NEW
Font size
WorksheetsTKPK 1
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Prinsip teknik bekerja aman dengan Akses Tali adalah
Menggunakan 1 titik angkur
Menggunakan 1 tali
Menggunakan alat naik dan alat turun yang sesuai
Menggunakan pemandu (bellayer)
Hal yang harus diperhatikan saat evakuasi korban tergantung pada system akses tali adalah, kecuali :
Proses evakuasi korban jangan sampai menimbulkan bahaya baru dalam proses evakuasi
Pastikan korban dibebankan pada alat naik/system agar penolong terbebas dari beban korban
Buat posisi korban seaman dan senyaman mungkin
Pastikan korban dibebankan pada alat turun/system agar penolong terbebas dari beban korban
Pada pergerakan dengan metode akses tali, alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester) harus selalu diposisikan pada :
Perut
Pinggang
Atas bahu/atas lengan
Dimana saja
Diantara Wilayah Bahaya dan Wilayah Aman yang luasnya diperhitungkan sedemikian rupa agar benda yang terjatuh tidak masuk ke wilayah aman merupakan definisi dari
Wilayah aman
Wilayah waspada
Wilayah bahaya
Semua salah
Yang dimaksud wilayah bahaya adalah
Daerah pergerakan tenaga kerja dan barang untuk bergerak vertical, horizontal dan titik penambatan
Daerah antara wilayah bahaya dan wilayah aman yang luasnya diperhitungkan sedemikian rupa agar benda yang terjatuh tidak masuk ke wilayah aman
Daerah yang terhindar dari kemungkinan kejatuhan benda dan tidak mengganggu aktifitas tenaga kerja
Semua salah
Langkah penyelamatan korban terhadap ketidak tahanan tergantung (suspension intolerance) yang dapat dilakukan setelah korban diturunkan dengan cara :
Mengecek tingkat kesadaran korban
Melonggarkan/melepaskan korban dari ikatan sabuk tubuh dengan segera
melakukan pengecekan jalur pernafasan (airway), pernafasan (breathing) dan sirkulasi darah (circulation)
semua benar
Sebuah nilai yang digunakan untuk mengevaluasi bahaya pada kondisi tertentu saat tenaga kerja jatuh dapat menggunakan
Jarak jatuh bebas (fall clearance)
Jarak jatuh
Faktor jatuh (fall factor)
Panjang lanyard
Pernyataan tentang factor jatuh (fall factor) yang benar adalah :
Jarak maksimum dari tenaga kerja terjatuh ditambah dengan titik achor penahannya
Fall factor harus dijaga setinggi mungkin
Nilai yang digunakan untuk mengevaluasi bahaya pada kondisi tertentu saat tenaga kerja jatuh
Dampak jatuh terparah ada di factor jatuh (fall factor) 1
Nilai Fall Factor harus dijaga agar tetap
Tidak perlu
Setinggi mungkin
Serendah mungkin
Semuanya salah
Berikut ini adalah langkah-langkah penyelamatan diri sendiri (self rescue) : *
Langsung menuju jalur evakulasi dan titik kumpul yang ditentukan
Menjalankan prosedur SBTA ; stop/jangan panik, breath/menarik nafas agar pasokan oksigen ke otak lebih lancar, Think/pikirkan dan susun langkah terbaik untuk penyelamatan diri, Action/jalankan rencana yang telah disusun
Jangan memakai sabuk tubuh terlalu ketat
Bekerja dan bergerak sehati-hati mungkin, focus jangan sampai kehilangan keseimbangan
Gambar dibawah ini adalah simpul
Simpul penghenti (stopper knot)
Simpul 9
Simpul 8
Fisherman knot
Simpul yang digunakan untuk menyambungkan ujung dua buah tali adalah :
Simpul double figure eight (bunny knot)
Simpul 8
Simpul prusik
Simpul Fisherman knot
Pernyataan dibawah ini yang benar tentang angkur adalah :
Angkur permanen harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala minimal satu kali dalam setahun dan diuji oleh Pengawas
Angkur permanen harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala minimal satu kali dalam dua tahun dan diuji oleh Pengawas
Angkur permanen harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala minimal satu kali dalam satu tahun dan diuji oleh Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis Lingkungan Kerja
Angkur permanen harus dilakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala minimal satu kali dalam dua tahun dan diuji oleh Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis Lingkungan Kerja
Apabila sebuah barang dengan berat 90 kg dibawa dengan bantuan system katrol dengan teknik 3:1, maka beban tarikan yang dihasilkan adalah :
90 kg
45 kg
30 kg
22,5 kg
Hak dasar pekerja sebagaimana diatur dalam Pasal 86 UU No. 13 Tahun 2003 adalah jaminan perlindungan, kecuali :
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Moral dan kesusilaan
Upah
Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama
Teknik pergerakan naik dengan akses tali yang benar adalah
Descender diletakan pada tali kerja dan dilepaskan perlahan-lahan, alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester) dipasangkan pada tali keselamatan pada posisi diatas pundak
Hand ascender diletakan pada tali keselamatan dan didorong keatas, kemudian ikatan kaki (foot loop) diinjak, alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester) dipasngkan pada tali keselamatan pada posisi diatas pundak
Descender diletakan pada tali kerja didorong dan keatas, kemudian alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester) dipasangkan pada tali keselamatan pada posisi diatas pundak
Hand ascender diletakan pada tali kerja dan didorong keatas, kemudian ikatan kaki (foot loop) diinjak, alat penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester) dipasangkan pada tali keselamatan pada posisi diatas pundak
Pada pembuatan system angkur Y Hang yang harus diperhatikan besaran sudut tali antara dua penambat, sudut yang terbentuk maksimal :
30°
90°
120°
Tidak dipersyaratkan
Gambar dibawah ini menunjukan teknik pergerakan yaitu
Berganti arah (change over)
Melewati penambat ulang (re-anchor/re-belay)
Berpindah tali (rope to rope)
Menaik pada tali (ascending)
Kualifikasi Lisensi Tenaga Kerja Pada Ketinggian yang diatur dalam Permenaker Nomor 9 Tahun 2016 terdiri dari :
Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 1 dan 2
Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 1 dan 2 serta Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 1, 2 dan 3
Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 1, 2 dan 3
Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 1, 2 dan 3 serta Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 1, 2 dan 3
Pengesahan Surat Ijin Kerja Aman (SIKA) ditandatangani oleh :
Pemohon, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengusaha
Pemohon, Ahli K3 dan Manajer area
Pemohon, Pengusaha dan Ahli K3
Pemohon, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengusaha
Tindakan pencegahan yang dilakukan oleh tenaga kerja untuk mencegah terjadinya ketidaktahanan tergantung adalah
Menggunakan sabuk tubuh yang tidak terlalu ketat
Menggunakan bantalan lebar pada lingkar paha dan pinggang sabuk tubuh
Menggerak gerakan kaki secara berkala saat bekerja
Semua benar
Pemeriksaan yang dilakukan oleh orang yang berkompeten jika terdapat suatu kondisi dimana peralatan tersebut telah digunakan dalam pekerjaan berat, atau kondisi luar biasa yang dapat dijadikan peralatan tersebut bisa membahayakan keselamatan jika digunakan kembali, yaitu :
Pemeriksaan sebelum digunakan (Pre-Used Check/Inspection)
Pemeriksan Menyeluruh (Detail Inspection)
Pemeriksaan Sementara (Interim Inspection)
Pemeriksaan Rekan Kerja (Buddy Check/Inspection)
Pagar pengaman harus mampu menahan beban minimal :
0,9 kilonewton
0,09 kilonewton
0,009 kilonewton
9 kilonewton
Benda/barang yang boleh dibawa tenaga kerja pada tubuhnya diluar berat APD dan alat pelindung jatuh maksimal:
5 kg
10 kg
8 kg
50 kg
Untuk pencegahan kecelakaan kerja pada pekerjaan di ketinggian perusahaan wajib membuat :
Prosedur kerja
Sistem ijin kerja
Menyediakan peralatan kerja untuk meminimalkan jarak jatuh
Semua benar
Alat Pelindung Diri (APD) harus dipastikan sesuai dengan standar di bawah ini
Standar Nasional Indonesia (SNI)
British Standard
American National Standard Institute
Semua benar
Akses tali digunakan jika :
Kapan saja
Masih ada akses yang bisa digunakan
Sudah tidak ada akses atau cara yang lain
Ada perancah gondola
Gambar disamping ini menunjukan Fall Factor:
fall factor 0
fall factor 1
fall factor 2
fall factor 3
Sistem penyelamatan diri sendiri untuk mengurangi jeratan sabuk tubuh pada pembuluh darah besar/utama saat pekerja jatuh tergantung pada sabuk tubuh disebut dengan:
Suspension trauma/intolerance
Suspect trauma
Traumatic injury
Semuanya salah
Untuk mengurangi resiko suspension trauma pada pekerjaan, tenaga kerja pada ketinggian menggunakan dukungan peralatan tambahan berupa:
Work seat
Rope protector
Pulley
Anchor strap
Yang tidak termasuk Conector Devices adalah :
Carabiner
Screw Link
Energy Absorber
Snaphook
Nama Gambar simpul ini adalah:
Fisherman Knot
Barrel Knot
Water knot
Clove Hitch
Angkur harus mampu menahan beban minimal:
15 Kilonewton
150 Kilonewton
15 ton
150 ton
Teknik bekerja menggunakan akses tali yang paling baik adalah :
Mempunyai 2 tali yaitu tali kerja dan tali keselamatan masing-masing tertambat pada 2 titik tambat yang sama
Mempunyai 2 tali yaitu tali kerja dan tali keselamatan masing-masing tertambat pada 2 titik tambat terpisah
Mempunyai 2 tali yaitu tali kerja dan tali keselamatan masing-masing tertambat pada 1 titik tambat
Semua salah
Alat yang digunakan untuk naik dengan rope access adalah :
Ascender, foot loop, back up device, working rope dan safety rope
descender, foot loop, back up device, working rope dan safety rope
Ascender, back up device, working rope dan safety rope
descender, back up device, working rope dan safety rope
Alat yang digunakan untuk turun dengan rope access adalah :
Ascender, back up device, working rope dan safety rope
descender, back up device, working rope dan safety rope
Ascender, dan working rope
descender, dan safety rope
Pada teknik pekerjaan dengan akses tali, tali keselamatan harus dilengkapi dengan:
Perangkat perlindungan jatuh perorangan bergerak (mobile fall arrester)
Rope clamp
Ascender
descender
Penggunaan tali ganda dengan pengait dan peredam kejut (double lanyard with hook with absorber) dikaitkan pada struktur dengan posisi:
Kedua pengait ditambatkan pada titik yang sama
Kedua pengait ditambatkan pada titik yang berbeda
Kedua pengait tidak digunakan
Semua salah
Alat turun melalui tali pada sistem akses tali dipasangkan pada lintasan tali
Tali keselamatan
Tali pengait
Tali penolong
Tali kerja
Fungsi tali lintasan dalam sistem akses tali
Tali pengait dan tali penolong
Tali kerja dan tali keselamatan
Tali pengait dan tali kerja
Tali keselamatan dan tali penolong
