wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TKMRPI III - MSDO - Auditor Muda 0304 A

Total questions: 81

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Struktur organisasi harus disusun dengan rapi dan lowongan yang terbuka diisi agar tercapai efektivitas dan efisiensi, merupakan fungsi manajemen pada ….

a)

planning

b)

organizing

c)

actuating

d)

controlling

2.

Berdasarakan definisi manajemen menurut Bill Gore dan Richard-Merrel, dapat disimpulkan bahwa ….

a)

manajemen adalah ilmu dan seni dalam rangka memanfaatkan potensi sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan sebelumnya

b)

manajemen memfokuskan pada pengoptimalan usaha manusia mencapai tujuan

c)

manajemen adalah ilmu dan seni dalam memaksimalkan potensi sumber yang ada

d)

manajemen adalah ilmu dan seni dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia, modal, dan sumber daya yang lain

3.

Salah satu contoh masalah yang dihadapi pasien dalam aktivitas program Jamkesmas adalah ….

a)

masalah dalam hal klaim anggaran

b)

pemerintah terlambat dalam membayarkan klaim anggaran kesehatan

c)

terdapat beberapa jenis obat yang tidak masuk dalam ketetapan program Jamkesmas

d)

sikap tenaga medis yang tidak membedakan pemegang kartu Jamkesmas

4.

Manfaat yang diperoleh dari penyusunan renstra antara lain

a)

Merencanakan perubahan dalam lingkungan statis, mengantisipasi masa depan, meningkatkan komunikasi

b)

Menyesuaikan tuntutan perubahan lingkungan, meningkatkan komunikasi dan produktivitas

c)

Mengelola organisasi mencapai keberhasilan, selalu memfokuskan pada keuntungan organisasi

d)

mengatur penggunaan sumber daya secara ekonomis, meningkatkan produktivitas dan menyesuaikan perkembangan pasar

5.

(i) Perumusan tujuan dan sasaran beserta indikator kinerjanya

(ii) Analisis strategi, efektivitas dan efisiensi organisasi

(iii) Pernyataan visi dan misi

(iv) Uraian tentang cara mencapai tujuan dan sasaran (strategi) yang dijabarkan kedalam kebijakan dan program

Komponen renstra dalam SAKIP meliputi:

a)

(i), (ii), (iii)

b)

(ii), (iii), (iv)

c)

(i), (ii), (iii), (iv)

d)

(ii), (i), (iv)

6.

Karateristik yang harus dipenuhi dalam penyusunan sasaran harus jelas, menantang, dan dapat dicapai atau diwujudkan, merupakan jenis karakteristik ….

a)

specific

b)

measurable

c)

aggressive and attainable

d)

results-oriented

7.

Kriteria‐kriteria yang dapat digunakan dalam pembuatan misi antara lain

a)

memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik

b)

menjembatani masa kini dan masa mendatang

c)

tidak statis dan tidak untuk selamanya

d)

Menjelaskan tindakan, produk, atau pelayanan yang ditawarkan

8.

Kriteria‐kriteria yang dapat digunakan dalam penyusunan tujuan antara lain

a)

Tujuan tidak harus serasi dan mengklarifikasi misi dan visi

b)

berkontribusi dalam pencapaian misi dan visi serta cenderung berubah

c)

jangka waktu tujuan disesuaikan dengan tingkat organisasi sekurang-kurangnya satu tahun

d)

Tujuan harus menantang, realistik dan dapat dicapai

9.

Contoh penetapan tujuan organisasi yang memenuhi kriteria dalam perencanaan strategis yang tepat adalah ….

a)

Menjadi pemimpin dan penggerak perubahan untuk mewujudkan indonesia yang bebas dari korupsi

b)

menjadi lembaga yang mampu mewujudkan indonesia yang bebas dari korupsi

c)

Meningkatnya integritas aparat penegak hukum dan aparat pengawasan dalam pemberantasan korupsi, disertai dengan berkurangnya niat dan peluang untuk melakukan korupsi, sehingga korupsi di Indonesia berkurang secara signifikan

d)

Terbangunnya wacana reformasi di bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, administrasi, dan birokrasi

10.

“Bagaimana organisasi memenuhi target-target kinerja, bagaimana organisasi akan memberikan perhatian pada pelanggan, bagaimana organisasi akan memperbaiki kinerja pelayanan, dan bagaimana organisasi akan melaksanakan misinya”. Informasi tersebut dituangkan dalam bentuk

a)

strategi (Cara mencapai tujuan dan sasaran)

b)

sasaran

c)

tujuan

d)

analisis Strategi

11.

Konsep yang menggambarkan hubungan manajemen sumber daya organisasi dengan tujuan organisasi adalah

a)

MSDO merupakan aktivitas planning, organizing, actuating, dan controlling sumber daya organisasi secara fungsional agar tujuan stategias organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

b)

MSDO hanya berkaitan dengan tujuan operasional/fungsional pengelolaan sumber daya organisasi

c)

MSDO merupakan pengelolaan sumber daya keuangan, aset, teknologi informasi, dan sumber daya manusia organisasi dalam rangka mencapai tujuan fungsional bagian keuangan, bagian aset, dan bagian SDM secara efektif dan efisien

d)

MSDO yang efektif dan efisien tidak ada hubungannya dengan pencapaian tujuan strategis organisasi

12.

Yang merupakan karakteristik sektor publik adalah

a)

mencari keuntungan.

b)

sangat kompleks, domain luas, multifungsional, ketidakpastian tinggi

c)

fleksibel.

d)

penuh nuansa politis

13.

Salah satu karakteristik sektor publik yang menuntut implementasi manajemen sumber daya organisasi yang lebih baik dari sektor privat adalah

a)

sektor publik memiliki struktur dan operasi yang lebih fleksibel

b)

sektor publik mengumpulkan laba dengan menjual layanan

c)

sektor publik menjalankan tugas multifungsional

d)

sektor publik memiliki tingkat kepastian yang lebih tinggi

14.

Berikut ini merupakan siklus pengelolaan keuangan, kecuali

a)

pertanggungjawaban.

b)

perencanaan dan penganggaran

c)

pelaksanaan anggaran

d)

reviu

15.

Siklus pengelolaan keuangan negara terdiri dari lima tahap, yaitu:

i. Pelaksanaan anggaran

ii. Pertanggungjawaban

iii. Akuntansi

iv. Perencanaan dan Penganggaran

v. Pemeriksaan

Manakah urutan yang benar dari tahapan siklus pengelolaan keuangan negara?

a)

iv, i, iii, v, ii

b)

iv, i, v, iii, ii

c)

iv, ii, iii, v, i

d)

iv, v, i, iii, iv

16.

Tujuan organisasi publik memengaruhi misi, strategi, dan program yang akan dilaksanakan. Masalah yang dihadapi adalah tujuan yang tidak jelas dan samar-samar. Apakah penyebabnya?

a)

benturan kepentingan dalam interaksi sosial di lingkungan organisasi

b)

output tidak dapat diukur secara andal, disebabkan organisasi sektor publik tidak berorientasi pada memaksimalkan laba sebagaimana organisasi bisnis

c)

bernuansa politis

d)

struktur yang kaku dan birokratis

17.

Unsur penyelenggara pemerintahan, baik di pusat maupun daerah, yang melaksanakan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan dengan melibatkan masyarakat dengan tujuan untuk, kecuali ....

a)

Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan

b)

Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan

c)

menjamin keterikatan perencanaan dan pengawasan

d)

Mengoptimalkan partisipasi masyarakat

18.

Manakah yang merupakan tahapan penyusunan rencana yang dilaksanakan untuk menghasilkan rancangan lengkap ....

a)

Menyiapkan rancangan rencana pembangunan yang telah disepakati secara birokratik, menyeluruh dan terukur

b)

Masing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja berdasarkan hasil evaluasi realisasi kerja tahun sebelumnya

c)

melibatkan masyarakat sebagai stakeholder dan menyeleraskan rencana pembangunan yang dihasilkan masing-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan

d)

Menyusun laporan kinerja rencana pembangunan

19.

Agus merupakan seorang pimpinan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) pada Provinsi A. Pada Tahun 20x2, Agus mengumpulkan dan melakukan analisis terhadap hasil pemantauan pelaksanaan rencana pebangunan dari masing-masing pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing di lingkungan kerja Provinsi A. Dapat disimpulkan bahwa Agus sedang melaksanakan tahapan perencanaan pembangunan, yaitu pada tahap....

a)

Penyusunan rencana

b)

Penetapan rencana

c)

pengendalian pelaksanaan rencana

d)

Evaluasi pelaksanaan rencana

20.

Manakah yang bukan merupakan titik kritis pada proses perencanaan ...

a)

Kapasitas pimpinan instansi perencanaan tidak memadai

b)

Ketidakselarasan RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD dengan APBD

c)

intervensi politik agar dokumen perencanaan jangka pendek dibuat berdasarkan kemauan sesaat para anggota legislatif dan eksekutif tanpa melihat dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang

d)

Dokumen perencanaan, baik yang jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek, dibuat dalam waktu yang tidak bersamaan

21.

Anggaran adalah alat akuntabilitas, pengendalian manajemen, dan kebijakan ekonomi. Dalam rangka reformasi bidang keuangan negara, penyempurnaan penganggaran dilakukan melalui pendekatan ...

a)

pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, pemisahan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran

b)

pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran

c)

pengintegrasian antara rencana kerja dan anggaran, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka panjang, dan klasifikasi anggaran

d)

pengintegrasian antara rencana kerja tahunan dan rencana kerja jangka menengah, penyatuan anggaran, penganggaran berbasis kinerja, penggunaan kerangka pengeluaran jangka menengah, dan klasifikasi anggaran

22.

Penyusunan dan penetapan APBN merupakan tahap awal dari suatu siklus anggaran. Secara garis besar, tahap-tahap siklus anggaran dapat digambarkan sebagai berikut, kecuali ....

a)

Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPKP – pemeriksaan hasil pelaksanaan APBN oleh BPK RI - Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN).

b)

Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK – Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN) - Pelaksanaan evaluasi kinerja pemerintah pusat.

c)

Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada Kementerian Keuangan untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPKP – pemeriksaan hasil pelaksanaan APBN oleh BPK RI - Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN).

d)

Penyusunan RAPBN oleh pemerintah – penyampaian RAPBN kepada DPR untuk pengesahan – Pelaksanaan APBN oleh pemerintah – pengawasan pelaksanaan APBN oleh BPK – Pertanggungjawaban Perhitungan Anggaran Negara (PAN) - Persetujuan RUU PAN menjadi UU PAN oleh DPR.

23.

Proses penyusunan APBN secara kronologis dapat diuraikan sebagai berikut ....

a)

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN

b)

Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN

c)

Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pembahasan kebijakan umum dan prioritas anggaran – Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN

d)

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) – Penyampaian pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro – Pengesahan anggaran oleh DPR RI – Penyusunan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga – Penyusunan Rancangan Undang-Undang APBN.

24.

Manakah yang bukan merupakan titik kritis pada proses penganggaran ...

a)

belum diterapkannya analisis standar belanja (ASB) dan standar harga satuan untuk mengukur kewajaran pengalokasian dana dalam menghasilkan output tertentu untuk mencapai standar pelayanan minimal.

b)

kesalahan penyusunan program kerja

c)

perhitungan anggaran tidak cermat, sehingga selisih tender membengkak

d)

Ketidakjelasan indikator kinerja output dan outcome

25.

Dua sistem yang terkait dengan pelaksanaan anggaran, yaitu ...

a)

perencanaan dan penganggaran

b)

belanja barang dan belanja modal

c)

pendanaan dan pembiayaan

d)

penerimaan dan pembayaran

26.

Pelaksanaan anggaran dilakukan dengan mengikuti suatu sistem dan prosedur akuntansi. Sistem ini diperlukan untuk tujuan tiga hal, kecuali .....

a)

Untuk menetapkan prosedur yang harus diikuti oleh pihak-pihak yang terkait sehingga jelas pembagian kerja dan tanggung jawab di antara mereka

b)

Untuk terselenggaranya pengendalian intern demi menghindari penyelewengan

c)

Untuk menciptakan tolak ukur perhitungan capaian atas output dan outcome kegiatan

d)

Untuk menghasilkan laporan keuangan pemerintah yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan (SAP)

27.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam risiko pengelolaan keuangan pada tahap pelaksanaan adalah ....

a)

pengajuan anggaran tidak sesuai aturan yang berlaku

b)

sistem perencanaan cash flow tidak cocok dengan kondisi organisasi

c)

pertanggungjawaban uang muka tidak sesuai dengan ketentuan

d)

tidak terdapat fleksibilitas keuangan yang tepat

28.

Sardi, Kepala Dinas Pertanian pada Kabupaten Serayan, melakukan identifikasi risiko tentang pertanggungjawaban uang muka yang tidak sesuai ketentuan. Berdasarkan informasi tersebut, Sardi telah mengidentifikasi risiko pengelolaan keuangan pada tahapan ....

a)

perencanaan dan penganggaran

b)

pelaksanaan

c)

pertanggungjawaban

d)

pemeriksaan

29.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam titik kritis proses pertanggungjawaban keuangan adalah ....

a)

terlambatnya penyampaian pertanggungjawaban

b)

laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai ketentuan

c)

prosedur yang terlalu panjang dalam rangka penerbitan laporan pertanggungjawaban

d)

lemahnya komitmen para pengambil keputusan

30.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam lembaga yang dapat melakukan pengawasan pada tahapan pengawasan keuangan adalah ....

a)

APIP

b)

DPR/DPRD

c)

BPK RI

d)

BPKP

31.

Siklus pelaksanaan keuangan merupakan bagian dari siklus pengelolaan keuangan negara. Siklus pengelolaan keuangan negara terdiri dari lima tahap, yaitu:

i. Pertanggungjawaban;

ii. Perencanaan dan penganggaran;

iii. Penatausahaan;

iv. Pemeriksaan;

v. Pelaksanaan.

Dari informasi di atas, manakah urutan yang benar dari siklus pengelolaan keuangan daerah?

a)

ii, iii, v, i, iv

b)

ii, v, iii, iv, i

c)

ii, iii, v, iv, i

d)

ii, v, iii, i, iv

32.

Titik kritis proses pemeriksaan keuangan negara adalah belum optimalnya reviu dan pemeriksaan oleh inspektorat yang disebabkan oleh beberapa hal, kecuali ....

a)

belum ada SDM yang memahami manfaat dan cara melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu

b)

inspektorat lebih fokus pada audit reguler yang mencakup semua aspek, daripada audit dengan tujuan tertentu

c)

keraguan SDM APIP dalam memulai kegiatan akibat perencanaan tidak matang

d)

belum adanya SDM yang memahami manfaat dan cara melakukan reviu laporan keuangan

33.

Pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN/APBD adalah berupa laporan keuangan. Berikut adalah contoh laporan keuangan yang dihasilkan dari proses pengelolaan keuangan:

i. Laporan Realisasi Anggaran;

ii. Neraca;

iii. Catatan atas Laporan Keuangan;

iv. Laporan Arus Kas;

v. Laporan Perubahan Modal.

Laporan keuangan yang telah diaudit, disampaikan kepada DPR/DPRD selambat‐lambatnya enam bulan setelah tahun anggaran berakhir, yang setidak-tidaknya terdiri dari ....

a)

i, ii

b)

i, ii, iii

c)

i, ii, iii, iv

d)

i, ii, iii, iv, v

34.

Rancangan sistem formal dalam organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi adalah

a)

Pengembangan Sumber Daya Manusia

b)

Pengembangan Sumber Daya Organisasi

c)

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

d)

Pengelolaan Sumber Daya Organisasi

35.

Manajemen sumber daya manusia terdiri dari beberapa kelompok aktivitas yang saling berhubungan, yaitu

a)

perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen

b)

perencanaan sumber daya manusia, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen

c)

perencanaan sumber daya manusia, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan

d)

perencanaan sumber daya manusia, kesetaraan kesempatan kerja, pengangkatan pegawai, pengembangan sumber daya manusia, kompensasi dan tunjangan kesehatan, keselamatan dan keamanan, hubungan karyawan dan buruh atau manajemen

36.

Rencana strategis sumber daya manusia harus menjamin ketersediaan perbedaan individu yang memadai untuk memenuhi persyaratan tindakan afirmatif, merupakan contoh dari penerapan aktivitas:

a)

Pengangkatan Karyawan

b)

Kesetaraaan Kesempatan Kerja

c)

Perencanaan sumber daya manusia

d)

Pengembangan sumber daya manusia

37.

Ada lima indikator keberhasilan pengelolaan sumber daya manusia, yaitu

a)

Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat mangkir, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kewargaan karyawan

b)

Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan, tingkat kewargaan karyawan

c)

Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan, tingkat kematian karyawan

d)

Tingkat produktivitas, tingkat perputaran karyawan, tingkat mangkir, tingkat kepuasan karyawan, tingkat kesehatan karyawan

38.

Organisasi perlu menetapkan ukuran eksposur dari setiap risiko agar dapat mengukur besarnya dampak bila benar‐benar terjadi. Biasanya, organisasi lebih suka menggunakan ukuran eksposur dalam bentuk Rupiah selama bisa dirupiahkan. Berikut merupakan pendekatan dalam merupiahkan risiko

a)

organisasi dapat menggunakan ukuran besarnya pendapatan bila suatu risiko terjadi

b)

organisasi dapat menggunakan premi asuransi sebagai ukuran, untuk risiko‐risiko yang dapat diasuransikan

c)

organisasi dapat menggunakan ukuran biaya yang tidak perlu dikeluarkan bila suatu risiko terjadi

d)

organisasi dapat menggunakan ukuran besarnya penerimaan bila suatu risiko terjadi

39.

Tujuan dasar pengelolaan sumber daya manusia adalah

a)

Mengimplementasikan dan menjaga semua kebijakan dan prosedur sumber daya manusia yang memungkinkan organisasi mampu mencapai tujuannya

b)

Memberi pertimbangan manajemen dalam membuat kebijakan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang bermotivasi dan berkinerja tinggi

c)

Membangun kapabilitas untuk memastikan bahwa organisasi memiliki karyawan yang terampil, bertanggung jawab, dan bermotivasi tinggi

d)

Memberi pemahaman arah dalam lingkungan yang kadang bergejolak, agar kebutuhan organisasi dan individu serta kebutuhan bersama karyawan dapat bertemu dengan pengembangan dan penerapan kebijakan dan program sumber daya manusia yang masuk akal serta praktis

40.

Pengangguran yang terjadi karena keahlian karyawan atau pencari kerja tidak lagi cocok dengan tuntutan pekerjaan yang ditawarkan pasar tenaga kerja, disebut sebagai

a)

Pengangguran struktural

b)

Pengangguran friksional

c)

Pengangguran siklis

d)

Pengangguran sukarela

41.

Pengelolaan BMN meliputi perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan. Hal ini tertuang dalam penjelasan UU Nomor 1 Tahun 2004

a)

pasal 48 ayat (2)

b)

pasal 48 ayat (6)

c)

pasal 49 ayat (2)

d)

pasal 49 ayat (6)

42.

Sesuai dengan pasal 48 ayat (2) dan penjelasan atas pasal 49 ayat (6) UU No. 1 Tahun 2004, pengelolaan BMN meliputi adalah….

a)

perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, Monitoring, reviu, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya.

b)

perencanaan , Identifikasi, Evaluasi, kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya

c)

perencanaan kebutuhan, tata cara penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya

d)

perencanaan kebutuhan, Kehilangan, Struktur, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya

e)

perencanaan kebutuhan, Status, bentuk dan kepemilikan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, penghapusan dan pemindahtanganan, serta penjualan barang melalui pelelangan dan pengecualiannya

43.

Siklus pengelolaan BMN meliputi kegiatan….

a)

planning, organizing, Suppliying, actuating, controlling

b)

planning, Buying, organizing, actuating, controlling

c)

planning, Monitoring, organizing, actuating, controlling

d)

planning, organizing, actuating, controlling

44.

Siklus yang berhubungan dengan struktur organisasi, pejabat yang terkait, wewenang, dan tanggung jawabnya merupakan kegiatan….

a)

planning

b)

organizing

c)

Monitoring

d)

controlling

45.

Actuating merupakan realisasi perencanaan kebutuhan, yang dapat diklasifikasi dalam empat kegiatan, yaitu kecuali….

a)

Kegiatan Penambahan BMN

b)

Kegiatan Pemanfaatan BMN

c)

Kegiatan Pengurangan BMN

d)

Kegiatan Pengawasan BMN

46.

Risiko dalam pengadaan, yaitu kecuali….

a)

Panitia pengadaan tidak memiliki uraian tugas yang jelas

b)

Anggota panitia pengadaan memiliki hubungan istimewa dengan rekanan

c)

Proses pengadaan belum dilakukan sesuai ketentuan di setiap tahapnya.Kegiatan Pemanfaatan BMN

d)

Data kebutuhan aset belum didasarkan kepada kebutuhan unit kerja

47.

Pemda ABC tidak melakukan pencatatan Aset tetap, sehingga tidak memiliki data jumlah Aset yang dimiliki, hal ini menunjukkan bahwa Pemda ABC belum memitigasi Risiko dalam hal….

a)

Risiko dalam penatausahaan

b)

Risiko dalam pemanfaatan

c)

Risiko dalam pengamanan dan pemeliharaan

d)

Risiko dalam penilaian

48.

Risiko dalam pembinaan, pengawasan, dan pengendalian dalam hal...

a)

Pengadaan barang yang diajukan untuk dibiayai belum direncanakan

b)

Dokumen perjanjian yang digunakan merugikan pemerintah

c)

Rencana pengembangan pegawai belum memerhatikan perkembangan pengelolaan aset

d)

Sistem dan prosedur untuk mengawasi pengelolaan aset belum memadai.

49.

Risiko dalam pemindahtanganan dalam hal...

a)

Hasil penjualan aset tidak seluruhnya masuk ke kas daerah

b)

Penilai tidak memiliki track record yang baik.

c)

Sistem pengamanan aset tidak memadai

d)

Tidak terdapat pegawai yang bertanggung jawab mengawasi pemanfaatan

50.

pemanfaatan BMN yang sebesar‐besarnya secara terbuka dan bertanggung jawab bagi kemakmuran bangsa dan negara Indonesia merupakan…

a)

Penilaian BMN

b)

sistem pengamanan aset

c)

tujuan pengelolaan BMN

d)

dasar-dasar Pengelolaan BMN

51.

Pengelolaan teknologi informasi bertujuan agar ....

a)

organisasi mampu menyusun kebijakan teknologi informasi secara akurat, efektif, dan efisien

b)

organisasi mampu mengelola penyampaian informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu

c)

organisasi mampu mengelola keamanan informasi secara efektif, efisien, dan konsisten dengan pendekatan berbasis risiko

d)

arah kebijakan dan penggunaan teknologi informasi selaras dengan tujuan organisasi

52.

Organisasi telah mengembangkan model proses teknologi informasi tingkat tinggi yang komprehensif, mendefinisikan kompetensi yang dibutuhkan di unit teknologi informasi, serta telah menentukan tingkat kompetensi dan potensi sumber daya untuk memenuhi permintaan sumber daya. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

struktur organisasi

c)

keamanan organisasi

d)

pengkalsifikasian dan pengendalian aset

53.

Organisasi telah memelihara kontak yang berkepentingan dengan pihak penegak hukum, badan pengatur, penyedia utilitas, penyedia layanan informasi dan operator telekomunikasi, untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat dapat dengan cepat diambil dan saran segera diperoleh, jika terjadi hal‐hal yang di luar dugaan seperti kecelakaan, kebakaran, atau banjir. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

struktur organisasi

b)

kebijakan pengamanan informasi

c)

pengklasifikasian dan pengendalian aset

d)

keamanan organisasi

54.

Beni adalah seorang Kepala Subbagian Teknologi Informasi pada PT Perkebunan Maju Jaya. Saat ini, Beni sedang menyusun pedoman perusahaan terkait klasifikasi, penanganan dan perlindungan informasi. Beni telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

keamanan organisasi

c)

pengklasifikasian informasi

d)

pengendalian umum

55.

Doni adalah seorang anggota Satuan Pengawas Internal pada PT Pelabuhan Selalu Terdepan. Saat ini, Doni beserta timnya sedang melakukan pemeriksaan rutin atas properti dan aset perusahaan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penghapusan properti secara tidak sah dan otorisasi yang tidak tepat atas penggunaan aset perusahaan. Hal yang dilakukan oleh Doni tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

keamanan organisasi

c)

pengklasifikasian informasi

d)

pengendalian umum

56.

Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Kesinambungan Bisnis?

a)

Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?

b)

Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?

c)

Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?

d)

Apakah ada salah satu fasilitas pengolahan informasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan eksternal atau kontraktor (pihak ketiga)?

57.

Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Komunikasi dan Operasi?

a)

Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?

b)

Apakah ada prosedur tanggung jawab manajemen insiden agar memberikan respon tertib dan cepat dalam kejadian keamanan/ancaman?

c)

Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?

d)

Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?

58.

Ketercapaian indikator keberhasilan untuk setiap proses tata kelola merupakan tujuan utama dari aktivitas:

a)

pemantauan & evaluasi

b)

perencanaan arsitektur evaluasi

c)

perencanan roadmap implementasi

d)

manajemen belanja/investasi

59.

Operation expenditure memuat hal-hal di bawah ini, kecuali

a)

biaya gaij dan lembur

b)

biaya ATK

c)

biaya pembelian server

d)

biaya sewa alat

60.

Tuan Jatmiko adalah Sekretaris Inspektorat Jaya Maju. Saat ini, kantor Inspektorat Jaya Maju membutuhkan satu buah komputer server untuk mendukung database laporan hasil pengawasan. Namun, anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk membangun komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tersebut. Apakah yang dapat dilakukan oleh Tuan Jatmiko

a)

beli komputer saja, dan mengajukan utang

b)

membeli komputer dengan spesifikasi lebih rendah sesuai budget

c)

tidak melakukan apa-apa karena dilarang membuat kontrak karena anggaran tidak cukup

d)

mengajukan operation expenditure atau sewa operasi atas komputer server tersebut yang didahului dengan perubahan anggaran

61.

Pada tahun 20x1, BUMD Kabupaten Maju Jaya berencana untuk mengadakan perlengkapan TIK. Terdapat 2 (dua) jenis perlengkapan TIK yang layak dipertimbangkan. Direktur Keuangan melakukan analisis tingkat pengembalian inkremental dari dua jenis alternatif perlengkapan TIK. Akhirnya, Direktur memilih alternatif A karena memiliki tingkat pengembalian inkremental yang lebih .... daripada tingkat pengembalian inkremental alternatif B. Teknik capital budgeting yang digunakan oleh BUMD Kabupaten Maju Jaya adalah....

a)

lebih rendah, IRR

b)

lebih tinggi, IRR

c)

lebih rendah, Gross BC Ratio

d)

lebih tinggi, Gross BC Ratio

62.

Berikut ini adalah kriteria uraian pertimbangan yang perlu dilakukan oleh Inspektorat Maju Jaya dalam memilih mekanisme penganggaran, kecuali

a)

kesesuaian visi misi Inspektorat

b)

kesesuian tujuan Kabupaten Maju Jaya

c)

tingkat Kecepatan Keusangan

d)

urgensi

63.

Proses yang ditujukan untuk mengimplementasikan perencanaan TIK, mulai dari pemilihan sistem TIK sampai dengan evaluasi paska implementasi disebut dengan

a)

realisasi sistem TIK

b)

evaluasi sistem TIK

c)

uji implementasi sistem TIK

d)

proof of concept

64.

Dapatkah System Development Life Cycle (SDLC) mengakomodasi perubahan/upgrade yang major pada sebuah TIK?

a)

SDLC hanya mengakomodasi upgrade minor saja

b)

SDLC mengakomodasi upgrade minor atas desain dan major atas fungsionalitas

c)

SDLC dapat mengakomodasi upgrade major atas desain dan fungsionalitas

d)

SDLC tidak dapat mengakomodasi upgrade apapun

65.

Tuan Jatmiko telah merealisasikan sistem TIK hasil pengadaan tahun 20x1. Tim yang dibentuk Tuan Jatmiko melaksanakan pengujian pengelolaan data. Tim meyakini bahwa sistem TIK telah memiliki keamanan data yang memadai. Pada tahapan apa Tim tersebut melaksanakan pengujian?

a)

Tahap input

b)

Tahap proses

c)

Tahap output

d)

Tahap proses dan output

66.

Apakah kondisi realisasi software aplikasi yang konsisten dengan perencanaan TIK yang telah disetujui. cukup menyimpulkan bahwa realisasi sistem berjalan lancar?

a)

Cukup karena implementasi sistem berdasarkan rencana pengembangan

b)

Cukup karena kesesuaian atas rencana kerja memberikan dampak positif pada realisasi IKU

c)

Belum cukup karena walaupun perencanaan TIK telah dipenuhi, namun perlu melihat perencanaan kinerja pemerintah secara keseluruhan

d)

Belum cukup karena terdapat aspek selain kesesuaian perencanaan yang perlu diuji

67.

Aspek keamanan dan keberlangsungan sistem minimal yang harus terpenuhi mencakup aspek “authentication”. Manakah pernyataan yang tepat menggambarkan “authentication”?

a)

authentication meyakinkan hanya pihak yang berhak yang dapat mengizinkan perubahan sistem

b)

authentication meyakinkan identitas pengguna sistem

c)

authentication meyakinkan administrator dalam mengeliminasi input data yang salah

d)

authentication meyakinkan pemberian otoritas penggunaan informasi

68.

Setiap software aplikasi yang direalisasikan harus disertai oleh dokumentasi berikut ini, kecuali

a)

Dokumentasi hasil aktivitas tahapan-tahapan dalam SDLC

b)

Uji coba (testing): unit testing, system testing, integration testing, user acceptance test (UAT)

c)

Materi transfer pengetahuan & training

d)

Manual pengguna, operasi, dukungan teknis dan administrasi

69.

Pada langkah realisasi pengelolaan data, prosedur akses data, prosedur transaksi data untuk memeriksa akurasi, kelengkapan, dan validitasnya, serta prosedur pencegahan kesalahan input data dijalankan pada tahapan…

a)

Persiapan

b)

Input

c)

Proses

d)

Output data

70.

Aspek keamanan dan keberlangsungan sistem minimal yang harus terpenuhi salah satunya mencakup akses terhadap data/informasi dibatasi hanya bagi mereka yang punya otoritas atau yang dikenal dengan istilah…

a)

Confidentiality

b)

Integrity

c)

Aunthentication

d)

availability

71.

Pemeliharaan sistem merupakan proses untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya TIK dapat berfungsi sebagaimana mestinya dalam durasi waktu siklus hidup yang seharusnya, dalam rangka mendukung operasi sistem secara optimal. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam pemeliharaan sistem adalah…

a)

Pemeliharaan software aplikasi

b)

Pemeliharaan infrastruktur teknologi

c)

Kontrol terkait dengan faktor keamanan dan auditability

d)

Siklus hidup dan likuidasi sumber daya infrastruktur teknologi

72.

Infrastruktur teknologi yang sudah masuk tahap phase-out (expired) dan sudah tidak dapat lagi digunakan oleh organisasi sejak waktu ditetapkan, merupakan implementasi salah satu fase siklus hidup infrastruktur teknologi , yaitu…

a)

Emerging technologies

b)

Current technologies

c)

Sunset technologies

d)

Twilight technologies

73.

Berikut ini merupakan indikator keberhasilan dalam pemeliharaan sistem, kecuali

a)

Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi karena aspek kapasitas infrastruktur teknologi

b)

Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi di infrastruktur teknologi karena tidak optimalnya mekanisme patching

c)

Penurunan jumlah permasalahan yang terjadi di software aplikasi karena tidak optimalnya mekanisme patching

d)

Penurunan jumlah sumber daya infrastruktur teknologi di fase sunset yang sudah dilikuidasi

74.

Yang termasuk checklist tujuan manajemen risiko teknologi informasi dalam risiko pengelolaan teknologi informasi adalah…

a)

Manajemen risiko atas informasi keamanan ditetapkan oleh fungsi manajemen level tertinggi

b)

Terdapat prosedur untuk pemantauan berkelanjutan

c)

Apakah organisasi mengembangkan model proses TI tingkat tinggi yang komprehensif?

d)

Dokumen kebijakan pengamanan informasi

75.

Pengelolaan teknologi informasi bertujuan agar ....

a)

organisasi mampu menyusun kebijakan teknologi informasi secara akurat, efektif, dan efisien

b)

organisasi mampu mengelola penyampaian informasi secara efektif, efisien, dan tepat waktu

c)

organisasi mampu mengelola keamanan informasi secara efektif, efisien, dan konsisten dengan pendekatan berbasis risiko

d)

arah kebijakan dan penggunaan teknologi informasi selaras dengan tujuan organisasi

76.

Organisasi telah mengembangkan model proses teknologi informasi tingkat tinggi yang komprehensif, mendefinisikan kompetensi yang dibutuhkan di unit teknologi informasi, serta telah menentukan tingkat kompetensi dan potensi sumber daya untuk memenuhi permintaan sumber daya. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

struktur organisasi

c)

keamanan organisasi

d)

pengklasifikasian dan pengendalian aset

77.

Organisasi telah memelihara kontak yang berkepentingan dengan pihak penegak hukum, badan pengatur, penyedia utilitas, penyedia layanan informasi dan operator telekomunikasi, untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat dapat dengan cepat diambil dan saran segera diperoleh, jika terjadi hal‐hal yang di luar dugaan seperti kecelakaan, kebakaran, atau banjir. Hal tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

struktur organisasi

b)

kebijakan pengamanan informasi

c)

pengkalsifikasian dan pengendalian aset

d)

keamanan organisasi

78.

Beni adalah seorang Kepala Subbagian Teknologi Informasi pada PT Perkebunan Maju Jaya. Saat ini, Beni sedang menyusun pedoman perusahaan terkait klasifikasi, penanganan dan perlindungan informasi. Beni telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

keamanan organisasi

c)

pengklasifikasian informasi

d)

pengendalian umum

79.

Doni adalah seorang anggota Satuan Pengawas Internal pada PT Pelabuhan Selalu Terdepan. Saat ini, Doni beserta timnya sedang melakukan pemeriksaan rutin atas properti dan aset perusahaan. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan adanya penghapusan properti secara tidak sah dan otorisasi yang tidak tepat atas penggunaan aset perusahaan. Hal yang dilakukan oleh Doni tersebut menggambarkan bahwa organisasi telah melakukan pengelolaan risiko teknologi informasi pada aspek ....

a)

kebijakan pengamanan informasi

b)

keamanan organisasi

c)

pengklasifikasian informasi

d)

pengendalian umum

80.

Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Kesinambungan Bisnis?

a)

Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?

b)

Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?

c)

Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?

d)

Apakah ada salah satu fasilitas pengolahan informasi yang dikelola oleh sebuah perusahaan eksternal atau kontraktor (pihak ketiga)?

81.

Manakah diantara pertanyaan berikut yang dapat digunakan untuk menilai risiko teknologi informasi pada aspek Manajemen Komunikasi dan Operasi?

a)

Apakah ada kebijakan, prosedur, dan/atau standar untuk mengontrol kegiatan telecommuting yang konsisten dengan kebijakan keamanan organisasi?

b)

Apakah ada prosedur tanggung jawab manajemen insiden agar memberikan respon tertib dan cepat dalam kejadian keamanan/ancaman?

c)

Apakah terdapat kebutuhan bisnis untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan pengendalian atas akses?

d)

Apakah ada rencana yang dikembangkan untuk memulihkan operasi bisnis dalam jangka waktu yang diperlukan ketika terjadi gangguan atau kegagalan dalam proses bisnis?