Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS ASKEB II

Total questions: 80

Worksheet time: 3hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Pengertian Asfiksia  adalah :

a)

Suatu keadaan dimana bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera  setelah lahir

b)

Suatu keadaan  dimana  bayi tidak menangis keras dan jelas segera setelah  lahir

c)

Suatu keadaan dimana bayi tidak bernafas dan menangis setelah  lahir

d)

Suatu keadaan dimana bayi  sesak dalam bernafas dikarenakan kekurangan oksigen

e)

Suatu keadaan dimana bayi mengalami kekurangan Oksigen

2.

Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan Ibu adalah :

a)

Air ketuban bercampur mekonium

b)

Kehamilan Pre matur

c)

Pre Eklampsia/ Eklampsia

d)

Lilitan tali pusat

e)

Kelainan Kongenital

3.

Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan Bayi adalah :

a)

Air ketuban bercampur mekonium

b)

Kehamilan Post matur

c)

Pre Eklampsia/ Eklampsia

d)

Lilitan tali pusat

e)

Partus Lama

4.

Penyebab Asfiksia pada BBL dari Keadaan  Tali Pusat adalah :

a)

Air ketuban bercampur mekonium

b)

Kehamilan Pre matur

c)

Pre Eklampsia/ Eklampsia

d)

Lilitan Tali Pusat

e)

Kelainan Kongenital

5.

Penilaian yang dilakukan segera setelah bayi lahir (ketuban jernih) :

a)

Apakah bayi kedinginan?      

b)

Apakah bayi menangis atau bernapas?

c)

Apakah bayi gerakannya aktif?

d)

Apakah bayi postmatur?

e)

Apakah bayi prematur?

6.

Berapa suhu stabil untuk bayi normal :

a)

< 36 derajat Celcius

b)

36,0 derajat C – 37,0 derajat Celcius

c)

36,5 derajat C – 37,5 derajat Celcius

d)

36,5 derajat C – 37,0 derajat Celcius

e)

37,0 derajat C – 38,0 derajat Celcius

7.

Yang termasuk katagori berat badan bayi lahir normal adalah :

a)

< 2000 gram        

b)

Menyesuaikan dengan usia kehamilan

c)

2000 – 2500 gram    

d)

Tergantung siapa penolong nya

e)

2500 – 4000 gram

8.

Apabila menimbang bayi langsung pada timbangan dgn tidak dilapisi kain, dgn kata lain kontak langsung dgn benda dingin, ini merupakan mekanisme kehilangan panas secara :

a)

Evaporasi    

b)

Konduksi   

c)

Konveksi

d)

Radiasi

e)

Infeksi

9.

.    Apabila bayi baru lahir tidak dikeringkan dengan benar atau bayi kencing tidak segera di ganti popoknya, ini merupakan mekanisme kehilangan panas secara :

a)

Evaporasi  

b)

Konduksi    

c)

Konveksi

d)

Radiasi

e)

Infeksi

10.

Bayi baru lahir diberikan injeksi vitamin K1 secara intamuskuler dengan dosis :

a)

1 mg pada paha Sebelah Kiri

b)

1 mg pada paha Sebelah Kanan

c)

10 mg pada Lengan Sebelah Kiri

d)

10 mg pada Lengan Sebelah Kanan

e)

1 gr pada Bokong Bayi

11.

Reaksi ketika janin tidak memperoleh Oksigen yang cukup adalah pengertian tentang :

a)

Asfiksia

b)

Gawat Janin

c)

Aspirasi

d)

Ispa

e)

Pneumonia

12.

Frekuensi Denyut Jantung Janin Normal pada bayi baru lahir  :

a)

40 - 60 X per menit

b)

60 - 80 X per menit

c)

80 - 100 X per menit

d)

100 - 120 X per menit

e)

120 - 160 X per menit

13.

Keuntungan kontak kulit dengan kulit bagi Bayi dalam IMD, diantaranya :

a)

a. Meningkatkan hubungan bathin  

b)

b. Menstabilkan suhu/ panas tubuh      

c)

c. Merangsang kontraksi uterus

d)

d. a dan b benar

e)

e. a, b dan c benar

14.

Gerakan janin yang Normal pada Kehamilan adalah :

a)

< 10 X per menit  

b)

≥ 10 X per menit    

c)

10 – 20 X per menit

d)

< 10 X per hari

e)

≥ 10 X per hari

15.

Salah satu upaya bidan mencegah terjadinya gawat Janin pada ibu hamil, diantaranya  :

a)

Perhatikan asupan makanan ibu hamil   

b)

Berikan cukup gizi dengan tinggi protein untuk janin          

c)

Ibu hamil cukup istirahat

d)

Dalam periksa kehamilan selalu di lakukan USG

e)

Gunakan Partograf untuk memantau persalinan

16.

Dalam mengidentifikasi gawat Janin dalam persalinan diantaranya :

a)

a. Periksa frekuensi DJJ setiap 60 menit pada kala I dan setiap 30 menit setelah   Kala II

b)

b. Periksa ada/ tidak adanya air ketuban bercampur mekonium

c)

c. Periksa frekuensi DJJ setiap 30 menit pada kala I dan setiap 15 menit setelah pembukaan lengkap

d)

d.  a dan b benar

e)

e. b dan c benar

17.

Jika dalam pemeriksaan di atas, bidan  menemukan  tanda gawat janin, maka tingkatkan oksigen pada janin dengan cara :

a)

Mintalah ibu untuk merubah posisi tidurnya

b)

Berikan cairan kepada ibu secara per oral atau IV

c)

Berikan Oksigen

d)

Periksa kembali DJJ 10-15 setelah tindakan penanganan, jika frekuensi masih tidak normal lakukan Rujukan

e)

Semua tindakan benar

18.

Dalam Resusitasi pada BBL dengan Asfiksia, bidan membutuhkan kain/ handuk  dalam penanganannya sebanyak :

a)

1 Buah   

b)

2 Buah 

c)

3 Buah

d)

4 Buah

e)

5 Buah

19.

Keringkan bayi dan rangsang taktil. Ganti kain yang basah dengan kain bersih dan kering. Selimuti bayi dengan kain kering. Biarkan muka dan dada terbuka, termasuk pada :

a)

Langkah Awal      

b)

Ventilasi    

c)

Penilaian Bayi

d)

Perawatan Bayi

e)

Perawatan Paska Resusitasi

20.

Upaya untuk mencegah kehilangan panas pada BBL :

a)

a. Keringkan bayi secara seksama     

b)

b. Selimuti bayi dengan selimuti    

c)

c. Tutup kepala bayi 

d)

d. a  dan  b  benar

e)

e. a , b  dan  c  benar

21.

Apabila Ventilasi sudah dilakukan sampai 1-2 menit pada BBL dengan Asfiksia dan belum berhasil, maka tindakan yang harus dilakukan selanjutnya adalah ;

a)

Lanjutkan Ventilasi

b)

Merujuk ke Fasilitas Kesehatan yang lebih lengkap/ RS     

c)

Perawatan Paska Resusitasi

d)

Tambahkan 10 menit, setiap 30 detik di bayi dinilai

e)

Pertimbangkan tindakan untuk dihentikan

22.

Bayi Baru Lahir Normal adalah Bayi yang lahir dengan usia kehamilan :

a)

20- 28 minggu     

b)

28- 30 minggu

c)

28- 37 minggu

d)

37- 42 minggu

e)

> 42 minggu

23.

Dalam Manajemen Asfiksia, yang dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam penyelamatan bayi baru lahir ( Masa Emas ) adalah :

a)

Penilaian

b)

Tindakan

c)

Keadaan bayi baru lahir

d)

Gerakan bayi baru lahir

e)

Usia kehamilan pada saat bayi dilahirkan

24.

Pemberian tetes mata sebagai propilaksis pada bayi baru lahir, segera  harus dilakukan dalam :

a)

1 Menit pertama setelah kelahiran 

b)

15 Menit pertama setelah kelahiran

c)

30 Menit pertama setelah kelahiran

d)

1 Jam pertama setelah kelahiran

e)

2 Jam pertama setelah kelahiran

25.

Manfaat Pemberiann ASI secara dini :

a)

a. Merangsang produksi ASI

b)

b. Memperkuat refleksi isapan bayi

c)

c. Membantu Involusi uteri

d)

d. a dan b benar

e)

e. a , b  dan  c  benar

26.

Perawatan Tali pusat pada bayi baru lahir, diantaranya  :

a)

Tidak membungkus tali pusat melainkan  menutup dengan kassa kering

b)

Selalu memakai alkohol 70 % untuk mencegah infeksi lokal  

c)

Pakai talk agar tidak lengket

d)

Mengobati luka dengan memberikan antibiotika

e)

Tidak boleh terkena  air pada saat dimandikan

27.

Manakah dibawah ini rekomendasi untuk memandikan BBL :  

a)

a. Mandikan dalam ruangan yang hangat

b)

b. Tunggu ( minimal) 6 jam sebelum memandikan bayi

c)

c. Apabila banyak vernix casiosa atau darah mandikan sedini mungkin

d.   

d)

d. a  dan b  benar

e)

e. b  dan c  benar

28.

Pencegahan infeksi  untuk bayi, salah satu tindakan diantaranya :

a)

Memberikan bayi obat untuk meningkatkan kekebalan

b)

. Memandikan bayi sesudah kontak dengan pengunjung   

c)

Cuci tangan sebelum / sesudah kontak dengan bayi

d)

Dilarang  ditengok dan didekati  keluarganya

e)

Tidak boleh di gendong oleh kedua orang tua nya

29.

Konseling IMD dilakukan, sebaiknya :

a)

Triwulan III kehamilan  ( ANC)

b)

Kala I fase laten persalinan

c)

Kala I fase aktif pesalinan

d)

Pembukaan servik lengkap

e)

Kala II Persalinan

30.

Posisi perlekatan yang benar dalam menyusui, diantaranya  

a)

a. Mulut bayi terbuka lebar  

b)

b. Bagian bawah areola ibu tidak terlihat 

c)

c. Dagu bayi menyentuh payudara ibu

d)

d. a dan b benar

e)

e. a, b  dan c benar

31.

Beberapa teori menjelaskan bahwa persalinan 96 % berlangsung dengan presntasi kepala, salah satu teori tersebut menjelaskan Kepala relative besar dan berat maka akan memposisikan di bagian terendah dari janin , teori tersebut dinamakan:  

a)

Teori Presentasi

b)

Teori Gravitasi

c)

Teori Akomodasi

d)

Teori malposisi

e)

Teori  Inisiasi

32.

Batasan kala dua persalinan adalah dari mulai  pembukaan lengkap sampai lahirnya bayi, tanda gejala pasti kala 2 adalah :

a)

   Ibu ingin meneran terus menerus

b)

   Ibu merintih kesakitan

c)

Portio tidak teraba di bagian depan

d)

Kepala Nampak di introitus vagina

e)

Frekueunsi his semakin sering

33.

Mekanisme persalinan adalah gerakan-gerakan janin untuk menyesuaikan dengan jalan lahir, sehingga janin dapat melewati bidang-bidang panggul dan dapat dilahirkan , gerakan rotasi internal adalah :   

a)

Masuknya kepala melewati Pintu Atas Panggul

b)

   Kepala merunduk sehingga dagu mendekat kedada

c)

Sutura sagitalis mendekat pada promontorium

d)

Kepala berputar kedepan kebawah simfisis

e)

Kepala berputar menghilangkan torsi pada leher

34.

Penyebab turunnya kepala janin pada proses persalinan adalah   

a)

a. Tekanan intra uterin

b)

b. Melurusnya punggung ibu

c)

c. Dorongan meneran ibu

d)

d. A dan B benar

e)

e. A dan C benar

35.

Salah satu gerakan janin pada saat mekanisme persalinan yang menyebabkan kepala memasuki rongga panggul dalam ukuran yang lebih kecil dari suboksiput- prontalis 11 cm menjadi suboksiput -bregmatika 9,5 cm  adalah :

    

a)

Turunnya kepala

b)

Fleksi

c)

Putaran paksi dalam

d)

Depleksi

e)

Putaran paksi luar

36.

Pada saat asuhan persalinan normal, Bidan melakukan bimbingan meneran  pada ibu, bimbingan yang benar pada pernyataan dibawah ini, adalah :     

a)

Bidan membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihan ibu

b)

Ibu menutup mulutnya/ tidak bersuara pada saat meneran

c)

Ibu dibimbing meneran setiap kali his muncul

d)

Ibu dilarang tidur pada saat proses persalinan berlangsung

e)

Berikan ibu cukup asupan nutrisi makan dan minum

37.

Batasan kala IV yang benar pada pernyataan dibawah ini adalah:  

a)

2 Jam setelah lahirnya bayi

b)

2 Jam setelah lahirnya plasenta*

c)

24 Jam setelah lahirnya bayi

d)

24 Jam setelah lahirnya plasenta

e)

   2 jam pasca pembukaan lengkap

38.

Jika uterus berada ditengah-tengah uteri dengan tinggi fundus uteri diatas umbilical, itu menandakan keadaan yang fatologis dan harus segera dilakukan tindakan agar Tinggi Fundus Uteri kembali keposisi yang normal , tindakan tersebut adalah :  

a)

Mengosongkan kandung kemih

b)

Melakukan massage uteri

c)

Mengeluarkan gumpalan darah yang ada dalam cavum uteri

d)

Memberikan suntikan oksitosin

e)

Semua tindakan benar

39.

Berikut data obyektif yang menggambarkan keadaan fisiologi pada ibu post partum :

a)

a. Ny A, PP 2 jam ,Suhu tubuh meningkat dari 36,5 ⁰C menjadi 37,5⁰C

b)

b. Tekanan darah kembali pada pada TD sebelum persalinan

c)

c. Gemetar/tremor, dengan suhu 38 ⁰C

d)

d. Jawaban A dan B benar

e)

e. Jawaban A dan C benar

40.

Setelah seluruh tubuh bayi lahir/ekspulsi, maka tindakan bidan selanjutmya pada LANGKAH asuhan persalinan normal adalah : 

a)

Keringkan seluruh tubuh bayi dengan handuk kering

b)

Isap lendir

c)

Menyuntikan oksitoksin

d)

Melakukan penilaian selintas pada bayi

e)

IMD

41.

Setelah memotong tali pusat bayi, maka langkah berikutnya sesuai APN adalah :

a)

Memindahkan klem tali pusat hingga berjarak 5-10 cm

b)

IMD kan bayi

c)

Melahirkan plasenta

d)

Menyuntikan oksitoksin

e)

Massage uterus

42.

Ibu Ani hamil anak pertama, usia ibu 21 tahun, usia kehamilan 38 minggu, ibu Ani mengatakan sejak 2 hari terakhir, sering merasa mules dan sakit pada perutnya dan telah keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, pergerakan janin masih dirasakan, Bidan Selvi segera melakukan pemeriksaan:

KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protin urinen (-), Pemeriksaa obstetric: TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar, keras mudah digoyang sudah masuk PAP, L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit

Pemeriksaan Dalam:

Vulva/vagina              : Tidak ada kelainan, Nampak ada lender –darah, tidak teraba adanya

                                       Massa, varices, dan IMS

Portio                            : lunak tebal

Pembukaan                : 5 cm

Ketuban                       : Positif

Prentasi anak             : Belakang Kepala

Penurunan                 : H.III

Pada kasus diatas apa Diagnosa kebidanan untuk ibu dan bayinyan?    

a)

  Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase aktif , janin tunggal hidup, intra uteri, Penurunan H III. Presentasi belakang kepala.

b)

Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase laten, janin tunggal hidup, intra uteri, presentasi belakang kepala.

c)

Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase aktif , janin tunggal hidup, ekstra uteri, presentasi belakang kepala.

d)

Ibu A, G1,P0,A0, Gravida 38 mingguI inpartu fase laten , janin tunggal hidup, intra uteri, Penurunan H III, presentasi belakang kepala.

e)

Benar Semua

43.

Ibu Ani hamil anak pertama, usia ibu 21 tahun, usia kehamilan 38 minggu, ibu Ani mengatakan sejak 2 hari terakhir, sering merasa mules dan sakit pada perutnya dan telah keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, pergerakan janin masih dirasakan, Bidan Selvi segera melakukan pemeriksaan:

KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protin urinen (-), Pemeriksaa obstetric: TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar, keras mudah digoyang sudah masuk PAP, L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit

Pemeriksaan Dalam:

Vulva/vagina              : Tidak ada kelainan, Nampak ada lender –darah, tidak teraba adanya

                                       Massa, varices, dan IMS

Portio                            : lunak tebal

Pembukaan                : 5 cm

Ketuban                       : Positif

Prentasi anak             : Belakang Kepala

Penurunan                 : H.III

Tanda gejala pasti kala 2 persalinan pada ibu Ani, adalah :

a)

Sering merasa mules dan keluar lendir- darah

b)

KU baik. T 120/7mmHg, Nadi 80x/menit, R. 20kali permenit, Suhu 36,5⁰C, hb 12%, Protein urinen (-)

c)

TFU 33 cm, L 1 teraba bulat melebar lunak dan mudah digoyangkan, L 2, teraba punggung disebelah kiri ibu, L.3 teraba bulat bundar

d)

L 4 presentasi anak sudah masuk jalan lahir 3/5 , djj terdengar disebelah kri perut ibu 137x/menit

e)

  Portio    : lunak tebal, Pembukaan : 5 cm, Ketuban: Positif, Prentasi anak                :Belakang Kepala, Penurunan: H.III

44.

Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum  ibu Ana mengalami penurunan  Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.

 Pada kasus ibu Ana , terjadi laserasi spontan yaitu dari comisura posterior sampai ke perineum, berdasarkan kondisi laserasi tersebut maka masuk kedalam derajat luka :

a)

Derjat I

b)

   Derajat II

c)

Derajat III

d)

Derajat III

e)

  Derajat V

45.

Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum  ibu Ana mengalami penurunan  Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.

Berdasarkan derajat luka tersebut, bidan melalukan penjahitan, dengan teknik penjahitan :

a)

Vagina dengan teknik Jelujur dimana simpul pertama 1 cm diatas luka

b)

Perineum dijahit dengan teknik jelujur dibagian dalam dan teknik teknik jahitan subkutiskuler

c)

Bagian jaringan yang dijahit meliputi, jaringan kulit dan jaringan otot perineum dan anus

d)

Jawaban Adan B benar

e)

Jawaban Adan C salah

46.

Ibu Ana melahirkan anak yang ke 2, dengan BB 4000 gram, pasca persalinan ibu Ana mengalami ruftur dari comisura posterior sampai otot perineum , mengalami cukup banyak perdarahan yang keluar dari jalan lahir, keadaan umum  ibu Ana mengalami penurunan  Tekanan darah 90/70 mmhg, N 90X/menit, Respirasi 24x / mnt, muka pucat, merasa pusing , Pemeriksaan obstetric Tfu setinggi pusat, kontraksi lembek, kandung kemih penuh.

Ibu Ana mengalami perdarahan dari jalan lahir/ cavum uteri sehingga mengalami penurunan keadaan umum, penyebab adalah : 

a)

Terlalu lelah

b)

BB bayi mencapai 4000 gram

c)

Kandung kemih penuh yang menurunkan kontraksi uterus

d)

Robekan pada perineum

e)

Persalian yang ke dua

47.

Perawatan yang benar untuk jahitan perineum adalah :  

a)

Kompres betadin

b)

Vulva hygiene, sering berganti pembalut*

c)

Minum anti biotika

d)

Kompres ramuan herbal seperti daun sirih

e)

Minum analgetik

48.

Untuk menghindari ruftur spontan pada persalinan dengan bayi besar sebaiknya bidan melakukan tindakan :    

a)

Menahan perineum sekuat mungkin

b)

Meminpin persalinan pada saat pembukaan lengkap

c)

Mengatur depleksi agar tidak depleksi maksimal

d)

Melakukan episiotomy

e)

Rujukan untuk SC

49.

Setiap melakukan persiapan untuk menolong persalinan, selain menyiapkan alat-alat , bidan juga harus menyiapkan tempat dan alat-alat untuk penanganan asfiksia ,supaya bayi tidak terlabat mendapat penanganan bilamana mengalami asfiksia, persiapan tersebut untuk tindakan :  

a)

Resusitasi

b)

  Rehidrasi

c)

  Inisiasi

d)

Antisipasi

50.

Kapan waktu yang tepat bagi bidan untuk memulai melakukan pimpinan persalianan pada persalinan normal:    

a)

Setiap ibu ada dorongan meneran

b)

Setelah kontraksi teratur dan ibu menunujuk an ingin meneran

c)

Setelah pecah selaput ketuban

d)

Setelah pembukaan lengkap dan ada dorongan meneran

e)

Setelah presentasi anak Nampak di vulva

51.

Seorang perempuan G4P2A1 umur 35 tahun, hamil 36 minggu, datang ke PMB R ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin mendapatkan penjelasan tentang water birth. TD 110/70 mmHg, R 22 x/mnt, S 36,5 C, tinggi badan 140 cm. Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak ditemukan kelainan.

Dilihat dari hasil pemeriksaan, tindakan yang tepat dilakukan Bd R adalah ...

a)

Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang water birth tetapi memberikan penjelasan bahwa tidak bisa melakukan metode water birth

b)

Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang water birth serta memberikan penjelasan bahwa bisa melakukan metode water birth

c)

Memberikan penjelasan hasil pemeriksaaannya, dan penjelasan tentang keingin tahuannya tentang water birth serta merekomendasikan melakukan metode water birth

d)

Memberikan penjelasan tentang water birth dan memberitahu tidak bisa melakukan metode water birth

e)

   Memberikan penjelasan tentang water birth dan membujuk melakukan metode water birth

52.

Seorang perempuan G4P2A1 umur 35 tahun, hamil 36 minggu, datang ke PMB R ingin memeriksakan kehamilannya dan ingin mendapatkan penjelasan tentang water birth. TD 110/70 mmHg, R 22 x/mnt, S 36,5 C, tinggi badan 140 cm. Dari hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium tidak ditemukan kelainan.

Apa yang menjadi dasar pemeriksaan sehingga tidak bisa melakukan metode water birth ...

a)

Tekanan Darah

b)

Laboratorium

c)

Umur

d)

Tinggi badan

e)

Riwayat kehamilan

53.

Bayi J lahir 6 jam yang lalu dengan keadaan badan kemerahan, gerakan aktif, berat badan lahir 3200 gr, panjang badan lahir 50 cm, suhu 36,5 C. Setelah dimandikan tangan dan kaki Bayi J teraba dingin dikarenakan terlalu lama menggunakan handuk yang basah

Dilihat dari keadaan tersebut, bayi J mengalami ...

  

a)

Hipotermia

b)

    Aspiksia

c)

Tetanus nonatorum

d)

Prematur

e)

Hiperbilirubin

54.

Bayi J lahir 6 jam yang lalu dengan keadaan badan kemerahan, gerakan aktif, berat badan lahir 3200 gr, panjang badan lahir 50 cm, suhu 36,5 C. Setelah dimandikan tangan dan kaki Bayi J teraba dingin dikarenakan terlalu lama menggunakan handuk yang basah

Dapat disimpulkan penyebab penurunan suhu tubuh bayi J melalui mekanisme ...

a)

Konveksi

b)

  Evaporasi

c)

Radiasi

d)

Konduksi

e)

Kondensasi

55.

Seorang perempuan baru saja melahirkan di PMB A. Bayi menangis kuat, warna kulit merah, gerakan aktif, berat lahir 2300 gr, panjang 49 cm, dengan usia kehamilan 39 minggu.

Penatalaksaan yang dilakukan segera terhadap bayi adalah ...

a)

Memandikan

b)

Menghisap lendir

c)

Memotong lali pusat

d)

Inisiasi menyusui dini

e)

   Mengeringkan

56.

Seorang perempuan baru saja melahirkan di PMB A. Bayi menangis kuat, warna kulit merah, gerakan aktif, berat lahir 2300 gr, panjang 49 cm, dengan usia kehamilan 39 minggu.

Asuhan yang dapat diberikan untuk mencegah penurunan gula darah bayi adalah...

a)

Pemberian imunisasi HB0

b)

Melakukan rawat gabung

c)

Segera beri ASI

d)

Segera beri PASI

e)

Berikan cairan infuse dextrose

57.

Setelah 1 jam IMD dilakukan penyuntikan vit K. Tujuan dari pemberian Vit K adalah

a)

Mencegah terjadinya kerusakan tulang pada bayi

b)

Mencegah perdarahan bayi baru lahir

c)

Mencegah infeksi silang yang mungkin terjadi

d)

Mencegah infeksi hepatitis ibu-bayi

e)

Mencegah penurunan gula darah

58.

Seorang bayi lahir spontan dengan BB 2.600 gr PB 48 cm. Bayi tersebut dilakukan rangsangan dengan menggosokkan punggung, tangan dan kaki dengan lembut. Serta menyentil perlahan telapak tangan kaki 1-2 kali. Hasilnya didapatkan penilaian APGAR SCORE bernilai 7.

Dari pernyataan di atas, yang dimaksud dengan rangsangan tersebut adalah ?

a)

Rangsangan Glabellar

b)

Rangsangan Sucking

c)

    Rangsangan Taktil

d)

Rangsangan Walking

e)

Rangsangan Tonic Neck

59.

Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.

Dilihat dari usia kehamilan dan berat badan lahir bayi L termasuk dalam kategori ... 

a)

  Postmatur

b)

Serotinus

c)

Dismatur

d)

  Matur

e)

Prematur

60.

Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi. Asuhan yang dapat diberikan pada bayi L adalah ..

a)

Rawat gabung dengan ibunya

b)

Pemberian antibiotik

c)

Dirawat dalam inkubator

d)

Pemberian HB0

61.

Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.

Setelah 30 menit kemudian bayi L mengalami penurunan suhu sampai 36 C, maka asuhan yang diberikan adalah ...  

a)

Berikan antipiretik

b)

Berikan antibiotic

c)

Lakukan rujukan segera

d)

Berikan ASI

e)

Lakukan metode kangguru

62.

Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.

Pemberian ASI yang dianjurkan pada bayi Ny. L adalah ...

a)

Bila bayi terbangun

b)

1 jam sekali

c)

3 jam sekali

d)

Bila bayi menangis

e)

On demand

63.

Bayi L lahir spontan 1 jam yang lalu, pergerakan aktif, BB 2400 gram PB 47 cm, respirasi 40 x/mnt, suhu 36,5 C, dengan usia kehamilan 36 minggu. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan dan tali pusat tidak ada tanda-tanda infeksi.

Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merawat tali pusat bayi L adalah ...

a)

Steril

b)

    Bersih

c)

Dibungkus rapat

d)

Bersih dan kering

e)

Dibungkus kassa betadin

64.

Ny T G2P1A0 umur 26 tahun, hamil 32 minggu, datang ke PMB J ingin memeriksakan kehamilannya. TD 120/70 mmHg, R 20 x/mnt, S 36,5 C. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan kelainan. Oleh karena itu bd J memberikan konseling berhubungan dengan kehamilannya dan menjelaskan tentang persalinan termasuk metode water birth dan lotus birth.

Salah satu manfaat dari metode water birth adalah ...

a)

Metode ini mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

b)

Metode ini mempermudah oksigen vital yang melalui tali pusat dapat sampai ke bayi sebelum bayi benar-benar dapat mulai bernafas sendiri

c)

Metode ini mempermudah bidan dalam membantu ibu melahirkan

d)

Metode ini akan teknik relaksasi untuk membantu ibu merasa siap dan mengurangi kecemasan selama kehamilan

e)

Metode mempermudah melahirkan ibu melahirkan dimana saja, tanpa bantuan medis

65.

Pengertian dari metode lotus birth adalah ...

a)

Melakukan persalinan di dalam air

b)

Teknik relaksasi untuk membantu ibu merasa siap dan mengurangi kecemasan

c)

Teknik mengolah tubuh, pikiran, emosi selama kehamilan agar ibu merasa siap dalam menghadapi persalinan

d)

uatu metode asuhan pada bayi baru lahir dimana tali pusat bayi tidak dipotong

e)

Suatu metode ini mempermudah proses mengejan, sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

66.

Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.

Pada kondisi normal posisi kepala jalan lahir : letak belakang kepala, letak puncak kepala, letak muka, letak dahi. Indikator letak belakang kepala adalah...

a)

Ubun-ubun besar

b)

Puncak kepala

c)

Ubun ubun kecil

d)

Tulang belakang

e)

Presentasi majemuk

67.

Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.

Asuhan kebidanan yang tepat pada perempuan tersebut adalah ...

a)

Menganjurkan banyak makan

b)

Mencukur rambut pubis

c)

Menganjurkan tidur miring kanan

d)

Menganjurkan tidur miring kiri

e)

Memberikan dukungan emosional

68.

Seorang perempuan berumur 28 tahun, G1P0A0 datang ke PMB merasa kenceng-kenceng hasil pemeriksaan didapatkan : TD: 110/80 mmHg, N : 84 x/menit, RR : TFU 27 cm, punggung kanan, kepala sudah masuk 3/5, DJJ : 147 x/menit, kontraksi : 3x/10 menit, durasi 30 detik, PD : Pembukaan 5 cm, KK (+), presentasi kepala.

Bentuk dukungan yang bisa dilakukan merupakan prediktor utama terbentuknya persepsi kenyamanan pada saat persalinan ...

a)

Dukungan emosional

b)

Dukungan sosial

c)

Dukungan suami

d)

Dukungan keluarga

e)

Dukungan Moral

69.

Berikut ini merupakan upaya untuk mengurangi rasa nyeri persalinan kecuali...

a)

Kompres hangat dingin

b)

Berendam

c)

Alunan Musik

d)

Pemusatan perhatian

e)

Water Birth

70.

Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.

Diagnosa pada perempuan tersebut yang tepat adalah kala IV dengan …

a)

Laserasi Derajat 1

b)

Laserasi Derajat 2

c)

Laserasi Derajat 3

d)

Laserasi Derajat 4

e)

Laserasi Derajat 5

71.

Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.

Asuhan segera yang dilakukan oleh bidan pada kasus atas adalah ...

a)

Menjahit laserasi

b)

Melakukan masase uterus

c)

Mengukur tekanan darah ibu

d)

Mengosongkan kandungan kemih

e)

Memberikan kompres pada kandung kemih

72.

Seorang perempuan berumur 31 tahun baru saja melahirkan anak pertama tanggal 17 Desember 2020 jam 01.00 WIB, jenis kelamin laki-laki, berat badan 3900 gram, keadaan lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage, mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum.

Evaluasi yang dilakukan bidan sebelum melakukan penjahitan luka jalan lahir adalah

a)

Indentifikasi laserasi

b)

Mengukur TFU

c)

Memeriksa placenta

d)

Perawatan BBL

e)

Menyiapkan lidocain

73.

Seorang perempuan berumur 29 tahun hamil 38 minggu datang ke PMB pada pukul 19.00 WIB dengan keluhan keluar keringat dingin dan kenceng-kenceng teratur sejak pukul 12.00 WIB disertai lendir darah. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 8 cm, KK +, penurunan kepala masuk panggul diantara tepi bawah simphisis dan spina ischiadica.

Data fokus yang dapat mendukung diagnosa ibu adalah ...

a)

Dilatasi cervik

b)

Hasil anamnesa

c)

Adanya kenceng-kenceng teratur

d)

Keluar keringat dingin

e)

Hasil pemeriksaaan fisik

74.

Seorang perempuan berumur 29 tahun hamil 38 minggu datang ke PMB pada pukul 19.00 WIB dengan keluhan keluar keringat dingin dan kenceng-kenceng teratur sejak pukul 12.00 WIB disertai lendir darah. Hasil pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 8 cm, KK +, penurunan kepala masuk panggul diantara tepi bawah simphisis dan spina ischiadica

Asuhan yang dapat diberikan pada perempuan tersebut adalah ...

a)

Mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori

b)

Memecahkan ketuban

c)

Mencukur rambut pubis

d)

Menganjurkan mobilisasi

e)

Menganjurkan ibu tidur miring kiri

75.

Seorang perempuan baru saja melahirkan anak kedua 1 jam yang lalu bayi lahir spontan, BB 3100 gr, PB 50 cm dan jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan hasil pengkajian di temukan KU ibu baik, 120/70 mmhg, nadi 76x/menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap. Perempuan tersebut mengeluh perutnya mules dan masih mengeluarkan darah, sehingga ia merasakan cemas dengan keadaannya.

Diagnosa yang dapat ditegakkan ...

a)

Persalinan kala I fase aktif

b)

Persalinan kala I fase latent

c)

Persalinan kala II

d)

Persalinan kala III

e)

Persalinan kala IV

76.

Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0 hamil 37 minggu datang ke RSIA, dengan perut kenceng kenceng ingin bersalin. Hasil pemeriksaan abdomen pada bagian pundus ibu teraba bagian bulat keras melenting, bagian kiri ibu teraba tahanan memanjang, bagian bawah perut ibu teraba bagian bulat lunak. Kontraksi uterus 3x dalam 10 menit lama 40 detik. VT: pembukaan lengkap, ketuban utuh, teraba os sacrum, penurunan kepala Hodge III +.

Diagnosa dari kasus diatas adalah Inpartu Kala I dengan ...

a)

Letak bahu

b)

Letak sungsang

c)

Letak

d)

Letak kepala dengan presentasi majemuk

e)

Letak dahi

77.

Seorang perempuan umur 29 tahun G2P1A0 hamil 37 minggu datang ke RSIA, dengan perut kenceng kenceng ingin bersalin. Hasil pemeriksaan abdomen pada bagian pundus ibu teraba bagian bulat keras melenting, bagian kiri ibu teraba tahanan memanjang, bagian bawah perut ibu teraba bagian bulat lunak. Kontraksi uterus 3x dalam 10 menit lama 40 detik. VT: pembukaan lengkap, ketuban utuh, teraba os sacrum, penurunan kepala Hodge III +.

Pada pemeriksaan DJJ maka punctum maksimum berada di sebelah ...

a)

Kiri atas pusat ibu

b)

Kanan atas pusat ibu

c)

Kiri setinggi pusat ibu

d)

Kanan setinggi pusat ibu

e)

Sejajar pusat

78.

Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik

Asuhan sayang ibu yang dapat diberikan adalah

a)

Menganjurkan banyak makan

b)

Berbaring terlentang di tempat tidur

c)

Menganjurkan ibu tetap berjalan-jalan

d)

Menganjurkan ibu untuk mengedan

e)

Memarahi ibu karena selalu mengeluh nyeri

79.

Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik

Pada kasus diatas, dalam tahapan persalinan

a)

Kala 2 fase akselerasi

b)

Kala 1 fase deselerasi

c)

   Kala 1 fase laten

d)

Kala 1 fase aktif

e)

Kala 2 fase laten

80.

Seorang perempuan umur 26 Tahun G1P0A0 hamil 39 minggu datang ke PMB Bd A pada pukul 09.00 WIB dengan keluhan perut kencang-kencang. Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir berupa lendir bercampur darah, serta mengeluh nyeri pada saat kontraksi. Pada pemeriksaan didapatkan pembukaan 2 cm, ketuban masih utuh presentasi kepala, penurunan kepala H II, His 3x/10menit lama 40 detik

Pada kasus diatas, data yang dapat menjadi bahan dalam penentuan data Objektif adalah

a)

Ibu mengeluh perut kencang-kencang

b)

Ibu mengatakan keluar cairan dari jalan lahir

c)

Seorang perempuan umur 28 Tahun G2P1A0 hamil 39 minggu

d)

Pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 2 cm

e)

Nyeri pada saat kontraksi