A. Bayi menangis kuat, warna kulit merah, gerakan aktif, berat lahir 2300 gr, panjang 49 cm, dengan usia kehamilan 39 minggu.
Penatalaksaan yang dilakukan segera terhadap bayi adalah ...
Memandikan
Menghisap lendir
Memotong lali pusat
Inisiasi menyusui dini
Mengeringkan
Seorang perempuan baru saja melahirkan di PMB A. Bayi menangis kuat, warna kulit merah, gerakan aktif, berat lahir 2300 gr, panjang 49 cm, dengan usia kehamilan 39 minggu.
Asuhan yang dapat diberikan untuk mencegah penurunan gula darah bayi adalah...
Pemberian imunisasi HB0
Melakukan rawat gabung
Segera beri ASI
Segera beri PASI
Berikan cairan infuse dextrose
Setelah 1 jam IMD dilakukan penyuntikan vit K. Tujuan dari pemberian Vit K adalah
Mencegah terjadinya kerusakan tulang pada bayi
Mencegah perdarahan bayi baru lahir
Mencegah infeksi silang yang mungkin terjadi
Mencegah infeksi hepatitis ibu-bayi
Mencegah penurunan gula darah
Seorang bayi lahir spontan dengan BB 2.600 gr PB 48 cm. Bayi tersebut dilakukan rangsangan dengan menggosokkan punggung, tangan dan kaki dengan lembut. Serta menyentil perlahan telapak tangan kaki 1-2 kali. Hasilnya didapatkan penilaian APGAR SCORE bernilai 7.
Dari pernyataan di atas, yang dimaksud dengan rangsangan tersebut adalah ?
Rangsangan Glabellar
Rangsangan Sucking
Rangsangan Taktil
Rangsangan Walking
Rangsangan Tonic Neck
Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.
Dilihat dari usia kehamilan dan berat badan lahir bayi L termasuk dalam kategori ...
Postmatur
Serotinus
Dismatur
Matur
Prematur
Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dapat diberikan pada bayi L adalah ..
Rawat gabung dengan ibunya
Pemberian antibiotik
Dirawat dalam inkubator
Pemberian HB0
Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.
Setelah 30 menit kemudian bayi L mengalami penurunan suhu sampai 36 C, maka asuhan yang diberikan adalah ...
Berikan antipiretik
Berikan antibiotic
Lakukan rujukan segera
Berikan ASI
Lakukan metode kangguru
Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.
Pemberian ASI yang dianjurkan pada bayi Ny. L adalah ...
Bila bayi terbangun
1 jam sekali
3 jam sekali
Bila bayi menangis
On demand
Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.
Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merawat tali pusat bayi L adalah ...
Steril
Bersih
Dibungkus rapat
Bersih dan kering
Dibungkus kassa betadin
Ny T G2P1A0 umur 26 tahun, hamil 32 minggu, datang ke PMB J ingin memeriksakan kehamilannya. TD 120/70 mmHg, R 20 x/mnt, S 36,5 C. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan. Oleh karena itu bd J memberikan konseling berhubungan dengan kehamilannya dan menjelaskan tentang persalinan termasuk metode water birth dan lotus birth.
Salah satu manfaat dari metode water birth adalah ...
Metode ini mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
Metode ini mempermudah oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi sebelum bayi benar-benar dapat mulai bernafas sendiri
Metode ini mempermudah bidan dalam membantu ibu melahirkan
Metode ini akan teknik relaksasi untuk membantu ibu merasa siap dan mengurangi kecemasan selama kehamilan
Metode mempermudah melahirkan ibu melahirkan dimana saja, tanpa bantuan medis
Pengertian dari metode lotus birth adalah ...
Melakukan persalinan di dalam air
Teknik relaksasi untuk membantu ibu merasa siap dan mengurangi kecemasan
Teknik mengolah tubuh, pikiran, emosi selama kehamilan agar ibu merasa siap dalam menghadapi persalinan
uatu metode asuhan pada bayi baru lahir dimana tali pusat bayi tidak dipotong
Suatu metode ini mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.
Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.
Pada kondisi normal posisi kepala jalan lahir : letak belakang kepala, letak puncak kepala, letak muka, letak dahi. Indikator letak belakang kepala adalah...
Ubun-ubun besar
Puncak kepala
Ubun ubun kecil
Tulang belakang
Presentasi majemuk
Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.
Asuhan kebidanan yang tepat pada perempuan tersebut adalah ...
Menganjurkan banyak makan
Mencukur rambut pubis
Menganjurkan tidur miring kanan
Menganjurkan tidur miring kiri
Memberikan dukungan emosional
Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.
Bentuk dukungan yang bisa dilakukan merupakan prediktor utama terbentuknya persepsi kenyamanan pada saat persalinan ...
Dukungan emosional
Dukungan sosial
Dukungan suami
Dukungan keluarga
Dukungan Moral
Berikut ini merupakan upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan kecuali...
Kompres hangat dingin
Berendam
Alunan Musik
Pemusatan perhatian
Water Birth
Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.
Diagnosa pada perempuan tersebut yang tepat adalah kala IV dengan …
Laserasi Derajat 1
Laserasi Derajat 2
Laserasi Derajat 3
Laserasi Derajat 4
Laserasi Derajat 5
Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.
Asuhan segera yang dilakukan oleh bidan pada kasus atas adalah ...
Menjahit laserasi
Melakukan masase uterus
Mengukur tekanan darah ibu
Mengosongkan kandungan kemih
Memberikan kompres pada kandung kemih
Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.
Evaluasi yang dilakukan bidan sebelum melakukan penjahitan luka jalan lahir adalah
Indentifikasi laserasi
Mengukur TFU
Memeriksa placenta
Perawatan BBL
Menyiapkan lidocain
Seorang perempuan berumur 29 tahun hamil 38 minggu datang ke PMB pada pukul 19.00 WIB dengan keluhan keluar keringat dingin dan kenceng-kenceng teratur sejak pukul 12.00 WIB disertai lendir darah. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 8 cm, KK +, penurunan kepala masuk panggul diantara tepi bawah simphisis dan spina ischiadica.
Data fokus yang dapat mendukung diagnosa ibu adalah ...
Dilatasi cervik
Hasil anamnesa
Adanya kenceng-kenceng teratur
Keluar keringat dingin
Hasil pemeriksaaan fisik
Seorang perempuan berumur 29 tahun hamil 38 minggu datang ke PMB pada pukul 19.00 WIB dengan keluhan keluar keringat dingin dan kenceng-kenceng teratur sejak pukul 12.00 WIB disertai lendir darah. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 8 cm, KK +, penurunan kepala masuk panggul diantara tepi bawah simphisis dan spina ischiadica
Asuhan yang dapat diberikan pada perempuan tersebut adalah ...
Mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori
Memecahkan ketuban
Mencukur rambut pubis
Menganjurkan mobilisasi
Menganjurkan ibu tidur miring kiri
Seorang perempuan baru saja melahirkan anak kedua 1 jam yang lalu bayi lahir spontan, BB 3100 gr, PB 50 cm dan jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan hasil pengkajian di temukan KU ibu baik, 120/70 mmhg, nadi 76x/menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap. Perempuan tersebut mengeluh perutnya mules dan masih mengeluarkan darah, sehingga ia merasakan cemas dengan keadaannya.
Diagnosa yang dapat ditegakkan ...
Persalinan kala I fase aktif
Persalinan kala I fase latent
Persalinan kala II
Persalinan kala III
Persalinan kala IV
Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0 hamil 37 minggu datang ke RSIA, dengan perut kenceng kenceng ingin bersalin. Hasil pemeriksaan abdomen pada bagian pundus ibu teraba bagian bulat keras melenting, bagian kiri ibu teraba tahanan memanjang, bagian bawah perut ibu teraba bagian bulat lunak. Kontraksi uterus 3x dalam 10 menit lama 40 detik. VT: pembukaan lengkap, ketuban utuh, teraba os sacrum, penurunan kepala Hodge III +.
Diagnosa dari kasus diatas adalah Inpartu Kala I dengan ...
Letak bahu
Letak sungsang
Letak
Letak kepala dengan presentasi majemuk
Letak dahi
Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0 hamil 37 minggu datang ke RSIA, dengan perut kenceng kenceng ingin bersalin. Hasil pemeriksaan abdomen pada bagian pundus ibu teraba bagian bulat keras melenting, bagian kiri ibu teraba tahanan memanjang, bagian bawah perut ibu teraba bagian bulat lunak. Kontraksi uterus 3x dalam 10 menit lama 40 detik. VT: pembukaan lengkap, ketuban utuh, teraba os sacrum, penurunan kepala Hodge III +.
Pada pemeriksaan DJJ maka punctum maksimum berada di sebelah ...
Kiri atas pusat ibu
Kanan atas pusat ibu
Kiri setinggi pusat ibu
Kanan setinggi pusat ibu
Sejajar pusat
Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik
Asuhan sayang ibu yang dapat diberikan adalah
Menganjurkan banyak makan
Berbaring terlentang di tempat tidur
Menganjurkan ibu tetap berjalan-jalan
Menganjurkan ibu untuk mengedan
Memarahi ibu karena selalu mengeluh nyeri
Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik
Pada kasus diatas, dalam tahapan persalinan
Kala 2 fase akselerasi
Kala 1 fase deselerasi
Kala 1 fase laten
Kala 1 fase aktif
Kala 2 fase laten
Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik
Pada kasus diatas, data yang dapat menjadi bahan dalam penentuan data Objektif adalah
Ibu mengeluh perut kencang-kencang
Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir
Seorang perempuan umur 28 Tahun G2P1A0 hamil 39 minggu
Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 2 cm
Nyeri pada saat kontraksi
