wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LAT. TO 3

Total questions: 25

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien didiagnosa oleh dokter menderita colitis ulserativ dokter berkonsultasi kepada apoteker terkait antibiotik yang cocok untuk colitis ulserative. Rekomendasi apakah yang diberikan apoteker?

a)

Amoksisilin

b)

Kloremfenikol

c)

Sulfasalazin

d)

Doksisiklin

e)

Tetrasiklin

2.

Seorang pasien datang keapotek ingin membeli obat mual yang dideritanya selama 3 hari belakangan ini, apoteker menyarankan obat untuk mengatasi gejala pasien dengan memberika obat yang bekerja mempercepat pengosongan lambung, obat apakah yang dimaksud ?

a)

Famotidin

b)

Omeprazole

c)

Metoklopramid

d)

Simetikon

e)

Vitamin b6

3.

seorang ibu datang kapotek ingin membeli obat mual akibat mabuk perjalanan untuk anak berusia 7 tahun. Apoteker menyarankan pemberian obat antihistamin yang bekerja menghambat reseptor H1 dan dapat menyebabkan kantuk . obat apakah yang dimaksud ?

a)

CTM

b)

Dimenhydrinat

c)

Loratadin

d)

Klorpromazin

4.

seorang pasien datang ke doketer memeriksakan kadar gula darah. hasil lab menunjukan nilai HBA1c pasien 8,5 %, dokter berdiskusi kepada apoteker untuk memberikan 2 terapi obat anti diabetes oral. kombinasi OAD apakah yang sebaiknya dihindari ?

a)

Pioglitazon dengan glimepirid

b)

Metformin dengan tolbutamid

c)

Refaglinid dengan glibenklamid

d)

Glibenklamid dengan acarbose

e)

Metformin dengan acarbose

5.

Seorang bayi dilahirkan dengan kondisi prematur, dokter mendiagnosa bayi tersebut mengalami kekurangan darah. Dokter berdiskusi kepada apoteker terkait tindakan apa yang tepat diberikan untuk kondisi tersebut ?

a)

Memberikan obat yg mengandung fe

b)

Memberikan obat yang mengandung folat

c)

Memberikan suntikan erithropoetin

d)

Memberikan obat yang mengandung vit b12

e)

Memberikan tranfusi PRC

6.

Apoteker di industri farmasi akan memproduksi suatu tablet simvastatin 10 mg untuk pertama kali, apoteker harus menyiapkan dokumen tertentu sebelum melakukan produksi. Dokumen tersebut merupakan pedoman dan pemastian standar mutu yg bertujuan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten serta memenuhi persyaratan yg ditetapkan. Berdasarkan tujuan tersebut, dokumen apakah yg dimaksud?

a)

Sertifikat CPOB

b)

Certificate of analysis

c)

MSDS

d)

SOP

e)

Sertifikat CDOB

7.

Sebuah industri ingin membuat sediaan tablet lansoprazole. Bedasarkan literatur yg diperoleh, lansoprazole memiliki kompresibilitas dan daya alir yg baik, sukar larut dalam air dan mudah larut dalam etanol 70%.Untuk memproduksi tablet lansoprazole yg baik, apoteker harus menetapkan metode pembuatan tablet yg laing cocok. Berdasarkan sifat lansoprazole tersebut, apa metode pembuatan tablet yang harus dipilih oleh apoteker dalam proses produksi?

a)

Granulasi basah

b)

Freeze drying

c)

Kempa langsung

d)

Spray drying

e)

Granulasi kering

8.

Apoteker di suatu industri farmasi sedang memproduksi sediaan natrium diklofenak tablet. Setelah selesai diproduksi, apoteker melakukan evaluasi terhadap tablet tersebut yaitu uji disolusi. Untuk melakukan uji dolusi tahap 1 terhadap sediaan tersebut,, berapa jumlah tablet yg digunakan oleh apoteker?

a)

6 tablet

b)

12 tablet

c)

5 tablet

d)

10 tablet

e)

15 tablet

9.

Apoteker bagian quality control industry farmasi sedang melakukan evaluasi sediaan infus NaCl. Salah satu evaluasi yg dilakukan adalah untuk membatasi resiko reaksi demam pada tingkat yg dapat diterima nantinya oleh pasien pada pemberian injeksi ataupun infus. Berdasarkan hal tersebut, apa nama pengujian sediaan steril yg sedang dilakukan oleh apoteker?

a)

Uji endotoksin

b)

Uji kelarutan sediaan

c)

Uji sterilitas

d)

Uji kandungan total organik

e)

Uji pyrogen

10.

Apoteker melakukan penetapan kadar sulfadiazine dengan menimbang 300,0 mg zat, dilarutkan dengan 10 ml HCl 2 N dan 20 ml aquades, ditambahkan 500 mg KBr dan indikator tropeolin OO dan metilen blue (5:3). Titrasi dilakukan dengan larutan baku NaNO2 0,0988 N pada suhu 15˚C diperoleh volume titran 2,05 ml. 1 ml NaNO2 0,1 N setara dengan 25,027 mg C10H10N4O2S. Berapakah kadar (%) sulfadiazin dalam sampel?

a)

16,73

b)

16,90

c)

16,50

d)

15,91

e)

15,99

11.

Seorang apoteker sedang melakukan pengawasan mutu sediaan tablet. Apoteker membutuhkan pengenceran untuk mengetahui kadar sediaan. Dilakukan pengambilan sampel dengan pipet 0,5 ml, lalu diencerkan hingga 50 ml. berapakah faktor pengencerannya?

a)

10

b)

50

c)

75

d)

100

e)

120

12.

Apoteker akan membuat larutan H2SO4(p). Berapa ml H2SO4(p) (18 M) yang dibutuhkan bila apoteker ingin membuat 500 ml H2SO4 0,5 M?

a)

12,8

b)

13,9

c)

14,2

d)

15,6

e)

16,8

13.

Seorang mahasiswa farmasi mengekstraksi minyak atsiri dari rimpang temulawak (Curcuma rhizoma) sebanyak 150 gram didapatkan minyak atsiri sebanyak 0,97 gram. Minyak atsiri tersebut dianalisis secara KLT, kemudian didapatkan data bahwa jarak tempuh bercak sebesar 5,3 cm dan jarak tempuh pelarut 7,9 cm. Hitunglah berapa nilai Rf senyawa tersebut ?

a)

0,15

b)

0,35

c)

0,67

d)

0,76

e)

0,87

14.

Seorang apoteker bekerja sbg RnD di IOT dan diminta mengembangkan produk dari jahe dengan menjadikan biomarker aktif sebagai zat yang di klaim. Biomarker senyawa jahe yang dimaksud adalah?

a)

Eugenol

b)

Mangostin

c)

Beta karoten

d)

Gingerol

e)

Bioflavonoid

15.

Apoteker di industri farmasi akan menguji sampel pada kayu pohon kina dan daun teh. Hasil uji senyawa tersebut bila direaksikan dengan feri klorida akan menghasilkan perubahan warna menjadi biru atau hitam. Dari hasil tersebut apoteker sedang menguji senyawa?

a)

Tanin terkondensasi

b)

Tanin terhidrolisis

c)

Fenol

d)

Alkaloid

e)

Flavonoid

16.

Industri obat tradisional telah mendapatkan izin edar untuk mengedarkan OT yang diproduksinya. Sebagaimana yang tertera dalam PMK No. 007 Tahun 2012 Tentang Registrasi OT Bab II pasal 2 menyatakan bahwa OT yang diedarkan di wilayah Indonesia wajib memiliki izin edar. Berapa lamakah masa berlaku izin edar tersebut?

a)

2 tahun

b)

3 tahun

c)

4 tahun

d)

5 tahun

e)

6 tahun

17.

Industri farmasi memproduksi sediaan injeksi Vitamin C 500 mg/2 mL. Diketahui sediaan tersebut memiliki kinetika penguraian mengikuti orde 1 serta memiliki nilai laju reaksi penguraian 0,456/ bulan. Maka berapa lama obat akan terurai untuk mencapai setengahnya?

a)

5,12 Bulan

b)

1,25 Bulan

c)

2,15 Bulan

d)

5,21 Bulan

e)

1,52 Bulan

18.

Tn. Ahmad berumur 72 tahun dengan berat badan 70 kg di di diagnosa BPH dan diresepkan Tamsulosine oleh dokter. Diketahui volume distribusi 45% dari berat badan, t ½ eliminasi 7 jam. Berapa klirens total pasien diatas (ml/min)?

a)

55,55 ml/menit

b)

53,55 ml/menit

c)

35,55 ml/menit

d)

55,53 ml/menit

e)

55,35 ml/menit

19.

Tn. Ibrahim diberikan obat oleh perawat di RS pada pukul 07.00 WIB. Diketahui kecepatan eliminasi obat 0.098/jam dan obat mengikuti orde 1. Pada jam berapa kadar obat menjadi 50% ?

a)

07.00 WIB Keesokan hari nya

b)

21.00 WIB

c)

11.00 WIB Keesokan hari nya

d)

14.00 WIB

e)

03.00 WIB keesokan hari nya

20.

seorang anak perempuan berusia 5 tahun dengan berat badan 30 kg penderita epilepsi dirawat di suatu rumah sakit dan diberikan terapi dengan asam valproat loading dose 40 mg. jika laju eliminasi asam valproat adalah 0,173 jam-1, VD 1,4 L/kgBB dan CSS yang dikehendaki adalah 25 mcg/ml dan t ½ obat 4 jam, Maka berapakah dosis pemeliharaan yang diberikan kepada pasien tesebut?

a)

165,18 mg/jam

b)

651,81 mg/jam

c)

518,16 mg/jam

d)

181,65 mg/jam

e)

816,51 mg/jam

21.

Industri farmasi melakukan uji bioekivalensi tablet generik nifedipin dengan studi menyilang 2 way. Pemberian produk obat pertama dan obat kedua pada subjek dipisahkan oleh periode washout yang cukup untuk eliminasi obat pertama yang diberikan. Diketahui waktu paruh nifedipin yaitu 3,2 jam. Berapa jam minimal periode washout yang digunakan pada studi tersebut?

a)

16 jam

b)

20 jam

c)

24 jam

d)

28 jam

e)

32 jam

22.

Apoteker penanggung jawab di rumah sakit akan menyiapkan perberkalan farmasi yang akan di distribusi ke ruang rawat inap. Daftara perbekalan farmasi yang akan didistribukan adalah : ● Azitromisin diberikan 3 kali sehari setiap jam 6.00, 14.00, dan 22.00 WIB ● Vitamin B klomplek diberikan 1x sehari pada pukul 06.00 WIB ● N- acetil sistein diberikan 3x sehari setiap jam 6.00, 14.00, dan 22.00 WIB Obat yang telah disiapkan kemudian di kemas dalam wadah per waktu pemberian. Apa jenis distribusi yang digunakan?

a)

Total floor stock

b)

Unit dose dispensing

c)

Individual prescribing

d)

Daily dose dispensing

e)

Sentralisasi dispensing

23.

Seorang apoteker sedang memeriksa gudang penyimpanan obat di suatu RS dan menemukan stok obat yang masih banyak dan hampir kadaluarsa. Ternyata hal tersebut dikarenakan sudah lebih dari 4 bulan dokter tidak meresepkan kepada pasien. Apoteker meminta TTK untuk mencatat obat tersebut ke daftar obat yang harus dievaluasi. Daftar obat apakah yang dimaksud?

a)

Death stock

b)

Out of stock

c)

Under stock

d)

Over stock

e)

Slow moving

24.

Suatu apotek melakukan stok opname pada akhir tahun 2015 dengan jumlah yaitu Rp. 12.000.000. Pada tahun 2016 melakukan pengadaan obat dan alat kesehatan sebesar Rp. 75.000.000 dan pada akhir tahun 2016 melakukan stok opname dengan jumlah Rp. 8.000.000. Berapa Turn Over Ratio apotek?

a)

8 kali

b)

6 kali

c)

4 kali

d)

2 kali

e)

1 kali

25.

Apoteker di RSUD sedang membuat surat pesanan untuk obat yang sudah mencapai safety stock. obat tersebut terdiri atas : 1. Metadon 2. Amlodipin 3. Amitriptilin 4. ergotamin 5. Alprazolam 6. Vitamin C 7. Codein 8. Asam mefenamat Berapakah surat Pesanan yang harus dibuat apoteker tersebut?

a)

9 SP

b)

5 SP

c)

6 SP

d)

8 SP

e)

4 SP