Font size
WorksheetsTKMRPI III - MSDO - Auditor Muda 0304 A
Total questions: 81
Worksheet time: 46mins
Struktur organisasi harus disusun dengan rapi dan lowongan yang terbuka diisi agar tercapai efektivitas dan efisiensi, merupakan fungsi manajemen pada ….
planning
organizing
actuating
controlling
Berdasarakan definisi manajemen menurut Bill Gore dan Richard-Merrel, dapat disimpulkan bahwa ….
manajemen adalah ilmu dan seni dalam rangka memanfaatkan potensi sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya
manajemen memfokuskan pada pengoptimalan usaha manusia mencapai tujuan
manajemen adalah ilmu dan seni dalam memaksimalkan potensi sumber yang ada
manajemen adalah ilmu dan seni dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia, modal, dan sumber daya yang lain
Salah satu contoh masalah yang dihadapi pasien dalam aktivitas program Jamkesmas adalah ….
masalah dalam hal klaim anggaran
pemerintah terlambat dalam membayarkan klaim anggaran kesehatan
terdapat beberapa jenis obat yang tidak masuk dalam ketetapan program Jamkesmas
sikap tenaga medis yang tidak membedakan pemegang kartu Jamkesmas
Manfaat yang diperoleh dari penyusunan renstra antara lain
Merencanakan perubahan dalam lingkungan statis, mengantisipasi masa depan, meningkatkan komunikasi
Menyesuaikan tuntutan perubahan lingkungan, meningkatkan komunikasi dan produktivitas
Mengelola organisasi mencapai keberhasilan, selalu memfokuskan pada keuntungan organisasi
mengatur penggunaan sumber daya secara ekonomis, meningkatkan produktivitas dan menyesuaikan perkembangan pasar
(i) Perumusan tujuan dan sasaran beserta indikator kinerjanya
(ii) Analisis strategi, efektivitas dan efisiensi organisasi
(iii) Pernyataan visi dan misi
(iv) Uraian tentang cara mencapai tujuan dan sasaran (strategi) yang dijabarkan kedalam kebijakan dan program
Komponen renstra dalam SAKIP meliputi:
(i), (ii), (iii)
(ii), (iii), (iv)
(i), (ii), (iii), (iv)
(ii), (i), (iv)
Karateristik yang harus dipenuhi dalam penyusunan sasaran harus jelas, menantang, dan dapat dicapai atau diwujudkan, merupakan jenis karakteristik ….
specific
measurable
aggressive and attainable
results-oriented
Kriteria‐kriteria yang dapat digunakan dalam pembuatan misi antara lain
memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik
menjembatani masa kini dan masa mendatang
tidak statis dan tidak untuk selamanya
Menjelaskan tindakan, produk, atau pelayanan yang ditawarkan
Kriteria‐kriteria yang dapat digunakan dalam penyusunan tujuan antara lain
Tujuan tidak harus serasi dan mengklarifikasi misi dan visi
berkontribusi dalam pencapaian misi dan visi serta cenderung berubah
jangka waktu tujuan disesuaikan dengan tingkat organisasi sekurang-kurangnya satu tahun
Tujuan harus menantang, realistik dan dapat dicapai
Contoh penetapan tujuan organisasi yang memenuhi kriteria dalam perencanaan strategis yang tepat adalah ….
Menjadi pemimpin dan penggerak perubahan untuk mewujudkan indonesia yang bebas dari korupsi
menjadi lembaga yang mampu mewujudkan indonesia yang bebas dari korupsi
Meningkatnya integritas aparat penegak hukum dan aparat pengawasan dalam pemberantasan korupsi, disertai dengan berkurangnya niat dan peluang untuk melakukan korupsi, sehingga korupsi di Indonesia berkurang secara signifikan
Terbangunnya wacana reformasi di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, administrasi, dan birokrasi
“Bagaimana organisasi memenuhi target-target kinerja, bagaimana organisasi akan memberikan perhatian pada pelanggan, bagaimana organisasi akan memperbaiki kinerja pelayanan, dan bagaimana organisasi akan melaksanakan misinya”. Informasi tersebut dituangkan dalam bentuk
strategi (Cara mencapai tujuan dan sasaran)
sasaran
tujuan
analisis Strategi
Konsep yang menggambarkan hubungan manajemen sumber daya organisasi dengan tujuan organisasi adalah
MSDO merupakan aktivitas planning, organizing, actuating, dan controlling sumber daya organisasi secara fungsional agar tujuan stategias organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
MSDO hanya berkaitan dengan tujuan operasional/fungsional pengelolaan sumber daya organisasi
MSDO merupakan pengelolaan sumber daya keuangan, aset, teknologi informasi, dan sumber daya manusia organisasi dalam rangka mencapai tujuan fungsional bagian keuangan, bagian aset, dan bagian SDM secara efektif dan efisien
MSDO yang efektif dan efisien tidak ada hubungannya dengan pencapaian tujuan strategis organisasi
Yang merupakan karakteristik sektor publik adalah
mencari keuntungan.
sangat kompleks, domain luas, multifungsional, ketidakpastian tinggi
fleksibel.
penuh nuansa politis
Salah satu karakteristik sektor publik yang menuntut implementasi manajemen sumber daya organisasi yang lebih baik dari sektor privat adalah
sektor publik memiliki struktur dan operasi yang lebih fleksibel
sektor publik mengumpulkan laba dengan menjual layanan
sektor publik menjalankan tugas multifungsional
sektor publik memiliki tingkat kepastian yang lebih tinggi
Berikut ini merupakan siklus pengelolaan keuangan, kecuali
pertanggungjawaban.
perencanaan dan penganggaran
pelaksanaan anggaran
reviu
Siklus pengelolaan keuangan negara terdiri dari lima tahap, yaitu:
i. Pelaksanaan anggaran
ii. Pertanggungjawaban
iii. Akuntansi
iv. Perencanaan dan Penganggaran
v. Pemeriksaan
Manakah urutan yang benar dari tahapan siklus pengelolaan keuangan negara?
iv, i, iii, v, ii
iv, i, v, iii, ii
iv, ii, iii, v, i
iv, v, i, iii, iv
Tujuan organisasi publik memengaruhi misi, strategi, dan program yang akan dilaksanakan. Masalah yang dihadapi adalah tujuan yang tidak jelas dan samar-samar. Apakah penyebabnya?
benturan kepentingan dalam interaksi sosial di lingkungan organisasi
output tidak dapat diukur secara andal, disebabkan organisasi sektor publik tidak berorientasi pada memaksimalkan laba sebagaimana organisasi bisnis
bernuansa politis
struktur yang kaku dan birokratis
Unsur penyelenggara pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, yang melaksanakan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan dengan melibatkan masyarakat dengan tujuan untuk, kecuali ....
Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan
Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan
menjamin keterikatan perencanaan dan pengawasan
Mengoptimalkan partisipasi masyarakat
Manakah yang merupakan tahapan penyusunan rencana yang dilaksanakan untuk menghasilkan rancangan lengkap ....
Menyiapkan rancangan rencana pembangunan yang telah disepakati secara birokratik, menyeluruh dan terukur
Masing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja berdasarkan hasil evaluasi realisasi kerja tahun sebelumnya
melibatkan masyarakat sebagai stakeholder dan menyeleraskan rencana pembangunan yang dihasilkan masing-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan
Menyusun laporan kinerja rencana pembangunan
Agus merupakan seorang pimpinan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Provinsi A. Pada Tahun 20x2, Agus mengumpulkan dan melakukan analisis terhadap hasil pemantauan pelaksanaan rencana pebangunan dari masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing di lingkungan kerja Provinsi A. Dapat disimpulkan bahwa Agus sedang melaksanakan tahapan perencanaan pembangunan, yaitu pada tahap....
Penyusunan rencana
Penetapan rencana
pengendalian pelaksanaan rencana
Evaluasi pelaksanaan rencana
Manakah yang bukan merupakan titik kritis pada proses perencanaan ...
Kapasitas pimpinan instansi perencanaan tidak memadai
Ketidakselarasan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD dengan APBD
intervensi politik agar dokumen perencanaan jangka pendek dibuat berdasarkan kemauan sesaat para anggota legislatif dan eksekutif tanpa melihat dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang
Dokumen perencanaan, baik yang jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek, dibuat dalam waktu yang tidak bersamaan
Anggaran adalah alat akuntabilitas, pengendalian manajemen, dan kebijakan ekonomi. Dalam rangka reformasi bidang keuangan negara, penyempurnaan penganggaran dilakukan melalui pendekatan ...
pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, pemisahan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran
pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran
pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka panjang, dan klasifikasi anggaran
pengintegrasian antara rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran
Penyusunan dan penetapan APBN merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran. Secara garis besar, tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut, kecuali ....
Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPKP – pemeriksaan hasil pelaksanaan APBN oleh BPK RI - Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN).
Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK – Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN) - Pelaksanaan evaluasi kinerja pemerintah pusat.
Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada Kementerian Keuangan untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPKP – pemeriksaan hasil pelaksanaan APBN oleh BPK RI - Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN).
Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK – Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN) - Persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR.
Proses penyusunan APBN secara kronologis dapat diuraikan sebagai berikut ....
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN
Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN
Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pengesahan anggaran oleh DPR RI – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN.
Manakah yang bukan merupakan titik kritis pada proses penganggaran ...
belum diterapkannya analisis standar belanja (ASB) dan standar harga satuan untuk mengukur kewajaran pengalokasian dana dalam menghasilkan output tertentu untuk mencapai standar pelayanan minimal.
kesalahan penyusunan program kerja
perhitungan anggaran tidak cermat, sehingga selisih tender membengkak
Ketidakjelasan indikator kinerja output dan outcome
Dua sistem yang terkait dengan pelaksanaan anggaran, yaitu ...
perencanaan dan penganggaran
belanja barang dan belanja modal
pendanaan dan pembiayaan
penerimaan dan pembayaran
Pelaksanaan anggaran dilakukan dengan mengikuti suatu sistem dan prosedur akuntansi. Sistem ini diperlukan untuk tujuan tiga hal, kecuali .....
Untuk menetapkan prosedur yang harus diikuti oleh pihak-pihak yang terkait sehingga jelas pembagian kerja dan tanggung jawab di antara mereka
Untuk terselenggaranya pengendalian intern demi menghindari penyelewengan
Untuk menciptakan tolak ukur perhitungan capaian atas output dan outcome kegiatan
Untuk menghasilkan laporan keuangan pemerintah yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP)
Berikut ini yang tidak termasuk dalam risiko pengelolaan keuangan pada tahap pelaksanaan adalah ....
pengajuan anggaran tidak sesuai aturan yang berlaku
sistem perencanaan cash flow tidak cocok dengan kondisi organisasi
pertanggungjawaban uang muka tidak sesuai dengan ketentuan
tidak terdapat fleksibilitas keuangan yang tepat
Sardi, Kepala Dinas Pertanian pada Kabupaten Serayan, melakukan identifikasi risiko tentang pertanggungjawaban uang muka yang tidak sesuai ketentuan. Berdasarkan informasi tersebut, Sardi telah mengidentifikasi risiko pengelolaan keuangan pada tahapan ....
perencanaan dan penganggaran
pelaksanaan
pertanggungjawaban
pemeriksaan
Berikut ini yang tidak termasuk dalam titik kritis proses pertanggungjawaban keuangan adalah ....
terlambatnya penyampaian pertanggungjawaban
laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai ketentuan
prosedur yang terlalu panjang dalam rangka penerbitan laporan pertanggungjawaban
lemahnya komitmen para pengambil keputusan
Berikut ini yang tidak termasuk dalam lembaga yang dapat melakukan pengawasan pada tahapan pengawasan keuangan adalah ....
APIP
DPR/DPRD
BPK RI
BPKP
Siklus pelaksanaan keuangan merupakan bagian dari siklus pengelolaan keuangan negara. Siklus pengelolaan keuangan negara terdiri dari lima tahap, yaitu:
i. Pertanggungjawaban;
ii. Perencanaan dan penganggaran;
iii. Penatausahaan;
iv. Pemeriksaan;
v. Pelaksanaan.
Dari informasi di atas, manakah urutan yang benar dari siklus pengelolaan keuangan daerah?
ii, iii, v, i, iv
ii, v, iii, iv, i
ii, iii, v, iv, i
ii, v, iii, i, iv
Titik kritis proses pemeriksaan keuangan negara adalah belum optimalnya reviu dan pemeriksaan oleh inspektorat yang disebabkan oleh beberapa hal, kecuali ....
belum ada SDM yang memahami manfaat dan cara melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu
inspektorat lebih fokus pada audit reguler yang mencakup semua aspek, daripada audit dengan tujuan tertentu
keraguan SDM APIP dalam memulai kegiatan akibat perencanaan tidak matang
belum adanya SDM yang memahami manfaat dan cara melakukan reviu laporan keuangan
Pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN/APBD adalah berupa laporan keuangan. Berikut adalah contoh laporan keuangan yang dihasilkan dari proses pengelolaan keuangan:
i. Laporan Realisasi Anggaran;
ii. Neraca;
iii. Catatan atas Laporan Keuangan;
iv. Laporan Arus Kas;
v. Laporan Perubahan Modal.
Laporan keuangan yang telah diaudit, disampaikan kepada DPR/DPRD selambat‐lambatnya enam bulan setelah tahun anggaran berakhir, yang setidak-tidaknya terdiri dari ....
i, ii
i, ii, iii
i, ii, iii, iv
i, ii, iii, iv, v
Rancangan sistem formal dalam organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi adalah
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Organisasi
Pengelolaan Sumber Daya Manusia
Pengelolaan Sumber Daya Organisasi
Manajemen sumber daya manusia terdiri dari beberapa kelompok aktivitas yang saling berhubungan, yaitu
perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen
perencanaan sumber daya manusia, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen
perencanaan sumber daya manusia, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan
perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen
Rencana strategis sumber daya manusia harus menjamin ketersediaan perbedaan individu yang memadai untuk memenuhi persyaratan tindakan afirmatif, merupakan contoh dari penerapan aktivitas:
Pengangkatan Karyawan
Kesetaraaan Kesempatan Kerja
Perencanaan sumber daya manusia
Pengembangan sumber daya manusia
Ada lima indikator keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia, yaitu
Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat mangkir, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kewargaan karyawan
Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan, tingkat kewargaan karyawan
Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan, tingkat kematian karyawan
Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat mangkir, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan
Organisasi perlu menetapkan ukuran eksposur dari setiap risiko agar dapat mengukur besarnya dampak bila benar‐benar terjadi. Biasanya, organisasi lebih suka menggunakan ukuran eksposur dalam bentuk Rupiah selama bisa dirupiahkan. Berikut merupakan pendekatan dalam merupiahkan risiko
organisasi dapat menggunakan ukuran besarnya pendapatan bila suatu risiko terjadi
organisasi dapat menggunakan premi asuransi sebagai ukuran, untuk risiko‐risiko yang dapat diasuransikan
organisasi dapat menggunakan ukuran biaya yang tidak perlu dikeluarkan bila suatu risiko terjadi
organisasi dapat menggunakan ukuran besarnya penerimaan bila suatu risiko terjadi
Tujuan dasar pengelolaan sumber daya manusia adalah
Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur sumber daya manusia yang memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuannya
Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang bermotivasi dan berkinerja tinggi
Membangun kapabilitas untuk memastikan bahwa organisasi memiliki karyawan yang terampil, bertanggung jawab, dan bermotivasi tinggi
Memberi pemahaman arah dalam lingkungan yang kadang bergejolak, agar kebutuhan organisasi dan individu serta kebutuhan bersama karyawan dapat bertemu dengan pengembangan dan penerapan kebijakan dan program sumber daya manusia yang masuk akal serta praktis
Pengangguran yang terjadi karena keahlian karyawan atau pencari kerja tidak lagi cocok dengan tuntutan pekerjaan yang ditawarkan pasar tenaga kerja, disebut sebagai
Pengangguran struktural
Pengangguran friksional
Pengangguran siklis
Pengangguran sukarela
Pengelolaan BMN meliputi perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan. Hal ini tertuang dalam penjelasan UU Nomor 1 Tahun 2004
pasal 48 ayat (2)
pasal 48 ayat (6)
pasal 49 ayat (2)
pasal 49 ayat (6)
Sesuai dengan pasal 48 ayat (2) dan penjelasan atas pasal 49 ayat (6) UU No. 1 Tahun 2004, pengelolaan BMN meliputi adalah….
perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, Monitoring, reviu, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya.
perencanaan , Identifikasi, Evaluasi, kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya
perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya
perencanaan kebutuhan, Kehilangan, Struktur, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya
perencanaan kebutuhan, Status, bentuk dan kepemilikan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya
Siklus pengelolaan BMN meliputi kegiatan….
planning, organizing, Suppliying, actuating, controlling
planning, Buying, organizing, actuating, controlling
planning, Monitoring, organizing, actuating, controlling
planning, organizing, actuating, controlling
Siklus yang berhubungan dengan struktur organisasi, pejabat yang terkait, wewenang, dan tanggung jawabnya merupakan kegiatan….
planning
organizing
Monitoring
controlling
Actuating merupakan realisasi perencanaan kebutuhan, yang dapat diklasifikasi dalam empat kegiatan, yaitu kecuali….
Kegiatan Penambahan BMN
Kegiatan Pemanfaatan BMN
Kegiatan Pengurangan BMN
Kegiatan Pengawasan BMN
Risiko dalam pengadaan, yaitu kecuali….
Panitia pengadaan tidak memiliki uraian tugas yang jelas
Anggota panitia pengadaan memiliki hubungan istimewa dengan rekanan
Proses pengadaan belum dilakukan sesuai ketentuan di setiap tahapnya.Kegiatan Pemanfaatan BMN
Data kebutuhan aset belum didasarkan kepada kebutuhan unit kerja
Pemda ABC tidak melakukan pencatatan Aset tetap, sehingga tidak memiliki data jumlah Aset yang dimiliki, hal ini menunjukkan bahwa Pemda ABC belum memitigasi Risiko dalam hal….
Risiko dalam penatausahaan
Risiko dalam pemanfaatan
Risiko dalam pengamanan dan pemeliharaan
Risiko dalam penilaian
Risiko dalam pembinaan, pengawasan, dan pengendalian dalam hal...
Pengadaan barang yang diajukan untuk dibiayai belum direncanakan
Dokumen perjanjian yang digunakan merugikan pemerintah
Rencana pengembangan pegawai belum memerhatikan perkembangan pengelolaan aset
Sistem dan prosedur untuk mengawasi pengelolaan aset belum memadai.
Risiko dalam pemindahtanganan dalam hal...
Hasil penjualan aset tidak seluruhnya masuk ke kas daerah
Penilai tidak memiliki track record yang baik.
Sistem pengamanan aset tidak memadai
Tidak terdapat pegawai yang bertanggung jawab mengawasi pemanfaatan
pemanfaatan BMN yang sebesar‐besarnya secara terbuka dan bertanggung jawab bagi kemakmuran bangsa dan negara Indonesia merupakan…
Penilaian BMN
sistem pengamanan aset
tujuan pengelolaan BMN
dasar-dasar Pengelolaan BMN
Pengelolaan teknologi informasi bertujuan agar ....
organisasi mampu menyusun kebijakan teknologi informasi secara akurat, efektif, dan efisien
organisasi mampu mengelola penyampaian informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu
organisasi mampu mengelola keamanan informasi secara efektif, efisien, dan konsisten dengan pendekatan berbasis risiko
arah kebijakan dan penggunaan teknologi informasi selaras dengan tujuan organisasi
Organisasi telah mengembangkan model proses teknologi informasi tingkat tinggi yang komprehensif, mendefinisikan kompetensi yang dibutuhkan di unit teknologi informasi, serta telah menentukan tingkat kompetensi dan potensi sumber daya untuk memenuhi permintaan sumber daya. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
struktur organisasi
keamanan organisasi
pengkalsifikasian dan pengendalian aset
Organisasi telah memelihara kontak yang berkepentingan dengan pihak penegak hukum, badan pengatur, penyedia utilitas, penyedia layanan informasi dan operator telekomunikasi, untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat dapat dengan cepat diambil dan saran segera diperoleh, jika terjadi hal‐hal yang di luar dugaan seperti kecelakaan, kebakaran, atau banjir. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
struktur organisasi
kebijakan pengamanan informasi
pengklasifikasian dan pengendalian aset
keamanan organisasi
Beni adalah seorang Kepala Subbagian Teknologi Informasi pada PT Perkebunan Maju Jaya. Saat ini, Beni sedang menyusun pedoman perusahaan terkait klasifikasi, penanganan dan perlindungan informasi. Beni telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
keamanan organisasi
pengklasifikasian informasi
pengendalian umum
Doni adalah seorang anggota Satuan Pengawas Internal pada PT Pelabuhan Selalu Terdepan. Saat ini, Doni beserta timnya sedang melakukan pemeriksaan rutin atas properti dan aset perusahaan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penghapusan properti secara tidak sah dan otorisasi yang tidak tepat atas penggunaan aset perusahaan. Hal yang dilakukan oleh Doni tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
keamanan organisasi
pengklasifikasian informasi
pengendalian umum
Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Kesinambungan Bisnis?
Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?
Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?
Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?
Apakah ada salah satu fasilitas pengolahan informasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan eksternal atau kontraktor (pihak ketiga)?
Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Komunikasi dan Operasi?
Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?
Apakah ada prosedur tanggung jawab manajemen insiden agar memberikan respon tertib dan cepat dalam kejadian keamanan/ancaman?
Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?
Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?
Ketercapaian indikator keberhasilan untuk setiap proses tata kelola merupakan tujuan utama dari aktivitas:
pemantauan & evaluasi
perencanaan arsitektur evaluasi
perencanan roadmap implementasi
manajemen belanja/investasi
Operation expenditure memuat hal-hal di bawah ini, kecuali
biaya gaij dan lembur
biaya ATK
biaya pembelian server
biaya sewa alat
Tuan Jatmiko adalah Sekretaris Inspektorat Jaya Maju. Saat ini, kantor Inspektorat Jaya Maju membutuhkan satu buah komputer server untuk mendukung database laporan hasil pengawasan. Namun, anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk membangun komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tersebut. Apakah yang dapat dilakukan oleh Tuan Jatmiko
beli komputer saja, dan mengajukan utang
membeli komputer dengan spesifikasi lebih rendah sesuai budget
tidak melakukan apa-apa karena dilarang membuat kontrak karena anggaran tidak cukup
mengajukan operation expenditure atau sewa operasi atas komputer server tersebut yang didahului dengan perubahan anggaran
Pada tahun 20x1, BUMD Kabupaten Maju Jaya berencana untuk mengadakan perlengkapan TIK. Terdapat 2 (dua) jenis perlengkapan TIK yang layak dipertimbangkan. Direktur Keuangan melakukan analisis tingkat pengembalian inkremental dari dua jenis alternatif perlengkapan TIK. Akhirnya, Direktur memilih alternatif A karena memiliki tingkat pengembalian inkremental yang lebih .... daripada tingkat pengembalian inkremental alternatif B. Teknik capital budgeting yang digunakan oleh BUMD Kabupaten Maju Jaya adalah....
lebih rendah, IRR
lebih tinggi, IRR
lebih rendah, Gross BC Ratio
lebih tinggi, Gross BC Ratio
Berikut ini adalah kriteria uraian pertimbangan yang perlu dilakukan oleh Inspektorat Maju Jaya dalam memilih mekanisme penganggaran, kecuali
kesesuaian visi misi Inspektorat
kesesuian tujuan Kabupaten Maju Jaya
tingkat Kecepatan Keusangan
urgensi
Proses yang ditujukan untuk mengimplementasikan perencanaan TIK, mulai dari pemilihan sistem TIK sampai dengan evaluasi paska implementasi disebut dengan
realisasi sistem TIK
evaluasi sistem TIK
uji implementasi sistem TIK
proof of concept
Dapatkah System Development Life Cycle (SDLC) mengakomodasi perubahan/upgrade yang major pada sebuah TIK?
SDLC hanya mengakomodasi upgrade minor saja
SDLC mengakomodasi upgrade minor atas desain dan major atas fungsionalitas
SDLC dapat mengakomodasi upgrade major atas desain dan fungsionalitas
SDLC tidak dapat mengakomodasi upgrade apapun
Tuan Jatmiko telah merealisasikan sistem TIK hasil pengadaan tahun 20x1. Tim yang dibentuk Tuan Jatmiko melaksanakan pengujian pengelolaan data. Tim meyakini bahwa sistem TIK telah memiliki keamanan data yang memadai. Pada tahapan apa Tim tersebut melaksanakan pengujian?
Tahap input
Tahap proses
Tahap output
Tahap proses dan output
Apakah kondisi realisasi software aplikasi yang konsisten dengan perencanaan TIK yang telah disetujui. cukup menyimpulkan bahwa realisasi sistem berjalan lancar?
Cukup karena implementasi sistem berdasarkan rencana pengembangan
Cukup karena kesesuaian atas rencana kerja memberikan dampak positif pada realisasi IKU
Belum cukup karena walaupun perencanaan TIK telah dipenuhi, namun perlu melihat perencanaan kinerja pemerintah secara keseluruhan
Belum cukup karena terdapat aspek selain kesesuaian perencanaan yang perlu diuji
Aspek keamanan dan keberlangsungan sistem minimal yang harus terpenuhi mencakup aspek “authentication”. Manakah pernyataan yang tepat menggambarkan “authentication”?
authentication meyakinkan hanya pihak yang berhak yang dapat mengizinkan perubahan sistem
authentication meyakinkan identitas pengguna sistem
authentication meyakinkan administrator dalam mengeliminasi input data yang salah
authentication meyakinkan pemberian otoritas penggunaan informasi
Setiap software aplikasi yang direalisasikan harus disertai oleh dokumentasi berikut ini, kecuali
Dokumentasi hasil aktivitas tahapan-tahapan dalam SDLC
Uji coba (testing): unit testing, system testing, integration testing, user acceptance test (UAT)
Materi transfer pengetahuan & training
Manual pengguna, operasi, dukungan teknis dan administrasi
Pada langkah realisasi pengelolaan data, prosedur akses data, prosedur transaksi data untuk memeriksa akurasi, kelengkapan, dan validitasnya, serta prosedur pencegahan kesalahan input data dijalankan pada tahapan…
Persiapan
Input
Proses
Output data
Aspek keamanan dan keberlangsungan sistem minimal yang harus terpenuhi salah satunya mencakup akses terhadap data/informasi dibatasi hanya bagi mereka yang punya otoritas atau yang dikenal dengan istilah…
Confidentiality
Integrity
Aunthentication
availability
Pemeliharaan sistem merupakan proses untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya TIK dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam durasi waktu siklus hidup yang seharusnya, dalam rangka mendukung operasi sistem secara optimal. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam pemeliharaan sistem adalah…
Pemeliharaan software aplikasi
Pemeliharaan infrastruktur teknologi
Kontrol terkait dengan faktor keamanan dan auditability
Siklus hidup dan likuidasi sumber daya infrastruktur teknologi
Infrastruktur teknologi yang sudah masuk tahap phase-out (expired) dan sudah tidak dapat lagi digunakan oleh organisasi sejak waktu ditetapkan, merupakan implementasi salah satu fase siklus hidup infrastruktur teknologi , yaitu…
Emerging technologies
Current technologies
Sunset technologies
Twilight technologies
Berikut ini merupakan indikator keberhasilan dalam pemeliharaan sistem, kecuali
Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi karena aspek kapasitas infrastruktur teknologi
Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi di infrastruktur teknologi karena tidak optimalnya mekanisme patching
Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi di software aplikasi karena tidak optimalnya mekanisme patching
Penurunan jumlah sumber daya infrastruktur teknologi di fase sunset yang sudah dilikuidasi
Yang termasuk checklist tujuan manajemen risiko teknologi informasi dalam risiko pengelolaan teknologi informasi adalah…
Manajemen risiko atas informasi keamanan ditetapkan oleh fungsi manajemen level tertinggi
Terdapat prosedur untuk pemantauan berkelanjutan
Apakah organisasi mengembangkan model proses TI tingkat tinggi yang komprehensif?
Dokumen kebijakan pengamanan informasi
Pengelolaan teknologi informasi bertujuan agar ....
organisasi mampu menyusun kebijakan teknologi informasi secara akurat, efektif, dan efisien
organisasi mampu mengelola penyampaian informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu
organisasi mampu mengelola keamanan informasi secara efektif, efisien, dan konsisten dengan pendekatan berbasis risiko
arah kebijakan dan penggunaan teknologi informasi selaras dengan tujuan organisasi
Organisasi telah mengembangkan model proses teknologi informasi tingkat tinggi yang komprehensif, mendefinisikan kompetensi yang dibutuhkan di unit teknologi informasi, serta telah menentukan tingkat kompetensi dan potensi sumber daya untuk memenuhi permintaan sumber daya. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
struktur organisasi
keamanan organisasi
pengklasifikasian dan pengendalian aset
Organisasi telah memelihara kontak yang berkepentingan dengan pihak penegak hukum, badan pengatur, penyedia utilitas, penyedia layanan informasi dan operator telekomunikasi, untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat dapat dengan cepat diambil dan saran segera diperoleh, jika terjadi hal‐hal yang di luar dugaan seperti kecelakaan, kebakaran, atau banjir. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
struktur organisasi
kebijakan pengamanan informasi
pengkalsifikasian dan pengendalian aset
keamanan organisasi
Beni adalah seorang Kepala Subbagian Teknologi Informasi pada PT Perkebunan Maju Jaya. Saat ini, Beni sedang menyusun pedoman perusahaan terkait klasifikasi, penanganan dan perlindungan informasi. Beni telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
keamanan organisasi
pengklasifikasian informasi
pengendalian umum
Doni adalah seorang anggota Satuan Pengawas Internal pada PT Pelabuhan Selalu Terdepan. Saat ini, Doni beserta timnya sedang melakukan pemeriksaan rutin atas properti dan aset perusahaan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penghapusan properti secara tidak sah dan otorisasi yang tidak tepat atas penggunaan aset perusahaan. Hal yang dilakukan oleh Doni tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....
kebijakan pengamanan informasi
keamanan organisasi
pengklasifikasian informasi
pengendalian umum
Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Kesinambungan Bisnis?
Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?
Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?
Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?
Apakah ada salah satu fasilitas pengolahan informasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan eksternal atau kontraktor (pihak ketiga)?
Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Komunikasi dan Operasi?
Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?
Apakah ada prosedur tanggung jawab manajemen insiden agar memberikan respon tertib dan cepat dalam kejadian keamanan/ancaman?
Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?
Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?
